Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

453 Tuhan Berharap Manusia Benar-benar Bertobat

1 Terlepas dari seberapa marah Tuhan terhadap penduduk Niniwe, begitu mereka menyatakan puasa dan mengenakan kain kabung dan abu, hati-Nya secara bertahap melembut dan Dia mulai mengubah hati-Nya. Ketika Dia menyatakan kepada mereka bahwa Dia akan menghancurkan kota mereka—sebelum pengakuan dan pertobatan mereka dari dosa—Tuhan masih marah terhadap mereka. Begitu mereka sudah melewati sejumlah tindakan pertobatan, amarah Tuhan terhadap orang-orang Niniwe berangsur berubah menjadi belas kasih dan toleransi kepada mereka.

2 Tidak ada yang bertolak belakang tentang pengungkapan dua aspek watak Tuhan yang terjadi bersamaan ini. Tuhan secara berturut-turut mengungkapkan dan menyatakan dua hakikat yang sangat bertolak belakang saat penduduk Niniwe bertobat sehingga manusia bisa melihat kenyataan dan hakikat Tuhan yang tidak terbantahkan. Tuhan menggunakan sikap-Nya untuk memberitahu manusia hal berikut: bukannya Tuhan tidak menoleransi manusia atau Dia tidak mau menunjukkan belas kasihan kepada mereka; hanya saja mereka jarang bertobat dengan sungguh-sungguh terhadap Tuhan dan manusia jarang benar-benar berbalik dari jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka.

3 ketika Tuhan marah kepada manusia, Dia berharap manusia akan mampu bertobat dan Dia berharap melihat pertobatan sejati manusia, di mana Dia akan dengan bebas mencurahkan belas kasihan dan toleransi-Nya kepada manusia. Ini berarti perbuatan manusia mendatangkan murka Tuhan, sementara belas kasih dan toleransi Tuhan diberikan kepada mereka yang mendengarkan Tuhan dan benar-benar bertobat di hadapan-Nya, kepada mereka yang dapat berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka. Sikap Tuhan dinyatakan dengan sangat jelas dalam perlakuan-Nya terhadap penduduk Niniwe: belas kasihan dan toleransi Tuhan tidak sulit didapat; Dia menginginkan pertobatan sejati dari manusia. Selama manusia berbalik dari jalan mereka yang jahat dan meninggalkan kejahatan di tangan mereka, Tuhan akan mengubah hati-Nya dan mengubah sikap-Nya terhadap mereka.

Diadaptasi dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Menolak Inkarnasi Tuhan adalah Menjadi Musuh Tuhan

Selanjutnya:Tak Seorang pun Dapat Meninggalkan Firman Tuhan

media terkait