Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

154 Jalan yang Diperlukan untuk Takut Tuhan dan Jauhi Kejahatan

Kecepatan

154 Jalan yang Diperlukan untuk Takut Tuhan dan Jauhi Kejahatan

I

Takut Tuhan tak berarti

takut tanpa arti, menghindar, memberhalakan, takhayul.

Takut Tuhan berarti

kagum, percaya, hormat, paham, peduli dan taat.

Ialah pengabdian, kasih, penyembahan total,

balas budi, berserah tanpa mengeluh.

II

Tanpa pengenalan s'jati 'kan Tuhan,

manusia tak dapat pahami,

tak peduli, dan tak taat,

tapi takut dan gelisah,

penuh ragu dan salah paham,

cenderung ingin menghindar.

Tanpa pengenalan s'jati 'kan Tuhan,

tiada pengabdian dan balas budi;

manusia tak miliki penyembahan,

penyerahan sejati,

hanya pemberhalaan buta,

tak lebih dari takhayul kosong.

III

Tanpa pengenalan sejati 'kan Tuhan,

tak bisa takut Tuhan, jauhi kejahatan.

Tapi, mereka akan penuh

pemb'rontakan, pembangkangan,

penuh dengan tuduhan palsu,

penilaian keliru tentang-Nya,

berbuat jahat lawan kebenaran

dan yang dimaksud firman-Nya.

Dengan iman yang benar,

mereka tahu mengikuti dan andalkan-Nya.

Maka, manusia mengerti,

mulai peduli pada Tuhan.

IV

Dengan kepedulian sejati,

manusia punya ketaatan.

Dari ketaatan 'kan ada

pengabdian kepada Tuhan.

Dari pengabdian sejati, ada

balas budi tanpa syarat.

Maka manusia tahu hakikat,

watak, dan siapa Tuhan.

Saat m'reka kenal Pencipta

akan ada penyerahan diri.

Hanya dengan ini,

manusia dapat singkirkan sisi jahat.

V

Inilah keseluruhan proses dari

"takut Tuhan, jauhi kejahatan"

dan juga keseluruhan isi dari

"takut Tuhan, jauhi kejahatan."

Inilah jalan yang harus ditapaki

tuk takut Tuhan dan jauhi kejahatan.

dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Sikap Ayub Terhadap Berkat-berkat Tuhan

Selanjutnya:Hanya Tuhan yang Berinkarnasi Dapat Sepenuhnya Menyelamatkan Manusia