Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Tentang Tempat Tujuan

Manakala kata akhir hidup disebut-sebut, kalian menyikapinya dengan sangat serius; kalian sangat peka terhadap hal ini. Ada yang langsung bersujud kepada Tuhan agar dapat tiba di akhir hidup dengan baik. Aku bisa memahami keinginan kuat kalian itu, yang tidak perlu lagi diungkapkan dengan kata-kata. Kalian tentu tidak menginginkan tubuh kalian jatuh ke dalam malapetaka, terlebih lagi, kalian tentu tidak ingin kelak dijebloskan ke dalam hukuman kekal. Kalian hanya berharap dapat hidup lebih bebas dan mudah. Jadi kalian merasa sangat cemas manakala kata akhir hidup disebut-sebut. Kalian sangat takut bahwa kalian telah kurang peduli, atau mungkin telah menyinggung Tuhan dan pantas untuk dihukum. Kalian tidak ragu untuk berkompromi demi tujuan akhir hidup yang baik. Banyak di antara kalian yang sebelumnya suka menipu dan curang, tiba-tiba berubah menjadi lembut dan tulus. Ketulusan kalian bahkan terasa dipaksakan. Terlepas dari itu semua, kalian memiliki hati yang "jujur", dan dari awal sampai akhir kalian telah membuka diri kepada-Ku tanpa menyembunyikan rahasia apa pun di dalam hati kalian, entah itu sikap suka menyalahkan, curang, atau penuh pengabdian. Pada umumnya, kalian telah dengan terus terang "mengakui" hal-hal hakiki yang ada di kedalaman hati kalian kepada-Ku. Tentu saja Aku tidak pernah mencegahnya, karena semua itu sudah biasa bagi-Ku. Kalian lebih memilih masuk ke dalam lautan api untuk mencapai akhir hidup yang baik ketimbang kehilangan sehelai rambut untuk mendapatkan perkenan Tuhan. Aku tidak bermaksud terlalu dogmatik kepada kalian; hanya saja pengabdian hati kalian tidak memadai untuk menghadapi segala sesuatu yang Aku lakukan. Mungkin kalian tidak mengerti apa yang Aku maksud, jadi perkenankan Aku memberi penjelasan sederhana: selama ini, yang kalian butuhkan bukanlah kebenaran dan hidup; bukanlah prinsip-prinsip perilaku, dan terutama bukanlah kerja keras-Ku yang sangat teliti. Yang kalian butuhkan hanyalah apa yang kalian miliki di dalam daging, yaitu kekayaan, status, keluarga, pernikahan, dan sebagainya. Jadi, kalian benar-benar telah menyepelekan firman dan pekerjaan-Ku, sehingga Aku bisa meringkas iman kalian dengan satu kata: setengah-hati. Kalian mau berusaha sekuat mungkin untuk mengabdi dengan setulusnya, tetapi Aku telah mendapati bahwa kalian tidak mau menyingkirkan segala hal demi hal-hal yang terkait dengan iman kalian kepada Tuhan. Sebaliknya, kalian hanya setengah setia, dan setengah serius. Itulah sebabnya Aku mengatakan bahwa orang yang tidak memiliki hati yang tulus sepenuhnya adalah orang yang gagal di dalam kepercayaannya kepada Tuhan. Pikirkanlah baik-baik—berapa banyak orang yang gagal di antara kalian?

Kalian perlu tahu bahwa keberhasilan dalam keyakinan kepada Tuhan dicapai akibat perbuatan orang itu sendiri; ketika orang tidak berhasil atau gagal, itu juga akibat perbuatannya sendiri, bukan dampak dari faktor-faktor lain. Aku tahu kalian mau melakukan apa pun demi menyelesaikan sesuatu yang lebih sulit dan melibatkan lebih banyak penderitaan ketimbang percaya kepada Tuhan, dan bahwa kalian mau melakukannya dengan sangat serius. Kalian bahkan tidak mau melakukan kesalahan; inilah jenis upaya yang terus kalian lakukan dalam hidup. Kalian bahkan sanggup mengelabui-Ku di dalam situasi di mana kalian tidak mau mengelabui keluarga kalian sendiri. Inilah perilaku dan prinsip yang terus menerus kalian terapkan di dalam hidup. Bukankah kalian menumbuhkan citra yang palsu untuk mengelabui-Ku, demi mencapai akhir hidup yang indah dan bahagia? Aku tahu pengabdian dan ketulusan kalian hanya sementara; bukankah cita-cita dan harga yang harus kalian bayar hanyalah demi saat kini dan bukan demi akhir hidup? Kalian hanya hanya mau mencurahkan satu upaya akhir untuk memastikan satu tujuan akhir yang indah. Niat kalian hanyalah melakukan pertukaran; bukan agar kalian tidak berutang terhadap kebenaran, dan terutama bukan untuk melunasi harga yang telah Aku bayar. Dengan kata lain, kalian hanya bersedia menggunakan kepintaran kalian, tetapi kalian tidak bersedia memperjuangkannya. Bukankah ini yang merupakan keinginan hati kalian? Jangan menipu diri sendiri, dan terlebih lagi, jangan menjejali otak dengan tujuan akhir hidup sampai-sampai kalian tidak bisa makan atau tidur. Bukankah tujuan akhir hidup kalian telah ditentukan? Kalian hanya perlu melakukan kewajiban kalian sendiri dengan sebaik mungkin, dengan hati yang terbuka dan jujur, dan bersedia melakukan apa pun yang perlu dilakukan. Seperti yang telah kalian katakan, ketika saatnya tiba, Tuhan tidak akan memperlakukan siapa pun yang telah menderita atau membayar harga untuk-Nya dengan semena-mena. Keyakinan seperti ini patut dipertahankan, dan janganlah pernah dilupakan. Hanya dengan demikianlah hati-Ku akan berkenan atas kalian. Jika tidak, Aku tidak akan pernah berkenan atas kalian, dan kalian akan selamanya menjadi sasaran kebencian-Ku. Jika kalian semua bisa mengikuti hati nurani dan memberikan segalanya untuk-Ku, mencurahkan segala upaya untuk pekerjaan-Ku, dan mengabdikan seluruh hidup untuk pekerjaan Injil-Ku, maka bukankah hati-Ku akan melonjak gembira untuk kalian? Bukankah Aku akan berkenan atas kalian? Sangat disayangkan bahwa yang dapat kalian lakukan hanyalah bagian yang sangat kecil dan menyedihkan dari apa yang Aku harapkan; lalu kalian masih punya keberanian untuk meminta apa yang kalian harapkan dari-Ku?

Akhir hidup dan nasib kalian sangatlah penting bagi kalian, itu semua menjadi keprihatinan dan ketakutan yang sangat besar bagi kalian. Kalian percaya bahwa jika kalian tidak melakukan segalanya dengan hati-hati, itu akan setara dengan tidak mempunyai tujuan akhir, dan kehancuran akan menjadi nasibmu. Namun, pernahkah terpikir oleh kalian bahwa jika upaya seseorang hanya ditujukan demi tujuan akhir hidupnya, itu adalah upaya yang sia-sia? Upaya seperti itu tidak murni—upaya itu palsu dan menipu. Jika demikian, mereka yang bekerja hanya demi tujuan akhir hidupnya akan mengalami kekalahan yang mutlak, karena kegagalan orang di dalam kepercayaannya kepada Tuhan terjadi karena tertipu. Sebelumnya, Aku telah mengatakan bahwa Aku tidak suka dibujuk, disanjung, atau didesak. Aku menyukai orang-orang yang jujur, yang berani mempertahankan kebenaran-Ku dan pengharapan-Ku. Lebih dari itu, Aku suka pada orang yang bisa menunjukkan kepedulian dan pertimbangan secara total dan utuh terhadap hati-Ku, dan ketika mereka bisa meninggalkan segalanya demi Aku. Hanya dengan cara inilah hati-Ku dapat disenangkan. Sekarang ini, berapa banyak tentang dirimu yang tidak Aku sukai? Berapa banyak tentang dirimu yang Aku sukai? Tidak adakah di antara kalian yang menyadari semua keburukan yang telah kalian tunjukkan, semata-mata demi tujuan akhir hidup?

Di dalam hati-Ku, Aku tidak ingin menyakiti hati siapa pun yang positif dan memiliki motivasi, dan terutama Aku tidak ingin menyepelekan energi dari mereka yang telah dengan setia melakukan kewajibannya; kendati demikian, Aku harus mengingatkan jiwa kalian yang tidak memadai dan cemar. Tujuannya agar kalian bisa menyerahkan hati yang murni dalam menghadapi Firman-Ku, karena yang paling Aku benci adalah dusta orang-orang terhadap Aku. Aku hanya berharap bahwa pada tahap terakhir dari pekerjaan-Ku, kalian dapat berkinerja dengan cemerlang, berpengabdian penuh, dan tidak lagi setengah-hati. Tentu saja Aku juga berharap kalian tiba di tempat yang baik di akhir hidup. Namun bagaimanapun juga, Aku masih mempunyai syarat-Ku sendiri, yaitu agar kalian membuat keputusan terbaik dalam menawarkan pengabdian yang mutlak dan utuh kepada-Ku. Jika seseorang tidak memiliki pengabdian yang mutlak, ia pasti akan menjadi milik Iblis, dan Aku tidak akan berkenan memakai dia lagi. Aku akan mengirimnya pulang untuk diurus oleh orang tuanya. Pekerjaan-Ku telah sangat menolong bagi kalian; yang Aku harapkan dari kalian adalah hati yang jujur dan positif, tetapi sampai saat ini, tangan-Ku masih kosong. Coba pikirkan: ketika suatu hari nanti Aku masih tetap sepahit ini, akan seperti apakah sikap-Ku terhadap kalian? Apakah Aku akan ramah? Apakah hati-Ku akan senang? Apakah kalian mengerti perasaan seseorang yang telah bersusah payah menabur tetapi belum memanen satu bulir pun? Apakah kalian mengerti seberapa besarnya cedera yang dialami oleh seseorang yang telah terkena pukulan besar? Bisakah kalian merasakan kepahitan yang dialami oleh seseorang yang telah sangat berharap tetapi akhirnya harus berpisah dengan orang yang diharapkannya itu dengan cara yang tidak enak? Pernahkah kalian melihat amarah seseorang yang telah terpicu kemarahannya? Bisakah kalian mengenal dorongan yang penuh dendam dari seseorang yang telah diperlakukan dengan jahat dan curang? Jika kalian mengerti mentalitas orang-orang ini, Aku rasa kalian tidak akan sulit membayangkan sikap yang akan Tuhan miliki di saat penghakiman-Nya nanti. Akhirnya, Aku berharap kalian semua berupaya dengan serius demi tujuan akhir hidup kalian; walaupun begitu, sebaiknya kalian tidak menggunakan cara-cara yang curang di dalam upaya itu, atau hati-Ku akan sangat kecewa. Apakah akibat dari kekecewaan seperti itu? Bukankah kalian hanya membodohi diri sendiri? Orang yang memikirkan tujuan akhir hidupnya tetapi menghancurkannya adalah orang yang sama sekali tidak bisa diselamatkan. Bahkan jika orang-orang seperti ini menjadi sangat sedih, siapa yang akan bersimpati pada mereka? Bagaimanapun juga, Aku masih mengharapkan kalian memiliki tujuan akhir hidup yang baik dan sesuai. Bahkan lebih dari itu, Aku harap tidak seorang pun dari kalian akan jatuh ke dalam kebinasaan.

Sebelumnya:Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu

Selanjutnya:Tiga Peringatan

media terkait