Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

611 Watak Manusia Telah Menjadi Sangat Jahat

1 Setelah kerusakan selama beberapa ribu tahun, manusia menjadi mati rasa dan dungu, si jahat yang menentang Tuhan, hingga pemberontakan manusia terhadap Tuhan telah didokumentasikan dalam buku-buku sejarah, dan bahkan manusia sendiri tidak mampu menceritakan dengan lengkap tentang perilakunya yang suka memberontak—karena manusia telah begitu rusak oleh Iblis, dan telah disesatkan oleh Iblis sampai dia tidak tahu harus ke mana. Bahkan hari ini, manusia masih mengkhianati Tuhan: ketika manusia melihat Tuhan, dia mengkhianati-Nya, dan ketika dia tidak dapat melihat Tuhan, dia juga mengkhianati-Nya. Bahkan ada mereka yang, setelah menyaksikan kutukan Tuhan dan murka Tuhan, masih mengkhianati-Nya. Jadi, Aku katakan bahwa akal manusia telah kehilangan fungsi aslinya, dan bahwa hati nurani manusia juga telah kehilangan fungsi aslinya. Manusia yang Aku perhatikan adalah binatang liar dalam wujud manusia, dia adalah ular berbisa, dan tidak peduli seberapa menyedihkan dia mencoba menunjukkan dirinya di depan-Ku, Aku tidak akan pernah berbelas kasihan terhadapnya, karena manusia tidak memahami perbedaan antara hitam dan putih, perbedaan antara kebenaran dan bukan kebenaran.

2 Watak manusia telah menjadi sangat jahat, akalnya menjadi sangat tumpul, dan hati nuraninya sepenuhnya diinjak-injak oleh si jahat dan sejak dahulu bukan lagi hati nurani manusia yang asli. Manusia bukan saja tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan yang berinkarnasi karena melimpahkan begitu banyak kehidupan dan kasih karunia kepada umat manusia, tetapi bahkan merasa benci kepada Tuhan karena memberinya kebenaran; itu karena manusia tidak memiliki sedikit pun ketertarikan pada kebenaran sehingga dia membenci Tuhan. Bukan hanya manusia tidak mampu menyerahkan hidupnya untuk Tuhan yang berinkarnasi, tetapi dia juga mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari-Nya, dan menuntut keuntungan yang puluhan kali lebih besar dari apa yang telah manusia berikan kepada Tuhan. Orang yang memiliki hati nurani dan akal demikian menerima semua hal ini sebagai pemberian, dan masih percaya bahwa mereka telah berkorban begitu banyak untuk Tuhan, dan bahwa Tuhan telah memberi mereka terlalu sedikit.

Diadaptasi dari "Memiliki Watak yang Tidak Berubah Berarti Memusuhi Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Tuhan Tidak Membiarkan Makhluk Ciptaan Mencurangi-Nya

Selanjutnya:Tidak Ada Orang yang Bisa Lolos dari Hari Murka Tuhan

media terkait