Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

797 Iman Sejati Ayub dan Ketaatan kepada Tuhan

1 Dalam hidupnya selama beberapa puluh tahun sebelumnya, Ayub telah melihat perbuatan Tuhan Yahweh dan memperoleh berkat Tuhan Yahweh bagi dirinya. Semua itu adalah berkat yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman dan berutang, karena dia percaya bahwa dia belum melakukan apa pun untuk Tuhan, tetapi telah diberi berkat sebesar itu dan menikmati begitu banyak kasih karunia. Karena alasan ini, di dalam hatinya dia sering berdoa, berharap bahwa dia akan mampu membalas kebaikan Tuhan, berharap bahwa dia akan mendapat kesempatan untuk memberikan kesaksian tentang perbuatan dan kebesaran Tuhan, dan berharap bahwa Tuhan akan menguji ketaatannya, dan selain itu, berharap imannya dapat dimurnikan, sampai ketaatan dan imannya memperoleh perkenan Tuhan.

2 Dan ketika ujian menimpa Ayub, dia percaya bahwa Tuhan telah mendengar doanya. Ayub menghargai kesempatan ini lebih dari apa pun, dan dengan demikian dia tidak berani menganggapnya ringan, karena keinginannya yang terbesar seumur hidup dapat terwujud. Datangnya kesempatan ini berarti bahwa ketaatan dan takutnya akan Tuhan dapat diuji, dan dapat dimurnikan. Selain itu, itu berarti bahwa Ayub mendapat kesempatan untuk memperoleh perkenan Tuhan, sehingga membuatnya semakin dekat dengan Tuhan.

3 Selama ujian, iman dan usaha seperti ini memungkinkan Ayub untuk menjadi lebih sempurna dan mendapatkan pemahaman yang lebih besar tentang kehendak Tuhan. Ayub juga menjadi lebih bersyukur atas berkat dan kasih karunia Tuhan. Di dalam hatinya, dia memberikan pujian yang lebih besar atas perbuatan Tuhan, dan dia lebih takut dan hormat kepada Tuhan, dan lebih rindu akan keindahan, kebesaran, dan kekudusan Tuhan. Pada saat ini, meskipun di mata Tuhan Ayub tetap merupakan orang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, sehubungan dengan pengalamannya, iman dan pengetahuan Ayub telah meningkat dengan pesat:

4 Imannya telah meningkat, ketaatannya semakin mantap, dan rasa takutnya akan Tuhan menjadi semakin mendalam. Meskipun ujian ini mengubah roh dan kehidupan Ayub, perubahan ini tidak memuaskan Ayub, dan perubahan ini juga tidak memperlambat kemajuannya. Pada saat menghitung apa yang telah dia peroleh dari ujian ini, dan mempertimbangkan kekurangannya sendiri, dia diam-diam berdoa, menunggu ujian berikutnya menimpanya, karena dia merindukan iman, ketaatan, dan takutnya akan Tuhan ditinggikan pada ujian Tuhan selanjutnya.

Diadaptasi dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan Bisa Menjadi Saksi Bagi-Nya

Selanjutnya:Alasan Mengapa Ayub Mendapat Pujian Tuhan

media terkait