Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Tafsiran dari Perkataan Kedua Puluh Sembilan

Mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, sebagian dikerjakan dengan instruksi langsung dari Tuhan, tetapi sebagian lagi Tuhan tidak memberikan instruksi yang jelas, yang cukup menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan sekarang ini, belum sepenuhnya terungkap—yang berarti, banyak yang masih tersembunyi dan belum diungkapkan secara terbuka. Tetapi ada beberapa hal yang harus dinyatakan secara terbuka dan ada beberapa hal yang harus dibiarkan tersembunyi dan membuat orang bertanya-tanya dan kebingungan; inilah yang diharuskan oleh pekerjaan Tuhan. Misalnya, kedatangan Tuhan dari surga ke antara manusia: bagaimana Dia datang, kapan Dia datang, atau apakah surga dan bumi dan segala sesuatunya mengalami perubahan atau tidak—semua ini tentu membuat orang menjadi bingung. Ini juga didasarkan pada keadaan aktual, karena daging manusia itu sendiri tidak mampu untuk masuk secara langsung ke alam roh. Karena itulah, bahkan jika Tuhan dengan jelas menyatakan bagaimana cara Dia datang dari surga ke bumi, atau ketika Dia berkata, “Di hari segala sesuatu dibangkitkan, Aku datang ke antara manusia dan Aku menghabiskan siang dan malam yang indah bersama dengan mereka,” perkataan seperti itu sama seperti diucapkan seseorang ke batang pohon—tidak ada reaksi sedikit pun, karena manusia tidak tahu tentang langkah dalam pekerjaan Tuhan. Bahkan jika mereka benar-benar tahu pun, mereka percaya bahwa Tuhan terbang ke bumi dari surga seperti peri dan dilahirkan kembali di antara manusia. Inilah yang ada dalam pikiran manusia. Hal ini disebabkan karena hakikat manusia adalah ia tidak mampu memahami hakikat Tuhan dan tidak mampu mengerti realitas alam roh. Secara hakikat saja, manusia tidak mampu menjadi teladan bagi orang lain, karena manusia pada dasarnya sama, dan tidak berbeda. Karena itu, meminta orang lain menjadi teladan bagi sesamanya, atau menjadi contoh, adalah sama seperti uap yang naik dari air mendidih. Sementara ketika Tuhan berkata, “ia mendapat sedikit pengetahuan tentang apa yang Aku miliki dan siapa Diri-Ku,” kata-kata itu ditujukan semata-mata pada manifestasi pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam daging. Dengan kata lain, kata-kata itu ditujukan kepada wajah Tuhan yang sejati—keilahian, yang terutama merujuk pada watak ilahi-Nya. Jadi, manusia diminta untuk memahami beberapa hal, seperti mengapa Tuhan bekerja dengan cara seperti ini, apa saja yang harus diselesaikan oleh firman Tuhan, apa yang Tuhan ingin capai di bumi, apa yang ingin Dia dapatkan di antara manusia, metode apa yang digunakan Tuhan ketika berfirman, dan bagaimana sikap Tuhan terhadap manusia. Bisa dikatakan bahwa tidak ada yang layak dibanggakan dalam diri manusia, yaitu tidak ada satu hal pun dalam dirinya yang bisa dijadikan teladan untuk diikuti oleh orang lain.

Justru karena kenormalan Tuhan dalam daging, karena ketidaksamaan Tuhan yang di surga dengan Tuhan dalam daging, yang tidak tampak dilahirkan dari Tuhan yang di surga, sehingga Tuhan pun berkata, “Bertahun-tahun Aku lewat di antara manusia, tetapi ia tetap tidak sadar akan kehadiran-Ku, dan tidak pernah mengenal Aku.” Tuhan juga berkata, “Ketika langkah kaki-Ku berderap melintasi ujung-ujung semesta, manusia akan mulai merenungkan tentang dirinya dan semua orang akan datang kepada-Ku dan bersujud di hadapan-Ku dan menyembah Aku. Ini akan menjadi hari pemuliaan-Ku, hari kedatangan-Ku, dan juga hari kepergian-Ku.” Hanya inilah hari di mana wajah asli Tuhan ditunjukkan kepada manusia. Namun Tuhan tidak menunda pekerjaan-Nya karena hal ini dan Dia tetap melakukan pekerjaan yang harus dilakukan. Ketika menghakimi, Dia menghukum sesuai dengan sikap manusia terhadap Tuhan dalam daging. Ini adalah salah satu dari benang merah perkataan Tuhan dalam periode ini. Misalnya Tuhan berkata, “Sekarang, Aku secara resmi pergi, ke seluruh penjuru alam semesta, di penghujung rencana pengelolaan-Ku. Sejak saat ini dan seterusnya, siapa pun yang tidak waspada sewaktu-waktu akan dicemplungkan ke tengah hajaran yang tanpa ampun.” Inilah isi dari rencana Tuhan dan ini tidaklah aneh ataupun ganjil, tetapi semuanya adalah langkah pekerjaan. Sementara itu, manusia dan anak-anak Tuhan di luar negeri, dihakimi oleh Tuhan sesuai dengan apa yang mereka lakukan di gereja-gereja, dan karena itu Tuhan berkata, “Saat Aku bekerja, semua malaikat mulai masuk ke dalam pertempuran yang menentukan bersama Aku dan bertekad untuk memenuhi keinginan-Ku di tahap terakhir, sehingga semua manusia di bumi menyerah di hadapan-Ku seperti para malaikat dan tidak memiliki keinginan untuk menentang-Ku, dan tidak melakukan apa pun untuk memberontak terhadap Aku. Itu adalah dinamika pekerjaan-Ku di seluruh semesta.” Inilah perbedaan dalam pekerjaan yang Tuhan kerjakan di seluruh bumi. Dia menggunakan berbagai cara berbeda sesuai dengan bagi siapa pekerjaan itu ditujukan. Saat ini, orang-orang di gereja semuanya memiliki hati yang rindu dan mereka sudah mulai makan dan minum firman Tuhan—yang cukup untuk menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan sedang mendekati akhirnya. Memandang ke bawah dari langit sama seperti sekali lagi memandang pemandangan tandus berupa dahan-dahan yang kering dan daun yang berguguran, debu beterbangan ditiup angin musim gugur, rasanya seperti kiamat akan terjadi di antara manusia, seakan segala sesuatu akan dijadikan tandus. Mungkin ini dikarenakan sensitifitas Roh, selalu ada perasaan ketidakbahagiaan dalam hati, disertai dengan sedikit rasa nyaman, namun juga bercampur dengan kedukaan. Ini mungkin adalah gambaran dari kata-kata Tuhan yang mengatakan “manusia dibangkitkan, semua yang ada di bumi ada dalam keteraturan, dan hari-hari kelangsungan hidup bumi tidak akan ada lagi, karena Aku sudah datang!” Manusia mungkin menjadi negatif setelah mendengar kata-kata ini, atau mungkin sedikit kecewa dengan pekerjaan Tuhan, atau mereka mungkin memusatkan terlalu banyak perhatian pada perasaan dalam roh mereka. Tetapi sebelum penyelesaian pekerjaan-Nya di bumi, Tuhan tidak mungkin dengan bodohnya memberikan ilusi seperti itu kepada manusia. Jika engkau benar-benar merasakan perasaan seperti ini, itu menunjukkan bahwa engkau terlalu banyak memberi perhatian kepada perasaanmu, bahwa engkau adalah seseorang yang selalu melakukan apa yang engkau senangi dan tidak mengasihi Tuhan. Itu menunjukkan bahwa orang-orang semacam itu terlalu berfokus pada hal-hal supernatural dan tidak mengindahkan Tuhan sama sekali. Karena tangan Tuhan, tidak peduli bagaimana manusia berusaha melarikan diri darinya, mereka tidak akan mampu lolos dari situasi ini. Siapa yang bisa lepas dari tangan Tuhan? Apakah ada masa di mana status dan keadaanmu tidak diatur oleh Tuhan? Entahkah engkau menderita atau diberkati, bagaimana mungkin engkau meloloskan diri dari tangan Tuhan? Ini bukanlah perkara manusiawi, ini adalah kebutuhan Tuhan sepenuhnya—siapa yang tidak akan taat karena hal ini?

“Aku akan menggunakan hajaran untuk menyebarkan pekerjaan-Ku di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang berarti, Aku akan menggunakan kekerasan melawan mereka yang termasuk bangsa-bangsa bukan Yahudi. Secara alami, pekerjaan ini akan dilaksanakan pada saat bersamaan dengan pekerjaan-Ku di antara orang-orang pilihan.” Dengan diucapkannya perkataan ini, Tuhan pun memulai melakukan pekerjaan-Nya di seluruh alam semesta dan ini adalah langkah dalam pekerjaan Tuhan, yang sudah maju sampai ke titik ini; tidak ada seorang pun yang bisa membalikkannya. Bencana akan menghabiskan satu bagian dari umat manusia, membuat mereka binasa dengan dunia. Ketika alam semesta secara resmi dihajar, Tuhan secara resmi menampakkan diri kepada semua manusia. Dan karena penampakan-Nya, manusia dihajar. Selain dari itu, Tuhan juga berkata, “Saat ketika Aku secara resmi membuka gulungan kitab adalah saat ketika orang-orang di seluruh alam semesta dihajar, saat ketika semua manusia di seluruh dunia ditundukkan kepada ujian.” Dari sini bisa terlihat dengan jelas bahwa isi dari ketujuh meterai adalah isi dari hajaran, dapat dikatakan bahwa ada bencana dalam ketujuh meterai. Karena itulah, hari ini, ketujuh meterai itu belum dibuka; “ujian” di sini merujuk kepada hajaran yang diderita manusia, dan di tengah hajaran ini terdapat sekelompok orang yang akan dimenangkan, yang secara resmi menerima “sertifikat” yang dikeluarkan oleh Tuhan dan karenanya mereka akan menjadi umat dalam kerajaan Tuhan. Mereka adalah benih awal dari anak-anak dan umat Tuhan, dan sekarang ini mereka belum ditetapkan, dan hanya sedang meletakkan dasar bagi pengalaman masa depan. Jika seseorang memiliki kehidupan sejati, mereka akan mampu berdiri teguh dalam ujian, dan jika mereka tidak memiliki kehidupan, maka hal ini cukup membuktikan bahwa pekerjaan Tuhan tidak berdampak bagi mereka dan mereka sedang mencari masalah dan tidak berfokus pada firman Tuhan. Karena inilah pekerjaan di akhir zaman, yaitu membawa zaman ini kepada kesudahannya, dan bukannya meneruskan pekerjaan, Tuhan dengan demikian berkata, “Dengan kata lain, inilah kehidupan yang manusia belum pernah alami sejak zaman penciptaan sampai sekarang ini, dan tidak ada orang di sepanjang zaman yang pernah “menikmati” kehidupan jenis ini, dan dengan demikian Aku katakan bahwa Aku melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” dan Dia juga berkata, “Karena hari-Ku semakin mendekat bagi seluruh umat manusia, karena hari itu tidak muncul di kejauhan, tetapi muncul di depan mata manusia.” Di masa lalu, Tuhan secara pribadi menghancurkan beberapa kota, tetapi tidak satu pun dari kota-kota itu dihancurkan dengan cara yang sama seperti yang terjadi di akhir zaman. Walaupun, di masa lalu, Tuhan menghancurkan Sodom, Sodom pada masa sekarang tidak diperlakukan sama seperti Sodom di masa lalu—Sodom di masa sekarang tidak dihancurkan secara langsung, tetapi pertama-tama ditaklukkan, lalu dihakimi, dan pada akhirnya dijatuhi hukuman kekal. Itulah langkah-langkah dari pekerjaan dan pada akhirnya, Sodom pada masa sekarang akan dihapuskan sama dengan urutan yang sama seperti kehancuran dunia di masa lalu—itulah rencana Tuhan. Hari di mana Tuhan menampakkan diri adalah hari di mana penghukuman resmi dijalankan, dan bukan hari di mana penghukuman ditiadakan karena Dia menampakkan diri. Karenanya, Tuhan berkata, “Aku menampakkan diri-Ku kepada kerajaan yang kudus dan menyembunyikan diri-Ku dari tanah yang najis.” Karena Sodom pada masa sekarang tidak murni, Tuhan tidak akan menampakkan diri secara sungguh-sungguh kepadanya, tetapi menggunakan cara ini untuk menghajarnya—sudahkah engkau melihat hal ini dengan jelas? Bisa dikatakan tidak ada orang di bumi yang mampu melihat wajah asli Tuhan. Tuhan tidak pernah menampakkan diri kepada manusia, dan tidak ada seorang pun yang tahu di tingkat surga mana Tuhan berada. Inilah yang membuat orang-orang di masa kini berada dalam situasi seperti ini. Jika mereka ingin memandang wajah Tuhan, itu pastilah saat di mana akhir hidup mereka dinyatakan, saat di mana setiap orang dikelompokkan sesuai dengan jenisnya. Pada zaman sekarang, firman dalam keilahian ditunjukkan secara langsung kepada manusia, yang meramalkan bahwa hari-hari akhir umat manusia sudah tiba, dan tidak akan bertahan lebih lama lagi. Ini adalah salah satu tanda ketertundukan manusia untuk mengalami ujian pada masa ketika Tuhan menampakkan diri kepada seluruh manusia. Karena itulah, walaupun manusia menikmati firman Tuhan, mereka selalu memiliki perasaan tidak enak, seakan bencana besar akan menimpa mereka. Manusia pada masa sekarang sama seperti burung merpati di tanah yang beku, di mana sepertinya maut memaksakan hutang kepada mereka dan meninggalkan mereka tanpa cara untuk bertahan hidup. Karena hutang maut yang dimiliki manusia, semua orang merasa akhir hari mereka sudah tiba. Inilah yang terjadi dalam hati semua manusia di alam semesta, dan meskipun hal ini tidak terlihat dalam wajah mereka, apa yang ada dalam hati mereka tidak tersembunyi di mata-Ku—ini adalah realitas manusia. Mungkin, banyak pilihan kata yang sepertinya kurang bagus—tetapi semua ini adalah perkataan yang tepat untuk menunjukkan masalahnya. Semua perkataan yang keluar dari mulut Tuhan akan digenapi, apakah di masa lalu atau di masa kini, semuanya akan membuat fakta muncul di hadapan manusia, memanjakan mata mereka, di mana mereka akan menjadi bingung dan silau. Apakah engkau masih belum bisa melihat dengan jelas zaman apa sekarang?

Sebelumnya:Interpretasi Perkataan Kedua Puluh Satu

Selanjutnya:Penafsiran dari Perkataan Keempat Puluh Satu

Anda Mungkin Juga Menyukai