Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Penafsiran Perkataan Kedelapan

Ketika Tuhan menyampaikan firman-Nya dari perspektif Roh, nada suara-Nya ditujukan kepada seluruh umat manusia. Ketika Tuhan menyampaikan firman-Nya dari perspektif manusia, nada suara-Nya ditujukan kepada semua orang yang mengikuti pimpinan Roh-Nya. Ketika Tuhan menyampaikan firman-Nya dari perspektif orang ketiga (yang orang sebut sebagai pengamat), Ia secara langsung menunjukkan firman-Nya kepada orang-orang agar mereka melihat-Nya sebagai seorang komentator, dan dari mulut-Nya keluar hal-hal tak terbatas yang tidak diketahui oleh manusia, hal-hal yang tidak dapat dipahami oleh manusia. Tidakkah semuanya itu benar? Ketika Tuhan menyampaikan firman-Nya dari perspektif Roh, itu mengejutkan semua manusia: “Kasih manusia kepada-Ku terlalu kecil dan imannya kepada-Ku terlalu lemah. Jika teguran firman-Ku tidak ditujukan langsung pada kelemahan manusia, ia akan menjadi sombong dan melebih-lebihkan, serta memuja dan menciptakan berbagai teori yang muluk-muluk, seolah-olah ia mahatahu dan memahami segala hal di muka bumi.” Perkataan-perkataan ini bukan hanya mengungkapkan diri manusia yang sebenarnya serta posisi Tuhan dalam hati manusia, tetapi juga mengungkapkan dengan gamblang seluruh kehidupan umat manusia. Setiap orang percaya bahwa mereka luar biasa dan sebenarnya mereka bahkan tidak mengetahui bahwa ada sebuah kata yang disebut “Tuhan” sehingga mereka menciptakan berbagai teori yang muluk-muluk. Namun, “berbagai teori yang muluk-muluk” ini tidak “berbicara” dalam arti bahwa orang-orang memahaminya. Sebaliknya, itu berarti bahwa manusia telah dirusak sedemikian rupa oleh Iblis sehingga segala sesuatu yang mereka lakukan tidak menaati Tuhan dan secara langsung menentang Tuhan, dan hakikat inti dari apa yang manusia lakukan berasal dari si Iblis dan bertentangan dengan Tuhan, yang merupakan tindakan kebebasan, dan itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan berkata bahwa manusia semuanya menciptakan berbagai teori yang muluk-muluk. Mengapa Tuhan berkata bahwa teguran firman-Nya ditujukan langsung pada kelemahan manusia? Karena sesuai dengan maksud Tuhan, jika Ia tidak mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi dalam lubuk hati terdalam manusia, tidak seorang pun akan tunduk, dan karenanya, mereka tidak akan memahami diri mereka sendiri, dan tidak akan berpegang teguh kepada Tuhan dengan penuh rasa hormat. Jadi dapat dikatakan bahwa jika niat manusia tidak diungkapkan secara gamblang, manusia akan berani melakukan apa pun, bahkan mungkin mengucapkan kutukan kepada Surga atau kepada Tuhan. Inilah kelemahan manusia, sehingga Tuhan mengatakan hal ini: “Langkah-Ku menjejak ke seluruh penjuru alam semesta dalam pencarian abadi akan mereka yang berkenan di hati-Ku dan yang layak Kupakai.” Pernyataan ini bersamaan dengan apa yang kemudian dikatakan tentang dering penghormatan terhadap Kerajaan yang secara resmi berkumandang, berfungsi menunjukkan bahwa Roh Tuhan terlibat dalam pekerjaan yang baru di muka bumi. Hanya saja mata lahiriah manusia tidak dapat melihatnya. Karena dikatakan bahwa Roh berada di bumi untuk melakukan pekerjaan yang baru, seluruh dunia semesta juga mengalami perubahan yang sangat penting: Bukan hanya anak-anak Tuhan dan umat Tuhan mulai menerima kesaksian tentang inkarnasi Tuhan, tetapi terlebih dari itu, setiap denominasi, setiap aliran, setiap jalan kehidupan, dan setiap tempat, sampai tingkat berbeda, menerimanya juga. Ini adalah sebuah gerakan yang hebat di dunia semesta dalam alam roh. Ini mengguncangkan seluruh dunia keagamaan sampai ke intinya, yang merupakan bagian dari makna “gempa bumi” yang disebutkan di masa lalu. Selanjutnya, para malaikat mulai melakukan pekerjaan resmi mereka dan orang-orang Israel kembali ke negara asal mereka, tidak pernah lagi mengembara, dan semua yang termasuk di dalamnya mulai menerima penggembalaan. Sebaliknya, orang-orang Mesir mulai terlepas dari lingkup penyelamatan-Ku, yaitu untuk menerima hajaran-Ku (tetapi hal itu belum secara resmi dimulai). Jadi, selama masa perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia inilah, dering penghormatan terhadap Kerajaan secara resmi berkumandang. Inilah yang orang-orang sebut sebagai “waktunya telah tiba bagi Roh yang diintensifkan tujuh kali lipat mulai bekerja.” Setiap kali Tuhan melakukan pekerjaan pemulihan, pada tahap-tahap ini (atau pada pergantian-pergantian peristiwa), semua orang tidak mampu merasakan pekerjaan Roh Kudus. Oleh karena itu, perkataan Tuhan, “Ketika manusia kehilangan pengharapan” benar-benar tepat. Selain itu, pada setiap tahap transisi ini, ketika umat manusia kehilangan pengharapan, atau ketika mereka merasa bahwa aliran ini salah, Tuhan pun memulai kembali dan Ia mengambil langkah selanjutnya dari pekerjaan-Nya tersebut. Dari sejak penciptaan hingga sekarang ini, cara Tuhan melakukan pekerjaan pemulihan dan mengubah metode yang dipergunakan dalam pekerjaan-Nya masih tetap sama. Meskipun kebanyakan orang, pada tingkat yang berbeda, mampu memahami beberapa aspeknya, pada akhirnya mereka akan tetap tersapu oleh aliran air oleh karena tingkat pertumbuhan mereka terlalu kecil. Mereka tidak mampu memahami langkah-langkah pekerjaan Tuhan, sehingga mereka akan disingkirkan. Namun, ini juga merupakan metode Tuhan dalam memurnikan manusia, dan ini adalah penghakiman Tuhan terhadap gagasan lama manusia. Semakin dalam fondasi yang orang miliki, semakin besar pula gagasan agamawi mereka tentang Tuhan, yang sulit untuk mereka kesampingkan. Mereka berpaut pada hal-hal yang lama, dan sulit bagi mereka untuk menerima terang yang baru. Di sisi lain, jika orang berdiri, ia harus memiliki fondasi, tetapi kebanyakan orang bermasalah ketika harus mengesampingkan gagasan mereka. Ini terutama berlaku mengenai gagasan mereka tentang Tuhan yang berinkarnasi di masa sekarang, yang jelas dan mudah untuk dilihat.

Dalam perkataan hari ini, Tuhan berbicara banyak tentang visi, yang tidak akan Aku bahas secara terperinci di sini, tetapi hal utama yang Ia katakan adalah tentang bagaimana fondasi untuk pembangunan Kerajaan adalah pembangunan gereja. Secara lebih spesifik, selama periode pembangunan gereja, tujuan utamanya adalah membuat orang yakin di dalam hati dan perkataan mereka sekalipun mereka tidak mengenal Tuhan yang berinkarnasi itu dengan mata kepala mereka sendiri. Meskipun memiliki iman yang teguh dalam hati, mereka tidak mengenal Tuhan yang berinkarnasi karena pada tahap itu, Ia tidak dapat dibedakan dari seorang manusia. Di Zaman Kerajaan, semua orang harus menunjukkan keyakinan di dalam hati, ucapan dan mata mereka. Dari sini, jelaslah bahwa agar semua orang menunjukkan keyakinan dalam hati, ucapan dan mata mereka, mereka harus diizinkan untuk mengenal Tuhan yang hidup dalam rupa manusia dengan mata lahiriah mereka. Hal ini tidak dapat dicapai dalam keadaan yang memaksa orang untuk melakukan sesuatu karena mereka tidak punya pilihan atau dalam keadaan ketika orang memiliki kepercayaan yang biasa-biasa saja. Sebaliknya, orang akan diyakinkan dalam hati dan perkataan mereka melalui pemahaman. Oleh karena itu, pada tahap pembangunan ini, tidak ada pemukulan ataupun pembunuhan. Sebaliknya, orang akan menerima pencerahan melalui firman Tuhan, dan melalui ini, mereka dapat mengejar dan mengeksplorasi sehingga tanpa sadar mereka mulai mengenal Tuhan yang berinkarnasi. Jadi, bagi Tuhan, tahap pekerjaan ini jauh lebih mudah, membiarkan alam mengambil jalannya sendiri dan tidak bertentangan dengan umat manusia. Pada akhirnya, itu akan membuat manusia secara alami mengenal Tuhan. Jadi, jangan khawatir atau gelisah. Ketika Tuhan berkata, “peperangan di alam roh terjadi secara langsung di antara semua umat-Ku,” Ia bermaksud mengatakan bahwa ketika orang-orang berada di jalur yang benar dan mulai mengenal Tuhan, hal-hal yang tercakup bukan hanya bahwa setiap orang akan dicobai oleh Iblis di dalam dirinya, tetapi mereka juga akan dicobai Iblis di dalam gereja itu sendiri. Namun, ini satu-satunya jalan, jadi tak perlu seorang pun khawatir. Pencobaan si Iblis mungkin datang dalam beragam bentuk: Seseorang mungkin bersikap dingin atau mengabaikan apa yang Tuhan katakan, dan ia mungkin mengucapkan hal-hal yang negatif untuk meredam sikap positif orang lain. Namun ia biasanya tidak membujuk orang lain untuk melakukan sesuatu. Hal-hal seperti ini sulit dipahami. Alasan utama untuk hal ini adalah: ia mungkin masih proaktif menghadiri berbagai pertemuan tetapi tidak memiliki kejelasan tentang visi. Jika gereja tidak berjaga-jaga terhadap orang ini, seluruh gereja dapat dipengaruhi oleh sikap negatifnya sehingga mereka bersikap suam-suam kuku terhadap Tuhan dan dengan demikian tidak memperhatikan firman Tuhan dan ini berarti mereka telah jatuh telak ke dalam pencobaan si Iblis. Orang ini mungkin tidak secara langsung memberontak terhadap Tuhan, tetapi karena ia tidak dapat memahami firman Tuhan dan tidak mengenal Tuhan, ia mungkin mengeluh atau membangun benih kebencian di dalam hatinya. Ia mungkin berkata bahwa Tuhan telah mengabaikan dirinya sehingga ia tidak mampu menerima pencerahan dan iluminasi. Ia mungkin ingin pergi, tetapi diam-diam ada perasaan takut di dalam dirinya. Ia mungkin mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan bukanlah berasal dari Tuhan, tetapi merupakan pekerjaan roh-roh jahat.

Mengapa Tuhan begitu sering menyebut Petrus? Dan mengapa Ia berkata bahwa bahkan Ayub pun tidak dapat disejajarkan dengan dia? Ini tidak hanya akan membuat orang memperhatikan perbuatan Petrus, tetapi juga membuat mereka mengesampingkan semua contoh yang selama ini ada dalam hati mereka, bahkan contoh tentang Ayub pun─yang memiliki iman terbesar─harus dikesampingkan. Hanya melalui ini akan diperoleh hasil yang lebih baik yang menjadikan orang mampu mengesampingkan segala sesuatu untuk meneladani Petrus, dan dengan demikian mereka selangkah lebih maju dalam mengenal Tuhan. Tuhan memperkenalkan kepada orang-orang tindakan nyata yang Petrus lakukan untuk mengenal Tuhan, dengan tujuan memberi mereka titik acuan. Selanjutnya Tuhan memprediksikan salah satu cara bahwa Iblis akan mencobai manusia, ketika Ia berkata, “Namun, jika engkau dingin dan tidak peduli terhadap firman-Ku, maka engkau tidak diragukan lagi menentang Aku. Ini kenyataannya.” Di dalam firman ini, Tuhan menubuatkan rancangan licik yang akan Iblis coba gunakan dan Ia memperingatkan orang-orang untuk menganggap ini sebagai peringatan. Meskipun tidak semua orang akan bersikap dingin terhadap firman Tuhan, namun beberapa orang akan ditawan oleh pencobaan ini, sehingga pada akhirnya Tuhan kembali berkata dengan memberi penekanan, “Jika engkau tidak mengetahui perkataan-Ku, tidak menerimanya, dan tidak menerapkannya maka engkau pasti akan menjadi objek hajaran-Ku! Engkau pasti akan menjadi korban si Iblis!” Inilah nasihat Tuhan kepada umat manusia, tetapi pada akhirnya, seperti yang dinubuatkan oleh Tuhan, sebagian manusia akan menjadi korban si Iblis.

Sebelumnya:Penafsiran Perkataan Keenam

Selanjutnya:Penafsiran dari Perkataan Kesepuluh

Anda Mungkin Juga Menyukai