Cara Mengejar Kebenaran (28)

Sebelumnya, kita telah banyak mempersekutukan aspek ini, yakni kebenaran tentang Tuhan yang berinkarnasi. Kita telah beberapa kali mempersekutukan beberapa pembahasan spesifik yang berkaitan dengan kenormalan dan kenyataan Tuhan yang berinkarnasi. Apakah sekarang engkau semua sudah lebih memahami topik ini? (Ya.) Apakah engkau semua telah memperoleh pemahaman lebih lanjut tentang kenormalan dan kenyataan Tuhan yang berinkarnasi—Kristus—serta esensi Kristus? (Ya.) Lalu, apakah engkau semua sudah mampu melepaskan beberapa gagasan dan imajinasimu tentang Tuhan yang berinkarnasi? (Ya.) Jika engkau sekadar mengenal seseorang, entah itu mengenal wataknya atau mengenal caranya berperilaku, engkau kurang lebih hanya mengenal berbagai aspek dari orang biasa tersebut, yaitu kepribadian dan temperamennya, atau cara dan metodenya dalam berperilaku, falsafahnya tentang cara berinteraksi dengan orang lain, pengejarannya, beberapa minat dan hobinya, atau beberapa masalah bawaannya. Paling-paling, itu berarti engkau hanya mengenal kemanusiaan orang ini dan tidak ada kaitannya sedikit pun dengan kebenaran. Ini berkaitan dengan mengenal orang biasa. Oleh karena itu, siapa pun atau jenis orang apa pun di antara umat manusia yang kaukenal, sebanyak apa pun yang kauketahui tentang mereka, sedalam apa pun engkau memahami mereka, atau entah pemahamanmu tentang mereka menyeluruh atau tidak, semua ini tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Namun, mengenal Tuhan yang berinkarnasi itu berbeda; semua topik yang mencakup pengenalan akan berbagai aspek Tuhan yang berinkarnasi berkaitan dengan kebenaran. Inkarnasi adalah rupa khusus yang Tuhan ambil sesuai dengan kebutuhan pekerjaan-Nya, dan berhubungan secara langsung dengan berbagai aspek yang ada kaitannya dengan Tuhan, seperti identitas Tuhan, esensi Tuhan, dan watak Tuhan. Mengenal Tuhan yang berinkarnasi juga merupakan bagian dari mengenal Tuhan, dan berkaitan dengan mengenal Tuhan, serta kebenaran tentang mengenal Tuhan yang seharusnya orang pahami. Oleh karena itu, mengenal Tuhan yang berinkarnasi adalah aspek kebenaran yang harus orang pahami dan ketahui saat mereka mengikuti Tuhan untuk mencapai pengenalan akan Tuhan dan ketundukan kepada Tuhan. Karena mengenal Tuhan yang berinkarnasi dan mengenal berbagai aspek kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi semuanya berkaitan dengan kenyataan kebenaran yang seharusnya orang pahami dan masuki dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, mengenal Tuhan yang berinkarnasi tidak dapat disamakan dengan mengenal orang biasa, manusia yang rusak. Alasan keduanya tidak dapat disamakan adalah karena mengenal Tuhan yang berinkarnasi berkaitan dengan kebenaran tentang mengenal Tuhan, yang merupakan bagian dari mengenal Sang Pencipta. Singkatnya, apa pun yang tercakup dalam pembahasan ini berkaitan dengan mengenal Sang Pencipta, berkaitan dengan mengenal Tuhan itu sendiri, dan tentu saja, juga berkaitan dengan cara melepaskan gagasan dan imajinasi orang tentang Tuhan. Dapat dikatakan bahwa begitu engkau telah memahami Tuhan yang berinkarnasi dan memahami kebenaran tentang Tuhan yang berinkarnasi, hingga taraf yang luas, engkau telah mengenal sebagian dari esensi Tuhan dan watak Tuhan. Tentu saja, sejalan dengan itu, engkau sebagian besar akan melepaskan banyak gagasan dan imajinasimu tentang Tuhan, yaitu gagasan dan imajinasimu tentang Tuhan yang di surga dan Sang Pencipta. Setidaknya, melepaskan gagasan dan imajinasi ini, dapat membantumu memiliki pemahaman yang lebih akurat dan pengenalan sejati yang lebih tepat akan Tuhan. Jadi, apa peran pengenalan dan pemahaman ini? Keduanya memainkan peran yang sangat besar. Mungkin ketika engkau tidak mengenal Tuhan, engkau merasa bahwa Tuhan adalah Pribadi yang dikenal orang-orang di benak dan pemikiran mereka, atau dalam gagasan tradisional mereka, serta Pribadi yang tak kasatmata dan tak berwujud. Namun, ketika engkau memahami dan mengenal kenormalan dan kenyataan Tuhan yang berinkarnasi, serta watak dan esensi-Nya, engkau akan memiliki pengenalan sejati akan Tuhan. Pengenalan sejati ini dapat memungkinkanmu untuk tunduk kepada Tuhan secara akurat dan sejati, alih-alih memiliki ketundukan palsu yang hanya ada dalam gagasan dan imajinasi. Manakah yang lebih sejati dan lebih akurat: iman dan ketundukan yang lahir dari gagasan serta imajinasi orang, atau iman dan ketundukan kepada Tuhan yang berasal dari memiliki pengenalan yang sejati akan Dia? Dapatkah engkau semua membedakannya? Iman yang timbul dari memiliki pengenalan akan Tuhan bukanlah iman yang didasarkan pada gagasan dan imajinasi orang; sebaliknya, iman ini dibangun di atas fondasi pengenalan yang sejati dan akurat akan Tuhan. Oleh karena itu, bagimu, iman ini dapat memungkinkanmu untuk menghayati serta memahami maksud Tuhan dalam kehidupan nyata dengan lebih akurat, dan mengetahui dengan lebih akurat—di setiap lingkungan nyata atau di antara orang, peristiwa, dan hal-hal nyata—bagaimana bertindak sesuai dengan maksud Tuhan, bagaimana bertindak dengan cara yang akurat, yang merupakan ketundukan sejati kepada Tuhan, serta mencerminkan iman dan pengandalan sejati kepada Tuhan. Dilihat dari sudut mana pun, mengenal Tuhan yang berinkarnasi tidaklah sesederhana memahami dan mengenal orang biasa, karena banyak aspek kebenaran yang terlibat, seperti esensi Tuhan dan esensi manusia, makhluk ciptaan dan Sang Pencipta. Sebelumnya, Aku memberikan beberapa contoh dan berbicara tentang beberapa kebenaran tentang mengenal Tuhan; orang tidak seharusnya memperlakukan topik-topik ini sebagai topik biasa, tetapi seharusnya berusaha mengenalnya sebagai suatu aspek kebenaran. Ini karena, bagaimanapun juga, Tuhan yang berinkarnasi, adalah daging yang di dalamnya Roh Tuhan benar-benar dan secara nyata diwujudkan, dan Pribadi dengan esensi ilahi; Dia adalah representasi Tuhan di bumi dan juga pengungkapan pekerjaan Tuhan di bumi. Dalam hal melakukan pekerjaan dan dalam hal esensi-Nya, Dia sepenuhnya mampu merepresentasikan Tuhan yang di surga. Meskipun ada keterbatasan dalam hal wujud-Nya, dan secara lahiriah Dia mungkin tampak tidak memadai untuk merepresentasikan Tuhan yang di surga, dalam hal esensi-Nya dan watak yang dimiliki-Nya, Dia sepenuhnya mampu merepresentasikan Tuhan yang di surga. Oleh karena itu, mengingat hal ini, orang seharusnya memperlakukan berbagai aspek kebenaran yang berkaitan dengan Tuhan yang berinkarnasi dengan serius dan memahaminya dengan saksama. Hanya ketika engkau memperlakukannya dengan serius dan mencurahkan hatimu untuk memahaminya, barulah engkau dapat benar-benar mengenal Tuhan. Hanya setelah engkau benar-benar mengenal Tuhan yang di bumi, barulah engkau dapat memahami Tuhan yang di surga dan memahami Sang Pencipta hingga taraf yang sangat luas. Engkau sama sekali tidak dapat melihat bagaimana Sang Pencipta—Tuhan—berfirman di surga dan di seluruh alam semesta dan segala sesuatu, bagaimana cara-Nya memperlakukan manusia, bagaimana sikap-Nya memperlakukan manusia, bagaimana Dia melakukan segala sesuatu, apa pemikiran-Nya, dan hal-hal lain semacam itu yang berkaitan dengan watak serta esensi Tuhan. Namun, ketika Tuhan menjadi daging dan datang ke bumi untuk menjadi orang biasa, menjadi orang yang memiliki wujud dan gambar, serta memiliki darah dan daging, watak dan esensi-Nya dapat dipahami oleh manusia selama masa Dia bekerja, berinteraksi, serta bergaul dengan manusia. Melalui berbagai perkataan dan perbuatan-Nya, serta seluruh rentang emosi yang diungkapkan-Nya, engkau dapat memahami seperti apa Tuhan sebenarnya, seperti apa bentuk berbagai emosi-Nya, dan apa cara serta prinsip-Nya dalam melakukan segala sesuatu, serta sikap-Nya dalam bertindak. Engkau akan memahami-Nya secara lebih spesifik dan mampu menyentuh, melihat, dan mendengar-Nya secara lebih nyata. Semua ini pada gilirannya lebih bermanfaat bagimu untuk memahami Tuhan yang di surga. Tuhan yang berinkarnasi dapat kaulihat dan kausentuh; firman yang diucapkan-Nya dapat kaudengar dengan telingamu, dan prinsip serta metode yang Dia gunakan dalam menangani segala sesuatu dapat kausaksikan dengan matamu. Ini sama dengan engkau mengalami perjumpaan pribadi dengan firman dan pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi serta memiliki pengenalan akan Tuhan yang berinkarnasi; dengan cara ini, engkau juga memperoleh pemahaman dan pengenalan tertentu akan Tuhan yang di surga. Jika engkau memahami kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi, engkau akan mampu mengenal watak Tuhan. Dengan demikian, apa yang kaukenal tepat merupakan aspek dari esensi Tuhan yang di surga. Oleh karena itu, bagaimana Tuhan yang berinkarnasi bekerja dan berfirman di bumi, watak apa yang Dia nyatakan, dan esensi seperti apa yang Dia miliki, semua ini—hingga taraf yang luas—telah memungkinkanmu, dalam kondisi yang terbatas ini, untuk secara akurat menyaksikan, mendengar dengan telingamu sendiri, atau memahami dan mengenal firman serta perbuatan Tuhan, cara Tuhan berfirman dan bekerja, dan bahkan watak serta esensi Tuhan. Sebelumnya Aku telah berbicara sedikit tentang kebenaran mengenai Tuhan yang berinkarnasi ini, tetapi tidak pernah sangat spesifik; kali ini, Aku telah banyak berbicara tentang hal-hal ini secara spesifik. Kuharap setelah mendengar ini, engkau semua tidak memperlakukan aspek kebenaran ini sebagai kebenaran biasa mengenai penerapan atau kebenaran biasa mengenai pengenalan akan berbagai macam orang, melainkan memperlakukannya sebagai kebenaran mengenai pengenalan akan Tuhan. Ini karena, baik secara teori maupun dalam kenyataan, Tuhan yang berinkarnasi dan Tuhan yang di surga adalah satu; Tuhan yang berinkarnasi adalah pengungkapan dan perwujudan Tuhan di bumi dan juga Pribadi yang kepada-Nya dipercayakan pekerjaan Tuhan di bumi. Apa pun caramu mengatakannya, dalam hal esensi dan watak, Anak manusia yang berinkarnasi ini pertama-tama adalah satu dan selaras dengan Tuhan yang di surga, Sang Pencipta. Karena Mereka adalah satu, mengenal Tuhan yang berinkarnasi adalah jalan untuk mengenal Tuhan yang di surga. Tentu saja, mengenal Tuhan yang berinkarnasi juga merupakan salah satu kesempatan terbaik bagimu untuk mengenal Tuhan yang di surga, dan memberikan kondisi yang paling menguntungkan untuk melakukannya. Bukankah demikian? (Ya.) Apakah menurut engkau semua Aku melebih-lebihkan? (Tidak.) Apakah yang Kukatakan sesuai dengan fakta? (Ya.)

Ada orang-orang yang berkata, "Tuhan yang di surga dapat menciptakan segala sesuatu, memegang kedaulatan atas segala sesuatu, dan memegang kedaulatan atas nasib umat manusia. Dapatkah Tuhan yang berinkarnasi melakukan hal ini? Karena Tuhan yang berinkarnasi dan Tuhan yang di surga adalah satu, dan karena Tuhan yang berinkarnasi dapat merepresentasikan Tuhan yang di surga, dapatkah Dia menciptakan segala sesuatu? Dapatkah Dia memegang kedaulatan atas segala sesuatu?" Ketika seseorang menyampaikan sudut pandang seperti ini, bagaimana engkau semua menjelaskannya? Katakan kepada-Ku, dapatkah Tuhan yang berinkarnasi melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu? (Ya.) Atas dasar apa engkau mengatakan "ya"? Beri tahu Aku pandanganmu. Bagaimana menurutmu? (Karena Tuhan yang berinkarnasi juga adalah Tuhan itu sendiri, Dia dapat melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu. Hanya saja, Tuhan yang berinkarnasi memiliki pekerjaan yang seharusnya Dia lakukan; Dia tidak melakukan pekerjaan lainnya.) Ini adalah salah satu cara untuk mengatakannya. Secara teori, apakah pernyataan ini benar? Apakah ada penyimpangan atau kekeliruan apa pun dalam pernyataan ini? (Tidak.) Pernyataan ini berarti bahwa Tuhan yang berinkarnasi tentu dapat melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu; itu hanya bergantung pada apakah Dia melakukannya atau tidak. Jika Dia tidak melakukannya, engkau tidak dapat melihatnya terjadi, tetapi jika Dia melakukannya, Dia mutlak mampu melakukannya. Teori ini benar, tetapi bukankah ada kesenjangan antara teori ini dengan apa yang sedang kita persekutukan tentang mengenal esensi serta kenormalan dan kenyataan Tuhan yang berinkarnasi? (Ya.) Kalau begitu, pikirkanlah hal ini baik-baik. Bagaimana seharusnya hal ini dipersekutukan untuk mengatasi perihal ini? (Tuhan, aku ingin menambahkan sesuatu. Esensi Tuhan adalah kebenaran, dan Roh Tuhan mampu mengungkapkan kebenaran; Tuhan yang berinkarnasi juga terutama mengungkapkan kebenaran. Otoritas kebenaran itu sendiri mampu memegang kedaulatan atas segala sesuatu dan mengendalikan segala sesuatu. Kurasa ini dapat menunjukkan bahwa Tuhan yang berinkarnasi dan Tuhan yang di surga adalah satu dan bahwa Tuhan yang berinkarnasi juga mampu memegang kedaulatan atas segala sesuatu.) Apakah pernyataan ini benar? Pernyataan ini benar, tetapi belum menyentuh akar persoalan ini, dan belum mengatasi persoalan nyatanya. Ini membuktikan bahwa pernyataan ini hanyalah teori. Dalam hal wujud Tuhan yang berinkarnasi, Dia dibatasi oleh kondisi bawaan dan naluri daging. Dari luar, tampaknya Dia tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang dilakukan oleh Roh Tuhan. Sebenarnya, bukannya Dia tidak dapat melakukannya, melainkan, mengingat Dia telah menjadi daging, Dia telah datang untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, dan Dia tidak melakukan pekerjaan yang tidak berkaitan dengan tugas-Nya. Karena Tuhan yang berinkarnasi memiliki sisi yang normal dan nyata pada diri-Nya, karena dibatasi oleh kondisi bawaan daging dan berbagai faktor objektif, dari luar Dia tampaknya tidak dapat dibandingkan dengan Tuhan yang di surga. Namun, dalam hal esensi Tuhan yang berinkarnasi, Dia mampu menciptakan segala sesuatu dan juga mampu mengendalikan segala sesuatu. Karena esensi-Nya adalah esensi Tuhan dan hidup-Nya adalah hidup Tuhan, Dia mampu melakukan hal-hal ini. Apa yang baru saja engkau semua katakan tidak menyentuh akar dari persoalan ini, juga tidak membahas pokok persoalan ini. Jadi, di mana fokus persoalannya? Tuhan yang berinkarnasi mampu menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu—ini adalah fakta; itu bukanlah teori, bukan pula sekadar pernyataan, apalagi gagasan manusia. Jadi, di manakah perwujudan yang menunjukkan bahwa Tuhan yang berinkarnasi mampu melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu? Karena Tuhan yang berinkarnasi memiliki esensi Tuhan dan hidup Tuhan, Dia mampu mengungkapkan firman Tuhan. Mengenai firman Tuhan, firman itu sendiri membawa otoritas dan kuasa; firman itu mampu mewujudkan segala sesuatu, mampu menciptakan segala sesuatu, dan tentu saja, juga mampu memegang kedaulatan atas segala sesuatu. Apakah ini sebuah fakta? (Ya.) Dia mewujudkan firman yang Dia sendiri ungkapkan, dan tidak ada kekuatan yang dapat menghalanginya. Engkau lihat, semua firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi, orang biasa ini, membawa otoritas dan kuasa, apa pun jenis firman itu atau tentang apa pun firman itu. Ini di satu sisi. Di sisi lain, berapa tahun pun waktu yang dibutuhkan, firman yang Dia ucapkan diwujudkan dan digenapi satu per satu, tidak ada yang gagal, tepat seperti yang Tuhan ucapkan dalam firman-Nya sendiri, "Tuhan serius dengan apa yang Dia firmankan, apa yang Dia firmankan akan terlaksana, dan apa yang Dia lakukan akan bertahan untuk selamanya." Pernyataan ini adalah penjelasan yang paling sejati dan spesifik mengenai fakta bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu. Dari firman pertama yang pernah Dia ucapkan hingga hari ini, setiap firman berangsur-angsur digenapi dan diwujudkan dalam berbagai tingkatan, di berbagai penjuru dunia, dan pada berbagai periode. Dari perspektif ini, mampukah Tuhan yang berinkarnasi melakukan pekerjaan memegang kedaulatan atas segala sesuatu? (Ya.) Apakah engkau melihat fakta-fakta dalam hal ini? (Ya.) Ini adalah salah satu aspek dari fakta-fakta tersebut. Aspek lainnya adalah bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini dapat menjadi hidupmu, mengubah pandangan hidupmu, dan mengubah arah caramu berperilaku jika engkau menerima tahap pekerjaan Tuhan ini, datang ke hadapan Tuhan, dan mampu menerima firman ini—. Mereka yang menerima firman ini dihakimi, dihajar, disingkapkan, dikecam, atau bahkan dikutuk oleh firman tersebut, tetapi pada akhirnya mereka semua ditaklukkan oleh firman ini. Setelah ditaklukkan oleh firman ini, orang-orang yang mengejar kebenaran pada akhirnya memperolehnya; firman Tuhan dan kebenaran segera menjadi hidup mereka, dan ketika ini terjadi, orang-orang ini menjadi umat manusia baru. Katakan kepada-Ku, apakah kelahiran umat manusia baru ini hasil yang dicapai oleh firman Tuhan? (Ya.) Meskipun umat manusia baru ini dan umat manusia dari zaman Adam dan Hawa sama-sama diciptakan oleh Tuhan, bentuk dan metode penciptaan mereka berbeda. Kelahiran umat manusia baru ini berarti bahwa Tuhan telah menggunakan firman untuk sekali lagi menciptakan umat manusia. Jadi, karena Tuhan yang berinkarnasi menggunakan firman untuk menciptakan umat manusia, menurutmu, apakah dapat dikatakan juga bahwa Tuhan yang berinkarnasi mampu menciptakan segala sesuatu? (Ya.) Orang-orang yang sekarang menerima tahap pekerjaan ini, menerima firman Tuhan, menerima hajaran dan penghakiman Tuhan serta disucikan, adalah jenis manusia yang sama sekali berbeda dari manusia pada zaman Adam dan Hawa atau manusia yang rusak; mereka adalah dua jenis manusia dengan kehidupan yang berbeda. Mereka yang menerima firman Tuhan sebagai hidup mereka adalah anggota umat manusia baru; mereka telah membuang natur lama umat manusia yang rusak, memiliki firman Tuhan sebagai hidup mereka, dan telah menjadi umat manusia baru, yang segera memasuki zaman yang baru, era yang baru. Dengan mengingat hal ini, apakah dapat dikatakan bahwa daging inkarnasi Tuhan telah sekali lagi menciptakan umat manusia baru? Dia telah menggunakan firman untuk menciptakan umat manusia baru yang memiliki firman Tuhan sebagai hidup mereka. Ini adalah satu aspek. Ini adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi. Dilihat dari efek pekerjaan-Nya dan hasil akhirnya, Dia mampu melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu. Alasan Dia mampu melakukan pekerjaan ini adalah karena Roh Tuhan berdiam di dalam daging ini, dan daging ini memiliki esensi ilahi, kuasa Tuhan, serta otoritas Tuhan, dan tentu saja, daging ini bahkan memiliki kebenaran yang Tuhan miliki. Tuhan yang di surga—Sang Pencipta—menggunakan firman untuk menciptakan segala sesuatu; Dia berfirman, dan itu pun terjadi; Dia memberi perintah, dan itu terjadi. Tahap akhir pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini sama persis dengan pekerjaan Tuhan yang di surga yang menggunakan firman untuk menggenapi segala sesuatu dan menggunakan firman untuk menciptakan segala sesuatu; keduanya memiliki natur yang sama. Meskipun daging Tuhan yang berinkanasi untuk melakukan tahap pekerjaan ini terlihat seperti orang biasa dan normal, yang tidak memiliki pencapaian yang menggemparkan bumi ataupun melakukan perbuatan yang menggemparkan bumi, firman yang telah diucapkan-Nya dan kebenaran yang telah diungkapkan-Nya selama bertahun-tahun ini telah membuat-Nya mendapatkan sekelompok orang dan telah secara bertahap mengerjakan firman Tuhan dan kebenaran ke dalam diri manusia. Tidak lama lagi, akan lahir umat manusia baru dengan firman Tuhan sebagai hidup mereka; ini adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi. Pekerjaan apakah ini? Ini adalah pekerjaan menggenapi tahap akhir pekerjaan Tuhan dengan firman, mengerjakan firman ke dalam diri manusia, dan juga menggunakan firman untuk sekali lagi menciptakan umat manusia baru. Ini adalah salah satu aspeknya. Dalam aspek lainnya, sejak Tuhan menjadi daging untuk kedua kalinya guna melakukan pekerjaan, tahap kedua pekerjaan Tuhan—pekerjaan Zaman Kasih Karunia—dinyatakan sudah selesai dan berakhir. Begitu Zaman Kasih Karunia berakhir, pekerjaan Roh Kudus pada Zaman Kasih Karunia dan semua pekerjaan yang Tuhan lakukan pada Zaman Kasih Karunia dinyatakan sudah selesai. Seluruh dunia keagamaan, baik dalam hal bentuk agamanya maupun definisi Tuhan atasnya, telah menjadi bagian dari masa lalu. Pekerjaan Roh Kudus di gereja-gereja dan kelompok-kelompok pada Zaman Kasih Karunia ditarik kembali ketika Tuhan mulai melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman. Artinya, sejak saat Tuhan yang berinkarnasi menampakkan diri dan bekerja, serta mengucapkan firman dan berbicara, seluruh dunia keagamaan digolongkan oleh Tuhan sebagai tempat-tempat keagamaan dan kelompok-kelompok keagamaan; tempat-tempat itu bukan lagi tempat Tuhan bekerja, bukan pula objek pemeliharaan Tuhan. Tuhan telah meninggalkan semua itu, yang artinya, Roh Kudus tidak lagi bekerja atasnya. Entah itu Kekristenan, Katolik, Yudaisme, atau semacamnya, semuanya digolongkan sebagai agama. Roh Kudus tidak bekerja di antara semua itu. Pekerjaan Tuhan telah sepenuhnya memasuki zaman yang baru, era yang baru. Artinya, sejak Tuhan menjadi daging untuk kedua kalinya dan secara resmi mulai melakukan pekerjaan serta mengungkapkan firman-Nya, Zaman Kasih Karunia sepenuhnya berakhir. Semua pekerjaan dan aktivitas dunia keagamaan juga dinyatakan sudah selesai karena Tuhan yang berinkarnasi mulai mengungkapkan firman dan berbagai aspek kebenaran dari tahap pekerjaan ini. Pernyataan bahwa semua itu sudah selesai berarti bahwa bagi seluruh umat manusia, ada rumusan baru mengenai kepercayaan, bentuk agama, dan penggolongan nama-nama agama. Zaman itu telah berlalu, yang artinya, Zaman Kasih Karunia telah sepenuhnya berakhir. Sekarang setelah kita memiliki rumusan baru ini, dapat ditentukan bahwa Kekristenan atau Katolik tidak lagi dihormati di tengah umat manusia sebagai agama terkemuka yang memandu tren dalam kepercayaan umat manusia, tetapi telah menjadi bagian dari masa lalu. Ini karena Tuhan yang berinkarnasi telah mulai memimpin umat manusia, yang akan segera memasuki zaman baru berikutnya dan akan segera melangkah ke zaman yang baru. Sejak Tuhan yang berinkarnasi mulai melangkah ke zaman berikutnya, Kekristenan menjadi suatu hal dari masa lalu di tengah seluruh umat manusia; Kekristenan menjadi agama lama. Tentu saja, sejak Tuhan yang berinkarnasi mulai melakukan pekerjaan dan mengungkapkan firman, seluruh umat manusia tanpa sadar dibawa ke zaman yang baru, era yang baru. Di antara seluruh umat manusia, entah itu topik atau kata-kata populer yang berkaitan dengan agama, atau indikator tren tertentu di berbagai bidang, semua ini juga berkembang ke arah yang baru dan dibawa ke era yang baru. Tentu saja, firman yang diungkapkan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi, serta berbagai istilah dan ungkapan rohani yang populer di gereja, atau beberapa pemikiran dan pandangan yang berkaitan dengan kepercayaan, di masa yang akan datang, akan memengaruhi umat manusia ini selama jangka waktu tertentu, sebagaimana Kekristenan telah memengaruhi seluruh umat manusia selama dua ribu tahun di berbagai bidang. Seiring menyebarnya pekerjaan Tuhan, dan seiring menyebarnya Injil, firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi, atau beberapa ungkapan dan beberapa pemikiran serta pandangan dalam lingkup tahap pekerjaan Tuhan ini di gereja, akan secara bertahap memandu dan menuntun umat manusia di zaman berikutnya, serta mengarahkan cara mereka hidup; inilah trennya. Tentu saja, ketika Tuhan yang berinkarnasi memulai tahap pekerjaan ini, karena peralihan pekerjaan Roh Kudus, dunia keagamaan kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan jatuh ke dalam keadaan tandus. Hampir dapat dikatakan bahwa dunia keagamaan disingkirkan dan dibongkar oleh tahap pekerjaan ini. Artinya, kedatangan Tuhan yang berinkarnasi dan dimulainya tahap pekerjaan Tuhan ini bukan hanya merupakan tantangan bagi seluruh dunia, bagi umat manusia, dan bagi kepercayaan mereka, melainkan juga merupakan suatu kutukan, dan—tentu saja—semacam perubahan, bukan? (Ya.) Sejak Tuhan yang berinkarnasi mulai mengungkapkan firman dan melakukan tahap pekerjaan ini, arah kepercayaan seluruh umat manusia telah sepenuhnya berubah, dan dunia keagamaan juga telah sepenuhnya berubah; semua ini adalah fakta. Kelak, firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini dan berbagai topik yang berkaitan dengan kebenaran ini akan secara bertahap menyebar ke semua negara dan tempat di dunia, menyebar ke berbagai bidang dan kelompok keagamaan. Berbagai pemikiran dan pandangan yang disinggung oleh firman ini akan segera memengaruhi dunia keagamaan dan umat manusia ini, dan tentu saja, firman ini akan segera mengubah umat manusia ini serta dunia keagamaan, mengubah situasi umat manusia dan dunia keagamaan sekarang ini. Ini sama dengan mengatakan bahwa tahap pekerjaan Tuhan ini sekali lagi menggunakan firman-Nya dan sudut pandang yang Dia ungkapkan tentang berbagai hal untuk memengaruhi seluruh umat manusia dan dunia keagamaan. Adapun firman ini sendiri memiliki otoritas dan kuasa yang cukup untuk mengubah umat manusia, dunia ini, dan dunia keagamaan, untuk memilah manusia menurut jenis mereka dan menggolongkan mereka, serta untuk menyatakan kesudahan dan tempat tujuan mereka. Tentu saja, saat Tuhan mengungkapkan semua firman ini, Roh Tuhan juga tanpa henti mengubah berbagai situasi dan menjalankan kedaulatan-Nya atas segala sesuatu. Di mana pun firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini menyebar, entah orang yang mendengarnya dan membacanya menerima atau menentangnya, firman ini menggerakkan mereka, dan semua orang yang bersentuhan dengan firman ini secara bertahap disingkapkan dan digolongkan. Artinya, di hadapan firman ini, jati diri semua jenis orang—mereka yang mencintai kebenaran dan mereka yang muak akan kebenaran; manusia yang rusak, setan, binatang, dan mayat hidup; mereka yang memiliki segala macam pengejaran dan mereka yang memiliki segala macam pemikiran dan pandangan; serta mereka yang percaya kepada Tuhan dengan berbagai gagasan, ambisi, dan hasrat—disingkapkan. Dengan cara ini, semua orang dipilah menurut jenis mereka: Domba-domba Tuhan yang mencintai kebenaran kembali ke rumah Tuhan; sementara itu, mereka yang tidak mencintai atau menerima kebenaran bukanlah domba-domba Tuhan; pintu tertutup bagi mereka, dan mereka dikutuk serta disingkirkan. Orang-orang semacam ini, yang dikutuk dan disingkirkan, tidak lama lagi akan menantikan penghakiman pada hari besar yang dibicarakan dalam firman Tuhan, yaitu hukuman bagi orang-orang jahat yang dibicarakan dalam firman Tuhan. Baik sekarang maupun di masa depan, dampak yang ditimbulkan terhadap umat manusia oleh tahap pekerjaan yang Tuhan lakukan dan firman yang Dia ucapkan, sepenuhnya merupakan hasil yang dicapai oleh firman Tuhan, dan semuanya dicapai oleh kuasa firman Tuhan. Semua firman ini adalah pekerjaan yang dilakukan dan firman yang diucapkan oleh Tuhan selama masa inkarnasi-Nya. Dengan demikian, katakan kepada-Ku, dilihat dari dampak ini, atau dari berbagai hasil yang telah dicapai dan yang dapat orang lihat, mampukah Tuhan yang berinkarnasi—dalam hal esensi dan identitas-Nya—melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu? (Ya, Dia mampu.) Mengatakan "Dia mampu" bukanlah sebuah doktrin atau sekadar pernyataan, bukan? (Benar.) Meskipun Tuhan yang berinkarnasi, dalam hal wujud, tidak sedemikian misterius dan tidak terselami atau sekuat Tuhan yang di surga atau Roh Tuhan, dalam hal esensi dan hidup-Nya, dan dalam hal firman yang diungkapkan-Nya, Dia sepenuhnya mampu menciptakan umat manusia baru, mengubah dunia ini dan mengubah umat manusia, serta memegang kedaulatan atas umat manusia. Ini karena fakta bahwa Tuhan yang berinkarnasi menggunakan firman untuk mewujudkan semua ini sepenuhnya selaras dan sesuai dengan fakta bahwa Tuhan yang di surga menggunakan firman untuk mewujudkan segala sesuatu. Dalam hal wujud lahiriah inkarnasi Tuhan, dan penampilan lahiriah-Nya, tampaknya Dia tidak dapat melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang di surga dan tidak memiliki otoritas serta kuasa Tuhan yang di surga. Namun, dalam hal esensi dan hidup-Nya, Dia mampu melakukan pekerjaan menggunakan firman untuk mewujudkan segala sesuatu, menciptakan segala sesuatu, dan mengubah segala sesuatu, bukan? (Ya.) Lihatlah situasi sekarang ini: Baik dunia keagamaan maupun dunia ini sendiri, seperti apa bentuknya dan bagaimana keadaannya, semua itu berkaitan dengan firman Tuhan. Di satu sisi, semua itu menggenapi firman yang diucapkan oleh Tuhan; di sisi lain, dunia keagamaan dan dunia ini disingkirkan karena Tuhan mengungkapkan firman-Nya yang baru dan mengungkapkan kebenaran. Dilihat dari sudut mana pun, dalam keadaan apa pun dunia keagamaan dan dunia ini sekarang ini, semua keadaan ini diubah oleh firman Tuhan, terjadi sebagai hasil dari firman Tuhan, dan berkaitan dengan firman yang Tuhan ungkapkan serta semua aspek dari apa yang Tuhan firmankan. Seiring menyebarnya Injil dan makin luasnya penyebaran firman Tuhan, makin banyak orang—orang-orang dari semua negara di dunia, orang-orang dari semua ras dan dari semua bidang—akan datang dan menerima tahap baru pekerjaan Tuhan ini. Dengan cara ini, makin banyak orang akan menerima firman Tuhan, makin banyak orang akan diubah oleh firman Tuhan, dan makin banyak orang akan memperoleh firman Tuhan dan menjadi umat manusia baru. Tentu saja, seiring menyebarnya Injil dan makin luasnya penyebaran firman Tuhan, dalam waktu dekat—waktu dekat ini tentunya akan jauh lebih singkat daripada dua ribu tahun Zaman Kasih Karunia—kepercayaan umat manusia, serta pemikiran dan pandangan mereka tentang segala macam hal, akan diubahkan oleh firman Tuhan. Mereka yang tidak percaya pada firman Tuhan ataupun mengakuinya, dan mereka yang tidak mengakui Tuhan, juga akan terkena dampak firman ini dalam berbagai tingkatan. Dilihat dari hasil-hasil ini, pada akhirnya ini bermuara pada kenyataan bahwa firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi mampu mewujudkan segala sesuatu dan mengubah segala sesuatu, bukan? (Ya.)

Dilihat dari aspek-aspek pembahasan yang telah kita persekutukan ini, apakah ada kesenjangan antara pekerjaan yang dilakukan dan firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi, dengan pekerjaan dan firman Tuhan yang di surga? (Tidak.) Tidak ada kontradiksi antara fakta bahwa Tuhan yang berinkarnasi mampu melakukan pekerjaan menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu, dengan fakta bahwa Tuhan yang di surga menciptakan segala sesuatu dan memegang kedaulatan atas segala sesuatu; tidak ada jarak atau kesenjangan di antara kedua fakta ini. Poin ini seharusnya tidak diragukan lagi. Kepastian ini bukanlah teori, bukan pula gagasan atau imajinasi, apalagi sekadar ucapan yang menyenangkan; sebaliknya, ini adalah sesuatu yang kita katakan berdasarkan fakta. Poin penting lainnya adalah bahwa apa pun yang difirmankan oleh Tuhan yang berinkarnasi atau apa pun jenis pekerjaan yang hendak Dia lakukan, di satu sisi, firman-Nya itu sendiri memiliki otoritas dan kuasa, dan dapat mencapai hasil mewujudkan segala sesuatu. Di sisi lain, saat firman-Nya dikeluarkan, Roh Tuhan juga bekerja secara bersamaan dengan firman tersebut untuk mewujudkan semua ini. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh manusia mana pun dengan perkataan atau tindakan mereka. Apa pun yang dilakukan oleh orang biasa mana pun, seperti nabi, tokoh terkenal, atau pakar—entah mereka mencoba berspekulasi atau memprediksi sesuatu, berbicara tentang suatu fenomena, atau merilis suatu laporan—mereka tidak dapat menerangkan dengan jelas bagaimana segala sesuatu akan berkembang secara spesifik atau apa yang akan terjadi, dan mereka tidak berani mengatakan dengan kepastian seratus persen, "Perkataan ini pasti akan terwujud dan pasti akan menjadi kenyataan." Ini adalah sesuatu yang melampaui kemampuan manusia. Namun dengan Tuhan, karena setiap firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi adalah pengungkapan watak dan esensi Tuhan, dan berasal dari Tuhan, apa pun yang Dia bicarakan, itu pasti akan diwujudkan serta digenapi. Dalam satu aspek, ini adalah kuasa dan otoritas firman Tuhan. Dalam aspek lain, engkau seharusnya menyadari bahwa ini adalah Roh Tuhan yang sedang bekerja. Dapatkah juga dikatakan bahwa sementara Tuhan yang berinkarnasi melakukan pekerjaan, Roh Tuhan juga sedang bekerja, dan bahwa daging dan Roh tidak terpisahkan dan adalah satu? (Ya.) Kalau begitu, katakan kepada-Ku, ketika Tuhan yang berinkarnasi sedang berfirman, apakah daging ini yang sedang berfirman atau Roh Tuhan yang sedang berfirman? Dapatkah engkau menerangkannya dengan jelas? Tuhanlah yang sedang mengungkapkan firman, bukan? Justru karena Tuhanlah yang sedang mengungkapkan firman, semua firman-Nya dapat diwujudkan, dan semuanya sedang digenapi. Kita telah begitu banyak bersekutu tentang hal ini, apakah persoalan yang baru saja kita sebutkan telah teratasi? (Ya.) Firman Tuhan menggenapi segala sesuatu, dan Tuhan menggunakan firman untuk menciptakan segala sesuatu; katakan kepada-Ku, bukankah ini kebenaran? Bukankah ini fakta? (Ya.) Ini adalah kebenaran, dan ini juga adalah fakta. Oleh karena itu, hasil yang dicapai oleh pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi bukanlah sesuatu yang dapat dicapai oleh orang biasa, dan natur serta esensi dari pekerjaan dan firman-Nya bukanlah natur dan esensi dari perkataan orang biasa. Jika seseorang bertanya, "Dapatkah manusia menciptakan segala sesuatu, memegang kedaulatan atas segala sesuatu, dan mewujudkan segala sesuatu?" kita dapat menjawab dengan pasti, "Tidak!" Jika seseorang bertanya, "Lalu, dapatkah Tuhan yang berinkarnasi menciptakan segala sesuatu, memegang kedaulatan atas segala sesuatu, dan mewujudkan segala sesuatu?" kita tidak boleh ragu sedikit pun, dan menjawab dengan pasti, "Ya!" Perkataan ini bukanlah doktrin, melainkan kebenaran dan fakta.

Sebelumnya, ketika baru jilid pertama dari Firman Menampakkan Diri dalam Daging yang diungkapkan dan banyak orang pergi untuk memberitakan Injil, ada cukup banyak orang dari dunia keagamaan yang membaca firman Tuhan dan menerima tahap pekerjaan Tuhan ini; dunia keagamaan benar-benar runtuh. Sekarang, jilid kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh semuanya telah diungkapkan, dan selanjutnya telah menyebar ke setiap sudut dan tempat keagamaan dari setiap ras dan negara. Ketika firman ini dipublikasikan kepada seluruh umat manusia, katakan kepada-Ku, apa efek yang akan ditimbulkannya? Akan seperti apa pemandangannya? Umat manusia akan menjadi berbeda, bukan? (Ya.) Pada suatu tahun ketika Injil disebarkan secara luas ke seluruh Tiongkok, ada orang-orang yang menantang bahaya untuk pergi memberitakan Injil ke mana-mana, di tempat-tempat seperti jalanan, pabrik, dan desa. Pada saat itu, benar-benar ada begitu banyak orang yang menerima Injil. Ketika baru jilid pertama dari Firman Menampakkan Diri dalam Daging yang diungkapkan, sudah ada banyak orang yang percaya dan mengakui bahwa ini adalah jalan yang benar. Ada orang-orang yang mengakui bahwa ini adalah jalan yang benar, tetapi tidak berani menerimanya karena penindasan, penangkapan, dan penganiayaan gila-gilaan oleh si naga merah yang sangat besar, tetapi firman Tuhan tetap menyebar ke seluruh Tiongkok. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa didirikan di setiap provinsi, kota, dan kabupaten. Hal ini membuat si naga merah yang sangat besar gemetar ketakutan; ia berupaya sekuat tenaga untuk melakukan penindasan dan penangkapan, dan bahkan mengancam bahwa "Pasukan tidak akan ditarik sampai pembasmian selesai". Namun, tak seorang pun menyangka bahwa sepuluh tahun kemudian, firman Tuhan menyebar ke semua negara dan tempat di dunia. Terutama, kita telah menyaksikan penyebaran pekerjaan penginjilan secara luas dan terus-menerus di Filipina di Asia, di Amerika Utara dan Amerika Selatan, serta di Eropa dan Afrika. Ketika memberitakan Injil di Tiongkok, ada istilah yang disebut "penginjilan kelompok", yang merujuk pada pemberitaan Injil kepada beberapa atau puluhan orang pada saat yang bersamaan, yang membuahkan hasil yang sangat baik. Belakangan, karena penindasan dan penangkapan gila-gilaan oleh si naga merah yang sangat besar, metode ini dihentikan, tetapi metode ini telah kembali populer di beberapa negara lain. Di beberapa negara Asia, mereka tidak menyebutnya "penginjilan kelompok", melainkan "penyebaran Injil ke seluruh desa, sekolah, dan pabrik", dan mereka bahkan menyebarkan Injil ke instansi pemerintah, kantor polisi, dan unit militer. Pemandangan serupa pun muncul: Banyak orang telah menerima Injil. Seluruh umat manusia—di bidang pekerjaan apa pun, dari kelompok mana pun, atau dari suku bangsa apa pun—hidup dalam kegelapan, ketidakberdayaan, dan kebingungan. Mereka tidak tahu bagaimana menjalani hidup, dan tidak tahu cara berperilaku; umat manusia membutuhkan keselamatan dari Tuhan. Keselamatan ini bukanlah formalitas, bukan pula ritual. Sebaliknya, menyelamatkan manusia membutuhkan firman Tuhan, pimpinan firman Tuhan, bimbingan serta pencerahan firman Tuhan, dan memerlukan Tuhan untuk menggunakan bahasa yang eksplisit guna menunjukkan arah dan jalan bagi manusia, dan juga mengajari manusia cara berperilaku, menjadi manusia seperti apa, jalan seperti apa yang harus ditempuh, dan prinsip apa yang harus diikuti dalam setiap hal yang mereka hadapi. Umat manusia ini sangat membutuhkan kebenaran-kebenaran tersebut. Oleh karena itu, ketika orang yang memberitakan Injil menyebarkannya ke seluruh desa, kota, sekolah, pabrik, unit militer, dan kantor polisi, mereka membacakan beberapa firman Tuhan yang relevan dan juga bersaksi tentang tiga tahap pekerjaan Tuhan. Sebagian besar penerima Injil bersedia mendengarkan dan menerima, dan mereka juga ingin berpartisipasi dalam kehidupan bergereja, hanya saja kondisi mereka pada saat itu tidak memungkinkan; mereka dibatasi dalam beberapa hal. Namun, dilihat dari fenomena yang terjadi selama penyebaran Injil ini, umat manusia ini menjalani kehidupan yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan, dan mereka membutuhkan bimbingan firman Tuhan. Hanya firman Tuhan yang dapat memberi mereka arah dan tujuan, memungkinkan mereka untuk hidup lebih baik, dan memungkinkan mereka untuk terus bertahan hidup, tidak lagi mengalami penderitaan akibat Iblis atau tren-tren jahat. Jika seluruh umat manusia menerima firman Tuhan ini, dan menerima perbekalan Tuhan serta bimbingan firman Tuhan dari-Nya, maka katakan kepada-Ku, bukankah mereka akan hidup dengan sangat bahagia? (Ya.) Satu hal yang pasti: Jika umat manusia ini menerima perbekalan dan bimbingan firman Tuhan, mereka akan hidup di tengah berkat Tuhan dan tidak lagi mengalami penderitaan akibat Iblis, dan kesudahan mereka akan berbeda dari kesudahan umat manusia yang rusak sekarang ini. Bukankah benar demikian? (Ya.) Apakah engkau semua telah mendengar beberapa hal tentang situasi mengenai pemberitaan Injil ini? (Ya.) Bagi orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, setelah mereka membaca firman Tuhan ini untuk waktu yang lama, di dalam hatinya, mereka hanya merasa, "Ini adalah firman Tuhan, firman ini baik, dan firman ini adalah kebenaran," tanpa merasa sangat bersemangat. Namun, bagi mereka yang baru saja mendengar firman ini, mereka merasakan kesegaran di lubuk hati mereka, bagaikan ikan yang menemukan jalan kembali ke sungai. Ada pepatah, "bagaikan hujan yang menyegarkan setelah kemarau panjang," persis seperti itulah yang mereka rasakan. Oleh karena itu, banyak orang bersedia menerima firman Tuhan setelah mendengarnya. Para siswa di sekolah, petugas polisi dan kepala polisi di kantor polisi, serta pejabat pemerintah, semuanya bersedia menerimanya. Bahkan ada pendeta di dunia keagamaan yang telah berinisiatif untuk menerimanya, membawa beberapa rekan sejawat dan orang percaya ke dalam gereja. Seperti apa pun engkau melihatnya, firman yang diucapkan dan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan umat manusia, tetapi juga mengubah nasib mereka. Oleh karena itu, kebenaran mengenai pengenalan akan Tuhan yang berinkarnasi sangatlah penting, dan mengenal-Nya adalah bagian dari mengenal Tuhan; tidak ada keraguan tentang hal ini. Apakah engkau semua telah memahami hal-hal ini? (Melalui persekutuan Tuhan seperti ini, kami sedikit banyak telah memahaminya. Dahulu, seluruh pengenalan kami akan Tuhan yang berinkarnasi hanyalah doktrin; kami tahu bahwa Tuhan memegang kedaulatan atas segala sesuatu, tetapi kami tidak melihat fakta-faktanya. Setelah persekutuan Tuhan, hal ini menjadi lebih jelas bagi kami.) Sekarang setelah hal ini lebih jelas bagimu, apakah imanmu lebih kuat? (Ya.) Jika suatu hari di gereja lokalmu sebagian besar orang mulai meragukan Tuhan, tidak berani lagi percaya, dan kehilangan iman mereka karena penganiayaan pemerintah serta penolakan dunia, sehingga hanya engkau satu-satunya yang tersisa, dan selain itu, banyak orang menghakimi dan mengutukmu, dengan berkata, "Yang kalian percayai itu seorang manusia; kau telah disesatkan," apa yang akan kaulakukan? (Aku akan mengabaikan mereka dan terus percaya.) Apakah engkau akan terpengaruh? Apakah engkau akan merasa kesepian? Apakah engkau juga akan mulai ragu, berpikir, "Ada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak percaya; apakah kepercayaanku sebenarnya tepat? Apa yang bisa kudapatkan dengan terus percaya seperti ini? Apakah aku akan memiliki kesudahan dan tempat tujuan yang baik?" Apakah engkau semua akan berpikir seperti ini? (Sekarang, melihat bahwa banyak firman Tuhan telah diwujudkan dan digenapi, kami tidak akan memiliki pemikiran seperti ini, tetapi terkadang kami masih memiliki sedikit kelemahan.) Kelemahan bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Ada satu poin yang, jika engkau dapat meyakininya, akan mencegahmu tersandung karena kelemahan ini. Engkau harus mengingat poin ini: Betapa pun normal dan nyatanya Tuhan yang berinkarnasi, sekalipun engkau melihat ada hal yang kauanggap sebagai cacat dan kekurangan di dalam diri-Nya, atau sekalipun engkau mendengar beberapa rumor yang tidak berdasar, atau engkau mengetahui bahwa Tuhan yang berinkarnasi pernah sakit dan memiliki perwujudan rasa sakit serta kelemahan, semua ini bukanlah masalah. Betapa pun normal dan nyatanya Tuhan yang berinkarnasi, betapa pun biasa diri-Nya, dan seperti apa pun penampilan lahiriah-Nya, pegang teguh saja satu hal ini: Dia adalah kebenaran, jalan, dan hidup. Ini adalah alasanmu untuk mengikuti-Nya, dan ini juga merupakan dasar dari kepercayaanmu kepada Tuhan. Jika engkau dapat meyakini poin ini, itu sudah cukup, dan engkau tidak akan pernah menyesal. Satu-satunya alasanmu mengikuti-Nya adalah karena Dialah kebenaran, jalan, dan hidup; Dia dapat membawamu ke hadapan Tuhan, Dia dapat merepresentasikan Tuhan, dan Dia adalah perwujudan Tuhan, pengungkapan Tuhan, serta Pribadi yang kepada-Nya dipercayakan pekerjaan Tuhan di bumi. Sudah tepat bagimu untuk mengikuti-Nya. Dengan mengikuti-Nya, engkau tidak sedang mengikuti seorang manusia, melainkan mengikuti Tuhan. Engkau adalah pengikut Tuhan, salah satu domba Tuhan; engkau tidak menempuh jalan yang salah. Dengan mengikuti-Nya, engkau tidak akan pernah menempuh jalan yang salah dan tidak akan pernah kehilangan arah. Dengan mengikuti-Nya, engkau adalah makhluk ciptaan Tuhan; engkau tidak akan pernah salah dengan mengikuti-Nya. Begitu engkau meyakini hal ini, fondasi kepercayaanmu kepada Tuhan telah diletakkan. Betapa pun normal dan nyatanya Tuhan yang berinkarnasi di matamu, apa pun rumor yang tidak berdasar atau kekeliruan yang kaudengar, atau apa pun gagasan yang masih kaumiliki yang belum dibereskan, semua itu tidak masalah. Sekalipun engkau memiliki kelemahan dan rasa sakit, itu juga tidak masalah. Asalkan engkau memiliki iman yang sejati, asalkan engkau dapat mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah apa pun yang kauhadapi, dan engkau tidak pernah meninggalkan Tuhan kapan pun, pada akhirnya engkau pasti akan menjadi orang yang didapatkan oleh Tuhan, anggota umat manusia baru yang memasuki zaman berikutnya, dan engkau akan menjadi orang yang diberkati. Oleh karena itu, setiap saat, engkau tidak boleh terpengaruh oleh lingkungan luar, oleh komentar apa pun, oleh siapa pun yang kauanggap sebagai tokoh besar atau orang terkenal, atau oleh siapa pun yang kaupuja. Yang harus kaulakukan hanyalah percaya dengan teguh bahwa Pribadi yang adalah kebenaran, jalan, dan hidup adalah Tuhan itu sendiri; itu sudah cukup.

Yang baru saja kita persekutukan adalah pentingnya kebenaran tentang mengenal Tuhan yang berinkarnasi. Karena Tuhan yang berinkarnasi sepenuhnya mampu merepresentasikan Tuhan itu sendiri dalam melakukan pekerjaan Tuhan sendiri, maka tentu saja, pengaruh dari firman yang diucapkan-Nya dan pekerjaan yang dilakukan-Nya terhadap seluruh umat manusia juga akan secara bertahap terjadi dan terlihat olehmu. Bagaimanapun juga, pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan itu sendiri, dan firman yang diungkapkan-Nya adalah firman yang diungkapkan oleh Tuhan itu sendiri. Artinya, seperti apa pun rupa atau penampilan lahiriah Tuhan yang berinkarnasi, Dia sepenuhnya mampu merepresentasikan Tuhan itu sendiri. Oleh karena itu, mengenal Tuhan yang berinkarnasi juga merupakan bagian dari mengenal Tuhan, dan engkau tidak boleh mengabaikan kebenaran dalam hal ini. Jika engkau ingin mengenal Tuhan dan mengenal Tuhan yang di surga, dan jika engkau ingin melepaskan gagasan serta imajinasimu tentang Tuhan yang di surga, engkau harus terlebih dahulu mengenal Tuhan yang di bumi, mengenal Tuhan yang berinkarnasi, dan melepaskan gagasan serta imajinasimu tentang Tuhan yang berinkarnasi. Melakukan hal ini dapat makin meningkatkan imanmu kepada Tuhan dan memperkokoh fondasimu sebagai pengikut Tuhan. Asalkan engkau yakin bahwa Tuhan yang berinkarnasi adalah Tuhan itu sendiri, dan bahwa Dia adalah kebenaran, jalan, dan hidup, engkau tidak akan menganggap-Nya sebagai seorang manusia. Makin engkau mengikuti-Nya dan mengalami firman serta pekerjaan-Nya, makin engkau akan merasa, "Orang biasa ini tidaklah biasa. Dia bukanlah orang biasa dalam arti kata yang sebenarnya; sebaliknya, Dia adalah orang biasa dengan esensi Tuhan." Begitu engkau menyadari hal ini, engkau tidak akan menganggap-Nya sebagai anggota umat manusia rusak biasa, tetapi akan memperlakukan-Nya sebagai Pribadi yang memiliki identitas dan esensi Tuhan. Ini akan berbeda dari caramu memperlakukan anggota umat manusia rusak biasa, menggunakan falsafah tentang cara berinteraksi dengan orang lain dan cara menangani berbagai hal yang ada di antara manusia; sebaliknya, engkau akan memperlakukan Tuhan yang berinkarnasi sebagaimana engkau akan memperlakukan Tuhan. Dengan memperlakukan Anak manusia yang berinkarnasi seperti ini, engkau dapat mengenal-Nya. Ketika engkau memperlakukan-Nya dengan cara yang Tuhan tuntut, engkau tidak perlu merasa takut dan khawatir, juga tidak perlu terlalu berhati-hati, apalagi bersikap waspada. Sebaliknya, engkau harus memperlakukan-Nya dengan metode dan sikap yang paling benar dalam memperlakukan Tuhan. Cara memperlakukan-Nya ini, tentu saja, juga merupakan cara yang sudah seharusnya digunakan makhluk ciptaan dalam memperlakukan Tuhan. Apa saja cara memperlakukan Tuhan yang kita sebutkan sebelumnya? Apakah engkau semua masih ingat? (Yang pertama adalah bersikap terbuka dan jujur, yang kedua adalah menunjukkan rasa hormat, dan yang ketiga adalah menaati firman-Nya.) Bersikap terbuka dan jujur, menunjukkan rasa hormat, dan menaati firman-Nya: inilah ketiga cara tersebut. Engkau lihat, ketiga cara ini secara keseluruhan hanya terdiri dari beberapa kata. Secara lahiriah, cara-cara ini tampaknya cukup mudah dicapai, tetapi jika posisi yang kauambil salah, dan sikapmu salah, cara-cara ini sangat sulit dicapai. Engkau lihat, cara-cara ini mudah dipahami secara harfiah, tetapi tidak mudah dicapai. Katakan kepada-Ku, jika orang tidak mampu mencapai sikap yang terbuka dan jujur, menunjukkan rasa hormat, dan menaati firman Tuhan yang berinkarnasi, dapatkah mereka mencapai sikap ini terhadap Tuhan yang di surga? (Tidak.) Mengapa tidak? (Karena jika orang tidak memiliki pengenalan sejati akan Tuhan, mereka akan memperlakukan Tuhan berdasarkan gagasan dan imajinasi mereka.) Hal ini ditentukan oleh esensi dan watak rusak manusia. Ini tidak ada hubungannya dengan betapa kerasnya engkau menahan diri di benakmu atau keinginan seperti apa yang kaumiliki; jika watak rusakmu tidak dibereskan, akan sangat sulit untuk memperlakukan Tuhan dengan ketiga cara ini. Jika engkau membereskan beberapa watak rusakmu, dan engkau juga memiliki pemahaman dan pengenalan dasar akan Tuhan, engkau akan mampu mencapai sebagian dari hal ini, dan akan mampu mengambil posisimu yang semestinya sebagai makhluk ciptaan, serta memperlakukan-Nya dari posisi ini. Untuk mencapai ketiga poin ini, di satu sisi, engkau harus membereskan beberapa watak rusakmu dan memulihkan rasionalitasmu sampai taraf tertentu; dan di sisi lain, engkau harus memiliki pengenalan akan Tuhan. Tidak akan bisa jika tidak mengenal Tuhan, bukan? (Ya.) Sebagaimana caramu memperlakukan Tuhan yang berinkarnasi, tentu saja, demikian juga caramu memperlakukan Tuhan yang di surga. Jika engkau tidak dapat mencapai ketiga poin ini dalam caramu memperlakukan Tuhan yang berinkarnasi, maka sudah pasti engkau tidak dapat mencapainya dalam caramu memperlakukan Tuhan yang di surga. Engkau tidak dapat melihat, mendengar, atau memahami pekerjaan dan firman Tuhan yang di surga; jika kaukatakan engkau mampu tunduk kepada Tuhan, itu hanyalah omong kosong. Lihatlah umat manusia pada zaman awal: Tuhan menyuruh mereka untuk mempersembahkan korban, mempersembahkan sepersepuluh dari hasil panen tahunan. Di dalam hatinya, orang memahami bahwa mereka harus memberikan apa yang Tuhan minta, tetapi ketika tiba saatnya untuk mempersembahkannya kepada Tuhan, mereka tidak ingin memberikannya kepada-Nya. Mereka bahkan ingin mengambilnya kembali setelah mempersembahkannya, sambil berpikir, "Engkau tidak menanamnya, dan Engkau tidak berjerih payah sedikit pun, jadi mengapa kami harus memberikan ini kepada-Mu?" Ketika mempersembahkannya, mereka merasa tidak rela, merasa tidak nyaman di dalam hati, dan menjadi marah. Apakah ini menunjukkan rasa hormat? Mereka tidak dapat mencapainya, bukan? Oleh karena itu, menghormati Tuhan dan menaati firman-Nya tidaklah sesederhana itu; jika watak rusak manusia tidak dibereskan, mereka tidak dapat mencapai hal ini. Bagaimanapun juga, untuk melepaskan gagasan dan imajinasimu tentang Tuhan yang berinkarnasi, engkau harus terlebih dahulu memiliki pengenalan dan pemahaman tentang esensi Tuhan yang berinkarnasi dan berbagai kebenaran yang berkaitan dengan Tuhan yang berinkarnasi, serta membereskan gagasan dan imajinasimu sendiri. Hanya dengan demikian, barulah engkau dapat benar-benar menerima aspek-aspek kebenaran mengenai Tuhan yang berinkarnasi ini, dan benar-benar mengenal identitas dan esensi Tuhan; dan hanya setelah itulah engkau dapat mencapai ketundukan kepada Tuhan dan rasa takut akan Dia.

Sebelumnya, kita telah bersekutu tentang melepaskan gagasan dan imajinasi yang orang miliki tentang Tuhan yang berinkarnasi. Prinsip pertama adalah tidak membandingkan Tuhan yang berinkarnasi dengan Tuhan yang di surga, dan prinsip kedua adalah tidak menyamakan Tuhan yang berinkarnasi dengan umat manusia yang rusak. Ketika mempersekutukan prinsip kedua, disebutkan bahwa Tuhan yang berinkarnasi tidak menipu, berbantah, bertengkar, bersiasat, menyerang, ataupun membalas dendam. Kita telah mempersekutukan semua ini sebelumnya. Sekarang, kita akan mempersekutukan topik berikutnya, yaitu tidak menggoda. Cara Tuhan yang berinkarnasi berperilaku, cara Dia berinteraksi dengan orang-orang, atau beberapa cara Dia bekerja, sebagaimana yang diperlihatkan oleh esensi watak-Nya, mencakup poin ini: tidak menggoda. Bagaimana seharusnya hal ini dipahami? Apakah pemahaman harfiah orang tentang "tidak menggoda" sesuai dengan fakta bahwa Tuhan yang berinkarnasi tidak menggoda orang, sebagaimana diwujudkan dalam cara Dia berbicara dan bertindak? Jika pemahaman mereka bertentangan dengan perwujudan Tuhan yang berinkarnasi, bukankah apa yang orang pahami hanyalah gagasan manusia? Sangat mungkin bahwa itu hanyalah gagasan dan imajinasi manusia. Kalau begitu, mari kita bersekutu tentang topik "tidak menggoda" ini, yang diperlihatkan oleh kemanusiaan dan esensi Tuhan yang berinkarnasi. Apa pemahaman dasarmu tentang topik ini? Tahukah engkau semua bagaimana cara Tuhan berbicara dengan konsisten? Sudahkah engkau semua menyimpulkan cara apa yang Tuhan gunakan untuk berbicara kepada manusia, dan cara apa yang Dia gunakan untuk mengungkapkan firman-Nya? (Tuhan berbicara dengan cara yang cukup lugas. Cara Tuhan berbicara mencakup membantu, menuntun, dan memimpin, beserta bimbingan yang sabar; Dia sama sekali tidak menggoda.) Bahwa Dia tidak menggoda, itu sudah pasti, tetapi orang masih belum begitu memahami secara terperinci apa tepatnya yang dimaksud dengan "tidak menggoda" ini. Dinilai dari bentuk ungkapan linguistik dan gaya bahasa yang biasanya Tuhan gunakan ketika berbicara, Tuhan berbicara dengan cara yang sangat sederhana dan lugas, berusaha agar orang-orang mengerti dan memahami apa yang Dia katakan. Dia tidak bermain kata-kata, Dia juga tidak membicarakan hal-hal yang palsu, muluk-muluk, dan kosong, terlebih lagi, perkataan-Nya tidak bersifat formalistis. Sebaliknya, Dia berbicara langsung pada pokok persoalan, melakukan segala hal yang mungkin untuk berbicara kepada manusia dengan menggunakan bahasa manusia dan cara berbicara yang sesuai bagi umat manusia. Firman-Nya bersifat memberi anjuran, penghiburan, serta nasihat, dan terkadang peringatan; tentu saja, firman-Nya lebih sering bersifat memberikan pembekalan, bantuan, dukungan, dan penyingkapan. Firman tersebut menyingkapkan natur rusak manusia dan esensi berbagai masalah, bukan? Menyingkapkan, membekali, membimbing, mendukung, dan membantu adalah metode-metode yang paling sering Dia gunakan. Di antara cara-cara ini, ada yang melibatkan pemberian contoh-contoh spesifik, dan ada yang melibatkan kiasan yang jelas dengan menggunakan makhluk hidup, seekor hewan, suatu fenomena, atau hal-hal yang terjadi di sekitar orang-orang dalam kehidupan mereka. Di satu sisi, ini membuat kebenaran—atau kenyataan—dalam firman Tuhan yang seharusnya orang pahami menjadi lebih jelas bagi mereka. Di sisi lain, contoh-contoh yang Tuhan berikan adalah insiden-insiden yang telah terjadi pada individu-individu khusus tertentu. Menggunakan insiden-insiden ini sebagai pelajaran atau contoh membantu engkau semua untuk melihat apa masalah orang-orang ini, apa esensi masalah tersebut, kerusakan apa yang mereka perlihatkan, dan kebenaran apa yang berkaitan dengannya. Dengan cara ini, Tuhan menyampaikan suatu aspek kebenaran kepada orang-orang, agar berdasarkan pemahaman akan aspek kebenaran ini, mereka tahu bagaimana menerapkan sesuai dengan maksud Tuhan dan sesuai dengan prinsip. Tujuan Tuhan dalam menggunakan bentuk bahasa yang paling lugas dan sederhana adalah untuk membekali orang dengan kebenaran. Dia membekali orang dengan kebenaran agar, ketika menghadapi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal, mereka dapat mengetahui, dari sisi negatif, pemikiran dan pandangan orang yang keliru, watak rusak orang, serta perwujudan dan esensi orang yang menentang Tuhan. Pada saat yang sama, Dia melakukan ini untuk membimbing orang-orang dalam arti positif untuk memahami prinsip-prinsip kebenaran, sehingga mereka memiliki jalan penerapan dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Tujuan akhir Tuhan dalam membekali orang agar mereka memahami kebenaran, memiliki pengenalan akan kebenaran, dan mengenal prinsip-prinsip kebenaran adalah memungkinkan orang untuk datang ke hadapan Tuhan dan mencapai ketundukan kepada-Nya, ketundukan pada kedaulatan-Nya, ketundukan pada penataan-Nya, ketundukan pada pengaturan-Nya, dan ketundukan pada hajaran, penghakiman, pemurnian, serta ujian yang datang dari-Nya, menjadi orang yang takut akan Tuhan dan menyembah-Nya, menjadi makhluk ciptaan sejati, yaitu makhluk ciptaan yang memenuhi standar. Inilah prinsip-prinsip spesifik di balik firman dan tindakan Tuhan, termasuk segala sesuatu yang Dia lakukan. Firman spesifik yang Tuhan ucapkan dan tindakan spesifik yang Dia ambil adalah tanpa godaan; semuanya bersifat publik, disingkapkan, terbuka dan terang-terangan, serta transparan. Semua itu tidak mengandung siasat dan rencana licik apa pun, apalagi rancangan atau niat dan tujuan terselubung mengenai umat manusia. Baik dalam tujuan dan makna di balik firman Tuhan, maupun dalam pekerjaan yang Tuhan lakukan, Dia tidak pernah memiliki tujuan yang tidak pantas mengenai manusia. Sebaliknya, semua tujuan-Nya positif; segala sesuatu yang Dia lakukan adalah untuk memberi manfaat kepada manusia, membantu manusia memahami kebenaran dan memperoleh kebenaran, serta membantu manusia mulai menempuh jalan yang benar dalam hidup. Oleh karena itu, dilihat dari tujuan dan makna pekerjaan Tuhan, serta dari perkataan dan pekerjaan Tuhan, tidak ada godaan dalam esensi Tuhan atau titik awal pekerjaan Tuhan.

Kata "menggoda" muncul sangat awal di dalam Alkitab; apakah engkau semua mengetahui hal ini? (Ya.) Sebelum manusia menerima godaan Iblis untuk pertama kalinya, Tuhan mengatakan sesuatu. Apa yang Tuhan katakan? ("Dari semua pohon di taman ini engkau boleh makan dengan bebas. Tetapi dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, engkau tidak boleh memakannya, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti mati" (Kejadian 2:16-17).) Berapa banyak hal yang tercakup dalam pernyataan Tuhan ini? Buah dari setiap pohon di taman itu boleh dimakan. Ini memberi tahu orang lingkup dari apa yang boleh dimakan. Ini adalah pembekalan yang paling positif bagi manusia, yaitu memberi tahu orang apa yang boleh mereka makan. Bukankah firman ini sangat sederhana dan lugas? (Ya, orang bisa memahaminya.) Benar. Tidak perlu menganalisis atau menelitinya; orang langsung memahaminya begitu mendengarnya. Kalimat berikutnya adalah, "Tetapi dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, engkau tidak boleh memakannya." Kalimat ini menyebutkan sebuah pengecualian. Pengecualian apa? Kalimat ini memberi tahu orang bahwa ada pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di taman itu, dan mereka tidak boleh memakan buah yang tumbuh di pohon itu. Bukankah firman ini sederhana dan lugas? (Ya.) Seberapa sederhana dan lugasnya firman ini? (Sedemikian sederhana dan lugasnya sampai-sampai orang dapat memahaminya tepat setelah mereka mendengarnya.) Tidak perlu menganalisis atau menelitinya; siapa pun yang memiliki telinga dan otak tahu apa arti kalimat ini setelah mendengarnya. Tuhan memberi tahu orang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan. Apa yang tidak boleh dimakan? Buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Namun, setelah mendengarnya, apakah di dalam hati, orang memiliki keraguan terhadap firman Tuhan? (Ya.) Selanjutnya, orang akan bertanya, "Mengapa kita tidak boleh memakan buah dari pohon itu?" Tanpa menunggu orang bertanya, Tuhan berkata, "Karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti mati." Apakah firman ini sederhana? (Ya.) Sangat sederhana: Jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati. Kematian adalah hal besar, jadi Tuhan memastikan untuk memberikan instruksi ini. Apakah ada yang salah dengan instruksi ini? (Tidak.) Tidak ada satu kata pun dari instruksi Tuhan yang salah, juga tidak ada satu kata pun yang menggoda di dalamnya. Instruksi tersebut dengan jelas dan eksplisit menyampaikan apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan, dan Tuhan juga memberi tahu orang apa akibatnya jika mereka memakan apa yang tidak boleh mereka makan. Setelah mendengar ketiga kalimat sederhana ini, engkau memahami banyak hal. Dalam situasi normal, setelah makhluk ciptaan mendengar firman yang diucapkan oleh Sang Pencipta, mendapatkan kejelasan tentang firman tersebut, memahaminya, dan menyimpannya di dalam hati, mereka tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka seharusnya taat dan melakukan apa yang diperintahkan, hanya memakan apa yang Tuhan katakan boleh mereka makan, dan tidak memakan apa yang Tuhan katakan tidak boleh mereka makan. Mereka tidak seharusnya mencobai Tuhan ataupun tidak menaati perintah Tuhan. Kita tidak akan membahas akibat dari tidak mendengarkan firman Tuhan. Mengenai firman yang Tuhan ucapkan ini, dinilai dari bentuk ucapan dan gaya bahasa-Nya, Tuhan berbicara dengan cara yang sangat mudah dipahami oleh manusia. Firman-Nya tidak mendalam, dan Dia tidak membuat orang menebak-nebak, apalagi memiliki maksud yang tersembunyi. Meskipun beberapa kalimat yang Tuhan ucapkan ini sederhana, kalimat-kalimat tersebut cukup untuk membuat orang melihat bahwa ucapan Tuhan itu jelas, sederhana, dan mudah dipahami. Jadi, seperti apakah hati Tuhan? Hati Tuhan penuh dengan kasih, kejujuran, dan kesetiaan. Di manakah kasih ini tercermin? Kasih ini tercermin dalam beberapa instruksi dari Tuhan ini. Instruksi Tuhan sangat spesifik dan menyeluruh. Dinilai dari beberapa instruksi ini, Tuhan memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap manusia. Dia menggunakan bahasa yang paling sederhana untuk membantu manusia memahaminya, dan setelah mereka memahaminya, Tuhan pergi dengan pikiran yang tenang. Engkau lihat, apakah Tuhan memiliki rancangan apa pun terhadap manusia? (Sama sekali tidak.) Dalam kasih dan kepedulian Tuhan, Dia berharap manusia akan mencapai satu hal: menjadi taat, tidak memberontak terhadap Tuhan, tidak curiga terhadap Tuhan, dan tidak meragukan Tuhan. Inilah tujuan dan harapan di balik ketiga instruksi dari Tuhan ini. Jadilah taat. Jangan meragukan Tuhan. Setiap firman yang Tuhan ucapkan adalah benar; Tuhan itu setia. Tuhan memenuhi tanggung jawab ini dengan kasih dan kepedulian, serta memberikan ketiga instruksi ini kepada umat manusia dengan kasih dan kepedulian. Dari hal ini, di satu sisi, kita melihat esensi Tuhan, dan di sisi lain, kita juga melihat cara Tuhan berfirman kepada umat manusia dan titik awal ucapan-Nya. Tujuan Tuhan dalam berbicara seperti ini adalah agar ketika orang mendengar firman-Nya, mereka dapat memahaminya dan menyimpannya di dalam hati mereka. Dengan cara apa pun orang memandang hal ini, titik awal Tuhan tetaplah seperti itu. Dia merepresentasikan Tuhan itu sendiri; Dia tidak memiliki maksud atau tujuan yang licik atau gelap. Selain itu, dinilai dari beberapa instruksi dari Tuhan ini, Tuhan berbicara langsung pada pokok persoalannya. Tujuan-Nya berbicara adalah membuatmu memahami maksud Tuhan dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Tuhan tidak pernah berbicara kepada orang dengan teka-teki; Dia selalu terus terang dan berbicara apa adanya. Dia bercakap-cakap dengan orang menggunakan bahasa sehari-hari yang paling mudah dipahami orang, agar mereka dapat memahami dan mengingat apa yang Dia katakan, dan agar tidak sia-sia Dia berbicara. Apakah Tuhan berbicara dari posisi status? Apakah Dia menceramahi orang? (Tidak.) Ketika Tuhan bercakap-cakap dengan umat manusia dan memberi instruksi, sekalipun Dia menginstruksikan mereka dari perspektif Tuhan, atau dari perspektif yang mirip dengan perspektif orang tua atau orang yang lebih tua, Dia tetap bercakap-cakap dengan manusia menggunakan bahasa yang paling lugas dan paling sederhana. Sebenarnya, di mata manusia yang rusak, dinilai dari bentuk tata bahasa yang Tuhan gunakan, dan dari perspektif pengetahuan dan bahasa manusia, firman ini hanyalah pembicaraan yang sederhana; ini adalah hal-hal yang mungkin kaukatakan kepada seorang anak. Ada orang-orang yang berkata, "Firman ini tidak mendalam, tidak muluk-muluk atau agung, dan juga tidak terdengar mengesankan. Firman ini juga tidak menggunakan kosakata yang canggih atau retorika yang penuh kiasan." Itu benar. Inilah cara Tuhan berbicara kepada manusia. Tuhan itu maha kuasa, segala sesuatu berlimpah pada-Nya, dan Tuhan melampaui segala sesuatu, tetapi Tuhan bercakap-cakap dengan manusia menggunakan bahasa yang paling sederhana dan paling lugas. Karena manusia seperti anak-anak di mata-Nya, Tuhan memberi instruksi kepada mereka menggunakan kata-kata yang dapat ditangkap dan dipahami oleh anak-anak: apa yang boleh mereka makan, apa yang tidak boleh mereka makan, dan apa yang akan terjadi setelah mereka memakannya. Dia menggunakan kata-kata yang begitu sederhana untuk memberi instruksi kepada manusia, agar mereka dapat memahaminya. Disebut apakah ini di mata manusia yang rusak? Ini disebut merendahkan status-Nya. Namun, bagaimana Tuhan melihatnya? Ini adalah perwujudan alami-Nya. Tuhan tidak perlu menyamar, Dia juga tidak perlu bersiap-siap terlebih dahulu atau memikirkan matang-matang saat melakukan hal ini; ini adalah perwujudan alami-Nya. Engkau lihat, karena firman ini tidak mendalam atau misterius dan tidak terselami, orang sering tidak menganggapnya serius. Mereka tidak dapat memperlakukan firman Tuhan dengan sikap yang sungguh-sungguh, dan tidak dapat bersikap taat dan tunduk. Inilah kerusakan umat manusia yang rusak, dan inilah juga kebebalan umat manusia yang paling awal. Begitu manusia mendengar pernyataan yang berbeda dari apa yang Tuhan katakan, mereka menjadi waspada terhadap Tuhan, mulai meragukan dan menyangkal firman Tuhan, dan menjadi curiga terhadap tujuan di balik ucapan Tuhan. Dengan cara ini, manusia menjauhkan diri mereka dari Tuhan. Setelah manusia menerima godaan Iblis dan mulai memiliki kecurigaan serta keraguan terhadap Tuhan, mereka tidak dapat lagi mendengarkan firman Tuhan atau tunduk pada firman Tuhan, dan mereka makin menjauh dari Tuhan. Apa akibatnya jika orang meninggalkan terang wajah Tuhan, tidak mendengarkan firman Tuhan, dan tidak memercayai firman Tuhan? Mereka menjadi dirusak oleh Iblis, dan tetap rusak hingga hari ini.

Apa yang baru saja Kubicarakan adalah kisah ketika kata "menggoda" pertama kali muncul di dalam Alkitab. Dari kisah ini, orang seharusnya memiliki pemahaman dasar tentang cara Tuhan berbicara, watak Tuhan, dan sikap Tuhan terhadap umat manusia. Aspek Tuhan ini—bahwa esensi-Nya bebas dari godaan—juga dimiliki oleh Tuhan yang berinkarnasi; hal ini seharusnya sangat mudah untuk dikenali. Tidak banyak yang dicatat dalam Alkitab tentang apa yang Tuhan katakan atau lakukan, jadi sulit bagi orang untuk memiliki pengetahuan yang tepat tentang hal ini. Pada tahap pekerjaan di akhir zaman ini, Tuhan yang berinkarnasi telah mengucapkan banyak firman dan melakukan banyak hal. Selama bertahun-tahun Aku berfirman dan bersekutu dengan engkau semua, dan bahkan berinteraksi denganmu dalam kehidupan sehari-hari, perkataan dan perbuatan-Ku pada dasarnya mencerminkan sikap yang sama dengan yang Tuhan miliki terhadap manusia dalam kisah Alkitab yang baru saja disebutkan. Aku berusaha untuk berbicara dengan cara yang dapat engkau semua mengerti dan pahami, jadi terkadang Aku berbicara dengan sangat spesifik dan sangat terperinci, bahkan mengulangi berbagai hal berkali-kali, yang tak terelakkan, itu membuatnya menjadi sedikit bertele-tele. Hanya ada satu alasan untuk ini: Dengan cara apa pun Sang Pencipta—Tuhan—menampakkan diri dan bekerja, Dia selalu memiliki sikap yang melekat, sulit diubah, dan menjadi kebiasaan, serta sudut pandang yang menjadi kebiasaan dalam hal umat manusia. "Menjadi kebiasaan" dan "melekat" mungkin tidak terlalu tepat, tetapi bahasa manusia terlalu terbatas, jadi untuk sekarang Aku hanya bisa mengatakannya seperti ini. Jadi, apa yang dimaksud dengan sudut pandang ini? Maksudnya adalah bahwa, dari perspektif Tuhan, umat manusia akan selalu menjadi umat manusia yang bebal dan naif yang sama dengan yang pada mulanya diciptakan oleh tangan Tuhan, yaitu umat manusia yang secara lahiriah tampak dewasa tetapi esensi batinnya seperti anak berusia tiga tahun. Oleh karena itu, sikap Tuhan terhadap umat manusia selalu berbeda dari perspektif dan sikap orang dalam memandang umat manusia. Justru karena perbedaan ini, sering kali ketika Tuhan berbicara kepada umat manusia atau memberi instruksi kepada mereka, cara Tuhan berbicara atau titik awal-Nya dalam melakukan hal itu lebih didasarkan pada keinginan untuk menggunakan bahasa manusia agar orang dapat lebih mengerti apa yang Dia katakan. Tujuan Tuhan dalam cara-Nya memperlakukan orang dan dalam berbicara kepada mereka adalah membuat mereka mengerti dengan lebih jelas apa maksud-Nya, apa standar yang dituntut-Nya, apa prinsip-prinsip dalam segala sesuatu yang Dia tuntut untuk orang lakukan, dan sudut pandang apa yang seharusnya orang pegang terhadap semua orang, peristiwa, dan hal. Ketika Tuhan mengucapkan firman ini kepada umat manusia dari perspektif Sang Pencipta, Dia tidak sedang berpidato, Dia juga tidak sedang menyuarakan seruan untuk bersatu, dan tentu saja, Dia juga tidak sedang mengimbau mereka; sebaliknya, Dia sedang memberikan pembekalan kepada mereka. Apa arti memberikan pembekalan? Katakan kepada-Ku apa artinya menurutmu. (Itu berarti memenuhi apa yang orang butuhkan dan apa yang kurang pada mereka; inilah yang disebut memberikan pembekalan.) Memberikan pembekalan mencakup dukungan serta bantuan, dan terkadang nasihat, dorongan, penyemangat, dan sebagainya. Jadi, apa arti memberikan pembekalan? Artinya, berapa pun usia manusia, berapa pun banyaknya keterampilan bertahan hidup yang telah mereka kuasai atau setinggi apa pun tingkat pengetahuan mereka, dalam hal kebenaran, manusia selalu kosong. Pengenalan yang orang pahami tidak selaras dengan kebenaran. Ada begitu banyak kebenaran yang seharusnya orang pahami, dan pembekalan yang paling orang butuhkan adalah pembekalan kebenaran dan hidup. Oleh karena itu, hanya mempersekutukan kebenaranlah yang merupakan pembekalan terbaik bagi manusia. Artinya, sudut pandang, pemahaman, dan sikapmu dalam menghadapi semua orang, peristiwa, dan hal tidak ada hubungannya dengan kebenaran. Sebanyak apa pun pengetahuan yang kaumiliki, secanggih apa pun taktikmu dalam berinteraksi dengan orang lain, dan sebanyak apa pun pengalaman hidup yang kaumiliki, dalam hal kebenaran, engkau kosong; engkau tidak memiliki kebenaran. Sekalipun ada orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun dan memahami beberapa doktrin, mereka tidak benar-benar memahami kebenaran. Apa artinya tidak memahami kebenaran? Di satu sisi, dalam hal fakta-fakta objektif, itu berarti engkau tidak memahami prinsip-prinsip kebenaran, engkau tidak tahu bagaimana menerapkannya, dan engkau merasa bingung ketika menghadapi situasi khusus. Di sisi lain, ada juga alasan subjektif di baliknya, yaitu karena orang memiliki watak yang rusak. Watak yang rusak menghalangi dan membelenggumu sehingga engkau tidak dapat menerapkan kebenaran. Engkau bahkan tidak dapat menerapkan sedikit kebenaran yang kaupahami; bagimu, menerapkan kebenaran itu sulit, dan ada halangan untuk melakukannya. Oleh karena itu, di mata Tuhan, umat manusia akan selamanya merupakan bayi. Ada orang yang berkata, "Akankah manusia selamanya merupakan bayi di mata Tuhan? Apakah ini tergantung pada tahap yang sedang dijalani seseorang?" Tidak. Mengapa Kukatakan itu tidak tergantung pada tahap yang sedang dijalani seseorang? Berdasarkan esensi manusia, umat manusia selalu merupakan umat manusia, dan manusia akan selamanya merupakan bayi di hadapan Tuhan. Ada orang-orang yang berkata, "Kalau begitu, apakah Abraham dan Ayub adalah bayi?" Ya. Mengapa Abraham dan Ayub masih merupakan bayi meskipun mereka telah memberi kesaksian? Itu jika dibandingkan dengan esensi Tuhan dan kemahakuasaan Tuhan. Sebanyak apa pun kebenaran yang Tuhan sediakan yang orang pahami, dan sebanyak apa pun mereka mampu tunduk kepada Tuhan, pengenalan orang akan esensi watak Tuhan dan pemahaman mereka akan kebenaran, semua itu terbatas. Apa yang dimaksud dengan "terbatas"? Maksudnya, hal-hal ini terbatas pada lingkup kehidupan dan kelangsungan hidup mereka. Sekalipun engkau memahami berbagai aspek kebenaran dan disempurnakan oleh Tuhan, pada akhirnya, tetap Tuhanlah yang memberikan pembekalan kepadamu. Tuhan akan selamanya menjadi sumber kehidupan dan hidupmu, dan engkau akan selamanya menjadi penerima pembekalan dan penyiraman firman Tuhan serta hidup dari Tuhan. Dari sudut pandang ini, umat manusia akan selamanya merupakan bayi di mata Tuhan. Secara spesifik, entah engkau adalah bayi yang dibungkus kain lampin, bayi yang menyusu, atau berada dalam tahap lain, itu digolongkan menurut kebenaran yang kaupahami. Namun, apa pun tahapnya, karena manusia, makhluk hidup ciptaan ini, adalah makhluk ciptaan, mereka akan selamanya merupakan bayi di mata Sang Pencipta. Jadi, dipandang dari segi identitas dan esensi seorang bayi, tujuan utama dan natur Tuhan berbicara kepada umat manusia adalah pembekalan. Tentu saja, lingkup pembekalan yang Tuhan berikan itu luas: Ada yang berupa penyingkapan, ada yang berupa teguran, dan ada yang berupa pendisiplinan, sementara terkadang berupa penyingkapan, terkadang berupa pemangkasan, terkadang memberi tahu orang-orang secara langsung, terkadang memberi tahu mereka secara eksplisit, dan terkadang hanya memberikan contoh untuk memberi tahu orang tentang sebuah prinsip, agar mereka merenungkan dan mengalaminya sendiri. Dengan cara apa pun Dia berfirman, sejauh menyangkut natur Sang Pencipta dalam berfirman kepada manusia yang diciptakan-Nya, itu selalu merupakan bentuk pembekalan. Jadi, dalam hal Tuhan memberikan pembekalan kepada manusia, apakah engkau melihat bahwa itu bebas dari godaan? (Ya.) Bagi orang-orang, apa yang umat manusia dapatkan dari Tuhan selalu merupakan kebenaran, jalan, dan hidup; apa yang mereka peroleh adalah manfaat, dan apa yang mereka tuai adalah hidup. Sekalipun engkau disempurnakan pada akhirnya, engkau tetap harus menerima kedaulatan Tuhan dan tunduk pada pengaturan serta penataan Tuhan. Engkau tetap harus menerima pembekalan dari Tuhan, engkau tetap harus menerima pimpinan Tuhan, dan engkau tetaplah makhluk ciptaan; identitasmu tidak akan pernah berubah. Hanya saja, kehidupan dan tingkat pertumbuhan yang kaumiliki dalam identitas itu pada saat itu akan berbeda dari kehidupan dan tingkat pertumbuhan yang kaumiliki dalam identitasmu pada saat ini. Pada saat itu, identitasmu akan menjadi jauh lebih sah; engkau akan memiliki kehidupan yang merupakan milik umat manusia baru. Esensi kehidupan ini berasal dari firman Tuhan. Umat manusia baru ini mampu tunduk kepada Tuhan dan menyembah Tuhan; mereka tidak lagi menyembah Iblis, mereka telah menolak Iblis, mereka tidak lagi digoda oleh Iblis, dan mereka tidak mengenakan tanda binatang.

Dalam semua firman yang diucapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini, dari hari pertama engkau semua membacanya hingga sekarang—atau ketika engkau membacanya di masa depan—dalam setiap firman yang kaubaca dan dalam setiap firman yang kaudengar dan terima, setiap kali Tuhan berfirman, tidak ada satu kata pun yang mengandung unsur godaan. Bahkan ketika Aku mengajukan pertanyaan kepadamu, Aku melakukannya dengan lugas, menanyakan sudut pandangmu dan menanyakan bagaimana engkau semua memahami dan memandang sesuatu. Atau Aku mungkin mengajukan pertanyaan untuk direnungkan olehmu, dan jika Kulihat engkau semua tidak mampu memahaminya atau belum mendapatkan kejelasan setelah mendiskusikannya, Aku akan membicarakannya secara langsung. Setelah Aku selesai berbicara dan engkau semua mengerti dan mampu memahami persoalannya, Aku tidak akan membicarakannya lagi. Terkadang ketika Aku berbicara, Aku memberikan contoh. Ada orang-orang yang mendengarnya dan merasa, "Apakah Dia sedang mengajari balita?" Kukatakan bahwa sebagian besar orang yang percaya kepada Tuhan adalah orang dewasa berusia di atas dua puluh atau tiga puluh tahun; mereka memang bukan balita. Namun, apa yang dimakan dan diminum oleh orang yang percaya kepada Tuhan adalah firman Tuhan, jadi berapa pun usia seseorang, di hadapan firman Tuhan dan di hadapan Tuhan, mereka adalah balita, dan akan selamanya merupakan balita. Engkau lihat, orang-orang di rumah Tuhan berasal dari semua lapisan masyarakat: buruh, petani, teknisi, pejabat pemerintah, serta mahasiswa, dan bahkan mahasiswa pascasarjana, mahasiswa S3, profesor, dan sebagainya. Namun, di antara semua orang ini, berapa banyak yang mampu memahami kebenaran? Ketika Aku menyampaikan khotbah seperti ini, berapa banyak orang yang mampu memahaminya sepenuhnya? Jika Aku tidak berbicara secara terperinci dan spesifik, dapatkah orang memahami apa yang Aku katakan? Mereka hanya memahami sedikit makna harfiahnya, dan ketika tiba saatnya bagi mereka untuk menerapkan dan mengalaminya, mereka tidak memiliki jalan. Jadi, Aku harus berbicara secara terperinci dan spesifik, dan Aku juga harus memberikan contoh; tidak boleh mengabaikan salah satu dari cara berbicara ini. Jika orang berpikir ini berarti mengajari balita, mereka benar. Ketika Aku mengucapkan firman ini, Aku benar-benar sedang berbicara kepada balita. Kalau begitu, katakan kepada-Ku, bukankah engkau semua adalah balita di hadapan Tuhan? Berapa banyak di antaramu yang mampu mengerti dan memahami firman Tuhan? Jika engkau semua benar-benar memperlakukan dirimu sebagai balita, berarti engkau benar-benar bernalar. Engkau semua seharusnya memperlakukan dirimu sebagai balita ketika mendengarkan firman Tuhan; pola pikir ini benar. Engkau semua lihat, ketika Aku mengucapkan firman yang ditujukan untuk balita ini, apakah engkau semua merasa firman ini menarik dan mengaminkannya? Apakah cara bicara-Ku yang seperti ini mengatasi kesulitanmu? Apakah ini menyelesaikan masalahmu? Jika masalahmu benar-benar terselesaikan, maka firman ini adalah apa yang orang butuhkan, dan cara-Ku berbicara seperti ini memang sepenuhnya tepat. Manusia yang rusak benar-benar membutuhkan Aku untuk berbicara seperti ini: memberikan contoh, menggunakan kiasan, dan berbicara tanpa lelah serta berulang kali dari berbagai perspektif dan menggunakan berbagai metode. Terlebih lagi, Aku menggunakan kata-kata yang mirip dengan apa yang mungkin kaugunakan kepada seorang anak; ini adalah kata-kata yang paling sederhana dan paling lugas. Hanya dengan berbicara seperti inilah orang dapat memahaminya. Namun, dengan cara apa pun Aku berbicara, di antara semua firman ini, tidak ada satu pun yang merupakan kebohongan atau dimaksudkan untuk menyesatkanmu. Semuanya memberi tahu engkau semua untuk memercayai segala sesuatu yang Tuhan katakan; engkau semua sama sekali tidak boleh meragukan firman Tuhan. Siapa pun yang meragukan firman Tuhan akan termakan tipu muslihat Iblis dan mendapati diri mereka terperangkap dalam jeratnya. Sebagai contoh, Tuhan berfirman, "Tetapi dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, engkau tidak boleh memakannya, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti mati" (Kejadian 2:17). Lalu, bagaimana Iblis menyesatkan manusia? Iblis berkata, "Engkau belum tentu mati" (Kejadian 3:4). Ini menyesatkan orang. Dalam apa yang telah Kukatakan, adakah perkataan yang mirip dengan perkataan Iblis, atau yang telah mengakibatkan orang disesatkan seperti mereka disesatkan oleh Iblis? Pernahkah Aku mengatakan satu hal pun yang memiliki natur seperti ini? (Tidak.) Di satu sisi, firman yang telah Kuucapkan membantu engkau semua untuk mengenali watak rusak Iblis dan berbagai pemikiran serta pandangan keliru yang ditanamkannya ke dalam diri manusia, memungkinkanmu untuk mengenali dan menelaahnya lalu membuangnya. Di sisi lain, firman tersebut memberitahumu bagaimana cara mengikuti jalan Tuhan, seperti apa jalan Tuhan, apa prinsip-prinsip yang Tuhan tuntut terhadap manusia, dan prinsip-prinsip apa yang harus orang patuhi dalam berbagai hal. Segala sesuatu yang telah Kukatakan adalah untuk membantumu menjauh dari Iblis dan tren-tren jahat, menolak Iblis, memisahkan dirimu dari tren-tren jahat, datang ke hadapan Tuhan, mencari maksud Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran dalam berbagai orang, peristiwa, dan hal, masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan, serta tunduk pada firman Tuhan. Segala sesuatu yang telah Kukatakan adalah untuk membantumu membuang watak rusakmu kemudian menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan dan menyembah Tuhan. Aku tidak pernah mengatakan apa pun yang menyuruhmu untuk mengikuti tren-tren duniawi atau menganut berbagai pemikiran dan pandangan dunia. Aku tidak pernah mengatakan satu hal pun untuk membuatmu berpaling dari jalan yang benar atau berpaling dari Tuhan, dan Aku juga tidak pernah menyuruhmu untuk menghakimi Tuhan atau merasa tidak puas terhadap Tuhan. Tentu saja, firman-Ku terlebih lagi tidak pernah secara keliru merepresentasikan Tuhan dari perspektif Tuhan yang berinkarnasi, atau menyebarkan informasi yang salah untuk membuatmu salah paham terhadap Tuhan atau bersikap waspada terhadap-Nya. Sebaliknya, Aku melakukan yang terbaik untuk membereskan pemikiran dan pandanganmu yang salah tentang Tuhan serta berbagai gagasan dan imajinasimu tentang Tuhan, membawamu ke hadapan-Nya—bahkan mendorongmu kepada-Nya—membantumu menjauh dari tren-tren jahat dan melepaskan berbagai pemikiran serta pandangan yang keliru. Engkau lihat, semua firman yang menelaah berbagai pemikiran dan pandangan yang keliru ini—termasuk persekutuan-Ku tentang pernikahan, keluarga, pekerjaan, politik, aspirasi, prospek masa depan, uang, status, ketenaran dan keuntungan, hubungan antara pria dan wanita, serta jalan yang ditempuh oleh berbagai orang di dunia ini, bagaimana orang seharusnya membedakan berbagai emosi, bagaimana memperlakukan perasaan, dan sebagainya—semuanya membekalimu dengan pemikiran dan pandangan yang benar dan positif, serta dengan kebenaran. Semua firman ini adalah kebenaran. Hanya dengan menerima kebenaran, barulah manusia dapat menggunakan berbagai perspektif untuk mengenali berbagai pemikiran dan pandangan yang keliru, mengenali kegelapan dan kejahatan dunia ini, menjadi mampu untuk melihat dunia ini dengan jelas, dan menolak Iblis; hanya dengan menerima kebenaran, barulah manusia dapat memiliki pemikiran dan pandangan yang benar yang selaras dengan kebenaran sebagaimana yang Tuhan tuntut darinya, menempuh jalan yang terang dan benar, serta datang ke hadapan Tuhan untuk tunduk kepada-Nya dan menyembah-Nya. Selain itu, jika ada maksud di balik Aku mengucapkan firman ini, hanya ada satu maksud, yaitu melakukan segala hal yang mungkin untuk membantumu memahami kebenaran, menjadi mampu untuk melepaskan prospek dan kepentingan dagingmu, serta berbagai hal lain yang berasal dari daging, dan kemudian mengejar kebenaran. Hal itu juga untuk menggunakan segala macam metode berbeda guna memberi tahu orang tentang berbagai topik yang berkaitan dengan kebenaran, agar engkau semua menjadi tertarik pada kebenaran. Secara khusus, Aku menggunakan beberapa metode yang relatif humoris dan jenaka untuk membuatmu tertarik dan bersedia untuk mendengarkan, agar engkau semua dapat menerimanya, dan kemudian memahami kebenaran yang diucapkan di dalamnya. Aku mungkin menggunakan cerita yang humoris atau menarik untuk mencuri perhatianmu dan membuatmu bersedia mendengarkan. Dengan cara ini, setelah engkau mendengarkannya, selain mengingat cerita tersebut, engkau juga akan dapat mengingatnya kembali ketika menghadapi hal serupa dalam kehidupan nyata, dan akan dapat mencari kebenaran yang berkaitan dengan persoalan ini. Selagi mencari, engkau akan mendapatkan pencerahan Roh Kudus, dan mengetahui apa prinsip-prinsip kebenaran di dalamnya, apa maksud Tuhan, dan kebenaran apa yang seharusnya orang terapkan. Artinya, Aku berusaha agar engkau tidak lagi kehilangan arah, tanganmu tidak lagi terikat, dan engkau tidak lagi bingung atau menderita ketika menghadapi berbagai hal, melainkan memiliki jalan yang layak, dan, yang lebih penting, agar engkau tidak lagi dikendalikan oleh pemikiran dan watak rusak Iblis seperti sebelumnya, tidak lagi menjadikan watak rusak Iblis sebagai hidupmu, dan tidak lagi menggunakan pemikiran serta pandangan yang Iblis tanamkan dalam dirimu untuk menangani berbagai hal, tetapi menggantinya dengan firman Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran. Engkau lihat, metode apa pun yang Kugunakan dalam segala sesuatu yang Kukatakan, entah itu metode yang dapat membuatmu tertarik atau metode yang mampu mencuri perhatianmu, Aku berusaha untuk membantumu memahami kebenaran. Itulah tujuan akhir-Ku. Sekalipun Aku terkadang mengatakan lelucon atau menceritakan anekdot, itu untuk membantu menenangkan hatimu dan membantumu agar bisa duduk tenang; dengan cara ini, engkau semua akan ingin mendengarkan kebenaran, dan akan memiliki kesempatan untuk menerima kebenaran. Dalam hal tujuan, hanya inilah tujuan satu-satunya. Terutama, dengan orang-orang muda yang belum lama percaya kepada Tuhan dan yang pengalamannya dangkal—kelompok orang yang masih penuh dengan harapan dan keingintahuan tentang dunia ini—untuk membantu orang percaya baru ini meletakkan fondasi di jalan yang benar, Aku telah mengucapkan banyak firman dan melakukan banyak pekerjaan. Dengan para pengikut dari semua kelompok umur, para pengikut dalam segala macam situasi, dan para pengikut dari semua ras, satu-satunya tujuan dan maksud di balik ucapan-Ku adalah untuk membantu mereka memperoleh kebenaran saat mengikuti Tuhan, memahami prinsip-prinsip kebenaran dan maksud Tuhan, menjadi mampu untuk mengikuti Tuhan dan menempuh jalan yang benar, tidak lagi mengikuti tren-tren duniawi, tidak lagi dikendalikan oleh watak rusak Iblis, dan tidak lagi terus menerima perusakan Iblis, tetapi sebaliknya, menyembah Tuhan yang benar, menyembah Sang Pencipta, dan kembali ke posisi awal mereka sebagai makhluk ciptaan untuk menyembah Sang Pencipta. Inilah satu-satunya tujuan yang Kumiliki. Mengenai tujuan satu-satunya ini, sekalipun Aku terkadang menggunakan metode khusus dan membahas topik khusus saat berbicara, dan sekalipun Aku mengucapkan beberapa firman yang agak mendalam dan tidak terlalu mudah dipahami, seperti apa pun situasinya, tujuan-Ku tidak pernah untuk menggoda. Aku hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk memberikan pembekalan dan bimbingan kepada engkau semua, dan pembekalan serta bimbingan ini adalah semacam instruksi yang sabar. Dengan menggunakan analogi yang tidak sempurna, memberikan pembekalan dan bimbingan kepada engkau semua bagaikan merawat bunga di rumah kaca. Aku tidak akan berani lalai sedikit pun. Tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin. Saat cuaca bagus, Aku harus membiarkan bunga-bunga itu mendapatkan sinar matahari, dan Aku harus mengawasi suhunya setiap saat. Jika terlalu panas, bunga-bunga itu akan mengering dan mati; jika suhu tiba-tiba turun dan terlalu dingin, bunga-bunga kecil itu akan mati kedinginan. Seperti inilah rapuhnya tingkat pertumbuhanmu sendiri. Apa arti rapuh? Itu berarti engkau terlalu tidak dewasa dan tidak memiliki tingkat pertumbuhan. Apa perwujudan nyata tidak memiliki tingkat pertumbuhan? Yaitu bahwa sebagian besar orang hampir tidak memiliki jalan masuk kehidupan ketika mereka menghadapi berbagai hal dalam kehidupan nyata. Bagaimana mungkin orang memiliki tingkat pertumbuhan tanpa jalan masuk kehidupan apa pun? Tingkat pertumbuhan diakumulasikan dan dikumpulkan seiring berjalannya waktu atas dasar membangun jalan masuk kehidupan secara bertahap. Oleh karena itu, ketika berbicara kepada engkau semua, Aku harus tanpa lelah memberimu pembekalan dan bimbingan tentang berbagai topik dari berbagai sudut, dari berbagai posisi, menggunakan berbagai metode dan contoh. Ini disebut memberi instruksi dengan sabar. Instruksi ini bukanlah godaan. Ini adalah memberikan bimbingan dan pembekalan; ini adalah semacam tuntunan. Tuntunan semacam ini tidak mengandung efek negatif, juga tidak didorong oleh maksud tak pantas apa pun. Periksalah firman yang Kuucapkan: Entah itu dalam hal maksud, atau dalam hal cara-Ku berbicara, topik yang Kubahas, atau bentuk ucapan-Ku—dan entah engkau semua sedang mendengarkan rekaman audio khotbah atau membaca teks—apakah Aku menggunakan salah satu metode yang Iblis gunakan untuk menggoda orang? (Tidak.) Perhatikan baik-baik segala sesuatu yang telah Kukatakan. Dalam setiap bagian, seberapa pun panjangnya, hal yang dipersekutukan adalah suatu aspek kebenaran; semuanya berkaitan dengan kebenaran. Karena semuanya berkaitan dengan kebenaran, semua itu adalah pembekalan bagimu, itulah yang engkau semua butuhkan, itu berkaitan dengan kehidupan yang hendak engkau semua dapatkan, dan itu berkaitan dengan masa depan serta tempat tujuanmu. Oleh karena itu, di pihak-Ku, Aku tentu saja tidak sedikit pun ceroboh. Jika engkau sendiri tidak pernah menganggap serius firman Tuhan, maka hanya dapat dikatakan bahwa engkau semua bodoh. Mengapa Kukatakan engkau semua bodoh? Karena tingkat pertumbuhanmu begitu tidak dewasa sehingga kebenaran terlalu sulit untuk kaupahami, dan pemahamanmu memiliki penyimpangan serta sangat mirip dengan pemahaman seorang anak. Jadi, sama sekali tidak berlebihan jika engkau semua diperlakukan seperti anak berusia tiga tahun. Itu bukan berarti tidak menghormatimu atau memandang rendah dirimu; sebaliknya, itu karena tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya terlalu kecil, dan engkau semua tidak memiliki kemampuan membedakan sama sekali. Apakah firman ini akurat? (Ya.)

Apakah engkau semua memahami sedikit lebih banyak tentang topik yang baru saja kita persekutukan, yaitu tentang bagaimana Tuhan yang berinkarnasi tidak menggoda orang? (Ya.) Hal-hal yang Kupersekutukan pada dasarnya dibahas berdasarkan bagaimana Tuhan yang berinkarnasi berbicara dan bekerja. Artinya, dibahas berdasarkan fakta-fakta mengenai bagaimana Tuhan berbicara dan bekerja, serta berdasarkan maksud Tuhan yang penuh kesungguhan. Hal ini memungkinkan orang untuk melihat bahwa di dalam ucapan Tuhan, pekerjaan Tuhan, dan esensi Tuhan, tidak ada unsur menggoda orang yang ditemukan dalam diri manusia yang rusak atau dalam diri Iblis dan setan-setan, juga tidak terdapat maksud semacam itu. Lalu, seberapa banyak yang engkau semua ketahui tentang Tuhan yang berinkarnasi, manusia dengan penampilan yang biasa ini? Fakta-fakta apa sajakah yang dapat membuktikan bahwa kemanusiaan dan esensi ilahi Tuhan yang berinkarnasi adalah satu, bahwa keduanya tidak bertentangan atau berbenturan satu sama lain, bahwa keduanya selaras, dan bahwa Tuhan yang berinkarnasi juga tidak memperlihatkan perwujudan menggoda orang seperti yang ditemukan dalam diri Iblis atau umat manusia yang rusak? Seberapa banyak yang engkau semua ketahui tentang aspek ini? Atau, perwujudan dan penyingkapan apa dari Tuhan yang berinkarnasi yang telah memungkinkanmu untuk mengenali hal ini? Ini mungkin adalah sesuatu yang belum dipahami oleh sebagian besar orang, bukan? Karena itu, Aku harus menyampaikan hal ini kepadamu secara terperinci; selalu menyampaikan hal-hal dengan cara seperti ini merepotkan bagi-Ku. Sebenarnya, dalam berinteraksi dan bergaul dengan engkau semua, baik secara daring maupun dalam kehidupan nyata, jika engkau semua memperhatikan dan menghayati dengan saksama perwujudan dan penyingkapan Tuhan yang berinkarnasi dalam hal ini, engkau dapat menemukannya. Namun, engkau semua tidak jeli, dan terlebih lagi, engkau semua merasa bahwa ini bukanlah hal yang penting. Tak seorang pun darimu mengindahkan hal ini, jadi engkau tidak dapat menemukannya. Entah engkau semua mengindahkannya atau tidak, karena aspek ini menyangkut kebenaran tentang mengenal Tuhan, kita harus mempersekutukannya. Ketika bersekutu tentang aspek tidak menggoda, melihatnya dari cara Tuhan yang berinkarnasi berinteraksi dengan orang-orang, hal pertama yang seharusnya kaupahami adalah bahwa Aku tidak berusaha mengorek informasi darimu saat Aku berbicara atau menangani berbagai hal denganmu. Mengobrol berarti sekadar mengobrol; Aku langsung membahas pokok persoalan, Aku berbicara blak-blakan, dan Aku mengatakan apa pun yang Kupikirkan di dalam benak-Ku. Sekalipun terkadang, karena mempertimbangkan kelemahanmu atau demi menjaga egomu karena tingkat pertumbuhanmu yang tidak dewasa, Aku menerapkan beberapa metode yang bijaksana untuk berbicara kepadamu, Aku tetap tidak berusaha mengorek informasi darimu, dan Aku juga tidak menggodamu agar mengatakan sesuatu. Jika engkau bersedia berbicara, bicaralah; jika engkau tidak bersedia membicarakan sesuatu, Aku tidak akan berusaha menanyakannya kepadamu. Aku tidak akan berusaha mengorek informasi darimu. Jika Aku ingin memahami apa yang terjadi dengan orang-orang tertentu, Aku akan menanyakannya secara langsung: "Bagaimana pemimpin gereja kalian? Sudah berapa tahun saudari yang bekerja sama denganmu percaya kepada Tuhan? Apakah dia memiliki landasan dalam kepercayaannya kepada Tuhan? Apakah menurutmu dia orang yang mengejar kebenaran? Pernahkah engkau semua menghadapi masalah saat bekerja sama?" Dengarkan pertanyaan-pertanyaan ini; apakah semua itu bersifat mengorek informasi dari orang-orang? (Tidak.) Jika engkau tidak ingin mengatakan sesuatu, Aku tidak akan memaksamu. Aku tidak akan menggunakan taktik atau siasat apa pun untuk menggodamu, Aku juga tidak akan melakukan segala cara untuk mengorek isi hatimu. Aku tidak memiliki kecenderungan semacam itu, Aku tidak tertarik untuk bertindak seperti ini, dan Aku tidak akan pernah melakukannya. Jika engkau bersedia berbicara tanpa menyembunyikan apa pun, engkau dapat mengatakannya sesukamu, entah yang kaukatakan itu relatif objektif atau mengandung prasangka pribadi. Setelah mendengarkanmu, Aku akan membuat analisis yang spesifik. Namun dari perspektif-Ku, Aku berbicara kepadamu dengan sangat lugas. Makna harfiah dari apa pun yang Kukatakan tepat seperti apa yang berusaha Kusampaikan. Jika Aku ingin mengetahui sesuatu, Aku menanyakannya secara langsung. Jika engkau selalu berbelit-belit dan tidak berbicara secara langsung, mencoba bermain kata-kata atau bersiasat terhadap-Ku, Aku sama sekali tidak akan meladenimu. Aku tidak suka bermain kata-kata, dan Aku juga tidak menggunakan tipu muslihat; Aku tidak akan pernah mencoba segala cara untuk memancing informasi. Misalkan Aku ingin mengetahui situasi seseorang, seperti sudah berapa tahun dia percaya kepada Tuhan, apakah dia benar-benar percaya kepada Tuhan, seperti apa pemahamannya akan kebenaran, apakah dia melaksanakan tugasnya secara penuh waktu, atau apakah layak untuk mencoba membinanya. Jika Aku perlu mengetahui hal-hal ini demi pekerjaan, Aku akan menanyakannya secara langsung. Namun, mengenai hal-hal spesifik tentang urusan pribadinya atau apa yang dia lakukan di balik layar dalam kehidupan pribadinya, Aku tidak menanyakan hal-hal semacam itu. Yang ingin Kuketahui adalah pengejaranmu, sikapmu terhadap kebenaran dan tugasmu, dan, seandainya engkau dipilih sebagai pemimpin, seperti apa tekad, beban, dan kemanusiaanmu, serta seberapa besar imanmu. Inilah hal-hal yang ingin Kuketahui. Adapun mengenai urusan pribadimu, seperti berapa banyak uang yang kauhasilkan sebulan, hal-hal kotor apa yang telah kaulakukan, dengan lawan jenis mana engkau telah bermain-main, atau siapa yang telah kautipu atau kaucurangi, Aku benar-benar tidak ingin mengetahui hal-hal ini, dan Aku tidak pernah menanyakannya. Ada orang-orang yang memberitahu-Ku bahwa mereka pernah melakukan pelanggaran yang melibatkan lawan jenis. Kukatakan, "Jangan beri tahu Aku tentang hal-hal semacam itu. Pergilah berdoa kepada Tuhan secara pribadi. Jika Tuhan mengampunimu, hatimu akan tergerak. Jika Tuhan tidak mengampunimu, teruslah berdoa. Jangan beri tahu Aku; Aku tidak ingin mendengar hal-hal ini." Saat bertemu dengan engkau semua, Aku terutama membicarakan hal-hal tentang percaya kepada Tuhan, pekerjaan gereja, jalan masuk kehidupan, atau persoalan mengenai keadaan pribadimu yang kautanyakan. Sebagian besar adalah hal-hal ini, dan sesekali Aku juga berbicara sedikit tentang berbagai persoalan di seluruh dunia. Topik apa pun yang kita diskusikan, Aku sekadar mengungkapkan pandangan dan pendapat pribadi-Ku tentang topik yang sedang dibahas; engkau bebas memikirkan dan mengatakan apa pun yang kauinginkan. Engkau dapat mengatakan apa pun yang ingin kaukatakan, dan engkau dapat mengatakan sebanyak yang ingin kaukatakan. Jika engkau merasa tidak perlu bersikap waspada terhadap-Ku, engkau dapat mengatakan apa pun yang ingin kaukatakan. Jika engkau bersikap waspada dan curiga terhadap-Ku di dalam hatimu, takut Aku akan mengetahui masa lalumu atau menyingkapkan rahasiamu, dan engkau tidak ingin mengatakan terlalu banyak, Aku tidak akan memaksamu; Aku memberimu kebebasan. Inilah prinsip-Ku dalam berinteraksi dengan orang-orang. Aku tidak akan pernah mencoba segala cara untuk mencari seseorang guna mencari tahu tentangmu secara diam-diam hanya karena engkau menutup diri. Aku juga tidak akan menggunakan berbagai metode di hadapanmu untuk mengorek informasi darimu, membuatmu mengatakannya sendiri. Aku tidak melakukan hal-hal semacam itu. Aku tidak pernah meminta siapa pun untuk secara proaktif membeberkan berbagai hal kepada-Ku. Engkau tidak perlu membeberkan apa pun kepada-Ku; Aku tidak memiliki tuntutan semacam itu terhadapmu. Sekalipun engkau membeberkan berbagai hal kepada-Ku, tanpa melewatkan rincian apa pun, tetap ada satu hal yang tidak dapat kauhindari: Engkau harus mengejar kebenaran. Bukan berarti dengan berterus terang kepada-Ku, engkau menjadi orang jujur, tidak perlu lagi mengejar kebenaran, dan dapat terhindar dari hajaran serta penghakiman. Sebaliknya, apa pun yang kaulakukan, Aku akan memperlakukanmu sebagaimana engkau seharusnya diperlakukan, dengan cara-Ku sendiri. Namun, jika kita bercakap-cakap atau bertukar pikiran, dan engkau ingin menyembunyikan sesuatu dari-Ku, bersiasat terhadap-Ku, bermain kata-kata, atau bermain kucing-kucingan dengan-Ku, Aku sama sekali tidak akan menggunakan metode atau cara apa pun untuk mengorek informasi darimu, untuk memancingmu agar mengatakan sesuatu, atau untuk membuatmu membeberkan apa pun. Apakah engkau mengerti? (Ya.)

Mengenai aspek Tuhan ini, yakni tidak mengorek informasi dari orang-orang, ada sesuatu yang harus engkau semua pahami dengan jelas. Pemahaman Tuhan tentang umat manusia tidak didasarkan pada perwujudan spesifik tertentu, apa yang mereka hidupi, atau cara hidup mereka dalam kehidupan nyata, juga tidak didasarkan pada hal-hal tertentu yang telah orang lakukan. Jadi, berdasarkan apakah pemahaman Tuhan tentang umat manusia, dan sikap yang Dia ambil terhadap mereka setelah memahami mereka? Semua itu didasarkan pada pemahaman Tuhan tentang esensi natur Iblis. Oleh karena itu, pemahaman Tuhan tentang umat manusia adalah bahwa Dia memahami mereka memiliki watak yang rusak, Dia memahami esensi rusak mereka, dan Dia memahami bagaimana mereka dirusak dan dikelabui oleh Iblis, serta pemikiran dan pandangan keliru apa yang Iblis tanamkan ke dalam diri mereka, dan pemahaman ini sudah cukup. Ini cukup untuk menghakimi dan menghajarmu, dan merupakan landasan yang memadai untuk membekalimu dengan kebenaran dan hidup guna menyelamatkanmu. Oleh karena itu, jangan mengira bahwa ketika engkau berinteraksi atau bercakap-cakap dengan-Ku, engkau harus membeberkan berbagai hal kepada-Ku. Ada orang yang berkata, "Bukankah Engkau mengatakan bahwa dalam berinteraksi dengan-Mu, kami harus terlebih dahulu bersikap terbuka dan jujur?" Terbuka dan jujur adalah sikap; itu tidak sama dengan membeberkan hal-hal. Itu tidak berarti bahwa, karena engkau adalah manusia yang rusak dan orang berdosa, engkau harus membeberkan segala sesuatu kepada-Ku dan menerangkan segala sesuatu dengan jelas kepada-Ku. Ini tidak perlu; Aku tidak memiliki kebutuhan semacam itu, dan sikap-Ku terhadapmu tidaklah seperti ini. Jika menurutmu bersikap terbuka dan jujur kepada-Ku berarti engkau harus membeberkan segala sesuatu kepada-Ku, ini salah; ini adalah kesalahpahaman di pihakmu. Apakah engkau mengerti? (Ya.) Oleh karena itu, sekalipun ada banyak hal dan banyak kata yang sulit diucapkan di hadapan-Ku atau yang tidak bersedia kauucapkan, ini tidak berarti engkau tidak bersikap terbuka dan jujur; itu hanya bergantung pada seperti apa pola pikirmu. Jika ada hal-hal yang terasa tidak nyaman untuk kaukatakan, atau engkau tidak bersedia mengatakannya ketika ada banyak orang di sekitarmu, engkau tidak harus melakukannya. Engkau sama sekali tidak boleh berasumsi bahwa Aku benar-benar ingin mengetahui latar belakangmu atau benar-benar ingin mengetahui rahasiamu. Engkau sama sekali tidak boleh salah paham; Aku sama sekali tidak ingin mengetahui hal-hal ini. Aku tidak ingin mengetahui seperti apa engkau di masa lalu. Aku juga tidak ingin mengetahui seperti apa engkau di masa depan; yang menjadi perhatian-Ku hanyalah seperti apa engkau sekarang. Apakah engkau sekarang adalah orang yang mengejar kebenaran, seberapa banyak kebenaran yang kaupahami sekarang ini, apakah engkau memiliki jalan masuk kehidupan setiap hari, apakah engkau telah masuk ke dalam kebenaran yang perlu dimasuki dalam kehidupan nyata—seperti menjadi orang jujur, melaksanakan tugasmu dengan penuh pengabdian, tunduk kepada Tuhan, dan mencari prinsip-prinsip kebenaran dalam segala hal—hanya hal-hal inilah yang menjadi perhatian-Ku. Oleh karena itu, engkau semua sama sekali tidak boleh memiliki keraguan apa pun tentang-Ku di dalam hatimu, engkau juga tidak perlu khawatir, dengan berkata, "Untuk menjadi orang jujur, haruskah aku menerangkan segala sesuatu dengan jelas kepada-Mu dan memberitahu-Mu segala sesuatu? Jika aku tidak mengatakan sesuatu, apakah Engkau akan mencoba segala upaya untuk mengorek informasi dariku dan menggodaku agar berbicara?" Jawaban-Ku terhadap hal itu adalah tidak. Ketika kita mengobrol, bercakap-cakap, menangani berbagai hal, dan berinteraksi, cukuplah bagi kita untuk memperlakukan satu sama lain dengan sikap dan pola pikir yang terbuka dan jujur, tidak berusaha mengorek apa pun dari siapa pun. Mengorek informasi dari orang-orang adalah tipu muslihat umum yang digunakan dalam interaksi di antara manusia yang rusak, dan merupakan cara menangani berbagai hal yang biasa mereka gunakan. Ada orang-orang yang sangat berminat pada urusan pribadi orang lain atau hal-hal yang dilakukan orang lain di balik layar, terutama dalam hal bagaimana orang lain memandang dan menilai mereka, apakah orang lain menganggap mereka agung atau remeh, mulia atau hina, dan sebagainya. Oleh karena itu, mereka sering menggunakan metode mengorek informasi dari orang lain untuk mengetahui hal-hal ini. Sesungguhnya, Aku sama sekali tidak berminat mengetahui hal-hal ini. Jangan menganggap-Ku seperti orang biasa mana pun yang berinteraksi denganmu. Aku tidak pernah peduli apakah Aku memiliki status di dalam hatimu; entah engkau semua memandang-Ku mulia atau hina, agung atau remeh, Aku tidak peduli akan hal-hal ini. Oleh karena itu, saat engkau semua bercakap-cakap dan berinteraksi dengan-Ku, jangan memiliki perasaan waswas seperti ini. Ketika manusia yang rusak berinteraksi dengan siapa pun, mereka selalu bertanya-tanya, "Status apa yang sebenarnya kumiliki di hati orang lain? Apakah kesan mereka terhadapku sebenarnya baik atau buruk?" Ada orang-orang yang juga selalu merenung, "Manfaat apa yang bisa kudapatkan dari berinteraksi dengan mereka? Keuntungan apa yang bisa kuperoleh? Posisi apa yang bisa kutempati dalam kelompok ini? Apakah orang lain akan sangat menghargaiku?" Manusia selalu memikirkan hal-hal ini dan memedulikannya. Aku tidak pernah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini, dan Aku tidak berusaha mencari tahu tentang urusan orang lain. Manusia selalu suka mencari tahu tentang hal-hal ini. Ini adalah perwujudan alami dari watak rusak Iblis, dan ini juga merupakan ciri umum dari manusia yang rusak. Di satu sisi, orang sangat suka mencari tahu urusan pribadi orang lain dan sangat tertarik akan hal-hal tersebut; di sisi lain, mereka sangat ingin mengetahui posisi dan nilai mereka di hati orang lain. Terutama, beberapa pemimpin dan pekerja, atau orang-orang yang memiliki beberapa karunia dan bakat serta sedikit prestise di gereja, sangat memperhatikan status mereka di hati orang lain dan kedudukan mereka di dalam kelompok; sebagian besar orang sangat memedulikan hal ini. Terkadang mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu kepada orang lain. Niat dan tujuan mereka bukanlah untuk menyelesaikan masalah, melainkan untuk mencari tahu apakah orang lain sangat menghargai dan memuja mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat memedulikan posisi apa yang mereka tempati di hati orang lain. Apa gunanya mengetahui hal-hal ini? Memangnya kenapa jika orang lain sangat menghargaimu? Dapatkah itu menggantikan pengejaranmu akan kebenaran? Jika orang lain memandang rendah dirimu, apakah engkau akan menjadi negatif dan berhenti percaya kepada Tuhan? Apa efek yang dapat ditimbulkan jika orang lain sangat menghargaimu? Dapatkah itu memacu atau mendorongmu? Itu sama sekali tidak ada efeknya. Ada juga orang-orang jahat yang selalu menggali informasi tentang orang lain, mencari tahu apa yang orang lain katakan tentang mereka di belakang mereka dan pandangan apa yang orang lain miliki tentang mereka, untuk mencari tahu siapa yang paling melawan mereka dan merupakan musuh mereka, dan mereka bahkan menggunakan berbagai metode untuk mengorek hal yang sebenarnya dari orang lain. Ada orang-orang yang tidak tahan terhadap godaan mereka dan pada akhirnya membeberkan hal yang sebenarnya, yang mengakibatkan mereka jatuh ke dalam siasat orang-orang jahat tersebut. Orang-orang jahat itu kemudian melakukan segala cara untuk menyerang dan membalas dendam terhadap mereka, menindas dan mengucilkan mereka dalam segala macam skenario, menekan mereka sedemikian rupa sehingga mereka menjadi sesak, membuat mereka sangat menderita sampai-sampai berharap mereka mati, seolah-olah bencana dahsyat telah menimpa mereka. Bahkan ketika mereka berdoa kepada Tuhan, mereka tidak dapat merasakan bimbingan Tuhan; mereka tidak memiliki siapa pun untuk membantu mereka dan disudutkan hingga tidak berdaya oleh orang-orang jahat tersebut. Pada akhirnya, mereka kehilangan iman mereka. Mereka berpikir bahkan sebagai orang yang percaya kepada Tuhan pun, mereka masih bisa bertemu dengan orang jahat serta dianiaya dan disiksa oleh orang-orang itu. Mereka merasa bahwa percaya kepada Tuhan terlalu sulit, dan mereka tidak mau lagi percaya. Orang-orang jahat ini tidak mudah untuk disingkirkan. Menyinggung orang jahat bagaikan disengat kalajengking; engkau tidak bisa menyingkirkan ataupun melepaskan diri darinya, dan engkau sendiri tidak memiliki iman untuk melawannya, sehingga pada akhirnya engkau disiksa olehnya. Umat manusia yang rusak ini—baik setan-setan yang berasal dari Iblis maupun manusia dengan watak yang rusak—memiliki kecenderungan dan esensi ini. Karena manusia memiliki watak yang rusak, setiap orang memiliki masalah ini dalam tingkat yang berbeda-beda. Mereka semua berusaha mengorek informasi dari orang lain demi reputasi, status, dan kepentingan mereka sendiri, dan bahkan dapat menjebak orang untuk menyiksa orang-orang itu. Engkau lihat, pada masa-masa awal berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, ketika Partai Komunis ingin menyiksa kelompok sayap kanan, mereka memberi tahu orang-orang, "Pembangunan nasional membutuhkan orang-orang yang berbakat. Jika engkau semua memiliki pendapat tentang Partai atau ide cemerlang apa pun tentang pembangunan nasional, engkau seharusnya angkat bicara. Orang yang berbicara tidak akan disalahkan; sebaliknya, perkataannya akan diindahkan sebagai peringatan. Engkau semua harus memberikan saran!" Akibatnya, ada orang-orang yang mendengar hal ini dan berkata, "Oh, negara ini hancur dan menunggu untuk dibangun kembali; negara membutuhkan orang-orang yang berbakat seperti kita. Karena negara sangat menghargai orang-orang yang berbakat, kita harus mengatakan yang sebenarnya." Semua cendekiawan dan tokoh berpangkat tinggi itu mengatakan yang sebenarnya, berpikir tidak akan terjadi hal buruk. Engkau lihat, Iblis menggunakan kata-kata yang terdengar manis untuk menggoda orang agar mengatakan yang sebenarnya. Ketika orang-orang sudah tidak waspada sama sekali, mereka mencurahkan segala sesuatu di dalam hati mereka, dan akibatnya, mereka langsung jatuh ke dalam siasat Iblis. Iblis berkata, "Bagus! Sekarang aku telah menjebak kalian, dan aku punya bukti untuk menghukum kalian!" Seketika itu juga, Partai Komunis meluncurkan Kampanye Anti-Sayap Kanan dan melabeli semua orang yang mengatakan yang sebenarnya sebagai kelompok sayap kanan, dan para cendekiawan serta tokoh berpangkat tinggi itu pun disiksa. Kemudian, Revolusi Kebudayaan dimulai. Semua tokoh terkenal dan orang-orang yang cakap dijebloskan ke dalam "kandang sapi" dan dipaksa memakai plakat yang melabeli mereka sebagai "pengikut jalan kapitalis" dan "kontrarevolusioner". Akibatnya, banyak orang disiksa dengan menyedihkan. Engkau lihat, Iblis tidak memahami esensi manusia. Iblis sendiri tidak menempuh jalan yang benar, dan ia tidak mengetahui apa yang orang pikirkan di dalam hati mereka. Iblis hanya menggoda orang agar mengatakan yang sebenarnya lalu menjebak dan mengutuk mereka, menyiksa mereka dengan kejam sampai mati. Tuhan menciptakan umat manusia. Umat manusia telah mengalami kerusakan oleh Iblis, menjadi makin dalam dirusak di setiap langkahnya. Tuhan telah melihat semua ini di bawah pengawasan-Nya; Dia sangat memahaminya, jadi Dia memilih waktu yang tepat untuk datang dan menyelamatkan manusia. Tuhan tidak mendiskusikan hal-hal dengan manusia, Dia juga tidak berkonsultasi dengan mereka. Ketika waktu Tuhan tiba, Dia menjadi daging dan datang ke tengah manusia untuk mengungkapkan kebenaran, menyingkapkan watak rusak manusia, dan menyingkapkan semua masalah mereka yang berbeda-beda. Dengan menyingkapkan masalah orang-orang, Dia memungkinkan mereka untuk mendengar suara Tuhan, datang ke hadapan Tuhan, dan mengenal diri mereka sendiri. Kemudian, Tuhan membekali manusia dengan kebenaran sehingga mereka dapat menempuh jalan yang benar. Melalui metode dan pendekatan ini, Tuhan menyelamatkan umat manusia. Namun, Iblis selalu melakukan segala cara untuk menyesatkan dan merusak umat manusia. Iblis tidak peduli apa yang orang pikirkan, apa yang mereka harapkan, atau apa yang kurang pada diri mereka; ia hanya ingin menggoda manusia agar berbuat dosa, dan menggoda mereka agar meninggalkan Tuhan serta mengkhianati Tuhan. Iblis menghalangi orang agar tidak membaca firman Tuhan dan menghalangi mereka agar tidak datang ke hadapan Tuhan. Iblis selalu ingin mencobai dan menggoda orang; ia menggoda mereka agar berbuat jahat, dan menggoda mereka agar melepaskan seluruh kewaspadaan mereka, sehingga ketika mereka sama sekali tidak waspada terhadapnya, mereka percaya bahwa ia tulus dan bersungguh-sungguh, lalu berpaling kepadanya dan mengandalkannya. Selanjutnya, setelah melepaskan seluruh kewaspadaan, mereka membiarkan diri mereka dikelabui dan dirusak oleh Iblis, dan sepenuhnya ditelan olehnya. Benar, bukan? (Ya.) Tuhan mengetahui esensi umat manusia; Dia mengetahui watak rusak umat manusia; dan Dia mengetahui akar pemberontakan dan penentangan umat manusia terhadap Tuhan. Dengan demikian, tanpa perlu memahami hal-hal spesifik apa yang kaupikirkan atau kaulakukan di balik layar, atau urusan pribadi apa yang belum kaubeberkan, Dia sudah sepenuhnya mampu mengungkapkan esensi naturmu, menyingkapkan watak rusak dan esensi naturmu serta membawanya sepenuhnya ke dalam terang, dan atas dasar ini, membuatmu sepenuhnya bersedia menerima keselamatan dari Tuhan. Tujuan Tuhan membuatmu mengenali esensimu adalah memungkinkanmu untuk benar-benar bertobat, tunduk kepada Tuhan, dan berpaling kepada Tuhan. Tujuan-Nya sama sekali bukan untuk menyiksamu dan membuatmu menjadi negatif serta merosot. Engkau seharusnya memahami maksud Tuhan yang penuh kesungguhan. Tuhan memiliki rasa tanggung jawab terhadapmu dan memedulikanmu, jadi Tuhan melakukan hal-hal ini dengan hikmat yang besar dan dengan cara yang sangat metodis, sepenuhnya mempertimbangkanmu. Setiap langkah yang Dia ambil dilakukan dengan mempertimbangkanmu; setiap langkah diatur dan direncanakan dengan cermat. Meskipun hal itu tidak selaras dengan gagasan manusia, pada akhirnya orang dapat merasakan maksud Tuhan yang penuh kesungguhan.

Tuhan tidak sedikit pun asal-asalan mengenai hal keselamatan manusia; sebaliknya, Dia memiliki maksud yang penuh kesungguhan dan mencurahkan seluruh hati dan usaha-Nya ke dalam hal ini. Atas dasar menyingkapkan esensi rusak manusia, melalui persekutuan tentang berbagai masalah, Dia memungkinkan orang untuk lebih memahami masalah mereka sendiri dan esensi natur mereka sendiri. Kemudian, Dia membekalimu dalam arti positif, memungkinkanmu untuk memahami apa itu kebenaran dan apa itu kekeliruan, apa yang benar dan apa yang salah, apa itu hal positif dan apa itu hal negatif, kemudian secara bertahap menempuh jalan yang benar. Engkau lihat, semua yang Tuhan lakukan untukmu adalah demi menyelamatkanmu. Dinilai dari semua pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi ini, baik dipandang dari perspektif kemanusiaan-Nya maupun dari perspektif keilahian-Nya, titik awal-Nya selaras dengan titik awal Sang Pencipta. Oleh karena itu, ketika Anak manusia yang berinkarnasi ini berinteraksi dan bergaul dengan engkau semua, Dia juga memiliki sikap ini, dan tujuan-Nya adalah untuk membawamu ke jalur yang benar dalam percaya kepada Tuhan dan mendukungmu dalam menempuh jalan keselamatan. Dengan demikian, ketika Aku bercakap-cakap dan berinteraksi denganmu, tidak pernah ada masalah di mana Aku berusaha mengorek informasi darimu. Jika Aku mengajukan beberapa pertanyaan kepadamu, itu sekadar mengajukan pertanyaan; Aku tidak pernah menggunakan metode mengorek informasi darimu untuk menggodamu agar melakukan hal-hal yang tidak bersedia kaulakukan. Hal itu tidak pernah terjadi. Mengertikah engkau sekarang? (Ya.) Di sisi lain, Aku tidak pernah peduli akan pandangan apa yang diam-diam engkau semua miliki tentang-Ku, dan Aku juga tidak akan pernah berpikir, "Ketika engkau semua melihat bahwa Aku relatif pendek, bahwa penampilan-Ku biasa saja, dan bahwa Aku berbicara seperti ini serta memiliki nada suara seperti ini, apakah itu akan menyebabkanmu mengembangkan gagasan? Posisi seperti apa yang Kutempati di dalam hatimu?" Aku tidak pernah mencari tahu tentang hal-hal ini, dan ketika Aku berinteraksi denganmu, Aku tidak pernah menggunakan metode apa pun untuk secara tidak langsung menanyakan pandanganmu tentang-Ku; Aku tidak peduli dengan hal-hal ini. Mengapa Aku tidak peduli? Karena Aku tidak menghargai hal-hal ini. Menjadi mulia, agung, memiliki status, memiliki nilai tinggi, menjadi unik, hebat, dan luhur, Aku tidak peduli akan semua itu. Apa pentingnya apakah seseorang itu luhur atau tidak? Apa yang bisa digantikan oleh hal itu? Sekalipun engkau semua sama sekali tidak memiliki gagasan tentang-Ku dan mampu sepenuhnya taat kepada-Ku, lalu kenapa? Apakah itu berarti Aku dapat berbicara atau bekerja lebih sedikit daripada yang Kulakukan sekarang? Tak satu pun dari hal-hal ini dapat menggantikan apa pun. Tentu saja, ini adalah hal sekunder; hal yang utama adalah bahwa Aku secara pribadi tidak peduli akan hal-hal ini. Entah mengapa Aku tidak peduli; Aku hanya tidak suka memedulikan hal-hal ini. Ketika Aku melakukan berbagai hal untuk engkau semua, entah itu hal-hal dalam hidupmu, hal-hal tentang jalan masuk kehidupanmu, atau hal-hal tentang tempat tujuan serta masa depanmu, dan entah itu berkaitan dengan mengucapkan beberapa firman atau melakukan beberapa hal spesifik, Aku tidak pernah bertanya-tanya, "Adakah orang yang sangat bersyukur kepada-Ku di balik layar? Adakah orang yang meneteskan air mata karena rasa syukur? Adakah yang mengingat kebaikan-Ku karena melakukan hal-hal ini?" Aku benar-benar tidak memedulikan hal-hal semacam itu, dan Aku tidak berusaha mencari tahu tentang hal-hal itu. Di satu sisi, ketika Aku berkumpul dan bersekutu dengan engkau semua, Aku tidak pernah menanyakan hal-hal ini; di sisi lain, ketika Aku bersekutu denganmu tentang pekerjaan, Aku juga tidak bertanya tentang hal-hal ini. Ke tim mana pun Aku pergi, Aku hanya bertanya, "Bagaimana kabar kalian akhir-akhir ini? Apakah ada masalah yang tidak dapat kauselesaikan? Dapatkah engkau memahami prinsip-prinsipnya ketika melaksanakan tugasmu?" Aku hanya membicarakan hal-hal ini. Aku tidak peduli seberapa besar pengaruh firman yang Kuucapkan dan hal-hal yang Kulakukan di antara engkau semua, berapa banyak orang yang bersyukur kepada-Ku, berapa banyak yang tidak bersyukur, atau bagaimana seharusnya Aku meningkatkan pekerjaan ini agar lebih banyak orang akan bersyukur; Aku tidak melakukan hal-hal ini. Aku mencari tahu tentang bagaimana pelaksanaan tugasmu, dan menunjukkan masalah serta penyimpanganmu lalu memintamu memperbaikinya, agar engkau semua dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Jika ada orang-orang yang tidak menghargai atau tidak memercayainya, tidak ada yang dapat Kulakukan; hanya sejauh itulah yang dapat Kulakukan. Dalam kehidupanmu sehari-hari, Aku telah melakukan yang terbaik untuk mengatur berbagai hal bagimu dan membantumu. Jika beberapa individu merasa tidak puas, tidak ada yang dapat Kulakukan; itu karena tuntutan pribadi mereka terlalu banyak. Aku hanya berulang kali menekankan prinsip apa yang diikuti oleh rumah Tuhan dalam melakukan hal ini dan apa tujuannya dalam melakukan hal itu, dan itu sudah cukup. Ketika Aku pergi ke beberapa tempat dan melihat beberapa orang bersekutu, membicarakan apa yang Tuhan katakan dan lakukan, Aku segera pergi. Aku tidak menguping. Aku tidak penasaran, dan Aku tidak bertanya-tanya, "Apa yang engkau semua katakan tentang-Ku? Apakah engkau semua menjelek-jelekkan Aku? Apakah engkau semua mengatakan hal-hal tentang-Ku yang didasarkan pada gagasan? Jika ya, Aku akan melakukan segala cara untuk menyiksamu dan merendahkanmu." Aku tidak melakukan hal-hal ini; engkau semua dapat mengatakan apa pun sesuka hatimu. Perlu waktu lama untuk belajar mengenal Tuhan; itu tidak terjadi dalam semalam. Entah persekutuanmu tentang mengenal Tuhan dicemari dengan gagasan atau merupakan pemahamanmu yang sejati, itu tidak berkaitan dengan benar atau salah; itu hanya berkaitan dengan apakah hal itu sejalan dengan kebenaran. Oleh karena itu, jika persekutuanmu tentang suatu topik mengandung penyimpangan, Aku dapat memperbaikinya untukmu. Jika ada gagasan dan imajinasi, kita dapat bersekutu tentang hal-hal itu. Jika semua yang engkau semua persekutukan benar dan sejalan dengan kebenaran, tetapi hanya sedikit dangkal, maka perolehlah pengetahuan tentangnya secara bertahap.

Apakah sekarang engkau semua memahami aspek ini, yaitu bahwa Tuhan tidak mengorek informasi dari orang-orang? (Ya.) Tidak mengorek informasi dari orang-orang berarti ketika Aku berbicara dan mengobrol dengan engkau semua, Aku melakukannya dari posisi orang biasa. Aku tidak mendominasi atau merendahkan, dan Aku tidak menekanmu. Prinsip-Ku dalam cara-Ku berinteraksi denganmu adalah bercakap-cakap denganmu secara jujur dan dari hati, tanpa godaan dan tanpa mengorek apa pun darimu. Artinya, Aku tidak memasang jebakan untukmu, dan Aku tidak mengatakan hal-hal yang kedengarannya benar padahal menyesatkan. Hanya saja, jika beberapa hal bukanlah topik utama, Aku mungkin hanya membuat pernyataan yang umum dan merangkum lalu melanjutkannya, tidak berbicara terlalu spesifik, tetapi itu juga tidak akan terdengar benar padahal menyesatkan. Artinya, firman yang Kuucapkan tidak menggodamu agar berpikir ke arah yang salah, agar berbuat dosa, merosot, mengembangkan gagasan tentang Tuhan, atau memiliki kesalahpahaman tentang Tuhan dan bersikap waspada terhadap-Nya, apalagi membuatmu mengembangkan keraguan terhadap suatu aspek kebenaran. Dalam apa yang Kukatakan, tidak ada perkataan seperti yang Iblis katakan: "Engkau semua belum tentu mati." Kata "belum tentu" ini bersifat menggoda. Ketika Aku berbicara kepadamu, Aku tidak menggunakan kata-kata yang menggoda seperti "belum tentu". Engkau semua dapat melihat dan memeriksa apakah ada kata-kata semacam itu dalam semua konten yang telah Kupersekutukan. Ada kata-kata tertentu yang mungkin tidak dapat engkau semua pastikan atau pahami secara menyeluruh, yaitu kata-kata seperti "mungkin" dan "barangkali". Engkau semua mungkin tidak menyadari prinsip atau alasan-Ku menggunakan kata-kata semacam itu. Ada alasan mengapa Aku menggunakan kata-kata semacam itu. Itu karena berbagai aspek kebenaran yang kita persekutukan bukan ditujukan pada satu jenis orang, juga bukan ditujukan pada individu tertentu, melainkan ditujukan pada semua orang yang mengikuti Tuhan dan menerima firman Tuhan. Begitu kata "semua" disebutkan, ini mencakup keadaan semua jenis orang yang berbeda-beda. Artinya, masalah yang sama mencakup keadaan banyak jenis orang dalam kondisi yang berbeda dan di lingkungan yang berbeda, sehingga itu hanya dapat diungkapkan dengan menggunakan kata "mungkin" dan "barangkali". Apa arti "mungkin" dan "barangkali"? Artinya, mungkin engkau berada dalam keadaan ini, mungkin engkau berada dalam keadaan itu, mungkin engkau berada di lingkungan seperti ini, atau mungkin engkau berada di lingkungan semacam itu. Namun, kata "mungkin" ini tidak dimaksudkan untuk menyampaikan ketidakpastian; sebaliknya, itu berarti bahwa apa yang dikatakan hanya berlaku untuk sebagian orang. Kata-kata "mungkin" dan "barangkali" ini tidak memiliki makna menggoda seperti kata-kata Iblis "belum tentu mati"; Aku menggunakan kata-kata ini untuk memberikan persekutuan yang sesuai denganmu, membantumu mengidentifikasi keadaan seperti apa yang kaumiliki dan di lingkungan seperti apa engkau berada. Justru karena Aku dihadapkan dengan begitu banyak kelompok orang, dan berbagai keadaan yang dimiliki orang-orang begitu kompleks, Aku hanya dapat mengungkapkan berbagai hal dengan menggunakan kata "mungkin" dan "barangkali", lalu membiarkanmu melihat di mana posisimu. Apakah engkau memahami hal ini? (Ya.) Sekarang setelah engkau memahami hal ini, mari kita lanjutkan ke topik berikutnya.

Ada topik lain dalam subjek Tuhan yang berinkarnasi tidak menggoda orang, yaitu bahwa Dia tidak menghasut orang. Dia tidak akan pernah menghasutmu untuk melakukan sesuatu. Yang ada di balik hasutan yang dimaksud di sini adalah hal-hal yang tidak adil, salah, atau keliru, atau perbuatan jahat yang membuatmu merosot, menentang Tuhan, atau berpaling dari jalan yang benar. Ketika Tuhan yang berinkarnasi berbicara kepadamu, berinteraksi dan bergaul denganmu, serta menuntunmu, firman yang Dia ucapkan dan pekerjaan yang Dia lakukan semuanya bertujuan untuk membawamu ke hadapan Tuhan dan ke jalan yang benar. Setiap firman yang Dia ucapkan adalah agar engkau semua dapat lebih memahami fakta yang sebenarnya, mampu mengenal orang, peristiwa, dan hal-hal dari sudut pandang dan pendirian yang benar, serta mampu dengan lebih akurat memahami maksud Tuhan dan standar yang dituntut Tuhan. Tidak satu pun firman yang Tuhan ucapkan dimaksudkan untuk menghasutmu agar menentang Tuhan, atau agar pergi dan bertarung melawan Iblis, melakukan pengorbanan yang tidak berarti. Dalam hal bagaimana orang seharusnya memperlakukan Tuhan, maksud Tuhan adalah agar orang mampu tunduk kepada-Nya dan memperlakukan-Nya dari perspektif makhluk ciptaan. Hal apa pun yang orang hadapi, terlebih dari segalanya, sikap yang seharusnya mereka miliki adalah menerima bahwa hal itu adalah dari Tuhan dan tunduk kepada Tuhan dari perspektif makhluk ciptaan. Ini dalam hal gambaran besarnya; tentu saja, ini juga merupakan tujuan di balik semua firman yang Kuucapkan dan prinsip yang Kutuntut darimu. Mengenai bagaimana engkau semua memperlakukan Iblis, dunia, kekuatan yang memusuhi yang menganiayamu, dan siapa pun yang menganiayamu, prinsip yang Kutuntut darimu adalah menggunakan hikmat dalam caramu memperlakukan mereka. Sebagaimana yang Tuhan Yesus katakan, "Jadilah cerdik seperti ular, dan tulus seperti burung merpati" (Matius 10:16). Engkau harus tunduk kepada Tuhan seperti burung merpati, dan memiliki kecerdikan ular dalam caramu memperlakukan dunia ini, mereka yang memusuhimu, orang-orang jahat, kekuatan besar yang memusuhi, dan rezim kuat yang memusuhi Tuhan. Dalam hal yang lebih nyata, tentang menghadapi orang jahat dan antikristus di gereja, atau tentang menghadapi kekuatan yang memusuhi dari luar, kita telah mempersekutukan beberapa hikmat dan cara yang lebih spesifik dalam memperlakukan mereka. Di satu sisi, cara memperlakukan mereka dan prinsip penerapan yang spesifik ini membantumu mengetahui dengan lebih akurat bagaimana harus bertindak dan prinsip apa yang harus dipegang agar selaras dengan maksud Tuhan, yang mana ini penting. Di sisi lain, hal-hal itu dimaksudkan untuk melindungimu, untuk memastikan keselamatan pribadimu, dan untuk melindungimu agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, agar tidak digoda oleh Iblis, dijebak oleh Iblis, dan ditawan oleh Iblis, serta agar tidak jatuh ke dalam situasi yang sulit, jatuh ke dalam kenegatifan dan kelemahan, serta kurang memiliki iman untuk mengikuti Tuhan akibat diganggu dan dikendalikan oleh kekuatan yang memusuhi; singkatnya, untuk melindungimu dengan segala cara yang memungkinkan. Tujuan-Ku mengajarimu untuk cerdik dan mengajarimu jalan yang seharusnya kautempuh adalah memungkinkanmu mempertahankan tempatmu yang semestinya dengan teguh, berhasil menyelesaikan tugas yang telah Tuhan percayakan kepadamu dengan cara yang memenuhi standar, dan menempuh jalan ini dengan baik. Jika engkau jatuh ke dalam pencobaan, ke dalam berbagai keadaan sulit, atau ke dalam jerat atau pengepungan Iblis, atau menghadapi situasi yang sulit atau bahaya yang mengancam nyawa, maka tidak akan mudah bagimu untuk menyelesaikan tugas yang telah Tuhan percayakan kepadamu dan mengejar kebenaran untuk memperoleh keselamatan. Entah engkau dapat memperoleh keselamatan atau tidak, itu akan menjadi sesuatu yang tidak diketahui, sebuah tanda tanya besar. Itu akan menjadi masalah bagimu. Jadi, Kuberitahukan kepadamu untuk tulus seperti burung merpati dan cerdik seperti ular. Bersikap cerdik seperti ular sangatlah penting; itu memungkinkanmu untuk memperlakukan berbagai orang jahat, antikristus, berbagai kekeliruan dan kesesatan, serta berbagai kekuatan yang menganiaya dan menekanmu dengan hikmat serta prinsip, sehingga engkau dapat dengan aman dan berhasil mencapai akhir jalan dan memiliki harapan untuk memperoleh keselamatan. Karena itu, secara umum, ketika menghadapi hal-hal yang melibatkan berurusan dengan dunia luar, rumah Tuhan akan mencari beberapa saudara-saudari yang memiliki hikmat dan pengalaman dunia nyata untuk menanganinya. Adapun bagi mereka yang masih muda dan memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil, atau mereka yang bodoh dan tidak memiliki pengalaman dunia nyata, atau bahkan beberapa orang yang bingung, kami tidak mendorong mereka untuk pergi menangani hal-hal semacam itu, dan rumah Tuhan juga tidak akan mengatur mereka untuk melakukannya. Ada orang-orang yang secara lahiriah tampak cukup berani dan cakap, tetapi sebenarnya tidak memiliki hikmat. Disebut apakah ketika seseorang tidak memiliki hikmat tetapi cukup berani? Ini disebut bertindak sembrono; dalam istilah sehari-hari, ini adalah orang yang nekat. Jika orang seperti ini pergi untuk menangani hal-hal yang melibatkan berurusan dengan dunia luar, pasti akan muncul masalah. Jadi, ketika menghadapi hal-hal yang melibatkan berurusan dengan dunia luar ini, jika gereja perlu melakukan pekerjaan ini, kita mencari orang-orang yang tepat untuk melakukannya. Pendekatan ini sangat bagus. Baik orang yang dipakai oleh Roh Kudus maupun Aku, kami tidak pernah mengatur agar engkau semua turun ke jalan untuk berdemonstrasi dan memprotes, apalagi mewajibkan engkau semua untuk terlibat dalam advokasi hak-hak politik atau memberitakan Injil kepada orang-orang terkenal tertentu; rumah Tuhan tidak pernah melakukan hal-hal ini. Pernahkah engkau mengetahui bahwa rumah Tuhan membuat pengaturan pekerjaan semacam ini? (Tidak.) Bahkan dalam memberitakan Injil, itu diberitakan kepada orang-orang dalam agama yang haus akan kebenaran; tidak perlu menaruh perhatian pada orang-orang Farisi itu dan mereka yang makan roti hingga kenyang. Rumah Tuhan tidak pernah menghasutmu untuk mengambil risiko atau membiarkanmu jatuh ke dalam pencobaan atau ke dalam jerat Iblis; artinya, rumah Tuhan tidak mendorongmu ke dalam lautan api, tetapi melakukan segala cara untuk melindungimu dengan kemampuan dan sumber daya yang saat ini tersedia bagi rumah Tuhan. Lihat, bukankah beginilah cara rumah Tuhan melakukan berbagai hal? (Ya.) Sebagai contoh, jika suatu tempat terbakar, engkau seharusnya memanggil pemadam kebakaran untuk memadamkan api, dan saudara-saudari harus segera dievakuasi; lebih aman membiarkan para profesional melakukan pekerjaan pemadaman tersebut. Ini untuk melindungi engkau semua agar tidak mengambil risiko, jatuh ke dalam pencobaan, dan jatuh ke dalam jerat Iblis. Demikian pula, mengenai berbagai tokoh negatif yang muncul di gereja, seperti antikristus, orang jahat, dan pengikut yang bukan orang percaya, Tuhan mengizinkan mereka untuk muncul. Aku bersekutu dengan engkau semua untuk membantumu belajar membedakan mereka, lalu mengajarimu metode apa yang harus digunakan untuk memperlakukan mereka, dan akhirnya, rumah Tuhan membuat ketetapan administratif tentang cara menangani orang-orang ini, menggolongkan mereka menurut jenisnya dan, setelah dengan jelas membedakan antikristus, orang jahat, pengikut yang bukan orang percaya, serta mereka yang menyebabkan kekacauan dan gangguan, mengeluarkan mereka, sehingga engkau semua dapat melaksanakan tugas dengan tenang. Katakan kepada-Ku, bagaimana rumah Tuhan melakukan pekerjaan ini? (Rumah Tuhan melakukannya dengan baik.) Setelah pekerjaan ini dilakukan dengan baik, tidak ada lagi orang yang menyebabkan kekacauan dan gangguan di gereja-gereja di berbagai negara, dan kehidupan bergereja menjadi damai. Begitu orang-orang jahat dikeluarkan, gereja segera menjadi damai. Hati sebagian besar orang menjadi tenang, mereka dapat berkumpul secara normal, tatanan kehidupan bergereja menjadi normal, dan berbagai jenis pekerjaan juga dapat dilaksanakan secara normal. Dengan demikian, dilihat dari sudut pandang ini, apakah kebenaran memegang kekuasaan di rumah Tuhan? (Ya.) Rumah Tuhan melakukan pekerjaan ini demi memungkinkan sebagian besar orang—yang bersedia mengejar kebenaran, yang dapat menerima kebenaran, dan yang memiliki sedikit ketulusan terhadap tugas mereka—untuk melaksanakan tugas, mendengarkan khotbah, dan mengejar kebenaran dengan tenang. Ini dalam hal pekerjaan gereja. Selain itu, mengenai Aku, ketika Aku berinteraksi denganmu dan menangani berbagai hal, bukankah segala sesuatu yang Kupertimbangkan untukmu dilakukan untuk melindungimu semaksimal mungkin? (Ya.) Pernahkah Aku menghasutmu untuk melakukan hal-hal yang dilakukan orang jahat atau menempuh jalan yang ditempuh orang jahat? (Tidak.) Di satu sisi, Aku membekalimu dengan kebenaran agar engkau semua dapat memahami prinsip-prinsip kebenaran, mengetahui yang sebenarnya tentang berbagai hal, membedakan berbagai jenis orang, memperlakukan berbagai orang jahat dengan hikmat, dan menjauh dari mereka. Di sisi lain, ketika engkau semua menghadapi hal-hal yang berbahaya, Aku memberitahumu cara menanganinya. Aku memberitahumu—atas dasar tunduk pada pengaturan Tuhan—bagaimana menghindar agar tidak jatuh ke dalam pencobaan dan jerat Iblis, dan Aku memberitahumu untuk tidak menjadi bodoh, dan untuk menjauh serta menghindar ketika engkau semua melihat sesuatu yang akan mendatangkan kemalangan. Aku tidak pernah memprovokasi, menghasut, atau mendorong engkau semua agar pergi ke tempat-tempat berbahaya; sebaliknya, Aku memberitahumu bahwa jika kotamu saat ini berbahaya dan engkau semua akan dianiaya di sana, engkau seharusnya melarikan diri ke kota lain. Engkau lihat, bukankah engkau memiliki jalan penerapan dengan cara ini? (Ya.) Aku tidak pernah berkata, "PKT begitu menekan dan menyengsarakan kita, dan umat manusia ini begitu jahat sehingga mereka tidak dapat menoleransi kita, jadi kita harus melawan mereka! Turunlah ke jalan dengan slogan dan spanduk untuk berdemonstrasi, dan singkapkan kegelapan serta kejahatan dunia ini!" Aku tidak pernah mengatakan hal-hal semacam itu, juga tidak pernah meminta engkau semua untuk melakukan hal-hal ini. Aku telah mengatakan begitu banyak hal yang semuanya bertujuan untuk membantumu menerima dan mengejar kebenaran, dan Aku juga sering memberitahumu bahwa di mana pun engkau semua tinggal, engkau harus berperilaku dengan cara yang taat aturan, melakukan berbagai hal dengan penuh tanggung jawab, mematuhi hukum, dan tidak membiarkan orang tidak percaya menjebakmu atau menyebabkan masalah. Kita tidak berpartisipasi dalam politik orang tidak percaya, juga tidak memusuhi pemerintah mana pun. Kita hanya melaksanakan tugas kita, melaksanakannya dengan baik dan menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya kita lakukan tanpa menarik perhatian, memberikan kesaksian yang baik bagi Tuhan. Ini adalah hal yang paling penting; tidak perlu memedulikan hal lainnya. Bukankah ini yang telah Kuberitahukan kepada engkau semua? (Ya.) Kita berusaha untuk mengenal dunia ini, mengenal tren-tren jahat, dan mengenal esensi rusak dari umat manusia yang rusak bukan agar kita dapat melawan arus atau menentang negara atau pemerintah mana pun, melainkan agar kita dapat lebih memahami kebenaran dan lebih memastikan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Tujuan mengenal hal-hal ini adalah agar mampu tunduk kepada Tuhan, menempuh jalan yang benar, dan menerima keselamatan dari Tuhan. Kegelapan dunia tidak ada hubungannya dengan kita. Kita telah mengucapkan selamat tinggal padanya, bukan? Apakah engkau semua jelas mengenai aspek ini, bahwa Tuhan tidak menghasut orang? (Ya.) Aku bersekutu denganmu mengenai aspek ini—bahwa Tuhan tidak menghasut orang—terutama untuk memberitahu engkau semua bahwa, dalam segala sesuatu yang kaulakukan, engkau harus tahu dengan jelas apa prinsip dari tindakanmu. Dalam segala sesuatu yang kaulakukan, jangan mengandalkan sikap yang gampang marah atau keberanian sesaat untuk bertengkar dengan orang-orang atau menuntut penjelasan; sebaliknya, engkau harus memiliki prinsip dalam segala sesuatu yang kaulakukan, dan berusaha keras untuk mengikuti jalan Tuhan, berusaha untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran dan maksud Tuhan, serta bertindak selaras dengan maksud Tuhan. Apakah engkau jelas mengenai aspek ini? (Ya.) Perbuatan dan penyingkapan Tuhan yang berinkarnasi tidak berfungsi untuk menghasutmu; ini juga merupakan aspek yang seharusnya engkau semua ketahui. Tentu saja, setelah engkau semua memperoleh pengetahuan tentang hal itu, engkau semua seharusnya lebih yakin tentang jalan apa yang seharusnya engkau semua tempuh dan jalan apa yang seharusnya engkau semua ikuti, alih-alih hanya memiliki pengetahuan doktrinal tentang hal itu dan berhenti di situ saja.

Dalam pembahasan tentang Tuhan yang berinkarnasi tidak menggoda orang, terdapat perwujudan spesifik lainnya, yaitu Dia tidak memprovokasi orang. Terdapat kesamaan antara tidak memprovokasi orang dan tidak menghasut orang. Aku tidak akan membahas kesamaan-kesamaan ini, tetapi Aku akan berbicara secara singkat tentang perbedaannya. Ketika membedakan berbagai macam orang di gereja—yang mencakup membedakan antikristus, orang-orang jahat, dan berbagai orang yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan rumah Tuhan—di satu sisi, engkau harus memiliki kemampuan membedakan karakter orang-orang ini dan engkau harus menolak mereka. Selain itu, rumah Tuhan memiliki cara yang sesuai untuk menangani orang-orang ini. Hal yang paling harus engkau semua lakukan adalah mengenali watak rusak dan esensi rusak dari berbagai macam orang, dan mampu mengenal esensi orang. Setelah mengetahui hal-hal ini, engkau seharusnya tidak menjadi orang semacam itu, engkau seharusnya tidak melakukan hal-hal semacam itu, dan engkau juga seharusnya mengenali dan melepaskan keadaan dan perwujudan yang kaumiliki—serta niat, motif, dan sudut pandang spesifik di balik tindakanmu—yang sama dengan mereka. Tujuan membedakan orang-orang semacam itu bukanlah untuk memprovokasi satu kelompok orang untuk menyerang kelompok orang lainnya, juga bukan untuk terlibat dalam pertikaian faksi; apakah poin ini jelas? (Ya.) Engkau lihat, ketika kita bersekutu tentang beberapa perilaku dan perwujudan antikristus dan orang-orang jahat selama pertemuan formal, kita tidak pernah menyebutkan nama orang; kita hanya menyebutkan perwujudan orang-orang semacam itu, kemudian menyingkapkan dan menelaah esensi beberapa perilaku mereka serta sudut pandang yang mereka pegang, dan akhirnya menggolongkan apa esensi mereka. Mengenai tujuan dan sasaran persekutuan tersebut, itu bertujuan membantumu agar mampu mengenali dan melihat dengan jelas diri Iblis yang sebenarnya dan esensi Iblis, dan untuk membantumu menyadari dengan lebih jelas orang macam apa yang Tuhan kasihi dan orang macam apa yang Dia benci. Selain itu, bagi engkau semua secara pribadi, itu bertujuan membantumu menyadari jalan seperti apa yang benar untuk ditempuh. Engkau semua seharusnya bersikap waspada terhadap jenis orang yang tidak disukai oleh Tuhan, engkau harus menolak cara bertindak mereka yang salah, dan engkau juga seharusnya melepaskan pemikiran serta pandangan mereka yang keliru. Tujuan persekutuan kita tentang masalah-masalah ini sejak awal bukanlah untuk memprovokasimu agar menyerang orang-orang semacam itu. Sekalipun, melalui persekutuan, orang-orang menjadi mampu membedakan mereka, menjadi muak di dalam hati terhadap mereka, dan menjadi mampu menolak mereka serta tidak berinteraksi dengan mereka, bersekutu dengan cara ini bukanlah memprovokasi orang untuk melakukan apa pun. Artinya, mempersekutukan hal-hal dan topik-topik ini tidak ada hubungannya dengan kampanye untuk menyiksa orang atau pertikaian partisan dan faksi yang mungkin kautemukan di dunia orang tidak percaya. Orang-orang terlibat dalam pertikaian faksi demi kekuasaan, hasrat, dan kepentingan pribadi. Sebaliknya, kita bersekutu, menyingkapkan, dan membedakan beberapa orang dengan cara ini agar engkau dapat lebih memahami kebenaran. Tujuan dari persekutuan semacam ini adalah untuk membawamu ke hadapan Tuhan, dan membuatmu menempuh jalan yang benar, membedakan apa itu hal positif dan apa itu hal negatif, serta meningkatkan kemampuanmu untuk membedakan yang benar dan yang salah melalui hal ini. Mengenai orang yang disingkapkan melalui persekutuan semacam itu, jika mereka dapat merasa menyesal dan memiliki hati yang bertobat, entah orang-orang menerima mereka atau tidak, Tuhan menerima mereka. Apa artinya Tuhan menerima mereka? Itu berarti Tuhan menerima pertobatan mereka; jika mereka bertobat, Tuhan tidak akan mengutuk mereka. Namun, sangat jarang orang bertobat, bukan? (Ya.) Jika mereka telah berbuat jahat dan memiliki pelanggaran, kita juga seharusnya membantu mereka. Kita tidak bisa sepenuhnya mencoret orang semacam itu, memutuskan bahwa mereka sudah tidak ada harapan dan tidak bisa diberi kesempatan lagi, lalu mengeluarkan mereka dari gereja; kita tidak pernah mengambil pendekatan semacam itu. Rumah Tuhan telah mendirikan gereja tugas penuh waktu, gereja tugas paruh waktu, gereja biasa, dan kelompok B; kecuali orang-orang mencapai titik di mana mereka benar-benar sudah tidak ada harapan lagi, mereka akan diberi kesempatan untuk bertobat. Bahkan ketika perwujudan banyak orang sama dengan perwujudan antikristus dan si naga merah yang sangat besar—yang berarti merupakan jenis perwujudan yang sama—kita juga tidak langsung mengeluarkan orang-orang itu. Satu-satunya pengecualian adalah antikristus yang situasinya sangat serius, yang telah menyesatkan banyak saudara-saudari, dan yang telah menimbulkan kerugian pada pekerjaan gereja yang terlalu parah untuk diukur dengan uang; orang-orang semacam itu langsung digolongkan sebagai antikristus dan diusir. Kecuali untuk situasi yang paling serius ini, kita memberi semua orang lain kesempatan untuk bertobat, dan tidak langsung menggolongkan mereka sebagai orang-orang yang akan binasa. Alasan kita memberi mereka kesempatan adalah karena semua orang menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman untuk pertama kalinya; bukan berarti mereka telah mengalami pekerjaan Tuhan selama bertahun-tahun, telah mendengarkan begitu banyak khotbah, dan telah melakukan banyak pelanggaran tetapi masih diberi kesempatan. Sebaliknya, apa alasannya? Alasannya karena banyak orang yang baru pertama kali berbuat jahat, atau mereka melakukannya tanpa disengaja, atau ada beberapa alasan lain di balik apa yang mereka lakukan. Sebanyak apa pun alasannya, kenyataannya, berdasarkan situasi yang sebenarnya, mereka seharusnya tidak berbuat jahat. Namun, rumah Tuhan tetap memberi kelonggaran kepada orang-orang dan memberi mereka kesempatan untuk bertobat, serta mengamati perwujudan mereka berulang kali. Ada orang-orang yang tidak bertobat setelah berbuat jahat, jadi mereka dikirim dari gereja tugas penuh waktu atau gereja tugas paruh waktu ke gereja biasa atau kelompok B. Jika mereka tetap tidak bertobat di kelompok B, terus berbuat jahat dan menyebabkan gangguan, pada akhirnya mereka dikeluarkan dari gereja. Siapa pun yang dikeluarkan, itu karena mereka telah melakukan segala macam perbuatan jahat dan tidak menunjukkan pertobatan sama sekali selama bertahun-tahun. Mereka hanya bisa menyalahkan diri mereka sendiri karena tidak menerima kebenaran, karena rumah Tuhan telah memberi mereka beberapa kesempatan untuk bertobat dan mereka tidak menghargainya, membiarkan semuanya berlalu begitu saja; mereka tidak bisa menyalahkan siapa pun. Singkatnya, apa tujuan-Ku membicarakan hal-hal ini? Siapa pun orang yang kita bedakan atau tangani, tujuannya bukanlah untuk memprovokasi orang agar bangkit dan menyiksa orang itu, juga bukan untuk memprovokasi mereka agar terlibat dalam pertikaian faksi atau geng. Sebaliknya, tujuannya adalah untuk membantu orang belajar membedakan, mengetahui esensi sebenarnya dari berbagai macam orang, kemudian menjatuhkan hukuman dan pembalasan yang setimpal terhadap orang-orang jahat, sehingga mereka yang telah dirugikan dapat memetik pelajaran setelah menyaksikan perbuatan jahat orang-orang ini, tahu bagaimana membedakan orang, dan memahami suatu aspek kebenaran. Oleh karena itu, ketika Aku bersekutu dengan engkau semua tentang perwujudan spesifik dari beberapa orang yang berbuat jahat, tujuannya bukanlah untuk memprovokasimu agar membenci mereka, lalu memenangkan hatimu agar makin percaya kepada-Ku dan yakin kepada-Ku; ini bukanlah tujuan-Ku. Selain itu, hal yang Kupersekutukan denganmu hanyalah tentang cara bertindak yang mereka perlihatkan di luarnya; Aku belum memberitahumu tentang banyak perwujudan spesifik mereka yang terjadi secara tersembunyi. Terkadang ketika Aku mengobrol dengan beberapa orang di antaramu dan topik ini muncul, Aku berbicara sedikit lebih banyak. Tujuan-Ku saat itu juga bukan untuk memprovokasimu, atau membuatmu bangkit dan mengecam mereka, melainkan untuk membantumu belajar membedakan orang berdasarkan kebenaran, dan mengetahui apa sebenarnya prinsip-prinsip rumah Tuhan dalam menangani orang. Prinsip-prinsip rumah Tuhan dalam menangani orang adalah adil dan benar, bukan tentang menyiksa orang. Tujuan-Ku adalah untuk membantumu memahami hal ini di dalam hatimu. Dengan cara ini, sekalipun Aku memang mengemukakan lebih banyak detail spesifik, itu bukanlah untuk memprovokasimu; jika engkau benar-benar memiliki kemampuan untuk membedakan orang yang sedang disingkapkan, maka itu sudah cukup bagimu. Beberapa orang yang sangat gampang marah selalu ingin bertengkar. Kukatakan bahwa itu tidak pantas. Tangani masalah secara tidak memihak, dan perlakukan orang sesuai dengan prinsip; tidak perlu bertengkar. Jika orang telah bertobat, kita akan memaafkan mereka dan memperlakukan mereka sebagai saudara atau saudari. Namun, jika mereka tetap bersikeras dengan cara bertindak mereka semula yang salah tanpa sedikit pun pertobatan, dan masih berusaha membenarkan serta membela diri, berdebat di setiap kesempatan, dan bahkan menghakimi serta menyebarkan omongan di belakang orang, maka kita akan memperlakukan mereka sebagai musuh, tidak pernah berinteraksi dengan mereka, dan tidak pernah mengizinkan mereka masuk ke gereja. Apakah pantas melakukan hal ini? (Ya.) Dari awal hingga akhir, dalam semua cara bertindak ini, bukankah engkau semua bisa melihat bahwa setiap langkah mengikuti prinsip-prinsip kebenaran, dan bahwa orang-orang diperlakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar? Dari pendekatan-pendekatan ini, adakah yang dipengaruhi oleh kehendak manusia? Apakah pendekatan-pendekatan itu mengandalkan sikap yang gampang marah? (Tidak.) Apakah emosi atau perasaan berperan di sini? (Tidak.) Apakah pendekatan dengan menyiksa orang pernah digunakan? Pernahkah tujuannya untuk menjaga status seseorang, reputasi gereja, martabat seseorang, atau martabat dan citra-Ku sendiri? (Tidak.) Sama sekali tidak pernah.

Orang macam apa pun atau individu mana pun yang sedang ditangani, cara kita menangani mereka adalah dengan menyerahkan hal ini kepada gereja, yang akan menangani mereka sesuai dengan prinsip. Dalam sebagian besar kasus, saudara-saudari dari kelompok pengambil keputusanlah yang berpartisipasi dalam hal-hal ini. Jika diperlukan lebih banyak saudara-saudari untuk berpartisipasi, maka kasus tersebut dikirim ke lebih banyak pemimpin gereja atau saudara-saudari di berbagai gereja sehingga mereka bisa mendapatkan pemahaman yang jelas tentang hal itu, lalu memberikan suara dan mengungkapkan sudut pandang mereka. Akhirnya, saudara-saudari memutuskan cara menangani orang ini. Otoritas ini diserahkan kepada gereja dan kepada saudara-saudari; dengan cara apa pun gereja menanganinya, itu akan dilakukan sesuai dengan keputusan engkau semua. Jadi, apa prinsip-prinsip yang digunakan saudara-saudari untuk menangani berbagai macam orang? Orang diukur berdasarkan prinsip-prinsip yang telah dipersekutukan selama bertahun-tahun ini oleh-Ku dan orang yang dipakai Roh Kudus. Setelah hal itu ditangani, engkau semua akan melaporkan apa yang terjadi kepada Yang di Atas. Aku akan melihatnya, dan orang yang dipakai oleh Roh Kudus juga akan melihatnya; kami berdua akan meninjaunya. Terkadang, Aku melihat bahwa engkau semua telah menangani situasi tersebut dengan relatif tepat, dan terkadang hasil penanganannya tidak terlalu sesuai dengan apa yang Kumaksudkan. Untuk individu-individu tertentu, hasil penanganannya lebih berat daripada yang Kupikirkan, dan untuk beberapa orang lainnya, tentu saja, hasilnya lebih ringan daripada yang Kupikirkan. Namun, Aku tidak pernah memberikan saran apa pun; Aku menghormati keputusanmu dan menyerahkan otoritas ini kepada engkau semua dan kepada gereja. Apa alasan Aku menyerahkannya kepadamu? Engkau semua telah mendengarkan khotbah dan persekutuan selama bertahun-tahun. Aku percaya bahwa sebagian besar darimu memiliki standar untuk mengukur orang-orang jahat dan perbuatan jahat orang yang merugikan kepentingan rumah Tuhan dan kepentingan saudara-saudari. Mengenai bagaimana menangani orang-orang ini, lebih dari delapan puluh persen orang seharusnya memiliki tolok ukur dalam hati mereka dan tahu bagaimana mengukur serta menangani orang-orang ini dengan tepat. Sekalipun ada sedikit penyimpangan dalam penanganan oleh beberapa pemimpin dan pekerja gereja, arah umumnya tidak akan salah; ini sudah pasti. Berdasarkan apakah hal ini? Ini didasarkan pada fakta bahwa engkau semua telah memahami firman yang telah Kuucapkan kepadamu dan sudut pandang yang telah Kuajarkan serta Kubekalkan kepadamu selama bertahun-tahun ini; engkau semua tahu apa yang harus dilakukan, dan Aku percaya kepadamu. Oleh karena itu, dinilai dari situasi-situasi ini, perwujudan orang seperti apa pun yang dipersekutukan dan disingkapkan rumah Tuhan, atau orang macam apa pun yang ditanganinya, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan jenis provokasi yang dimaksud di dunia orang tidak percaya. Orang macam apa pun atau individu mana pun yang ditangani oleh rumah Tuhan, penanganan semacam itu tidak pernah merupakan sebuah kampanye; sebaliknya, orang-orang jahat yang berbuat jahat, menentang Tuhan, dan melawan Tuhan pasti akan disingkapkan. Ini adalah hasil yang tak terelakkan. Selain itu, dari perspektif Tuhan, Tuhanlah yang berulang kali mengatur pelajaran dan lingkungan bagi setiap orang yang mengejar kebenaran dan setiap orang yang mengikuti Tuhan. Ini adalah kesempatan bagimu untuk mengenal pekerjaan Tuhan dan membedakan orang-orang jahat, dan ini juga merupakan kesempatanmu untuk berulang kali menerapkan kebenaran yang telah kaumengerti dan kaupahami. Menerima bahwa segala sesuatu adalah dari Tuhan berarti memetik pelajaran; sesederhana itu. Situasi-situasi ini adalah kesempatan yang sangat baik bagimu untuk memetik pelajaran dan membedakan orang-orang jahat. Jika Tuhan tidak menempatkan orang-orang jahat dan antikristus ini di hadapanmu, dan tidak membuatmu melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana orang-orang jahat ini berbuat jahat dan menentang Tuhan, maka firman yang telah Kupersekutukan selama bertahun-tahun tentang membedakan orang-orang jahat dan antikristus mungkin hanya akan menjadi semacam doktrin bagimu. Engkau akan merasa bahwa tidak ada orang yang sejahat itu di gereja, dan di dalam hatimu firman ini akan selalu diikuti oleh tanda tanya. Meskipun engkau tidak akan menyangkal firman ini, engkau akan selalu memperlakukannya sebagai semacam doktrin. Namun, jika beberapa orang jahat dan antikristus benar-benar muncul, dan contoh-contoh nyata terjadi, engkau akan benar-benar menyadari: "Jadi, beginilah cara Iblis memperlakukan Tuhan. Ternyata, semuak dan sebenci itulah Iblis dan antikristus terhadap kebenaran. Ternyata, Iblis dan setan-setan sedemikian jahat, licik, dan serakah, serta sedemikian menentang Tuhan. Tuhan berfirman bahwa Iblis tidak pernah menerima kebenaran, dan bahwa Iblis muak akan kebenaran dan membenci kebenaran; sekarang aku telah melihatnya. Orang-orang jahat dan antikristus ini terbiasa berbohong. Meskipun fakta ada di depan mata, mereka tetap berusaha berdebat; mereka benar-benar Iblis yang hidup! Iblis benar-benar tidak pernah mengubah naturnya!" Tuhan mengatur orang, peristiwa, dan hal-hal ini hanya untuk membantumu memetik pelajaran. Apakah poin ini jelas? (Ya.) Oleh karena itu, orang mana pun yang dikeluarkan dan ditangani oleh rumah Tuhan, dan orang mana pun yang diungkapkan dan dibedakan, natur hal ini berbeda dari natur pertikaian internal atau kampanye kelompok atau kekuatan mana pun di dunia. Setidaknya, semua hal yang terjadi di rumah Tuhan ini diatur oleh Tuhan. Ketika saatnya tiba, Tuhan mengatur lingkungan-lingkungan ini untuk membuat orang-orang jahat keluar dan tampil, lalu membuat mereka tersingkap dan terungkap, agar umat Tuhan dapat memetik pelajaran. Ketika umat Tuhan melihat hal-hal ini terjadi, mereka mempersekutukannya. Melalui persekutuan, semua orang memperoleh makin banyak pengetahuan dan kemampuan membedakan, dan makin merasakan bahwa orang-orang jahat tidak mencintai kebenaran, dan bahkan muak akan kebenaran serta membencinya, dan bahwa mereka adalah Iblis yang hidup. Sekarang mereka melihat esensi natur orang-orang jahat dengan jelas, karena ada contoh-contoh nyata. Segala sesuatu yang dilakukan rumah Tuhan dalam hal ini adalah apa yang harus dialami oleh semua umat pilihan Tuhan selama proses Tuhan menyelamatkan manusia. Dilihat secara keseluruhan, semua ini diatur oleh Tuhan, jadi ini bukanlah sebuah kampanye. Ketika hal-hal ini terjadi, firman yang Kuucapkan kepada engkau semua sama dengan khotbah atau persekutuan lainnya bagimu; firman tersebut adalah semacam pembekalan. Artinya, Tuhan mengatur hal semacam itu di dalam lingkungan yang lebih besar. Peran apa yang Kumainkan di sini? Aku hanya memberikan bantuan kepadamu. Ketika engkau semua tidak memiliki pandangan atau pengenalan yang jelas tentang hal ini, Aku mempersekutukan kebenaran untuk membantumu, menasihatimu, dan memberimu petunjuk. Petunjuk apa yang Kuberikan? Petunjuk yang memungkinkanmu untuk mengenali dengan jelas pokok persoalan yang sedang dihadapi dan esensi masalah ini. Dengan beberapa petunjuk dan arahan sederhana, engkau semua segera memperoleh kejelasan dan mengetahui apa yang sedang terjadi. Hanya dengan sedikit bantuan ini, engkau semua dengan mudah melewati ujian yang ditimbulkan oleh hal ini, tepat seperti yang kauharapkan, dan menyerahkan jawaban yang memuaskan kepada Tuhan. Engkau memiliki kemampuan untuk membedakan orang jahat tersebut, tidak lagi memujanya, tidak lagi disesatkan olehnya, dan tidak lagi memercayai perkataan setan yang diucapkannya. Engkau memiliki pengenalan yang jelas tentangnya: Dia terbiasa berbohong, dia tidak pernah menerima kebenaran, dan dia adalah setan. Poin ini sudah mutlak. Sebelumnya, engkau cukup memujanya dan merasa bahwa dia adalah orang yang benar-benar menginginkan Tuhan. Sekarang engkau mampu membedakannya, dan telah menetapkan bahwa orang semacam ini tidak dapat memperoleh keselamatan, dan bahwa orang semacam ini adalah musuh Tuhan. Apa pun yang terjadi di gereja atau hal macam apa pun yang terjadi dalam pekerjaanmu, dengan semua pekerjaan yang Kulakukan dan semua firman yang Kuucapkan, Aku hanya terus-menerus menarik dan menyeretmu, berusaha sebaik mungkin untuk membawamu ke hadapan Tuhan dan ke jalan yang benar, serta membantumu memahami dan memperoleh kebenaran, agar engkau semua tidak lagi bodoh atau buta, dan tidak lagi mengandalkan sikap yang gampang marah atau berpegang pada gagasan lamamu dalam memperlakukan orang, peristiwa, atau hal apa pun. Apa pun hasil yang pada akhirnya ditimbulkan oleh tujuan dan sasaran ucapan-Ku di dalam dirimu, singkatnya, Aku hanya memiliki satu tujuan dan arah, yaitu membawa engkau semua ke hadapan Tuhan dan memampukanmu untuk menempati posisimu yang semestinya sebagai makhluk ciptaan. Jadi, ini bukanlah provokasi. Provokasi mencakup siasat dan tujuan dari kehendak manusia, membuat orang lain mengambil risiko untuk mencapai tujuannya sendiri di belakang layar. Jadi, apakah yang Kulakukan ini memprovokasimu? (Tidak.) Ketika engkau semua telah memperoleh kebenaran dan memetik beberapa pelajaran, Aku merasa puas; Aku tidak memiliki maksud lain. Apakah Aku melakukan ini demi kepentingan egois-Ku sendiri? (Tidak.) Sebaliknya, Aku harus membayar harga, mencurahkan pikiran, dan berbicara panjang lebar untuk bersekutu dengan engkau semua tanpa lelah, melakukan semua yang mungkin dilakukan untuk menerangkan setiap poin penting dengan jelas kepadamu. Sebagai contoh, jika suatu hal tertentu mencakup sepuluh poin penting, dan Aku mengabaikan tiga atau lima di antaranya, engkau semua akan kehilangan banyak hal. Jika Aku hanya mempersekutukan sepuluh poin penting ini secara singkat, orang-orang yang berkualitas buruk akan mendapatkan lebih sedikit lagi. Agar orang yang berkualitas baik bisa memperoleh sesuatu, poin-poin ini juga harus dipersekutukan dengan jelas, dan bagi orang yang berkualitas buruk, poin-poin tersebut perlu dipersekutukan berkali-kali agar mereka memahaminya. Oleh karena itu, Aku harus menerangkan kesepuluh poin penting tersebut dengan jelas, agar ketika semua orang berbagi dan berkomunikasi satu sama lain selama pertemuan, mereka berangsur-angsur memperoleh semua itu. Rumah Tuhan adalah sebuah keluarga besar. Tak seorang pun dapat makan dan minum semua kebenaran secara menyeluruh. Semua orang perlu saling berbagi; engkau harus selalu mendoa-bacakan, berbagi, dan bersekutu bersama. Hanya dengan cara inilah engkau dapat memahami lebih banyak hal dan memahaminya secara lebih komprehensif. Jadi, kehidupan bergereja mutlak diperlukan, dan engkau juga tidak dapat melakukannya tanpa saling bersekutu dan berbagi. Engkau bisa saja memperoleh tiga atau lima dari sepuluh poin penting yang Kubicarakan pada saat itu, dan kemudian, melalui semua orang yang saling berbagi, engkau bisa memperoleh tujuh atau delapan poin. Beberapa tahun kemudian, orang lain juga berbagi, dan mungkin seiring terkumpulnya poin-poin yang kauperoleh secara berangsur-angsur dari hari ke hari dan bulan ke bulan, engkau akan memperoleh kesepuluh poin penting tersebut. Dengan cara ini, firman-Ku tidak sia-sia, bukan? (Ya.) Jadi, engkau semua memperoleh kebenaran dan bertumbuh dalam tingkat pertumbuhan; apa yang akan Kuperoleh dari hal itu? Apakah Aku berharap agar engkau membuatkan-Ku makanan enak? Atau membelikan-Ku pakaian yang bagus? Mungkin sebuah rumah besar? Aku tidak menghargai hal-hal ini. Ini sama seperti ketika Daud ingin membangun bait suci bagi Tuhan pada masa itu. Apakah menurutmu bait suci itulah yang Tuhan inginkan? Pada waktu itu, orang benar-benar tidak memahami maksud Tuhan; mereka sebenarnya cukup bodoh. Meskipun Tuhan tidak memintanya, melihat bahwa Daud memiliki hati seperti itu, Tuhan menerima dan secara diam-diam menyetujuinya. Dalam konteks zaman itu, tingkat pertumbuhan orang-orang memang seperti itu; Tuhan tidak memiliki tuntutan yang tinggi terhadap manusia. Jika itu terjadi saat ini, orang-orang yang melakukan hal itu akan terlalu bodoh dan sama sekali tidak akan selaras dengan prinsip-prinsip kebenaran.

Aku tidak pernah mengucapkan perkataan provokasi atau melakukan hal-hal yang memprovokasi orang. Meskipun Aku membenci orang-orang jahat dan antikristus, Aku tidak memprovokasi semua orang agar bangkit untuk membenci dan menolak mereka. Banyak firman yang Kuucapkan itu semuanya untuk memungkinkan orang memahami kebenaran dan melihat kenyataan yang sebenarnya dengan jelas, jadi ini tidak bisa disebut provokasi. Aspek kebenaran apa pun yang Kupersekutukan, engkau semua harus memperlakukannya dengan benar dan mampu memahaminya dengan benar. Memang seperti itulah pekerjaan gereja dilakukan. Aku hanya tanpa lelah mempersekutukan dan menyediakan kebenaran, dan tanpa lelah membagikan pengenalan dan wawasan-Ku tentang kebenaran, sudut pandang-Ku tentang berbagai hal, pengenalan-Ku tentang berbagai macam orang, serta pandangan dan sikap-Ku terhadap mereka. Tujuan akhir-Ku dalam menyampaikan persekutuan tanpa lelah seperti ini adalah untuk memungkinkan engkau semua memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Jadi, dalam hal hasil ini, apakah Aku telah mencapainya? Apakah pekerjaan Tuhan telah mencapai hasil ini? (Ya.) Ada sebagian orang yang selalu takut salah percaya; mereka memercayai rumor yang tidak berdasar dari Iblis, berpikir bahwa mereka telah disesatkan, dan bahwa Pribadi yang mereka percayai bukanlah Tuhan melainkan manusia. Katamu engkau telah disesatkan, tetapi bukankah firman yang kaubaca adalah firman Tuhan? Bukankah firman Tuhan adalah kebenaran? Bukankah apa yang dipersekutukan dalam pertemuan-pertemuan rumah Tuhan adalah kebenaran? Dapatkah engkau memperoleh kebenaran dengan percaya kepada manusia? Pekerjaan apa yang dilakukan oleh rumah Tuhan yang menyesatkanmu? Atas dasar apa engkau menentukan apakah engkau telah disesatkan? Engkau hanya disesatkan jika apa yang kaupercayai bukanlah kebenaran. Jika apa yang kaupercayai adalah kebenaran, engkau tidak bisa mengatakan bahwa engkau telah disesatkan. Sekalipun engkau tidak memperoleh kebenaran, tidak bisa dikatakan bahwa engkau telah disesatkan; hanya bisa dikatakan bahwa engkau tidak mengejar kebenaran, bahwa engkau bukanlah orang yang tepat, dan bahwa engkau telah merugikan dirimu sendiri. Engkau percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tanpa memperoleh kebenaran. Lalu, apa masalahnya? Engkau pasti memuja para pendeta dan mengikuti manusia; inilah arti sebenarnya dari disesatkan. Rumah Tuhan memperlakukan semua orang dengan adil. Jika engkau bersedia melaksanakan tugasmu, rumah Tuhan memberimu tugas, dan juga mengurus biaya hidupmu tanpa bersikap perhitungan denganmu. Bukankah ini peninggian dari Tuhan? Bukankah engkau menerima perkenanan khusus? (Ya.) Lalu, apa tujuan memberimu tugas? Tujuannya agar engkau, sebagai makhluk ciptaan, dapat membangun hubungan yang tetap dan stabil dengan Sang Pencipta saat melaksanakan tugasmu. Atas landasan ini, Tuhan membekalimu dengan kebenaran, dan juga mengatur berbagai lingkungan bagimu untuk memetik pelajaran. Rumah Tuhan juga selalu mempersekutukan kebenaran dan prinsip dalam melaksanakan berbagai tugas kepadamu. Apakah Tuhan mencurahkan banyak pikiran demi membantu manusia memperoleh kebenaran? Apakah rumah Tuhan melakukan banyak pekerjaan untuk tujuan ini? (Ya.) Manusia adalah penerima manfaat terbesar dalam semua ini. Engkau tidak mengejar kebenaran, tetapi hanya mengejar ketenaran, keuntungan, dan status, tetapi katamu engkau telah menderita kerugian. Dengan berkata seperti ini, bukankah engkau memutarbalikkan fakta? Apakah engkau memiliki hati nurani saat berbicara seperti ini? Ada orang-orang yang berkata, "Melaksanakan tugas di rumah Tuhan sangatlah sulit; pekerjaan yang harus dilakukan tidak ada habisnya!" Efisiensimu dalam melaksanakan tugasmu sangat rendah, jadi engkau harus mulai memacu dirimu. Engkau selalu ingin makan gratis tanpa melakukan pekerjaan apa pun; ini tidak selaras dengan prinsip. Ada orang-orang yang selalu ingin makan gratis dan tidak melakukan pekerjaan apa pun; apa masalahnya di sini? Bukankah orang-orang ini rakus? Mereka pasti mati kelaparan di kehidupan mereka di masa lalu! Mereka datang ke rumah Tuhan hanya karena ingin makan gratis. Orang yang memiliki hati nurani dan nalar tidak bersedia melakukan hal ini. Jika rumah Tuhan membiarkan mereka makan sampai kenyang, mereka mampu membalas kasih karunia dan kasih Tuhan, dan mereka mampu melaksanakan tugas mereka dengan baik tanpa gentar menghadapi kesukaran atau kelelahan. Orang-orang yang tidak memiliki hati nurani dan nalar selalu ingin makan gratis. Mereka sangat takut bahwa melakukan sedikit pekerjaan mungkin akan membuat mereka menderita kerugian, jadi mereka makan lebih banyak untuk mengambil keuntungan dari rumah Tuhan. Dapatkah orang-orang semacam itu melaksanakan tugas mereka dengan baik? Menurut-Ku, cepat atau lambat mereka akan disingkirkan. Ada orang-orang yang juga berkata, "Bekerja di rumah Tuhan itu melelahkan!" Engkau tidak memiliki kelebihan apa pun. Jika engkau tidak bekerja dan tidak melaksanakan tugasmu, engkau harus kembali ke dunia untuk bekerja mencari nafkah. Bukankah pekerjaan yang kaulakukan di sana akan melelahkan? Apakah engkau ingin makan gratis di rumah Tuhan? Rumah Tuhan bukanlah panti jompo, bukan juga badan amal. Jika engkau selalu ingin makan gratis, bukankah engkau tidak memiliki hati nurani? Kita tidak usah membahas berapa banyak yang telah dihabiskan rumah Tuhan untuk menyediakan makanan, pakaian, dan pengeluaranmu sehari-hari. Hanya dalam hal kebenaran yang telah engkau semua dapatkan, mungkinkah ada sesuatu yang bisa kaugunakan untuk membelinya? Bisakah engkau membelinya dengan emas atau berlian? Engkau tidak bisa membelinya dengan apa pun; kebenaran tak ternilai harganya. Dalam membekali engkau semua dengan kebenaran, pernahkah Aku meminta satu sen pun darimu? (Tidak.) Berapa banyak hati dan usaha-Ku yang harus Kucurahkan dalam menyampaikan khotbah kepada engkau semua? Dari persekutuan-Ku tentang kebenaran, manakah yang tidak memungkinkanmu untuk memperoleh manfaat? Pertemuan manakah yang membuang-buang waktu dan tenagamu? (Tidak ada.) Aku telah memperlakukanmu dengan sangat baik. Setiap kali Aku menyampaikan khotbah, Aku memungkinkanmu untuk memperoleh sesuatu. Ketika Aku mengobrol dan berbincang-bincang denganmu, sekalipun Aku menceritakan lelucon, semua itu untuk membantumu memahami kebenaran. Oleh karena itu, Aku terus berbicara tanpa henti agar engkau semua mampu memahami kebenaran. Meskipun demikian, ada orang-orang yang masih berkata bahwa mereka disesatkan dengan percaya kepada Tuhan. Apakah mereka disesatkan? (Tidak.) Satu hal yang pasti tentang orang-orang yang berkata bahwa mereka disesatkan: Mereka bukanlah domba Tuhan. Karena bukan domba Tuhan, mereka tidak dapat menikmati berkat memahami kebenaran. Mereka seharusnya menderita siksaan dosa dan hidup dalam penderitaan, di mana Iblis menyiksa mereka sesuka hatinya dan terus merusak mereka, lalu mereka binasa bersama Iblis; inilah tempat tujuan yang pantas bagi mereka. Karena bukan domba Tuhan, mereka tidak dapat menikmati berkat itu. Begitu mereka membaca firman Tuhan, mereka tidak tahan atau tidak sanggup menanggungnya di dalam hati mereka, sama seperti beberapa orang yang bernasib buruk dan tidak sanggup menanggung berkat; jika mereka menikmati kehidupan yang terlalu baik, mereka akan mati muda. Katakan kepada-Ku, Aku telah berkumpul dan bersekutu denganmu selama bertahun-tahun; pernahkah Aku meminta satu sen pun darimu? (Tidak.) Ada orang-orang yang mencoba memberi-Ku beberapa ratus yuan secara langsung, meminta-Ku membeli suplemen untuk meningkatkan kesehatan-Ku. Aku berkata, "Aku tidak membutuhkannya, punya-Ku sudah cukup. Engkau simpan saja uang itu, atau lihat apa yang gereja butuhkan dan belikan sesuatu untuk gereja, atau lihat saudara-saudari mana yang membutuhkan uang untuk biaya hidup atau biaya perjalanan, dan berikan itu kepada mereka. Tidak perlu memberikannya kepada-Ku." Ada juga orang-orang yang memberi-Ku beberapa barang bagus secara langsung, dan Aku menolak semuanya tanpa terkecuali. Dari awal hingga sekarang, Aku tidak pernah mengambil satu sen pun atau satu barang pun dari individu mana pun. Ada orang-orang yang mempersembahkan beberapa barang kepada-Ku, dan sebagian besar waktu Aku menolaknya. Jika itu benar-benar sesuatu yang Kubutuhkan, Aku akan menerima sedikit, dan kemudian Aku juga harus mengungkapkan rasa terima kasih-Ku. Aku tidak pernah menuntut barang pribadi apa pun dari siapa pun. Aku tidak akan memintamu untuk memberi-Ku satu atau mengirimi-Ku beberapa hanya karena Aku melihatmu mengenakan pakaian yang bagus atau makan enak; Aku tidak pernah meminta hal-hal ini. Selama bertahun-tahun, pertemuan dan persekutuan-Ku denganmu tidak dipungut biaya. Aku tidak meminta satu sen pun darimu, Aku juga tidak memintamu untuk menyerahkan satu sen pun. Selain itu, dalam pertemuan dan persekutuan kita, kita tidak pernah berbicara tentang memberikan persembahan. Jadi, Aku tidak tahu mengapa beberapa orang yang telah menerima tahap pekerjaan ini dan percaya selama bertahun-tahun masih bisa berkata bahwa mereka telah disesatkan. Bagaimana engkau disesatkan? Apakah engkau ditipu secara materi atau seksual? Tidak satu pun. Lalu, bagaimana engkau semua menggolongkan orang yang bisa-bisanya mengatakan hal-hal semacam ini? (Mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya.) Mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya. Mereka bukanlah domba Tuhan; mereka adalah setan, jadi mereka mampu melontarkan fitnah keji.

Kita selalu mempersekutukan kebenaran ketika kita berkumpul, dan setelah bersekutu selama bertahun-tahun, engkau semua akhirnya telah mempelajari dasar-dasarnya. Aku melihat bahwa dalam begitu banyak kesaksian pengalaman sekarang, orang-orang memiliki beberapa pengalaman dan pengetahuan mengenai berbagai hal yang mereka hadapi dalam kehidupan, terutama dalam melaksanakan tugas mereka. Mereka semua telah memperoleh beberapa hasil dalam kebenaran dan pertumbuhan dalam hidup. Ini menunjukkan bahwa, dengan sering mendengarkan Aku berfirman dan menyampaikan khotbah, engkau semua telah mengembangkan pemikiran dan pandangan yang benar dan telah membagikan pengetahuan berdasarkan pengalaman yang sejati; inilah yang paling membuat-Ku senang melihatnya. Aku mendorong engkau semua untuk menulis lebih banyak artikel kesaksian pengalaman. Sekalipun pemahamanmu dangkal, tuliskanlah itu selama ada relevansinya, sekecil apa pun; makin banyak engkau menulis, makin mendalam pemahamanmu. Memang beginilah cara orang mengenal kebenaran, memahami kebenaran, dan mengalami kebenaran. Makin serius engkau menyikapinya dan makin engkau menganggapnya penting di dalam hatimu, makin pasti pemikiran dan pandangan yang akan kaumiliki dalam pemahamanmu tentang kebenaran. Makin pasti pemikiran dan pandanganmu, makin banyak substansi dalam apa yang kautuangkan saat engkau mulai menulis, dan makin mampu engkau mengungkapkannya secara tertulis. Namun, jika engkau hanya merenungkan berbagai hal secara bawah sadar atau hanya memikirkannya secara sederhana, engkau tidak akan mengembangkan pemikiran atau pandangan yang pasti. Ketika engkau mulai menulis, engkau akan merasa, "Aku memiliki pemahaman. Mengapa aku tidak bisa menyampaikannya dalam tulisan?" Engkau tidak bisa mengutarakannya karena engkau tidak memiliki pemikiran atau pandangan, dan engkau tidak tahu bagaimana cara menulis. Tanpa pemikiran dan pandangan, artikel yang kautulis tidak akan memiliki jiwa, arah, dan tujuan, dan engkau tidak akan mampu menentukan gagasan utama dari artikel tersebut. Jika engkau tidak tahu dan tidak dapat menentukan apa tujuan penulisan artikel tersebut, hasil apa yang kauharapkan untuk dicapai melaluinya, prinsip kebenaran apa yang terkait yang telah kaupahami, dan kebenaran apa yang terkait yang telah kaupahami, engkau tidak akan mampu mulai menulis. Jika engkau dapat menentukan hal-hal ini, jika engkau tahu apa sebenarnya kebenaran itu, di mana letak kekeliruan dan penyimpanganmu, hal-hal apa yang telah kauubah, dan apa yang telah kaudapatkan setelah engkau sekarang memahami kebenaran; jika engkau jelas tentang semua hal ini, engkau akan mampu mulai menulis. Banyak orang telah memperoleh beberapa hasil dalam aspek ini, yang dapat dilihat dari artikel-artikel kesaksian pengalaman ini, yang diunggah oleh rumah Tuhan. Sebagian orang telah mulai memiliki jalan masuk kehidupan yang pasti, dan tentu saja, sebagian orang juga telah memperoleh hasil yang pasti dalam kebenaran. Dapat dikatakan dengan pasti bahwa bagi sebagian orang yang telah memperoleh hasil dalam kebenaran ini, beberapa prinsip kebenaran telah menjadi hidup mereka dalam diri mereka. Ini adalah awal yang sangat baik, dan ini juga merupakan fenomena yang luar biasa. Dapat dikatakan bahwa memperoleh hasil ini adalah efek yang dicapai karena persekutuan kita tentang berbagai aspek kebenaran telah menjadi makin terperinci dan spesifik selama bertahun-tahun ini. Apa gunanya memberikan contoh ini? Yaitu untuk memberitahumu bahwa, setelah mendengarkan khotbah dan persekutuan-Ku selama bertahun-tahun, berdasarkan kebenaran yang dapat engkau semua pahami, baik pada tingkat doktrin maupun pada tingkat nyata, engkau seharusnya tidak lagi berpikir bahwa rumah Tuhan adalah apa yang disebut sebagai "kelompok manusia". Apa pun aspek kebenaran yang sedang dipersekutukan, apa pun hal spesifik yang sedang berusaha kauketahui, atau apa pun perilaku dan insiden khusus dari orang-orang jahat yang sedang dipersekutukan, engkau seharusnya tidak lagi mengukurnya dengan pemikiran dan pandangan orang tidak percaya. Sebaliknya, engkau seharusnya menerima bahwa hal-hal itu adalah dari Tuhan, berusaha keras untuk memetik pelajaran, memperlakukannya dengan serius, kemudian dengan penuh perhatian merenungkan dan mempelajari kebenaran yang seharusnya dipahami dalam hal-hal ini. Engkau harus mengingat poin ini: Entah itu persekutuan-Ku, persekutuan orang yang dipakai oleh Roh Kudus, atau persekutuan saudara-saudari yang di bawah, jika itu benar-benar berkaitan dengan jenis orang jahat yang harus orang bedakan atau jenis pelajaran yang harus dipetik, selama itu berkaitan dengan kebenaran, dan selama itu adalah aspek kebenaran yang seharusnya kaupahami dan kaumengerti, engkau seharusnya memperlakukannya dengan benar dan menganggapnya serius. Sekalipun tindakan beberapa individu agak radikal dan keras kepala, asalkan engkau tidak bertindak seperti itu, itu tidak masalah. Berfokuslah pada kebenaran, kerahkan upaya dalam kebenaran, ketahui esensi fakta-fakta masalah yang sedang dihadapi, kenali dan bedakan tokoh-tokoh negatif, terima hal-hal positif, dan terapkan sesuai dengan jalan yang positif. Dengan melakukan ini, engkau akan mencapai efek yang diinginkan dan mampu menuai hasil. Engkau tidak seharusnya menyikapi hal ini dengan sudut pandang orang tidak percaya, selalu berpikir, "Fakta bahwa rumah Tuhan mempersekutukan, menyingkapkan, dan mengeluarkan orang-orang jahat berarti itu sedang meluncurkan sebuah kampanye; itu memprovokasi dan menggoda kita agar melakukan hal-hal tertentu. Aku takut akhirnya akan terkena akibat buruknya dan mendatangkan masalah bagi diriku sendiri jika aku menyingkapkan orang-orang jahat." Tidak perlu mengkhawatirkan hal ini; di rumah Tuhan, kebenaran mutlak memegang kekuasaan. Jika engkau percaya bahwa Tuhan memegang kedaulatan, bahwa Tuhan itu mahakuasa, dan bahwa Tuhan itu benar, maka engkau seharusnya memiliki pemahaman dan sikap yang benar terhadap masalah ini, dan berusaha untuk menuai hasil dalam kebenaran ketika menghadapi setiap persoalan dan insiden-insiden khusus ini, alih-alih berusaha sebaik mungkin untuk melindungi dirimu sendiri dengan bertindak sebagai penonton atau pengikut yang bukan orang percaya. Apakah engkau mengerti? (Ya.) Engkau lihat, apakah firman yang Kuucapkan ini membantu engkau semua? (Ya.) Jika engkau ingin menjadi penonton dan hidup sebagai penakut, imanmu kepada Tuhan terlalu kecil; engkau tidak memercayai fakta bahwa Tuhan itu benar dan mahakuasa, atau fakta bahwa Tuhan memegang kedaulatan atas segala sesuatu. Sekalipun tidak bisa dikatakan bahwa engkau adalah pengikut yang bukan orang percaya, setidaknya engkau memiliki sikap skeptis; engkau belum memberikan hatimu kepada Tuhan, dan engkau tidak memiliki hati yang tulus bagi Tuhan. Ini adalah salah satu jenis orang: Mereka sangat penakut, dan ketika gereja melakukan pekerjaan pembersihan dan perlu menyingkapkan antikristus serta orang-orang jahat, mereka mundur, menghindar, dan berkompromi. Ada juga jenis pengikut yang bukan orang percaya lainnya yang, ketika menghadapi hal-hal semacam itu, berpikir, "Rumah Tuhan kembali meluncurkan kampanye. Aku tidak akan ambil bagian dalam hal ini. Aku tidak akan mengatakan apa pun. Bagaimana jika aku salah bicara dan diusir? Aku tidak akan menyingkapkan siapa pun, dan aku tidak akan bermusuhan dengan siapa pun. Yang harus kulakukan hanyalah melindungi diriku sendiri; aku harus menjaga diriku sendiri. Aku tidak melihat perbuatan jahat siapa pun, aku tidak mendengar perkataan konyol siapa pun, dan aku tidak mengetahui serta tidak melihat siapa pun melakukan hal-hal yang menyebabkan kekacauan dan gangguan atau merugikan kepentingan rumah Tuhan. Semua ini tidak ada hubungannya denganku." Ini adalah sudut pandang pengikut yang bukan orang percaya. Engkau tidak hanya gagal melindungi kepentingan rumah Tuhan, tetapi engkau juga mentertawakan rumah Tuhan, sementara pada saat yang sama berusaha sebaik mungkin untuk melindungi dirimu sendiri, mengkhianati kepentingan rumah Tuhan. Di mata Tuhan, orang macam apa orang seperti ini? Apakah Tuhan menyukai orang-orang semacam ini? (Tidak, di mata Tuhan, orang semacam ini adalah orang tidak percaya.) Jika engkau seperti ini, Tuhan memperlakukanmu sebagai orang tidak percaya. Engkau mungkin melaksanakan tugasmu, tetapi Tuhan tidak menerimamu, ataupun mengakuimu sebagai makhluk ciptaan-Nya. Ini berarti masalah bagimu. Sekalipun engkau melindungi dirimu sendiri dengan cukup baik, itu tidak ada gunanya; engkau harus membiarkan Tuhan melindungimu. Jika Tuhan melindungimu, engkau akan sepenuhnya aman; jika Tuhan melindungimu, engkau akan mampu memperoleh kebenaran dan penerimaan Tuhan. Engkau seharusnya berdoa memohon perlindungan Tuhan, dan melaksanakan tugas dengan baik serta memenuhi tanggung jawab yang seharusnya orang penuhi; jangan coba melindungi dirimu hanya dengan mengandalkan dirimu sendiri. Sebesar apa kemampuanmu sampai bisa melindungi nyawamu sendiri? Sebesar apa kemampuanmu sampai bisa menjamin tempat tujuanmu sendiri? Engkau tidak memiliki kemampuan sebesar ini; engkau tidak memegang kendali atas dirimu sendiri. Jika engkau pintar, engkau seharusnya menyerahkan dirimu, menempatkan diri pada posisimu yang semestinya sebagai makhluk ciptaan ketika menghadapi hal apa pun, memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan tugasmu dengan baik, serta berusaha sebaik mungkin untuk melindungi kepentingan rumah Tuhan. Jika engkau mampu melaksanakan tugasmu dengan sepenuh hati dan dengan baik, dan engkau mampu melindungi kepentingan rumah Tuhan, lihatlah apakah Tuhan akan menyerahkanmu kepada Iblis, apakah engkau akan mati, dan apakah gereja akan mengusirmu. Jika engkau bahkan tidak bisa yakin akan hal ini, maka engkau benar-benar pengikut yang bukan orang percaya; engkau adalah orang tidak percaya. Tuhan tidak menyelamatkan atau menyempurnakan orang tidak percaya; Dia tidak menginginkan orang-orang semacam itu. Apakah engkau mengerti? (Ya.) Begitu engkau memiliki pemikiran dan pandangan semacam itu, ketika kelak engkau menghadapi hal apa pun, jangan menghindar darinya. Engkau harus memperlakukan dirimu sendiri sebagai anggota keluarga besar ini, yaitu rumah Tuhan. Kepentingan rumah Tuhan berkaitan dengan kepentingan setiap saudara-saudari, dan itu juga berkaitan dengan kepentinganmu. Ketika kepentingan rumah Tuhan menderita kerugian, engkau seharusnya menyadari bahwa kepentinganmu sendiri juga menderita kerugian. Engkau seharusnya bangkit untuk menghentikan hal ini dan membedakan hal ini, lalu bersekutu dengan saudara-saudari untuk melindungi kepentingan rumah Tuhan. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang di rumah Tuhan dan perilaku yang seharusnya mereka perlihatkan; inilah yang seharusnya dilakukan oleh umat Tuhan dan prajurit kerajaan yang baik. Apakah engkau mengerti? (Ya.)

Baiklah, kita akan mengakhiri persekutuan kita di sini untuk hari ini. Sampai jumpa!

19 Oktober 2024

Sebelumnya: Cara Mengejar Kebenaran (27)

Selanjutnya: Cara Mengejar Kebenaran (29)

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini

Hubungi kami via WhatsApp