3. Umat Katolik mendengarkan para imam, para imam mendengarkan para uskup, dan para uskup mendengarkan Paus. Sebaik apa pun engkau mempersekutukan tentang pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, kecuali Paus dan para imam mengumumkan kedatangan Tuhan, kami tidak dapat menerimanya—kami umat Katolik mendengarkan para imam dan Paus.

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Kita harus lebih taat kepada Tuhan daripada manusia" (Kisah Para Rasul 5:29).

"Bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang telah memukul mereka, juga tidak mencari Yahweh semesta alam. Karena itu, Yahweh akan memenggal dari Israel kepala dan ekor, cabang dan gelagah, dalam satu hari. Para tua-tua dan orang terhormat, mereka adalah kepala; dan nabi yang mengajarkan kebohongan adalah ekor. Karena para pemimpin bangsa ini menyebabkan mereka berbuat salah; dan orang-orang yang mereka pimpin dihancurkan" (Yesaya 9:13-16).

Firman Tuhan yang Relevan:

Beberapa orang tidak menyukai kebenaran, apalagi penghakiman. Sebaliknya, mereka menyukai kekuasaan dan kekayaan; orang-orang semacam itu disebut para pencari kekuasaan. Mereka hanya mencari denominasi-denominasi di dunia yang berkuasa dan mereka hanya mencari para pendeta serta pengajar yang berasal dari seminari. Meskipun mereka telah menerima jalan kebenaran, mereka hanya setengah percaya, dan mereka tidak mampu mencurahkan segenap hati dan pikiran mereka; mulut mereka mengucapkan perkataan tentang mengorbankan diri mereka untuk Tuhan, tetapi mata mereka berfokus pada para pendeta dan pengajar yang termasyhur, dan mereka memandang Kristus sebelah mata. Pikiran mereka dipenuhi dengan pemikiran tentang ketenaran, keuntungan, dan kemuliaan. Mereka berpikir tidak mungkin orang yang sedemikian kecilnya mampu menaklukkan begitu banyak orang, orang yang sedemikian biasa-biasa saja mampu menyempurnakan manusia. Mereka berpikir tidak mungkin orang-orang ini yang bukan siapa-siapa di antara debu dan tumpukan kotoran adalah orang-orang yang dipilih Tuhan. Mereka yakin jika orang-orang semacam itu adalah sasaran penyelamatan Tuhan, maka langit dan bumi akan jungkir balik dan semua orang akan tertawa terbahak-bahak. Mereka yakin jika Tuhan memilih orang-orang semacam itu untuk disempurnakan, berarti orang-orang hebat itu akan menjadi Tuhan itu sendiri. Perspektif mereka tercampur dengan ketidakpercayaan; lebih dari tidak percaya, mereka sesungguhnya adalah binatang yang tidak bernalar. Karena mereka hanya menghargai status, prestise, dan kekuasaan, dan mereka hanya menjunjung tinggi kelompok dan denominasi yang besar, dan tidak sedikit pun menghargai orang-orang yang dipimpin oleh Kristus. Mereka benar-benar pengkhianat yang telah berpaling dari Kristus, dari kebenaran, dan dari hidup.

Engkau tidak mengagumi kerendahhatian Kristus, tetapi engkau menyanjung gembala-gembala palsu yang berkedudukan menonjol. Engkau tidak menyukai keindahan ataupun hikmat Kristus, tetapi engkau sangat menyukai orang-orang cabul yang mengikuti kebejatan dunia. Engkau hanya mencibir penderitaan Kristus yang tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya, tetapi mengagumi mayat-mayat yang berburu persembahan dan hidup dalam pesta pora. Engkau tidak bersedia menderita bersama Kristus, tetapi engkau dengan senang hati datang ke pelukan para antikristus yang sembrono dan sewenang-wenang itu, meskipun mereka hanya membekalimu dengan daging, kata-kata, dan kendali. Bahkan sekarang pun, hatimu masih mengarah kepada mereka, pada reputasi mereka, status mereka, dan kekuatan mereka. Namun, engkau terus bersikap menganggap pekerjaan Kristus sulit untuk diterima dan tidak mau menerimanya. Karena inilah Aku berkata bahwa engkau sama sekali tidak memiliki iman yang mengakui Kristus. Alasanmu mengikut Dia sampai hari ini hanyalah karena engkau tidak punya pilihan lain. Serangkaian citra agung akan selamanya berdiri tegak di hatimu; engkau tidak dapat melupakan setiap kata dan perbuatan mereka, juga perkataan serta tangan mereka yang berpengaruh. Di dalam hatimu, mereka selamanya agung dan selamanya pahlawan. Namun tidaklah demikian bagi Kristus zaman sekarang. Di dalam hatimu, Dia selamanya tidak penting, selamanya tidak layak untuk ditakuti. Karena Dia terlalu biasa, pengaruhnya terlalu kecil, dan jauh dari agung.

Bagaimanapun juga, Kukatakan bahwa semua orang yang tidak menghargai kebenaran adalah para pengikut yang bukan orang percaya dan para pengkhianat kebenaran. Manusia semacam itu tidak akan pernah menerima perkenanan Kristus. Sudahkah engkau sekarang mengetahui seberapa banyak ketidakpercayaan yang ada dalam dirimu, dan seberapa banyak pengkhianatanmu terhadap Kristus? Aku menasihatimu: Karena engkau telah memilih jalan kebenaran, engkau harus mengabdikan dirimu sepenuh hati; jangan bimbang atau setengah hati. Engkau harus memahami bahwa Tuhan bukan milik dunia, dan bukan milik satu orang pun, melainkan milik semua orang yang benar-benar percaya kepada-Nya, semua orang yang menyembah-Nya, dan semua orang yang sepenuh hati serta setia kepada-Nya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Apakah Engkau Benar-Benar Orang yang Percaya kepada Tuhan?"

Lihatlah para pemimpin setiap agama dan setiap denominasi—mereka semua congkak dan merasa diri benar, dan penafsiran mereka terhadap Alkitab di luar konteks dan dituntun oleh gagasan dan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua mengandalkan karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka sama sekali tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki sedikit pengetahuan dan mampu mengkhotbahkan beberapa doktrin, atau mereka tahu bagaimana memenangkan hati orang lain dan menggunakan tipu daya tertentu. Mereka menggunakan hal-hal ini untuk menipu orang dan untuk membawa mereka ke hadapan diri mereka sendiri. Secara sebutannya, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi sebenarnya, mereka mengikuti para pemimpin ini. Ketika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata: "Kami harus berkonsultasi dengan pemimpin kami tentang masalah iman." Lihatlah bagaimana orang membutuhkan persetujuan orang lain dalam hal percaya kepada Tuhan dan menerima jalan yang benar—bukankah ini masalah? Dengan demikian, menjadi apakah para pemimpin itu? Bukankah mereka telah menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar? Orang-orang semacam ini adalah orang yang sejenis dengan Paulus. ... Di masa lalu, Tuhan tidak keras terhadap manusia, entah kepercayaan mereka kepada-Nya murni atau palsu, bahkan sekalipun mereka mengikuti manusia, atau tidak mengejar kebenaran, karena Dia telah menetapkan bahwa pada akhir zaman, semua yang telah ditentukan sejak semula dan dipilih oleh-Nya harus datang ke hadapan-Nya dan menerima penghakiman-Nya. Jika, setelah menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, orang masih terus memuja dan mengikuti orang lain, jika mereka tidak mengejar kebenaran melainkan mengejar berkat dan mahkota, maka ini tidak dapat diampuni. Orang-orang semacam itu akan memiliki kesudahan yang sama seperti Paulus.

—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"

Mereka yang tidak memahami kebenaran selalu mengikuti orang lain: jika orang mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan Roh Kudus, engkau juga mengatakan itu adalah pekerjaan Roh Kudus; jika orang mengatakan ini adalah pekerjaan roh jahat, engkau pun menjadi bimbang, atau juga mengatakan bahwa itu adalah pekerjaan roh jahat. Engkau selalu membeo perkataan orang lain, dan tidak mampu membedakan apa pun sendiri, dan engkau juga tidak mampu berpikir sendiri. Ini adalah orang yang tidak memiliki pendirian, yang tidak mampu membedakan—orang semacam ini adalah orang celaka yang tidak berguna! Engkau selalu mengulangi perkataan orang lain: sekarang dikatakan bahwa ini adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi ada kemungkinan bahwa suatu hari nanti orang akan mengatakan bahwa ini bukanlah pekerjaan Roh Kudus, dan itu sebenarnya hanyalah perbuatan manusia—tetapi engkau tidak dapat membedakan hal ini, dan ketika engkau menyaksikan orang lain mengatakan hal itu, engkau mengatakan hal yang sama. Sesungguhnya itu adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi engkau mengatakan itu adalah pekerjaan manusia; bukankah engkau telah menjadi salah satu dari orang-orang yang menghujat pekerjaan Roh Kudus? Dalam hal ini, bukankah engkau telah menentang Tuhan karena engkau tidak mampu membedakan? Mungkin suatu hari nanti akan muncul beberapa orang bodoh yang mengatakan bahwa "ini adalah pekerjaan roh jahat," dan ketika mendengar kata-kata ini, engkau menjadi bingung, dan sekali lagi, engkau akan terkekang oleh perkataan orang lain. Setiap kali seseorang menimbulkan kekacauan, engkau tidak mampu mempertahankan pendirianmu, dan ini semua disebabkan karena engkau tidak memiliki kebenaran. Percaya kepada Tuhan dan berusaha mengenal Tuhan bukanlah masalah sederhana. Hal-hal ini tidak dapat dicapai hanya dengan berkumpul dan mendengarkan khotbah, dan engkau tidak dapat disempurnakan oleh semangat saja. Engkau harus mengalami, dan mengetahui, dan memiliki prinsip dalam tindakanmu, dan mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Jika engkau telah memiliki pengalaman, engkau akan mampu membedakan banyak hal—engkau akan mampu membedakan antara yang baik dan yang jahat, antara keadilan dan kejahatan, antara apa yang berasal dari darah dan daging serta apa yang berasal dari kebenaran. Engkau seharusnya mampu membedakan semua hal ini, dan dengan melakukannya, apa pun keadaannya, engkau tidak akan pernah tersesat. Hanya inilah tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya yang Dapat Memuaskan Tuhan"

Orang yang percaya kepada Tuhan harus tunduk kepada Tuhan dan menyembah-Nya. Jangan meninggikan atau memuja orang lain; jangan menempatkan Tuhan di urutan pertama, orang yang kaupuja di urutan kedua, dan dirimu sendiri di urutan ketiga. Tak seorang pun boleh memiliki tempat di hatimu, dan engkau tidak boleh menganggap orang—terutama mereka yang kauhormati—sejajar dengan Tuhan, atau setara dengan-Nya. Ini tidak bisa ditoleransi oleh Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Umat Pilihan Tuhan pada Zaman Kerajaan"

Yang paling penting dalam mengikuti Tuhan adalah bahwa segala sesuatu haruslah sesuai dengan firman Tuhan zaman sekarang: entah engkau sedang berusaha memiliki jalan masuk kehidupan, atau berusaha memenuhi maksud Tuhan, semuanya itu harus terpusat pada firman Tuhan zaman sekarang. Jika apa yang engkau persekutukan dan masuki tidak terpusat pada firman Tuhan zaman sekarang, berarti engkau adalah orang asing bagi firman Tuhan, dan sama sekali kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Yang diinginkan Tuhan ialah orang-orang yang mengikuti jejak langkah-Nya. Sebagus dan semurni apa pun pemahamanmu sebelumnya, Tuhan tidak menginginkannya, dan jika engkau tidak mampu menyingkirkan hal-hal seperti itu, semua itu akan menjadi penghalang yang luar biasa untuk jalan masukmu di masa depan. Semua orang yang mampu mengikuti cahaya Roh Kudus saat ini, diberkati. Orang dari masa lalu juga mengikuti jejak langkah Tuhan, tetapi mereka tidak dapat mengikuti-Nya hingga sekarang ini; ini adalah berkat bagi orang-orang pada akhir zaman. Mereka yang dapat mengikuti pekerjaan Roh Kudus saat ini dan dapat mengikuti jejak langkah Tuhan, sampai sedemikian rupa hingga mereka mengikuti Tuhan ke mana pun Tuhan memimpin mereka—mereka inilah orang-orang yang diberkati Tuhan. Mereka yang tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus pada saat ini, mereka belum masuk ke dalam pekerjaan firman Tuhan, dan sebanyak apa pun mereka bekerja, atau sebesar apa pun penderitaan mereka, atau sebanyak apa pun mereka menyibukkan diri, tidak ada yang berarti bagi Tuhan, dan Tuhan tidak akan memperkenankan mereka. Sekarang ini, semua orang yang mengikuti firman Tuhan zaman sekarang berada dalam aliran Roh Kudus; mereka yang tidak mengenal firman Tuhan zaman sekarang, berada di luar aliran Roh Kudus, dan orang-orang seperti itu tidak diperkenan oleh Tuhan. ... "Mengikuti pekerjaan Roh Kudus" berarti memahami maksud Tuhan pada zaman sekarang, dapat bertindak sesuai dengan tuntutan Tuhan di masa sekarang, dapat tunduk dan mengikuti Tuhan zaman sekarang, dan masuk sesuai dengan perkataan-perkataan terbaru dari Tuhan. Hanya orang seperti inilah yang mengikuti pekerjaan Roh Kudus dan berada dalam aliran Roh Kudus. Orang-orang seperti itu tidak hanya dapat menerima pujian dari Tuhan dan melihat Tuhan, tetapi mereka juga dapat mengetahui watak Tuhan dari pekerjaan Tuhan yang terbaru, dan dapat mengetahui gagasan serta pemberontakan manusia, serta natur dan hakikat manusia, dari pekerjaan-Nya yang terbaru; lebih jauh lagi, mereka dapat secara bertahap mengalami perubahan dalam watak mereka selama melakukan pelayanannya. Hanya orang-orang seperti ini yang dapat memperoleh Tuhan dan yang benar-benar menemukan jalan yang benar.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kenalilah Pekerjaan Terbaru Tuhan dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya"

Sebaiknya orang-orang yang mengklaim dirinya mengikuti Tuhan itu membuka matanya dan melihat baik-baik, siapa yang sesungguhnya mereka percayai: benarkah Tuhan yang engkau percayai, ataukah Iblis? Jika engkau tahu bahwa yang engkau percayai bukanlah Tuhan melainkan berhalamu, sebaiknya engkau tidak mengklaim dirimu sebagai orang percaya. Jika engkau benar-benar tidak tahu siapa yang engkau percayai, sekali lagi, sebaiknya engkau tidak mengklaim dirimu sebagai orang percaya. Mengaku-aku dirimu orang percaya adalah penghujatan! Tak seorang pun yang memaksamu untuk percaya kepada Tuhan. Jangan katakan engkau semua percaya kepada-Ku; Aku sudah muak mendengar perkataan seperti itu, dan tidak ingin mendengarnya lagi, karena yang engkau semua percayai adalah berhala-berhala di dalam hatimu dan para perundung lokal yang ada di antaramu. Mereka yang menggelengkan kepala ketika mendengar kebenaran, yang menyeringai ketika mendengarkan pembicaraan tentang kematian, semuanya adalah keturunan Iblis, dan merekalah orang-orang yang akan disingkirkan. Di dalam gereja, ada banyak orang yang tidak memiliki ketajaman rohani. Ketika peristiwa orang-orang yang disesatkan terjadi, mereka justru berdiri di pihak Iblis; mereka bahkan merasa sangat diperlakukan tidak adil karena disebut sebagai hamba Iblis. Meskipun orang bisa menyebut mereka tidak memiliki ketajaman rohani, mereka selalu berdiri di sisi yang tidak benar, mereka tidak pernah berdiri di pihak kebenaran di saat genting, mereka tidak pernah bangkit dan membela kebenaran. Apakah mereka benar-benar tidak memiliki ketajaman rohani? Mengapa mereka justru memihak Iblis? Mengapa mereka tidak pernah mengatakan sepatah kata pun yang adil dan masuk akal dalam mendukung kebenaran? Benarkah situasi ini tercipta sebagai akibat kebingungan mereka yang sementara? Makin sedikit ketajaman yang orang punya, makin mereka tak mampu berdiri di pihak kebenaran. Hal ini menunjukkan apa? Bukankah itu menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak memiliki ketajaman mencintai dosa? Bukankah itu menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan Iblis yang setia? Mengapa mereka selalu dapat berdiri di pihak Iblis dan seia sekata dengan Iblis? Setiap perkataan dan perbuatan mereka, serta ekspresi wajah mereka, cukup untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah pencinta kebenaran; sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang membenci kebenaran. Bahwa mereka dapat berdiri di pihak Iblis, itu cukup untuk membuktikan bahwa Iblis sangat menyayangi setan-setan kecil ini, yang menghabiskan seluruh hidup mereka berjuang demi Iblis. Bukankah semua fakta ini terlampau jelas? Jika engkau benar-benar orang yang mencintai kebenaran, lalu mengapa engkau tidak memedulikan orang-orang yang melakukan kebenaran, dan mengapa engkau justru segera mengikuti orang-orang yang tidak melakukan kebenaran begitu mereka melihatmu? Masalah macam apa ini? Aku tak peduli apakah engkau memiliki ketajaman rohani atau tidak. Aku tidak peduli berapa harga yang telah kaubayar. Aku tidak peduli sebesar apa kekuatanmu, dan Aku tidak peduli apakah engkau adalah perundung lokal ataukah pemimpin yang mengibarkan panji-panji. Jika kekuatanmu besar, itu hanya karena Iblis membantumu dengan kekuatannya. Jika gengsimu tinggi, itu semata karena terlalu banyak orang di sekitarmu yang tidak melakukan kebenaran. Jika engkau belum dibuang hingga saat ini, itu karena saat ini bukanlah waktu untuk pekerjaan pembuangan; sebaliknya, sekarang ini adalah waktu untuk pekerjaan penyingkiran. Tidak perlu buru-buru membuangmu saat ini. Aku hanya menunggu datangnya hari ketika Aku akan menghukummu setelah engkau disingkirkan. Barang siapa tidak melakukan kebenaran akan disingkirkan!

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran"

Sebelumnya: 2. Kami percaya bahwa dosa manusia ditahirkan setelah kematian di dalam Api Penyucian, di mana setelah itu, barulah orang dapat memasuki kerajaan surga. Namun, engkau bersaksi bahwa mereka yang tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman tidak akan ditahirkan, dan dengan demikian, tidak akan layak untuk memasuki kerajaan surga. Apa yang kaumaksud dengan hal ini? Bagaimana tepatnya orang dapat memasuki kerajaan surga?

Selanjutnya: 1. Mengapa manusia harus percaya kepada Tuhan?

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Konten Terkait

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini

Hubungi kami via WhatsApp