Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Lebih Fokus pada Kenyataan

Setiap orang memiliki kemungkinan untuk disempurnakan oleh Tuhan, jadi setiap orang harus memahami pelayanan apa kepada Tuhan yang paling sesuai dengan kehendak Tuhan. Kebanyakan orang tidak tahu apa artinya percaya kepada Tuhan dan tidak tahu mengapa mereka harus percaya kepada Tuhan. Artinya, kebanyakan orang tidak memahami karya Tuhan atau tujuan dari rencana pengelolaan Tuhan. Sampai saat ini, kebanyakan orang masih berpikir bahwa percaya kepada Tuhan adalah tentang masuk surga dan menyelamatkan jiwa mereka. Mereka belum memahami arti penting dari percaya kepada Tuhan, dan terlebih lagi mereka belum memiliki pemahaman apa pun tentang pekerjaan Tuhan yang paling penting dalam rencana pengelolaan-Nya. Dengan berbagai alasannya sendiri, manusia tidak tertarik pada pekerjaan Tuhan dan tidak memikirkan kehendak Tuhan atau rencana pengelolaan Tuhan. Sebagai seorang pribadi dalam arus ini, setiap orang harus tahu apa tujuan dari seluruh rencana pengelolaan Tuhan, fakta yang Tuhan telah genapkan, mengapa Tuhan telah memilih kelompok orang ini, apa tujuan dan maknanya, dan apa yang ingin dicapai Tuhan dalam kelompok ini. Di negeri naga merah yang sangat besar, Tuhan telah mampu membangkitkan sekelompok orang yang tidak menarik perhatian, dan Dia terus bekerja hingga sekarang, menguji dan menyempurnakan mereka dengan berbagai cara, mengucapkan firman yang tak terhingga, melakukan banyak pekerjaan, dan mengirim begitu banyak objek pelayanan. Berangkat dari kenyataan bahwasanya Tuhan telah melakukan pekerjaan besar seperti itu, dapat dilihat bahwa kepentingan pekerjaan Tuhan sangatlah besar. Engkau belum bisa memahami sepenuhnya. Oleh karena itu, jangan menganggap pekerjaan yang Tuhan telah lakukan padamu sebagai hal sepele; ini bukanlah hal sepele. Apa yang telah ditunjukkan Tuhan kepadamu hari ini sudah cukup untuk kaurenungkan dan pahami. Hanya apabila engkau benar-benar dan sepenuhnya memahaminya, engkau dapat mengalami lebih dalam dan mencapai kemajuan dalam hidupmu. Hal yang dipahami dan dilakukan oleh manusia pada saat ini sungguh masih terlalu kecil dan tidak dapat sepenuhnya memenuhi kehendak Tuhan. Inilah ketidakcukupan manusia serta kegagalan dalam melakukan tugas mereka. Inilah mengapa hasil yang seharusnya telah dicapai belum tercapai. Roh Kudus tidak memiliki cara untuk mengerjakan banyak orang karena orang-orang itu memiliki pemahaman yang begitu dangkal tentang pekerjaan Tuhan dan tidak mau menganggap pekerjaan rumah Tuhan sebagai sesuatu yang berharga. Mereka senantiasa hanya berbuat ala kadarnya cukup untuk dapat bertahan saja, atau meniru apa yang dilakukan kebanyakan orang, atau cuma menunjukkan kepada orang bahwa mereka itu sedang "bekerja". Pada hari ini, setiap orang dalam arus ini akan mengingat apakah yang telah kaulakukan itu sudah maksimal, dan apakah engkau telah mengerahkan seluruh daya upayamu. Manusia sama sekali tidak melakukan tugas mereka. Ini bukan berarti Roh Kudus tidak melakukan pekerjaan-Nya, tetapi justru orang tidak melakukan pekerjaan mereka, sehingga mustahil bagi Roh Kudus untuk melakukan pekerjaan-Nya. Tuhan telah selesai mengungkapkan firman-Nya, tetapi mereka tidak mengikutinya sama sekali dan telah jauh tertinggal di belakang, tidak mampu merapat dalam setiap langkah, tidak mampu mengikuti jejak Anak Domba dengan ketat. Apa yang semestinya mereka patuhi tidak mereka patuhi; apa yang semestinya mereka emban tidak mereka emban; apa yang semestinya mereka doakan tidak mereka doakan; apa yang semestinya mereka buang tidak mereka buang. Mereka tidak melakukan semua hal ini. Oleh karena itu, pembicaraan tentang menghadiri perjamuan hanya pepesan kosong belaka dan sama sekali tidak memiliki arti yang nyata. Semuanya dalam khayalan manusia itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa hingga saat ini, manusia belum melakukan tugas mereka sama sekali. Segalanya tergantung pada pekerjaan dan perkataan Tuhan sendiri, sementara peran manusia benar-benar terlalu kecil. Mereka semua adalah sampah tak berguna yang tidak tahu cara bekerja sama dengan Tuhan. Tuhan telah menyabdakan ratusan ribu firman, tetapi manusia belum melakukannya sama sekali, mulai dari meninggalkan daging, melepas gagasan-gagasan, melakukan ketaatan dalam segala hal, mengembangkan kearifan sekaligus mendapatkan pemahaman, hingga melepaskan status orang dalam hati mereka, menghilangkan berhala yang bersemayam dalam hati mereka, memberontak melawan kehendak-kehendak pribadi yang tidak benar, tidak bertindak menurut emosi mereka, melakukan semua hal dalam kebenaran tanpa prasangka, berpikir lebih banyak tentang kepentingan Tuhan dan pengaruhnya terhadap orang lain kala berbicara, melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat bagi pekerjaan Tuhan, mengingat manfaat bagi rumah Tuhan dalam segala hal yang mereka lakukan, tidak membiarkan emosi mereka menentukan perilaku mereka, membuang apa yang menyenangkan daging, menghilangkan pemahaman-pemahaman lama yang egoistis, dan seterusnya. Manusia sebenarnya memahami sebagian dari firman tentang apa yang dituntut Tuhan dari mereka, tetapi mereka tidak mau melakukannya. Bagaimana lagi Tuhan bisa bekerja dan menggerakkan mereka? Bisa-bisanya pemberontak di mata Tuhan berani mengutip firman Tuhan untuk mengaguminya? Berani-beraninya mereka memakan makanan Tuhan? Di mana hati nurani manusia? Mereka sedikit pun tidak melakukan tugas mereka, sehingga tidak ada gunanya berbicara tentang melakukan hal-hal yang dapat mereka lakukan. Bukankah mereka itu pemimpi? Jangan bicara tentang realitas tanpa pelaksanaan. Itu adalah fakta!

Seharusnya sekarang engkau sekalian mendalami pelajaran-pelajaran yang lebih realistis. Tidak perlu berbicara muluk dan kosong yang membuat orang kagum. Ketika berbicara tentang pengetahuan, setiap orang lebih tinggi dari orang sebelumnya, tetapi mereka belum memiliki jalur pengamalan. Berapa banyak yang telah mengamalkan? Berapa yang telah belajar pelajaran-pelajaran yang sebenarnya? Siapa yang bisa bersekutu tentang kenyataan? Kemampuan berbicara tentang firman Tuhan tidak menunjukkan tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya. Itu cuma menunjukkan bahwa engkau terlahir cerdas dan berbakat. Itu semua sia-sia belaka apabila engkau tidak bisa menunjukkan jalan, dan engkau pun hanya menjadi sampah yang tidak berguna! Bukankah engkau berpura-pura belaka apabila engkau tidak bisa berkata apa pun tentang jalan pengamalan yang sebenarnya? Bukankah engkau hanya meniru-niru apabila engkau tidak dapat memberikan pengalaman-pengalaman nyata sendiri kepada orang lain, sehingga memberikan kepada mereka pelajaran-pelajaran yang dapat mereka pelajari atau suatu jalan pengamalan? Bukankah engkau hanya menjadi penipu? Nilai apa yang kaupunyai? Orang seperti itu hanya bisa menjadi "penemu teori sosialisme" alih-alih "kontributor perwujudan sosialisme". Tiadanya kenyataan berarti tiadanya kebenaran. Tiadanya kenyataan berarti tidak ada gunanya. Tiadanya kenyataan berarti menjadi mayat hidup. Tiadanya kenyataan berarti menjadi "pemikir Marxisme-Leninisme" tanpa nilai sebagai rujukan. Aku menyerukan agar setiap orang berhenti membahas teori dan sebagai gantinya membahas hal-hal yang nyata, hal-hal yang asli dan penting, mendalami "seni modern", membicarakan hal-hal yang realistis, bersumbangsih pada kenyataan, dan menunjukkan semangat pengabdian. Hadapi kenyataan ketika berbicara dan jangan tenggelam dalam omongan-omongan yang tidak realistis dan berlebihan untuk membuat orang senang atau agar mereka memandangmu dengan cara berbeda. Apa manfaatnya? Apa gunanya menggugah kesukaan orang terhadapmu? Bersikaplah "artistik" dalam tutur katamu, bersikaplah adil dalam perilakumu, bersikaplah masuk akal dalam pekerjaanmu, bersikaplah realistis dalam menyikapi orang, selalulah ingat untuk memberi manfaat kepada rumah Tuhan dalam setiap tindakan, biarkan hati nuranimu sekalian memandu emosimu, jangan membalas kebaikan dengan kebencian, atau tidak berterima kasih terhadap kebaikan, dan janganlah munafik, supaya engkau tidak menjadi pengaruh buruk. Ketika engkau semua memakan dan meminum firman Tuhan, hubungkan firman tersebut lebih ke kenyataan, dan ketika engkau melakukan penyampaian, perbanyaklah kata-kata tentang hal-hal yang realistis dan jangan merendahkan—Tuhan tidak menyukai itu. Jadilah lebih sabar dan toleran, berusahalah untuk lebih banyak mengalah, bermurah hatilah dan bersikap terbukalah kepada orang, dan belajarlah dari "jiwa perdana menteri".[a]Apabila pikiranmu tidak baik, berlatihlah untuk lebih meninggalkan daging. Ketika engkau sedang bekerja, bicaralah lebih banyak tentang cara-cara yang realistis dan jangan berbicara terlalu muluk agar banyak orang dapat memahaminya. Kurangi kenikmatan, perbanyak sumbangsih—tunjukkan semangat pengabdian tanpa pamrihmu. Bersikaplah lebih peduli terhadap kehendak Tuhan, dengarkan hati nuranimu lebih banyak, dan ingatlah selalu dan jangan lupa bahwa Tuhan menasihati engkau semua setiap hari karena Dia peduli kepadamu. Lebih seringlah membaca "almanak lama". Perbanyak doa dan lebih sering bersekutu. Jangan melulu karut, tetapi bersikaplah lebih masuk akal dan raih lebih banyak wawasan. Ketika tangan dosamu terulur, tarik kembali dan jangan biarkan ia menjangkau terlalu jauh. Percuma! Apa yang engkau semua dapatkan dari Tuhan hanyalah kutukan; berhati-hatilah. Jadikan hatimu mengasihani orang lain dan jangan senantiasa menyerang dengan senjata di tangan. Perbanyak memberi dan lebih seringlah berbicara tentang hidup, binalah semangat membantu orang lain. Perbanyak kerja dan kurangi bicara. Perbanyak pengamalan dan kurangi penelitian dan analisis. Jadikan dirimu sekalian lebih digerakkan oleh Roh Kudus, dan berikan lebih banyak kesempatan kepada Tuhan untuk menyempurnakan engkau semua. Hilangkan lebih banyak unsur manusia—engkau masih memiliki terlalu banyak cara-cara manusia dalam bertindak. Perbuatan dan perilaku yang dangkal tetap saja menjijikkan. Terus hilangkan semua itu. Keadaan mentalmu sekalian masih terlalu hina. Terus perbaiki keadaan mentalmu. Status yang ditempati manusia dalam hatimu masih terlalu besar. Berikan lebih banyak status kepada Tuhan dan jangan terlalu bersikap tidak masuk akal. "Bait suci" sejak awal merupakan milik Tuhan dan semestinya tidak ditempati oleh manusia. Singkatnya, perbanyak fokus pada kebenaran dan kurangi emosi, dan yang terbaik adalah untuk menghilangkan daging; perbanyak berbicara tentang kenyataan dan kurangi tentang pengetahuan, dan yang terbaik adalah diam; perbanyak berbicara tentang jalur pengamalan dan kurangi pembicaraan muluk yang tidak berguna, dan yang terbaik adalah untuk mulai mengamalkan dari sekarang.

Ketetapan-ketetapan Tuhan bagi manusia tidaklah muluk. Apabila manusia berusaha sedikit saja, mereka akan diberi "nilai lulus". Sebenarnya, memahami, mengetahui, dan menerima kebenaran adalah lebih rumit daripada melakukan kebenaran; mengetahui dan menerima kebenaran berlangsung setelah kebenaran itu terlebih dahulu dilakukan. Ini adalah langkah dan cara kerja Roh Kudus. Bagaimana bisa engkau tidak menaatinya? Apakah engkau dapat meraih pekerjaan Roh Kudus dengan bertindak menurut caramu sendiri? Apakah Tuhan bekerja menuruti kehendakmu, atau setelah engkau membandingkan kehendakmu terhadap firman Tuhan? Sia-sia saja apabila engkau tidak dapat memahami ini dengan jelas. Mengapa banyak orang telah berusaha keras membaca firman Tuhan, tetapi hanya mendapat pengetahuan dan tidak dapat mengatakan apa pun tentang jalan yang nyata? Apakah menurutmu memiliki pengetahuan berarti memiliki kebenaran? Bukankah itu sudut pandang yang membingungkan? Engkau dapat berbicara pengetahuan sebanyak pasir di pantai, tetapi tidak ada yang memuat suatu jalan nyata. Dengan begini, bukankah engkau membodohi orang? Bukankah engkau banyak bicara tanpa berbuat? Bertindak seperti ini berbahaya bagi orang lain! Semakin tinggi teorinya, semakin hampa ia dalam hal kenyataan, dan semakin tidak mampu ia mengantar orang ke dalam kenyataan; semakin tinggi teorinya, semakin ia membuatmu melawan dan menentang Tuhan. Jangan memperlakukan teori yang paling muluk bak harta karun; ia bersifat merusak, dan ia tidak berguna! Mungkin ada yang dapat berbicara tentang teori-teori yang tinggi—tetapi teori-teori semacam itu tidak mengandung kenyataan, karena orang-orang ini belum secara pribadi mengalaminya, dan dengan demikian mereka tidak memiliki jalur pengamalan. Orang-orang seperti itu tidak mampu membawa manusia ke jalan yang benar, dan hanya akan menyesatkan orang. Bukankah ini berbahaya bagi orang lain? Paling tidak, engkau harus mampu memecahkan kesukaran saat ini dan memungkinkan orang untuk mencapai jalan masuk; hanya ini yang dianggap sebagai pengabdian, dan baru setelah itu engkau akan memenuhi syarat untuk bekerja bagi Tuhan. Jangan selalu berbicara muluk-muluk, berkata-kata fantastis, dan jangan mengikat orang dan membuat mereka mematuhimu dengan pengamalanmu yang tidak sesuai. Tidak ada gunanya melakukan ini, dan hanya memperbesar kebingungan orang. Memimpin orang dengan cara ini akan menghasilkan banyak peraturan, yang akan membuat orang muak terhadapmu. Ini adalah kelemahan manusia, dan itu benar-benar memalukan. Karena itu, perbanyak bicara tentang masalah yang ada sekarang ini. Jangan memperlakukan pengalaman orang lain sebagai hak milik pribadi dan menyampaikannya agar dapat dikagumi orang lain. Engkau secara pribadi harus mencari jalan keluar. Inilah yang harus dilakukan oleh setiap orang.

Apabila apa yang engkau katakan dapat memberi jalan yang dapat ditempuh orang lain, maka itu berarti engkau memiliki kenyataan. Tidak peduli apa yang kaukatakan, engkau harus membawa orang ke dalam pengamalan dan memberi mereka semua jalan yang dapat mereka ikuti. Ini bukan hanya tentang membuat orang mendapatkan pengetahuan, tetapi yang lebih penting, ini adalah tentang memberikan jalan yang dapat ditempuh. Agar orang percaya kepada Tuhan, mereka harus menempuh jalan yang diarahkan oleh pekerjaan Tuhan. Artinya, proses percaya kepada Tuhan adalah proses menempuh jalan yang diarahkan oleh Roh Kudus bagimu. Oleh karena itu, engkau harus memiliki jalan yang dapat kautempuh, dan engkau harus berjalan menuju jalan penyempurnaan oleh Tuhan. Jangan tertinggal terlalu jauh, dan jangan terlibat dalam terlalu banyak perkara. Hanya apabila engkau berjalan di jalan yang dituntun Tuhan tanpa menyebabkan gangguan, engkau dapat menerima pekerjaan Roh Kudus dan mendapatkan jalan masuk. Hanya ini yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan memenuhi tugas manusia. Sebagai seorang pribadi dalam arus ini, setiap orang harus memenuhi tugasnya dengan benar, memperbanyak melakukan apa yang seharusnya dilakukan manusia, dan jangan bertindak sesuka hati. Orang yang melaksanakan pekerjaan harus memperjelas kata-kata mereka, orang yang mengikuti harus lebih fokus pada ketabahan menghadapi kesulitan dan kepatuhan, dan setiap orang harus tetap di tempat mereka dan tidak melangkah keluar dari barisan. Harus jelas di hati setiap orang bagaimana mereka harus mengamalkan dan peran apa yang harus mereka laksanakan. Ikuti jalan yang dituntun Roh Kudus; jangan tersesat atau keliru. Engkau sekalian harus melihat pekerjaan hari ini dengan jelas. Yang harus engkau lakukan adalah memasuki cara kerja masa sekarang. Ini hal pertama yang harus engkau sekalian masuki. Jangan lagi membuang kata-kata mengenai hal lain. Melakukan pekerjaan rumah Tuhan sekarang ini adalah tanggung jawabmu, memasuki cara kerja sekarang ini adalah kewajibanmu, dan melakukan kebenaran sekarang ini adalah beban engkau sekalian.

Catatan kaki:

a. Jiwa perdana menteri: pepatah klasik Tiongkok untuk menggambarkan sosok yang berwawasan luas dan murah hati.

Sebelumnya:Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba

Selanjutnya:Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan itu Sendiri

media terkait