Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

18. Apa yang dimaksud dengan pemimpin palsu atau gembala palsu? Bagaimana kita dapat mengenali pemimpin yang palsu atau gembala yang palsu?

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan dalam pikiran manusia terlalu mudah dicapai oleh manusia. Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, bergantung pada kemampuan dan kedudukan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Orang yang mengikuti mereka dalam waktu yang lama akan tertular oleh bakat mereka dan dipengaruhi oleh sebagian dari siapa mereka. Mereka berfokus pada bakat, kemampuan, dan pengetahuan manusia, dan mereka memperhatikan beberapa hal supernatural dan banyak doktrin mendalam yang sangat tidak realistis (tentu saja, doktrin mendalam ini tidak dapat dicapai). Mereka tidak berfokus pada perubahan pada watak manusia, tetapi mereka berfokus pada pelatihan kemampuan berkhotbah dan bekerja manusia, meningkatkan pengetahuan manusia dan berbagai doktrin keagamaan. Mereka tidak berfokus pada sejauh mana watak manusia berubah atau sejauh mana manusia memahami kebenaran. Mereka tidak memperhatikan hakikat manusia, apalagi berusaha mengetahui keadaan normal dan abnormal manusia. Mereka tidak menentang gagasan manusia atau mengungkapkan gagasan mereka, apalagi memperbaiki kekurangan atau kerusakan mereka. Sebagian besar orang yang mengikuti mereka melayani dengan bakat alami mereka, dan apa yang mereka ungkapkan adalah pengetahuan dan kebenaran agama yang samar, yang tidak berhubungan dengan kenyataan dan benar-benar tidak dapat memberikan kehidupan kepada manusia. Kenyataannya, substansi dari pekerjaan mereka adalah mengasuh bakat, membimbing orang yang tidak memiliki apa-apa menjadi lulusan seminari berbakat yang kemudian bekerja dan memimpin.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Melayani Tuhan bukan tugas yang mudah. Orang-orang yang watak rusaknya tetap tidak berubah, tidak akan pernah dapat melayani Tuhan. Bila watakmu belum dihakimi dan dihajar oleh firman Tuhan, maka watakmu masih merepresentasikan Iblis. Ini cukup untuk membuktikan bahwa pelayananmu kepada Tuhan bukan karena niat baikmu sendiri. Itu adalah pelayanan yang didasarkan pada natur Iblis dalam dirimu. Engkau melayani Tuhan dengan karakter alamimu, dan menurut kesukaanmu sendiri; selain itu, engkau terus berpikir bahwa Tuhan senang dengan apa pun yang ingin engkau lakukan, dan membenci apa pun yang tidak ingin engkau lakukan, dan engkau dituntun sepenuhnya oleh kesenanganmu sendiri dalam pekerjaanmu. Dapatkah ini disebut melayani Tuhan? Pada akhirnya, watak hidupmu tidak akan berubah sedikit pun; sebaliknya, engkau akan menjadi semakin keras kepala karena engkau merasa telah melayani Tuhan, dan ini akan membuat watak rusakmu semakin mendarah daging. Dengan cara ini, dalam hatimu engkau akan membuat aturan-aturan tentang pelayanan kepada Tuhan yang terutama didasarkan pada karaktermu sendiri, dan pengalaman yang diperoleh dari pelayanan yang engkau lakukan menurut watakmu sendiri. Ini adalah pelajaran dari pengalaman manusia. Ini adalah filsafat hidup manusia. Orang-orang seperti ini termasuk golongan kaum Farisi dan pemuka agama. Jika mereka tidak pernah sadar dan bertobat, mereka pada akhirnya akan berubah menjadi Mesias-Mesias palsu yang akan muncul pada akhir zaman, dan menjadi penipu manusia. Para Mesias palsu dan penipu yang diperbincangkan ini akan bangkit dari antara orang-orang semacam ini.

Dikutip dari "Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mengapa banyak orang telah berusaha keras membaca firman Tuhan, tetapi hanya mendapat pengetahuan dan tidak dapat mengatakan apa pun tentang jalan yang nyata? Apakah menurutmu memiliki pengetahuan berarti memiliki kebenaran? Bukankah itu sudut pandang yang membingungkan? Engkau dapat berbicara pengetahuan sebanyak pasir di pantai, tetapi tidak ada yang memuat suatu jalan nyata. Dengan begini, bukankah engkau membodohi orang? Bukankah engkau banyak bicara tanpa berbuat? Bertindak seperti ini berbahaya bagi orang lain! Semakin tinggi teorinya, semakin hampa ia dalam hal kenyataan, dan semakin tidak mampu ia mengantar orang ke dalam kenyataan; semakin tinggi teorinya, semakin ia membuatmu melawan dan menentang Tuhan. Jangan memperlakukan teori yang paling muluk bak harta karun; ia bersifat merusak, dan ia tidak berguna! Mungkin ada yang dapat berbicara tentang teori-teori yang tinggi—tetapi teori-teori semacam itu tidak mengandung kenyataan, karena orang-orang ini belum secara pribadi mengalaminya, dan dengan demikian mereka tidak memiliki jalur pengamalan. Orang-orang seperti itu tidak mampu membawa manusia ke jalan yang benar, dan hanya akan menyesatkan orang. Bukankah ini berbahaya bagi orang lain? Paling tidak, engkau harus mampu memecahkan kesukaran saat ini dan memungkinkan orang untuk mencapai jalan masuk; hanya ini yang dianggap sebagai pengabdian, dan baru setelah itu engkau akan memenuhi syarat untuk bekerja bagi Tuhan. Jangan selalu berbicara muluk-muluk, berkata-kata fantastis, dan jangan mengikat orang dan membuat mereka mematuhimu dengan pengamalanmu yang tidak sesuai. Tidak ada gunanya melakukan ini, dan hanya memperbesar kebingungan orang. Memimpin orang dengan cara ini akan menghasilkan banyak peraturan, yang akan membuat orang muak terhadapmu. Ini adalah kelemahan manusia, dan itu benar-benar memalukan.

Dikutip dari "Lebih Fokus pada Kenyataan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Beberapa orang melakukan pekerjaan dan berkhotbah dan, meskipun di permukaan tampaknya mereka bersekutu tentang firman Tuhan, yang mereka bicarakan hanyalah makna harfiah dari firman Tuhan, tetapi tidak ada hal-hal substantif yang disebutkan. Khotbah-khotbah mereka itu seperti mengajar dari buku teks tentang bahasa; firman Tuhan disusun pokok demi pokok, aspek demi aspek, dan ketika mereka telah selesai, semua orang menyanyikan pujian mereka, sambil berkata: "Orang ini memiliki realitas. Mereka berkhotbah dengan sangat baik dan begitu terperinci." Setelah mereka selesai berkhotbah, mereka memberi tahu orang lain untuk menyatukan semuanya dan mengirimkannya kepada setiap orang. Tindakan mereka menipu orang lain dan semua yang mereka khotbahkan adalah kepalsuan. Di permukaan, kelihatannya seolah-olah mereka hanya memberitakan firman Tuhan dan tampaknya hal itu sesuai dengan kebenaran. Tetapi apabila diamati secara lebih arif, engkau akan mengetahui bahwa itu tidak lain hanyalah huruf-huruf tertulis, doktrin dan penalaran yang salah beserta beberapa imajinasi dan gagasan manusia serta beberapa bagian yang membatasi Tuhan. Bukankah khotbah semacam ini mengganggu pekerjaan Tuhan? Ini adalah pelayanan yang menentang Tuhan.

Dikutip dari "Tanpa Kebenaran Sangatlah

Mudah untuk Menyinggung Tuhan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Pengetahuanmu hanya dapat membantu orang untuk sementara waktu. Seiring berjalannya waktu, jika engkau terus mengatakan hal yang sama, sebagian orang akan mengetahui hal itu; mereka akan mengatakan bahwa engkau terlalu dangkal, terlalu kurang mendalam. Engkau tidak akan punya pilihan selain mencoba dan menipu orang dengan mengkhotbahkan doktrin. Jika engkau selalu melanjutkan seperti ini, orang-orang di bawahmu akan mengikuti cara, langkah, dan contohmu tentang iman kepada Tuhan dan tentang mengalami dan melakukan perkataan dan doktrin-doktrin tersebut. Pada akhirnya, ketika engkau terus berkhotbah dengan cara ini, mereka semua akan menjadikanmu sebagai teladan. Engkau mengkhotbahkan doktrin ketika engkau memimpin orang, dan mereka yang di bawahmu akan belajar doktrin darimu. Seiring berjalannya waktu, engkau akan menempuh jalan yang salah. Orang-orang di bawahmu mengikuti jalanmu, dan mereka semua belajar darimu dan mengikutimu, sehingga engkau merasa: "Aku berkuasa sekarang; begitu banyak orang mendengarkanku, dan dunia selalu siap mendukungku." Natur pengkhianatan dalam diri manusia ini secara tidak sadar membuatmu mengubah Tuhan menjadi boneka belaka, dan engkau sendiri kemudian membentuk denominasi, faksi tertentu. Beginilah cara berbagai denominasi muncul. Lihatlah para pemimpin setiap denominasi. Mereka semua congkak dan merasa benar sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab di luar konteks dan sesuai dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua bergantung pada karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang itu mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki suatu pengetahuan dan dapat berbicara sedikit tentang doktrin, atau tahu bagaimana merebut hati orang lain dan bagaimana menggunakan beberapa kelicikan, yang melaluinya mereka telah membawa orang ke hadapan mereka sendiri dan menipu mereka. Secara teori, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi pada kenyataannya mereka mengikuti para pemimpin mereka. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata: "Kita harus berkonsultasi dengan pemimpin kita tentang iman kita." Iman mereka membutuhkan persetujuan manusia; bukankah itu masalah? Kalau begitu, menjadi apakah para pemimpin itu? Tidakkah mereka menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar?

Dikutip dari "Hanya Pengejaran Kebenaran merupakan

Kepercayaan yang Sejati kepada Tuhan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Melayani secara keagamaan berarti melayani sepenuhnya sesuai dengan cara tradisional agama dan praktik pelayanan, dengan teguh mengikuti semua jenis ritual keagamaan, dan memimpin orang hanya dengan pengetahuan Alkitab. Pelayanan itu bersemangat dan penuh dengan rasa keagamaan di luarnya, sepenuhnya sesuai dengan konsepsi manusia, dan orang tidak mengecamnya, tetapi tidak ada pekerjaan Roh Kudus di dalamnya. Orang-orang yang melayani seperti ini membawakan khotbah yang semuanya berisi doktrin keagamaan dan pengetahuan alkitabiah, penuh dengan konsepsi keagamaan, dan sama sekali tanpa pencerahan Roh Kudus. Dan pertemuan yang mereka selenggarakan tidak hidup. Selama bertahun-tahun dengan pelayanan seperti ini, umat pilihan Tuhan tidak dapat menerima kebenaran, tidak dapat mengenal atau menaati Tuhan, tidak dapat memasuki jalur yang benar dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan. Karena apa yang dikejar orang-orang itu bukanlah keselamatan, tetapi kasih karunia dan berkat, sehingga perubahan dalam watak hidup orang-orang itu tidak dapat terlihat, dan mereka berakhir dengan tangan kosong. Inilah konsekuensi dari melakukan pelayanan keagamaan. Jelaslah bahwa orang yang melayani Tuhan seperti ini benar-benar tidak memahami pekerjaan Tuhan, dan mereka juga tidak memahami maksud Tuhan. Mereka tidak tahu apa itu bekerja sama dengan pekerjaan Roh Kudus, dan ini murni seperti orang buta yang menuntun orang buta. Mereka menyesatkan umat pilihan Tuhan. Mereka percaya kepada Tuhan namun menentang dan tidak mengenal Tuhan. Seperti orang-orang Farisi, mereka tidak dapat diselamatkan.

Dikutip dari "Hanya dengan Terlebih Dahulu Memasuki

Jalur Kepercayaan kepada Tuhan yang Benar

Orang Dapat Menempuh Jalur Melayani Tuhan yang Benar"

dalam "Pilihan Catatan Tahunan Pengaturan Kerja

Gereja Tuhan Yang Mahakuasa"

Para pendeta dan pemimpin di dunia keagamaan semuanya telah dilatih di seminari, dan mereka hanya disertifikasi untuk menjadi pendeta. Mereka tidak memiliki bukti pekerjaan Roh Kudus atau izin Tuhan sama sekali. Ini adalah fakta. Memahami sesuatu dari Alkitab itu perlu, tetapi yang terpenting adalah bahwa orang harus mengetahui pekerjaan Tuhan agar memenuhi syarat untuk pekerjaan menggembalakan gereja. Alkitab adalah catatan tentang dua tahap pertama pekerjaan Tuhan. Jadi, tanpa membaca Alkitab, tidak mungkin untuk memahami fakta historis tentang penampakan Tuhan dan pekerjaan-Nya. Juga tidak mungkin untuk mengetahui kebenaran mana yang Tuhan ungkapkan dalam dua tahap pekerjaan-Nya sebelumnya, dan tidak ada cara untuk mendapatkan jawaban yang jelas mengenai banyak misteri kebenaran yang harus dipahami manusia. Inilah sebabnya mengapa membaca Alkitab sangat diperlukan demi iman kepada Tuhan, tetapi hanya mengandalkan pengetahuan tentang Alkitab tidak dapat membuat kita mencapai pengetahuan tentang Tuhan. Orang harus menjalani pencerahan, penerangan, bimbingan, pelatihan, dan penyempurnaan pekerjaan Roh Kudus untuk benar-benar memahami firman Tuhan dan kebenaran dan mencapai pengetahuan tentang Tuhan. Mencapai pemahaman mengenai kebenaran tergantung pada mengalami pekerjaan Tuhan dan pencerahan serta penerangan oleh Roh Kudus. Pemahaman ini tidak diperoleh hanya berdasarkan penelitian dan penguasaan pengetahuan alkitabiah. Banyak pendeta di kalangan keagamaan memiliki pemahaman yang sangat menyeluruh tentang Alkitab, tetapi mereka sama sekali tidak memiliki pemahaman tentang pekerjaan Tuhan. Ini terutama karena mereka tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus. Mengapa ketika sebagian orang membaca firman Tuhan, mereka disertai dengan pencerahan Roh Kudus, tetapi ketika orang lain membaca firman Tuhan, mereka tidak mengalami pekerjaan-Nya? Ini memperlihatkan apakah iman orang itu sungguh-sungguh atau tidak, dan apakah mereka mencintai kebenaran atau tidak. Banyak orang belajar di seminari untuk menjadi pendeta, dan apakah mereka memiliki motif yang benar atau tidak, yang terpenting adalah mereka harus mencintai dan mengejar kebenaran. Inilah satu-satunya cara untuk mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Hanya dengan menjalani beberapa tahun pekerjaan Roh Kudus seseorang dapat benar-benar memahami kebenaran dan dapat memasuki kenyataan kebenaran. Inilah satu-satunya cara untuk memenuhi syarat untuk memimpin dan menggembalakan umat pilihan Tuhan. Hanya mengandalkan sertifikasi sebagai pendeta untuk memimpin umat pilihan Tuhan adalah konsep yang sepenuhnya manusiawi dan itu adalah dunia yang terpisah dari tuntutan Tuhan sendiri. Misalnya, ketika Tuhan Yesus datang mengapa Dia tidak masuk ke dalam rumah ibadat dan memanggil para imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi, melainkan pergi keluar ke tengah masyarakat untuk mencari orang-orang yang mengasihi dan mengejar kebenaran untuk menemukan para rasul? Kehendak Tuhan dapat dipahami dari dalam hal ini. Mereka yang tidak mencintai kebenaran sama sekali tidak mampu memperoleh kebenaran, sehingga mereka juga tidak dapat menggembalakan umat pilihan Tuhan. Dengan cara seperti inilah, mana umat yang disukai Tuhan, mana yang sebenarnya akan diselamatkan-Nya, mana yang sebenarnya akan digunakan-Nya, dan mana yang sebenarnya dibenci-Nya semuanya akan menjadi jelas. Sebagian besar pendeta di kalangan keagamaan tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus, yang menunjukkan bahwa mereka bukan orang yang mencintai atau mengejar kebenaran, dan mereka sama sekali tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus. Ini juga salah satu alasan utama dunia keagamaan tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sekarang, Aku akan memberikan persekutuan tentang lima prinsip bagaimana membedakan seorang pemimpin palsu: prinsip pertama adalah bahwa kebanyakan pemimpin palsu tidak mencintai kebenaran dan mereka tidak mengejar kebenaran, dan karena itu, mereka tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus. Sebagian kecil dari mereka, atau beberapa orang, yang memiliki kemanusiaan yang baik, mungkin tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus karena mereka hanya percaya kepada Tuhan dalam waktu yang singkat, karena mereka tidak tahu bagaimana mengejar kebenaran atau mereka tidak mampu untuk mengejar kebenaran secara normal karena terhalang oleh hal-hal tertentu. Siapa pun yang telah melayani sebagai pemimpin selama tiga hingga lima tahun dan yang masih belum mengalami pekerjaan Roh Kudus pastilah bukan seseorang yang mencintai kebenaran atau mengejar kebenaran, dan mereka pastilah pemimpin yang palsu. Prinsip kedua adalah bahwa para pemimpin palsu hanya mengkhotbahkan huruf-huruf tertulis dan doktrin. Mereka sepenuhnya tidak memiliki kenyataan kebenaran. Mereka benar-benar tidak mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, dan mereka tidak mampu meyakinkan orang, baik di dalam hati maupun perkataan mereka. Prinsip ketiga adalah bahwa, karena mereka tidak memiliki kenyataan kebenaran, para pemimpin palsu tidak dapat melakukan pekerjaan nyata dan tidak mampu memimpin umat pilihan Tuhan memasuki kenyataan kebenaran. Mereka selalu melakukan pekerjaan mereka dengan asal-asalan dan, jika mereka dipaksa untuk melakukan sesuatu, mereka memaksa orang lain untuk melakukan apa yang ada di luar kemampuan mereka, dan mereka menegur dan menangani orang lain dengan serampangan. Karena mereka tidak memiliki kebenaran, mereka tidak dapat meyakinkan orang lain dengan menyatakan bahwa mereka memiliki kebenaran, sehingga para pemimpin palsu menggunakan cara pemangkasan dan penanganan. Mereka menangkap kesalahan orang lain dan terus-menerus menindas mereka, dengan tujuan menundukkan mereka melalui teguran dan hukuman demi menunjukkan otoritas mereka sebagai seorang pemimpin—ini adalah pemimpin yang palsu. Seorang pemimpin sejati menggunakan kebenaran untuk meyakinkan orang, menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, dan mereka dikagumi oleh orang lain; seorang pemimpin palsu menindas orang lain, menangkap kesalahan orang lain, dan terus-menerus menegur dan meminta mereka untuk memeriksa diri mereka berdasarkan firman Tuhan, dan membuat mereka merasa terpaksa melakukan apa yang berada di luar kemampuan mereka. Pada akhirnya, pemimpin palsu membuat orang-orang berada di bawah kendalinya dan membuat mereka berpikir, "Aku ini benar-benar tidak memiliki kenyataan kebenaran. Aku sangat kurang, dan aku tidak mengejar kebenaran. Apa yang dikatakan pemimpinku itu benar." Mereka diyakinkan dalam hati dan perkataan mereka oleh pemimpin palsu, tetapi mereka sebenarnya tidak diyakinkan karena pemimpin palsu itu memiliki kebenaran, melainkan karena pemimpin palsu itu telah menangani dan menyiksa mereka. Ini adalah cara khusus yang digunakan oleh para pemimpin palsu, menggunakan kemunafikan dan memakai kepalsuan sebagai kebenaran. Karena mereka tidak dapat meyakinkan orang dengan menyatakan bahwa mereka memiliki kebenaran, mereka harus menggunakan cara lain, dengan berpikir, "Aku akan menangkap apa yang menjadi masalahmu secara acak dan menanganimu, meyakinkanmu, dan aku akan menggunakan caraku menanganimu untuk menunjukkan bahwa aku memiliki kebenaran. Aku akan menanganimu begitu rupa sehingga engkau akan merasa dipukul dengan keras, dan aku akan membuatmu secara keliru percaya bahwa aku memiliki kebenaran dan bahwa engkau tidak memiliki kebenaran, dan engkau pun akan diyakinkan." Ketika seseorang tidak memiliki kebenaran, mereka akan ditipu oleh para pemimpin palsu, sehingga berpikir, "Dia mampu menanganiku dengan cara seperti ini, jadi pastilah ia memahami kebenaran lebih baik daripada aku, dan ia pasti memiliki kenyataan kebenaran." Jadi, mereka akhirnya ditipu dan dikendalikan oleh pemimpin palsu. Prinsip keempat adalah bahwa para pemimpin palsu tidak memiliki hati yang pengasih terhadap umat pilihan Tuhan dan mereka tidak mampu untuk sungguh-sungguh mengenal diri mereka sendiri, apalagi mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah atau menuntun orang untuk memasuki kenyataan. Mereka hanya menangani orang dan menindas mereka secara membabi buta, mereka membuat orang lain tunduk kepada mereka dengan menggunakan cara pemangkasan dan penanganan terhadap mereka, dan mereka menunjukkan status mereka sendiri dan menunjukkan bahwa mereka adalah pemimpin—ini adalah sebuah penampilan yang palsu. Prinsip kelima adalah bahwa semua pemimpin palsu mengejar status dan nama baik, mereka mendambakan berkat berupa status dan mereka mendambakan kekaguman. Mereka tidak melakukan pekerjaan nyata, tetapi tetap menganggap bahwa mereka memiliki kualifikasi untuk menikmati persembahan Tuhan, dan ini membuat mereka hampir-hampir tidak punya rasa malu. Apakah mereka layak menikmati persembahan Tuhan sedangkan mereka tidak melakukan pekerjaan yang nyata? Sebagian orang menemukan keluarga terkaya yang memberi mereka tumpangan, dan setiap hari mereka minta ayam panggang dan ikan goreng—apakah mereka pantas mendapatkannya? Pembekalan apa yang telah mereka berikan bagi kehidupan umat pilihan Tuhan, dan pekerjaan apa yang telah mereka lakukan? Mereka pasti harus disediakan daging dan ikan untuk makan setiap hari, tetapi apakah mereka kemudian tidak menjadi parasit? Bukankah mereka yang mendambakan status dan kesenangan itu tidak punya rasa malu? Apakah orang-orang seperti ini memiliki hati nurani dan akal sehat?

Dikutip dari "Untuk Mencapai Keselamatan, Orang Harus

Menyelesaikan Masalah Mengikuti dan Menyembah Orang Lain"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan IX"

Sebelumnya:Apa yang dimaksud dengan Kristus palsu? Bagaimana kita dapat mengenali Kristus palsu?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan kemunafikan?

media terkait