Bab Delapan: Mereka akan Membuat Orang Lain Hanya Tunduk kepada Mereka, Bukan kepada Kebenaran atau Tuhan (Bagian Dua) Pasal Enam

Dahulu ada seseorang yang secara diam-diam menggelapkan persembahan milik Tuhan, yang mana merupakan masalah serius. Itu bukanlah pelanggaran biasa; itu adalah masalah dengan esensi naturnya. Ketika dia berinteraksi dengan orang-orang tidak percaya saat menangani beberapa urusan, dia terus pamer untuk membuat orang berpikir bahwa dia memiliki uang dan kekuasaan. Akibatnya, orang-orang meminjam uang darinya. Bukan saja orang ini tidak menolak mereka, dia benar-benar berkomitmen untuk meminjamkan mereka uang, dan kemudian melakukannya dengan menggunakan taktik penipuan terhadap rumah Tuhan. Orang ini memiliki masalah serius. Dengan masalah yang begitu besar, engkau seharusnya membuat laporan kepada Yang di Atas, dan menjelaskan fakta-faktanya; engkau tidak boleh berurusan dengan orang-orang yang menggunakan persembahan milik Tuhan demi memperoleh kredibilitas pribadi atau demi reputasimu sendiri. Seseorang yang rasional dan memiliki hati yang takut akan Tuhan akan menangani masalah-masalah semacam itu dengan cara seperti itu ketika menghadapinya. Namun, apa itu yang dilakukan seorang antikristus? Mengapa dia disebut antikristus? Karena dia tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan sedikit pun; dia berbuat sekehendak hatinya, mengesampingkan Tuhan, kebenaran, dan firman Tuhan. Dia sama sekali tidak memiliki ketundukan yang nyata kepada Tuhan, tetapi mengutamakan kepentingan, ketenaran, keuntungan, dan statusnya sendiri. Dia menggunakan cara-cara yang menipu untuk menyesatkan para pemimpin dan pekerja gereja, dan dengan demikian meminjamkan uang kepada orang-orang tidak percaya. Apakah itu adalah uang miliknya? Hanya dengan beberapa patah kata, dia meminjamkannya. Bukankah itu menjadikan persembahan milik Tuhan sebagai pemberian? Ini adalah sesuatu yang dilakukan para antikristus, dan beberapa antikristus benar-benar telah melakukan hal-hal seperti itu. Agar mereka mampu melakukan hal seperti itu, watak mereka pastilah watak yang sangat berani dan sembrono, sangat congkak, dan juga sangat berbahaya. Jelas bahwa mereka juga bodoh, orang yang paling bodoh. Mereka pasti akan mendapat akibat dari perbuatan mereka sendiri. Katakan kepada-Ku, bagaimana orang-orang semacam itu harus ditangani? (Mereka harus diusir.) Itu saja? Pengusiran? Siapa yang akan mengganti kerugiannya? Mereka harus diminta untuk membayar ganti rugi, dan kemudian diusir. Bukankah para antikristus itu tidak tahu malu, mampu melakukan hal seperti itu? Apa bedanya mereka dengan penghulu malaikat? Penghulu malaikat dapat dengan tidak tahu malu berkata, "Akulah yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu. Manusia adalah milikku untuk kukendalikan!" Dia menginjak dan merusak umat manusia sekehendak hatinya. Setelah seorang antikristus berkuasa, dia berkata, "Kalian semua harus percaya kepadaku dan mengikutiku. Akulah yang berkuasa di sini, dan akulah yang menjadi penentu keputusan. Serahkan semua urusan kepadaku, dan bawalah uang milik gereja kepadaku!" Beberapa orang berkata, "Mengapa kami harus memberikan uang gereja kepadamu?" dan antikristus tersebut menjawab, "Akulah pemimpinnya. Aku berhak mengendalikannya. Aku harus mengendalikan segalanya, termasuk persembahan!" Kemudian, dia mengambil alih segalanya. Para antikristus tidak peduli dengan masalah atau kesulitan apa pun yang dimiliki saudara-saudari dalam jalan masuk kehidupan mereka, atau buku-buku khotbah dan firman Tuhan apa yang belum mereka miliki. Yang mereka pedulikan adalah siapa yang memegang uang gereja untuk disimpan, dan ada berapa banyak uangnya, dan bagaimana uang tersebut digunakan. Jika Yang di Atas bertanya tentang keadaan keuangan gereja itu, bukan saja mereka tidak akan menyerahkan uang gereja, mereka bahkan tidak akan memberi tahu Yang di Atas tentang yang sebenarnya. Mengapa mereka tidak mau memberi tahu Yang di Atas? Karena mereka ingin menggelapkan dan mengambil uang milik gereja untuk diri mereka sendiri. Para antikristus memiliki minat tertinggi dalam hal-hal materiel, uang, dan status. Mereka tentu saja tidak seperti yang mereka katakan di permukaan, "Aku percaya kepada tuhan. Aku tidak mengejar dunia, dan aku tidak mendambakan uang." Mereka sama sekali tidak seperti yang mereka katakan. Mengapa mereka mengejar dan mempertahankan status dengan segenap kekuatan mereka? Karena mereka ingin memiliki, atau mengendalikan dan merebut semua yang ada dalam wilayah kekuasaan mereka, khususnya uang dan hal-hal materiel. Mereka menikmati uang ini dan hal-hal materiel ini seolah-olah semua itu adalah manfaat dari status mereka. Mereka adalah keturunan sejati dari penghulu malaikat, dengan esensi natur Iblis baik dalam sebutan maupun faktanya. Semua orang yang mengejar status dan menghargai uang tentu saja memiliki masalah dengan esensi watak mereka. Ini tidak sesederhana seperti hanya memiliki watak seorang antikristus: mereka sangat ambisius. Mereka ingin mengendalikan uang milik rumah Tuhan. Jika mereka diminta bertanggung jawab atas suatu pekerjaan, pertama-tama, mereka tidak akan mengizinkan orang lain ikut campur, mereka juga tidak akan menerima pertanyaan atau pengawasan dari Yang di Atas; selain itu, ketika mereka menjadi pengawas atas pekerjaan apa pun, mereka akan menemukan cara untuk memamerkan diri mereka sendiri, melindungi diri mereka sendiri, dan meninggikan diri mereka sendiri. Mereka selalu ingin terlihat paling menonjol, menjadi orang yang memerintah dan mengendalikan orang lain. Mereka juga ingin menguasai dan bersaing untuk mengejar status yang lebih tinggi, dan bahkan ingin mengendalikan setiap bagian dari rumah Tuhan, khususnya uangnya. Para antikristus memiliki kecintaan khusus terhadap uang. Ketika mereka melihatnya, mata mereka berbinar; dalam pikirannya, mereka selalu berpikir tentang uang dan berusaha untuk mendapatkannya. Semua ini adalah tanda dan sinyal dari para antikristus. Jika engkau mempersekutukan kebenaran dengan mereka, atau berusaha untuk mengetahui tentang keadaan saudara-saudari, mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berapa banyak dari mereka yang lemah dan negatif, hasil apa yang diperoleh mereka masing-masing dalam pelaksanaan tugasnya, dan siapa di antara mereka yang tidak sesuai dengan tugasnya, para antikristus tidak akan tertarik. Namun, jika menyangkut persembahan milik Tuhan—jumlah uangnya, siapa yang menyimpannya, disimpan di mana, kode sandinya, dan sebagainya—inilah yang paling mereka pedulikan. Seorang antikristus memiliki keahlian yang luar biasa dengan hal-hal ini. Dia mengetahuinya dengan sangat baik. Ini pun merupakan tanda dari seorang antikristus. Para antikristus paling pandai mengucapkan perkataan yang terdengar muluk, tetapi mereka tidak melakukan pekerjaan nyata. Sebaliknya, mereka selalu disibukkan dengan pemikiran tentang menikmati persembahan milik Tuhan. Katakan kepada-Ku, bukankah antikristus tidak bermoral? Mereka sama sekali tidak memiliki kemanusiaan, mereka sepenuhnya adalah setan-setan. Dalam pekerjaannya, mereka selalu tidak mengizinkan orang lain ikut campur, menanyakan, atau mengawasi mereka. Inilah perilaku ketiga yang diperlihatkan oleh perwujudan kedelapan dari antikristus.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah gereja di suatu negara membeli sebuah bangunan dan perlu merenovasinya, dan kebetulan pemimpin gereja di negara itu adalah seorang antikristus yang belum memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya. Antikristus tersebut menggunakan seseorang yang tidak dikenal oleh siapa pun untuk merenovasi rumah tersebut, dan tak seorang pun tahu hubungan macam apa yang dimilikinya dengan orang tersebut. Akibatnya, orang jahat itu memanfaatkan situasi tersebut, dan banyak uang yang seharusnya tidak digunakan terbuang sia-sia selama renovasi. Ada beberapa perabot yang masih bisa digunakan yang ada di rumah itu, yang semuanya disingkirkan dan diganti dengan yang baru. Perabot lama yang disingkirkan itu kemudian dijual oleh orang jahat tersebut untuk menghasilkan uang. Perabot itu sebenarnya tidak rusak—masih bisa digunakan—tetapi orang jahat itu menggunakan sejumlah uang tambahan untuk membeli perabot yang baru, agar dapat memperoleh uang, untuk memanfaatkan situasi tersebut. Apakah antikristus tersebut tahu tentang hal-hal ini? Dia tahu. Lalu, mengapa dia membiarkan orang jahat itu bertindak dengan cara seperti itu? Karena mereka pasti memiliki hubungan yang tidak normal. Beberapa orang melihat masalah itu dan berencana untuk menindaklanjuti dan memeriksa pembangunan, untuk melihat bagaimana perkembangannya. Begitu mereka berkata bahwa mereka berencana untuk melihat pembangunan itu, antikristus tersebut menjadi khawatir dan gelisah, serta berkata, "Tidak! Tenggat waktunya belum tiba, tak seorang pun diizinkan untuk melihat!" Reaksinya begitu keras, begitu sensitif. Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi di dalamnya? (Ya.) Orang-orang itu, yang sekarang agak takut, membahas masalah itu, "Ini tidak dapat diterima. Dia tidak mengizinkan kita melihat pembangunan itu. Pasti ada masalah di sini; kita harus pergi melihat ke lokasinya." Namun, antikristus itu tetap tidak mengizinkan pembangunan tersebut dilihat sampai pekerjaan itu selesai. Katakan kepada-Ku, bukankah orang-orang itu bingung? Fakta bahwa antikristus tersebut tidak mau mengizinkan pembangunan itu dilihat membuktikan bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi. Mereka harus segera melaporkannya kepada Yang di Atas, atau bersama-sama memberhentikannya, atau bersikeras untuk pergi melihat dan memeriksa pembangunan itu. Itu adalah tanggung jawab mereka. Jika mereka tidak dapat mengambil tanggung jawab tersebut, itu berarti mereka adalah pengecut yang tidak berguna dan tidak kompeten. Para pengecut yang tidak kompeten itu tidak bersikeras. Itu bukan masalah rumah mereka sendiri, jadi mereka mengabaikannya begitu saja. Seperti itulah egois dan tidak bertanggung jawabnya mereka. Ketika pekerjaan itu selesai, Aku melihat melalui sebuah video bahwa ada sebuah masalah. Masalah apa yang Kulihat? Ada sebuah meja di tengah-tengah ruang rapat, dan di sekelilingnya ada kursi-kursi dari kulit seperti yang digunakan di kantor-kantor mewah. Kursi-kursi yang Kududuki semuanya adalah kursi-kursi biasa, jadi haruskah orang-orang biasa itu menggunakan barang-barang mewah seperti itu? (Tidak.) Itulah jenis furnitur yang mereka berdua pasang, dan orang-orang di sana merasa sangat senang duduk di kursi tersebut. Begitu Aku menemukan masalahnya, Aku menelepon bajingan itu dan mulai menyelidiki masalah itu. Di mana-mana, di setiap ruangan, pemeriksaan menyingkapkan begitu banyak masalah dan kerugian keuangan yang besar. Banyak yang telah hilang. Beberapa perabot asli rumah itu masih dapat digunakan, tetapi orang jahat itu mengangkutnya ke luar dan menjualnya, untuk memperoleh uang darinya; selain itu, dia memperoleh uang ketika dia membeli perabot baru yang mahal itu; dan selain itu, dia memasang beberapa peralatan yang seharusnya tidak ada di gereja. Orang jahat itu melakukannya tanpa berkonsultasi dengan siapa pun. Ketika dia melakukannya, apakah antikristus tersebut mengetahuinya? Dia kemungkinan besar mengetahuinya. Dia itu pergi ke lokasi pekerjaan itu setiap hari, dan setelah melihatnya, dia tidak membuat laporan, tetapi membiarkan pemborosan orang tersebut. Betapa beraninya! Apakah dia seorang yang percaya kepada Tuhan? Setelah 20 tahun percaya kepada Tuhan, dia begitu menjijikkan, dan melakukan hal seperti itu. Orang macam apa dia? Dia bukan manusia! Bahkan orang baik di antara orang-orang tidak percaya tidak melakukan hal itu; sungguh tidak bermoral! Setiap kali Yang di Atas bertanya kepadanya tentang pekerjaan pembangunan itu, dia berpura-pura bodoh untuk menipu dan mengelabui Yang di Atas, menutupi dan menyembunyikan berbagai hal, dan pada akhirnya begitu banyak masalah muncul. Jadi, akankah berlebihan untuk mengusirnya dan membiarkannya mencari pekerjaan agar mendapatkan uang untuk mengganti kerugian tersebut? (Tidak.) Katakan kepada-Ku, sekalipun antikristus itu bisa mengembalikan uang itu, apakah dia akan menemukan kedamaian dalam hidup ini? Dapatkah dia hidup dengan tenang? Kurasa dia akan harus menghabiskan seluruh hidupnya dalam siksaan. Andai dia tahu bahwa tindakannya akan menjadi seperti ini, mengapa dia bertindak seperti itu pada waktu itu? Mengapa dia melakukannya sejak awal? Dia bukannya baru percaya kepada Tuhan selama satu atau dua tahun dan tidak mengetahui aturan di rumah-Nya, atau apa artinya memiliki hati yang takut akan Tuhan, atau apa arti kesetiaan. Setelah bertahun-tahun percaya kepada-Nya, dia sama sekali tidak berubah, dan meskipun dia mampu memberikan sedikit pelayanan, dia masih melakukan kejahatan seperti itu! Karena menjijikkan seperti itu, dia harus disingkirkan dan dikutuk!

Para antikristus memiliki kesamaan dalam cara mereka bekerja: pekerjaan apa pun yang sedang mereka lakukan, mereka tidak mengizinkan orang lain ikut campur atau menanyakan. Mereka selalu ingin menyembunyikan segala sesuatu dan menutupi segala sesuatu. Mereka pasti sedang merencanakan sesuatu; mereka tidak mengizinkan orang lain mengetahui masalah dalam pekerjaan mereka. Jika mereka melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar dan jujur, dengan cara yang sesuai dengan kebenaran dan prinsip-prinsip, dengan hati nurani yang bersih, apa yang perlu mereka khawatirkan? Apanya yang tidak bisa diungkapkan? Mengapa mereka tidak mengizinkan orang lain untuk bertanya dan ikut campur? Apa yang mereka khawatirkan? Apa yang mereka takutkan? Jelaslah bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu. Itu sangat jelas! Para antikristus bekerja tanpa transparansi apa pun. Ketika mereka telah melakukan sesuatu yang buruk, mereka memikirkan cara untuk menyembunyikannya dan menutupinya, membuat kesan yang palsu, bahkan terlibat dalam penipuan yang terang-terangan. Apa hasilnya? Tuhan memeriksa semuanya, dan meskipun orang lain mungkin tidak mengetahui sesuatu untuk sementara waktu, dan mungkin disesatkan untuk sementara waktu, harinya akan tiba ketika Tuhan menyingkapkannya. Di mata Tuhan, semuanya terbuka, semuanya tersingkap. Tidak ada gunanya bagimu untuk menyembunyikan sesuatu dari Tuhan. Dia Mahakuasa, dan ketika Dia memutuskan untuk menyingkapkanmu, semuanya akan tersingkap di siang bolong. Hanya antikristus, orang-orang bodoh yang tidak memiliki pemahaman rohani, dan yang memiliki natur penghulu malaikat, yang akan percaya, "Asalkan aku menutup rapat segala sesuatunya, dan tidak mengizinkanmu ikut campur atau bertanya, dan tidak mengizinkanmu mengawasi segala sesuatunya, kau tidak akan mengetahui apa pun, dan aku akan memegang kendali penuh atas gereja ini!" Mereka menganggap bahwa jika mereka memerintah sebagai para raja, mereka akan mampu mengendalikan situasi. Benarkah demikian? Mereka tidak tahu bahwa Tuhan itu Mahakuasa; kepandaian mereka hanya mereka sendiri yang menyatakannya. Tuhan memeriksa semuanya. Sebagai contoh, katakanlah engkau telah melakukan kejahatan hari ini. Tuhan memeriksanya, tetapi Dia tidak menyingkapkanmu, Dia memberimu kesempatan untuk bertobat. Engkau kembali melakukan kejahatan besok, dan tetap saja, engkau tidak memberikan pertanggungjawaban atau bertobat; Tuhan masih memberimu sebuah kesempatan, dan menunggumu untuk bertobat. Namun, jika engkau tetap tidak bertobat, Tuhan tidak akan ingin memberimu kesempatan itu. Dia akan merasa jijik terhadapmu dan membencimu, dan di lubuk hati-Nya, Dia tidak akan ingin menyelamatkanmu, dan Dia akan meninggalkanmu sepenuhnya. Dalam hal itu, hanya dalam hitungan menit sebelum Dia menyingkapkan dirimu, dan seperti apa pun engkau berusaha untuk menutupi sesuatu atau menghalangi hal ini, itu sama sekali tidak akan berhasil. Sebesar apa pun tanganmu, dapatkah engkau menghalangi langit dengan tangan itu? Betapa pun mampunya dirimu, dapatkah engkau menutupi mata Tuhan? (Tidak.) Semua itu adalah ide-ide bodoh manusia. Mengenai betapa Mahakuasanya sebenarnya Tuhan, manusia sudah dapat merasakan sedikit dari hal ini dalam firman-Nya. Selain itu, siapa pun di antara umat manusia yang rusak ini yang telah melakukan kejahatan besar dan melawan Tuhan secara langsung telah menghadapi berbagai hukuman, dan semua orang yang melihat ini sepenuhnya yakin, dan mengakuinya sebagai pembalasan. Bahkan orang-orang tidak percaya dapat melihat bahwa kebenaran Tuhan tidak menoleransi pelanggaran, jadi mereka yang percaya kepada-Nya seharusnya dapat lebih melihat hal ini. Kemahakuasaan dan hikmat Tuhan tidak terukur. Manusia tidak mungkin melihatnya dengan jelas. Ada lagu itu—bagaimana bunyinya? ("Perbuatan Tuhan Tak Terukur.") Inilah esensi Tuhan, penyingkapan sejati dari identitas dan esensi-Nya. Tidak perlu ada dugaan atau spekulasi darimu. Engkau hanya perlu memercayai firman itu, maka engkau tidak akan melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Semua orang menganggap diri mereka cerdas; mereka menutup mata mereka dengan daun dan berkata, "Dapatkah Engkau melihatku?" Tuhan berkata, "Bukan saja Aku dapat melihat seluruh tubuhmu, Aku bahkan melihat hatimu, dan seberapa sering engkau telah pergi ke dunia manusia," dan orang-orang tercengang. Jangan menganggap dirimu cerdas; jangan berpikir, "Tuhan tidak tahu tentang hal ini, dan Dia tidak tahu tentang hal itu. Tidak ada saudara-saudari yang melihat. Tak seorang pun tahu. Aku punya rencana kecilku sendiri. Lihat betapa cerdasnya aku!" Di dunia ini, orang-orang yang tidak memahami kebenaran, atau tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya, bukanlah orang yang cerdas. Apa pun yang mereka katakan atau lakukan, pada akhirnya, semuanya salah, semuanya melanggar kebenaran, semuanya menentang Tuhan. Hanya ada satu jenis orang yang cerdas. Jenis manakah itu? Jenis orang yang percaya bahwa Tuhan memeriksa semuanya, bahwa Dia dapat melihat semuanya, dan bahwa Dia berdaulat atas semuanya. Orang-orang semacam itu sangat cerdas, karena dalam semua yang mereka lakukan, mereka tunduk kepada Tuhan; semua yang mereka lakukan sesuai dengan kebenaran, diperkenan oleh Tuhan, dan diberkati oleh Tuhan. Entah seseorang cerdas atau tidak tergantung pada apakah mereka mampu tunduk kepada Tuhan; itu bergantung pada apakah yang mereka katakan dan lakukan sesuai dengan kebenaran. Jika engkau memiliki pemikiran ini, "Inilah pendapatku tentang masalah ini, dan itulah yang ingin kulakukan, karena itu akan bermanfaat bagiku, tetapi aku tidak ingin menceritakan hal ini kepada orang lain, dan aku pun tidak ingin mereka mengetahuinya." Apakah itu cara berpikir yang benar? (Tidak.) Apa yang harus kaulakukan jika engkau menyadari bahwa itu bukanlah cara berpikir yang benar? Engkau seharusnya menampar wajahmu sendiri, memberi pelajaran kepada dirimu sendiri. Engkau menganggap bahwa jika engkau tidak mengatakannya, Tuhan tidak akan tahu? Sebenarnya, ketika engkau sedang memiliki pemikiran itu, Tuhan mengetahui hatimu. Bagaimana Dia bisa tahu? Tuhan telah mengetahui yang sebenarnya mengenai esensi natur manusia. Jadi, mengapa Dia tidak menyingkapkanmu dalam hal ini? Bahkan tanpa Dia menyingkapkannya, engkau sendiri akan mampu memahaminya secara bertahap, karena engkau telah makan dan minum begitu banyak firman-Nya. Engkau memiliki hati nurani dan nalar, pikiran, dan pemikiran yang normal; engkau seharusnya mampu merenungkan mana yang benar dan yang salah. Tuhan memberimu waktu dan kesempatan untuk memikirkan semuanya secara perlahan, untuk melihat apakah engkau bodoh atau tidak. Engkau akan melihat hasilnya setelah memikirkan hal ini selama beberapa hari: engkau akan tahu bahwa engkau bodoh dan tolol, dan bahwa engkau tidak seharusnya berusaha menyembunyikan hal itu dari Tuhan. Dalam segala hal, engkau harus membuka dirimu sepenuhnya kepada Tuhan dan engkau harus bersikap terus terang—inilah satu-satunya kondisi dan keadaan yang harus dipertahankan di hadapan Tuhan. Bahkan saat engkau tidak terbuka, engkau terbuka di hadapan Tuhan. Dari sudut pandang Tuhan, Dia mengetahui faktanya, apakah engkau terbuka tentang hal itu atau tidak. Bukankah engkau sangat bodoh jika engkau tidak dapat melihat hal itu dengan jelas? Jadi bagaimana agar engkau menjadi orang yang pintar? Dengan membuka dirimu kepada Tuhan. Engkau tahu bahwa Tuhan memeriksa dan mengetahui segalanya, jadi jangan berpikir dirimu cerdas, dan berpikir bahwa Dia mungkin tidak tahu; karena Tuhan sudah pasti secara diam-diam mengamati hati orang, orang yang cerdas seharusnya sedikit lebih terus terang, sedikit lebih murni, dan bersikap jujur—itulah hal yang bijak untuk dilakukan. Selalu merasa bahwa engkau cerdas, selalu ingin menyimpan rahasia kecilmu sendiri, selalu berusaha menjaga sedikit privasi; apakah itu cara berpikir yang benar? Tidak masalah jika bersikap seperti itu kepada orang lain, karena ada orang-orang yang tidak memiliki karakter positif dan tidak mencintai kebenaran. Engkau bisa sedikit menahan diri terhadap orang-orang seperti itu. Jangan ungkapkan isi hatimu kepada mereka. Sebagai contoh, katakanlah ada seseorang yang kaubenci, dan engkau telah mengatakan hal-hal yang buruk tentang dirinya di belakangnya. Haruskah engkau memberi tahu mereka tentang hal itu? Jangan, cukup dengan tidak lagi melakukan hal seperti itu. Jika engkau membicarakannya, itu akan merusak hubungan di antara kalian berdua. Engkau tahu di dalam hatimu bahwa engkau tidak baik, bahwa hatimu kotor dan jahat, bahwa engkau iri terhadap orang lain, bahwa demi bersaing untuk mengejar ketenaran dan keuntungan, engkau telah mengatakan hal-hal yang buruk tentang orang lain di belakangnya untuk merusak reputasi mereka. Betapa kejinya! Engkau mengakui bahwa engkau rusak; engkau tahu bahwa apa yang kaulakukan itu salah, dan bahwa naturmu jahat. Lalu engkau datang ke hadapan Tuhan dan berdoa kepada-Nya, "Ya Tuhan, apa yang kulakukan secara rahasia adalah hal yang jahat dan keji. Kumohon, ampunilah aku, kumohon agar Engkau menuntunku, dan kumohon agar Engkau menegurku. Aku akan berusaha agar tidak lagi melakukan hal seperti itu." Melakukan itu tidaklah masalah. Engkau dapat menggunakan beberapa teknik dalam interaksimu dengan orang, tetapi yang terbaik adalah membuka dirimu kepada Tuhan secara tulus, dan jika engkau memiliki niat tersembunyi dan menggunakan teknik, maka engkau akan mendapat masalah. Dalam pikiranmu, engkau selalu berpikir, "Apa yang dapat kukatakan untuk membuat Tuhan menganggap tinggi diriku dan tidak mengetahui apa yang sedang kupikirkan di dalam hati? Apa hal yang benar untuk dikatakan? Aku harus lebih menyembunyikannya, aku harus sedikit lebih bijaksana, aku harus memiliki metode; mungkin barulah Tuhan akan mengagumiku." Apakah menurutmu Tuhan tidak akan tahu jika engkau selalu berpikir seperti itu? Tuhan tahu apa pun yang kaupikirkan. Sangat melelahkan untuk berpikir seperti itu. Jauh lebih sederhana untuk berbicara dengan jujur dan sesungguhnya, dan itu membuat hidupmu lebih mudah. Tuhan akan berkata bahwa engkau tulus dan murni, bahwa engkau memiliki hati yang jujur—dan itu sangat berharga. Jika engkau memiliki hati yang terus terang dan sikap yang tulus, sekalipun ada saat-saat ketika engkau bertindak terlalu jauh dan bertindak bodoh, bagi Tuhan ini bukanlah pelanggaran; itu lebih baik daripada bersikap sangat perhitungan, dan lebih baik daripada perenungan dan prosesmu yang terus-menerus. Apakah antikristus mampu melakukan hal-hal ini? (Tidak, mereka tidak mampu.)

Semua orang yang menempuh jalan antikristus adalah orang-orang dengan watak antikristus, dan jalan yang ditempuh oleh orang-orang dengan watak antikristus adalah jalan antikristus. Namun, ada sedikit perbedaan antara seseorang dengan watak antikristus dan antikristus. Jika seseorang memiliki watak antikristus dan dapat menempuh jalan antikristus, itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa dia adalah seorang antikristus. Namun, jika dia tidak bertobat dan tidak mampu menerima kebenaran, dia dapat berubah menjadi seorang antikristus. Masih ada harapan dan kesempatan untuk bertobat bagi orang-orang yang menempuh jalan antikristus karena mereka belum menjadi antikristus. Jika mereka melakukan berbagai macam kejahatan dan digolongkan sebagai antikristus, dan dengan demikian langsung dikeluarkan dan diusir, mereka tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk bertobat. Jika seseorang yang menempuh jalan antikristus belum melakukan banyak kejahatan, ini setidaknya menunjukkan bahwa dia belum menjadi orang jahat. Jika dia mampu menerima kebenaran, ada secercah harapan baginya. Jika dia tidak mau menerima kebenaran, apa pun yang terjadi, akan sangat sulit baginya untuk diselamatkan, sekalipun dia belum melakukan segala macam kejahatan. Mengapa seorang antikristus tidak dapat diselamatkan? Karena dia tidak menerima kebenaran sedikit pun. Seperti apa pun rumah Tuhan bersekutu tentang menjadi orang yang jujur—tentang bagaimana orang harus bersikap terbuka dan tulus, berterus terang, serta tidak berbuat licik, dia tidak dapat menerimanya. Dia selalu merasa bahwa orang akan rugi dengan bersikap jujur dan bahwa mengatakan yang sebenarnya adalah hal bodoh. Dia bertekad untuk tidak menjadi orang yang jujur. Inilah natur antikristus, yaitu muak akan kebenaran dan membencinya. Bagaimana seseorang dapat diselamatkan jika dia tidak menerima kebenaran sedikit pun? Jika seseorang yang menempuh jalan antikristus mampu menerima kebenaran, ada perbedaan yang jelas antara dirinya dan seorang antikristus. Semua antikristus adalah orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran sedikit pun. Sebanyak apa pun kesalahan atau kejahatan yang telah mereka lakukan, sebesar apa pun kerugian yang telah mereka timbulkan bagi pekerjaan gereja dan kepentingan rumah Tuhan, mereka tidak akan pernah merenungkan dan mengenali diri mereka sendiri. Sekalipun mereka dipangkas, mereka sama sekali tidak mau menerima kebenaran; itulah sebabnya gereja menggolongkan mereka sebagai orang-orang jahat, sebagai antikristus. Seorang antikristus paling-paling hanya akan mengakui bahwa tindakannya melanggar prinsip dan tidak sesuai dengan kebenaran, tetapi dia sama sekali tidak akan pernah mengakui bahwa dia melakukan kejahatan dengan sengaja, atau menentang Tuhan dengan sengaja. Dia hanya akan mengakui kesalahan, tetapi dia tidak mau menerima kebenaran; dan setelah itu, dia akan terus melakukan kejahatan seperti sebelumnya, tanpa menerapkan kebenaran apa pun. Dari fakta bahwa antikristus tidak pernah menerima kebenaran, dapat dilihat bahwa esensi natur antikristus adalah muak akan kebenaran dan membencinya. Mereka tetaplah orang-orang yang selalu menentang Tuhan, seberapapun lamanya mereka percaya kepada-Nya. Meskipun semua umat manusia yang rusak biasanya mungkin memiliki watak antikristus, tetapi ada perbedaan antara mereka dan para antikristus. Ada orang-orang yang mampu mengingat firman penghakiman dan penyingkapan Tuhan di dalam hati mereka setelah mereka mendengarnya dan merenungkannya, serta merenungkan diri mereka sendiri berulang kali. Mereka kemudian mungkin menyadari, "Jadi inilah watak antikristus; inilah yang dimaksud dengan menempuh jalan antikristus. Sungguh masalah yang serius! Keadaan dan perilakuku seperti itu; aku memiliki esensi seperti itu. Aku adalah orang seperti itu!" Mereka kemudian memikirkan bagaimana mereka dapat menyingkirkan watak antikristus itu dan sungguh-sungguh bertobat, setelah itu, mereka dapat bertekad untuk tidak menempuh jalan antikristus. Dalam pekerjaan dan kehidupan mereka, dalam sikap mereka terhadap orang, peristiwa, dan hal-hal serta terhadap amanat Tuhan, mereka mampu merenungkan tindakan dan perilaku mereka sendiri, tentang mengapa mereka tidak mampu tunduk kepada Tuhan, mengapa mereka selalu hidup berdasarkan watak Iblis, mengapa mereka tidak mampu memberontak terhadap daging dan Iblis. Jadi, mereka akan berdoa kepada Tuhan, dan menerima penghakiman dan hajaran-Nya, serta dengan sungguh-sungguh memohon agar Tuhan menyelamatkan mereka dari watak rusak mereka dan dari pengaruh Iblis. Adanya tekad mereka untuk melakukan hal ini membuktikan bahwa mereka mampu menerima kebenaran. Mereka juga memperlihatkan watak yang rusak, dan bertindak berdasarkan kehendak mereka sendiri; perbedaannya adalah bahwa seorang antikristus tidak hanya memiliki ambisi dan hasrat untuk mendirikan kerajaannya sendiri, dia juga tidak mau menerima kebenaran, apa pun yang terjadi. Inilah kelemahan utama seorang antikristus. Di sisi lain, jika seseorang dengan watak antikristus mampu menerima kebenaran dan berdoa kepada Tuhan serta mengandalkan-Nya, dan jika dia ingin menyingkirkan watak rusak Iblis, serta menempuh jalan mengejar kebenaran, manfaat apakah yang bisa diberikan oleh doa dan tekad seperti itu bagi jalan masuk kehidupannya? Setidaknya hal itu akan membuatnya merenungkan dirinya sendiri dan mengenal dirinya sendiri saat dia melaksanakan tugasnya, dan menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, sehingga dia dapat melaksanakan tugasnya dengan memenuhi standar. Itulah salah satu cara yang akan bermanfaat baginya. Selain itu, dengan pelatihan yang diberikan oleh pelaksanaan tugasnya, dia akan mampu memulai jalan mengejar kebenaran. Apa pun kesulitan yang dia hadapi, dia akan mampu mencari kebenaran, berfokus pada menerima kebenaran dan menerapkannya; dia akan mampu menyingkirkan watak Iblisnya, dan mulai tunduk kepada Tuhan serta menyembah-Nya. Dia dapat memperoleh keselamatan Tuhan dengan melakukan penerapan seperti itu. Orang yang memiliki watak seorang antikristus mungkin sesekali memperlihatkan kerusakan, dan dia mungkin masih berbicara dan bertindak demi ketenaran, keuntungan, dan statusnya, meskipun dia tidak bermaksud untuk melakukannya, dan dia mungkin tetap bekerja berdasarkan kehendaknya sendiri, tetapi begitu dia menyadari bahwa dia sedang memperlihatkan watak rusaknya, dia akan merasa menyesal, dan berdoa kepada Tuhan. Ini membuktikan bahwa dia adalah seseorang yang mampu menerima kebenaran, yang tunduk pada pekerjaan Tuhan; ini membuktikan bahwa dia sedang mengejar jalan masuk kehidupan. Berapa tahun pun pengalaman yang dimiliki seseorang, atau seberapa banyak kerusakan yang dia perlihatkan, dia pada akhirnya akan mampu menerima kebenaran, dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Dia adalah seseorang yang tunduk pada pekerjaan Tuhan. Seraya dia melakukan semua ini, itu menunjukkan bahwa dia telah membangun dasarnya di jalan yang benar. Namun, ada orang-orang yang menempuh jalan antikristus yang tidak mampu menerima kebenaran. Bagi mereka, keselamatan akan sama sulitnya untuk diperoleh seperti halnya bagi antikristus. Orang-orang semacam itu tidak merasakan apa pun saat mereka mendengar firman Tuhan yang menyingkapkan antikristus, mereka malah acuh tak acuh dan tidak tergerak. Ketika persekutuan beralih ke topik tentang watak antikristus, mereka akan mengakui bahwa mereka memiliki watak antikristus dan bahwa mereka sedang menempuh jalan antikristus. Mereka akan membicarakan hal itu dengan cukup baik. Namun, ketika tiba saatnya untuk menerapkan kebenaran, mereka akan tetap menolak untuk melakukannya; mereka akan tetap bertindak berdasarkan kehendak mereka sendiri, dengan mengandalkan watak antikristus mereka. Jika engkau bertanya kepada mereka, "Apakah batinmu bergumul saat kau memperlihatkan watak antikristus? Apakah kau merasakan penyesalan ketika kau berbicara untuk melindungi statusmu? Apakah kau merenungkan dan mulai mengenal dirimu sendiri saat kau memperlihatkan watak antikristus? Apakah kau menyesal di dalam hatimu setelah kau memahami watak rusakmu? Apakah kau bertobat atau berubah sesudahnya?" Mereka pasti tidak memiliki jawabannya karena mereka belum memiliki pengalaman dan pemahaman seperti itu. Mereka tidak akan mampu mengatakan apa pun. Apakah orang-orang semacam ini mampu sungguh-sungguh bertobat? Itu pasti tidak akan mudah. Mereka yang benar-benar mengejar kebenaran akan merasa menderita oleh setiap penyingkapan watak antikristus dalam diri mereka dan menjadi cemas; mereka akan berpikir, "Mengapa aku sama sekali tidak mampu menyingkirkan watak Iblis ini? Mengapa aku selalu memperlihatkan watak yang rusak? Mengapa watak rusakku ini begitu keras kepala dan sulit untuk ditangani? Mengapa begitu sulit untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran?" Ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup mereka dangkal, dan bahwa watak rusak mereka sama sekali belum diatasi. Itulah sebabnya pergulatan di hati mereka berkecamuk begitu dahsyat ketika sesuatu menimpa mereka, dan itulah sebabnya mereka juga menanggung beban berat dari siksaan itu. Meskipun mereka memiliki tekad untuk menyingkirkan watak Iblis mereka, mereka pasti tidak dapat melakukannya tanpa pergulatan melawannya di dalam hati mereka, dan keadaan bergulat itu makin meningkat dari hari ke hari. Seiring dengan pengenalan mereka akan diri sendiri yang makin dalam, dan mereka memahami betapa dalamnya kerusakan mereka, mereka makin mendambakan untuk memperoleh kebenaran dan makin menghargainya, serta akan mampu menerima dan menerapkan kebenaran tanpa henti selama proses mengenal diri sendiri dan watak rusak mereka. Tingkat pertumbuhan mereka akan secara berangsur-angsur bertumbuh, dan watak hidup mereka akan mulai benar-benar berubah. Jika mereka terus berusaha mengalami dengan cara ini, situasi mereka akan makin membaik dari tahun ke tahun, dan pada akhirnya, mereka akan mampu mengalahkan daging dan menyingkirkan kerusakan mereka, sering menerapkan kebenaran, dan mencapai ketundukan kepada Tuhan. Jalan masuk kehidupan tidaklah mudah! Itu sama seperti membangunkan seseorang yang akan meninggal: tanggung jawab yang dapat orang penuhi adalah mempersekutukan kebenaran, menyokong mereka, membekali mereka, atau memangkas mereka. Jika mereka dapat menerimanya dan tunduk, ada harapan bagi mereka; mereka mungkin cukup beruntung bisa lolos, dan segalanya tidak akan berujung pada kematian. Namun, jika mereka menolak untuk menerima kebenaran, dan sama sekali tidak mengenal diri mereka sendiri, maka mereka berada dalam bahaya. Ada para antikristus yang tidak mengenal diri mereka sendiri setelah disingkirkan selama satu atau dua tahun, dan tidak mengakui kesalahan mereka. Dalam kasus seperti itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang tersisa dalam diri mereka, dan itu adalah bukti bahwa mereka tidak memiliki harapan lagi untuk diselamatkan. Ketika engkau semua sedang dipangkas, mampukah engkau menerima kebenaran? (Ya.) Itu berarti ada harapan. Itu adalah hal yang baik! Jika engkau mampu menerima kebenaran, engkau memiliki harapan untuk diselamatkan.

Jika engkau ingin diselamatkan, engkau harus melewati banyak rintangan. Rintangan apakah itu? Pergulatan tanpa henti dalam melawan watak rusakmu, dan pergulatan melawan watak Iblis dan antikristus: watak-watak rusak tersebut ingin mengendalikanmu, dan engkau ingin melepaskan diri darinya; dia ingin menyesatkanmu, dan engkau ingin menolaknya. Jika engkau merasa bahwa engkau tidak mampu melepaskan dirimu dari watak rusakmu bahkan setelah engkau mulai memahaminya, engkau akan tertekan dan menderita, dan engkau akan berdoa. Terkadang engkau melihat bahwa engkau masih belum dapat melepaskan diri dari kendali watak Iblis setelah beberapa waktu, dan engkau merasa tidak ada harapan, tetapi engkau tidak mau menyerah, dan engkau akan merasa bahwa engkau tidak boleh terus bersikap negatif dan putus harapan, bahwa engkau harus terus berjuang. Dalam proses melaksanakan tugas dan proses mengalami pekerjaan Tuhan, orang-orang memiliki respons internal yang beragam, secara bertahap. Singkatnya, mereka yang memiliki hidup adalah mereka yang mengejar kebenaran, dan di dalam dirinya, mereka terus-menerus berubah. Akan ada perubahan yang terus-menerus dalam pemikiran dan pandangan mereka, dalam perilaku dan kebiasaan mereka, dan bahkan dalam niat, ide, dan pemikiran mereka yang terdalam. Selain itu, mereka akan membedakan dengan makin jelas apa yang benar dan apa yang salah, serta apa saja kesalahan yang telah mereka lakukan, dan apakah suatu cara berpikir itu benar atau salah, serta apakah suatu pandangan sesuai dengan kebenaran, dan apakah prinsip-prinsip di balik tindakan hingga taraf tertentu sesuai dengan maksud-maksud Tuhan, dan apakah mereka adalah orang yang tunduk kepada Tuhan, orang yang mencintai kebenaran. Hal-hal ini secara berangsur akan makin jelas di dalam hati mereka. Lalu, di atas dasar apakah pencapaian dari hasil-hasil ini dibangun? Dasarnya adalah menerapkan dan masuk ke dalam kebenaran ketika mereka memahaminya. Mengapa para antikristus sama sekali tidak mampu mencapai perubahan? Mampukah mereka memahami kebenaran? (Ya, mampu.) Mereka mampu memahaminya, tetapi mereka tidak menerapkannya, dan mereka tidak menerapkannya ketika mereka mendengarnya. Mereka mungkin memahaminya dan menerimanya sebagai doktrin, tetapi mampukah mereka menerapkan sedikit doktrin dan aturan yang mampu mereka pahami itu? Tidak, sama sekali tidak; sekalipun engkau memaksa mereka, sekalipun mereka berusaha keras, tetap saja, mereka tidak akan mampu menerapkannya. Itulah sebabnya bagi mereka, masuk ke dalam kebenaran tetap merupakan kekosongan yang abadi. Sebanyak apa pun seorang antikristus dapat berbicara tentang menjadi orang yang jujur, sebesar apa pun upayanya, dia tetap tidak mampu membuat satu pun pernyataan yang jujur; dan seperti apa pun dia berbicara tentang memikirkan maksud Tuhan, dia tetap tidak akan melepaskan motivasinya yang egois dan keji. Dia bertindak dari sudut pandang yang egois. Ketika dia melihat sesuatu yang baik, sesuatu yang akan bermanfaat baginya, dia berkata, "Berikan kepadaku. Itu milikku!" Dia mengatakan apa pun yang akan bermanfaat bagi statusnya dan dia melakukan apa pun yang akan bermanfaat bagi dirinya sendiri. Inilah esensi antikristus. Dalam puncak gairah sesaat, dia mungkin merasa bahwa dia telah memahami sedikit kebenaran. Kegairahan memengaruhinya, dan dia meneriakkan beberapa slogan, "Aku harus melakukan penerapan dan berubah, serta memuaskan tuhan!" Namun, ketika tiba saatnya untuk menerapkan kebenaran, apakah dia menerapkannya? Tidak. Apa pun yang Tuhan firmankan, sebanyak apa pun kebenaran dan fakta yang Dia khotbahkan, bersama dengan beberapa contoh nyata, itu tidak mampu menggerakkan seorang antikristus, juga tidak mampu menggoyahkan ambisinya. Inilah ciri dan tanda seorang antikristus. Dia sama sekali tidak akan menerapkan kebenaran apa pun. Ketika dia berbicara dengan baik, itu untuk didengar orang lain, dan sebaik apa pun dia berbicara, itu hanyalah perkataan kosong dan muluk-muluk, itu adalah teori baginya. Bagaimana orang semacam ini sebenarnya menempatkan kebenaran di dalam hatinya? Apa yang telah Kukatakan kepadamu yang merupakan esensi natur seorang antikristus? (Kebencian terhadap kebenaran.) Benar. Dia membenci kebenaran. Dia meyakini bahwa kejahatannya, keegoisan dan kekejiannya, kecongkakannya, kekejamannya, perebutan status dan kekayaannya, serta kendalinya atas orang lain adalah kebenaran tertinggi, falsafah tertinggi, dan tidak ada hal lain yang lebih tinggi daripada hal-hal tersebut. Begitu dia memperoleh status dan dapat mengendalikan orang lain, dia dapat melakukan apa pun yang dia inginkan, dan semua ambisi dan hasratnya kemudian dapat tercapai. Inilah tujuan akhir seorang antikristus.

Para antikristus muak akan kebenaran dan membencinya. Mungkinkah bagimu untuk membuat seseorang yang muak akan kebenaran menerima kebenaran dan menerapkannya? (Tidak.) Melakukan itu sama saja dengan meminta seekor sapi untuk memanjat pohon atau seekor serigala untuk memakan jerami. Bukankah itu meminta hal yang mustahil dari mereka? Terkadang engkau akan melihat seekor serigala menyelinap ke kawanan domba dan tinggal bersama mereka. Itu adalah tipu muslihat untuk menipu mereka, menunggu kesempatannya untuk memakan domba. Naturnya tidak akan pernah berubah. Demikian pula, meminta seorang antikristus untuk menerapkan kebenaran sama saja dengan meminta seekor serigala untuk memakan jerami dan meninggalkan instingnya untuk memakan domba: itu tidak mungkin. Serigala adalah karnivora. Mereka memakan domba. Mereka memakan semua jenis hewan. Itu adalah natur mereka, dan itu tidak dapat diubah. Jika seseorang berkata, "Aku tidak tahu apakah aku seorang antikristus atau bukan, tetapi setiap kali aku mendengar kebenaran dipersekutukan, hatiku berkobar dengan amarah, dan aku membencinya, dan siapa pun yang memangkasku, aku lebih membenci mereka," apakah orang itu adalah seorang antikristus? (Ya.) Seseorang berkata, "Ketika sesuatu menimpamu, kau harus tunduk dan mencari kebenaran," dan orang pertama tadi berkata, "Tunduk? Enak saja! Tutup mulutmu!" Hal macam apakah itu? Apakah itu sifat pemarah? (Bukan.) Watak apakah itu? (Kebencian terhadap kebenaran.) Dia bahkan tidak akan mendengarkan pembicaraan tentang hal itu, dan segera setelah engkau mempersekutukan kebenaran, naturnya meledak, dan dia memperlihatkan dirinya yang sebenarnya. Dia tidak suka mendengar apa pun yang menyinggung tentang mencari kebenaran atau tunduk kepada Tuhan. Seberapa besar ketidaksukaannya? Ketika dia mendengar pembicaraan seperti itu, dia meledak. Kesopanannya lenyap; dia tidak takut dirinya tersingkap. Sejauh itulah kebenciannya. Mampukah dia menerapkan kebenaran? (Tidak.) Kebenaran tidak diberikan untuk orang jahat; kebenaran diberikan untuk orang-orang yang memiliki hati nurani dan bernalar, yang mencintai kebenaran dan hal-hal positif. Kebenaran menuntut orang-orang itu untuk menerimanya dan menerapkannya. Sedangkan orang-orang jahat dengan esensi antikristus, yang sangat memusuhi kebenaran dan hal-hal positif, mereka tidak akan pernah menerima kebenaran. Seberapa lamanya pun mereka telah percaya kepada Tuhan, sebanyak apa pun khotbah yang mereka dengar, mereka tidak akan menerima atau menerapkan kebenaran. Jangan mengira bahwa mereka tidak menerapkan kebenaran karena mereka tidak memahaminya, dan bahwa mereka akan mengerti ketika mereka telah lebih banyak mendengarnya. Itu tidak mungkin karena semua orang yang muak akan kebenaran dan membencinya adalah sejenis Iblis. Mereka tidak akan pernah berubah, dan tak ada seorang pun yang dapat mengubah mereka. Itu sama seperti penghulu malaikat, setelah mengkhianati Tuhan: pernahkah engkau semua mendengar Tuhan berkata bahwa Dia akan menyelamatkan penghulu malaikat? Tuhan tidak pernah mengatakannya. Jadi, apa yang Tuhan lakukan terhadap Iblis? Dia melemparkannya ke udara dan membiarkannya melakukan pelayanan untuk-Nya di bumi, melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Ketika dia selesai melakukan pelayanan, dan rencana pengelolaan Tuhan selesai, Tuhan akan memusnahkannya, dan tamatlah riwayatnya. Apakah Tuhan mengatakan satu hal lain kepadanya? (Tidak.) Mengapa tidak? Karena itu tidak akan ada gunanya. Mengatakan satu hal lain akan menjadi berlebihan. Tuhan telah mengetahui yang sebenarnya mengenai dia: esensi natur seorang antikristus tidak akan pernah berubah. Memang begitulah adanya.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp