Bab Empat: Mereka Meninggikan dan Memberi Kesaksian tentang Diri Mereka Sendiri (Pasal Kelima)
Meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri adalah perwujudan utama antikristus, dan mendefinisikan esensi mereka sesuai dengan perwujudan ini sangatlah tepat dan konkret—ini bukan definisi kosong. Dengan melihat agenda, ambisi, dan penyingkapan esensi, serta tujuan yang konsisten di balik tindakan mereka, bisa dilihat bahwa meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri adalah perwujudan karakteristik antikristus. Apakah ada antikristus yang tidak pernah meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri? (Tidak.) Mengapa tidak? Karena ambisi serta keinginan mereka begitu besar dan mereka tidak mampu mengendalikannya. Di mana pun mereka berada, jika tidak ada yang meninggikan dan memujanya, mereka merasa hidupnya tidak bernilai atau bermakna, itulah sebabnya, untuk mencapai tujuan ini, mereka sangat ingin meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri. Antikristus hidup untuk mengungguli orang lain, butuh dipuja serta diikuti, dan sekalipun orang-orang itu mengganggu dan menjijikkan seperti lalat atau gerombolan pengemis, mereka tidak peduli. Selama ada yang memuja dan mengikuti, mereka merasa tenang. Jika mereka bisa menerima tepuk tangan meriah dari penggemar layaknya penyanyi terkenal, mereka akan bahagia bukan kepalang dan benar-benar menikmatinya—ini adalah natur antikristus. Tidak peduli orang macam apa yang mengikuti atau memujanya, antikristus menyukai mereka semua. Bahkan jika orang-orang yang mengikutinya adalah yang paling hina dan menjijikkan, atau binatang buas sekalipun, selama mereka meninggikan dan memenuhi ambisi dan keinginannya akan status, maka antikristus tidak keberatan. Jadi, bisakah antikristus berhenti meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri, atau memamerkan diri ke mana pun mereka pergi? (Tidak.) Ini adalah esensi mereka. Katakan kepada-Ku, orang seperti apakah yang sungguh-sungguh mengikuti Tuhan? Di antara umat manusia, ada tipe orang yang Tuhan ingin pilih dan selamatkan, dan orang-orang ini setidaknya memiliki hati nurani, nalar, dan rasa malu. Mereka yang sedikit lebih baik dari ini mampu mencintai kebenaran, hal-hal positif, serta keadilan dan kebenaran Tuhan; mereka mampu membenci kejahatan, merasa marah ketika melihat ketidakadilan atau kejahatan, dan bahkan jika mereka tidak bisa melakukan apa pun terhadap hal-hal tersebut, mereka tetap membencinya—paling tidak, orang-orang seperti inilah yang diinginkan oleh Tuhan. Untuk mereka yang tidak memiliki kemanusiaan dan esensi ini, Tuhan tidak menginginkan mereka, tak peduli sebanyak apa pun mereka berbicara tentang kebaikan Tuhan atau keagungan-Nya. Misalnya, dalam hal agama, orang Farisi meninggikan dan memberi kesaksian tentang Tuhan melalui berbagai teori lama yang tak bermakna dan perkataan yang dangkal, dan mereka tidak bosan mengatakannya bahkan setelah dua ribu tahun. Tuhan sekarang mengungkapkan begitu banyak kebenaran, tetapi mereka tidak mampu melihatnya, justru mengabaikannya, dan sebagian dari mereka bahkan mengutuk dan menghujatnya. Perilaku ini sepenuhnya menyingkapkan mereka dan Tuhan telah lama mendefinisikannya sebagai orang Farisi yang munafik, yang semuanya adalah bagian dari gerombolan Iblis; Tuhan telah menetapkan mereka sebagai setan, Iblis, babi, dan anjing. Ketika antikristus masuk ke dalam kelompok orang semacam itu dan melihat bahwa sangat sedikit dari mereka yang mampu memahami kebenaran, dan tidak seorang pun yang memiliki kemampuan untuk mengenali atau punya bakat, mereka bergegas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memamerkan diri. Beberapa membanggakan diri bahwa mereka pernah diterima di dua universitas kelas dunia pada waktu yang bersamaan, tetapi pada akhirnya memilih untuk tidak kuliah karena mereka percaya kepada Tuhan dan menerima amanat-Nya. Setelah mendengar perkataan tersebut, sebagian orang mulai menghormati mereka. Jika engkau tidak memahami kebenaran, dan hal-hal yang engkau cintai serta pandangan duniamu sama seperti orang-orang duniawi, engkau akan memuja orang-orang semacam ini, dan itulah sebabnya saat antikristus mengatakan hal-hal tersebut, engkau akan disesatkan dan dibodohi oleh mereka. Antikristus secara diam-diam meninggikan dirinya sendiri dengan cara ini, dan orang bodoh yang tidak memiliki kemampuan untuk mengenali disesatkan oleh mereka. Pada akhirnya, antikristus merasa sangat bahagia, menganggap bahwa setiap orang yang berada di bawah mereka adalah orang-orang yang luar biasa, padahal sebenarnya orang-orang ini hanyalah sekelompok orang yang bingung dan tidak berguna. Mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran dapat disesatkan oleh Iblis dan antikristus. Ketika mendengar Iblis dan antikristus berbicara, mereka merasa bahwa itu benar-benar sesuai dengan pikiran dan seleranya, jadi mereka senang mendengarkannya. Mereka tidak mampu menggunakan cara berpikir normal untuk menilai apa yang mereka dengar, mereka juga tidak akan mencari seseorang yang memahami kebenaran untuk membantunya mengenali hal-hal tersebut; selama mereka merasa bahwa apa yang didengarnya masuk akal, mereka akan bersedia menerimanya sehingga membuat mereka disesatkan bahkan tanpa menyadarinya. Sebaliknya, mereka yang mampu memahami kebenaran dan memiliki kemampuan untuk mengenali ketika mendengar antikristus berbicara akan menyadari bahwa orang-orang itu berusaha menyesatkan orang lain, dan mereka akan menolaknya. Sementara itu, orang-orang bingung yang tidak memiliki kemampuan untuk mengenali akan percaya bahwa antikristus memiliki pengetahuan, kualitas yang baik, dan memiliki prospek. Mereka akan melihat segala hal dengan cara ini dan disesatkan oleh beberapa fenomena dangkal; mereka tidak akan tahu apa prinsip kebenaran dan akhirnya akan mengikuti Iblis. Bukankah orang-orang semacam itu menghancurkan dirinya sendiri akibat kebodohan dan ketidaktahuannya? Begitulah adanya. Jika engkau memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai perwujudan antikristus yang sering meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri, atau berbagai cara mereka dalam melakukannya, dan engkau mampu menilai tujuan dan agenda di balik perkataan mereka, akan mudah bagimu untuk melihat esensi antikristus, lalu engkau akan mampu menolak dan mengutuknya dengan segera dan tidak pernah terlibat dengan mereka lagi. Mengapa engkau akan berbuat demikian? Karena ketika melihat antikristus berbicara dan bertindak, engkau akan menentang dan membencinya, merasa jijik seolah-olah sedang melihat lalat dan perlu mengusirnya sesegera mungkin. Oleh karena itu, begitu engkau memiliki kemampuan untuk mengenali tindakan dan perilaku antikristus, engkau harus segera menyingkapkannya sehingga orang lain mampu mengenali, dan kemudian mengeluarkan mereka dari gereja sesuai dengan prinsip. Beranikah engkau semua melakukan hal ini? Jika umat pilihan Tuhan mampu melakukannya, ini menunjukkan bahwa mereka telah mengalami kemajuan dalam tingkat pertumbuhan, serta mampu memikirkan maksud Tuhan dan menjaga pekerjaan rumah Tuhan. Ketika umat pilihan Tuhan memahami kebenaran dan memiliki kemampuan untuk mengenali, antikristus tidak akan lagi memiliki tempat di gereja atau rumah Tuhan.
Apa pun situasinya, selama antikristus memiliki kesempatan, mereka akan memamerkan diri dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri. Selama ada orang yang memuja dan memandang mereka dengan tatapan penuh kekaguman, iri hati, dan hormat, mereka akan senang—mereka tidak peduli siapa orang-orang itu. Apakah antikristus memiliki standar yang dituntutnya dari orang-orang yang mengikuti, memuja, dan menghormatinya? (Tidak.) Terlepas dari apakah orang-orang itu bodoh, kurang waras, jahat, atau pengikut yang bukan orang percaya, seperti apa pun mereka, bahkan termasuk mereka yang seharusnya dikeluarkan dan disingkirkan, selama orang-orang itu bisa mengikuti, memuja, dan meninggikan mereka, maka antikristus akan menerima, menyukai, membujuk, dan melindunginya. Antikristus menganggap orang-orang itu sebagai domba yang dimilikinya secara pribadi, dan mereka tidak mengizinkan orang lain untuk memindahkan, menyingkapkan, atau menanganinya. Bagaimanapun orang-orang itu menyanjung dan menjilat antikristus, mengatakan hal-hal yang memuakkan dan menjijikkan, antikristus akan menikmatinya; semuanya dianggap baik oleh antikristus selama orang-orang itu menyanjungnya. Segala sesuatu yang dikatakan dan dilakukan oleh antikristus adalah agar orang lain menghormati, menyukai, dan mengikuti mereka. Tidak peduli seberapa banyak hal buruk yang dilakukan oleh orang-orang yang mengikutinya, antikristus tidak akan menyelidikinya. Bahkan, mereka tidak akan mempermasalahkan seberapa berbahaya dan kejamnya kemanusiaan orang-orang yang mengikutinya. Selama orang-orang itu mengikuti dan memujanya, antikristus akan menyukainya, dan selama orang-orang tersebut bisa mempertahankan kekuasaan dan status antikristus, dan tidak menentang atau melawan mereka, antikristus akan merasa sangat puas—begitulah antikristus. Sebaliknya, bagaimana antikristus memperlakukan orang-orang yang selalu menyingkapkan serta menghalanginya dari meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri, mereka yang tidak menghormati antikristus karena melakukan hal tersebut, serta orang-orang yang mempersekutukan kebenaran dengan mereka, yang dapat melihat esensi permasalahannya, dan yang benar-benar memiliki kemampuan untuk mengenali antikristus? Mereka langsung marah karena malu, bersikap waspada, mengucilkan, dan menyerang orang-orang itu, serta memikirkan cara untuk mengasingkan mereka yang mampu mengenali dan menentangnya. Apa alasan antikristus melakukan hal tersebut? Karena ketika meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri, antikristus selalu menganggap orang-orang itu sebagai hambatan dan duri dalam daging. Mereka takut orang-orang itu akan mengenali, menolak, menyingkapkannya, serta merusak hal baik yang telah mereka lakukan. Begitu melihat orang-orang tersebut, antikristus akan merasa tidak nyaman dan selalu ingin menanganinya, menganggap bahwa selama mereka dapat menangani orang-orang itu, tidak akan ada seorang pun yang menyingkapkan atau menghalangi saat mereka kembali meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri, dan mereka bisa dengan bebas melakukan kejahatan. Inilah prinsip yang digunakan oleh antikristus untuk bertindak. Tidak peduli orang macam apa yang menyanjung, memuji, atau meninggikannya, terlepas apakah perkataan orang-orang itu sesuai fakta atau tidak, sekalipun berbohong, antikristus akan bersedia menerimanya, senang mendengarkannya, dan sangat menyukai orang-orang tersebut. Mereka tidak peduli masalah apa yang dimiliki oleh orang-orang itu, dan sekalipun menemukan adanya masalah, mereka akan menyembunyikannya, menutupinya, dan tidak akan mengungkapkan sepatah kata pun tentang hal tersebut. Selama antikristus memiliki orang-orang itu di sekitar mereka, yang mengikuti dan menyanjungnya, mereka akan menikmatinya. Beginilah cara antikristus melakukan berbagai hal. Mampukah engkau semua melakukan hal-hal yang dilakukan oleh antikristus? Misalnya, katakanlah engkau semua adalah pemimpin dan pekerja di gereja, orang-orang yang berstatus dan berkedudukan di antara umat pilihan Tuhan. Jika saudara-saudari menghormati, menyanjung, menjilat, dan sering memujimu dengan berkata bahwa engkau menyampaikan khotbah yang bagus, memiliki paras yang rupawan, dan dianggap sebagai pemimpin terbaik, bagaimana perasaanmu? Mampukah engkau mengenali niat di balik perkataan mereka? Mampukah engkau menolak dan menjauhi orang-orang seperti itu? Jika tidak, engkau berada dalam bahaya. Engkau tahu betul bahwa dirimu tidak terlalu menarik dan tidak mampu mempersekutukan kenyataan kebenaran, tetapi engkau tetap merasa senang ketika mendengar orang-orang menyanjungmu seperti itu, dan selalu ingin dekat serta mempromosikan orang-orang tersebut, bukankah artinya engkau dalam masalah? Ini berarti engkau dalam posisi yang berbahaya.
Ketika pemimpin dan pekerja bekerja, mereka terkadang dicerahkan dan diterangi oleh Roh Kudus, mampu berbicara tentang beberapa pengalaman nyata, dan tentu saja, akan ada orang-orang yang sangat menghormati, memuja, dan mengikutinya, menempel padanya seolah-olah bayangannya sendiri—pada saat-saat seperti ini, bagaimana seharusnya mereka menyikapi hal tersebut? Setiap orang memiliki kecenderungannya masing-masing dan bersikap sombong; jika mendengar ada yang memuji dan menyanjungnya, mereka akan sangat menikmatinya. Ini adalah sesuatu yang wajar untuk dirasakan dan bukan masalah besar. Namun, jika mereka mulai mempromosikan orang-orang yang suka menyanjung dan memujinya secara berlebihan, dan menempatkan orang-orang tersebut untuk suatu peran penting, itu menjadi berbahaya. Ini karena orang-orang yang suka menyanjung dan memberikan pujian secara berlebihan biasanya sangat licik dan suka menipu, serta tidak jujur atau tidak tulus. Begitu orang-orang semacam itu memperoleh status, mereka tidak memberikan manfaat bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan atau pekerjaan gereja. Orang-orang ini licik dan paling mampu mengacaukan segalanya. Di sisi lain, mereka yang relatif jujur tidak pernah memuji orang lain secara berlebihan. Sekalipun menyetujuimu dalam hati, mereka tidak akan mengatakannya secara langsung, dan jika mereka menemukan kekuranganmu atau engkau telah melakukan kesalahan, mereka akan menunjukkannya kepadamu. Namun, sebagian orang tidak menyukai mereka yang berterus terang, dan saat ada yang menunjukkan kekurangan atau mencelanya, mereka akan menindas dan mengucilkan orang tersebut, bahkan akan memanfaatkan kekurangan dan kelemahannya untuk terus-menerus menghakimi dan mengutuknya. Dengan melakukan hal ini, bukankah mereka menindas dan menyakiti orang baik? Melakukan hal tersebut dan menganiaya orang baik adalah sesuatu yang paling dibenci oleh Tuhan. Menganiaya orang baik adalah perbuatan yang jahat! Jika ada yang menganiaya banyak orang baik, mereka adalah Iblis. Pemimpin dan pekerja harus memperlakukan semua orang dengan adil dan penuh kasih, serta menangani masalah sesuai dengan prinsip. Apalagi jika di sekelilingmu ada orang-orang yang menyanjung dan memujimu, engkau harus memperlakukan mereka dengan benar, membantunya dengan penuh kasih, dan membuat mereka melaksanakan tugasnya dengan benar, dan tidak menyanjung orang lain seperti yang dilakukan oleh orang tidak percaya; engkau harus menyatakan posisi dan perspektifmu dengan jelas, membuat mereka merasa terhina dan malu sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika engkau mampu berpegang teguh pada prinsip dan memperlakukan orang dengan adil, apakah para badut hina dan ragam Iblis ini tidak akan merasa malu? Ini akan membuat Iblis merasa malu dan akan menyenangkan hati Tuhan. Mereka yang suka menyanjung orang lain percaya bahwa pemimpin dan pekerja menyukai orang yang menyanjungnya, dan setiap kali ada yang mengatakan sesuatu untuk menyanjung atau memujinya, kesombongan dan keinginan mereka untuk mendapatkan status terpenuhi. Namun, orang-orang yang mencintai kebenaran tidak menyukai semua ini, mereka sangat membencinya dan benar-benar merasa jijik. Hanya pemimpin palsu yang senang disanjung. Rumah Tuhan mungkin tidak memberikan pujian atau penghargaan kepada mereka, tetapi jika umat pilihan Tuhan memuji dan mengaguminya, mereka merasa sangat senang dan menikmatinya, dan pada akhirnya, mereka memperoleh sedikit kenyamanan dari hal tersebut. Antikristus lebih senang disanjung, dan hal yang paling mereka nikmati adalah saat orang-orang seperti ini mendekati dan berada di sekitar mereka. Bukankah ini mengkhawatirkan? Seperti inilah ciri antikristus; mereka suka dipuji dan dikagumi, dipuja dan diikuti, sedangkan orang-orang yang mengejar kebenaran dan relatif jujur tidak menyukai semua ini. Engkau harus mendekat kepada orang-orang yang mampu berbicara jujur kepadamu; memiliki orang-orang seperti ini di sisimu sangat menguntungkan dirimu. Apalagi, jika orang-orang baik di sekitarmu itu adalah orang-orang yang, ketika mendapati adanya masalah dengan dirimu, berani menegurmu dan menyingkapkan dirimu, itu dapat mencegahmu tersesat. Mereka tidak peduli apa statusmu, dan pada saat mereka mendapatimu telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran, mereka kemudian akan menegur dan menyingkapkanmu jika perlu. Hanya orang-orang seperti inilah yang merupakan orang yang jujur, orang yang memiliki rasa keadilan, dan bagaimanapun cara mereka menyingkapkan dan menegur dirimu, semuanya itu adalah untuk membantumu, dan semuanya itu adalah untuk mengawasimu dan mendorongmu untuk maju. Engkau harus mendekat kepada orang-orang seperti itu; memiliki orang-orang seperti itu di sisimu akan menolongmu, engkau akan relatif lebih aman—ini berarti engkau memiliki perlindungan Tuhan. Selalu dikelilingi orang-orang yang memahami kebenaran dan menjunjung tinggi prinsip untuk mengawasimu sangatlah bermanfaat dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Jangan pernah sekali pun membiarkan orang-orang licik, suka menipu, yang menjilat, dan menyanjungmu menjadi asistenmu; adanya orang seperti ini di dekatmu ibarat lalat bau yang menempel di tubuh, engkau akan terpapar begitu banyak bakteri dan virus! Orang-orang semacam itu cenderung mengganggu dan memengaruhi pekerjaanmu, mereka bisa menyebabkanmu jatuh ke dalam godaan dan tersesat, dan dapat mendatangkan bencana dan malapetaka bagimu. Engkau harus menjauhi mereka, makin jauh makin baik, dan jika engkau bisa mengenali bahwa mereka memiliki esensi pengikut yang bukan orang percaya dan mengeluarkannya dari gereja, itu akan lebih baik lagi. Begitu seseorang yang jujur dan mengejar kebenaran melihatmu memiliki masalah, mereka akan mengatakan kebenaran tanpa memandang status atau melihat perlakuanmu terhadap mereka sekalipun engkau akan memberhentikannya. Mereka tidak akan pernah berusaha menutupinya atau berbohong. Memiliki lebih banyak orang-orang seperti ini di sekitarmu sangatlah bermanfaat! Saat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip, mereka akan menyingkapkanmu, memberikan pendapat tentang persoalanmu, serta menunjukkan masalah dan kesalahanmu dengan terus terang dan jujur. Mereka tidak akan berusaha membantu menyelamatkan reputasimu, dan bahkan tidak akan memberimu kesempatan untuk menghindari rasa malu di depan banyak orang. Bagaimana seharusnya engkau memperlakukan orang-orang semacam itu? Haruskah engkau menghukum mereka ataukah mendekat kepada mereka? (Mendekat kepada mereka.) Benar. Engkau harus membuka hatimu dan bersekutu dengan mereka, dengan berkata, "Masalah yang engkau tunjukkan kepadaku benar adanya. Pada saat itu, aku penuh dengan kesombongan dan pemikiran tentang status. Aku merasa bahwa aku sudah menjadi pemimpin selama bertahun-tahun, tetapi engkau bukan saja tidak berusaha untuk membantuku menyelamatkan muka, engkau juga menunjukkan apa masalahku di depan begitu banyak orang, jadi aku tidak bisa menerimanya. Namun, kini aku sadar bahwa yang telah kulakukan itu sangat bertentangan dengan prinsip dan kebenaran, dan aku tidak seharusnya melakukan hal itu. Apa gunanya memiliki kedudukan sebagai pemimpin? Bukankah ini hanya tugasku? Kita semua melakukan tugas dan status kita semuanya sama. Satu-satunya perbedaan adalah aku memikul tanggung jawab yang sedikit lebih banyak, itu saja. Jika kelak kaudapati masalah apa pun, engkau harus mengatakan apa yang seharusnya kaukatakan, dan tidak boleh ada dendam di antara kita. Jika ada perbedaan dalam pemahaman kita akan kebenaran, kita dapat bersekutu bersama-sama. Di rumah Tuhan dan di hadapan Tuhan dan kebenaran, kita harus bersatu, tidak saling menjauhkan diri." Ini adalah sikap yang menerapkan dan mencintai kebenaran. Apa yang harus engkau lakukan jika engkau ingin menjauhkan dirimu dari jalan antikristus? Engkau harus berinisiatif untuk mendekatkan dirimu kepada orang-orang yang mencintai kebenaran, orang-orang yang jujur, mendekat kepada orang-orang yang bisa menunjukkan masalahmu, yang mampu berbicara jujur dan menegurmu ketika mereka menemukan masalahmu, dan terutama orang-orang yang mampu memangkasmu ketika menemukan masalahmu—orang-orang inilah yang paling bermanfaat bagimu, dan engkau harus menghargai mereka. Jika engkau mengucilkan dan menyingkirkan orang-orang baik tersebut, engkau akan kehilangan perlindungan Tuhan, dan bencana akan secara berangsur menimpamu. Jika engkau mendekat kepada orang-orang yang baik dan orang-orang yang memahami kebenaran, engkau akan memiliki damai dan sukacita, dan engkau akan mampu menjauhkan dirimu dari bencana; jika engkau mendekat kepada orang-orang keji, orang-orang yang tidak tahu malu, dan orang-orang yang menjilatmu, engkau akan berada dalam bahaya. Engkau bukan saja akan dengan mudah ditipu dan dikelabui, tetapi bencana dapat menimpamu setiap saat. Engkau harus tahu tipe orang seperti apa yang paling bermanfaat bagimu—yaitu mereka yang bisa memperingatkanmu ketika melakukan kesalahan, atau ketika engkau meninggikan dan memberi kesaksian tentang dirimu sendiri serta menyesatkan orang lain, itulah yang paling bermanfaat bagimu. Mendekati orang-orang seperti itu adalah jalan yang benar untuk ditempuh. Mampukah engkau semua melakukannya? Jika ada yang mengatakan sesuatu yang merusak reputasimu, dan engkau menghabiskan sisa hidupmu membenci mereka dengan berkata, "Mengapa engkau menyingkapkanku? Aku tidak pernah memperlakukanmu dengan buruk. Mengapa engkau harus selalu mempersulitku?" Engkau pun menyimpan dendam dalam hati, menciptakan keretakan, dan selalu berpikir, "Aku seorang pemimpin, aku memiliki identitas dan status ini, aku tidak akan membiarkanmu berbicara seperti itu." Lalu perwujudan macam apakah ini? Itu adalah perwujudan tidak menerima kebenaran dan menempatkan diri dalam posisi yang bertentangan dengan orang lain; menunjukkan kurangnya rasionalitas. Bukankah pemikiranmu tentang status yang menimbulkan masalah? Hal ini menunjukkan bahwa watak rusakmu sudah terlalu parah. Mereka yang selalu menyembunyikan pemikiran tentang status adalah orang-orang dengan watak antikristus yang parah. Jika mereka juga melakukan kejahatan, mereka akan segera tersingkap dan disingkirkan. Sangat berbahaya bagi seseorang yang menolak dan tidak menerima kebenaran! Selalu memiliki keinginan untuk bersaing demi status dan mendapatkan manfaat dari status adalah tanda-tanda bahaya. Ketika hati selalu terkekang oleh status, masih bisakah seseorang menerapkan kebenaran dan menangani segala sesuatunya sesuai dengan prinsip? Jika ada yang tidak mampu menerapkan kebenaran, dan selalu bertindak demi ketenaran, keuntungan, status, dan selalu menggunakan kekuasaan untuk melakukan sesuatu, bukankah mereka adalah antikristus yang jelas-jelas memperlihatkan sifat aslinya?
Perwujudan seperti meninggikan dan memberi kesaksian tentang diri mereka sendiri adalah perwujudan antikristus yang paling umum. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun cara mereka berperilaku dalam hubungannya dengan orang lain, atau dalam kehidupan bergereja, perwujudan tersebut selalu terlihat karena ini merupakan penyingkapan watak yang rusak. Misalnya, kebenaran yang berkaitan dengan bagaimana seseorang melaksanakan tugasnya serta memperlakukan dan mengenali orang lain adalah kebenaran yang telah dibahas dalam persekutuan. Apakah engkau semua mengetahui perwujudan nyata dari perilaku-perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-harimu, tetapi tidak melihatnya sebagai masalah? Atau apakah engkau belum mulai masuk dari masalah-masalah spesifik ini? Jika engkau semua tidak memulai dengan watak, atau terkadang memperlihatkan perwujudan ini, tetapi tidak mengenalinya sebagai masalah watak dan justru mengabaikannya, itu artinya engkau masih jauh dari mencapai perubahan watak. Jika engkau gagal menyadari bahwa perwujudan ini adalah tindakan meninggikan dan memberi kesaksian tentang dirimu sendiri, tidak tahu bahwa perwujudan ini didorong oleh watakmu yang rusak, dan menganggapnya semacam ciri kepribadian, atau cara bawaan dalam melakukan sesuatu, atau bentuk pemahaman, meremehkannya, dan tidak menganggapnya sebagai penyingkapan watak dan esensimu yang rusak, engkau akan mengalami kesulitan dalam mengubah watak rusakmu itu. Apa pun yang dapat dikenali oleh manusia yang berkaitan dengan watak, entah itu cara melakukan sesuatu atau keadaan mereka, perilaku eksternal atau ucapan dan pernyataannya, pikiran dan pandangan atau pemahamannya akan suatu persoalan, selama hal tersebut berkaitan dengan esensi watak, maka mereka harus selalu menganggapnya sebagai perwujudan atau penyingkapan esensi natur manusia. Dengan demikian, bukankah pemahaman mereka akan lebih luas? Mereka seharusnya tidak hanya memahami hal-hal besar, seperti menentang Tuhan, tidak mencintai kebenaran, tamak akan status, atau menyesatkan orang dengan perkataannya, tetapi juga harus memahami segala sesuatu mulai dari hal-hal kecil, seperti ide dan niat tertentu, hingga hal-hal besar, seperti argumen atau pernyataan. Aku baru saja menyebutkan enam aspek secara keseluruhan, di antaranya adalah pemikiran dan pandangan, serta pemahaman seseorang akan suatu persoalan. Pemikiran dan pandangan merupakan hal-hal yang ada dalam kesadaran dan pemikiran seseorang; pemahaman adalah sesuatu yang telah dikenali dan dapat diutarakan melalui kata-kata dan pernyataan kongkret; kemudian ada perilaku dan bahasa. Secara keseluruhan ini adalah empat aspek. Ada juga pernyataan dan argumen. Apa lawan kata dari pernyataan dan argumen? (Niat dan ide.) Ide adalah sesuatu yang samar-samar yang secara tidak sadar muncul dalam pikiran. Ide belum didefinisikan sebagai sesuatu yang benar atau salah, engkau hanya memikirkannya, dan belum terbentuk di dalam dirimu, sedangkan argumen lisan sudah terbentuk. Secara keseluruhan, ada tiga kategori dan enam aspek. Gunakan keenam aspek tersebut sebagai jalan untuk menganalisis esensi dari watak rusak engkau semua dan mencapai perubahan watak. Mulai sekarang, fokuslah pada mengenali watak dan esensi rusakmu sendiri dari keenam aspek ini, dan dengan demikian, engkau akan benar-benar mengenal dirimu sendiri.
Apakah engkau semua membutuhkan waktu untuk mencerna apa yang telah engkau dengar dalam persekutuan hari ini? Ketika berkumpul bersama, dapatkah engkau semua mempersekutukan pencerahan atau membuat perbandingan dengan dirimu sendiri mengenai landasan tersebut? Ini adalah kuncinya dan sangat bermanfaat bagimu. Saat berkumpul bersama, engkau semua perlu melakukan persekutuan, bertukar pikiran, dan mendiskusikan pengalaman dan pemahamanmu—ini adalah yang paling efektif. Kita selalu menggunakan kata "merenungkan" sebelumnya; dalam istilah sehari-hari, kita mengatakan, "mengunyah." Ini berarti lebih sering membaca, lebih banyak mendoa-bacakan, berpikir lebih dalam, dan mencari lebih banyak. Ambillah apa yang engkau pahami pada saat itu, serta apa yang tidak engkau pahami dan anggap sebagai doktrin, poin-poin penting, hal-hal yang telah disalahpahami oleh semua orang, dan aspek-aspek yang belum engkau pahami, dan fokuslah pada semua itu dalam persekutuan—inilah yang dimaksud dengan "mengunyah." Dengan demikian, pemahamanmu akan hal-hal spesifik dari kebenaran, berbagai perbedaan di antara kebenaran, dan definisi dari setiap kebenaran akan makin jelas dan akurat. Menurut engkau semua, apakah berbagai kebenaran yang telah engkau pahami dan terapkan dalam beberapa tahun terakhir menjadi lebih jelas atau lebih ambigu dibandingkan sebelumnya? (Lebih jelas.) Selama bertahun-tahun ini, apakah ada perubahan besar dalam jalan iman engkau semua kepada Tuhan, caramu berperilaku, serta niat, motivasi, dan dorongan awal di balik pelaksanaan tugasmu? (Setelah mengalami sejumlah didikan dan pendisiplinan dari Tuhan, serta makan dan minum firman Tuhan, aku merasakan adanya perubahan.) Memang benar telah ada perubahan, dan itulah yang seharusnya terjadi. Sebagian orang selama ini bersikap acuh tak acuh dan tidak berubah sedikit pun setelah mendengarkan begitu banyak khotbah. Hati mereka yang terdalam tidak tergerak, artinya, tidak ada pertemuan atau persekutuan yang dapat mengubah arah yang mereka tuju—mereka begitu mati rasa dan bodoh! Jalan memperoleh keselamatan kini seharusnya makin jelas, dan mereka yang memiliki pengalaman dapat melihat dengan jelas dan gamblang cara Tuhan menyelamatkan manusia dan tujuan-Nya dalam melakukan hal tersebut. Jika, setelah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, engkau masih tidak tahu bagaimana Tuhan menyelamatkan dan mentahirkan manusia dari kerusakan, itu menunjukkan bahwa engkau sama sekali tidak memiliki pemahaman akan kebenaran dan pekerjaan Tuhan. Bukankah orang-orang seperti itu hanya sedang bingung dalam imannya?
20 Maret 2019
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.