Firman Tuhan | "Perintah-Perintah Zaman Baru"
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Apa perwujudan antikristus yang paling terlihat? Pertama, mereka tidak menerima kebenaran, yang merupakan sesuatu yang dapat dilihat oleh semua orang. Mereka bukan saja tidak menerima saran orang lain, tetapi yang terpenting, mereka juga tidak menerima diri mereka dipangkas. Sudah pasti bahwa antikristus tidak menerima kebenaran; jika mereka mampu menerima kebenaran, maka mereka bukanlah antikristus. Lalu, mengapa antikristus masih melaksanakan tugas mereka? Apa sebenarnya niat mereka ketika melaksanakan tugas mereka? Itu adalah untuk "menerima seratus kali lipat di kehidupan ini dan menerima hidup yang kekal di dunia yang akan datang". Mereka sepenuhnya mengikuti pernyataan ini dalam tugas mereka. Bukankah ini adalah transaksi? Ini benar-benar adalah transaksi. Dilihat dari natur transaksi ini, bukankah ini watak yang jahat? (Ya.) Jadi, dalam hal apa mereka jahat? Adakah yang bisa mengatakannya kepada-Ku? (Meskipun antikristus mendengar begitu banyak kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan, mereka tidak pernah mengejarnya. Mereka mempertahankan dengan kuat status mereka dan tidak melepaskannya, hanya melaksanakan tugas mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri dan untuk berkuasa atas orang lain.) Jawaban itu agak benar, engkau sudah menjawabnya dengan baik, tetapi tidak cukup spesifik. Jika mereka tahu betul bahwa bertransaksi dengan Tuhan itu salah, tetapi tetap bersikeras sampai akhir dan tidak mau bertobat, maka masalah ini serius. Sekarang ini, kebanyakan orang melaksanakan tugas mereka dengan niat untuk memperoleh berkat. Mereka semua ingin menggunakan pelaksanaan tugas mereka untuk memperoleh upah dan mahkota, dan mereka tidak memahami makna penting orang melaksanakan tugasnya. Masalah ini perlu dipersekutukan dengan jelas. Jadi pertama-tama, mari kita membahas tentang bagaimana tugas manusia muncul. Tuhan bekerja untuk mengelola dan menyelamatkan umat manusia. Tentu saja, Tuhan memiliki tuntutan terhadap manusia, dan tuntutan ini adalah tugas mereka. Jadi, jelas bahwa tugas manusia muncul dari pekerjaan Tuhan dan tuntutan-Nya terhadap manusia. Apa pun tugas yang orang laksanakan, itu adalah hal yang paling benar yang dapat mereka lakukan, hal yang paling indah dan adil di antara umat manusia. Sebagai makhluk ciptaan, manusia harus melaksanakan tugas mereka, dan baru setelah itulah mereka dapat menerima perkenan dari Sang Pencipta. Makhluk ciptaan hidup di bawah kekuasaan Sang Pencipta, dan mereka menerima semua yang disediakan oleh Tuhan serta segala sesuatu yang berasal dari Tuhan, jadi mereka harus memenuhi tanggung jawab dan kewajiban mereka. Hal ini sangat wajar dan dibenarkan, serta ditetapkan oleh Tuhan. Dari sini dapat dipahami bahwa jika manusia mampu melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan, itu lebih adil, indah, dan mulia daripada apa pun yang dilakukan selama hidup di bumi; tidak ada apa pun di antara manusia yang lebih bermakna atau berharga, dan tidak ada apa pun yang memberikan makna dan nilai yang lebih besar bagi kehidupan manusia ciptaan, selain melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan. Di bumi, hanya sekelompok orang yang sungguh-sungguh dan dengan tulus melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaanlah yang tunduk kepada Sang Pencipta. Kelompok ini tidak mengikuti tren duniawi; mereka tunduk pada pimpinan dan bimbingan Tuhan, hanya mendengarkan firman Sang Pencipta, menerima kebenaran yang diungkapkan oleh Sang Pencipta, dan hidup berdasarkan firman Sang Pencipta. Inilah kesaksian yang paling sejati dan paling berkumandang, dan merupakan kesaksian terbaik dari kepercayaan kepada Tuhan. Bagi makhluk ciptaan, mampu melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan, mampu memuaskan Sang Pencipta, adalah hal yang terindah di antara manusia, dan merupakan sesuatu yang patut disebarluaskan sebagai sebuah kisah yang patut dipuji oleh semua orang. Apa pun yang dipercayakan Sang Pencipta kepada makhluk ciptaan harus diterima tanpa syarat oleh mereka; bagi manusia, ini adalah masalah kebahagiaan dan kehormatan, dan bagi semua orang yang mampu melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan, tidak ada yang lebih indah atau patut dikenang. Ini adalah sesuatu yang positif. Mengenai cara Sang Pencipta memperlakukan mereka yang mampu melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan, dan apa yang Dia janjikan kepada mereka, ini adalah urusan Sang Pencipta; ini bukan urusan umat manusia yang diciptakan. Sederhananya, ini terserah Tuhan, dan manusia tidak punya hak untuk ikut campur. Engkau akan mendapatkan apa pun yang Tuhan berikan kepadamu, dan jika Dia tidak memberimu apa pun, tidak ada yang dapat kaukatakan mengenai hal itu. Ketika makhluk ciptaan menerima amanat Tuhan, dan bekerja sama dengan Sang Pencipta untuk melaksanakan tugas mereka dan berusaha sebaik mungkin, ini bukanlah transaksi atau pertukaran; orang-orang tidak boleh mencoba menukar ungkapan sikap atau tindakan dan perilaku untuk memperoleh janji atau berkat apa pun dari Tuhan. Ketika Sang Pencipta memercayakan pekerjaan ini kepada engkau semua, adalah benar dan pantas bahwa, sebagai makhluk ciptaan, engkau menerima tugas dan amanat ini. Apakah ada sesuatu yang bersifat transaksional dalam hal ini? (Tidak.) Di sisi Sang Pencipta, Dia bersedia memercayakan kepada engkau semua tugas-tugas yang seharusnya dilaksanakan manusia; dan di sisi umat manusia yang diciptakan, manusia harus menerima tugas ini dengan senang hati, memperlakukannya sebagai kewajiban hidup mereka, sebagai nilai yang harus mereka jalani dalam kehidupan ini. Tidak ada transaksi di sini, ini bukanlah pertukaran yang setara, apalagi melibatkan imbalan atau pernyataan lain yang orang bayangkan. Ini sama sekali bukan sebuah pertukaran; ini bukanlah tentang menukar harga yang orang bayar atau kerja keras yang mereka berikan ketika melaksanakan tugas mereka dengan hal lain. Tuhan tidak pernah mengatakan hal itu dan itu tidak boleh dipahami dengan cara seperti ini oleh manusia. Sang Pencipta memberikan amanat kepada umat manusia, dan makhluk ciptaan, setelah menerima dari Sang Pencipta amanat yang Tuhan berikan, berusaha melaksanakan tugas mereka. Dalam hal ini, proses ini, tidak ada yang bersifat transaksional; itu adalah hal yang sangat sederhana dan tepat. Sama halnya dengan orang tua, yang setelah melahirkan anak mereka, membesarkannya tanpa syarat atau keluhan. Mengenai apakah anak itu bertumbuh menjadi orang yang berbakti atau tidak, orang tuanya tidak memiliki tuntutan semacam itu sejak hari dia dilahirkan. Tak ada satu pun orang tua yang, setelah melahirkan seorang anak, berkata, "Aku hanya membesarkannya agar kelak dia bisa melayani dan menghormatiku. Jika dia tidak menghormatiku, aku akan mencekiknya sampai mati sekarang juga." Tak ada satu pun orang tua yang seperti ini. Jadi, dilihat dari cara orang tua membesarkan anak-anak mereka, itu adalah sebuah kewajiban, sebuah tanggung jawab, bukan? (Ya.) Orang tua akan terus membesarkan anak-anak mereka, tidak soal apakah mereka berbakti atau tidak, dan apa pun kesukarannya, mereka akan membesarkan anak-anak mereka sampai mereka menjadi dewasa, dan mengharapkan yang terbaik untuk mereka. Tidak ada apa pun yang bersyarat atau transaksional dalam tanggung jawab dan kewajiban yang orang tua miliki terhadap anak mereka. Mereka yang memiliki pengalaman yang relevan dapat memahami hal ini. Kebanyakan orang tua tidak memiliki standar wajib mengenai apakah anak mereka berbakti atau tidak. Jika anak mereka berbakti, mereka akan menjadi sedikit lebih ceria daripada yang seharusnya, dan mereka akan menjadi sedikit lebih bahagia di hari tua mereka. Jika anak mereka tidak berbakti, mereka akan membiarkannya begitu saja. Inilah yang dipikirkan sebagian besar orang tua yang berpikiran terbuka. Secara keseluruhan, apakah itu orang tua yang membesarkan anak-anak mereka atau anak-anak yang menyokong orang tua mereka, hal ini adalah masalah tanggung jawab, masalah kewajiban, dan itu termasuk dalam peran yang diharapkan dari seseorang. Tentu saja, semua ini hanyalah hal-hal sepele jika dibandingkan dengan pelaksanaan tugas sebagai makhluk ciptaan. Namun, di antara hal-hal di dunia manusia, hal-hal tersebut termasuk yang lebih indah dan adil. Tentu saja, ini jauh lebih indah dan adil dalam hal pelaksanaan tugas sebagai makhluk ciptaan. Sebagai makhluk ciptaan, ketika menghadap Sang Pencipta, mereka harus melaksanakan tugas mereka. Ini adalah tindakan yang sangat benar, dan mereka harus memenuhi tanggung jawab ini. Atas dasar bahwa makhluk ciptaan melaksanakan tugas mereka, Sang Pencipta telah melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar di antara manusia, dan Dia telah melakukan tahap pekerjaan lebih lanjut dalam diri manusia. Dan pekerjaan apakah itu? Dia membekali manusia dengan kebenaran, memungkinkan mereka untuk memperoleh kebenaran dari-Nya saat mereka melaksanakan tugas mereka dan dengan demikian membuang watak rusak mereka dan disucikan. Dengan demikian, mereka mulai melakukan maksud Tuhan dan mulai menempuh jalan yang benar dalam hidup, serta pada akhirnya, mereka mampu takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, memperoleh keselamatan penuh, serta tidak lagi menjadi sasaran penindasan Iblis. Inilah hasil akhir yang Tuhan ingin agar manusia peroleh dengan melaksanakan tugas-tugas mereka. Oleh karena itu, selama proses pelaksanaan tugasmu, Tuhan tidak hanya membuatmu melihat satu hal dengan jelas dan memahami sedikit kebenaran, dan Dia juga tidak hanya membiarkanmu menikmati kasih karunia serta berkat yang kauterima dengan melaksanakan tugasmu sebagai makhluk ciptaan. Sebaliknya, Dia memungkinkanmu untuk disucikan dan diselamatkan, dan, pada akhirnya, hidup dalam terang wajah Sang Pencipta. "Terang wajah" Sang Pencipta ini melibatkan sejumlah besar makna dan pembahasan yang luas. Kita tidak akan membahasnya hari ini. Tentu saja, Tuhan pasti akan memberikan janji dan berkat kepada orang-orang semacam itu, dan membuat pernyataan yang berbeda tentang mereka. Ini adalah hal yang lebih lanjut. Dalam konteks saat ini, apa yang diterima setiap orang yang datang ke hadapan Tuhan dan melaksanakan tugas mereka sebagai makhluk ciptaan dari Tuhan? Kebenaran dan hidup, hal-hal yang paling berharga dan indah di antara umat manusia. Tak ada satu pun makhluk ciptaan di antara umat manusia yang dapat menerima berkat seperti itu dari tangan Sang Pencipta dengan mudah. Hal yang begitu indah dan begitu besar diputarbalikkan oleh orang-orang seperti antikristus menjadi sebuah transaksi, di mana mereka menuntut mahkota dan upah dari tangan Tuhan. Transaksi seperti itu mengubah sesuatu yang paling indah dan adil menjadi sesuatu yang paling buruk dan jahat. Bukankah ini yang dilakukan para antikristus? Dilihat dari hal ini, bukankah para antikristus itu jahat? Mereka memang sangat jahat! Inilah perwujudan dari kejahatan mereka.
Pada akhir zaman, Tuhan datang berinkarnasi untuk bekerja, mengungkapkan banyak kebenaran, menyingkapkan semua misteri rencana pengelolaan Tuhan kepada umat manusia, dan memberikan semua kebenaran yang harus orang pahami dan masuki agar dapat diselamatkan. Kebenaran dan firman Tuhan ini adalah harta bagi semua orang yang mencintai hal-hal positif. Kebenaran adalah kebutuhan umat manusia yang rusak, dan kebenaran juga merupakan harta yang tak ternilai bagi umat manusia. Setiap dari firman, tuntutan dan maksud-maksud Tuhan adalah hal-hal yang harus manusia mengerti dan pahami, semua itu adalah hal-hal yang harus manusia taati untuk memperoleh keselamatan, dan semua itu adalah kebenaran yang harus manusia peroleh. Namun, antikristus menganggap firman ini sebagai teori dan slogan, mereka bahkan tidak mau mendengarkannya dan yang jauh lebih buruk adalah mereka merendahkan dan menyangkalnya. Antikristus menganggap hal yang paling berharga di antara umat manusia sebagai kebohongan para pendusta. Antikristus yakin di dalam hatinya bahwa tidak ada Juruselamat, apalagi kebenaran atau hal-hal yang positif di dunia ini. Mereka menganggap apa pun yang indah atau menguntungkan haruslah dimenangkan oleh tangan manusia dan direbut lewat perjuangan manusia. Antikristus berpikir orang yang tidak memiliki ambisi dan impian tidak akan pernah berhasil, tetapi hati mereka dipenuhi dengan kemuakan dan kebencian terhadap kebenaran yang Tuhan ungkapkan. Mereka menganggap kebenaran yang Tuhan ungkapkan sebagai teori dan slogan, tetapi mereka menganggap kekuasaan, kepentingan, ambisi, dan keinginan sebagai hal yang benar untuk dikelola dan dikejar. Mereka juga menggunakan pelayanan yang dilakukan dengan bakat mereka sebagai alat untuk bertransaksi dengan Tuhan dalam upaya mereka untuk masuk ke dalam kerajaan surga, mendapatkan mahkota, dan menikmati berkat yang lebih besar. Bukankah ini jahat? Bagaimana mereka menafsirkan maksud-maksud Tuhan? Mereka berkata, "Tuhan menentukan siapa yang menjadi atasan dengan melihat siapa yang paling banyak mengorbankan diri dan menderita baginya dan siapa yang membayar harga termahal. Dia menentukan siapa yang dapat masuk ke dalam kerajaan dan siapa yang menerima mahkota dengan melihat siapa yang mampu sibuk ke sana kemari, berbicara dengan fasih, dan siapa yang memiliki semangat seperti perampok dan mampu merebut segala sesuatu dengan paksa. Sebagaimana Paulus katakan, 'Aku sudah melakukan pertandingan yang baik. Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah menjaga imanku: Mulai dari sekarang sudah tersedia bagiku mahkota kebenaran' (2 Timotius 4:7-8)." Mereka mengikuti perkataan Paulus ini dan percaya bahwa perkataannya ini benar, tetapi mereka mengabaikan semua tuntutan dan pernyataan Tuhan bagi umat manusia, dengan berpikir, "Hal-hal ini tidak penting. Hal yang terpenting adalah begitu aku telah berjuang dan menyelesaikan pertandinganku, aku akan menerima mahkota di garis akhir. Ini benar. Bukankah itu yang tuhan maksudkan? Tuhan telah mengucapkan ribuan firman dan menyampaikan khotbah yang tak terhitung banyaknya. Pada akhirnya, yang bermaksud untuk dia firmankan kepada manusia adalah bahwa jika kita menginginkan mahkota dan upah, itu tergantung pada kita untuk berjuang, bersaing, merebut, dan mengambilnya." Bukankah inilah cara berpikir antikristus? Di lubuk hatinya, selalu dengan cara inilah antikristus memandang pekerjaan Tuhan, dan dengan cara inilah mereka menafsirkan firman Tuhan dan rencana pengelolaan-Nya. Watak mereka jahat, bukan? Mereka memutarbalikkan maksud Tuhan, kebenaran, dan semua hal yang positif. Mereka menganggap rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia sebagai transaksi yang gamblang, dan menganggap tugas yang dituntut Sang Pencipta untuk manusia laksanakan sebagai perampasan, agresi, penipuan, dan transaksi yang gamblang. Bukankah ini adalah watak jahat antikristus? Antikristus percaya bahwa untuk mendapatkan berkat dan masuk ke dalam kerajaan surga, mereka harus mendapatkannya melalui transaksi, dan bahwa ini adalah hal yang adil, masuk akal, dan paling sah. Bukankah ini adalah cara berpikir yang jahat? Bukankah ini adalah cara berpikir Iblis? Antikristus selalu berpaut pada pandangan dan sikap seperti itu di lubuk hati mereka, yang membuktikan bahwa watak antikristus sangatlah jahat.
Dari beberapa poin pembahasan yang baru saja dipersekutukan, apakah engkau dapat melihat watak jahat antikristus? (Ya.) Poin pertama adalah bagaimana antikristus memperlakukan tugas mereka, bukan? Jadi, bagaimana antikristus memperlakukan tugas mereka? (Antikristus menganggap tugas mereka sebagai transaksi yang mereka tukarkan dengan tempat tujuan dan kepentingan mereka sendiri. Sebanyak apa pun Tuhan telah bekerja dalam diri manusia, sebanyak apa pun firman yang telah Dia ucapkan kepada mereka, dan sebanyak apa pun kebenaran yang telah Dia ungkapkan kepada mereka, mereka mengabaikan semua ini dan tetap melaksanakan tugas mereka dengan niat untuk bertransaksi dengan Tuhan.) Antikristus menganggap tugas mereka sebagai transaksi. Mereka melaksanakan tugas mereka dengan niat bertransaksi dan memperoleh berkat. Mereka menganggap percaya kepada Tuhan itu seharusnya adalah untuk memperoleh berkat, dan bahwa memperoleh berkat melalui pelaksanaan tugas mereka adalah hal yang benar. Mereka memutarbalikkan hal positif yaitu pelaksanaan tugas seseorang dan merendahkan nilai dan makna penting orang melaksanakan tugasnya sebagai makhluk ciptaan, sembari juga merendahkan keabsahan melakukannya; mereka mengubah tugas yang seharusnya dilaksanakan makhluk ciptaan secara alami menjadi transaksi. Inilah kejahatan antikristus; ini adalah poin yang pertama. Poin yang kedua adalah bahwa antikristus tidak percaya akan keberadaan hal-hal positif atau kebenaran, dan tidak percaya serta tidak mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Bukankah ini jahat? (Ya.) Apa yang jahat tentang hal itu? Firman Tuhan adalah realitas dari semua hal yang positif, tetapi antikristus tidak dapat melihatnya dan tidak mengakuinya. Mereka menganggap firman Tuhan sebagai slogan, sebagai sejenis teori, dan mereka memutarbalikkan fakta bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Apakah masalah yang terbesar dan terutama di sini? Tuhan ingin menggunakan firman ini untuk menyelamatkan umat manusia, dan manusia harus menerima firman Tuhan sebelum mereka dapat ditahirkan dan memperoleh keselamatan—ini adalah fakta, dan ini adalah kebenaran. Antikristus tidak mengakui atau menerima janji Tuhan kepada umat manusia ini. Mereka berkata, "Diselamatkan? Ditahirkan? Apa gunanya? Itu tidak ada gunanya! Jika aku ditahirkan, dapatkah aku benar-benar diselamatkan dan masuk ke dalam kerajaan surga? Kurasa tidak!" Mereka tidak mengindahkan dan tidak tertarik akan hal ini. Apa maksud yang tidak mereka ucapkan ini sebenarnya? Maksud mereka, mereka tidak percaya bahwa firman Tuhan adalah kebenaran; mereka menganggap semua itu hanyalah pernyataan dan doktrin. Mereka tidak percaya atau tidak mengakui bahwa firman Tuhan dapat mentahirkan atau menyelamatkan manusia. Ini sama seperti ketika Tuhan mendefinisikan Ayub pada waktu itu sebagai seseorang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan sebagai manusia yang sempurna. Apakah firman yang Tuhan ucapkan itu adalah kebenaran? (Ya.) Lalu, mengapa Tuhan mengatakan hal seperti itu? Apa dasarnya? Tuhan mengamati perilaku manusia, memeriksa hati mereka, dan melihat esensi mereka, dan berdasarkan hal ini, Dia berkata bahwa Ayub takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan dan adalah manusia yang sempurna. Tuhan mengamati Ayub lebih dari hanya satu atau dua hari, dan sikap Ayub yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan itu juga diwujudkannya lebih dari hanya satu atau dua hari, dan tentu saja tidak hanya mencakup satu atau dua hal. Jadi, bagaimana sikap Iblis terhadap fakta ini? (Sikap yang skeptis dan meragukan.) Iblis bukan saja skeptis, dia juga menyangkalnya. Maksud perkataan Iblis yang sebenarnya adalah, "Engkau memberi Ayub begitu banyak, termasuk sapi, domba dan harta benda yang tak terhitung banyaknya. Dia memiliki alasan untuk menyembahmu. Engkau berkata Ayub adalah manusia yang sempurna, tetapi perkataanmu tidak masuk akal. Perkataanmu bukanlah kebenaran, itu tidak nyata, itu tidak akurat, dan aku menyangkal perkataanmu." Bukankah ini yang Iblis maksudkan? (Ya.) Tuhan berkata, "Ayub takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dia adalah manusia yang sempurna." Apa yang Iblis katakan? (Akankah Ayub menyembah tuhan tanpa alasan?) Iblis berkata, "Salah, Ayub bukanlah manusia yang sempurna! Dia telah menerima keuntungan dan berkat darimu, jadi dia takut akan engkau. Jika engkau mengambil keuntungan dan berkat ini, dia tidak akan takut akan engkau—dia bukan manusia yang sempurna." Jadi, untuk setiap kalimat yang Tuhan ucapkan, Iblis akan membubuhkan tanda tanya dan tanda silang. Iblis menyangkal firman Tuhan, dan menyangkal definisi atau pernyataan Tuhan tentang apa pun. Dapatkah kita katakan bahwa Iblis menyangkal kebenaran? (Ya.) Inilah faktanya. Jadi, bagaimana sikap antikristus terhadap firman Tuhan yang menyingkapkan, menghakimi dan menghajar manusia, dan yang mengajukan berbagai tuntutan spesifik terhadap manusia? Apakah mereka mengakuinya dan berkata "Amin"? Dapatkah mereka mengikutinya? (Tidak.) Engkau dapat mengatakan bahwa respons langsung antikristus di dalam hatinya terhadap segala macam firman Tuhan adalah, "Ini salah! Benarkah seperti ini? Mengapa yang kaukatakan memang seperti itu? Itu tidak benar. Aku tidak memercayainya. Mengapa perkataanmu begitu tidak enak didengar? Tuhan tidak akan berbicara seperti ini! Jika aku yang mengatakannya, aku akan mengatakannya dengan cara seperti ini." Dilihat dari sikap antikristus terhadap Tuhan ini, mungkinkah mereka akan mematuhi firman Tuhan sebagai kebenaran? Sama sekali tidak. Inilah yang jahat tentang mereka; ini adalah poin kedua. Poin ketiga adalah apa yang antikristus pikirkan tentang tujuan rencana pengelolaan Tuhan, yaitu bahwa Tuhan ingin menyelamatkan umat manusia, dan memungkinkan umat manusia melepaskan diri dari watak rusak Iblis dan kekuatan kegelapan serta memperoleh keselamatan. Mengapa dikatakan bahwa watak mereka jahat? Mereka menganggap hal ini sebagai transaksi, dan mereka bahkan menganggapnya sebagai permainan. Permainan antara siapa? Permainan antara tuhan yang legendaris dan sekelompok orang yang tidak mengerti dan bodoh yang ingin masuk ke dalam kerajaan surga dan dibebaskan dari dunia yang penuh penderitaan. Ini juga merupakan transaksi di mana kedua belah pihak bersedia berpartisipasi, di mana satu pihak bersedia memberi dan pihak lain bersedia menerima. Ini adalah sejenis permainan. Beginilah cara mereka memandang rencana pengelolaan Tuhan. Bukankah ini adalah watak jahat yang antikristus perlihatkan? Karena antikristus penuh dengan ambisi, dan karena mereka menginginkan tempat tujuan dan berkat, mereka memutarbalikkan usaha umat manusia yang paling indah dan pekerjaan pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia menjadi sebuah permainan, sebuah transaksi—seperti inilah watak jahat antikristus. Selain itu, antikristus memiliki perwujudan lain, yang kedengarannya cukup lucu dan menggelikan. Mengapa menggelikan? Antikristus tidak percaya pada semua pekerjaan yang telah Tuhan lakukan, mereka juga tidak percaya bahwa semua yang telah Tuhan firmankan adalah kebenaran dan dapat menyelamatkan umat manusia, tetapi mereka tidak ada habisnya dalam kesediaan mereka untuk menanggung kesukaran, membayar harga, dan melakukan serta memfasilitasi transaksi ini. Bukankah ini lucu? Tentu saja, ini bukan kejahatan antikristus, melainkan kebodohan antikristus. Di satu sisi, mereka tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, tidak mengakui bahwa firman Tuhan adalah kebenaran, dan bahkan memutarbalikkan rencana pengelolaan Tuhan, tetapi di sisi lain, mereka tetap ingin mendapatkan keuntungan pribadi dari firman Tuhan dan rencana pengelolaan-Nya. Dengan kata lain, di satu sisi mereka tidak percaya akan keberadaan semua fakta ini, apalagi keasliannya, sementara di sisi lain, mereka tetap ingin berusaha mendapatkan keuntungan dan mengambil setiap manfaat, ingin menjadi oportunis dan memperoleh hal-hal yang tidak dapat mereka peroleh di dunia, sementara tetap menganggap bahwa mereka sangat cerdas. Bukankah ini lucu? Mereka menipu diri mereka sendiri dan sangat bodoh.
Kita baru saja menelaah watak jahat antikristus dengan menggunakan tiga perwujudan, dan mengakhirinya dengan menambahkan satu perwujudan, yaitu: antikristus sangat bodoh sampai-sampai orang tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis. Apa sajakah tiga perwujudan tersebut? (Pertama, antikristus menganggap pelaksanaan tugas mereka sebagai transaksi; kedua, antikristus tidak mengakui firman Tuhan, tidak percaya bahwa firman Tuhan adalah hal yang positif, dan tidak mengakui bahwa firman Tuhan dapat menyelamatkan manusia, malah menganggap firman Tuhan sebagai teori dan slogan; ketiga, antikristus menganggap pekerjaan pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia sebagai transaksi yang gamblang dan permainan.) Dan satu perwujudan lagi? (Kekonyolan dan kebodohan yang luar biasa dari antikristus.) Bukankah semua ini sangat spesifik? (Ya.) Menurutmu, apakah orang-orang semacam itu memiliki kondisi mental dan nalar yang agak tidak normal? (Ya.) Dalam hal apa mereka tidak normal? (Antikristus ingin bertransaksi dengan Tuhan dan menerima prospek dan tempat tujuan dari Tuhan, tetapi mereka tetap tidak percaya pada rencana pengelolaan Tuhan atau bahwa Tuhan dapat menyelamatkan umat manusia. Pemikiran mereka kontradiktif, hal-hal yang mereka inginkan adalah hal-hal yang mereka sangkal. Ini pada dasarnya tidak masuk akal, jadi nalar mereka tidak normal dan ada yang salah dengan keadaan mental mereka.) Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kekurangan dalam kemanusiaan yang normal. Mereka tidak tahu bahwa mereka kontradiktif dalam cara berpikir dan perhitungan mereka. Bagaimana ini bisa terjadi? (Mereka selalu mengikuti jalan yang salah karena mereka tidak pernah menerima kebenaran ataupun menerapkan kebenaran.) Dan apakah mereka tahu bahwa jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang salah? Tentu saja tidak. Jika mereka tahu bahwa melakukan hal seperti itu akan membuat mereka mengalami kerugian, tentu saja mereka tidak akan melakukannya. Mereka mengira melakukan hal seperti itu akan memberi mereka keuntungan, "Lihatlah betapa cerdasnya aku. Tak seorang pun dari kalian dapat memahami yang sebenarnya; kalian semua bodoh. Bagaimana kalian bisa begitu polos dan lugu? Di manakah tuhan? Aku tidak dapat melihat atau menyentuhnya, dan tidak ada jaminan bahwa janji-janji tuhan dapat terwujud! Lihatlah betapa cerdasnya aku. Ketika aku mengambil satu langkah, aku memikirkan sepuluh langkah ke depan, tetapi kalian bahkan tidak membuat perhitungan apa pun untuk satu langkah yang kalian ambil." Mereka mengira betapa cerdasnya mereka. Oleh karena itu, setelah melaksanakan tugas mereka selama dua atau tiga tahun, ada orang-orang yang berpikir, "Aku telah melaksanakan tugasku selama beberapa tahun dan masih belum mendapatkan apa pun, belum menyaksikan mukjizat apa pun atau belum melihat fenomena yang tidak biasa. Sebelumnya, aku makan tiga kali sehari, dan sekarang pun aku masih makan tiga kali sehari. Jika aku melewatkan waktu makan, aku menjadi lapar. Jika aku kehilangan satu atau dua jam waktu tidur di malam hari, aku masih mengantuk di siang hari. Aku belum memiliki kekuatan khusus apa pun! Semua orang berkata tuhan itu mahakuasa dan kita dapat menerima berkat yang besar jika melaksanakan tugas kita. Aku telah melaksanakan tugasku selama beberapa tahun dan tidak ada yang berbeda. Bukankah semuanya masih seperti ini? Aku sering memiliki kelemahan, kenegatifan, dan keluhan. Semua orang berkata bahwa kebenaran dapat mengubah orang dan firman tuhan dapat mengubah orang, tetapi aku sama sekali belum berubah. Di dalam hatiku, aku masih sering merindukan orang tuaku, merindukan anak-anakku, dan bahkan mengenang hari-hariku sebelumnya di dunia. Jadi, apa sebenarnya yang tuhan lakukan dalam diri orang-orang? Apa yang telah kuperoleh? Semua orang berkata bahwa ketika orang percaya kepada tuhan dan memperoleh kebenaran, mereka akan memperoleh sesuatu, tetapi jika mereka memperoleh sesuatu, bukankah mereka akan berbeda dari yang lain? Kini aku makin menua, dan kesehatanku tidak seperti dulu. Kerutan di wajahku telah bertambah banyak. Bukankah mereka berkata bahwa orang yang percaya kepada tuhan menjadi makin muda seiring bertambahnya usia? Mengapa aku makin menua, bukannya makin muda? Bagaimanapun juga, firman tuhan tidak akurat, aku perlu membuat rencana untuk diriku sendiri. Menurutku, percaya kepada tuhan itu hanya seperti ini, setiap hari sibuk membaca firman tuhan, menghadiri pertemuan, menyanyikan lagu pujian, dan melaksanakan tugasku. Itu tampak membosankan dan aku tidak merasa ada yang berbeda dari sebelumnya." Begitu mereka berpikir seperti ini, mereka akan berada dalam masalah, bukan? Kemudian mereka berpikir, "Sekarang ini, aku benar-benar menderita dalam melaksanakan tugasku, janji dan berkat tuhan tampak sangat jauh. Selain itu, ada orang-orang yang percaya kepada tuhan meninggal dalam bencana, jadi, apakah ada yang namanya perlindungan tuhan bagi manusia? Jika tidak ada, lalu artikel kesaksian yang telah ditulis oleh beberapa orang yang berkata bahwa tuhan melakukan mukjizat untuk menyelamatkan hidup mereka di saat-saat yang paling berbahaya, apakah itu benar atau palsu?" Mereka merenungkannya dan di dalam hatinya, mereka merasa tidak yakin, dan saat mereka terus melaksanakan tugas mereka, mereka merasa lesu dan tidak bersemangat, dan tidak lagi proaktif. Mereka terus menarik diri dan mulai melakukan segala sesuatu dengan setengah hati dan asal-asalan. Perhitungan apa yang sedang mereka buat di benak mereka? "Jika aku tidak menerima berkat, jika selalu seperti ini, aku perlu membuat rencana lain. Aku harus merencanakan ulang apakah aku akan terus melaksanakan tugasku atau tidak, dan bagaimana aku akan melakukannya di masa depan. Aku tidak boleh lagi sebodoh ini. Jika tidak, kelak aku tidak akan mendapatkan prospek dan takdirku, atau mahkotaku, dan aku juga tidak akan menikmati kebahagiaan duniawi. Lalu, bukankah semua upaya ini akan menjadi tidak berguna dan sia-sia? Jika aku terus-menerus tidak mendapatkan apa pun seperti sekarang, lebih baik aku hidup seperti sebelumnya, bekerja dan mengejar dunia sembari percaya kepada tuhan secara sebutannya saja. Jika tuhan tidak pernah mengatakan kapan pekerjaannya akan berakhir, kapan dia akan memberi upah kepada manusia, kapan tugas akan berakhir, dan kapan Tuhan akan secara terbuka menampakkan diri kepada umat manusia, jika tuhan tidak pernah memberikan penjelasan yang tepat kepada manusia, lalu apa gunanya membuang-buang waktuku di sini? Lebih baik aku kembali mencari uang di dunia dan menikmati kebahagiaan duniawi. Setidaknya aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku. Mengenai dunia yang akan datang, siapa yang mengetahuinya? Semua itu tidak diketahui, untuk saat ini, aku hanya akan menjalani hidup ini dengan baik." Bukankah sudah terjadi perubahan dalam pikiran mereka? Ketika mereka melakukan perhitungan dengan cara seperti ini dan menempuh jalan yang salah, masih dapatkah mereka melaksanakan tugas mereka dengan baik? (Tidak.) Ada orang-orang yang berkata: "Antikristus menyukai status, bukan? Jika kita memberi mereka kedudukan, bukankah mereka akan tinggal di rumah Tuhan?" Apakah antikristus membutuhkan status pada saat ini? Mungkin status bukanlah hal yang paling penting bagi mereka pada saat ini. Apa yang mereka butuhkan? Yang mereka butuhkan adalah agar Tuhan memberi mereka penjelasan yang akurat. Jika mereka tidak dapat memperoleh berkat, mereka akan pergi. Di satu sisi, jika mereka tidak dapat ditempatkan pada kedudukan penting selama proses pelaksanaan tugas mereka, mereka merasa prospek mereka tidak pasti, suram, dan tidak ada harapan. Di sisi lain, jika selama proses pelaksanaan tugas mereka, segala sesuatu tidak pernah berjalan seperti yang mereka harapkan, jika mereka tidak secara pribadi menyaksikan Tuhan turun dengan kemuliaan-Nya pada hari pekerjaan besar-Nya selesai, atau jika Tuhan tidak memberi tahu mereka dengan bahasa yang jelas mengenai pada tahun, bulan, hari, jam dan menit ke berapa Dia akan secara terbuka menampakkan diri kepada umat manusia, kapan pekerjaan Tuhan akan berakhir, dan kapan bencana besar akan datang, jika Dia tidak memberi tahu mereka hal-hal ini dengan bahasa yang jelas, hati mereka akan gelisah. Mereka tidak mampu melaksanakan tugas mereka sambil tetap berada di tempat mereka yang semestinya, dan mereka tidak dapat merasa puas dengan situasi ini. Yang mereka inginkan adalah hasil, yang mereka inginkan adalah agar Tuhan memberi mereka pernyataan dalam bahasa yang akurat dan memungkinkan mereka untuk mengetahui dengan tepat apakah mereka dapat menerima semua hal yang mereka inginkan atau tidak. Jika mereka menunggu pernyataan ini terlalu lama dengan sia-sia, mereka akan membuat perhitungan lain dalam pikiran mereka. Perhitungan apa? Mereka akan memperhitungkan siapa yang dapat memberi mereka kebahagiaan, siapa yang dapat memberi mereka hal-hal yang mereka inginkan, dan jika mereka tidak dapat memperoleh hal-hal tersebut di dunia yang akan datang, mereka harus mendapatkan semua yang mereka inginkan di kehidupan ini. Jika dunia dan umat manusia ini dapat memberi mereka berkat, kenyamanan dan kesenangan daging serta reputasi dan status di kehidupan ini, mereka akan meninggalkan Tuhan setiap saat, dalam keadaan apa pun, dan menjalani kehidupan baik mereka. Inilah perhitungan antikristus. Di rumah Tuhan, mereka bisa saja melepaskan tugas mereka dan menghentikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab mereka setiap saat, dalam keadaan apa pun, untuk mengejar kebahagiaan dan prospek duniawi. Ada orang-orang yang bahkan sampai bisa mengkhianati saudara-saudari, mengkhianati kepentingan rumah Tuhan dan mengkhianati Tuhan untuk mendapatkan keuntungan dan prospek duniawi. Oleh karena itu, sekalipun di luarnya antikristus terlihat begitu luar biasa, begitu kompetitif dalam pelaksanaan tugas mereka, mereka semua bisa saja melepaskan tugas mereka, mengkhianati Tuhan dan meninggalkan rumah Tuhan setiap saat, dalam keadaan apa pun. Mereka mungkin saja akan mengkhianati rumah Tuhan setiap saat, dalam keadaan apa pun, menjadi seorang Yudas. Jika antikristus melaksanakan tugas mereka, mereka pasti akan menggunakan ini sebagai alat tawar-menawar. Mereka pasti akan berusaha memuaskan hasrat mereka sendiri untuk memperoleh berkat dalam waktu singkat. Mereka setidaknya berusaha memuaskan hasrat mereka untuk memperoleh manfaat dari status mereka dan mendapatkan pemujaan dari orang lain, dan kemudian berusaha masuk ke dalam kerajaan surga dan menerima upah mereka. Batas waktu mereka untuk melaksanakan tugas mereka mungkin tiga tahun, atau mungkin lima, bahkan sepuluh atau dua puluh tahun. Inilah waktu yang mereka berikan kepada Tuhan, dan merupakan waktu terlama yang mereka berikan kepada diri mereka sendiri untuk melaksanakan tugas mereka. Ketika batas waktu ini habis, daya tahan mereka juga telah mencapai batasnya. Meskipun mereka mampu berkompromi demi hasrat mereka sendiri akan berkat, demi memperoleh tempat tujuan yang indah, mahkota dan upah, dan mereka mampu menanggung kesukaran dan membayar harga di rumah Tuhan, berjalannya waktu tidak akan pernah membuat mereka melupakan atau melepaskan prospek dan takdir mereka, ataupun ambisi dan hasrat pribadi mereka, dan terlebih lagi, hal-hal ini tidak akan berubah atau melemah seiring berjalannya waktu. Jadi, dilihat dari esensi antikristus ini, mereka sepenuhnya adalah pengikut yang bukan orang percaya dan para oportunis, yang tidak menyukai hal-hal positif dan hanya menyukai hal-hal negatif, sekelompok orang tidak bermoral yang ingin mengacau di rumah Tuhan. Orang-orang ini memalukan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...