Bab Sembilan: Mereka Melaksanakan Tugas Mereka Hanya untuk Menonjolkan Diri dan Memuaskan Kepentingan dan Ambisi Mereka Sendiri; Mereka Tidak Pernah Mempertimbangkan Kepentingan Rumah Tuhan, dan Bahkan Mengkhianati Kepentingan Tersebut, Menukarkannya dengan Kemuliaan Pribadi (Bagian Satu) Pasal Kelima
Selanjutnya, kita akan bersekutu tentang kepentingan Tuhan, kepentingan rumah Tuhan, dan kepentingan gereja. Sekarang kita tidak akan membahas apakah bisa ada kesamaan antara ketiga kepentingan tersebut, yaitu ketika membahas tentang kepentingan yang satu, apakah bisa disamakan dengan kepentingan yang lain atau tidak. Mari kita membahas terlebih dahulu tentang kepentingan Tuhan. Aku baru saja menyebutkan bahwa kepentingan Tuhan mencakup kemuliaan Tuhan, kesaksian Tuhan, nama Tuhan, dan yang terpenting, rencana pengelolaan Tuhan dan penyebarluasan pekerjaan Tuhan, yang merupakan hal terbesar dan terpenting bagi Tuhan. Untuk sekarang ini, kita tidak akan membahas tentang kemuliaan Tuhan, nama Tuhan, dan kesaksian Tuhan, yang sangat jauh dari manusia. Mari kita membahas terlebih dahulu tentang pekerjaan Tuhan. Apa pekerjaan yang sebenarnya sedang Tuhan lakukan? Apa isi pekerjaan Tuhan? Apa natur pekerjaan Tuhan? Apa efek pekerjaan Tuhan bagi umat manusia? Apa sebenarnya dampaknya terhadap manusia? Mari kita membahas hal ini terlebih dahulu. Jadi, apa sebenarnya pekerjaan Tuhan itu? (Menyelamatkan manusia.) Topik ini tidak dapat berubah, tujuan pekerjaan tersebut tidak dapat berubah, yaitu untuk menyelamatkan manusia, yang berada di bawah kuasa Iblis dan telah dirusak sedemikian dalam oleh Iblis. Pekerjaan ini adalah untuk menyelamatkan sekelompok orang yang telah dirusak oleh Iblis sampai pada taraf tidak memiliki keserupaan apa pun dengan manusia, sekelompok orang yang dipenuhi dengan watak rusak Iblis, dan dipenuhi dengan watak yang menentang Tuhan, agar dapat membuat mereka berubah sehingga mereka memiliki keserupaan dengan manusia, dan untuk membuat mereka memahami kebenaran, serta memahami dan mengerti apa yang adil dan apa yang tidak adil, apa yang positif dan apa yang negatif, serta bagaimana manusia seharusnya hidup agar dapat hidup dalam keserupaan dengan manusia sejati, serta posisi apa yang harus mereka ambil agar mereka dapat berada pada posisi yang telah Tuhan tentukan bagi manusia sejak semula. Inilah isi pekerjaan Tuhan yang mendasar, dan engkau semua mengetahuinya pada tingkat teoretis. Jika engkau benar-benar memahami maksud Tuhan, engkau seharusnya mengetahui apakah Tuhan menghakimi manusia agar dapat menghukum dan membinasakan mereka, atau agar dapat menyucikan dan menyempurnakan mereka, dan apakah Tuhan menghakimi dan menghajar manusia untuk mendorong mereka ke dalam lubang api yang menyala-nyala, atau untuk menyelamatkan mereka dan membawa mereka ke dalam terang. Kita semua dapat melihat bahwa Tuhan mengungkapkan begitu banyak kebenaran, menyingkapkan berbagai keadaan manusia yang rusak, mengoreksi penyimpangan dalam iman mereka dan gagasan mereka tentang iman, serta menuntun manusia untuk memahami kebenaran dan hidup berdasarkan firman Tuhan, serta hidup dalam keserupaan dengan manusia sejati, dan bahwa beberapa hasil telah dicapai di antara umat pilihan Tuhan. Tuhan menyingkapkan watak congkak manusia dan menghalangi mereka agar tidak menjadi manusia super atau tokoh besar, memungkinkan mereka untuk menjadi makhluk ciptaan sejati dan manusia yang berhati nurani dan bernalar; Tuhan menyingkapkan esensi munafik orang Farisi, membantu manusia melihat wajah munafik orang Farisi, dan membawa manusia ke dalam kenyataan kebenaran firman Tuhan; Tuhan menyingkapkan budaya tradisional yang tidak masuk akal dan belenggu yang mengikat manusia serta kerugian yang diakibatkannya terhadap mereka, agar manusia mampu melepaskan diri dari belenggu budaya tradisional dan mampu menerima kebenaran serta hidup berdasarkan firman Tuhan .... Semua ini dapat dirangkum sebagai berikut: pekerjaan Tuhan menyelamatkan manusia bertujuan untuk membawa manusia dari tren dunia yang jahat kembali ke rumah Tuhan, dan kemudian dengan tekun mengajar mereka serta membekali mereka dengan kebenaran dan hidup, sehingga mereka mampu memahaminya, dan mengetahui apa prinsip-prinsip cara berperilaku yang sebenarnya dan bagaimana cara manusia seharusnya berperilaku, agar dapat melepaskan diri dari kerusakan yang ditimbulkan oleh tren jahat Iblis dan berbagai falsafah Iblis serta racun Iblis terhadap manusia. Dari awal sampai sekarang, Tuhan telah melakukan segala macam pekerjaan, mulai dari pekerjaan-Nya pada Zaman Hukum Taurat, pekerjaan-Nya pada Zaman Kasih Karunia, hingga pekerjaan penghakiman yang sedang Dia lakukan pada akhir zaman. Sekarang setelah engkau semua memahami ketiga tahap pekerjaan Tuhan ini, apa sebenarnya natur pekerjaan Tuhan dalam rencana pengelolaan-Nya selama 6.000 tahun? Bagaimana seharusnya hal ini didefinisikan? (Ini adalah upaya yang paling adil dan benar di antara umat manusia.) Benar. Pekerjaan Tuhan mengelola dan menyelamatkan manusia telah berlangsung selama 6.000 tahun, dan selama 6.000 tahun ini, Tuhan tanpa kenal lelah telah bertahan, menanti, dan berfirman, menuntun manusia sampai sekarang. Tuhan belum menyerah, dan pekerjaan yang Tuhan lakukan ini adalah upaya yang paling adil dan benar di antara manusia. Berdasarkan natur pekerjaan Tuhan, apakah kepentingan Tuhan adalah yang paling adil dan paling dapat dibenarkan? (Ya.) Jika kepentingan Tuhan dilindungi, apa yang akan terjadi pada umat manusia? Umat manusia dapat terus bertahan hidup dengan baik, hidup dalam keserupaan dengan manusia, hidup di dalam hukum yang telah Tuhan rumuskan bagi segala sesuatu, dan menikmati semua yang Tuhan anugerahkan kepada manusia, dan dengan demikian manusia akan menjadi tuan yang sebenarnya atas segala sesuatu. Engkau semua seharusnya memahami bahwa pekerjaan pengelolaan Tuhan pada akhirnya adalah demi kepentingan terbesar manusia. Jadi, bukankah pekerjaan Tuhan menyelamatkan manusia adalah upaya yang paling adil dan benar di antara manusia? Hal ini tidak dapat disangkal dan tidak diragukan lagi. Ini adalah upaya yang paling adil dan benar. Oleh karena itu, jika seseorang, demi kepentingannya sendiri, sampai merugikan kepentingan rumah Tuhan dan bahkan menghalangi penyebarluasan pekerjaan Tuhan, orang macam apa ini? Jelas sekali, ini adalah seorang bajingan yang jahat dan setan. Tuhan hanya membekali umat manusia, tanpa menuntut imbalan apa pun. Ketika Tuhan sedang melakukan pekerjaan yang memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia dan melakukan upaya yang paling adil dan benar, manusia bukan hanya tidak menghargai atau berterima kasih kepada Tuhan dan tidak berpikir untuk membalas Tuhan, tetapi mereka juga mengacaukan, mengganggu, dan merusak pekerjaan Tuhan serta mengejar kepentingan pribadi mereka sendiri. Orang-orang semacam itu sama sekali tidak berhati nurani dan bernalar. Apakah mereka masih layak disebut manusia? Ini adalah setan-setan dan Iblis tulen! Sekalipun Tuhan melakukan semua ini, Tuhan tidak mampu menggerakkan manusia, apakah mereka masih memiliki hati? Tidak, mereka tidak memiliki hati. Tidak memiliki hati berarti tidak memiliki hati nurani. Orang-orang semacam itu tidak memiliki kepekaan hati nurani. Jika kemanusiaan orang tidak memiliki hati nurani, dia bukan lagi manusia, melainkan binatang, setan, dan Iblis. Ini sangat jelas. Agar manusia dapat diselamatkan, Tuhan bertekad untuk membayar berapa pun harganya dan bekerja tanpa kenal lelah. Tidak soal betapa salah paham atau ragunya manusia, Tuhan selalu bersabar dan terus membekali manusia, berulang kali memberi tahu mereka berbagai aspek kebenaran, membuat mereka memahaminya sedikit demi sedikit, membuat mereka merenungkan dan memeriksa, dan memungkinkan mereka untuk mengerti hati Tuhan dan memahami hati Tuhan. Dan ketika orang-orang mendengar firman Tuhan ini, mereka tergerak dan menitikkan air mata. Namun, ketika mereka berbalik, mereka bukan saja tidak memikirkan maksud Tuhan, tetapi mereka tetap mengejar kepentingan mereka sendiri dan tetap mengejar berkat. Katakan kepada-Ku, apakah orang-orang semacam itu tidak memiliki hati nurani dan nalar? Apa yang paling tidak dimiliki orang-orang semacam itu? Mereka paling tidak memiliki hati nurani dan nalar, mereka paling tidak memiliki kemanusiaan. Tuhan menanggung segala macam penderitaan dengan sangat sabar untuk bekerja dan menyelamatkan manusia, tetapi manusia tetap salah paham terhadap Tuhan, selalu bersaing dengan-Nya, selalu melindungi kepentingan mereka sendiri tanpa memedulikan kepentingan rumah Tuhan, dan selalu ingin menjalani kehidupan yang mewah, tetapi tidak mau berkontribusi bagi kemuliaan Tuhan. Dalam semua ini, adakah kemanusiaan yang tersisa? Meskipun orang bersaksi tentang Tuhan dengan lantang, mereka berkata di dalam hati, "Inilah pekerjaan yang telah kulakukan, dan telah membuahkan hasil. Aku juga telah mengerahkan segenap kemampuanku, aku juga telah membayar harga. Mengapa tidak bersaksi tentang diriku?" Mereka selalu ingin mendapat bagian dalam kemuliaan dan kesaksian Tuhan. Apakah manusia layak menerima hal-hal ini? Kata "kemuliaan" bukan milik manusia. Itu hanya milik Tuhan, Sang Pencipta, dan tidak ada kaitannya dengan manusia ciptaan. Sekalipun manusia mengerahkan segenap kemampuan mereka dan bekerja sama, mereka tetap berada di bawah kepemimpinan pekerjaan Roh Kudus. Jika tidak ada pekerjaan Roh Kudus, apa yang dapat manusia lakukan? Kata "kesaksian" juga bukan milik manusia. Entah itu kata benda "kesaksian" atau kata kerja "bersaksi", kedua kata ini tidak ada kaitannya dengan manusia sebagai makhluk ciptaan. Hanya Sang Pencipta yang layak dipersaksikan dan layak untuk menerima kesaksian manusia. Hal ini ditentukan oleh identitas, status, dan esensi Tuhan, dan juga karena segala sesuatu yang Tuhan lakukan berasal dari upaya Tuhan, dan Tuhan layak memilikinya. Yang mampu dilakukan manusia pasti terbatas, dan semuanya merupakan hasil pencerahan, pimpinan, dan bimbingan Roh Kudus. Sedangkan natur manusia, orang menjadi congkak setelah mereka memahami beberapa kebenaran dan mampu melakukan sedikit pekerjaan. Jika tidak ada penghakiman dan hajaran dari Tuhan yang menyertai mereka, tak ada seorang pun yang mampu tunduk kepada Tuhan dan bersaksi tentang-Nya. Karena takdir Tuhan, manusia mungkin memiliki beberapa karunia atau bakat khusus, telah mempelajari profesi atau keterampilan tertentu, atau memiliki sedikit kecerdasan, sehingga mereka menjadi teramat congkak, dan selalu ingin agar Tuhan membagikan kemuliaan-Nya dan kesaksian-Nya kepada mereka. Bukankah ini tidak bernalar? Hal ini sangat tidak bernalar. Ini menunjukkan bahwa mereka sedang berdiri pada posisi yang salah. Mereka bukan menganggap diri sebagai manusia, tetapi sebagai ras yang berbeda, sebagai manusia super. Orang-orang yang tidak mengetahui identitasnya, esensinya sendiri, dan harus menempatkan diri pada posisi apa, tidak memiliki kesadaran diri. Kerendahan hati manusia bukanlah sesuatu yang berasal dari kerendahan diri—manusia pada awalnya rendahan dan hina. Kerendahan hati Tuhan adalah sesuatu yang berasal dari kerendahan diri. Mengatakan bahwa manusia itu rendah hati berarti meninggikan mereka, sebenarnya, mereka itu rendahan. Manusia selalu ingin bersaing untuk mendapatkan ketenaran, keuntungan, dan status, serta bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan umat pilihan-Nya. Dengan melakukannya, mereka berperan sebagai Iblis, dan ini adalah natur Iblis. Mereka benar-benar keturunan Iblis, tanpa perbedaan sedikit pun. Seandainya Tuhan memberikan sedikit otoritas dan kuasa kepada manusia, dan seandainya mereka dapat memperlihatkan tanda-tanda dan mukjizat yang menakjubkan serta melakukan beberapa hal yang luar biasa, dan mari kita asumsikan bahwa mereka melakukan segala sesuatu berdasarkan tuntutan Tuhan dan melakukannya persis seperti tuntutan tersebut. Namun, dapatkah mereka melampaui Tuhan? Tidak, tidak pernah. Bukankah kemampuan Iblis, sang penghulu malaikat, lebih besar daripada kemampuan manusia? Dia selalu ingin melampaui Tuhan, tetapi apa hasil akhirnya? Pada akhirnya, dia harus turun ke jurang maut. Tuhan akan selamanya menjadi perwujudan keadilan, sedangkan Iblis, sang setan dan penghulu malaikat, akan selamanya menjadi perwujudan kejahatan, dan representasi dari kekuatan jahat. Tuhan akan selamanya adil, dan fakta ini tidak dapat diubah. Inilah sisi Tuhan yang istimewa dan luar biasa. Sekalipun manusia memperoleh seluruh kebenaran Tuhan dari-Nya, mereka hanyalah makhluk ciptaan yang sangat kecil dan tidak dapat melampaui Tuhan. Inilah perbedaan antara manusia dan Tuhan. Manusia hanya dapat hidup secara tertib di dalam semua aturan dan hukum yang telah dirumuskan oleh Tuhan, serta hanya dapat mengatur segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan di dalam aturan dan hukum tersebut. Manusia tidak mampu menciptakan makhluk hidup apa pun, dan mereka juga tidak mampu mengubah nasib manusia. Ini adalah fakta. Apa yang ditunjukkan oleh fakta ini? Bahwa sebesar apa pun otoritas dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada manusia, pada akhirnya tak ada seorang pun yang mampu melampaui otoritas Tuhan. Seberapa pun lamanya, atau seberapa banyak pun generasinya, atau sebanyak apa pun jumlah manusia, mereka hanya mampu bertahan hidup di bawah otoritas dan kedaulatan Tuhan. Ini adalah fakta yang selamanya tidak dapat diubah, fakta yang tidak akan pernah berubah!
Bagaimana perasaanmu setelah mendengar hal-hal ini? Ada orang-orang yang berkata, "Dahulu aku memikirkan hal-hal ini dengan sadar, tetapi tanpa sadar aku merasa bahwa kemampuanku makin berkembang. Seiring bertambahnya usiaku, pemikiranku juga makin matang, dan aku mampu memikirkan banyak masalah secara lebih komprehensif, dan saat aku mendengarkan lebih banyak firman Tuhan, aku mampu memahami beberapa maksud-Nya, jadi aku merasa bahwa aku kuat dan tidak membutuhkan Tuhan untuk berdaulat atasku. Tanpa sadar, aku mulai merasa bahwa aku cakap, dan bahwa aku telah mendapatkan Tuhan." Apakah ini perasaan yang baik? (Tidak.) Mengapa tidak baik? Ini bukan pertanda baik. Jadi, apa pertanda yang baik? Makin lama manusia hidup, makin mereka merasa, "Manusia itu seperti debu, dan lebih rendah daripada semut. Tidak soal betapa kuat atau bermartabatnya manusia, atau sebanyak apa pun doktrin yang mereka pahami, atau tidak soal betapa dewasanya pemikiran mereka, mereka tidak mampu melampaui kedaulatan Tuhan." Makin lama manusia hidup, makin mereka merasakan kebesaran otoritas Tuhan dan kemahakuasaan otoritas Tuhan. Makin lama orang hidup, makin mereka merasa betapa tidak berartinya manusia. Makin lama mereka hidup, makin mereka merasa bahwa Tuhan tidak terselami. Keadaan pikiran seperti itu adalah hal yang normal. Apakah engkau semua memiliki keadaan seperti ini sekarang? Belum, bukan? Engkau masih sering berada di tengah-tengah pergumulan, tertatih-tatih di ambang kepentingan, dan terkadang bahkan mengirimkan sinyal-sinyal kecil dengan berkata, "Mengapa Tuhan tidak membagikan sedikit pun kepentingan-Nya kepadaku? Mengapa Tuhan tidak memujiku? Mengapa Tuhan tidak membuat orang-orang di sekitarku mengagumiku? Mengapa Tuhan tidak membuat orang memberi kesaksian tentangku? Aku telah membayar harga dan memberikan kontribusi. Bagaimana Tuhan akan mengupahiku?" Engkau masih sering berkubang dalam pola pikir yang sombong dan merasa puas diri. Engkau sering kali tidak tahu siapa dirimu, dan engkau sering kali merasa bahwa engkau cakap. Situasi ini tidak normal. Ini bukanlah kemajuan dalam hidup. Disebut apakah ini? Ini disebut watak rusak yang kembali membesar. Ada orang-orang yang bersikap lebih sederhana dan rendah hati ketika mereka belum memberi kontribusi apa pun. Setelah mereka melakukan sesuatu yang penting dan memberi beberapa kontribusi, serta merasa bahwa mereka memiliki modal, ketika mereka melihat orang-orang di sekitar mereka, mereka bertanya-tanya: "Mengapa kalian tidak melaporkan kontribusiku? Kalian memberi kesaksian tentang nama Tuhan dan esensi Tuhan, jadi mengapa kalian tidak memberi presentasi tentang diriku? Sekalipun kau tidak memberi kesaksian tentang diriku, kau cukup memberikan presentasi tentang diriku. Aku, Saudari Anu, telah percaya kepada Tuhan selama 25 tahun. Aku sekarang berusia 45 tahun, masih belum menikah dan lajang, dan telah mengejar dengan saleh dan antusias hingga hari ini. Karena aku adalah andalan utama gereja, aku sering kali dimasukkan ke dalam daftar orang yang dicari oleh pemerintah Komunis Tiongkok, diburu, dan telah bersembunyi di berbagai tempat, berpindah-pindah di lebih dari sepuluh provinsi sebelum pindah ke luar negeri. Setelah semua itu, aku terus melayani sebagai orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan penting rumah Tuhan, di mana selama itu, aku telah banyak mengajukan saran, pemikiran, dan konsep yang membangun untuk pekerjaan tertentu di rumah Tuhan, memberi kontribusi yang tak terhapuskan bagi kemajuan pekerjaan gereja dan penyebarluasan injil Kerajaan Tuhan. Mengapa kau tidak memperkenalkan diriku seperti itu? Mengapa Tuhan tidak memberiku lingkungan dan kesempatan tertentu untuk memperlihatkan bakatku agar semua orang dapat memahami aku dan mengenalku? Mengapa Tuhan selalu menahan kami? Di rumah Tuhan, kami tidak sebebas itu, dan kami juga tidak sesantai, selepas, atau sebahagia itu!" Dia bahkan ingin tenang, lepas, dan bahagia. Bagaimana kita dapat membuatmu tenang, bebas, dan bahagia? Dengan menempatkanmu di peringkat teratas? Kemudian, setelah menempatkanmu di urutan teratas, dengan memperkenalkan dirimu: Orang ini adalah seorang dokter terkenal di dunia, yang meraih juara pertama dokter nasional terkenal, kemudian namanya dimasukkan dalam "Ensiklopedia Dokter Terkenal di Dunia". Dia telah menyelesaikan banyak makalah, dan setelah datang ke rumah Tuhan, dia tetap menjadi andalan dan orang yang berbakat, dan kini dia menjadi pemimpin senior. Lantas akankah dia menjadi bahagia? Dia akan berpikir, "Aku adalah orang yang berbakat. Tadinya aku adalah seorang selebritas, dan setelah masuk ke dalam rumah Tuhan, aku masih seorang selebritas. Aku ibarat emas yang berkilauan di mana pun engkau menaruhnya, dan tak ada seorang pun yang mampu menahan kilaunya. Kemampuan-kemampuanku ini ada untuk dilihat semua orang! Meskipun Tuhan tidak memberikan kesaksian, fakta-fakta ini memberikan kesaksian yang berkumandang kepadaku." Apa pendapatmu tentang opini ini? Jika engkau tidak mampu melepaskan pengejaranmu akan ketenaran dan keuntungan untuk satu hari, itu berarti engkau masih terikat oleh ketenaran, keuntungan, dan status, serta engkau tidak bisa benar-benar tenang dan bahagia. Selama engkau diikat, dibatasi, dan dibebani oleh belenggu ketenaran dan keuntungan, engkau tidak akan bergerak maju dalam pengejaranmu akan kebenaran, tetapi hanya akan tetap diam di tempat. Ada orang-orang yang mungkin bertanya, "Akankah aku mengalami kemunduran?" Sebenarnya, selama engkau tidak bergerak maju, engkau sedang diam di tempat atau mengalami kemunduran. Ini menunjukkan bahwa esensi naturmu adalah hal ini, dan sekalipun engkau telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, engkau tidak akan pernah mengalami kemajuan apa pun, dan bahkan sampai akhir, engkau mungkin tetap melakukan banyak kejahatan. Dapat dikatakan dengan pasti bahwa engkau akan disingkapkan. Begitu orang tersebut memiliki lingkungan yang tepat, begitu mereka telah memperoleh status, ambisinya akan tersingkap. Sebenarnya, tanpa lingkungan dan status ini, akankah mereka tidak memiliki ambisi? Mereka tetap akan memiliki ambisi. Mereka memang seperti ini dan memiliki esensi ini, dan ambisi mereka tidak dapat dibendung. Begitu mereka memiliki lingkungan yang tepat, mereka akan "meledak" secara tiba-tiba, dan tidak ada batasan yang dapat mengekang mereka, dan mereka akan mulai melakukan kejahatan, dan wajah setan mereka yang buruk akan tersingkap sepenuhnya. Inilah yang dimaksud dengan disingkapkan. Engkau seharusnya memahami kata "menyingkapkan" dengan cara seperti ini: Tuhan tidak bermaksud untuk menyingkapkanmu, Tuhan bermaksud memberimu kesempatan untuk berlatih. Namun, saat melihat hal baik, engkau tidak menyadarinya, dan engkau malah memperlihatkan dirimu yang sebenarnya. Bukankah engkau memang pantas untuk disingkapkan? Ini adalah pilihanmu sendiri. Bukan berarti Tuhan dengan sengaja bermaksud untuk menyingkapkan dan menyingkirkanmu. Motif dan ambisimulah yang menyingkapkanmu. Siapa lagi yang dapat kausalahkan?
Mengenai kepentingan manusia dan kepentingan Tuhan, apakah kita kurang lebih sudah cukup mempersekutukan kebenaran dalam hal ini? Apa itu kepentingan pribadi manusia? Semua itu adalah hal-hal yang manusia kejar, termasuk ketenaran, keuntungan dan status, ambisi dan hasrat untuk menerima berkat, serta kesombongan dan kebanggaan manusia, keluarga, kerabat, kepentingan materiel, dan sebagainya. Esensi kepentingan manusia adalah egois dan hina, itu jahat dan dari Iblis, bertentangan dengan kebenaran, serta mengacaukan, mengganggu, dan menghancurkan pekerjaan rumah Tuhan, sedangkan kepentingan Tuhan adalah upaya yang paling adil dan benar untuk menyelamatkan umat manusia, dan merepresentasikan kasih Tuhan, pekerjaan Tuhan, serta kekudusan dan keadilan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan dibenarkan ketika membela kepentingan-Nya. Dia sedang membela upaya yang adil dan benar. Hal ini bukan karena Tuhan egois dan ingin membela martabat-Nya sendiri. Ini adil dan dapat dibenarkan, serta memberikan manfaat yang tak terbatas bagi umat manusia yang Tuhan selamatkan. Hanya ketika Tuhan membela kepentingan-Nya, barulah manusia dapat diselamatkan, dan memperoleh manfaat yang lebih besar, memperoleh jalan, kebenaran, dan hidup. Hanya dengan cara demikianlah manusia akhirnya dapat menjadi makhluk ciptaan sejati, dan hidup di dalam semua hukum dan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Tuhan, serta hidup di antara segala sesuatu yang telah Tuhan ciptakan untuk mereka, dan baru setelah itulah manusia dapat memperoleh kebahagiaan dan kehidupan yang benar-benar indah. Apakah semua yang Tuhan lakukan ini adalah upaya yang adil dan benar? Itu sangat adil! Pekerjaan dan pengelolaan yang dilakukan oleh Tuhan ini, serta semua pekerjaan di gereja yang berkaitan dengan keselamatan Tuhan bagi umat manusia—seperti pemberitaan Injil, membuat film, menulis artikel kesaksian, membuat video, menerjemahkan firman Tuhan, dan menjaga tatanan normal kehidupan bergereja, pekerjaan-pekerjaan ini penting dan harus dijamin. Selain itu, ada aspek jaminan kehidupan pada seluruh umat pilihan Tuhan yang melaksanakan tugas mereka. Meskipun ini adalah pekerjaan yang paling mendasar, mirip dengan pelayanan pendukung, dan sepertinya tidak terlalu berkaitan dengan pekerjaan utama rumah Tuhan, ini juga sangat penting dan perlu disebutkan di sini. Hal-hal normal seperti makanan, pakaian, akomodasi, dan transportasi, adalah hal-hal yang Tuhan sediakan bagi manusia, dan semua itu juga merupakan kebutuhan jasmani yang sah yang harus dimiliki oleh orang-orang dengan kemanusiaan yang normal. Tuhan tidak akan membuat orang kehilangan kebutuhan-kebutuhan ini, sebaliknya, Dia harus melindunginya. Jika engkau selalu mengganggu, mengacaukan, dan merusak hal-hal yang ingin Tuhan bela, jika engkau selalu menunjukkan sikap yang menghina terhadap hal-hal semacam itu, dan selalu memiliki gagasan dan pendapat tentangnya, itu berarti engkau sedang menentang Tuhan dan melawan-Nya. Jika engkau tidak menganggap pekerjaan rumah Tuhan dan kepentingan rumah Tuhan sebagai hal yang penting, dan selalu ingin merusaknya, dan selalu ingin menyebabkan kehancuran, atau selalu ingin mengambil keuntungan darinya, menipu, atau menggelapkan, lalu akankah Tuhan murka terhadapmu? (Ya.) Apa akibat dari murka Tuhan? (Kami akan dihukum.) Ini sudah pasti. Tuhan tidak akan mengampunimu, sama sekali tidak! Karena yang sedang kaulakukan adalah meruntuhkan dan menghancurkan pekerjaan gereja, dan ini bertentangan dengan pekerjaan dan kepentingan rumah Tuhan. Ini adalah kejahatan besar, ini berarti sedang bersaing dengan Tuhan, dan merupakan sesuatu yang secara langsung menyinggung watak Tuhan. Bagaimana mungkin Tuhan tidak marah terhadapmu? Jika ada orang-orang yang, karena kualitas mereka yang buruk, tidak cakap dalam pekerjaan mereka dan tidak sengaja melakukan hal-hal yang menimbulkan kekacauan dan gangguan, hal ini dapat dimaklumi. Namun, jika karena kepentingan pribadimu sendiri, engkau menjadi iri dan berselisih serta dengan sengaja melakukan hal-hal yang mengacaukan, mengganggu, dan menghancurkan pekerjaan rumah Tuhan, ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran yang disengaja, dan ini merupakan hal yang menyinggung watak Tuhan. Akankah Tuhan mengampunimu? Tuhan sedang melakukan pekerjaan rencana pengelolaan-Nya selama 6.000 tahun, dan seluruh usaha-Nya yang sungguh-sungguh dicurahkan untuk mewujudkannya. Jika seseorang melawan Tuhan, dengan sengaja merugikan kepentingan rumah Tuhan dan dengan sengaja mengejar kepentingan pribadi serta gengsi dan status pribadinya dengan merugikan kepentingan rumah Tuhan, dan tidak segan-segan meruntuhkan pekerjaan gereja sehingga menyebabkan pekerjaan rumah Tuhan terhambat dan hancur, serta bahkan menyebabkan kerusakan materiel dan finansial yang sangat besar terhadap rumah Tuhan, apakah menurutmu orang-orang semacam itu harus diampuni? (Tidak, mereka seharusnya tidak diampuni.) Engkau semua berkata bahwa mereka tidak dapat diampuni, jadi apakah Tuhan marah terhadap orang-orang semacam itu? Tentu saja Dia marah. Tuhan telah melakukan pekerjaan yang sangat besar dalam mengungkapkan kebenaran dan menyelamatkan manusia, serta mengerahkan seluruh upaya-Nya yang sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Tuhan memperlakukan upaya yang paling adil dan benar ini dengan sangat serius; seluruh upaya-Nya yang sungguh-sungguh telah dikerahkan untuk orang-orang yang ingin Dia selamatkan ini, semua pengharapan-Nya juga ditujukan kepada orang-orang ini, dan hasil akhir serta kemuliaan yang ingin Dia peroleh dari rencana pengelolaan-Nya selama 6.000 tahun, semuanya akan diwujudkan pada orang-orang ini. Jika seseorang bersaing dengan Tuhan, melawan, mengganggu, atau menghancurkan hasil dari upaya ini, akankah Tuhan mengampuni mereka? (Tidak.) Apakah ini menyinggung watak Tuhan? Jika engkau terus berkata bahwa engkau mengikuti Tuhan, mengejar keselamatan, menerima pemeriksaan dan bimbingan Tuhan, serta menerima dan tunduk pada penghakiman dan hajaran Tuhan, padahal engkau mengucapkan kata-kata ini, engkau juga mengacaukan, mengganggu, dan menghancurkan berbagai pekerjaan gereja, dan karena gangguan, kekacauan, dan kehancuran yang kautimbulkan, karena keteledoran atau kelalaianmu dalam tugas, atau karena hasrat egoismu dan demi mengejar kepentinganmu sendiri, kepentingan rumah Tuhan, kepentingan gereja, dan banyak aspek lainnya telah dirugikan, bahkan sampai-sampai pekerjaan rumah Tuhan telah sangat terganggu dan hancur, jadi, bagaimana Tuhan harus mempertimbangkan kesudahanmu dalam buku kehidupanmu? Seharusnya engkau digolongkan sebagai apa? Secara adil, engkau harus dihukum. Ini disebut mendapatkan hukuman yang setimpal. Apa yang engkau semua pahami sekarang? Apakah kepentingan manusia itu? (Kepentingan manusia itu jahat.) Kepentingan manusia sebenarnya adalah segala keinginan mereka yang berlebihan. Bahasa kasarnya, semua itu adalah pencobaan, semuanya adalah kepalsuan, dan semuanya adalah umpan yang digunakan Iblis untuk mencobai manusia. Mengejar ketenaran, keuntungan, dan status, serta mengejar kepentingan diri sendiri, berarti bekerja sama dengan Iblis dalam melakukan kejahatan, dan ini berarti melawan Tuhan. Agar dapat menghalangi pekerjaan Tuhan, Iblis memunculkan berbagai lingkungan untuk mencobai, mengganggu, dan menyesatkan manusia, serta untuk menghalangi manusia agar tidak mengikuti Tuhan, dan menghalangi mereka agar tidak mampu tunduk kepada Tuhan. Sebaliknya, mereka bekerja sama dengan Iblis dan mengikutinya, dengan sengaja bangkit untuk mengganggu dan menghancurkan pekerjaan Tuhan. Sebanyak apa pun Tuhan mempersekutukan kebenaran, mereka tetap saja tidak menjadi sadar. Sebanyak apa pun rumah Tuhan memangkas mereka, mereka tetap tidak menerima kebenaran. Mereka sama sekali tidak tunduk kepada Tuhan, sebaliknya mereka bersikeras melakukan segala sesuatu menurut kemauan mereka sendiri dan berbuat sekehendak hati mereka. Akibatnya, mereka mengganggu dan menghancurkan pekerjaan gereja, membawa dampak serius terhadap kemajuan berbagai pekerjaan gereja, dan menyebabkan kerugian yang sangat besar terhadap jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Dosa ini terlalu besar, dan orang-orang semacam itu pasti akan dihukum oleh Tuhan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.