Bab Sepuluh: Mereka Merendahkan Kebenaran, dengan Lancang Melanggar Prinsip, dan Mengabaikan Pengaturan Rumah Tuhan (Bagian Satu) Pasal Tiga
B. Merendahkan Kemahakuasaan Tuhan
Bagaimana antikristus memandang kemahakuasaan Tuhan? Wajar jika dikatakan bahwa bagi antikristus, "kemahakuasaan" adalah kata yang sangat emosional, kata yang dapat merangsang ambisi dan keinginan mereka. Ini karena mereka sangat ingin menjadi orang semacam itu. Menjadi mahakuasa, maha berkuasa dan mahahadir, mampu berbuat apa pun, tahu cara melakukan apa pun, dan mampu melakukan apa pun. Jika orang memiliki kesanggupan ini, kemampuan ini, segala sesuatunya akan menjadi mudah bagi mereka. Mereka tidak perlu takut pada siapa pun; mereka akan memiliki otoritas tertinggi, status tertinggi, dan mereka akan mampu memerintah orang lain. Mereka akan memiliki kuasa yang mutlak untuk mengendalikan dan memanipulasi orang lain. Hal seperti ini berada jauh di luar jangkauan antikristus, dan ini menyingkapkan ambisi, keinginan, serta diri mereka yang sebenarnya. Di satu sisi, ungkapan "kemahakuasaan Tuhan" memenuhi mereka dengan segala macam imajinasi, keingintahuan, dan gagasan. Di sisi lain, mereka ingin memperoleh wawasan tentang kemahakuasaan Tuhan melalui kepercayaan kepada-Nya, sehingga mereka dapat memperluas cakrawala mereka sendiri, menjadi makin berwawasan, dan memuaskan keingintahuan mereka. Di sisi lain lagi, mereka juga berusaha agar dapat menjadi maha berkuasa, dipuja oleh ribuan orang, dan agar ada jauh lebih banyak orang yang bersujud kepada mereka serta punya tempat bagi mereka di dalam hatinya. Jadi, apakah antikristus benar-benar memahami kemahakuasaan Tuhan? Apakah mereka benar-benar percaya akan hal itu? Sekali lagi, ini sama halnya dengan watak benar Tuhan—antikristus bukan hanya dipenuhi dengan gagasan, dengan imajinasi yang samar dan hampa yang tidak sesuai dengan fakta—mereka juga memiliki keraguan yang mendalam tentang kemahakuasaan Tuhan. Mereka meragukannya; mereka tidak memercayainya: "Kemahakuasaan? Mana ada orang yang mahakuasa di dunia ini? Mana ada orang yang mahahadir dan maha berkuasa? Tidak ada orang semacam itu! Ada banyak orang hebat dan terkenal di dunia ini, serta ada banyak orang yang memiliki kekuatan supernatural: misalnya para nabi dan segala macam astrolog serta para penafsir nubuat, dan bahkan mereka pun tidak maha berkuasa. Tanda tanya masih perlu disematkan di balik 'kemahakuasaan tuhan', hal ini masih perlu diteliti secara menyeluruh." Jadi, bagi antikristus, esensi kemahakuasaan Tuhan itu tidak ada karena sebagaimana yang mereka yakini, "Aku tidak bisa membayangkan atau memahami betapa mahakuasanya tuhan itu, jadi 'kemahakuasaannya' ini tidak ada. Aku tidak mengakuinya. Seberapa besar sebenarnya kemampuan dan kesanggupan tuhan itu? Tak seorang pun—baik di masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan—pernah melihatnya atau akan melihatnya." Antikristus selalu merasa ragu dan tidak yakin di dalam hatinya, sehingga semua yang terjadi di gereja dan dialami oleh saudara-saudari menjadi topik dan ruang lingkup penelitian mereka. Apa yang sedang mereka teliti? Mereka sedang meneliti segala sesuatu yang muncul, segala sesuatu yang terjadi di suatu kelompok atau dalam diri seseorang, apa yang telah Tuhan lakukan, bagaimana Dia telah bekerja, apakah ada tanda-tanda dan keajaiban di dalamnya, apakah ada kejadian yang baru dan unik yang melampaui apa yang mampu manusia pahami atau yang melampaui kemampuan serta jangkauan manusia. Selain itu, mereka meneliti apakah ada saudara-saudari yang pernah berbicara tentang pengalaman di mana Tuhan melakukan pekerjaan seperti itu dalam diri mereka yang melampaui pengharapan manusia. Misalnya, dalam cerita rakyat, ada seorang gadis yang keluar dari cangkang siput sungai dan membuatkan makan malam untuk mereka pada saat mereka merasa paling lapar. Atau tentang emas yang tiba-tiba muncul di rumah mereka pada saat mereka kekurangan uang, atau para pengejar mereka tiba-tiba menjadi buta, tidak mampu melihat apa pun pada saat mereka sedang dikejar, dan sesosok malaikat turun serta berkata kepada mereka, "Jangan takut, Nak—Aku ada di sini untuk menolongmu." Contoh lain misalnya, pada saat saudara-saudari dipukuli dan disiksa dengan kejam, cahaya tuhan yang besar bersinar turun dan membutakan mata para pelaku, membuat mereka berguling-guling di lantai, memohon belas kasihan, tidak pernah berani lagi memukul saudara-saudari, karena tuhan telah membalaskan dendam mereka; atau pada saat mereka sedang membaca firman Tuhan tetapi mereka tidak dapat memahaminya tak peduli sekeras apa pun mereka mencoba, dan hampir tertidur, tiba-tiba melihat satu sosok di tengah kabut yang berkata kepada mereka, "Jangan tidur; bangunlah. Inilah yang dimaksud firmanku"; atau, ketika sesuatu terjadi dan mereka hampir melakukan kesalahan, mereka diperingatkan oleh pendisiplinan dan teguran kuat di dalam hati mereka bahwa melakukan hal itu salah, dan melakukan hal ini benar. Jika semua hal ini, yang tidak dapat dialami dan tidak mampu dilakukan oleh manusia biasa, terjadi di gereja, di rumah Tuhan, dalam diri siapa pun yang mengikuti Tuhan, itu sudah cukup membuktikan bahwa Tuhan itu mahakuasa. Jika hal-hal semacam ini tidak pernah terjadi, atau sangat jarang terjadi, dan sekalipun hal-hal semacam ini benar-benar terjadi, itu hanyalah desas-desus, sehingga apakah hal itu adalah kenyataan dan dapat dipercaya atau tidak, itu sangat diragukan. Jadi, apakah kemahakuasaan Tuhan itu adalah fakta, atau bukan? Apakah Tuhan memiliki esensi kemahakuasaan atau tidak? Di dalam hati antikristus, mereka memiliki tanda tanya di balik pemikiran ini.
Antikristus selamanya mengejar tanda-tanda, keajaiban, dan kekuatan supernatural seperti ini saat Tuhan bekerja, berfirman dan menyelamatkan manusia. Mereka mengejar hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan atau fakta. Hal-hal yang mereka kejar ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaan Tuhan menyelamatkan manusia, atau dengan kebenaran, atau dengan perubahan watak manusia. Namun tetap saja, mereka bertekad untuk mengejarnya. Mereka penuh rasa ingin tahu tentang kemahakuasaan Tuhan. Dalam doanya, mereka akan sering memohon kepada Tuhan: "Ya tuhan, maukah kau memperlihatkan kemahakuasaanmu kepadaku? Ya tuhan, bukankah kau mahakuasa? Jika kau mahakuasa, kumohon kepadamu untuk membereskan masalah ini untukku. Tuhan, jika kau mahakuasa, maha berkuasa dan mahahadir, kumohon kepadamu untuk menolongku, karena sekarang aku sedang menghadapi tantangan. Tuhan, jika kau mahakuasa, kumohon kepadamu untuk mengangkat penyakit ini dari tubuhku, menghilangkan keadaan yang sedang kualami, dan bantu aku agar terhindar dari bahaya. Tuhan, jika kau mahakuasa, kumohon agar saat aku melaksanakan tugasku, buatlah aku menjadi pintar dan cerdas, berbakat serta berkarunia dalam waktu semalam, sehingga aku mampu memahami keterampilan profesional tanpa harus mempelajarinya, menjadi ahli, dan menonjol dibandingkan yang lain. Ya tuhan, jika kau mahakuasa, kumohon kepadamu untuk menghukum dan membalas mereka yang memfitnah serta mengejek imanku kepadamu. Jadikan mereka buta dan tuli, dengan borok memenuhi kepala mereka dan nanah keluar dari telapak kaki mereka. Biarkan mereka mati seperti anjing. Tuhan, jika kau mahakuasa, kumohon kepadamu untuk membiarkanku melihat kemahakuasaanmu." Tuhan telah mengucapkan begitu banyak firman dan melakukan begitu banyak pekerjaan, tetapi antikristus menutup mata terhadapnya dan mengabaikannya; mereka tidak pernah menganggap penting firman Tuhan, tidak menganggap penting pekerjaan-Nya dan setiap langkah dari pekerjaan-Nya yang penting dalam menyelamatkan manusia, atau tidak menganggapnya serius. Sebaliknya, mereka bertekad untuk meminta tanda-tanda dan keajaiban, agar Tuhan melakukan mukjizat di tengah pekerjaan-Nya, meminta Tuhan untuk melakukan hal-hal khusus yang akan membuka mata mereka dan memuaskan rasa ingin tahu mereka, untuk membuktikan keberadaan-Nya, untuk membuktikan bahwa Dia itu mahakuasa. Yang lebih menggelikan adalah antikristus bahkan sering memohon kepada Tuhan dalam doa mereka: "Ya tuhan, aku tidak bisa melihatmu, sehingga imanku kecil. Kumohon kepadamu untuk memperlihatkan pribadimu yang nyata kepadaku, sekalipun hanya dalam mimpi. Kumohon kepadamu untuk memperlihatkan kemahakuasaanmu kepadaku agar aku dapat percaya kepadamu dan dengan yakin percaya akan keberadaanmu. Jika ini tidak kaukabulkan, aku akan selalu memiliki keraguan dalam kepercayaanku kepadamu." Mereka tidak mampu melihat keberadaan Tuhan ataupun tidak mengetahui esensi dan watak-Nya di tengah pekerjaan serta firman-Nya, tetapi mereka malah meminta-Nya untuk melakukan hal-hal tambahan, hal-hal yang tidak bisa dipahami oleh manusia, untuk menguatkan mereka dan membangun iman mereka. Tuhan telah mengucapkan banyak firman dan melakukan banyak pekerjaan, tetapi senyata apa pun firman-Nya, sekalipun kebenaran yang Dia ucapkan begitu mendidik kerohanian orang, sekalipun sangat perlu bagi mereka untuk memahaminya, antikristus tidak tertarik, dan mereka tidak menganggapnya penting. Memang, makin banyak firman yang Tuhan ucapkan, makin spesifik pekerjaan yang Dia lakukan, makin mereka merasa jijik, kesal, dan menentang. Terlebih lagi, bahkan di dalam diri mereka akan muncul kutukan terhadap Tuhan dan hujatan terhadap-Nya; mereka akan berteriak menentang-Nya: "Apakah kemahakuasaanmu terdapat di dalam firman ini? Hanya itukah yang kaulakukan, menyatakan firman? Jika kau tidak berfirman, bukankah berarti kau mahakuasa? Jika kau mahakuasa, jangan berfirman. Jangan menggunakan perkataan atau mempersekutukan kebenaran dan jangan membekali manusia dengan kebenaran untuk memungkinkan kami memperoleh hidup serta mencapai perubahan watak. Jika kau membuat kami semua menjadi malaikat dalam semalam, menjadi utusanmu, saat ini, itulah kemahakuasaan!" Ketika Tuhan mengucapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya, natur antikristus tersingkap dan terungkap sedikit demi sedikit, tanpa ada yang bisa ditutupi, dan esensi mereka yang muak akan kebenaran serta menentangnya juga sepenuhnya tersingkap. Watak dan esensi antikristus yang merendahkan identitas Tuhan serta esensi-Nya juga terungkap dan tersingkap, sedikit demi sedikit, seiring berjalannya waktu dan seiring dengan kemajuan yang Tuhan buat tanpa henti dalam pekerjaan-Nya. Antikristus mengejar hal-hal yang samar; mereka mengejar penampakan tanda-tanda serta keajaiban, dan dikendalikan oleh ambisi serta keinginan ini, yang tidak sesuai dengan kenyataan, natur mereka yang muak akan kebenaran dan membencinya telah tersingkap. Sebaliknya, mereka yang benar-benar mengejar kenyataan dan kebenaran, yang percaya pada hal-hal positif dan mencintainya, melihat kemahakuasaan Tuhan selama proses pekerjaan serta firman-Nya; apa yang dapat orang-orang ini lihat, apa yang dapat mereka peroleh, serta apa yang dapat mereka ketahui tepatnya adalah hal yang justru tidak mampu antikristus ketahui dan peroleh untuk selamanya. Antikristus yakin jika orang ingin memperoleh hidup dari Tuhan, harus ada tanda-tanda dan keajaiban; mereka yakin bahwa tanpa adanya tanda-tanda dan keajaiban, mustahil bagi orang untuk memperoleh hidup serta kebenaran dari firman Tuhan saja, dan dengan demikian mencapai perubahan watak serta memperoleh keselamatan juga mustahil. Bagi antikristus, itu adalah kemustahilan yang kekal, itu tidak mungkin. Itulah sebabnya mereka tanpa lelah menunggu dan berdoa, dengan harapan bahwa Tuhan akan memperlihatkan tanda-tanda dan keajaiban, serta melakukan mukjizat bagi mereka. Jika Dia tidak melakukannya, berarti kemahakuasaan-Nya tidak ada. Maksud sebenarnya di balik ini adalah jika kemahakuasaan Tuhan tidak ada, berarti Tuhan pasti tidak ada. Inilah cara berpikir antikristus. Mereka mengutuk keadilan Tuhan, dan mereka mengutuk kemahakuasaan-Nya.
Selagi Tuhan sedang menyelamatkan manusia, antikristus sama sekali tidak tertarik pada firman-Nya, berbagai tuntutan-Nya, dan maksud-Nya. Mereka menentang hal-hal ini dan merasa muak akan hal-hal ini dari lubuk hati mereka. Mereka bukan tertarik pada kenyataan dari semua hal positif, juga bukan tertarik untuk diselamatkan dan disempurnakan, yang mampu manusia capai sebagai hasil dari mengejar kebenaran dan tunduk pada pengaturan Tuhan. Lalu, hal apa yang membuat mereka tertarik? Mereka tertarik kepada tuhan yang memperlihatkan tanda-tanda dan keajaiban, serta melakukan mukjizat yang dapat mereka lihat, kepada dia yang memungkinkan mereka untuk memperoleh wawasan dengan melakukannya, dan memungkinkan mereka untuk berubah menjadi orang hebat, manusia super, manusia yang memiliki kekuatan istimewa, manusia luar biasa. Mereka ingin melepaskan diri dari sebutan, identitas dan status mereka sebagai orang biasa, orang kebanyakan, dan orang rusak melalui kemahakuasaan tuhan. Jadi, gagasan atau masalah apa pun yang mungkin mereka hadapi di tengah pekerjaan Tuhan, mereka tidak mencari kebenaran untuk menyelesaikannya. Mereka bukan hanya tidak mampu memahami kebenaran atau mencapai perubahan watak; malahan, mereka juga akan menghakimi Tuhan, mengutuk-Nya, dan menentang-Nya, karena semua hal yang Dia lakukan tidak sesuai dengan gagasan mereka. Di mata antikristus, semua pekerjaan nyata yang Tuhan lakukan adalah hal-hal yang tidak mereka akui. Itu adalah hal-hal yang mereka kutuk. Pada akhirnya, pandangan inilah dan definisi tentang Tuhan inilah yang menuntun mereka untuk sepenuhnya menyangkal keberadaan esensi Tuhan di dalam hati mereka, dan untuk lebih sepenuhnya mengutuk, memfitnah, serta menghujat keberadaan esensi Tuhan. Ini karena kepercayaan mereka kepada Tuhan dibangun di atas landasan bahwa tuhan itu mahakuasa, bahwa tuhan akan mengatasi keluhan mereka, bahwa dia akan membalaskan dendam mereka, dan bagi mereka, dia akan mengalahkan semua orang yang mereka benci serta yang mereka pandang rendah, dan bahwa tuhan akan memuaskan keinginan serta ambisi mereka. Ini adalah landasan kepercayaan mereka kepada Tuhan. Namun setelah sampai ke masa kini, orang-orang jahat ini sekarang menyadari bahwa tuhan yang seperti itu tidak ada, dan tidak ada kemungkinan bahwa Tuhan akan melakukan apa pun bagi mereka. Dari sudut pandang mereka, ini adalah situasi yang sangat tidak menguntungkan bagi mereka. Ini sangat buruk. Jadi, setelah mereka mengalami banyak hal, perasaan was-was dan keraguan mereka tentang Tuhan menjadi makin kuat, sampai mereka memutuskan untuk meninggalkan Tuhan dan rumah-Nya, untuk mengejar dunia, mengikuti tren-tren jahat, dan menghamburkan diri ke pelukan Iblis. Itulah yang akhirnya terjadi pada orang-orang ini. Dinilai dari sikap antikristus terhadap watak adil Tuhan dan kemahakuasaan-Nya, antikristus memang merupakan pengikut yang bukan orang percaya. Mereka sama sekali tidak percaya kepada Tuhan, juga sama sekali tidak tunduk atau tidak menerima apa yang Tuhan lakukan. Terhadap hal-hal positif dan kebenaran, mereka jijik dan menentangnya. Oleh sebab itu, tak peduli seperti apa caramu melihatnya, esensi pengikut yang bukan orang percaya dari antikristus memang benar-benar ada. Itu bukanlah sesuatu yang orang lain paksakan pada mereka, dan bukan hal yang dibesar-besarkan. Esensi mereka ini didefinisikan atas dasar seluruh pandangan dan pendekatan yang mereka perlihatkan ketika sesuatu menimpa mereka.
Antikristus percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tanpa mampu melihat fakta bahwa Tuhan berdaulat atas nasib manusia. Mereka tidak mampu memahami fakta itu. Mereka tidak mampu memahami suatu fakta, padahal itu terpampang di depan mata mereka. Bukankah mereka buta? Watak adil Tuhan dan kemahakuasaan-Nya sering terlihat dalam pekerjaan gereja, dalam diri umat pilihan-Nya, dan dalam segala macam hal yang terjadi. Dia membiarkan orang melihat hal-hal ini di mana-mana, tetapi karena buta, antikristus tidak dapat melihatnya. Setelah bertahun-tahun mengikuti Tuhan, antikristus akan mengatakan kalimat yang terkenal ini: "Aku telah percaya kepada tuhan selama bertahun-tahun, dan apa yang telah kuperoleh?" Tampaknya mereka benar-benar belum memperoleh apa pun. Tuhan telah mencurahkan hidup-Nya bagi manusia, tetapi antikristus belum memperoleh apa pun. Bukankah itu menyedihkan? Itu benar-benar menyedihkan! Kalimat antikristus tersebut menggambarkan masalahnya dengan sangat baik. Setiap orang yang mendengarkan firman Tuhan dan mengalami pekerjaan-Nya, yang menerima firman-Nya sebagai hidup mereka, akan berkata: "Kami telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, dan kami telah memperoleh begitu banyak dari-Nya. Bukan hanya kasih karunia dan berkat, perlindungan-Nya, serta belas kasihan-Nya, yang lebih penting adalah bahwa dari Tuhan, kami telah memahami dan memperoleh begitu banyak kebenaran. Kami hidup dalam keserupaan dengan manusia, dengan bermartabat. Kami tahu bagaimana harus berperilaku. Kami berutang sangat banyak kepada Tuhan. Dibandingkan dengan harga yang Dia bayarkan, dengan apa yang Dia lakukan bagi kami, kesukaran kecil kami bahkan tidak layak untuk disebutkan. Manusia sudah seharusnya membalas kasih Tuhan." Namun, antikristus justru sebaliknya. Mereka berkata, "Tuhan telah bekerja selama beberapa tahun terakhir ini, jadi mengapa aku belum memperoleh apa pun? Engkau semua berkata bahwa engkau telah memperoleh ini dan itu, telah mengalami ini ataupun itu, tetapi akankah pengalaman tersebut tetap mengenyangkanmu? Apa artinya pengalaman-pengalaman itu? Selain berkat, kasih karunia, melihat tanda-tanda dan keajaiban, bukankah semua itu sama sekali tidak layak untuk disebutkan? Itulah sebabnya aku merasa bahwa selama bertahun-tahun aku percaya kepada tuhan, aku belum memperoleh apa pun. Selain penderitaan yang telah kutanggung, selain hal-hal yang telah kutinggalkan dan kukorbankan bagi tuhan, hal-hal yang telah kuperoleh sama sekali tidak sepadan! Apa kebenaran selain hanya beberapa pernyataan dan teori? Apa itu selain hanya beberapa doktrin? Aku sudah mendengarkan firman ini, kebenaran ini, dan aku tidak merasakan adanya perubahan besar yang telah terjadi dalam diriku! Pertama, pikiranku tidak setangkas itu ketika berpikir tentang sesuatu. Selain itu, aku makin menua, dan kesehatanku tidak menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Rambutku beruban, wajahku makin keriput, bahkan beberapa gigiku telah tanggal, dan tidak ada gigi baru yang tumbuh. Tuhan berfirman bahwa mereka yang diselamatkan akan menjadi seperti anak-anak yang segar dan penuh semangat, sedangkan di sini aku hanyalah orang tua, dengan wajah seorang pria tua. Aku belum berubah menjadi seorang anak kecil. Berdasarkan firman tuhan, orang tua yang sudah beruban dapat berubah menjadi orang muda berambut hitam legam. Mengapa aku belum berubah? Tuhan berfirman bahwa dia akan sepenuhnya mengubah manusia, tetapi itu belum terjadi padaku; aku belum menjadi manusia yang baru. Aku masih tetap aku, dan ketika sesuatu terjadi padaku, aku tetap harus mencari tahu bagaimana cara untuk menanganinya sendiri. Kesulitan dagingku juga bertambah. Aku sering merasa lemah dan negatif. Dan selain itu, ingatanku telah menjadi makin buruk selama dua tahun terakhir ini. Aku membaca begitu banyak firman tuhan, tetapi dia belum memperkuat ingatanku. Tidak dapatkah tuhan memberi kepada manusia sedikit kemampuan khusus, yang akan membuat tubuh mereka tidak menua? Kurasa masalah terbesar saat ini adalah orang berubah sepenuhnya; kebenaran tampaknya tidak mampu memecahkan masalah ini. Seandainya tuhan mengatakan sesuatu yang bisa benar-benar mengubah seseorang menjadi manusia yang baru, yang berpenampilan seperti malaikat yang bersinar, yang bisa terpisah dari tubuhnya, yang dapat melarikan diri melewati tembok-tembok kokoh, yang mampu mengucapkan mantra dan menghilang saat menghadapi penganiayaan serta bahaya, dan selamanya tidak dapat ditangkap—seandainya dengan sering membaca firman tuhan, rambut orang tidak akan beruban, serta wajah mereka tidak akan keriput, dan gigi baru akan tumbuh menggantikan gigi yang telah tanggal—alangkah bagusnya itu! Itulah yang dimaksud dengan diubah sepenuhnya! Jika tuhan melakukan hal-hal itu, aku akan percaya bahwa dia adalah tuhan, tanpa keraguan sedikit pun. Jika dia hanya terus mengatakan dan mengkhotbahkan kebenaran, imanku akan segera memudar; tak lama kemudian, aku tidak akan dapat terus percaya, dan mungkin aku tidak akan mampu melaksanakan tugasku lagi. Aku tidak akan mau melakukannya." Selama jangka waktu antikristus mengikuti Tuhan, berbagai tuntutan terhadap-Nya akan sering muncul di hati mereka, dan segala macam keraguan serta tuntutan yang sulit akan sering muncul dalam gagasan mereka, dan sebagai tanggapan terhadap lingkungan mereka serta keinginan pribadi mereka, segala macam pemikiran aneh akan muncul di benak mereka. Namun, ada satu hal: mereka tidak mampu memahami firman yang Tuhan ucapkan, dan mereka tidak dapat melihat fakta bahwa Tuhan bekerja untuk menyelamatkan manusia, dan terlebih lagi, mereka tidak dapat memahami bahwa semua yang Tuhan lakukan dimaksudkan untuk menyelamatkan manusia, bahwa semua itu dimaksudkan untuk memungkinkan manusia mengalami perubahan watak. Jadi, saat mereka terus percaya, mereka kehilangan semangat; saat mereka terus percaya, perasaan negatif dan putus asa muncul di hati mereka, dan mereka memiliki perasaan dan pemikiran untuk mundur, untuk menyerah. Sedangkan mengenai esensi Tuhan, lupakan apakah mereka akan memercayainya, mengakuinya, menerimanya atau tidak. Saat mereka terus percaya, mereka bahkan tidak mau repot-repot memikirkan hal ini. Oleh sebab itu, ketika kaukatakan dalam persekutuan bahwa sesuatu adalah keadilan Tuhan dan kemahakuasaan serta kedaulatan-Nya, bahwa orang haruslah tunduk pada hal itu dan mengetahuinya, di luarnya antikristus tidak akan mengatakan apa pun. Mereka tidak akan mengungkapkan pandangan sama sekali. Namun di dalam hatinya, perasaan jijik akan muncul dalam diri mereka: Mereka tidak mau mendengarkannya; mereka tidak bersedia mendengarkan; beberapa dari mereka hanya akan berdiri dan pergi. Ketika semua orang sedang mendengarkan khotbah, ketika orang lain sedang mempersekutukan firman Tuhan, ketika saudara-saudari sedang mempersekutukan kesaksian pengalaman mereka dengan penuh semangat, apa yang antikristus lakukan? Minum teh, membaca majalah, bermain ponsel, iseng bergosip. Dan dengan memprotes serta menentang dengan menggunakan tindakan diam ini, mereka sedang berusaha menegaskan dengan perilaku mereka bahwa semua yang Tuhan lakukan tidak ada gunanya: "Kalian hanya berusaha membenarkan berbagai hal, membodohi dirimu sendiri. Tuhan dan kebenaran sama sekali tidak ada, dan sama sekali tidak mungkin bagi manusia untuk diselamatkan oleh tuhan!" Di mata mereka, semua orang yang percaya akan kebenaran, tunduk kepada Tuhan, dan meyakini fakta bahwa Tuhan mampu menyelamatkan manusia adalah orang bodoh; mereka semua tidak berotak, dan mereka semua telah tertipu. Mereka percaya bahwa nasib manusia berada di tangan mereka sendiri, bahwa tak seorang pun boleh membiarkan orang lain mengaturnya untuk mereka, bahwa orang bukanlah boneka, melainkan memiliki pikiran serta kemampuan untuk memikirkan masalah secara mandiri, dan jika seseorang bahkan tidak mampu mengendalikan nasibnya sendiri, berarti dia adalah sampah, orang yang rendah. Jadi, apa pun yang terjadi, mereka tidak mau menyerahkan nasib mereka kepada Tuhan untuk dikendalikan oleh-Nya. Inilah sikap antikristus terhadap semua yang Tuhan lakukan. Dari awal hingga akhir, mereka tetap hanyalah para pengamat dan pengikut yang bukan orang percaya, yang berperan sebagai antek-antek Iblis. Mereka adalah para pendompleng dan pembuat onar. Mereka adalah orang-orang jahat yang telah menyelinap masuk.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.