Firman Tuhan | "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" (Bagian Satu)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Berapa pun banyaknya khotbah yang didengarkan para antikristus, mereka tidak mampu memahami kebenaran. Semua yang mereka pahami dan ucapkan hanyalah doktrin. Mereka mengambil kata-kata yang dapat mereka pahami dan ingat, memprosesnya dalam pemikiran mereka untuk mengubahnya menjadi doktrin rohani yang sejalan dengan gagasan dan imajinasi manusia, lalu menyebarkannya secara sembarangan dan menjelaskannya kepada orang lain. Jika mereka yang tidak memiliki pemahaman rohani dan tidak memahami kebenaran mendengar firman ini, mereka akan merasa bahwa hal tersebut sangat masuk akal dan bersedia menerimanya. Akibatnya, mereka disesatkan dan mulai memuja antikristus. Saat itulah masalah pun muncul. Sebenarnya, antikristus sama sekali tidak memahami kebenaran. Jika engkau mendengarkan dengan cermat dan mengenali apa yang disebut sebagai kata-kata yang benar, engkau akan mendapati bahwa itu hanyalah teori tak bermakna yang sejalan dengan gagasan dan imajinasi manusia. Tentu saja, mereka yang tidak memahami kebenaran menganggap kata-kata tersebut benar dan dengan mudahnya tertipu. Pernahkah engkau semua mengalami situasi seperti itu? Bisakah engkau semua memberikan contohnya? Jika engkau semua bisa memberikan contoh dan memahami dengan jelas bagaimana mereka yang ahli dalam mengucapkan kata-kata dan doktrin menyesatkan orang lain, ini membuktikan bahwa engkau semua memahami dan mampu menerapkannya. Jika engkau semua tidak bisa memberikan contoh, ini membuktikan bahwa engkau semua belum memahaminya dan tidak mampu menerapkannya. Jika engkau bertemu dengan mereka yang ahli dalam mengucapkan kata-kata dan doktrin, engkau semua pasti tidak akan mampu mengenali mereka. (Aku pernah berada dalam keadaan seperti itu. Ketika saudara-saudari menghadapi pemangkasan, didikan, serta pendisiplinan, dan mereka tidak memahami maksud Tuhan, mereka datang untuk mencari bersamaku. Sebenarnya, aku juga tidak memahami maksud Tuhan atau esensi dari masalah ini. Namun, aku memberi tahu mereka beberapa kata-kata tak bermakna, misalnya, "Pemangkasan, didikan, dan pendisiplinan adalah kasih Tuhan dan penyelamatan-Nya. Ini adalah cara Tuhan bertindak terhadap watak kita yang rusak." Bahkan saat mengatakan ini, aku bisa merasa bahwa aku belum sepenuhnya menjelaskan esensi masalahnya, seperti mengapa mereka menghadapi situasi ini, watak rusak apa yang diperlihatkan dalam tindakan dan perwujudan mereka, atau apa natur dari tindakan dan perwujudan mereka, dan apa maksud Tuhan—semua hal tersebut dan juga aspek lainnya belum dapat aku persekutukan bersama mereka. Aku hanya mengucapkan sejumlah doktrin yang benar dan slogan yang terdengar bagus, yang sebenarnya tidak membantu siapa pun.) Ini karena engkau sendiri tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang kebenaran sehingga engkau tidak mampu menyelesaikan masalah saudara-saudarimu yang sebenarnya. Jadi, apakah ada perbedaan antara antikristus yang menyesatkan orang dan dirimu? Antikristus membantu orang bukan karena memiliki niat yang baik; motif dan tujuan mereka adalah untuk menyesatkan dan mengendalikan orang. Ketika antikristus melakukan semua hal seperti ini, dan saat mereka meneriakkan slogan-slogan, perhatikanlah perilaku dan watak seperti apa yang mereka perlihatkan—inilah kunci untuk mengenali antikristus. Ada orang-orang yang memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil, dan tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang kebenaran. Intensitas kerja mereka mungkin tidak mencapai hasil yang diharapkan, tetapi mereka tidak mempunyai motif atau tujuan untuk menyesatkan atau mengendalikan orang lain. Mereka juga ingin memimpin orang-orang ke hadirat Tuhan—hanya saja kemampuan mereka tidak sesuai dengan keinginan. Meskipun mereka belum mencapai hasil yang jelas, orang-orang dapat melihat bahwa mereka mempunyai maksud yang benar dan ingin memimpin orang-orang ke hadirat Tuhan. Namun, apa tujuan antikristus? (Tujuannya adalah untuk mendapatkan persetujuan orang-orang, membuat mereka mendengarkan dan mengikutinya.) Jadi, apa perbedaan antara perkataan mereka dengan perkataan seseorang yang kemampuannya tidak sesuai dengan keinginannya? Orang dengan kemampuan yang tidak memadai berbicara dari hatinya, tetapi mereka tidak dapat memahami esensi dan sumber masalahnya; mereka tidak mampu mempersekutukannya dengan jelas, dan pada akhirnya, mereka tidak mampu menyelesaikan masalah atau membekali orang lain. Lalu, apa saja perkataan antikristus? Apakah kata-kata tersebut keluar dari hati mereka? (Tidak, tidak demikian.) Jelas tidak: semua yang mereka katakan hanyalah kebohongan. Mengapa mereka harus berbohong? Mereka ingin menipu dan menyesatkanmu. Maksudnya adalah, "Aku sudah melakukan pekerjaan yang seharusnya aku lakukan sebagai pemimpin, aku sudah mempersekutukan apa yang seharusnya, dan semua yang aku katakan adalah benar. Jika engkau tidak menerimanya dan masalahnya masih belum terselesaikan, itu adalah kesalahanmu sendiri—jangan salahkan aku." Mereka tidak sungguh-sungguh ingin menyelesaikan masalahmu, tetapi sekadar formalitas, tidak punya pilihan selain mengatakan hal yang benar untuk mempertahankan statusnya. Mereka mengatakan semua hal tersebut dengan terpaksa, dan sekalipun mereka mengatakannya, itu bukan atas kemauannya sendiri—kata-kata tersebut tidak mencerminkan apa yang sebenarnya mereka pikirkan dalam hati. Oleh karena itu, sejumlah antikristus biasanya dapat belajar mengucapkan beberapa kata yang benar, membantu orang lain mengatasi kenegatifannya, tetapi ketika mereka sendiri menghadapi pemangkasan atau digantikan, mereka menjadi sangat negatif, mereka tidak akan dapat sepenuhnya mengenal diri sendiri, dan mereka harus bergantung pada saudara-saudari untuk membantunya. Apakah ini pernah terjadi? (Ya.) Hal seperti ini sangat sering terjadi. Kata-kata dan doktrin yang selalu dikhotbahkan oleh antikristus kepada orang lain bahkan tidak dapat membantu dirinya sendiri. Jadi, apakah kata-kata ini datang dari lubuk hati mereka? Apakah kata-kata tersebut merupakan hasil pengalaman nyata? (Tidak.) Dengan demikian, apa yang mereka katakan hanyalah kata-kata dan doktrin, bukan cerminan dari tingkat pertumbuhan mereka yang sebenarnya. Pekerjaan yang mereka lakukan untuk membantu orang lain hanyalah menggunakan kesan palsu, tindakan, dan perilaku baik yang sekadar formalitas agar orang-orang mengakui, menerima, dan menyetujui mereka sebagai seorang pemimpin. Begitu mereka diakui sebagai pemimpin, bukankah orang-orang akan tunduk kepada mereka? Jika orang-orang tunduk kepada mereka, bukankah antikristus akan memperoleh status? Dengan demikian, bukankah status mereka akan aman? Inilah tujuan mereka yang sebenarnya. Sejumlah pemimpin dan pekerja kurang memahami kebenaran sehingga kemampuannya tidak sesuai dengan keinginannya saat menangani pekerjaan. Ini hanyalah tanda tingkat pertumbuhan mereka yang kecil dan bukan pemimpin yang memenuhi syarat. Namun, ketika antikristus bekerja, mereka tidak mempertimbangkan apakah mereka dapat membantu atau mendukung saudara-saudari atau tidak. Mereka hanya memikirkan status dan kepentingannya sendiri. Inilah perbedaan di antara keduanya: watak mereka berbeda. Oleh karena itu, meskipun antikristus mengucapkan banyak kata yang terdengar menyenangkan, hal itu tidak mencerminkan kenyataannya. Mereka mengatakannya di luar keinginannya; mereka hanya menggunakan doktrin dan slogan tertentu yang secara lahiriah benar, atau kata-kata yang sesuai dengan perasaan manusia untuk menasihati orang-orang dan sekadar formalitas. Mengapa mereka harus melakukan hal yang sekadar formalitas ini? Karena jika mereka melihat seseorang yang bersikap negatif atau lemah dan lalai dalam membantunya, orang lain akan berkata bahwa mereka tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak memenuhi tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Takut akan tuduhan seperti itu, mereka tidak punya pilihan selain bertindak. Oleh karena itu, tujuan antikristus bukan semata-mata untuk melaksanakan tugas, melainkan karena mereka takut jika tidak segera muncul ketika saudara-saudari menghadapi kesulitan, membantu dan membekalinya, serta memenuhi tanggung jawab mereka, saudara-saudari tidak akan lagi mendukung antikristus. Pada pemilihan berikutnya, orang-orang mungkin tidak akan memilihnya, dan mereka tidak akan menjadi pemimpin sejati, tetapi hanya akan memiliki gelar kepemimpinan yang tidak ada artinya. Apakah hanya memiliki gelar kepemimpinan yang tidak ada artinya merupakan keinginannya di dalam hati? (Tidak.) Lalu, apa yang mereka inginkan? Mereka menginginkan kekuasaan dan status yang nyata, mereka ingin di dalam batin saudara-saudari memuja, mendukung, dan mengikuti mereka. Oleh karena itu, mereka berusaha agar terpilih sebagai pemimpin dalam setiap pemilihan—itulah tujuan mereka.
Ada orang-orang yang disebut sebagai pemimpin dan pekerja makin bersemangat menjelang pemilihan, memamerkan diri mereka di mana-mana dan berperilaku tidak biasa. Orang-orang semacam ini mungkin termasuk dalam golongan antikristus. Jika mereka benar-benar bisa bertingkah demikian, itu sangat memalukan! Seseorang yang benar-benar memiliki hati nurani dan nalar tentu akan merasa bersalah dalam hatinya bila bertindak dengan maksud dan tujuan tertentu. Terkekang oleh hati nurani dan nalarnya, mereka akan menyadari bahwa sebelumnya mereka tidak begitu bersemangat, dan orang-orang akan melihat dengan jelas antusiasme mereka yang tiba-tiba. Bahkan mereka merasa jijik dengan diri mereka sendiri dan lebih memilih untuk tidak mencalonkan diri daripada bertindak seperti itu. Karena mereka sudah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun dan memiliki sedikit tingkat pertumbuhan serta rasa malu, pada akhirnya, mereka mampu mengendalikan diri. Namun, antikristus tidak mengendalikan dirinya; mereka berbuat sesuka hati dan bertindak semaunya. Mereka memiliki ambisi serta berbagai motif, tujuan, dan persekongkolan. Di dalam hati, mereka menyadari semua itu, tetapi tetap bersikeras untuk melakukannya, selalu memikirkan reputasi dan statusnya sendiri. Mereka merasa bahwa melakukan segala sesuatu untuk gereja dan saudara-saudari mereka adalah suatu kerugian yang sangat besar dan tidak ada gunanya. Oleh karena itu, mereka mengutamakan diri sendiri dalam segala hal yang dilakukan, dan selalu mementingkan diri sendiri. Ketika pemilihan tiba, mereka berupaya keras untuk melakukan lobi di mana-mana, menyesatkan dan membujuk orang-orang untuk memilih mereka, bahkan secara diam-diam menambahkan sejumlah suara untuk dirinya sendiri saat proses pemungutan suara. Bukankah menjijikkan kalau antikristus bertindak seperti ini? Jika mereka tidak mempunyai ambisi, mengapa mereka berbuat sejauh itu? Bukankah ini jelas merupakan ambisi yang sedang bekerja? Begitu seseorang digambarkan sebagai orang yang ambisius, itu bukanlah sesuatu yang positif; segala sesuatu yang dilakukan orang-orang semacam itu pastinya menjijikkan dan memalukan. Segala sesuatu yang dilakukan antikristus adalah palsu dan menipu; mereka selalu menggunakan penampilan palsu untuk menyesatkan orang. Mereka yang tidak mengetahui situasi sebenarnya, saat melihat hal tersebut akan berpikir, "Pemimpin telah mengerahkan begitu banyak upaya selama beberapa hari ini, berkorban sampai tidak tidur dan tidak makan, bekerja siang dan malam, memimpin dalam segala hal. Mereka cukup menderita dan sangat kelelahan sehingga berat badan mereka turun drastis—mereka bahkan makin beruban". Sebagian saudara-saudari melihat hal ini dan merasa kasihan pada antikristus. Alhasil, pada saat pemilihan, mereka pun memilih antikristus. Bukankah antikristus telah mencapai tujuannya? (Ya.) Inilah yang dimaksud dengan bersekongkol dan menggunakan taktik, inilah yang dimaksud dengan menjadi jahat. Oleh karena itu, antikristus menyesatkan orang-orang bukan hanya dengan kata-kata, melainkan juga sering kali dengan tindakan dan perilaku yang diam-diam memberi tahu orang-orang betapa bersemangatnya, betapa tunduk, dan betapa penuh perhatiannya mereka terhadap saudara-saudari. Mereka menggunakan ungkapan-ungkapan yang tampaknya baik dan benar, serta penampilan lahiriah yang palsu untuk terus menerus menyampaikan dan menekankan pada semua orang bahwa mereka adalah pemimpin yang memenuhi syarat, pemimpin yang baik yang harus diterima oleh orang-orang. Hal ini sama seperti pemilihan di negara-negara demokratis di mana para kandidat berkeliling memberikan pidato, melakukan lobi, dan berkampanye di mana-mana. Mereka bahkan berbuat curang selama proses pemungutan suara. Namun, orang-orang ini tidak merasa malu; mereka menganut keyakinan bahwa "Pria sejati harus bersikap tegas dan kejam". Mereka menggunakan segala cara yang diperlukan untuk memenangkan pemilihan—ini adalah pemikiran dan sudut pandang orang-orang tidak percaya. Apakah para antikristus juga melakukan hal yang sama? Tentu saja! Demi kekuasaan dan status, di dalam lubuk hatinya, orang-orang ini bekerja dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh dalam segala hal, serta berupaya keras untuk mewujudkannya. Mereka sama sekali tidak puas dengan keadaan mereka. Jadi, ketika mereka yang memiliki antusiasme yang besar terhadap kekuasaan dan status, yaitu yang tidak mampu mengendalikan ambisinya, akhirnya terpilih menjadi pemimpin, mereka tidak sekadar sedang mengikuti jalan antikristus; mereka bahkan mungkin menjadi antikristus itu sendiri. Apakah engkau semua mempunyai ambisi? Mampukah engkau semua mengendalikan ambisimu dalam batas kemanusiaan dan nalar? Jika engkau mampu mengendalikannya, engkau bisa terhindar dari bahaya menempuh jalan antikristus, engkau tidak akan menjadi antikristus dan tidak akan disingkirkan. Jika engkau semua merasa bahwa ambisimu terlalu besar, sering menggunakan segala cara demi status, dan bahkan rela meninggalkan makan dan minum, menanggung segala penderitaan, dan bahkan siap untuk menggunakan segala cara yang tercela, jika engkau sudah sampai pada tahap di mana engkau tidak punya malu dan ambisimu sulit dikendalikan, itu berarti ada masalah—tidak diragukan lagi, engkau adalah seorang antikristus. Jika engkau hanya memperlihatkan perwujudan antikristus, masih akan ada harapan bagimu untuk diselamatkan. Namun, apakah engkau sudah aman? Belum. Jika engkau memperlihatkan perwujudan antikristus ini, itu berarti engkau masih melawan Tuhan, siap menentang dan menolak Dia kapan saja, atau mungkin karena sesuatu yang Tuhan lakukan tidak sejalan dengan gagasanmu, engkau mungkin akan menyelidiki Tuhan, salah memahami-Nya, mengkritik-Nya, dan bahkan menyebarkan gagasan tentang Dia. Kemudian, engkau mungkin menolak Tuhan dan menempuh jalanmu sendiri, serta pada akhirnya disingkirkan oleh Tuhan. Semua hal yang engkau perlihatkan kapan saja dan di mana saja dapat merepresentasikan watakmu. Oleh karena itu, semua hal yang engkau perlihatkan setiap saat dan di setiap tempat merupakan penyingkapan watakmu. Mengapa kita selalu membahas perubahan watak? Karena seseorang yang wataknya tidak berubah adalah musuh Tuhan. Antikristus sama sekali tidak bertobat, dan mereka bersumpah untuk melawan dan menentang Tuhan sampai akhir. Sekalipun di dalam batinnya mereka mengakui keberadaan Tuhan, mengakui bahwa Dia menciptakan manusia dan dapat menyelamatkannya, natur manusia membuat mereka tidak mampu mengubah jalan yang mereka tempuh, maupun mengubah esensi dari menentang dan memusuhi Tuhan.
Esensi perilaku antikristus adalah selalu menggunakan berbagai cara dan metode untuk memuaskan ambisi dan keinginan mereka, untuk menyesatkan dan menjerat orang, dan untuk memiliki status yang tinggi sehingga orang-orang akan mengikuti dan memuja mereka. Bisa jadi di kedalaman hati mereka, mereka tidak secara sengaja bersaing dengan Tuhan untuk memperebutkan manusia, tetapi ada satu hal yang pasti: sekalipun mereka tidak bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan manusia, mereka masih berharap untuk memiliki status dan kekuasaan di antara manusia. Sekalipun saatnya tiba ketika mereka menyadari bahwa mereka sedang bersaing dengan Tuhan demi status, dan mereka sedikit menahan diri, mereka tetap menggunakan berbagai cara untuk mengejar status dan reputasi; mereka tahu jelas di dalam hatinya bahwa mereka akan mendapatkan status yang sah dengan cara mendapatkan persetujuan dan kekaguman orang-orang tertentu. Singkatnya, meskipun segala sesuatu yang antikristus lakukan tampaknya merupakan suatu pelaksanaan tugas, akibatnya adalah menyesatkan orang, membuat orang memuja dan mengikuti mereka—dalam hal ini, melaksanakan tugas mereka dengan cara ini adalah meninggikan dan bersaksi tentang diri mereka sendiri. Ambisi mereka untuk mengendalikan orang dan mendapatkan status serta kekuasaan di gereja tidak akan pernah berubah. Antikristus itu sepenuhnya seperti ini. Apa pun yang Tuhan firmankan atau lakukan, dan apa pun yang Dia perintahkan untuk orang lakukan, antikristus tidak melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan atau melaksanakan tugas-tugas mereka dengan cara yang sesuai dengan firman dan tuntutan-Nya, juga tidak menyerah dalam pengejaran mereka akan kekuasaan dan status sebagai hasil dari memahami kebenaran apa pun. Sepanjang waktu, ambisi dan keinginan mereka masih tetap ada, semua itu tetap menguasai hati mereka dan mengendalikan seluruh keberadaan mereka, mengarahkan perilaku dan pemikiran mereka, dan menentukan jalan yang mereka tempuh. Mereka adalah antikristus sejati. Apa yang paling terlihat dalam diri antikristus? Ada orang-orang yang berkata, "Antikristus bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan orang-orang, mereka tidak mengakui Tuhan." Mereka bukannya tidak mengakui Tuhan; di dalam hatinya, mereka sungguh-sungguh mengakui dan percaya akan keberadaan-Nya. Mereka mau mengikuti Dia dan ingin mengejar kebenaran, tetapi mereka tak mampu menahan diri sehingga mampu melakukan kejahatan. Meskipun mereka mungkin mengatakan banyak hal yang terdengar bagus, ada satu hal yang tidak pernah berubah: ambisi dan keinginan mereka untuk mendapatkan kekuasaan dan status tidak akan pernah berubah. Mereka tidak akan pernah menyerah dalam mengejar kekuasaan dan status karena kegagalan atau kemunduran, atau karena Tuhan telah mengesampingkan atau meninggalkan mereka. Seperti itulah natur antikristus itu. Jadi menurutmu, pernahkah ada antikristus yang mengubah cara-cara mereka dan mulai mengejar kebenaran karena mereka mengalami kesukaran, atau mulai memahami sedikit kebenaran, dan mendapatkan sedikit pengenalan akan Tuhan—apakah orang-orang seperti itu ada? Kita belum pernah melihat hal seperti itu. Ambisi dan pengejaran antikristus akan status dan kekuasaan tidak akan pernah berubah, dan begitu mereka berkuasa, mereka tidak akan pernah melepaskannya; ini justru menentukan esensi natur mereka. Tidak ada sedikit pun ketidakakuratan dalam Tuhan menyebut orang-orang semacam itu sebagai antikristus; hal itu sudah ditentukan oleh esensi natur mereka sendiri. Mungkin ada orang-orang yang yakin bahwa antikristus berusaha bersaing dengan Tuhan untuk memperebutkan umat manusia. Namun, terkadang antikristus tidak perlu bersaing dengan Dia; pengetahuan, pemahaman, dan kebutuhan mereka akan status dan kekuasaan tidak seperti kebutuhan orang-orang normal akan status dan kekuasaan. Orang-orang normal terkadang bisa menjadi sombong; mereka bisa berusaha mendapatkan pujian dari orang lain, berusaha memberikan kesan yang baik pada mereka, dan berupaya bersaing untuk meraih peringkat yang baik. Inilah ambisi orang normal. Jika kedudukan mereka sebagai pemimpin digantikan dan kehilangan statusnya, mereka akan merasa tertekan, tetapi dengan perubahan di lingkungan mereka, beberapa perkembangan dalam tingkat pertumbuhan mereka, beberapa pencapaian jalan masuk ke dalam kebenaran, atau mendapatkan pemahaman yang lebih dalam akan kebenaran, ambisi mereka berangsur-angsur berkurang. Perubahan terjadi pada jalan yang mereka ambil dan arah yang mereka tempuh, dan pengejaran mereka akan status dan kekuasaan memudar. Keinginan mereka pun berangsur-angsur semakin berkurang. Namun, berbeda dengan antikristus: mereka tidak pernah bisa menyerah dalam pengejaran mereka akan status dan kekuasaan. Kapan pun, dalam lingkungan apa pun, dan orang-orang seperti apa pun yang ada di sekeliling mereka dan berapa pun usia mereka, ambisi dan keinginan mereka tidak akan pernah berubah. Apa yang menunjukkan bahwa ambisi mereka tidak akan pernah berubah? Katakan misalnya, mereka adalah pemimpin gereja. Dalam hati mereka, mereka selalu memikirkan bagaimana caranya mereka bisa mengendalikan semua orang di gereja. Jika mereka dipindahkan ke gereja lain di mana mereka bukan pemimpinnya, akankah mereka dengan senang hati menjadi pengikut biasa? Tentu saja tidak. Mereka akan tetap memikirkan cara mendapatkan status dan cara mengendalikan semua orang. Di mana pun mereka berada, mereka ingin memerintah seperti raja. Sekalipun mereka ditempatkan di mana tidak ada orangnya, di tengah kawanan domba, mereka tetap ingin memimpin kawanan tersebut. Jika mereka ditempatkan bersama kucing dan anjing, mereka ingin menjadi raja kucing dan anjing, serta berkuasa atas hewan. Mereka dipenuhi ambisi, bukan? Bukankah orang-orang semacam itu berwatak setan? Bukankah ini watak Iblis? Iblis memang seperti itu. Di surga, Iblis ingin berdiri setara dengan Tuhan, dan setelah dibuang ke bumi, Iblis selalu berusaha mengendalikan manusia, membuat manusia menyembahnya dan memperlakukannya sebagai Tuhan. Antikristus selalu ingin mengendalikan orang karena mereka memiliki natur Iblis; mereka hidup berdasarkan watak Iblisnya yang sudah melampaui batas nalar manusia normal. Bukankah ini sedikit tidak normal? Apa yang dimaksud dengan abnormalitas ini? Artinya, perilaku mereka seharusnya tidak ditemukan dalam kemanusiaan yang normal. Jadi, perilaku apakah ini? Apa yang mengaturnya? Perilaku ini diatur oleh naturnya. Mereka memiliki esensi roh yang jahat dan tidak seperti manusia biasa yang rusak. Inilah perbedaannya. Antikristus tidak akan berhenti dalam mengejar kekuasaan dan status, mereka tidak hanya menyingkapkan esensi naturnya, tetapi juga memperlihatkan kepada orang-orang bahwa wajah mereka yang mengerikan adalah wajah Iblis dan setan yang sebenarnya. Mereka bukan hanya bersaing dengan manusia untuk mendapatkan status, melainkan juga berani bersaing dengan Tuhan demi mendapatkan status. Mereka hanya akan merasa puas jika mengambil umat pilihan Tuhan untuk diri mereka sendiri dan menempatkannya sepenuhnya di bawah kendali mereka. Di gereja atau kelompok mana pun antikristus berada, mereka ingin mendapatkan status, memegang kekuasaan, dan membuat orang-orang mendengarkan mereka. Entah orang-orang bersedia atau setuju, antikristus ingin menjadi penentu keputusan dan membuat orang-orang menaati dan menerima mereka. Bukankah ini natur antikristus? Apakah orang-orang bersedia mendengarkannya? Apakah mereka memilih dan merekomendasikannya? Tidak. Namun, antikristus tetap ingin menjadi penentu keputusan akhir. Entah orang setuju atau tidak, antikristus ingin berbicara dan bertindak atas nama mereka, antikristus ingin diperhatikan. Mereka bahkan berusaha memaksakan gagasan mereka kepada orang lain, dan jika orang-orang tidak menerimanya, antikristus akan melakukan apa saja untuk membuat mereka menerimanya. Masalah apa ini? Ini adalah sikap tidak tahu malu dan kurang ajar. Orang-orang semacam itu adalah antikristus yang sesungguhnya, dan entah mereka pemimpin atau bukan, mereka tetaplah antikristus. Mereka memiliki esensi natur antikristus.
Ada orang-orang yang selalu menganggap penting untuk mencari tahu siapa pemimpin gerejanya, siapa yang terlibat dalam pemberitaan Injil, di mana tempat tinggal mereka, dengan siapa mereka memiliki hubungan dekat, dan sebagainya. Seperti pengintai Iblis, mereka selalu menyelidiki dan mencari tahu semua hal tersebut. Mengapa mereka selalu memperhatikan hal-hal tersebut? Banyak orang yang tidak dapat memahami motifnya; mereka hanya merasa bahwa orang-orang ini agak aneh. Sebagian besar orang tidak tertarik pada semua hal tersebut; mereka cukup sibuk dengan tugasnya sendiri dan tidak punya waktu untuk ikut campur. Mereka berkonsentrasi pada pelaksanaan tugasnya sendiri dan berfokus pada penerapan kebenaran, dan tanpa disadari, watak mereka berubah—ini adalah kasih karunia Tuhan. Namun, ada tipe orang yang sangat bersemangat untuk menyelidiki dan mencari tahu segala hal mengenai gereja. Ketika mereka bertemu dengan seorang pemimpin, mereka bertanya, "Bagaimana caranya engkau menangani orang jahat si anu itu di gereja?" Pemimpin tersebut menjawab, "Apakah cara kami menanganinya menjadi urusanmu? Apa yang membuatmu ikut campur dalam urusan ini? Apakah engkau mengenal orang itu?" Orang tersebut berkata, "Aku hanya peduli, itu saja. Ini adalah urusan rumah tuhan. Sebagai anggota rumah tuhan, kita harus bersemangat dan memperhatikan urusan rumahnya. Bagaimana kita bisa bersikap acuh tak acuh terhadap masalah itu?" Pemimpin tersebut berkata kepada mereka, "Engkau seharusnya tidak ikut campur dalam masalah ini. Berfokuslah pada mendengarkan khotbah dan menghadiri pertemuan. Makan dan minum firman Tuhan adalah urusanmu yang sebenarnya. Cukuplah bagimu untuk percaya kepada Tuhan dengan benar". Orang tersebut bersikeras, "Itu tidak baik, aku harus peduli." Karena tidak ada seorang pun yang memberikan informasi, mereka memikirkan cara untuk mengetahuinya. Ketika para pemimpin tingkat atas mengadakan pertemuan rekan kerja di rumahnya, mereka merasa bahwa masuk dan bergabung agaknya tak pantas, jadi mereka berpura-pura mengantarkan air, dan menanyakan apakah orang jahat itu diusir atau diizinkan untuk tinggal. Ketika tidak ada yang memberikan informasi, mereka keluar dan membuka pintu sedikit, berdiri di sana sambil menguping. Bukankah orang ini sakit jiwa? Ya, mereka sakit jiwa; dalam istilah sehari-hari, kita menyebutnya sebagai "orang yang usil". Orang semacam itu tentu punya ambisi. Mereka ingin menjadi pemimpin, tetapi tidak bisa, jadi mereka ikut campur dalam urusan orang lain untuk menghibur diri sendiri, dan pada saat yang sama, memastikan orang-orang melihat bahwa mereka tahu banyak hal dan memiliki wawasan yang luar biasa. Dengan cara ini, mereka mungkin akan terpilih sebagai pemimpin di masa depan. Untuk menjadi seorang pemimpin, mereka ingin berpartisipasi dalam segala hal, menanyakan segala sesuatu, dan mengetahui segalanya. Mereka meyakini bahwa dengan terlibat dalam semua hal tersebut setiap hari, sekalipun tidak menjadi pemimpin, mereka tetap akan mengendalikan segala sesuatunya dan dapat membuat orang-orang menghormatinya. Mereka sama sekali tidak tertarik pada kebenaran; yang mereka pedulikan hanya mengurusi urusan orang lain—mereka mengkhususkan diri dalam mencampuri urusan yang ingin mereka ketahui. Di mana pun ada masalah, mereka akan berada di sana, ke sana kemari seperti lalat yang mengganggu. Bukankah orang-orang semacam ini menjijikkan? Mereka sangat kacau, tetapi mereka cukup bersemangat—hanya saja mereka tidak berpikir untuk melakukan pekerjaan yang semestinya. Mereka melaksanakan tugas menjamu orang di rumahnya, tetapi mereka enggan mengepel lantai dapur meskipun kotor. Mereka meyakini dirinya menangani hal-hal penting, dan mengepel lantai adalah sesuatu yang dilakukan orang biasa. Mereka tidak bisa melaksanakan tugas-tugas remeh seperti itu dengan kualitas yang dimilikinya. Mereka sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata, tidak mampu menangani pekerjaan yang merupakan bagian dari tugasnya, tidak mampu melaksanakan tugas apa pun dengan baik, dan tidak melakukan sesuatu dengan tulus atau dengan cara yang nyata; sebaliknya, mereka justru ingin ikut campur dalam pekerjaan gereja, serta hal-hal penting yang berkaitan dengan para pemimpin, pekerja, dan saudara-saudari di gereja. Mereka ingin mengemukakan pendapat mereka dalam segala hal, dan jika orang tidak mau mendengarkannya, mereka akan berkata, "Jika engkau tidak mengindahkan kata-kataku, engkau akan menderita kerugian!" Bukankah ini tidak masuk akal? (Memang tidak masuk akal.) Oleh karena itu, sebagian antikristus yang tersembunyi, mereka tidak harus memiliki status. Bahkan tanpa status, mereka tetap melompat ke sana kemari. Seandainya mereka memperoleh status, seberapa burukkah dampaknya? Seberapa tinggi mereka akan melompat? Sekalipun mereka jatuh hingga mati, mereka tidak akan peduli. Katakan kepada-Ku, jika orang-orang semacam itu dipilih sebagai pemimpin, bisakah umat pilihan Tuhan memiliki kehidupan yang bahagia? Sebagian antikristus tersembunyi—apa artinya ini? Artinya, antikristus bukan menjadi antikristus pada saat mereka memperoleh status, melainkan mereka sudah menjadi antikristus dari awal. Hanya saja, karena tingkat pertumbuhan orang-orang itu kecil dan mereka tidak dapat mengenali antikristus, atau mungkin beberapa gereja tidak dapat menemukan orang-orang yang mengejar kebenaran, mereka memilih orang-orang yang bersemangat ini yang dapat merencanakan berbagai hal dan mengurus tugas-tugas sebagai pemimpin mereka. Untuk saat ini, mari kita tidak membahas apakah memilih mereka sebagai pemimpin itu benar atau salah; mari kita fokus pada apa yang harus dilakukan setelah mereka diketahui sebagai antikristus. Mereka harus disingkapkan dan ditolak. Jika seseorang telah diidentifikasi sebagai antikristus dan dipecat dari jabatannya, haruskah orang seperti ini nantinya dipilih kembali sebagai pemimpin? (Tidak, seharusnya tidak dipilih.) Mengapa? (Natur mereka tidak akan berubah.) Siapa pun yang diidentifikasi sebagai antikristus tidak boleh lagi dipilih menjadi pemimpin karena esensi natur mereka tidak dapat berubah. Antikristus hanya bekerja untuk Iblis; mereka hanyalah budak Iblis. Mereka tidak akan pernah melakukan atau mengatakan apa pun demi kebenaran. Esensi antikristus adalah memusuhi Tuhan, menentang dan menolak kebenaran, serta memperlakukannya dengan hina. Natur mereka tidak akan berubah. Jika orang-orang semacam ini belum pernah menjadi pemimpin sebelumnya, sebaiknya mereka tidak dipilih. Apabila sebelumnya mereka adalah pemimpin dan dipecat, apakah mereka akan berubah jika nantinya menjadi pemimpin lagi? (Tidak, mereka tidak akan berubah.) Mereka akan tetap menjadi antikristus. Esensi natur mereka menentukan hal ini.
Kita baru saja membahas perwujudan antikristus yang menyesatkan orang. Menyesatkan dan membujuk mengandung arti yang kurang lebih sama, tetapi keduanya berbeda dalam natur dan metode. Menyesatkan adalah menggunakan penampilan palsu untuk menipu orang lain, membuat mereka percaya bahwa hal tersebut benar. Sedangkan membujuk berarti dengan sengaja menggunakan cara tertentu untuk membuat individu mendengarkan seseorang dan mengikuti jalannya—maksud mereka cukup jelas. Menyesatkan dan membujuk melibatkan penggunaan kata-kata yang tampaknya benar untuk menyesatkan orang dengan mengatakan semua hal yang sejalan dengan gagasan manusia dan mudah diterima oleh orang-orang untuk menyesatkan mereka. Tanpa disadari, orang-orang mulai memercayai dan mengikutinya, berdiri di pihak mereka dan bergabung dengan kelompok mereka. Dengan cara ini, antikristus membujuk orang-orang untuk menjauh dari kelompok yang benar dan masuk ke dalam kelompok mereka sendiri. Singkatnya, jika orang-orang menerima tindakan antikristus tersebut, mereka mungkin akan percaya dan memuja antikristus, lalu menerima dan menaati segala sesuatu yang dikatakan antikristus, dan tanpa sadar mulai mengikutinya. Bukankah mereka telah dibodohi dan ditipu? Sebagian antikristus sering menggunakan taktik tertentu untuk mencapai tujuannya dalam menyesatkan dan membujuk orang-orang saat berinteraksi dan berbicara dengan mereka, yang pada akhirnya mengarah pada perpecahan, pembelahan, dan pengelompokan di dalam gereja. Sebagai contoh, jika seorang antikristus berasal dari wilayah Selatan dan bertemu dengan orang Selatan lainnya, antikristus tersebut mungkin akan berkata, "Kita berdua orang Selatan: kita bertumbuh dengan meminum air dari sungai yang sama dan berbicara dalam bahasa yang sama. Orang dari wilayah Utara tidak bisa berbicara dalam bahasa kita—mustahil untuk bisa dekat dengan mereka! Meskipun kita semua percaya kepada tuhan yang sama, kebiasaan hidup mereka sebagai orang Utara berbeda dengan kita, dan kepribadian kita tidak sesuai dengan mereka. Tidak ada yang perlu kita bicarakan. Jadi, engkau dan aku sudah seperti keluarga dan kita harus tetap bersatu." Ini mungkin terdengar masuk akal, seolah-olah mereka hanya mengungkapkan sudut pandang tertentu, tetapi mereka mengatakannya dengan suatu motif dan tujuan, dan orang-orang harus mengenalinya. Sebenarnya, apa yang antikristus katakan bukanlah apa yang ada dalam hatinya; mereka adalah bunglon, menyesuaikan kata-katanya tergantung pada lawan bicaranya. Jika antikristus bertemu dengan orang-orang dari wilayah Utara, mereka mungkin akan berkata, "Utara itu hebat; udaranya segar di sana. Meskipun aku lahir di Selatan, aku bertumbuh dengan meminum air di Utara. Itulah yang membuat kita dekat!" Jika orang-orang dari Utara mendengar hal ini, mereka mungkin akan merasa antikristus adalah orang yang cukup baik, kemudian mulai bergaul dengannya. Antikristus sangat mahir dalam menyesatkan orang-orang dan membujuk mereka, menggunakan berbagai taktik untuk memecah belah gereja, menyebabkan orang-orang Selatan dan Utara membentuk kelompok yang berbeda. Semua itu demi keuntungan pribadi antikristus untuk mencapai tujuan mereka dalam bersekongkol dan membangun kekuatan kelompoknya sendiri. Terutama selama pemilihan di gereja, jika antikristus melihat bahwa saudara atau saudari dari Utara mungkin terpilih, mereka akan melakukan operasi rahasia, secara diam-diam mengganti suara, dan pada akhirnya, semua pemimpin gereja dan diaken yang terpilih berasal dari Selatan. Antikristus tidak berhenti untuk menyesatkan orang dan membujuk mereka, menyebabkan perpecahan dan pembelahan, serta menggunakan metode ini untuk memecah belah dan mengendalikan gereja. Apa tujuan mereka melakukan hal tersebut? (Untuk mendirikan kerajaannya sendiri.) Apa natur mendirikan kerajaan sendiri? Itu berarti tidak dapat berdamai dengan Kristus, mengeklaim umat pilihan Tuhan untuk dirinya sendiri, dan berdiri menentang Tuhan sebagai pihak yang setara dengan-Nya. Bukankah ini seperti mengadakan pertunjukan tandingan melawan Tuhan? (Ya.) Memang itulah kenyataannya. Jadi, apa akibat dari tindakan antikristus seperti ini? Tindakan mereka sangat mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja, dan tindakan mereka secara langsung menyinggung watak Tuhan. Tuhan akan menanggapi mereka dengan kemurkaan, dan semua antikristus pasti menghadapi hukuman dan kehancuran—ini tidak diragukan lagi. Pada Zaman Hukum Taurat, 250 pemimpin yang menghakimi Musa langsung menerima hukuman. Pada Zaman Kasih Karunia, mereka yang menyalibkan Tuhan Yesus juga langsung menghadapi hukuman; mereka dikutuk dan berakhir buruk. Ini adalah kesudahan dari antikristus yang menentang Tuhan dan merupakan akhir yang tak terelakkan bagi mereka yang menentang Tuhan.
Bagaimana antikristus menggunakan metode yang berbeda untuk membujuk orang-orang agar memecah belah gereja? Pertama, antikristus akan membujuk orang-orang yang memiliki karunia dan dapat berbicara dengan fasih, memberikan kesan yang baik kepada orang-orang tersebut terlebih dahulu, memperluas jangkauan kekuatan mereka sendiri dengan menjalin pertemanan. Mereka akan mengabaikan atau bahkan mengecualikan orang-orang miskin, mereka yang berkualitas lebih rendah, atau orang-orang yang relatif jujur. Siapa pun yang memiliki status dan kekayaan di masyarakat, antikristus akan memikirkan cara untuk memenangkan hati orang-orang tersebut, sedangkan saudara-saudari yang dengan tulus mengorbankan diri tetapi memiliki keterbatasan finansial, atau mereka yang memiliki status sosial yang rendah, tidak berdaya dan kurang berpengaruh, serta mudah dirundung oleh orang lain akan dianggap sebagai warga kelas dua di gereja. Dengan cara ini, sebuah gereja yang beranggotakan beberapa puluh orang, tanpa disadari akan terbagi menjadi dua kelompok. Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? (Antikristus.) Antikristus akan melakukan perpecahan semacam ini. Ketika seorang pemimpin yang baik yang benar-benar memahami kebenaran menemukan situasi seperti ini muncul di dalam gereja, mereka akan menggunakan kebenaran untuk menyelesaikannya. Mereka tidak akan membiarkan orang-orang di dalam gereja dipisahkan berdasarkan jabatannya atau dikelompokkan berdasarkan status sosialnya, dan mereka juga tidak akan memecah belah gereja. Mereka akan memastikan bahwa semua saudara-saudari, terlepas dari asal usul ataupun status sosialnya, bersatu dalam firman Tuhan dan di hadirat Tuhan. Sebaliknya, antikristus bukan hanya tidak menyelesaikan masalah-masalah tersebut, melainkan juga menggunakan watak rusak manusia untuk mencapai tujuannya. Mereka mencari orang-orang yang memiliki status sosial dan kekayaan, lalu membujuknya. Bagaimana caranya antikristus membujuk mereka? Antikristus mungkin berkata, "Status sosialmu adalah berkat dari tuhan yang ditakdirkan olehnya. Engkau harus menggunakan keadaanmu untuk melaksanakan tugasmu di rumah tuhan. Aku sekarang adalah seorang pemimpin, dan cukup terkenal di wilayahku karena keyakinanku. Keluargaku cukup sering menganiayaku, dan ada sejumlah risiko yang terkait dengan peran kepemimpinanku. Aku membutuhkan orang-orang sepertimu untuk membantu menjagaku tetap aman. Jika engkau bisa melakukannya untukku, engkau akan menerima berkat besar di masa depan, dan engkau akan membuat pertumbuhan yang cepat dalam hidup!" Inilah cara antikristus membujuk dan memikat orang-orang agar mengikuti mereka. Jika antikristus menyukai seseorang atau menganggapnya berguna, mereka mengatur agar orang tersebut menangani tugas yang ringan atau tugas di mana mereka dapat menjadi pusat perhatian sehingga antikristus melakukan segala cara untuk mempromosikannya. Mereka tidak peduli apakah orang tersebut memenuhi prinsip-prinsip untuk digunakan di rumah Tuhan atau tidak. Selama orang tersebut mempunyai status sosial dan dapat berguna, antikristus akan membujuknya. Untuk mencapai tujuannya, antikristus mendekati, menyanjung, dan membujuk mereka yang memiliki kekayaan dan status di masyarakat sekaligus mengambil keuntungan untuk diri mereka sendiri. Antikristus juga mempunyai cara kedua untuk membujuk orang-orang yang mempunyai uang, kekuasaan, dan status, yaitu dengan memanjakannya. Orang-orang semacam itu sering melakukan hal-hal buruk di dalam gereja, melemahkan semangat saudara-saudari dan mengganggu kehidupan bergereja. Antikristus memandang dengan senang hati dan membiarkan mereka melakukan perbuatan jahat apa pun yang mereka inginkan. Apa tujuan dari sikap memanjakan yang dilakukan antikristus? Tujuannya adalah untuk tetap membujuk orang-orang ini dan mengambil keuntungan dari mereka begitu mereka berhasil melakukannya. Antikristus bahkan berpura-pura mengatakan kepada mereka, "Meskipun engkau semua telah memilihku sebagai pemimpin, dan aku mempunyai tanggung jawab untuk memimpin engkau semua, gereja ini bukan milikku sendiri. Aku tidak bisa membuat keputusan sendiri di dalam gereja. Engkau semua juga harus membantu; jika terjadi sesuatu, engkau semua juga dapat mengemukakan pendapat—inilah yang dimaksud dengan bekerja sama." Mereka mengatakan ini kepada orang-orang yang kaya, berpengaruh, dan menguntungkan mereka dan berusaha sekuat tenaga untuk membujuk individu-individu ini hingga mereka mencapai titik di mana mereka dapat mengendalikannya. Namun, bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan tetapi tidak memiliki uang, status sosial, atau manfaat apa pun, antikristus berusaha keras untuk mengucilkan, menyerang, atau mengabaikan mereka begitu saja. Apa yang dimaksud dengan pengabaian mereka? Artinya, "Jika kita yang sedikit ini bersatu dan membentuk kelompok yang solid, aku yakin engkau semua orang biasa tidak akan bisa memberikan dampak yang signifikan. Jika engkau menunjukkan kepolosan dan mendengarkan kata-kataku, aku akan mengizinkanmu untuk terus percaya. Namun, jika engkau terus-terusan mengkritik, mengutarakan keluhanmu tentang aku, atau melaporkanku ke atasan, aku akan menghukummu dan mengusirmu!" Ini adalah rencana mereka. Sebagian orang yang kurang memiliki kemampuan dalam mengenali menjadi takut, lalu berkata, "Kita tidak boleh menyinggungnya. Mereka telah membentuk kelompoknya sendiri, dan kita tidak mampu menghadapinya. Kata-kata kita tidak terlalu berpengaruh, dan jika kita secara tidak sengaja mengatakan sesuatu yang membuat mereka kesal, dan pemimpin benar-benar mengusir kita, kita akan kehilangan kesempatan untuk percaya kepada Tuhan." Orang-orang ini sangat ketakutan. Ketika antikristus membujuk orang-orang, di dalam perilaku ini terdapat watak yang jahat, kejam, dan keji. Apa tujuan mereka membujuk orang-orang? Itu juga untuk memperkuat posisi mereka. Apa tujuan mereka membentuk kelompok atau grup? Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan kekuatan mereka, membuat orang mendukungnya, dan lebih mengamankan kekuasaan dan status mereka. Apakah ada di antara engkau semua yang pernah mengalami hal seperti itu? Ketika antikristus mengendalikan sebuah gereja, siapa pun yang mempunyai uang, status, atau yang memiliki pengaruh yang kuat akan berkumpul di sekitar mereka, lalu mereka bersama-sama mengendalikan dan membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari empat, lima, atau enam orang. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan untuk mengungkapkan masalahnya. Antikristus membujuk orang-orang ini karena sulit untuk dikendalikan. Mereka harus membujuk orang-orang ini, menjadikannya asisten demi mengamankan posisi mereka. Terlebih lagi, orang-orang ini mempunyai nilai yang dapat dimanfaatkan oleh antikristus. Dari sudut pandang tertentu, metode antikristus dalam membujuk orang-orang ini adalah cara untuk membuat mereka tetap tenang dan mencegahnya agar tidak menjadi ancaman terhadap posisi antikristus.
Mengenai aspek antikristus yang membujuk orang, kita baru saja membahas dua perwujudannya. Apakah hal seperti itu terjadi di gereja engkau semua? Katakan kepada-Ku, apakah hal seperti ini ada? (Ya.) Tentu saja ada. Jadi, di antara semua hal yang berkaitan dengan membujuk orang, apa sajakah perwujudan lain yang menunjukkan natur antikristus dalam membujuk orang? Apa konsekuensi dari membujuk orang? Mengapa antikristus ingin membujuk orang? Jika mereka tidak membujuk orang, bisakah mereka mencapai tujuan untuk mengendalikan orang? (Tidak bisa.) Antikristus harus membawa orang-orang yang mendengarkannya dan sejalan dengan kemauannya ke hadapan mereka, agar mereka dapat menduduki posisi dan memiliki objek untuk menjalankan otoritasnya. Jika tidak ada seorang pun di sekitar yang mendengarkannya, bukankah mereka tidak akan mampu memuaskan ambisi mereka untuk mendapatkan status dan kekuasaan? Oleh karena itu, hanya jika mereka membujuk semua tipe orang yang dapat dibujuk, barulah mereka akan mendapatkan posisi dan kekuasaan. Bagaimana antikristus menghadapi orang-orang yang tidak bisa dibujuk? (Mereka mengucilkan dan menyerangnya.) Antikristus mulai menyerang dan mengucilkan mereka. Bukankah telah ada antikristus yang mengubah orang-orang di gereja yang tidak bisa dibujuk menjadi apa yang disebut "pendengar"? Khotbah, lagu pujian, dan buku firman Tuhan yang dikeluarkan oleh gereja tidak diberikan begitu saja kepada orang-orang tersebut, atau mereka tidak diinformasikan tentang pertemuan untuk jangka waktu yang lama. Hal-hal yang demikian memang ada, dan semua itu adalah hal-hal yang dilakukan antikristus. Mereka yang diserang dan dikucilkan oleh antikristus belum dicoret namanya oleh gereja, mereka tidak meninggalkan gereja atas kemauannya sendiri dan juga tidak secara sukarela berhenti menghadiri pertemuan. Mereka semua adalah orang-orang yang dengan tulus percaya kepada Tuhan, tetapi karena mereka mengenali antikristus, mereka sering kali dikucilkan dan tidak dapat segera mengakses buku-buku firman Tuhan atau khotbah, lagu pujian, dan berbagai pengaturan kerja yang dikeluarkan oleh gereja, dan mereka juga tidak dapat makan dan minum firman Tuhan. Sebaliknya, mereka yang berada di bawah antikristus, yaitu orang-orang yang mau mendengarkan antikristus, yang telah dibujuk dan menyerah kepada mereka, mendapatkan akses prioritas ke berbagai buku dan video yang didistribusikan oleh rumah Tuhan. Mereka menikmati perlakuan istimewa ini, sementara gereja terjerumus ke dalam kekacauan dan perpecahan karena perilaku dan tindakan antikristus yang menyebabkan keresahan di hati orang-orang.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...