Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (5) Pasal Satu
Pada pertemuan terakhir, kita mempersekutukan bab 5 tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Dalam persekutuan tersebut, kita menganalisis sejumlah perwujudan dan tindakan para pemimpin palsu, dan kita telah selesai mempersekutukan bab ini. Sekarang, kita akan mempersekutukan bab 6 dan bab 7 tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Apa isi spesifik dari kedua bab tersebut? (Bab 6: Mempromosikan dan membina berbagai jenis orang berbakat yang memenuhi syarat sehingga semua orang yang mengejar kebenaran dapat memiliki kesempatan untuk berlatih dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran sesegera mungkin. Bab 7: Mengalokasikan dan memakai berbagai jenis orang dengan sepatutnya, berdasarkan kemanusiaan dan kelebihan mereka sehingga setiap dari mereka dapat dipakai sebaik mungkin.) Mari kita menganalisis berbagai tindakan dan perwujudan pemimpin palsu sehubungan dengan dua bab tersebut. Kedua bab ini termasuk dalam kategori yang sama, yang menyangkut promosi, pembinaan, dan memakai segala jenis orang di gereja. Mari kita terlebih dahulu mempersekutukan prinsip-prinsip rumah Tuhan dalam mempromosikan dan membina segala macam orang berbakat yang memenuhi syarat. Dengan begitu, bukankah pada dasarnya engkau akan mampu memahami beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh para pemimpin dan pekerja ketika melakukan pekerjaan ini? Engkau semua mungkin berpikir, "Sebagai pemimpin dan pekerja, kami sering berurusan dengan masalah ini, kami sudah terbiasa dengan pekerjaan ini dan memiliki beberapa pengalaman tentangnya, jadi meskipun Engkau tidak mengatakan apa-apa lagi, kami sudah memahaminya, dan Engkau tidak perlu secara khusus mempersekutukan hal tersebut lebih jauh." Jika demikian, apakah tidak perlu mempersekutukannya? (Kami membutuhkan persekutuan-Mu tentang hal ini. Kami masih belum memahami prinsip-prinsipnya, dan ada sebagian orang yang berbakat yang masih belum kami kenali.) Sebagian besar pemimpin dan pekerja masih sangat bingung tentang bagaimana melakukan pekerjaan ini. Mereka masih dalam proses mencoba-coba dan belum mampu memahami prinsip-prinsip yang tepat. Oleh karena itu, kita tetap perlu mempersekutukan detailnya.
Bab Enam: Mempromosikan dan Membina Berbagai Jenis Orang Berbakat yang Memenuhi Syarat sehingga Semua Orang yang Mengejar Kebenaran Dapat Memiliki Kesempatan untuk Berlatih dan Masuk ke dalam Kenyataan Kebenaran Sesegera Mungkin
Pentingnya Rumah Tuhan Mempromosikan dan Membina Segala Macam Orang Berbakat
Mengapa rumah Tuhan mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat? Apakah mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat bertujuan untuk terlibat dalam ilmu pengetahuan, pendidikan, dan sastra? Semua umat pilihan Tuhan seharusnya sudah tahu bahwa ketika rumah Tuhan mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat, ini bukan dilakukan untuk menciptakan produk berteknologi tinggi atau menciptakan keajaiban, bukan pula untuk meneliti sejarah perkembangan manusia, apalagi untuk merencanakan masa depan umat manusia. Lalu, mengapa rumah Tuhan mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat? Apakah engkau semua memahami hal ini atau tidak? (Alasannya adalah untuk menyebarkan Injil Kerajaan.) Untuk menyebarkan Injil Kerajaan—ini adalah salah satu alasannya. Ada alasan lain? (Agar setiap orang yang mengejar kebenaran dapat memiliki kesempatan untuk dilatih.) Benar, jawaban ini cukup masuk akal dan tepat sasaran. Tujuannya adalah agar lebih banyak orang yang mengejar kebenaran memiliki kesempatan untuk dilatih dan sesegera mungkin memasuki kenyataan kebenaran. Kedua jawaban yang baru saja engkau semua berikan benar dan akurat. Di satu sisi, promosi dan pembinaan segala macam orang yang berbakat oleh rumah Tuhan berkaitan dengan pengabaran Injil Kerajaan dan pekerjaan Tuhan, dan di sisi lain, berkaitan dengan pengejaran dan jalan masuk pribadi. Inilah dua aspek utamanya. Secara spesifik, apa pentingnya rumah Tuhan mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat? Pekerjaan apa yang dilakukan secara khusus oleh orang-orang yang dipromosikan dan dibina ini di gereja? Ketika rumah Tuhan mempromosikan dan membina orang untuk menjadi pemimpin tim, penanggung jawab, atau pemimpin maupun pekerja gereja, apakah itu berarti mereka diangkat menjadi pejabat? (Tidak.) Rumah Tuhan mempromosikan dan membina orang-orang agar mereka dapat bertanggung jawab atas proyek atau pekerjaan tertentu dalam berbagai jenis pekerjaan gereja, seperti pekerjaan penginjilan, pekerjaan tulis-menulis, pekerjaan pembuatan film, pekerjaan penyiraman, beberapa urusan umum, dan sebagainya. Lalu, bagaimana mereka melaksanakan pekerjaan-pekerjaan khusus tersebut? Dengan melaksanakan berbagai jenis pekerjaan gereja sesuai dengan tuntutan Tuhan, prinsip kebenaran dalam firman Tuhan, dan pengaturan kerja rumah Tuhan. Dengan demikian, mereka melaksanakan tugasnya sesuai dengan tuntutan Tuhan dan bertindak berdasarkan prinsip kebenaran. Jelaslah bahwa dipromosikan dan dibina untuk melakukan pekerjaan bukanlah tentang memiliki gelar atau status resmi yang memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan dengan baik, melainkan mereka harus memiliki kualitas tertentu untuk melakukan pekerjaan tertentu, yaitu, memikul apa yang telah Tuhan percayakan kepada mereka, atau dengan kata lain, tugas dan kewajiban yang membawa tanggung jawab. Inilah makna spesifik dan definisi dari mempromosikan dan membina segala macam orang berbakat sebagaimana disebutkan dalam bab keenam tentang tanggung jawab para pemimpin dan pekerja. Oleh karena itu, dalam mempromosikan dan membina orang, tujuan rumah Tuhan adalah membina segala macam orang yang berbakat untuk melakukan berbagai pekerjaan gereja dengan baik sesuai dengan tuntutan Tuhan dan pengaturan kerja rumah Tuhan; artinya memungkinkan orang-orang ini untuk memikul berbagai tugas khusus gereja. Pada saat yang sama, rumah Tuhan membina dan melatih mereka untuk belajar bagaimana merenungkan firman Tuhan, mempersekutukan kebenaran, bertindak berdasarkan prinsip, memimpin orang untuk menerapkan kebenaran, hidup berdasarkan firman Tuhan, dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran sehingga mereka dapat memiliki pengalaman dan kesaksian nyata. Dengan demikian, mereka dapat memimpin, menyirami, dan membekali orang lain, serta melakukan berbagai bidang pekerjaan gereja dengan baik. Pada saat yang sama, ini juga memungkinkan umat pilihan Tuhan untuk tunduk kepada Tuhan, menjadi saksi bagi-Nya, dan melaksanakan tugasnya dengan baik untuk memberitakan Injil. Di satu sisi, metode penerapan untuk mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat adalah memimpin orang dalam menerapkan dan mengalami firman Tuhan, mengenal dirinya sendiri, membuang wataknya yang rusak, dan memasuki kenyataan kebenaran; di sisi lain, para pemimpin dan pekerja harus menggunakan pengalaman nyata mereka sendiri berupa kesetiaan dan ketundukan untuk memimpin dan membina orang dalam melaksanakan tugasnya dan memberikan kesaksian yang berkumandang bagi Tuhan. Inilah dua jalan penerapan utama untuk membina segala macam orang yang berbakat. Keduanya adalah pekerjaan khusus yang terlibat dalam mempromosikan dan membina segala macam orang yang berbakat sekaligus merupakan makna sebenarnya dari mempromosikan dan membina mereka.
Kriteria yang Harus Dimiliki oleh Berbagai Macam Orang Berbakat yang Dipromosikan dan Dibina oleh Rumah Tuhan
I. Kriteria yang Harus Dimiliki oleh Pemimpin, Pekerja, dan Pengawas Berbagai Jenis Pekerjaan
Siapa sajakah yang dimaksud dengan "segala macam orang yang berbakat yang dipromosikan dan dibina oleh gereja"? Apa saja yang tercakup di dalamnya? Pertama adalah tipe orang yang dapat menjadi pengawas berbagai jenis pekerjaan. Apa saja standar yang diperlukan untuk menjadi pengawas berbagai jenis pekerjaan? Ada tiga kriteria utama. Pertama, mereka harus memiliki kemampuan untuk memahami kebenaran. Hanya orang-orang yang dapat memahami kebenaran dengan murni tanpa menyimpang dan menarik kesimpulan yang tepat, itulah yang disebut orang yang berkualitas baik. Orang-orang yang berkualitas setidaknya harus memiliki pemahaman rohani dan mampu makan dan minum firman Tuhan secara mandiri. Selama proses makan dan minum firman Tuhan, mereka harus mampu secara mandiri menerima penghakiman, hajaran, dan pemangkasan firman Tuhan, dan mencari kebenaran untuk membereskan gagasan dan imajinasinya sendiri, niatnya yang tercampur, dan wataknya yang rusak—jika mereka memenuhi standar ini, berarti mereka tahu bagaimana mengalami pekerjaan Tuhan, dan ini merupakan sebuah perwujudan kualitas yang baik. Kedua, mereka harus memiliki beban untuk pekerjaan gereja. Orang-orang yang benar-benar memikul beban bukan hanya bersemangat, melainkan juga memiliki pengalaman hidup yang nyata, memahami sejumlah kebenaran, dan mampu mengetahui yang sebenarnya tentang beberapa permasalahan. Mereka melihat bahwa dalam pekerjaan gereja dan umat pilihan Tuhan ada banyak kesulitan dan masalah yang perlu diselesaikan. Mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri dan merasa khawatir dalam hatinya—inilah yang dimaksud memikul beban untuk pekerjaan gereja. Jika seseorang hanya memiliki kualitas yang baik dan mampu memahami kebenaran, tetapi malas, menginginkan kenyamanan daging, tidak bersedia melakukan pekerjaan nyata, dan hanya melakukan sedikit pekerjaan ketika Yang di Atas memberinya tenggat waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan mereka tidak dapat menghindarinya, ini adalah orang yang tidak memikul beban. Orang-orang yang tidak memikul beban adalah mereka yang tidak mengejar kebenaran, tidak memiliki rasa keadilan, dan merupakan orang yang tidak berguna yang menghabiskan sepanjang hari tanpa memikirkan hal-hal yang penting. Ketiga, mereka harus memiliki kemampuan kerja. Apa yang dimaksud dengan "kemampuan kerja"? Secara sederhana, itu berarti bahwa mereka tidak hanya dapat menugaskan pekerjaan dan memberi orang instruksi, tetapi mereka juga mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah—inilah artinya memiliki kemampuan kerja. Selain itu, mereka juga membutuhkan keterampilan mengorganisasi. Orang-orang yang memiliki keterampilan mengorganisasi sangat mahir dalam menyatukan orang, mengatur dan merencanakan pekerjaan, serta menyelesaikan masalah, dan ketika mengatur pekerjaan dan menyelesaikan masalah, mereka dapat meyakinkan orang lain sepenuhnya dan membuatnya patuh—inilah artinya memiliki keterampilan mengorganisasi. Mereka yang sungguh-sungguh memiliki kemampuan kerja dapat menjalankan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang diatur oleh rumah Tuhan, melakukannya dengan cepat dan tegas tanpa kecerobohan, dan lebih dari itu, mereka dapat melakukan berbagai pekerjaan dengan baik. Ini adalah tiga standar rumah Tuhan untuk membina para pemimpin dan pekerja. Jika orang memenuhi ketiga standar ini, mereka adalah individu berbakat yang langka dan harus segera dipromosikan, dibina, dan dilatih. Setelah menjalani latihan selama beberapa waktu, mereka kemudian dapat melakukan pekerjaan itu. Siapa pun yang memiliki kualitas, memikul beban, dan memiliki kemampuan kerja tidak menuntut orang lain untuk selalu mengkhawatirkan, mengawasi, dan mendesaknya dalam pekerjaan. Mereka proaktif, mereka tahu pekerjaan mana yang harus dilakukan pada waktu tertentu, pekerjaan mana yang perlu diinspeksi dan diawasi, dan pekerjaan mana yang perlu diperiksa atau diamati dengan ketat. Mereka sangat sadar akan hal tersebut. Orang-orang seperti ini relatif dapat diandalkan dan dapat dipercaya dalam pekerjaannya, dan tidak akan ada masalah besar yang terjadi. Sekalipun masalah terjadi, itu akan menjadi masalah sepele yang tidak memengaruhi gambaran besar, dan Tuhan tidak perlu khawatir tentang pekerjaan yang mereka lakukan. Hanya orang-orang yang benar-benar dapat mandiri dalam pekerjaannya yang benar-benar memiliki kemampuan kerja. Mereka yang tidak dapat mandiri dan selalu membutuhkan orang lain untuk mengkhawatirkannya, memperhatikan, mengawasi, dan bahkan mengajarinya langkah demi langkah adalah tipe orang yang memiliki kualitas yang sangat buruk. Hasil pekerjaan orang-orang dengan kualitas rata-rata, pasti biasa-biasa saja, dan mereka membutuhkan pengawasan dan perhatian dari orang lain sebelum melakukan sesuatu. Sebaliknya, orang-orang yang berkualitas baik mampu mandiri setelah mereka dilatih selama kurun waktu tertentu, dan setiap kali Yang di Atas memberi mereka petunjuk untuk suatu tugas dan mempersekutukan sejumlah prinsip, mereka mampu memahami prinsip-prinsip tersebut, melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut, dan pada dasarnya mengikuti jalan yang benar tanpa penyimpangan atau kekurangan yang terlalu besar, serta mencapai hasil yang seharusnya—inilah yang dimaksud dengan memiliki kemampuan kerja. Sebagai contoh, rumah Tuhan mengharuskan gereja untuk dibersihkan, antikristus serta orang-orang jahat harus diidentifikasi dan diusir dari gereja. Ketika melakukan pekerjaan ini, orang yang memiliki kemampuan kerja pada dasarnya tidak akan menyimpang. Begitu seorang antikristus muncul, dibutuhkan waktu setidaknya sekitar setengah tahun baginya untuk disingkapkan dan dikeluarkan. Selama waktu ini, mereka yang memiliki kemampuan kerja dapat mengidentifikasi antikristus, mempersekutukan kebenaran untuk menganalisis perwujudan antikristus, dan membantu saudara-saudari memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi mereka dan tidak disesatkan, dengan demikian, memungkinkan mereka untuk bangkit bersama menyingkapkan dan mengusir antikristus. Ketika antikristus atau orang jahat muncul dalam lingkup pekerjaan orang-orang yang memiliki kemampuan kerja, pada dasarnya, sebagian besar saudara-saudari tidak akan disesatkan atau terpengaruh. Hanya sebagian orang yang bingung dan yang kualitasnya sangat buruk yang akan disesatkan, dan ini adalah fenomena yang normal. Orang-orang yang memiliki kualitas baik dan kemampuan kerja dapat mencapai hasil ini dalam pekerjaannya, dan orang-orang seperti ini memiliki kenyataan kebenaran serta memenuhi standar sebagai pemimpin dan pekerja.
Di antara segala macam orang yang berbakat yang baru saja Aku sebutkan, tipe pertama adalah mereka yang dapat menjadi pengawas untuk berbagai jenis pekerjaan. Syarat pertama bagi mereka adalah memiliki kemampuan dan kualitas untuk memahami kebenaran. Ini adalah persyaratan minimal. Syarat kedua adalah mereka memikul beban—ini sangat diperlukan. Sebagian orang memahami kebenaran lebih cepat daripada orang biasa, memiliki pemahaman rohani, memiliki kualitas yang baik, memiliki kemampuan kerja, dan setelah berlatih selama beberapa waktu, mereka benar-benar mampu mandiri. Namun, ada masalah serius dengan orang-orang semacam ini—mereka tidak memikul beban. Mereka suka makan, minum, bersenang-senang, dan suka bepergian ke mana-mana. Mereka sangat tertarik pada semua hal ini, tetapi ketika diminta untuk melakukan pekerjaan tertentu yang mengharuskan mereka menanggung kesulitan, membayar harga, dan sedikit menahan diri, mereka menjadi lesu, dan mengaku memiliki penyakit atau mengalami penderitaan, dan merasa tidak nyaman di seluruh tubuhnya. Mereka tidak terkendali dan tidak disiplin, santai, keras kepala, dan tidak bermoral. Mereka makan, tidur, dan bersenang-senang kapan pun mereka mau, dan hanya melakukan beberapa pekerjaan ketika suasana hatinya mendukung. Jika pekerjaan itu agak berat atau melelahkan, mereka kehilangan minat dan tidak lagi ingin melaksanakan tugasnya. Apakah ini berarti memikul beban? (Tidak.) Orang-orang yang malas dan mendambakan kenyamanan daging bukanlah orang-orang yang seharusnya dipromosikan dan dibina. Ada juga orang-orang yang kualitasnya lebih dari cukup untuk suatu pekerjaan, tetapi sayangnya mereka tidak memikul beban, mereka tidak suka memikul tanggung jawab, tidak suka masalah, dan tidak suka khawatir. Mereka buta terhadap pekerjaan yang perlu dilakukan, dan meskipun mereka melihatnya, mereka tidak ingin mengurusnya. Apakah orang-orang seperti ini calon yang layak untuk dipromosikan dan dibina? Sama sekali tidak; seseorang harus memikul beban agar dapat dipromosikan dan dibina. Memikul beban juga dapat digambarkan sebagai memiliki rasa tanggung jawab. Memiliki rasa tanggung jawab lebih berkaitan dengan kemanusiaan; memikul beban berhubungan dengan salah satu standar yang digunakan rumah Tuhan untuk menilai seseorang. Mereka yang memikul beban sekaligus memiliki dua hal lainnya—kemampuan dan kualitas untuk memahami kebenaran, serta kemampuan kerja—adalah tipe orang yang dapat dipromosikan dan dibina. Tipe orang seperti ini mampu menjadi pengawas untuk berbagai jenis pekerjaan. Ini adalah standar yang dibutuhkan untuk mempromosikan dan membina orang untuk menjadi pengawas berbagai jenis pekerjaan, dan orang yang memenuhi standar ini adalah calon yang layak untuk dipromosikan dan dibina.
II. Kriteria yang Harus Dimiliki oleh Orang-orang Berbakat dengan Bakat atau Karunia Khusus dalam Berbagai Profesi
Selain tipe orang yang dapat menjadi pengawas untuk berbagai jenis pekerjaan, tipe lain yang dapat dipromosikan dan dibina adalah mereka yang memiliki bakat atau karunia khusus atau telah menguasai keterampilan profesional tertentu. Apa standar yang dituntut oleh rumah Tuhan untuk membina orang-orang seperti ini menjadi pemimpin tim? Pertama-tama, lihatlah kemanusiaannya—selama mereka relatif mencintai hal-hal positif dan bukan orang jahat, itu sudah cukup. Sebagian orang mungkin bertanya, "Mengapa mereka tidak dituntut untuk menjadi orang yang mengejar kebenaran?" Karena pemimpin tim bukanlah pemimpin atau pekerja gereja, mereka juga bukan penyiram. Jadi, menuntut orang-orang ini untuk memenuhi standar mengejar kebenaran akan terlalu berlebihan dan tidak terjangkau bagi sebagian besar dari mereka. Hal ini tidak diwajibkan bagi orang-orang yang melakukan pekerjaan urusan umum atau jenis pekerjaan profesional tertentu; jika itu diwajibkan, hanya sedikit saja yang akan memenuhi syarat, jadi standar harus diturunkan. Selama orang-orang ini memahami profesinya, mampu memikul pekerjaan, dan tidak melakukan kejahatan atau menyebabkan gangguan, maka itu sudah cukup. Bagi orang-orang ini, yang memiliki keahlian dalam beberapa keterampilan dan profesi, serta memiliki beberapa kelebihan, jika mereka akan melakukan pekerjaan yang memerlukan keterampilan tertentu yang berhubungan dengan profesinya di rumah Tuhan, selama mereka relatif jujur dan baik dalam hal karakter mereka, tidak jahat, tidak menyimpang dalam pemahaman mereka, mampu menanggung kesulitan, dan bersedia membayar harga, maka itu sudah cukup. Jadi, persyaratan pertama untuk membina orang-orang seperti itu menjadi pemimpin tim adalah bahwa mereka harus relatif mencintai hal-hal positif, dan selain itu, mereka harus mampu menanggung kesulitan dan membayar harga. Apa lagi persyaratannya? (Mereka harus memiliki karakter yang jujur dan lurus, tidak jahat, dan tidak menyimpang dalam pemahamannya.) Karakternya harus relatif jujur dan lurus, mereka bukan orang jahat, dan tidak boleh menyimpang dalam pemahamannya. Sebagian orang mungkin bertanya, "Jadi, apakah kemampuan mereka untuk memahami kebenaran dapat dianggap tinggi? Setelah mendengar kebenaran, dapatkah mereka menyadari kenyataan kebenaran, dan memasuki kenyataan kebenaran?" Tidak perlu menuntut semua itu; cukuplah mensyaratkan agar orang-orang ini tidak menyimpang dalam pemahamannya. Ketika orang-orang yang tidak menyimpang dalam pemahaman mereka melakukan pekerjaannya, salah satu manfaatnya adalah mereka tidak mungkin menyebabkan kekacauan atau melakukan sesuatu yang konyol. Sebagai contoh, rumah Tuhan telah berulang kali mempersekutukan prinsip-prinsip mengenai warna kostum para aktor, yang seharusnya bermartabat dan sopan, dan berwarna-warni, bukan kusam. Namun, masih ada orang-orang yang sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan kepada mereka, tidak memahami apa yang mereka dengar, tidak mampu memahami, dan tidak mampu mengidentifikasi prinsip-prinsip dalam tuntutan rumah Tuhan ini, dan mereka akhirnya memilih kostum yang semuanya berwarna abu-abu—bukankah ini pemahaman yang menyimpang? (Ya.) Inilah yang dimaksud dengan memiliki pemahaman yang menyimpang. Apa sebenarnya arti dari relatif mencintai hal-hal positif? (Mampu menerima kebenaran.) Tepat sekali. Artinya mampu menerima kata-kata dan hal-hal yang sesuai dengan kebenaran, dan mampu menerima serta tunduk pada firman Tuhan dan semua aspek kebenaran. Entah orang-orang seperti itu dapat menerapkannya atau tidak, paling tidak di lubuk hatinya, mereka tidak boleh menentang atau merasa jijik terhadap hal-hal tersebut. Orang-orang seperti itu adalah orang baik, dan dalam bahasa sehari-hari dapat dikatakan bahwa mereka adalah orang yang baik. Apa sajakah ciri-ciri orang yang baik? Mereka merasa jijik, muak, dan benci terhadap tindakan-tindakan jahat yang suka dilakukan oleh orang-orang tidak percaya, serta terhadap tren jahat yang diikuti oleh orang-orang tidak percaya. Misalnya, tren di dunia orang tidak percaya yang mengagungkan kekuatan jahat, dan banyak wanita berambisi untuk menikah dengan orang kaya atau menjadi istri simpanan. Bukankah ini jahat? Orang-orang yang mencintai kebenaran menganggap hal ini sangat menjijikkan, dan ada yang berkata, "Sekalipun aku tidak dapat menemukan seseorang untuk dinikahi, atau aku sedang sekarat karena kemiskinan sekalipun, aku tidak akan pernah bertindak seperti orang-orang itu," dengan kata lain, mereka merendahkan dan menghina orang-orang semacam itu. Salah satu ciri orang yang baik adalah merasa jijik dan muak terhadap tren jahat, dan merendahkan mereka yang telah terjerat oleh tren jahat tersebut. Orang-orang ini cukup jurjur dan lurus; ketika disebutkan tentang percaya kepada Tuhan dan menjadi orang baik, menempuh jalan yang benar, menyembah Tuhan dan menjauhi kejahatan, menjauhi arus jahat, dan menjauhi semua perilaku jahat di dunia, di lubuk hatinya, mereka merasa bahwa ini adalah hal-hal yang baik. Apakah mereka mampu atau tidak untuk mencapai semua itu, dan seberapa pun besar aspirasinya untuk percaya kepada Tuhan dan menempuh jalan yang benar, pada akhirnya, di lubuk hatinya, mereka ingin hidup dalam terang dan ingin berada di tempat di mana kebenaran berkuasa. Orang-orang baik seperti ini adalah tipe orang yang cukup mencintai hal-hal positif. Mereka yang akan dipromosikan dan dibina oleh rumah Tuhan setidaknya harus memiliki karakter kemanusiaan yang jujur dan lurus serta mencintai hal-hal positif. Ini juga merupakan standar pertama yang diperlukan untuk mempromosikan tipe orang berbakat yang memiliki keterampilan profesional dan kelebihan. Standar kedua adalah bahwa orang semacam itu harus mampu menderita kesulitan dan membayar harga. Artinya, jika berkenaan dengan tujuan atau pekerjaan yang mereka sukai, mereka dapat mengesampingkan keinginan mereka sendiri, mengesampingkan kenikmatan daging atau gaya hidup yang nyaman, dan bahkan meninggalkan prospek masa depan mereka sendiri. Selain itu, sedikit kesulitan atau merasa sedikit lelah bukanlah masalah besar bagi mereka; asalkan mereka sedang melakukan sesuatu yang bermakna dan yang mereka yakini benar, maka mereka dengan senang hati meninggalkan kenikmatan daging dan keuntungan fisik—atau, setidaknya, memiliki aspirasi dan keinginan untuk melakukannya. Beberapa orang berkata, "Terkadang orang itu masih mendambakan kenyamanan daging: terkadang mereka ingin tidur lebih lama, atau makan makanan yang enak, dan terkadang mereka ingin pergi jalan-jalan atau bermain—tetapi sering kali, mereka mampu menderita kesulitan dan membayar harga; hanya saja terkadang suasana hati mereka membawa mereka ke pemikiran semacam itu. Akankah ini dianggap sebagai masalah?" Tidak. Kecuali dalam keadaan tertentu, menuntut agar mereka mengesampingkan sepenuhnya kenikmatan daging akan terlalu keras. Pada umumnya, ketika engkau menugaskan pekerjaan kepada orang-orang seperti itu, entah itu pekerjaan besar atau kecil, dan entah itu sesuatu yang mereka sukai atau tidak, dan sesulit apa pun pekerjaan itu, atau sebesar apa pun kesulitan yang harus mereka tanggung, atau berapa pun harga yang harus mereka bayar, selama engkau menugaskan pekerjaan tersebut kepadanya, mereka pasti akan melakukannya sebaik mungkin tanpa engkau perlu mengawasi atau mengarahkannya. Orang-orang seperti ini mampu menanggung kesulitan dan membayar harga, dan ini adalah perwujudan lain dari orang yang baik. Apa artinya mampu menanggung kesulitan dan membayar harga? Itu berarti menjadi teliti, sangat setia dan penuh perhatian, bersedia menanggung segala kesulitan, dan membayar harga berapa pun demi menyelesaikan sesuatu dengan benar. Dalam hal menyelesaikan sesuatu, orang-orang seperti ini menepati janjinya dan dapat diandalkan, tidak seperti orang yang rakus dan malas, mencari kenyamanan dan membenci kerja keras, dan mengutamakan keuntungan di atas segalanya. Orang-orang semacam ini mengingkari janjinya, selalu mengucapkan kata-kata palsu untuk menipu dan membujuk orang lain, serta tidak ragu-ragu untuk berbohong dan bersumpah palsu demi mencapai tujuannya—Tuhan tidak akan menyelamatkan orang-orang semacam ini. Tuhan menyukai orang-orang yang jujur. Hanya orang-orang jujurlah yang menepati janjinya dan setia pada tugasnya, dan hanya mereka yang mampu menanggung kesulitan dan membayar harga untuk memenuhi amanat-Nya yang dapat diselamatkan oleh Tuhan. Mampu menanggung kesulitan dan membayar harga adalah ciri dan perwujudan kedua yang harus dimiliki seseorang untuk dipromosikan dan dibina oleh rumah Tuhan. Standar ketiga adalah tidak memiliki pemahaman yang menyimpang. Artinya, setelah mendengarkan firman Tuhan, mereka setidaknya mampu memahami apa yang dimaksud dengan firman itu, mereka dapat memahami apa yang Tuhan ucapkan, dan pemahaman mereka tidak menyimpang atau tak masuk akal. Misalnya, jika engkau berbicara tentang warna biru, mereka tidak akan salah mengartikannya sebagai warna hitam, dan jika engkau berbicara tentang warna abu-abu, mereka tidak akan salah mengartikannya sebagai warna ungu. Ini adalah batas minimal. Meskipun terkadang pemahamannya menyimpang, ketika orang lain menunjukkan hal tersebut, mereka dapat menerimanya, dan jika mereka melihat orang lain memiliki pemahaman yang lebih murni dibandingkan dirinya, mereka dapat dengan mudah menerimanya—tipe orang ini memiliki pemahaman yang murni. Keempat, mereka tidak boleh menjadi orang jahat. Apakah ini mudah untuk dipahami? Tidak menjadi orang jahat berarti setidaknya harus melakukan satu hal, yaitu setelah gagal memenuhi apa yang diminta oleh rumah Tuhan, atau setelah melanggar prinsip dan melakukan sesuatu yang salah, mereka harus mampu menerima dan tunduk ketika dipangkas, tanpa perlawanan dan tanpa menyebarkan kenegatifan atau gagasan. Selain itu, di kelompok mana pun mereka berada, mereka dapat bergaul dengan sebagian besar orang dan berinteraksi dengan harmonis. Bahkan ketika seseorang menyakitinya dengan mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan, mereka dapat menoleransinya tanpa menyimpan dendam, dan jika ada yang merundungnya, mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi sebaliknya mereka hanya memakai cara-cara yang bijaksana untuk menjaga jarak dan menghindar. Meskipun individu semacam ini belum mencapai tingkat sebagai orang yang benar-benar jujur, setidaknya mereka cukup tulus dan tidak melakukan kejahatan, dan jika ada yang menyinggungnya, mereka tidak akan membalas atau menyiksa orang lain, atau menindasnya. Selain itu, orang-orang seperti itu tidak mencoba untuk mendirikan kerajaan independen, tidak bertindak menentang rumah Tuhan, tidak menyebarkan gagasan tentang Tuhan, tidak berusaha untuk menghakimi-Nya, atau tidak melakukan sesuatu yang mengganggu atau menimbulkan kekacauan. Keempat poin di atas adalah kriteria dasar untuk mempromosikan dan membina orang yang berbakat yang memiliki sejumlah kelebihan dan yang memahami beberapa keterampilan profesional. Selama mereka memenuhi keempat kriteria ini, pada dasarnya mereka dapat mengemban tugas tertentu dan melakukan pekerjaan tertentu dengan cara yang benar.
Ada orang-orang yang mungkin bertanya, "Mengapa kriteria yang harus dipenuhi orang berbakat agar dapat dipromosikan dan dibina tidak mencakup pemahaman akan kebenaran, memiliki kenyataan kebenaran, dan mampu takut akan Tuhan, serta menjauhi kejahatan? Mengapa kriteria itu tidak mencakup kemampuan mengenal Tuhan, kemampuan untuk tunduk kepada-Nya, setia kepada-Nya, dan menjadi makhluk ciptaan yang memenuhi standar? Apakah hal-hal ini telah ditinggalkan?" Katakan kepada-Ku, jika seseorang memahami kebenaran dan telah memasuki kenyataan kebenaran, mampu tunduk kepada Tuhan, setia kepada Tuhan, memiliki hati yang takut akan Tuhan, dan terlebih lagi, mengenal Tuhan, tidak akan menentang-Nya, dan merupakan makhluk ciptaan yang memenuhi standar, apakah orang seperti itu masih perlu dibina? Jika mereka benar-benar telah mencapai semua hal ini, bukankah itu berarti hasil dari pembinaan telah tercapai? (Ya.) Oleh karena itu, persyaratan bagi orang yang berbakat untuk dipromosikan dan dibina tidak mencakup kriteria ini. Karena para kandidat dipromosikan dan dibina dari kalangan manusia yang tidak memahami kebenaran dan penuh dengan watak yang rusak, mustahil bagi para kandidat yang dipromosikan dan dibina ini untuk memiliki kenyataan kebenaran, atau untuk sepenuhnya tunduk kepada Tuhan, apalagi mutlak setia kepada-Nya. Terlebih lagi, mereka tentu masih jauh dari mengenal Tuhan atau memiliki hati yang takut akan Tuhan. Kriteria terpenting yang harus dipenuhi oleh segala macam orang berbakat untuk dapat dipromosikan dan dibina adalah yang baru saja kita sebutkan—inilah yang paling realistis dan spesifik. Ada pemimpin-pemimpin palsu yang berkata, "Kita tidak memiliki orang yang berbakat di sini yang dapat dipromosikan dan dibina. Si polan tidak memahami kebenaran, si polan melakukan sesuatu tanpa hati yang takut akan Tuhan, si polan tidak dapat menerima pemangkasan, si polan tidak memiliki kesetiaan ..." dan seterusnya, menyebutkan berbagai kekurangannya. Apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh para pemimpin palsu ini dengan perkataan mereka? Seolah-olah orang-orang itu tidak dapat dipromosikan dan dibina karena mereka tidak memahami kebenaran, tidak mengalami pekerjaan Tuhan, dan belum memiliki kenyataan kebenaran, dan seterusnya, sedangkan para pemimpin itu sendiri mampu menjadi pemimpin karena mereka sudah memiliki sejumlah pengalaman nyata dan memiliki kenyataan kebenaran. Bukankah ini yang dimaksud oleh para pemimpin palsu tersebut? Dalam pandangannya, tidak ada yang lebih baik darinya, dan tidak ada seorang pun yang pantas menjadi pemimpin selain dirinya. Inilah watak congkak dari para pemimpin palsu; mereka penuh dengan gagasan dan imajinasi dalam hal promosi dan pembinaan orang-orang oleh rumah Tuhan.
III. Kriteria yang Harus Dimiliki oleh Personel Kerja Urusan Umum
Aku baru saja menyebutkan dua tipe orang yang menjadi fokus pembinaan rumah Tuhan. Tipe yang pertama adalah orang yang dapat menjadi pemimpin dan pekerja, dan tipe yang kedua adalah orang yang dapat melakukan berbagai pekerjaan profesional. Ada juga tipe lainnya, yaitu orang yang tidak bisa dikatakan memiliki kelebihan atau keterampilan profesional tertentu, pekerjaannya tidak melibatkan teknik yang tinggi. Orang-orang ini hanya melakukan pekerjaan urusan umum tertentu di gereja, mereka menangani beberapa hal yang di luar pekerjaan substantif gereja. Mereka adalah tipe orang yang melakukan pekerjaan urusan umum. Apa saja persyaratan utama rumah Tuhan bagi orang-orang seperti ini? Persyaratan yang paling penting adalah mereka mampu membela kepentingan rumah Tuhan, tidak membantu orang luar dengan mengorbankan rumah Tuhan, dan tidak mengkhianati kepentingan rumah Tuhan hanya untuk menyenangkan Iblis. Itu saja. Terlepas dari apakah mereka adalah komunikator yang berbakat, elite masyarakat, atau memiliki bakat khusus, mereka harus mampu membela kepentingan rumah Tuhan saat menangani urusan eksternal untuk rumah Tuhan. Apa sajakah yang termasuk dalam kepentingan rumah Tuhan? Uang, materi, reputasi rumah Tuhan dan gereja, serta keselamatan saudara-saudari—setiap aspek ini sangat penting. Siapa pun yang mampu membela kepentingan rumah Tuhan memiliki kemanusiaan yang normal, cukup jujur, dan seseorang yang bersedia menerapkan kebenaran. Sebagian orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, berkata, "Ada orang dengan kemanusiaan yang jahat, tetapi mereka dapat mempertahankan pekerjaan rumah Tuhan." Apakah itu mungkin? (Tidak, tidak mungkin.) Bagaimana mungkin orang jahat bisa mempertahankan pekerjaan rumah Tuhan? Mereka hanya bisa membela kepentingannya sendiri. Jadi, jika seseorang benar-benar mampu membela kepentingan rumah Tuhan, mereka tentu memiliki karakter dan kemanusiaan yang baik; ini tidak mungkin salah. Jika seseorang membantu orang luar dengan mengorbankan rumah Tuhan ketika melakukan sesuatu untuk rumah Tuhan, mengkhianati kepentingan rumah Tuhan, dan tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi dan materiel yang besar bagi rumah Tuhan, tetapi juga mendatangkan kerusakan besar pada reputasi rumah Tuhan dan gereja, apakah mereka orang baik? Orang-orang semacam itu tentu saja bukan orang yang baik. Mereka tidak peduli seberapa besar kerugian materiel dan finansial yang dialami rumah Tuhan; yang paling penting bagi mereka adalah meraup keuntungan untuk diri sendiri dan menyenangkan hati orang-orang tidak percaya; mereka tidak hanya memberikan hadiah kepada orang-orang tidak percaya, tetapi juga terus-menerus melakukan kompromi dengan orang-orang tidak percaya tersebut selama negosiasi—tanpa pernah berpikir untuk memperjuangkan kepentingan rumah Tuhan. Mereka bahkan menipu rumah Tuhan, mengatakan bagaimana mereka menyelesaikan pekerjaan, dan mempertahankan kepentingan rumah Tuhan—padahal kenyataannya, pekerjaan gereja telah mengalami kerugian dan rumah Tuhan telah dieksploitasi oleh orang-orang tidak percaya. Jika seseorang dalam segala hal mampu membela kepentingan rumah Tuhan ketika menangani masalah-masalah eksternal, apakah ini orang yang baik? (Ya.) Jadi, jika orang semacam ini tidak mampu melakukan pekerjaan lain di rumah Tuhan, dan hanya cocok untuk jenis pekerjaan urusan umum ini, apakah rumah Tuhan akan mempromosikannya? (Ya.) Selain memiliki kemampuan kerja dan mampu melaksanakan pekerjaannya berdasarkan prinsip-prinsip yang dituntut oleh rumah Tuhan, mereka juga mampu mempertahankan kepentingan rumah Tuhan. Ini sudah memenuhi standar dan orang seperti itu harus dipromosikan. Sebaliknya, mereka yang terus-menerus merugikan kepentingan rumah Tuhan, yang terus-menerus menyebabkan potensi risiko bagi keselamatan saudara-saudari, dan terus-menerus membawa pengaruh dan konsekuensi yang buruk bagi reputasi rumah Tuhan dan gereja—orang-orang semacam itu tidak boleh dipromosikan atau dibina; jika mereka dipromosikan dan dipakai, mereka harus segera diberhentikan. Ada pula orang yang selalu terlibat masalah ketika melaksanakan tugasnya, seperti mengalami kecelakaan ketika mengemudi, mengacaukan urusan yang sedang mereka tangani, atau menimbulkan konflik yang berujung pada keluhan terus-menerus, dan jika ada kekurangan, mereka tidak tahu bagaimana memperbaikinya. Orang semacam ini adalah orang bodoh, pembawa sial, dan pemboros. Jika orang semacam ini menjadi pemimpin tim, pengawas, pemimpin, atau pekerja, mereka tidak hanya harus segera diberhentikan, tetapi juga harus dikeluarkan dari gereja karena orang-orang seperti ini adalah sumber malapetaka dan pembawa sial. Selama masih ada satu atau dua orang semacam ini di gereja, tidak akan ada kedamaian di dalam gereja. Orang-orang semacam itu tampaknya memiliki roh jahat di dalam dirinya atau penyakit menular. Siapa pun yang berinteraksi dengannya akan mengalami kemalangan, jadi orang seperti ini harus segera dibasmi sampai ke akar-akarnya. Bahkan ciri wajahnya pun tidak menyenangkan, penuh dengan ekspresi licik, jahat, atau sangat mengerikan, dan siapa pun yang berinteraksi dengannya akan merasa seolah-olah sesuatu yang buruk akan terjadi. Orang-orang semacam ini harus diberhentikan dan dikeluarkan, dan baru setelah itu, gereja akan dapat berjalan dengan baik. Mempromosikan dan membina berbagai orang di gereja harus berpegang pada prinsip-prinsip dan kemampuan untuk mengidentifikasi agar dapat bertindak berdasarkan prinsip-prinsip tersebut. Di antara berbagai tipe orang yang dipromosikan dan dibina, ada yang melayani sebagai pemimpin dan pekerja gereja, ada yang bertanggung jawab atas berbagai profesi di gereja, dan ada juga yang menangani urusan umum untuk gereja. Berbagai kriteria yang harus dipenuhi oleh beberapa tipe orang berbakat ini juga telah dipersekutukan dengan jelas. Ketika engkau memahami dengan jelas prinsip-prinsip tentang cara memilih pemimpin dan pekerja, serta cara mempromosikan dan membina orang-orang, maka semua pekerjaan gereja akan berjalan di jalur yang benar.
Sebagian orang mungkin bertanya, "Mengapa orang-orang yang dipromosikan dan dibina oleh rumah Tuhan ini disebut orang berbakat?" Orang berbakat yang kita bicarakan mengacu kepada kandidat yang akan dipromosikan dan dibina. Ada berbagai persyaratan bagi orang-orang yang dapat melaksanakan berbagai tugas, dan karena mereka sedang dalam proses promosi dan pembinaan, orang yang disebut berbakat ini hanya perlu memenuhi kriteria yang baru saja kita sebutkan. Mengharapkan orang-orang ini untuk memiliki kenyataan kebenaran, mampu tunduk, setia, dan takut akan Tuhan adalah sesuatu yang tidak realistis. Oleh karena itu, orang berbakat yang kita bicarakan hanyalah mereka yang memiliki sejumlah kualitas dan integritas yang seharusnya dimiliki oleh kemanusiaan normal, serta kualitas untuk memahami kebenaran—dengan demikian, mereka dianggap memenuhi syarat. Hal ini bukan berarti bahwa mereka telah memahami kebenaran dan memasuki kenyataan kebenaran, juga bukan berarti bahwa mereka telah mencapai keadaan yang sepenuhnya tunduk kepada Tuhan setelah menerima penghakiman serta hajaran-Nya, dan hal-hal seperti itu. Tentu saja, istilah "orang berbakat" bukan merujuk pada mereka yang memiliki gelar sarjana atau meraih gelar Doktor, atau orang yang memiliki latar belakang keluarga istimewa, status sosial tinggi, atau orang yang memiliki kemampuan atau karunia khusus—istilah tersebut bukan merujuk pada orang-orang ini. Karena mereka harus dipromosikan dan dibina, ada sebagian orang yang akan melakukan pekerjaan profesional mungkin belum pernah melakukan atau mempelajari pekerjaan ini sebelumnya, tetapi selama mereka memenuhi sejumlah kriteria tersebut untuk dipromosikan dan dibina, dan bersedia belajar dan pandai mempelajari profesi tertentu, maka rumah Tuhan dapat mempromosikan dan membina mereka. Apa yang Kumaksudkan dengan ini? Yang Aku maksud bukanlah seseorang dapat dipromosikan dan dibina hanya jika mereka secara alami unggul dalam profesi tertentu. Sebaliknya, jika mereka memiliki kemauan untuk belajar dan memenuhi persyaratan, atau meskipun mereka hanya memiliki sejumlah dasar dalam profesi tersebut, mereka dapat dipromosikan dan dibina—inilah prinsipnya. Demikianlah persekutuan kita tentang kriteria yang harus dimiliki oleh segala macam orang berbakat yang ingin dipromosikan dan dibina oleh rumah Tuhan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.