Firman Tuhan | "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV: Kekudusan Tuhan (I)" (Bagian Tiga)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Sekarang kita beralih ke kategori kedua, yaitu kemanusiaan mereka. Melalui perwujudan kemanusiaan seseorang, kita dapat mengenali dan menentukan apakah orang ini benar-benar percaya kepada Tuhan dan apakah mereka layak untuk tetap berada di dalam gereja. Jika berdasarkan perwujudan dan penyingkapan kemanusiaan serta esensi kemanusiaannya, mereka bukan saudara-saudari sejati, tidak layak untuk tetap berada di gereja, kehadiran mereka mengganggu saudara-saudari, dan—berdasarkan perilakunya—mereka termasuk orang-orang yang harus dikeluarkan atau diusir dari gereja, gereja harus segera menyusun rencana yang tepat untuk mengeluarkan atau mengusir orang-orang ini. Persekutuan mengenai tanggung jawab pemimpin dan pekerja yang keempat belas adalah tentang mengeluarkan atau mengusir segala macam orang jahat. Dari sudut pandang kemanusiaan, kemanusiaan orang-orang ini tentu saja buruk dan jahat; sederhananya, mereka sama sekali bukan orang-orang yang baik. Berdasarkan perwujudan kemanusiaannya, mereka harus dikeluarkan atau diusir dari gereja agar mereka tidak terus menyebabkan gangguan di gereja dan memengaruhi tatanan normal kehidupan bergereja umat pilihan Tuhan serta pelaksanaan tugas mereka. Jadi, apa sajakah perwujudan untuk menilai apakah kemanusiaan seseorang itu baik atau jahat, dan dengan demikian memutuskan apakah gereja harus mengeluarkan atau mengusir mereka? Setelah dirangkum, kategori kedua—kemanusiaan—juga meliputi banyak hal, tetapi mari kita persekutukan poin pertama terlebih dahulu.
Poin pertama adalah tentang mereka yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Engkau pasti sering melihat jenis orang seperti ini. Apa perwujudan utama dari suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan? Berbicara tanpa prinsip, selalu memancing perselisihan dengan niat dan tujuan, yang menyebabkan efek yang buruk. Jelaslah bahwa orang-orang semacam itu memiliki masalah serius dengan ucapan mereka, yang bersumber dari watak yang buruk dan tidak memiliki kemanusiaan, yang membuat mereka suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Memandangnya dari perspektif istilah ini, "memutarbalikkan fakta dan kebohongan" berarti sering mengaku bahwa suatu fakta adalah kebohongan, dan sebaliknya; itu soal membalikkan yang hitam dan yang putih dan bahkan melebih-lebihkan fakta dengan detail yang tidak benar, melemparkan tuduhan yang tidak berdasar, membuat penghakiman yang tidak berdasar, dan berbicara sekehendak hatinya. Orang-orang semacam itu tidak pernah berpandangan positif terhadap berbagai hal; apa yang mereka katakan tidak membangun orang, dan sama sekali tidak bermanfaat atau membantu orang. Selama berinteraksi, berhubungan, dan berkomunikasi dengan mereka, mendengarkan mereka berbicara sering kali menjerumuskan hati orang-orang ke dalam kegelapan dan kekeruhan, bahkan menyebabkan orang-orang tersebut kehilangan iman dalam kepercayaan mereka, sehingga mereka tidak memiliki kecenderungan untuk percaya kepada Tuhan, dan tidak mampu menenangkan pikiran mereka dalam saat teduh dan pertemuan. Dalam pikiran dan jiwanya, mereka sering kali merasa gelisah oleh perkataan tentang yang benar dan yang salah serta gosip yang disebarkan oleh orang-orang semacam itu, dan mulai memandang semua orang dengan perasaan tidak suka serta hanya melihat kesalahan dalam diri orang lain. Sering kali, setelah mendengar fakta dan kebohongan diputarbalikkan, pemikiran normal orang-orang menjadi terganggu, dan bahkan sudut pandang mereka yang benar tentang berbagai hal pun terganggu, sehingga sulit bagi mereka untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mereka yang tidak mampu membedakan sering kali tergoda dan jatuh ke dalam pencobaan, bahkan tanpa menyadarinya, karena beberapa hal yang dikatakan oleh orang-orang yang memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Mereka berpikir, "Orang-orang itu tidak merugikan siapa pun, mereka berpartisipasi dalam pertemuan secara normal, terkadang mereka bahkan memberi sedekah dan membantu orang lain, dan tidak melakukan apa pun yang buruk." Namun, konsekuensi dari interaksi mereka dengan orang-orang semacam itu sering kali membuat mereka terjerumus dalam masalah benar dan salah serta pencobaan, dan mereka terjebak di dalam keterikatan emosional di antara orang-orang serta hubungan antarpribadi yang tidak pantas. Orang-orang yang memutarbalikkan fakta dan kebohongan ini ahli dalam mengganggu hubungan yang sepatutnya di antara orang-orang dan dalam menyabotase sejumlah pemahaman murni di dalam pikiran mereka. Dalam pandangan mereka, siapa pun yang memiliki hubungan baik serta dapat saling mendukung dan membantu, diam-diam menjadi sasaran serangan dan penghakiman mereka. Demikian pula, siapa pun yang melaksanakan tugasnya dengan sedikit kesetiaan dan sedikit mengorbankan dirinya juga merupakan sasaran serangan mereka. Sebaik atau sepositif apa pun sesuatu, mereka menemukan cara untuk menjelek-jelekkan hal itu. Mereka membuat kritik terselubung tentang segala sesuatu, mengomentari setiap hal, dan memiliki sudut pandang sendiri terhadap semua masalah. Sudut pandang ini sama sekali bukan sudut pandang yang tulus; sebaliknya, mereka berbicara omong kosong, membuat fakta yang sebenarnya dan kebohongan menjadi membingungkan, dan membalikkan hitam dan putih; demi mencapai tujuan, atau menabur perselisihan di antara orang-orang, atau memfitnah orang-orang tertentu, mereka bahkan bisa bertindak sejauh itu hingga dengan sengaja dan serampangan mengarang sesuatu dengan membumbui fakta dengan detail-detail yang tidak benar dan membuat tuduhan yang tidak berdasar, mengada-ada. Mereka yang tidak mengetahui faktanya mendengar pembicaraan mereka dan menganggap bahwa perkataan mereka tampak masuk akal dan tidak mungkin palsu, dan dengan demikian disesatkan. Jenis orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan ini membuat kritik yang terselubung terhadap setiap hal yang positif. Apakah itu karena mereka memiliki rasa keadilan? (Tidak.) Orang-orang ini menentang dan tidak menghargai mereka yang secara aktif melaksanakan tugas mereka, mereka yang setia, mereka yang mengorbankan diri dengan penuh semangat, serta mereka yang memiliki hati nurani dan bernalar. Jadi, apa alasan di balik perkataan serampangan orang-orang ini? Di manakah sumbernya? Mengapa mereka selalu suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan? (Karena kemanusiaan mereka buruk.) Benar; itu karena kemanusiaan yang buruk. Jika kemanusiaan mereka baik, mereka tidak akan memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Berbicara itu harus berdasarkan hati nurani dan rasionalitas; orang tidak boleh mengucapkan teori yang keliru dan ajaran sesat di setiap kesempatan. Sumber dari memutarbalikkan fakta dan kebohongan adalah kemanusiaan yang buruk. Apa pun yang dikatakan orang-orang semacam itu selalu tidak menyenangkan; bahasa halusnya, mereka sedang menghakimi orang lain, tetapi sebenarnya, perkataan mereka mengandung unsur niat jahat untuk menghukum dan mengutuk, hasutan tersirat, kecemburuan, pembangkangan, serta kebencian, dan bahkan menjatuhkan orang ketika mereka sedang terpuruk. Singkatnya, ini adalah ciri utama dari orang-orang yang memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Selain ciri ini, orang-orang semacam itu memiliki ciri umum lainnya: Mereka membenci orang-orang yang memiliki apa yang tidak mereka miliki, dan menertawakan orang-orang yang tidak memiliki apa yang mereka miliki. Apakah kemanusiaan mereka baik? (Tidak.) Orang-orang jenis ini, yang membenci orang-orang yang memiliki apa yang tidak mereka miliki, dan menertawakan orang-orang yang tidak memiliki apa yang mereka miliki, merasa iri terhadap siapa pun yang lebih baik daripada mereka dan mengatakan hal-hal yang buruk tentang orang-orang itu di belakang mereka, menghakimi dan mengutuk mereka; sedangkan, jika ada orang yang lebih rendah daripada mereka, mereka akan menertawakan orang-orang itu dengan nada mencemooh, siap mengejek, menyindir, dan meremehkan orang tersebut. Mereka tidak mampu memahami hal apa pun dengan benar, atau memperlakukannya berdasarkan moral manusia yang paling mendasar. Mereka tidak perlu mengharapkan berkat bagi siapa pun, juga tidak perlu mengharapkan kebaikan bagi siapa pun, atau berharap semuanya berjalan sesuai yang orang-orang inginkan, atau berharap orang-orang menempuh jalan yang benar; tetapi, setidaknya, mereka harus menilai orang lain dengan benar tanpa memendam maksud jahat apa pun—mereka bahkan gagal dalam hal ini. Apa alasan yang mendasari mereka untuk memutarbalikkan fakta dan kebohongan? Jelaslah bahwa melalui ucapan mereka, dan melalui sikap mereka terhadap orang lain, dan melalui apa yang mereka pikirkan dan cara mereka memperlakukan orang lain di lubuk hati mereka, jelaslah bahwa ada niat jahat dalam kemanusiaan orang-orang jenis ini. Meskipun orang-orang jenis ini hanya menggunakan mulut mereka untuk memutarbalikkan fakta dan kebohongan, di balik tindakan-tindakan ini ada pencapaian dan tujuan yang ingin mereka capai, serta pandangan dan sikap mereka yang sebenarnya terhadap orang-orang dan berbagai hal, di lubuk hati mereka. Jika untuk saat ini kita kesampingkan tentang apakah mereka yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan memahami kebenaran dengan baik, dan apakah mereka adalah orang-orang yang mencintai kebenaran, berdasarkan ciri kemanusiaan mereka, yaitu suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan, dapatkah mereka memberi pengaruh yang baik, yang membangkitkan semangat, atau yang positif kepada saudara-saudari di gereja? (Tidak.) Sama sekali tidak!
Mari kita lihat beberapa contoh spesifik untuk memahami apa sajakah perwujudan dari mereka yang memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Sebagai contoh, katakanlah ada seorang saudari yang keluarganya sangat kaya, tetapi demi memberitakan Injil dan bersaksi tentang Tuhan, dia telah melepaskan kesenangan daging dan meninggalkan rumah untuk melaksanakan tugasnya. Katakan kepada-Ku, bagaimana orang-orang normal akan memandang situasi ini? Tidakkah mereka akan kagum dan iri terhadapnya? Setidaknya, mereka akan menganggap bahwa saudari tersebut patut dipuji dan patut diteladani karena mampu mengorbankan kesenangan daging untuk melaksanakan tugasnya. Namun, bagaimana komentar mereka yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan tentang dia? Mereka berkata, "Dia meninggalkan kehidupan sebagai orang kaya untuk pergi keluar dan memberitakan Injil sepanjang hari; jika dia terus seperti ini, cepat atau lambat suaminya akan mengusirnya! Bukankah percaya kepada tuhan adalah tentang menerima berkat dan bersenang-senang? Lihatlah dia, memiliki berkat tetapi tidak tahu cara menikmatinya, meninggalkan keluarga dan kariernya untuk melaksanakan tugasnya dengan segenap hati; bukankah itu bodoh? Jika keluargaku sekaya itu, aku akan bersenang-senang di rumah saja." Katakan kepada-Ku, adakah satu kalimat pun dalam perkataan itu yang sesuai dengan kemanusiaan, yang membangun orang lain? (Tidak ada.) Setelah mendengar perkataan ini, mereka yang memiliki sedikit kemampuan untuk membedakan akan berpikir, "Bukankah ini memutarbalikkan fakta? Bagi orang percaya, meninggalkan segalanya agar dapat mengorbankan dirinya bagi Tuhan, dan tidak mengejar kesenangan materi merupakan hal yang pada dasarnya positif, tetapi mereka mengutuknya." Jika seseorang yang tidak memiliki kemampuan untuk membedakan mendengar perkataan ini, dia akan disesatkan dan terganggu; semangatnya untuk percaya kepada Tuhan dan gairahnya untuk meninggalkan segala sesuatu serta mengorbankan dirinya untuk melaksanakan tugasnya akan langsung menurun drastis. Meskipun perkataan mereka yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan itu tidak banyak, dampak negatif yang diakibatkannya terhadap orang lain signifikan, cukup untuk membuat seseorang merasa negatif selama beberapa waktu dan tidak dapat pulih. Bukankah demikian? (Ya.) Sedikit saja perkataan yang tampaknya masuk akal dapat meracuni beberapa orang setelah mendengarnya. Hal itu menunjukkan apa tentang kemanusiaan orang-orang yang mampu mengucapkan perkataan beracun seperti itu? (Kemanusiaannya buruk.) Adakah kalimat apa pun di antara perkataan mereka yang dapat meningkatkan iman seseorang setelah mendengarnya? (Tidak ada.) Apa saja semua kata-kata ini? Secara umum, semua itu adalah perkataan pengikut yang bukan orang percaya; tak ada satu kalimat pun yang pantas diucapkan oleh orang-orang yang mengikuti Tuhan. Secara lebih spesifik, tak ada satu kalimat pun yang diucapkan oleh orang-orang ini yang mencerminkan kemanusiaan apa pun. Apa artinya tidak memiliki kemanusiaan? Itu artinya bermoral pun tidak. Apa artinya tidak bermoral? Saudari tersebut memiliki kondisi kehidupan yang baik dan keluarga yang kaya, dan seperti apa sikap orang-orang ini? Apakah sekadar perasaan iri, lalu harapan yang baik, kemudian melupakannya? (Tidak.) Jadi, seperti apa sikap mereka? Di dalam hatinya, mereka merasa iri, marah, benci, dan memendam keluhan, "Apakah dia pantas memiliki begitu banyak uang? Mengapa aku tidak memiliki uang sebanyak itu? Mengapa tuhan memberkati dia, bukannya aku?" Saudari tersebut kaya dan makmur, jadi mereka merasa cemburu dan benci, tanpa sepatah pun kata-kata kekaguman atau harapan baik yang tulus. Ini menunjukkan tidak adanya moral yang paling mendasar sekalipun. Saudari tersebut kaya, jadi mereka memendam kebencian, hampir hingga pada taraf mencoba merampok atau menipunya demi mendapatkan harta miliknya. Selain itu, saudari ini hidup dalam sebuah keluarga kaya, tetapi dia mampu meninggalkan kondisi kehidupan yang baik dan kenyamanan materi untuk pergi dan melaksanakan tugasnya; bagi seseorang yang percaya kepada Tuhan, ini adalah sesuatu yang patut disyukuri, patut dikagumi dan membuat iri. Orang-orang seharusnya berharap yang baik baginya, dan berusaha mendekatinya serta menirunya. Namun, apakah orang-orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan ini mengatakan sesuatu yang seperti ini? (Tidak.) Bagaimana cara mereka berbicara? Setiap kalimat penuh dengan kata-kata kasar dan kebencian. Mengapa mereka dapat berbicara seperti ini? Itu karena mereka merasa tidak senang dan tidak puas dengan situasi mereka sendiri, memendam rasa dendam, dan karena itu mereka melampiaskan amarah mereka kepada saudari kaya ini. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, orang khususnya harus menghargai, mengagumi, meniru, dan belajar dari mereka yang mampu secara aktif melaksanakan tugasnya dan mengejar kebenaran. Bukannya belajar dari kelebihan saudari itu untuk mengimbangi kelemahannya sendiri, orang-orang ini mengejeknya sebagai orang bodoh dan bahkan berharap suaminya akan menceraikannya; mereka menunggu untuk melihat kejatuhannya. Jika saudari itu benar-benar diceraikan oleh suaminya, bukankah mereka akan merasa senang? Bukankah keinginan mereka akan terpenuhi? Ini mencerminkan perasaan mereka yang sebenarnya, dan juga niat dan tujuan mereka. Mereka tidak mengharapkan yang baik bagi orang lain; saat melihat siapa pun yang baik-baik saja atau yang lebih baik daripada mereka, mereka dipenuhi rasa iri dan benci. Sekuat apa pun iman orang lain kepada Tuhan, jika orang itu lebih baik daripada mereka, itu tidak akan dapat diterima. Mereka sama sekali tidak memiliki kemanusiaan, dan tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun yang memberkati atau membangun. Mengapa mereka tidak mampu mengucapkan kata-kata semacam itu? Karena kemanusiaan mereka terlalu jahat! Bukan karena mereka tidak ingin mengucapkannya, atau karena mereka tidak memiliki kata-kata yang tepat; melainkan karena hati mereka dipenuhi dengan perasaan cemburu, kebencian, dan kemarahan, sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk mengucapkan kata-kata berkat. Jadi, dapatkah kenyataan bahwa hati mereka dipenuhi dengan hal-hal rusak seperti itu menunjukkan bahwa ada niat jahat dalam kemanusiaan mereka? (Ya.) Ya, bisa. Karena mereka memperlihatkan watak yang rusak seperti itu, orang lain menjadi mudah untuk mengidentifikasinya, dan orang lain dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai esensi rusak mereka.
Berikut contoh lainnya. Ada seorang saudari, yang sebelum percaya kepada Tuhan, selalu berselisih dengan istri kakak iparnya. Kemudian, mereka berdua mulai percaya kepada Tuhan, dan mereka mulai memahami sejumlah kebenaran melalui makan dan minum firman Tuhan. Mereka mengetahui cara orang harus berperilaku dan hidup rukun dengan orang lain, dan ketika kerusakan mereka terlihat, mereka mampu saling membuka diri dan berusaha mengenal diri mereka sendiri, yang membuat hubungan mereka makin harmonis. Beberapa orang merasa iri terhadap mereka dan berkata, "Lihatlah mereka, seluruh keluarganya percaya kepada Tuhan dan saudari-saudari iparnya seperti saudari kandung sendiri. Bukankah semua itu karena iman mereka kepada Tuhan? Keluarga orang-orang tidak percaya sama sekali tidak bisa akur, selalu bertengkar dan bersaing satu sama lain, bahkan di antara saudara kandung dari ibu yang sama. Orang-orang percaya jauh lebih baik; sekalipun saudari-saudari ipar itu bukan saudari kandung, selama mereka percaya kepada Tuhan, mengejar tujuan yang sama, menempuh jalan yang sama, dan memiliki pemahaman yang sama, mereka cocok secara rohani, dan itu sangat indah!" Ini menunjukkan bahwa mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan berbeda dari orang tidak percaya. Orang-orang dari keluarga yang berbeda berkumpul bersama dengan tujuan dan pengejaran yang sama, sesuai di dalam rumah Tuhan dan di hadirat Tuhan. Tujuan dari pernyataan ini adalah untuk memberi tahu orang-orang bahwa ini adalah hasil dari firman dan pekerjaan Tuhan, kasih karunia yang dianugerahkan kepada orang-orang oleh Tuhan. Ini adalah sesuatu yang tidak dimiliki dan tidak dapat dinikmati oleh orang-orang tidak percaya. Setidak-tidaknya, setelah mendengar hal ini, orang akan merasa bahwa percaya kepada Tuhan adalah hal baik dan mereka memiliki kesan yang baik terhadap iman kepada Tuhan. Namun, dengarlah apa yang dikatakan orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan tentang hal ini: "Huh! Dari luar, kau mungkin melihat para saudari ipar itu tampak akur, semuanya harmonis selama pertemuan—tetapi bukankah mereka juga terkadang saling bertengkar? Kau tidak tahu, mereka dahulu sering bertengkar hebat!" Orang lain berkata, "Perselisihan dan pertengkaran mereka di masa lalu itu karena mereka tidak percaya kepada Tuhan dan tidak memahami kebenaran. Sekarang mereka sangat akur! Ini karena sekarang mereka berdua percaya kepada Tuhan, memahami beberapa kebenaran, dan dapat saling membuka diri dalam persekutuan dan memahami kerusakan mereka sendiri, serta sering melaksanakan tugas mereka bersama-sama. Meskipun masih ada beberapa gesekan di antara mereka, mereka biasanya dapat mengakui kesalahan mereka satu sama lain, dan saling berkonsultasi tentang semua yang mereka lakukan. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh orang tidak percaya, bahkan dengan kerabat sedarah mereka pun tidak." Namun, orang yang memutarbalikkan fakta dan kebohongan berkata, "Keluarga mana yang tidak bertengkar? Jangankan saudari ipar, bahkan saudari kandung pun bertengkar, bukan? Keharmonisan yang mereka miliki sekarang hanyalah pertunjukan bagi orang lain. Begitu ayah mertua mereka meninggal, aku yakin mereka akan memperebutkan warisan! Bukankah percaya kepada tuhan hanyalah harapan, semacam pelipur lara rohani? Mungkinkah mereka benar-benar melepaskan kekayaan yang begitu besar karenanya? Tidak mungkin!" Adakah satu pernyataan pun dalam perkataan ini yang sesuai dengan fakta? Adakah kata-kata mana pun dalam ucapan ini yang menunjukkan harapan agar orang lain menjadi lebih baik atau memberikan berkat kepada mereka? (Tidak ada.) Adakah kata-kata apa pun yang mengungkapkan perasaan pribadi bahwa percaya kepada Tuhan itu memang baik, setelah melihat orang lain menikmati kasih karunia Tuhan sebagaimana yang telah mereka nikmati sendiri? (Tidak.) Dalam pandangan mereka yang memutarbalikkan fakta dan kebohongan, perubahan pribadi yang terjadi di antara saudara-saudari ini semuanya palsu; kebenaran yang diperoleh dan perubahan watak yang berasal dari kepercayaan kepada Tuhan semuanya palsu; mereka tidak percaya bahwa Tuhan mampu menyucikan orang, bahwa Tuhan mampu mengubah orang. Dari perkataan mereka, orang bukan hanya dapat melihat penghakiman, kebencian, dan kutukan mereka yang sewenang-wenang terhadap orang lain, melainkan juga ketidakpercayaan dan penyangkalan mereka terhadap hasil yang dicapai oleh pekerjaan dan firman Tuhan terhadap orang-orang. Saudari-saudari ipar tersebut memiliki hubungan yang baik dan saling menunjukkan toleransi serta kesabaran ketika bersama-sama, itu karena kepercayaan mereka kepada Tuhan. Orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan ini merasa tidak nyaman dan tidak puas dalam hatinya, sehingga dia mencoba segala cara yang ada untuk menabur perselisihan di antara para saudari tersebut, merasa senang jika dia dapat membuat para saudari ipar itu berdebat dan bertengkar seusai pertemuan. Sikap macam apa ini? Pola pikir macam apa ini? Dinilai dari pola pikirnya, bukankah ini agak menyimpang? (Ya.) Dalam hal sikapnya, bukankah ini sikap yang mengerikan? (Ya.) Namun, orang-orang semacam ini tetap berpartisipasi dalam kehidupan bergereja, dan di antara mereka yang melaksanakan tugasnya, orang-orang yang seperti dia tidaklah sedikit. Orang-orang ini biasanya disebut memiliki "lidah beracun". Sebenarnya, bukan hanya lidah mereka yang beracun; batin mereka juga sangat gelap dan berbisa! Kesaksian pengalaman baik seperti apa pun yang mungkin disampaikan oleh saudara-saudari, di mata mereka, semua itu dibuat-buat dan merupakan angan-angan, serta tidak ada yang istimewa mengenainya. Kepada siapa pun Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran, yang membuahkan hasil yang besar, sehingga mereka mampu berdiri dan menceritakan pengalaman mereka dan bersaksi tentang Tuhan—di lubuk hatinya, orang-orang ini meremehkannya, berpikir, "Apa hebatnya itu? Setelah mendengar begitu banyak khotbah, bukankah siapa pun pasti memiliki beberapa pemahaman? Kau baru saja menulis artikel kesaksian pengalaman dan kau merasa puas, menganggap dirimu sebagai seorang pemenang? Aku ingin lihat, apakah kau masih mengeluh tentang tuhan ketika keadaan menjadi serba kacau di kemudian hari. Jika tuhan mengambil anakmu, aku ingin lihat apakah kau menangis atau tidak, dan apakah kau masih dapat percaya kepada tuhan atau tidak saat itu!" Menurutmu, apa yang memenuhi hati mereka? Bukankah harapan agar seluruh dunia berada dalam kekacauan, dan takut bahwa orang-orang akan menempuh jalan yang benar? Singkatnya, apa pun yang terjadi dalam keluarga siapa pun, mereka harus mengomentarinya, tetapi apa pun yang mereka katakan, semua orang ini memiliki satu ciri, yaitu mereka berharap tak ada seorang pun yang baik—mereka berbicara tentang semua orang seolah-olah orang-orang tersebut sama sekali tidak punya kelebihan; mereka merasa senang membicarakan orang lain seolah-olah orang-orang adalah sampah, dan mereka selalu merasa senang melihat kemalangan orang lain. Jika seseorang memiliki keluarga yang kaya, mereka menjadi cemburu, marah, dan penuh kebencian, selalu mengeluh dalam hati mereka, dan berharap agar Tuhan mengambil kekayaan dan kasih karunia yang dia nikmati, dan memberikannya kepada mereka. Keluhan yang mereka ucapkan di belakang orang-orang ini sungguh tak tertahankan untuk didengar. Apakah mereka seperti orang-orang yang percaya kepada Tuhan dalam hal apa pun? Tentu saja, orang-orang jenis ini juga ahli dalam menyamarkan diri mereka sendiri. Sekalipun hati mereka sangat kejam dan gelap, selama pertemuan, mereka juga akan mempersekutukan pemahaman dan wawasan mereka di hadapan saudara-saudari, mengucapkan doktrin-doktrin yang tinggi untuk menyamarkan diri mereka sendiri, menciptakan citra yang "mulia" dan baik bagi diri mereka sendiri. Namun, di balik layar, mereka tidak berbicara atau bertindak seperti manusia. Jika belum berinteraksi dengan orang-orang ini dan tidak mengetahui perwujudan mereka yang sebenarnya atau apa yang ada di lubuk hati mereka, setelah hanya mendengar mereka berbicara dengan benar selama pertemuan, kebanyakan orang tidak akan mendapati betapa hina atau kejamnya kemanusiaan mereka, atau betapa rendahnya karakter mereka, tetapi bahkan akan memiliki kesan yang baik tentang mereka. Hanya setelah menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka dan memahami tindakan serta perilaku mereka dalam kehidupan di balik layar, barulah orang-orang secara perlahan akan mulai mengenali diri mereka yang sebenarnya dan merasa jijik. Oleh karena itu, mengenali seseorang tidak boleh hanya berdasarkan perkataan muluk yang mereka ucapkan selama pertemuan; orang juga harus mengamati tindakan dan perkataan mereka dalam kehidupan di balik layar agar dapat memahami esensi mereka yang sebenarnya dan diri mereka yang sebenarnya.
Selain tidak berbicara seperti manusia, jenis orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan memiliki ciri lain: Mereka ingin mengomentari semua orang dan segala sesuatu, bahkan orang-orang yang tidak mereka kenal atau belum pernah berinteraksi dengan mereka, dan tidak mengecualikan bahkan hal-hal terkecil dalam kehidupan orang lain. Hasil dari komentar mereka adalah bahwa sepositif apa pun sesuatu, itu diputarbalikkan menjadi hal negatif oleh ucapan mereka; sepatut apa pun sesuatu, itu diputarbalikkan menjadi sesuatu yang negatif ketika melewati mulut mereka yang busuk. Ini membuat mereka merasa senang, membuat mereka dapat makan dengan nikmat dan tidur dengan nyenyak. Katakan kepada-Ku, makhluk macam apa ini? Sebagai contoh, jika beberapa saudara-saudari memperoleh penghasilan yang baik tahun ini dan kondisi finansial mereka membaik—memberikan persembahan sedikit lebih banyak, melebihi sepersepuluhnya—orang-orang ini menjadi iri dan berkata, "Mengapa kau memberi sangat banyak persembahan tahun ini? Tuhan menentukan baik atau jahatnya seseorang bukan dari seberapa banyak yang kau persembahkan. Apa gunanya antusiasmemu? Rumah tuhan tidak kekurangan uang." Keluar lagi perkataan yang tidak menyenangkan, bukan? Siapa pun yang melakukan sesuatu yang benar, atau sesuai dengan kebenaran, mereka merasa keberatan, dan hatinya merasa sangat muak. Mereka mencoba segala cara yang mungkin untuk mencari-cari kesalahanmu, mencari alasan untuk menyerang, menuduh, dan mengutukmu, sampai mereka menjatuhkanmu dan menghancurkan kepositifanmu, membuatmu benar-benar bingung, dan tidak mampu membedakan mana yang benar dan yang salah. Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak, dalam hatinya mengejekmu dengan berkata, "Dengan dirimu yang seperti itu, kau berbicara tentang kesaksian pengalaman!" Ini adalah setan yang menunjukkan wajah aslinya, bukan? Bukankah ini perkataan seorang hamba Iblis, seorang antikristus? (Ya.) Makin Aku berbicara tentang orang semacam ini, makin Aku menjadi marah dan jijik. Pernahkah engkau semua bertemu dengan orang-orang semacam itu? Seperti apa pun penampilan atau fitur wajah mereka, setiap kali mereka hendak memutarbalikkan fakta dan kebohongan, ekspresi mereka menjadi aneh: bibir mencibir, mata menyipit, tidak lagi menatap orang lain secara langsung, dan beberapa fitur wajah orang bahkan tampak bergeser dari tempatnya. Ini adalah sinyal yang sedang dikirimkan kepadamu, memberitahumu bahwa mereka hendak berbicara tidak seperti manusia. Lalu, apa yang kaulakukan? Apakah engkau menerima sinyal ini atau memblokirnya? (Memblokirnya.) Engkau harus menjauhkan dirimu, berkata kepada mereka, "Jangan bicara; aku tidak ingin mendengarnya. Kau terlalu banyak bergosip. Jika kau tidak akan berbicara seperti manusia, menjauhlah dariku. Aku tidak ingin menjadi sasaran gangguanmu; aku tidak ingin terjebak dalam hubungan pribadi yang tidak sepatutnya ini, aku tidak akan peduli dengan orang sepertimu." Amati dan lihatlah siapa di antaramu yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan, yang memiliki sikap seperti itu, lalu segera jauhkan dirimu dari mereka. Apa ciri kemanusiaan orang-orang ini? Yaitu berbicara dengan penuh kebencian, atau dalam bahasa sehari-hari, memiliki "lidah beracun". Dengan menyingkapkan kata-kata mereka yang beracun, engkau dapat memahami berbagai pernyataan yang mereka ucapkan; melalui pernyataan mereka, engkau dapat melihat dunia batin mereka, dan menentukan dengan tepat apa esensi kemanusiaan mereka, dan apakah mereka adalah orang jahat atau bukan. Orang-orang jenis ini yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan, melalui berbagai sinyal dan pernyataan yang mereka tunjukkan, memungkinkan orang lain untuk dengan jelas menyebut mereka sebagai orang jahat. Orang-orang jenis ini memenuhi standar untuk dikeluarkan atau diusir; tidak ada ampun bagi mereka. Mereka harus dikeluarkan, dan tidak dibiarkan untuk menyebabkan gangguan di dalam gereja.
Kita baru saja bersekutu tentang ciri dari jenis orang yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan, dan seharusnya jelas dari bagaimana kepercayaan mereka kepada Tuhan dan dari perwujudan kemanusiaan mereka bahwa mereka adalah jenis orang yang muak akan kebenaran, dan yang tidak mencintai kebenaran. Kemanusiaan mereka buruk hingga mencapai taraf di mana mereka tidak bernalar, dan bahkan tidak memiliki moral manusia yang paling mendasar; hanya saja dalam kasus khusus mereka, ciri kemanusiaan mereka yang buruk adalah bahwa mereka sangat suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan. Dari perkataan yang mereka ucapkan, orang dapat melihat ciri kemanusiaan mereka, dan esensi kemanusiaan mereka; jelaslah bahwa orang-orang jenis ini adalah mereka yang memiliki kemanusiaan yang buruk. Sampai seburuk apa kemanusiaan mereka? Kemanusiaan mereka buruk hingga mencapai taraf bersikap jahat, ini menempatkan mereka ke dalam kategori orang jahat. Ini karena perkataan yang biasanya mereka ucapkan bukanlah keluhan yang sesekali, mengungkapkan sedikit kecemburuan, atau sesekali memperlihatkan sedikit kelemahan manusia; perwujudan mereka bukanlah perwujudan watak rusak yang biasa, tetapi cukup untuk membuktikan bahwa mereka dapat dikategorikan sebagai orang jahat. Inilah jenis orang yang pertama: mereka yang suka memutarbalikkan fakta dan kebohongan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...