Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (19) Pasal Tiga
Ringkasan Berbagai Orang, Peristiwa, dan Hal-Hal yang Menyebabkan Kekacauan dan Gangguan
Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja berkaitan dengan berbagai orang, peristiwa, serta hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja. Kita telah membaginya menjadi sebelas masalah untuk dipersekutukan. Masalah atau insiden kekacauan dan gangguan yang disebutkan dalam setiap masalah berkaitan dengan pelaksanaan tugas orang dan iman sejati mereka kepada Tuhan. Mengapa masalah ini dibagi dengan begitu cermat? Mengapa Aku mengangkat setiap masalah ini untuk dipersekutukan dan ditelaah? Dilihat dari setiap poin masalah, kemanusiaan orang-orang yang melakukan hal-hal ini tidaklah baik. Kecuali masalah pertama—sering keluar dari topik ketika mempersekutukan kebenaran, yang dianggap tidak parah—natur dari semua masalah lainnya sangatlah parah. Semua perwujudan ini memiliki natur menyebabkan kekacauan dan gangguan, dan semuanya adalah kekacauan serta gangguan terhadap pekerjaan gereja, dan itulah sebabnya kita mengangkatnya untuk dipersekutukan dan ditelaah satu per satu. Ketika masalah-masalah ini muncul dalam kehidupan bergereja atau selama proses pelaksanaan tugas, orang-orang harus sangat waspada dan mengidentifikasi masalah-masalah tersebut serta mengetahui yang sebenarnya tentangnya. Ketika orang melihat terjadinya peristiwa yang menyebabkan kekacauan dan gangguan seperti ini, mereka harus bangkit untuk menghentikan dan membatasinya. Mengenai masalah pertama, "sering keluar dari topik ketika mempersekutukan kebenaran," orang-orang terkadang melakukannya tanpa sengaja, dan keadaan yang terlibat serta natur dari masalah ini tidak terlalu serius; tetapi jika mereka sering keluar dari topik dan berbicara dengan tidak koheren, menyebabkan para pendengarnya menjadi terganggu, sehingga tidak memperoleh hasil yang baik dalam kehidupan bergereja, ini akan berakibat mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja. Masalah-masalah lainnya bahkan tak perlu disebutkan; satu saja dari masalah-masalah itu sudah cukup untuk menimbulkan kekacauan dan gangguan terhadap pekerjaan gereja serta tatanan kehidupan bergereja. Oleh karena itu, sangat perlu untuk mempersekutukan, menganalisis, dan menelaah masing-masing dari masalah ini secara terperinci. Ketika insiden-insiden kejam terjadi, jika engkau mampu mengidentifikasi dan mengetahui perbuatan jahat yang mengganggu gereja, engkau harus bangkit untuk menghentikan serta membatasi semua itu. Dalam pengertian yang lebih luas, ini berarti melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan; dalam pengertian yang lebih sempit, ini berarti setidaknya melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota gereja. Bukankah hal inilah yang seharusnya mampu kaulakukan? (Ya.) Jika engkau tidak mampu melakukan hal ini, apa akibatnya? Bagaimana kami harus menggolongkanmu jika tidak mampu melakukan hal ini? Setidaknya, itu berarti engkau adalah orang yang bingung; lebih jauh lagi, engkau adalah pengecut yang tidak berguna, yang takut kepada Iblis. Selain itu, ketika Iblis dan setan muncul untuk mengganggu pekerjaan Tuhan serta tatanan normal gereja, engkau tetap acuh tak acuh dan tidak berdaya, tidak menunjukkan respons apa pun, dan tidak memiliki iman serta keberanian untuk bangkit melawan Iblis dan memberi kesaksian bagi Tuhan. Dalam hal itu, engkau adalah orang tidak berguna, yang tidak layak menjadi pengikut Tuhan.
Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja mencantumkan berbagai macam kejadian di gereja yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan. Setiap kejadian berkaitan dengan sikap para pemimpin dan pekerja, serta sikap saudara-saudari biasa, terhadap Tuhan. Itu juga berkaitan dengan sikap setiap orang terhadap tugas dan tanggung jawab mereka, serta pendirian dan pandangan mereka terhadap peristiwa serta hal-hal negatif yang mengganggu pekerjaan rumah Tuhan. Tentu saja, itu juga berkaitan dengan apakah orang yang sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan dan mendengarkan khotbah memiliki tingkat pertumbuhan serta iman yang cukup untuk berperang melawan Iblis dan memberi kesaksian bagi Tuhan ketika peristiwa dan hal-hal negatif ini muncul. Apakah ini bersentuhan dengan masalah-masalah utama? Ini bersentuhan dengan pendirian orang dan jalan yang mereka tempuh, serta sikap mereka terhadap Tuhan, terhadap kebenaran, dan terhadap tugas mereka. Oleh karena itu, setelah mendengar firman ini, engkau semua harus memahami bahwa ini adalah tuntutan Tuhan terhadap manusia. Jangan memperlakukannya sebagai doktrin, aturan, atau peraturan untuk dijalankan dan dilaksanakan, tetapi engkau harus lebih banyak merenungkannya agar dapat memahami kebenaran, kemudian menerapkan dan masuk ke dalamnya sehingga memenuhi tuntutan Tuhan. Ketika orang-orang jahat mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan, jangan hanya berdiam diri, jangan melalaikan tanggung jawabmu dengan berbagai dalih, mengatakan bahwa engkau belum lama percaya kepada Tuhan, memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil, atau engkau masih muda, dan sebagainya. Ketika Tuhan memeriksa pekerjaan, ketika Dia mengatur lingkungan untuk melihat sikapmu, Dia tidak melihat usiamu, sudah berapa tahun engkau percaya kepada-Nya, atau harga apa yang telah kaubayarkan dan hal baik apa saja yang telah kaucapai; Tuhan menginginkan sikapmu pada saat itu. Jika biasanya engkau tidak pernah merenungkan atau mencari tentang hal-hal ini dan engkau melewatkan setiap hal dalam keadaan bingung tanpa mengingat apa pun, tanpa mencari kebenaran, tanpa memetik pelajaran, atau tidak menganggap serius berbagai lingkungan yang telah Tuhan atur, jika engkau melarikan diri ketika melihat orang-orang jahat menyebabkan gangguan serta kekacauan, dan tidak pernah melaporkannya ke rumah Tuhan atau menunjukkan sikapmu, maka meskipun engkau tidak turut serta melakukan kejahatan itu, perilakumu dalam hal ini sudah menyingkapkan pendirian dan sudut pandangmu; engkau adalah penonton yang membela Iblis. Tuhan memeriksa segala sesuatu dan engkau tidak dapat menipu-Nya. Oleh karena itu, ketika hal-hal negatif ini terjadi, ketika engkau menemukan berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja dan tatanan normal kehidupan bergereja, itu dengan jelas menyingkapkan sikapmu terhadap Tuhan. Mungkin saja engkau belum lama percaya kepada Tuhan, engkau masih cukup muda, dan tingkat pertumbuhanmu masih kecil, tetapi jika ketika hal-hal ini terjadi engkau bertindak berdasarkan prinsip, dan engkau berusaha untuk menghentikan, membatasi, atau bahkan menyingkapkan orang-orang jahat itu, mengambil risiko dan mengabaikan keselamatanmu sendiri untuk membela serta melindungi kepentingan rumah Tuhan; jika engkau memiliki hati seperti ini, maka sikapmu terhadap Tuhan, serta tekadmu untuk memberi kesaksian bagi Tuhan dan melawan Iblis, akan menjadi kesaksian yang dilihat oleh manusia dan Tuhan. Perbuatan jahat manusia, penipuan, dan penyembunyian yang mereka lakukan terhadap Tuhan, pengabaian tanggung jawab yang mereka lakukan, sikap mereka yang menyerah dan berkompromi dengan Iblis ketika Iblis melakukan kejahatan, Tuhan akan melihat semua ini, dan perbuatan jahat ini akan diselesaikan suatu hari nanti serta akan menerima vonisnya. Namun demikian pula, ketika orang bangkit melawan kekacauan dan gangguan Iblis untuk berbicara bagi rumah Tuhan dan bagi saudara-saudari, serta melawan Iblis untuk melindungi kepentingan rumah Tuhan, mencari kebenaran dengan harapan dapat memberi kesaksian bagi Tuhan, sekalipun mereka terkadang merasa tidak berdaya dan sendirian, kurang berhikmat, hanya memiliki pemahaman yang dangkal tentang kebenaran, atau ingin mempersekutukan kebenaran, tetapi tidak mampu mengungkapkannya dengan jelas, yang menyebabkan beberapa orang mengejek dan memandang rendah mereka, di mata Tuhan, Dia melihat ketulusan mereka, dan Dia menganggap tindakan serta perilaku ini sebagai perbuatan yang baik. Perbuatan jahat suatu hari akan menerima vonis dan mendapatkan kesimpulannya di hadapan Tuhan, demikian pula dengan perbuatan baik, tetapi kesimpulan akhir bagi masing-masing dari kedua jenis perilaku ini akan benar-benar berbeda. Perbuatan jahat akan menerima balasan yang setimpal dan perbuatan baik akan dibalas dengan perlakuan yang baik. Tuhan sudah sejak lama menentukan hal ini bagi setiap orang, hanya menunggu berbagai perwujudan yang akan orang perlihatkan selama periode pekerjaan Tuhan untuk menjadi fakta yang tak dapat disangkal sebelum memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat.
Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja mencantumkan sebelas masalah mengenai orang, peristiwa, dan hal-hal yang mengacaukan serta mengganggu pekerjaan gereja. Apakah kesebelas masalah ini penting? Apakah kesebelas masalah ini menyingkapkan orang-orang dengan jelas? Ketika engkau semua bersekutu tentang setiap masalah, engkau harus berupaya lebih keras agar memahami kebenaran dengan jelas. Ini berkaitan dengan bagaimana orang menjunjung tinggi keadilan serta hal-hal positif, dan bagaimana mereka menjunjung tinggi kesaksian Tuhan; ini juga berkaitan dengan bagaimana orang-orang bangkit untuk melawan Iblis, mengungkapkan, dan menyingkapkan wajah Iblis, serta menghentikan dan membatasi perbuatan jahat Iblis; ini berkaitan dengan kedua aspek tersebut. Ketika Iblis mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja, apakah engkau memainkan suatu peran? Peran apa yang kaumainkan? Sudahkah engkau melakukan apa yang Tuhan tuntut untuk kaulakukan? Sudahkah engkau memenuhi kewajiban dan tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi oleh pengikut Tuhan? Ketika masalah-masalah ini muncul, apakah engkau berkompromi, berusaha mengecilkan masalahnya, dan mengambil jalan tengah dengan menjadi penyenang orang, atau apakah engkau bangkit untuk menghentikan dan membatasi perbuatan jahat Iblis, bekerja sama dengan lebih banyak saudara-saudari sejati untuk melindungi kepentingan rumah Tuhan? Apa yang kaulindungi? Apakah engkau melindungi kepentingan orang-orang jahat, kepentingan Iblis, atau apakah engkau melindungi kepentingan rumah Tuhan? Jika terjadi sesuatu yang mengacaukan atau mengganggu pekerjaan gereja, dan engkau tidak melakukan apa pun, hanya bertindak sebagai penyenang orang dan melindungi dirimu sendiri, memastikan bahwa engkau dapat menangani hubungan antarpribadimu dengan berhasil dan tetap tidak terluka, tanpa pernah merasa khawatir atau cemas tentang pekerjaan gereja yang terganggu, tanpa merasakan kebencian atau kemarahan terhadap perbuatan jahat yang dilakukan orang-orang jahat, tanpa terbeban sama sekali akan kepentingan rumah Tuhan dan semua saudara-saudari, tanpa merasa berutang sama sekali kepada Tuhan, dan tanpa mencela dirimu sendiri sama sekali, berarti engkau berada dalam bahaya. Jika, dalam pandangan Tuhan, engkau sepenuhnya adalah penyenang orang, secara pasif mengamati apa pun yang terjadi dengan berpangku tangan serta menghindarinya, dan tidak memenuhi tanggung jawab atau kewajibanmu sama sekali, berarti engkau benar-benar dalam bahaya dan kemungkinan besar akan disingkirkan oleh Tuhan. Jika Tuhan memiliki pemikiran di mana bahkan niat untuk membiarkanmu berjerih payah pun sudah tidak ada dan Dia muak terhadapmu, berarti pada saat ini, engkau sudah ditakdirkan untuk disingkirkan dan ini sangat berbahaya! Ketika Tuhan berkata bahwa Dia tidak ingin melihat orang-orang sepertimu lagi dan bahwa Dia tidak menghargai orang-orang sepertimu untuk melaksanakan tugas atau berjerih payah di rumah Tuhan, berarti engkau mungkin akan disingkirkan oleh gereja suatu hari nanti, suatu saat dalam waktu dekat, dan ini akan mengubah nasibmu. Ini karena hubunganmu dengan Tuhan tidak lagi normal atau engkau telah menjauhkan diri dari Tuhan serta mengkhianati-Nya, dan ini telah menyebabkan suatu akibat. Dapatkah engkau melihat kenyataan ini? Ketika engkau menyadari kenyataan ini, entah engkau dapat menerimanya atau tidak, semua harapan indah di dalam hatimu akan lenyap dalam sekejap.
Ketika orang pertama kali percaya kepada Tuhan, mereka semua memiliki hati yang penuh semangat. Meskipun mereka tidak dapat melihat tempat tujuan atau prospek masa depan mereka, mereka selalu merasakan semacam pengandalan kepada Tuhan. Mereka selalu merindukan hal-hal yang indah dan positif. Berasal dari manakah kekuatan ini? Orang-orang tidak mengetahuinya; mereka tidak dapat memahaminya: "Semua orang sama, semuanya hidup di udara yang sama dan di bawah matahari yang sama. Jadi, mengapa orang-orang tidak percaya tidak memiliki hal-hal ini di dalam hati mereka, sedangkan kita memilikinya?" Bukankah ini misteri? Kekuatan ini berasal dari Tuhan. Ini adalah hal yang benar-benar berharga; ini bukanlah sesuatu yang orang miliki sejak lahir. Jika semua orang memilikinya sejak lahir, mereka akan sama; di antara umat manusia, tidak akan ada perbedaan antara yang tinggi atau yang rendah, yang mulia atau yang hina, dan tidak akan ada perbedaan antara mereka yang percaya kepada Tuhan dan mereka yang tidak. Apa yang tidak mereka miliki, engkau dapat memilikinya; engkau dapat memiliki hal paling berharga yang ada di antara umat manusia. Mengapa itu disebut hal yang paling berharga? Justru karena harapan dan pengharapan ini, engkau dapat memusatkan pikiranmu untuk melaksanakan tugasmu di rumah Tuhan. Ini adalah syarat yang paling mendasar bagi seseorang untuk dapat memperoleh keselamatan. Karena pengharapan inilah engkau memiliki kesempatan dan sedikit tekad untuk rela mengorbankan diri bagi Tuhan, untuk melaksanakan tugasmu sebagai makhluk ciptaan dan untuk menjadi orang yang baik, orang yang diselamatkan. Manfaat yang diberikan hal ini sangatlah besar. Jadi, berasal dari manakah hal ini? Ini berasal dari Tuhan; ini diberikan oleh Tuhan. Namun, ketika Tuhan tidak lagi menginginkan seseorang, hal ini akan diambil darinya. Dia tidak lagi merindukan ataupun mengharapkan hal-hal yang indah; dia tidak lagi menaruh harapan pada hal-hal tersebut. Hatinya menjadi gelap dan mulai tenggelam. Dia tidak lagi bersemangat mengejar apa pun yang indah atau positif, serta janji-janji Tuhan. Dia telah menjadi seperti orang tidak percaya. Setelah hal ini hilang, dapatkah mereka tetap tinggal di rumah Tuhan dan terus percaya kepada Tuhan serta mengikuti-Nya? Bukankah jalan iman mereka kepada Tuhan telah berakhir? Ketika engkau kehilangan prasyarat memiliki tekad untuk mengejar ini, engkau berubah menjadi mayat berjalan. Apa artinya "mayat berjalan"? Artinya, engkau tidak dapat memahami firman Tuhan lagi. Ketika engkau memiliki prasyarat ini, engkau dapat memahami firman Tuhan, memiliki harapan, imanmu dapat terinspirasi, dan prasyarat ini dapat memberimu motivasi untuk mengejar kebenaran. Namun, ketika engkau kehilangan prasyarat mendasar ini, motivasi ini pun lenyap. Engkau tidak bersemangat atau tidak tertarik mendengarkan firman Tuhan. Janji dan pengharapan tidak lagi menarik atau memotivasi dirimu. Bagimu, firman Tuhan telah menjadi teori tingkat tinggi. Engkau tidak berusaha keras untuk mengejarnya, dan Tuhan tidak lagi mencerahkanmu. Engkau tidak dapat memperoleh kebenaran apa pun dari firman Tuhan. Bukankah jalan iman kepada Tuhan ini telah berakhir bagimu? Ketika telah mencapai titik ini, Tuhan telah membenci dan menolakmu; masih bisakah engkau membuat Tuhan berubah pikiran? Itu tidak akan mudah. Ketika Tuhan telah menetapkan bahwa Dia tidak menginginkan seseorang lagi, inilah yang dia rasakan di dalam hatinya. Ketika hal ini diambil, sikapmu terhadap berbagai hal, seperti tentang percaya kepada Tuhan, melaksanakan tugasmu, dan diselamatkan, akan benar-benar berbeda dari sebelumnya. Ketika merenungkan pengejaranmu sebelumnya yang penuh hasrat, engkau akan merasa bahwa itu tidak dapat dijelaskan, tidak dapat dipahami dan sulit dipercaya. Ketika engkau mendapati bahwa itu sulit dipercaya, saat membandingkan bagaimana dirimu yang sekarang dengan dirimu yang sebelumnya, keadaan batinmu akan mengalami perubahan kualitatif; engkau akan menjadi orang yang benar-benar berbeda, engkau tidak akan menjadi orang yang sama seperti dirimu yang sebelumnya. Mengapa hal ini akan terjadi? Bukan karena lingkungannya telah berubah; bukan karena engkau telah bertambah usia dan menjadi lebih licik; bukan karena engkau telah memperoleh lebih banyak pengalaman dan wawasan kehidupan, yang mengubah pemikiran serta sudut pandangmu. Sebaliknya, itu karena Tuhan telah mengubah pikiran-Nya, pemikiran-Nya telah berubah, dan sikap serta pengharapan-Nya terhadapmu telah berubah. Jadi, engkau telah menjadi orang yang berbeda sekalipun engkau tidak menginginkannya. Jadi, jika orang kehilangan apa yang Tuhan berikan kepada mereka, tetapi yang mereka anggap hal yang terkecil, hal yang paling tidak penting, pada titik ini, orang tersebut akan terperangkap dalam penderitaan, tanpa kebahagiaan sama sekali. Jadi, jangan pernah sampai ke titik itu. Jika engkau sampai ke titik itu, mungkin saja engkau merasa seolah-olah ada beban yang telah terangkat dari bahumu, merasa bebas, santai, bahwa engkau tidak perlu lagi percaya kepada Tuhan atau melaksanakan tugasmu, dan engkau bisa hidup bebas serta tidak bermoral seperti orang-orang tidak percaya, seperti burung yang lepas dari sangkarnya. Namun, itu hanyalah kenyamanan, sukacita, dan pemanjaan diri yang sementara. Saat engkau melanjutkan hidupmu, melihat jalan di depanmu, apakah engkau akan tetap sebahagia ini? Tidak. Masa-masa sulit menantimu di depan! Ketika engkau hidup di bawah kekuasaan Sang Pencipta, tidak peduli bagaimana Sang Pencipta mengatur segala sesuatu bagimu, apa yang Dia lakukan padamu dan bagaimana Dia melakukannya, berapa ujian dan kesengsaraan yang Dia datangkan, sebanyak apa penderitaan yang kautanggung, atau sekalipun ada hal-hal yang tidak kaupahami, kesalahpahaman, dan hal-hal lainnya, setidaknya, engkau akan merasa bahwa engkau berada di tangan Tuhan, Tuhan adalah yang kauandalkan, dan hatimu akan merasa damai. Namun, ketika Tuhan tidak lagi menginginkanmu, dan engkau tidak dapat merasakan lagi bagaimana Tuhan memperlakukanmu, dan engkau kehilangan pengandalan ini, rasanya seperti seluruh dunia hancur di sekelilingmu. Itu seperti ketika engkau masih kecil, dan engkau hanya berpikir, "Ibuku adalah yang paling dicintai, Ibu paling memedulikan dan menyayangiku, Ibu tidak boleh meninggal." Engkau tidak tahan ketika mendengar bahwa ibumu sakit. Engkau berpikir jika ibumu benar-benar meninggal, langit akan runtuh, dan engkau sama sekali tidak dapat terus hidup. Penalaran yang sama berlaku dalam hal percaya kepada Tuhan. Kedamaian dan sukacita terbesar dalam kepercayaan orang kepada Tuhan berasal dari pengandalan mereka kepada Tuhan, percaya bahwa nasibnya berada dalam tangan Sang Pencipta. Ketenangan manusia didapat setelah memiliki kepercayaan dan pengandalan yang nyata ini. Ketika engkau merasa bahwa kepercayaan dan pengandalan ini telah lenyap, dan hatimu terasa kosong, seperti sebuah lubang yang baru digali, bukankah langitmu telah runtuh? Apakah engkau memiliki kekuatan untuk terus hidup setelah engkau kehilangan pengandalanmu? Orang-orang semacam itu seperti mayat berjalan, hanya makan dengan serakah sembari menunggu ajal menjemput.
Sekarang ini, ada orang-orang yang terus-menerus memperlihatkan perilaku yang buruk, dan terus-menerus melakukan kejahatan serta mengacaukan, mengganggu, dan merusak pekerjaan gereja sembari melaksanakan tugas mereka, bahkan sampai menyebabkan kepentingan rumah Tuhan sangat dirugikan. Mereka tidak pernah memperlihatkan ketulusan atau kesetiaan kepada Tuhan, apalagi ketundukan. Oleh karena itu, Tuhan tidak pernah mengakui mereka. Mereka adalah orang-orang jahat yang telah menyusup ke dalam rumah Tuhan dengan niat untuk memperoleh berkat. Tuhan mengizinkan mereka masuk agar umat pilihan Tuhan dapat memetik pelajaran dan bertumbuh dalam kemampuannya untuk mengidentifikasi. Meskipun mereka juga termasuk orang-orang yang dipanggil, mereka tidak dipilih karena perilaku yang terus-menerus mereka perlihatkan. Seperti apakah kondisi mereka? Engkau semua bisa menanyakannya; tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupan mereka. Kualitas kehidupan orang-orang yang mengandalkan Tuhan dan menerima pemeliharaan-Nya kapan pun dan di mana pun sangatlah berbeda dari orang-orang yang tidak menerima pemeliharaan serta pertolongan Tuhan, dan mereka selalu terjerumus ke dalam jurang maut ketika menghadapi berbagai situasi. Orang-orang yang tidak menerima pemeliharaan Tuhan tidak memiliki kedamaian atau sukacita; sepanjang hari, mereka mengalami ketakutan, kegelisahan, keresahan, dan kekhawatiran. Hari-hari seperti apa yang mereka lalui? Mudahkah bagi orang untuk menghabiskan hari-harinya di dalam jurang maut? Tidak mudah. Tanpa jurang maut ini pun, jika engkau menghabiskan beberapa hari berturut-turut dalam keadaan negatif, engkau akan sangat menderita. Oleh karena itu, hargai waktu saat ini dan jangan melewatkan kesempatan yang besar ini. Merupakan kehormatan untuk melaksanakan tugasmu dalam pekerjaan pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun. Ini adalah kehormatan bagi semua orang. Ini bukan suatu penghinaan; hal terpenting adalah bagaimana engkau memperlakukan dan membalas kehormatan yang kauterima dari Tuhan ini. Tuhan telah meninggikanmu; engkau harus menghargai kebaikan-Nya. Engkau harus tahu bagaimana membalas kasih karunia Tuhan. Bagaimana engkau harus membalasnya? Tuhan tidak menginginkan uangmu atau nyawamu, dan Dia tidak menginginkan harta warisan yang ditinggalkan oleh keluargamu. Apa yang Tuhan inginkan? Tuhan menginginkan ketulusan dan kesetiaanmu. Bagaimana ketulusan dan kesetiaan ini terwujud? Wujud dari hal ini adalah bahwa, apa pun yang difirmankan Tuhan, engkau seharusnya berusaha sekuat tenaga dengan hati yang tulus dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan. Apa firman Tuhan itu? Firman Tuhan adalah kebenaran. Setelah engkau mengakui dan menerima kebenaran, bagaimana engkau harus menerapkannya? Engkau harus menerapkannya berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Lakukan tepat seperti yang Tuhan firmankan. Jangan berkata bohong bahwa engkau menerapkan kebenaran dan kemudian bertindak sekehendak hatimu sendiri ketika menghadapi berbagai situasi, kemudian mencari-cari alasan dan mengucapkan kata-kata terselubung serta menipu—ini menunjukkan kurangnya ketulusan dan kesetiaan, dan Tuhan tidak menghendaki hal seperti ini. Hal paling berharga dalam diri manusia adalah ketulusan. Bagaimana seharusnya seseorang yang memiliki ketulusan bersikap? Engkau harus melakukan tepat seperti yang Tuhan minta, terus-menerus mengikuti firman Tuhan. Sekalipun engkau melakukannya secara berlebihan dan tampak seolah-olah sedang mengikuti peraturan—hingga orang lain berpikir engkau agak bodoh saat melihatnya—engkau tetap tidak peduli dan terus bertindak sesuai dengan firman Tuhan; inilah ketulusan yang Tuhan kehendaki dari manusia. Jika engkau selalu bersikap licik dan licin, tidak pernah rela terlihat bodoh di mata orang lain, tidak mau kepentinganmu sendiri dirugikan sedikit pun, engkau tidak akan dapat menerapkan kebenaran karena engkau tidak memiliki ketulusan. Orang-orang yang tidak memiliki ketulusan dan tetap berusaha memainkan trik licik adalah orang yang sangat lihai, dan Tuhan tidak menyukai mereka. Ketika mereka menerapkan firman Tuhan, mereka bersikap selektif, hanya menerapkan apa yang menguntungkan mereka dan menghindari apa yang tidak menguntungkan. Mereka biasanya berbicara dengan menyenangkan, tidak melontarkan apa pun selain ide-ide yang terdengar muluk-muluk, tetapi ketika timbul masalah, mereka bersembunyi, menghilang tanpa jejak, dan hanya muncul kembali setelah orang lain menyelesaikan masalahnya. Orang celaka macam apa orang seperti ini? Ketika ada sesuatu yang menguntungkan bagi mereka, mereka berinisiatif dan bertindak, mereka lebih proaktif daripada orang-orang lainnya. Namun, ketika kepentingan pribadi mereka dipertaruhkan, mereka mundur dan menjadi negatif. Mereka kehilangan pendirian mereka, sudut pandang mereka, dan semua perkataan mereka yang terdengar muluk-muluk itu. Tuhan tidak menyukai jenis orang seperti ini. Dia lebih suka orang yang terlihat bodoh di mata orang lain daripada orang yang licik seperti ini.
XII. Membahas Politik
Kita telah selesai mempersekutukan sebelas masalah yang termasuk dalam tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja. Selain sebelas masalah tersebut, mari kita tambahkan satu hal lagi. Meskipun hal ini tidak sering terlihat dalam kehidupan bergereja, hal ini perlu disebutkan di sini, menjadikannya masalah kedua belas, yaitu membahas politik. Pantaskah jika membahas topik-topik politik dalam kehidupan bergereja? (Tidak.) Kehidupan bergereja adalah untuk membaca firman Tuhan, menyembah Tuhan, dan membagikan pemahaman orang akan Tuhan serta pengetahuan tentang firman Tuhan berdasarkan pengalaman. Namun, selama waktu ini, ada orang-orang yang berbicara panjang lebar tentang politik, seperti tentang situasi politik, tokoh-tokoh politik, struktur politik, sudut pandang politik, dan pendirian politik. Apakah ini pantas? Ketika sedang membahas topik-topik tentang Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu dan atas umat manusia, ada orang-orang yang menerapkan mentah-mentah ide bahwa tokoh-tokoh politik juga berada di tangan Tuhan, mengatakan bahwa tokoh-tokoh politik tertentu juga percaya serta mengikuti Tuhan, dan bahkan menulis catatan rohani dan sebagainya. Bukankah ini membingungkan orang lain? Bahkan ada orang-orang yang berkata, "Kita orang-orang Kristen harus mendukung politisi ini karena dia bukan hanya orang percaya, melainkan dia juga melindungi kepentingan kita orang-orang percaya. Dia juga sepemikiran dengan kita, dan kita harus mendukung serta memilihnya." Dalam kehidupan bergereja, mereka bahkan mempromosikan tokoh politik ini ke mana-mana. Apakah ini pantas? Apakah orang Kristen berpartisipasi dalam politik? (Tidak.) Apa yang dapat kita lakukan agar tidak berpartisipasi? Pertama, partai mana pun yang kaudukung, atau apa pun pandangan politikmu, jangan membahasnya dalam kehidupan bergereja. Tentu saja, yang jauh lebih penting adalah bahwa dalam kehidupan bergereja, juga tidak boleh muncul perdebatan di antara orang-orang yang memiliki pandangan politik yang berbeda. Misalnya, jika engkau dan seseorang memiliki pandangan yang berbeda dan mendukung tokoh politik yang berbeda, engkau dan dia mungkin ingin membahasnya ketika bertemu; ini diperbolehkan, tetapi engkau sama sekali tidak boleh melakukannya di pertemuan. Engkau dan dia bisa berkirim pesan pribadi, bertemu dan berbincang, atau engkau bahkan bisa berdebat sampai wajahmu merah padam, dan tak seorang pun akan ikut campur; ini adalah hak warga negara di bawah sistem demokrasi. Namun, selama kehidupan bergereja, engkau bukan hanya warga suatu negara; yang lebih penting, engkau adalah anggota dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Dalam konteks ini, itulah identitasmu. Jangan membawa topik politik atau topik mengenai tokoh politik ke dalam gereja. Apa yang kaubahas hanya merepresentasikan pendirian dan sudut pandang pribadimu, bukan gereja. Gereja tidak tertarik pada politik, juga tidak tertarik pada sistem, tokoh, pemimpin, atau kelompok politik mana pun karena hal-hal ini tidak ada kaitannya dengan kebenaran dan tidak relevan dengan kepercayaan kepada Tuhan. Topik apa pun tentang politik tidak boleh dibahas dalam kehidupan bergereja. Ada orang-orang yang berkata, "Jadi, bolehkah orang-orang bertemu dan membahas hal ini di luar kehidupan bergereja?" Sebaiknya jangan. Jika engkau ingin bergabung dalam diskusi di antara orang-orang tidak percaya yang memiliki pandangan politik berbeda, itu terserah padamu; itu adalah kebebasanmu, dan rumah Tuhan tidak akan ikut campur. Namun, selama anggota gereja berkumpul, atau selama waktu pertemuan resmi, jangan mengangkat pandangan atau argumen politik ini sebagai topik utama, dan jangan berpura-pura dengan penuh kepalsuan bahwa pandangan politikmu ada kaitannya dengan firman Tuhan, kebenaran, atau kedaulatan Tuhan. Pandangan politikmu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kebenaran, bahkan tidak ada kaitan sekecil apa pun di antara keduanya, jadi jangan berpura-pura sebaliknya.
Ada orang-orang yang ingin membicarakan politik, tetapi tak ada seorang pun yang dapat mereka ajak berdiskusi tentang topik ini di rumah, jadi pembicaraan itu tidak pernah dapat terjadi. Melihat bahwa semua saudara-saudari adalah orang dewasa, mereka yakin telah menemukan saluran untuk membahas politik dan menyampaikan pandangan politik mereka. Mereka merasa sangat senang telah menemukan kesempatan yang baik ini, ingin membicarakan pandangan politik, peristiwa terkini, dan situasi internasional. Ketika membahas hal-hal ini, mereka memulainya dengan berkata, "Semua ini berada di bawah kedaulatan Tuhan. Politik umat manusia dan para politisi ini juga berada di bawah kedaulatan Tuhan. Mereka ditetapkan oleh Tuhan." Setelah pembukaan ini, mereka mulai membahas politik dan peristiwa terkini secara panjang lebar, lalu menyimpulkan, "Politik tidak dapat terlepas dari kedaulatan Tuhan; semua itu mengandung maksud baik Tuhan." Jika orang-orang tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang hal ini, mereka tidak boleh membicarakannya dengan sembrono. Mempersekutukan kebenaran berarti mempersekutukan kebenaran; jangan membahas politik atau tokoh-tokoh politik. Membahas politik bukanlah mempersekutukan kebenaran, itu menyesatkan orang-orang. Jika engkau ingin membahas politik, carilah sekelompok orang yang mencintai politik dan bicara saja dengan mereka; engkau akan dapat berbicara sepuas hatimu. Apa tujuanmu selalu membicarakan topik-topik ini di gereja? Apakah engkau dengan sengaja berusaha membuat orang-orang mengagumimu dan memilihmu sebagai pemimpin? Ini berarti memiliki motif tersembunyi! Orang yang senang membicarakan politik adalah orang yang tidak melaksanakan tugas mereka yang semestinya dan pasti bukanlah orang yang mengejar kebenaran. Jangan pernah membahas topik-topik politik dalam pertemuan gereja. Ada orang-orang yang berkata, "Jika kami tidak boleh membahas pemilihan umum yang demokratis, sistem politik, dan kebijakan di negara-negara bebas, bagaimana kalau tentang politik dan skandal para pejabat tinggi di negeri si naga merah yang sangat besar, seperti tentang berapa banyak emas yang diambil seorang pejabat tinggi yang korup, dan berapa banyak gundik yang dimilikinya? Bolehkah kami membahas hal-hal ini?" Tidakkah topik-topik ini menjijikkan bagimu? Mengapa engkau begitu memedulikan hal-hal menjijikkan ini? Mengapa Aku merasa bahwa memedulikan dan membaca tentang hal-hal ini menjijikkan? Ada orang-orang yang sangat tertarik akan hal-hal ini, sama sekali tidak menganggapnya menjijikkan. Mereka bersedia membaca tentang hal-hal ini di internet, melakukannya setiap kali mereka punya waktu. Hati mereka terasa nyaman, aman, dan puas ketika membaca tentang hal-hal ini. Mengapa mereka tidak merasa sepuas ini ketika membaca firman Tuhan? Bukankah ini agak aneh? Bukankah ini berarti mengabaikan tugas mereka yang semestinya? Selama saat-saat yang menyenangkan seperti itu, bahkan berjalan-jalan di halaman, menghirup udara segar, dan mengagumi pemandangan akan mencerahkan suasana hatimu. Namun, sebagian orang tak mau melakukan hal-hal ini; setiap kali ada waktu luang, mereka hanya menatap komputer, memeriksa berita, mengumpulkan gosip: pejabat korup mana yang kedapatan memiliki gundik dan ada berapa banyak gundiknya, berapa banyak aset pejabat korup yang disita dari rumah mereka dan siapa saja pejabat korup itu, siapa pejabat tinggi si naga merah yang sangat besar yang menggulingkan seseorang dan siapa orang itu, atau siapa yang membunuh siapa. Hal-hal inilah yang biasanya mereka perhatikan. Mereka merasa penuh dengan pengetahuan setelah mengumpulkan informasi ini, yang kemudian mereka sebarkan kepada semua orang di pertemuan. Bukankah ini berarti menyebarkan racun? Bukankah hal yang sangat normal bagi setan-setan itu untuk melakukan kejahatan? Ada orang-orang yang berkata, "Memang hal yang normal bagi mereka untuk melakukan kejahatan, tetapi kau bahkan tidak dapat membayangkan beberapa hal mengerikan yang mereka lakukan." Apa gunanya membayangkan hal-hal seperti itu? Apakah engkau diberi otak agar dapat membayangkan hal-hal jahat yang mereka lakukan? Bukankah ini berarti mengabaikan tugasmu yang semestinya? Apakah kaupikir mengetahui beberapa kejahatan yang tak terbayangkan itu akan membuatmu unggul? Apa yang dapat kauperoleh dari hal ini? Bukankah itu hanya membuatmu merasa makin jijik? Orang-orang yang mengabaikan tugas mereka yang semestinya ini selalu memedulikan hal-hal yang cabul dan tercela di dunia politik. Bukankah mereka bodoh? Mengapa selalu mengkhawatirkan hal-hal ini alih-alih menjalani saja kehidupanmu sendiri? Bukankah ini bodoh? Bukankah ini berarti tidak ada hal yang lebih baik yang dapat kaulakukan? Ada orang-orang yang berkata, "Orang-orang percaya dianiaya oleh si naga merah yang sangat besar. Mereka pasti membenci si naga merah yang sangat besar. Orang-orang percaya tentunya akan tertarik pada skandal, korupsi, pelecehan, dan perzinaan yang dilakukan para pejabat tinggi si naga merah yang sangat besar, serta hal-hal licik yang mereka lakukan. Bukankah orang-orang percaya seharusnya bertepuk tangan dengan gembira ketika skandal-skandal ini terbongkar?" Apakah engkau percaya dan mengikuti Tuhan untuk memperoleh hal-hal ini? Membicarakan hal-hal politik di gereja, terutama tentang terbongkarnya skandal para pejabat tinggi si naga merah yang sangat besar, adalah hal yang paling menjijikkan. Engkau benar-benar tidak boleh membahasnya! Dan engkau juga jangan mengatakannya kepada-Ku; itu menjijikkan bagi-Ku! Kuberitahukan kepadamu, jangan membicarakannya dan bahkan jangan membaca tentang hal itu, atau cepat atau lambat akan tiba saatnya ketika engkau akan menyesal telah membaca hal-hal tersebut. Ketika engkau menyesalinya, engkau akan tahu bagaimana rasanya; hal-hal ini bisa menjadi begitu menjijikkan. Terlalu banyak mendengar dan membaca tentang hal-hal ini tidak ada manfaatnya. Mengapa menurut-Ku itu tidak ada manfaatnya? Karena membanjiri pikiranmu dengan hal-hal menjijikkan ini hanya akan membuatmu tidak ingin mendengarkan firman Tuhan. Meskipun topik-topik ini berkaitan dengan politik, hal-hal ini jauh lebih menjijikkan. Jika engkau ingin membicarakan hal-hal ini, bicaralah sepuas hatimu dengan beberapa orang tidak percaya, katakan apa pun yang ingin kaukatakan kepada mereka, tetapi apa pun yang terjadi, jangan membicarakannya di kehidupan bergereja atau di antara saudara-saudari. Ada orang yang berkata, "Membicarakan perbuatan yang kotor dan jahat yang dilakukan pejabat tinggi si naga merah yang sangat besar membantu saudara-saudari untuk bertumbuh dalam kemampuan mereka mengidentifikasi dan memungkinkan mereka untuk melampiaskan kemarahan mereka." Apa gunanya melampiaskan? Apakah melampiaskan berarti memberi kesaksian? Apakah itu adalah kewajiban atau tugasmu? Membicarakan hal-hal ini tidak berguna, tidak bernilai sama sekali. Sebanyak apa pun engkau menyingkapkan perbuatan jahat si naga merah yang sangat besar, Tuhan tidak akan mengingatnya. Sebaliknya, jika engkau membicarakan bagaimana engkau mengalami penganiayaan oleh si naga merah yang sangat besar, bagaimana engkau membebaskan diri intimidasi serta ancaman mereka dan bagaimana engkau mengatasinya, dan bagaimana engkau mengandalkan Tuhan dan tetap teguh dalam kesaksianmu di lingkungan seperti itu, Tuhan menerima hal ini. Namun, membicarakan politik tidak ada hubungannya dengan jalan masuk kehidupan, dan Tuhan tidak menerimanya. Ada orang-orang yang berkata, "Aku menyingkapkan korupsi para pejabat si naga merah yang sangat besar, bagaimana mereka menghabiskan puluhan ribu yuan untuk sekali makan, atau berapa banyak uang yang mereka habiskan untuk menginap di hotel-hotel mewah; apakah ini boleh?" Apa hubungannya semua ini dengan dirimu? Bukankah memang seperti itulah dunia dan masyarakat ini? Siapa yang sedang kaubela? Ini bukanlah memberi kesaksian bagi Tuhan, ini juga bukan menyingkapkan hakikat si naga merah yang sangat besar, dan ini juga bukan perwujudan pemberontakan terhadap si naga merah yang sangat besar. Jangan membuat orang bingung atau bersikap munafik; semua hal ini bukanlah menerapkan kebenaran. Korupsi yang dilakukan para pejabat dan politisi yang korup tidak perlu menjadi perhatian kita, dan itu juga bukan sesuatu yang perlu kita ungkapkan. Jangan pedulikan hal-hal ini. Hal-hal ini telah ada di rezim Iblis sepanjang sejarah, dan apa yang mereka lakukan sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengalaman kita akan pekerjaan Tuhan atau dengan memberi kesaksian bagi Tuhan. Jadi, apa pun yang terjadi, jangan campurkan topik-topik itu ke dalam topik "memberontak terhadap si naga merah yang sangat besar dan menyingkapkannya untuk menjadi kesaksian bagi Tuhan", dan jangan membawa hal yang aneh, menjijikkan, dan jahat ini ke dalam kehidupan bergereja atau di antara saudara-saudari untuk dibahas. Jika engkau benar-benar ingin membahas politik, lakukan itu dengan orang tidak percaya. Tak peduli bagaimana engkau membahasnya secara pribadi dengan mereka yang memiliki hobi dan minat seperti itu, silakan saja. Itu adalah hobi dan minat pribadimu; itu adalah kebebasan dan hakmu, dan tak seorang pun akan ikut campur. Namun, selama waktu pertemuan dan di hadapan saudara-saudari, jangan membahas hal-hal ini. Sekalipun ada seseorang yang bersedia mendengarkan, jangan membicarakannya karena itu memengaruhi kehidupan bergereja dan memengaruhi pemahaman umat pilihan Tuhan akan kebenaran.
Baik itu tentang politik atau tentang skandal kehidupan pribadi politisi, jangan bawa topik-topik ini ke dalam kehidupan bergereja untuk dibahas. Jika ada seseorang yang tidak tertarik dengan isi pertemuan dalam kehidupan bergereja dan selalu suka membahas hal-hal ini, membicarakannya di setiap pertemuan, apa yang harus saudara-saudari lakukan? Mereka harus membatasi orang-orang semacam itu, dengan berkata, "Ini adalah waktu pertemuan, jangan membicarakan hal-hal sampah itu. Jika kau ingin membicarakannya, pulanglah ke rumah dan lakukanlah di sana!" Bagaimana jika mereka tidak dapat dibatasi dan tetap membicarakannya? Usir mereka dan katakan bahwa mereka boleh kembali lagi jika tidak membicarakan hal itu lagi. Ada juga cara lain yang jauh lebih efektif: Begitu mereka membuka mulut untuk membahas politik, saudara-saudari berdiri dan pergi ke ruangan lain, meninggalkan mereka berbicara sendiri. Singkatnya, orang-orang yang suka membicarakan politik pasti ada. Orang-orang seperti itu mengabaikan tugas yang semestinya, tidak mengejar kebenaran, tidak merenungkan cara untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik, tidak merenungkan kesulitan apa yang ada dalam pekerjaan gereja atau yang dihadapi oleh saudara-saudari, dan tidak merenungkan apa masalah nyata mereka sendiri yang perlu diselesaikan; mereka tidak merenungkan hal-hal yang semestinya ini. Sebaliknya, mereka hanya merenungkan hal-hal yang tercela dan bengkok ini, dan sangat bersemangat mengenainya. Terutama sekarang, dengan informasi yang tersebar luas dan dapat diakses dari berbagai macam saluran, ini memungkinkan orang-orang ini untuk memuaskan hobi serta minat mereka. Kita tidak ikut campur dalam hobi dan minat mereka, tetapi rumah Tuhan memiliki peraturan bahwa membahas topik-topik politik di pertemuan digolongkan sebagai masalah yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja. Jadi, topik-topik ini dilarang keras selama kehidupan bergereja dan saat saudara-saudari berkumpul. Ada orang yang berkata, "Topik-topik ini dilarang, tetapi bagaimana dengan pandangan politik kami yang beragam, partai mana yang kami sukai dan mana yang tidak, siapa yang kami pilih atau yang tidak kami pilih, apakah gereja ikut campur dalam hal ini?" Mari kita perjelas hal ini: Pilihlah siapa pun yang kauinginkan, sukailah siapa pun yang kauinginkan; gereja tidak ikut campur dalam hal-hal ini, itu adalah kebebasanmu. Bukankah bersikap tidak ikut campur seperti ini sudah cukup lunak? Engkau telah sepenuhnya menikmati kewajiban dan hak asasi manusiamu sebagai warga negara; bukankah itu sudah cukup menghormati? Ini sudah cukup baik, tetapi engkau masih ingin berbicara dengan bebas, dan sepuas hati di gereja? Itu melanggar aturan. Jika engkau bertemu orang-orang semacam ini, carilah cara untuk membatasi mereka. Pertama, sampaikan persekutuan dengan jelas kepada mereka, dengan berkata, "Apakah kau masih baru beriman? Apakah ini pertama kalinya kau menghadiri pertemuan, dan kau tidak mengetahui aturan rumah Tuhan? Kalau begitu, biar kuberitahukan kepadamu: Tempat ini adalah tempat pertemuan, dan waktu ini adalah waktu pertemuan. Apa pun pandangan atau ide politik yang kaumiliki, kau sama sekali tidak boleh menyebarkannya di gereja, dan jangan membahasnya di pertemuan. Kami tidak ingin mendengarnya, juga tidak berkewajiban untuk mendengarmu membicarakan hal-hal ini. Kau telah memilih tempat yang salah. Setelah pertemuan, setelah meninggalkan tempat ini, kau bisa mengatakan apa pun yang kauinginkan; tak seorang pun akan ikut campur. Itu adalah kebebasanmu." Jika mereka memahami dan mengingat apa yang telah kaukatakan, dan tidak membicarakannya dalam pertemuan selanjutnya, itu bagus, dan mereka telah menunjukkan bahwa mereka memiliki sedikit nalar. Namun, jika setelah mempersekutukannya, mereka terus berbicara seperti ini, selalu membagikan pandangan politik di setiap pertemuan, haruskah mereka dibatasi dalam berbicara? (Ya.) Entah mereka terlibat dalam politik atau tidak, selama seseorang membicarakan topik-topik politik, ini harus digolongkan sebagai tindakan membentuk kelompok tertutup, bersaing untuk mendapatkan status, melampiaskan kenegatifan, dan perilaku lain semacam itu sebagai berbagai orang, peristiwa, serta hal-hal yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan rumah Tuhan. Tidak perlu bersikap sopan kepada orang-orang semacam itu; mereka harus dihentikan dan dibatasi. Tentu saja, orang yang membahas politik belum tentu orang jahat atau orang baik; mereka mungkin sekadar menyukai isu-isu dan topik-topik tersebut. Namun, kita bisa yakin bahwa orang-orang ini tidak benar-benar mengejar kebenaran. Singkatnya, prinsip untuk menangani orang-orang ini telah dipersekutukan dengan jelas: Beritahukan peraturan rumah Tuhan kepada mereka. Jika setelah diterangkan dengan jelas mereka terus membicarakan topik-topik politik dan tidak mengindahkan peringatan, isolasilah mereka. Mereka boleh terus menjalani kehidupan bergereja hanya setelah mereka bertobat. Jika mereka tidak pernah bertobat, jangan perbolehkan mereka untuk datang ke pertemuan. Menangani masalah ini haruslah sesederhana itu. Jangan membuat masalah sederhana menjadi rumit, ini tidak bermanfaat bagi siapa pun.
24 Juli 2021
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.