Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Nasihat Tuhan bagi Manusia

Kecepatan

Nasihat Tuhan bagi Manusia

I

Tuhan dorong kau tak bicara teori,

tapi apa yang asli dan penting.

B'lajar "seni modern", berdedikasi.

Berkata dan berbuat hal yang nyata.

Berbicara sesuai kenyataan.

Janganlah bicara berlebihan

s'kadar buat orang senang

dan memandangmu berbeda.

Apa gunanya jadi perhatian orang?

Perbuat yang memb'ri manfaat ke rumah Tuhan.

Bicara yang artistik, bertindak yang adil.

Biar nurani tuntun emosimu.

Bicara yang masuk akal dan bertindak realistis.

Jangan balas kebaikan dengan kebencian.

Jangan tak bersyukur bila lihat kebaikan.

Jangan menjadi orang munafik,

atau kau 'kan jadi pengaruh buruk.

II

Saat kau makan dan minum firman,

hubungkan s'mua dengan kenyataan.

Bicara hal nyata, jangan sombong.

Bersabar, toleran, b'lajar berserah.

Bermurah hati dengan sesama.

B'lajar murah hati, mau berkorban.

Sangkal daging saat berpikir jahat.

Bahas hal nyata dan yang terjangkau.

Banyak memberi, mengabdi tanpa pamrih.

Pedulikan kehendak Tuhan,

dengarkan nuranimu.

Ingatlah bagaimana Dia bicara.

Bersekutu, berdoa lebih sering.

Jangan bingung, dapatkan pengertian.

Jangan kau ulurkan tangan dosamu lagi,

atau kau akan dikutuk Tuhan.

Hati-hatilah dengan tindakanmu.

III

Berb'las kasih, jangan "menyerang" orang.

Bersekutulah lebih lagi,

bantulah yang lain.

Banyaklah berbuat,

s'dikit bicara dan meneliti.

Berusahalah lebih keras 'tuk digerakkan

dan disempurnakan Tuhan.

Singkirkan cara-cara manusia.

P'rilakumu dan tabiatmu yang dangkal

memuakkan dan harusnya dihilangkan.

Perbaiki kondisi mentalmu yang buruk.

Manusia terlalu banyak p'nuhi hatimu,

b'ri Tuhan lebih banyak ruang hatimu.

"Bait Suci" itu milik Tuhan,

maka tak boleh ditempati manusia.

Jadi, fokus pada kebenaran, bukan emosi.

Bicarakan realitas dan bukan pengetahuan.

Bicara tindakan, bukan omongan kosong.

Berdiam diri, lakukan dari s'karang.

dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Pikullah Lebih Banyak Beban agar Lebih Mudah Disempurnakan Tuhan

Selanjutnya:Kasih Manusia Menjadi Murni Hanya Melalui Penderitaan Pemurnian

media terkait