Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

838 Tuhan yang Berinkarnasi Telah Lama Hidup di Antara Manusia

1 Ketika Tuhan menjadi daging dan hidup di tengah umat manusia untuk waktu yang lama, setelah Ia mengalami dan menyaksikan berbagai macam gaya hidup orang, pengalaman-pengalaman ini menjadi panduan-Nya untuk mengubah bahasa ilahi-Nya ke dalam bahasa manusia. Ketika Ia menyaksikan dan secara pribadi mengalami semuanya ini, apa yang Ia pikirkan bukanlah tentang bagaimana memiliki kehidupan yang baik atau bagaimana Ia dapat hidup dengan lebih bebas, dengan lebih nyaman. Ketika Tuhan Yesus sedang mengalami kehidupan manusia yang autentik, Ia menyaksikan kesukaran dalam kehidupan orang-orang, Ia menyaksikan kesusahan, kemalangan, dan kesedihan orang-orang yang hidup di bawah pengrusakan Iblis, di bawah kekuasaan Iblis, dan dalam kehidupan berdosa mereka. Artinya, Kristus itu sendiri, Tuhan Yesus sang manusia menyaksikan ini, dan segala hal yang Ia saksikan membuat-Nya merasakan betapa penting dan betapa perlunya pekerjaan yang telah Ia pikul pada waktu itu dalam daging.

2 Selama proses ini, bisa engkau katakan bahwa Tuhan Yesus mulai memahami lebih jelas pekerjaan yang perlu Ia lakukan dan apa yang telah dipercayakan kepada-Nya. Ia juga menjadi semakin ingin menyelesaikan pekerjaan yang harus Ia pikul—untuk menanggung dosa seluruh umat manusia, menebus umat manusia agar supaya mereka tidak lagi hidup dalam dosa dan Tuhan akan dapat melupakan dosa manusia karena korban penebusan dosa, yang memungkinkan-Nya untuk melanjutkan pekerjaan-Nya menyelamatkan umat manusia. Dapat dikatakan bahwa dalam hati Tuhan Yesus, Ia rela menawarkan diri-Nya demi umat manusia, mengorbankan diri-Nya. Ia juga rela menjadi korban penebus dosa, untuk dipakukan pada kayu salib, dan Ia sangat ingin menyelesaikan pekerjaan ini. Ketika Ia menyaksikan betapa menyedihkannya hidup manusia, Ia semakin ingin untuk memenuhi misi-Nya secepat mungkin, tanpa tertunda semenit atau sedetik pun.

3 Ketika merasakan keterdesakan seperti itu, Ia tidak lagi memikirkan betapa luar biasanya rasa sakit yang akan Ia tanggung, Ia tidak lagi memikirkan seberapa dalam penghinaan yang harus Ia terima—hanya ada satu keyakinan dalam hati-Nya: selama Ia mempersembahkan diri-Nya, selama Ia disalibkan sebagai korban penghapus dosa, kehendak Tuhan akan terlaksana dan Ia akan bisa memulai pekerjaan baru-Nya. Kehidupan umat manusia dalam dosa, keberadaan mereka dalam dosa, semua akan sepenuhnya berubah. Keyakinan-Nya dan apa yang bertekad Ia lakukan, semuanya berhubungan dengan menyelamatkan manusia, dan Ia hanya punya satu tujuan: untuk melaksanakan kehendak Tuhan, sehingga Ia dapat dengan berhasil memulai tahap selanjutnya dari pekerjaan-Nya. Inilah yang ada dalam pikiran Tuhan Yesus pada saat itu.

Diadaptasi dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Tuhan Datang di Antara Manusia untuk Menyelamatkan Mereka

Selanjutnya:Apakah Penderitaan Terbesar yang Tuhan Derita?

MediaTerkait

  • Tuhan Mahakuasa, Hatiku Milik-Mu

    I Firman siapakah yang pelihara rohku? Kasih terindah siapa yang rebut hatiku? Karya hebat siapa yang tahirkan manusia? Siapa yang memb'riku kes'lamat…

  • Arti Sejati Iman Pada Tuhan

    I Banyak orang percaya, namun s'dikit yang mengerti arti iman pada Tuhan, apa yang harus diperbuat 'tuk ikuti hati Tuhan. Banyak yang tahu "Tuhan", t…

  • Jadilah Seorang yang Menerima Kebenaran

    I Oh~ Pilih jalanmu, jangan tolak k'benaran atau menghujat Roh Kudus. Janganlah bebal, janganlah angkuh. Turutilah bimbingan Roh Kudus. Kembalinya Yes…

  • Datang ke Sion Dengan Pujian

    I Datang ke Sion dengan pujian. Datang ke Sion dengan pujian. Datang ke Sion dengan pujian. Datang ke Sion. Datang ke Sion dengan pujian. Tampaklah ke…