Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

1026 Tuhan Mengalami Penderitaan Manusia adalah Sangat Bermakna

1 Dua tahap pekerjaan inkarnasi Tuhan yang dilakukan dengan cara ini adalah sempurna; yaitu, pekerjaan yang telah dilakukan dalam dua tahap ini, dari inkarnasi pertama hingga inkarnasi ini, telah menyelesaikan semua penderitaan dalam kehidupan umat manusia. Mengapa perlu bagi Tuhan untuk menjadi daging untuk melakukan ini sendiri? Dari mana asalnya rasa sakit melahirkan, kematian, penyakit, dan usia tua yang muncul di sepanjang hidup manusia? Karena apa manusia pertama-tama mengalami hal-hal tersebut? Manusia tidak mengalami hal-hal itu ketika mereka pertama kali diciptakan, bukan? Jadi dari mana datangnya semua itu? Semuanya ini datang setelah manusia dirusak oleh Iblis dan daging mereka merosot, yaitu rasa sakit daging, masalah, kehampaan daging, dan kesengsaraan dunia yang ekstrem.

2 Setelah Iblis merusak manusia, manusia lalu menjadi semakin merosot, penyakit manusia semakin parah, dan penderitaan mereka menjadi semakin lama semakin berat. Manusia merasa semakin lama semakin merasakan kekosongan, tragedi dan tidak mampu untuk terus hidup dalam dunia, dan mereka merasa semakin lama semakin kehilangan harapan untuk dunia. Jadi penderitaan ini dibawa oleh Iblis kepada manusia dan hal ini terjadi hanya setelah manusia dirusak Iblis dan daging manusia menjadi merosot. Penderitaan ini masih berada di bawah penguasaan Iblis—inilah kelemahan manusia yang fatal. Iblis masih dapat menggunakan hal-hal yang telah dirusak dan diinjak-injak olehnya—inilah hal-hal yang dapat digunakan Iblis terhadap manusia.

3 Karena itu, Tuhan telah menjadi daging sekali lagi di akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan Dia harus menderita menggantikan manusia sementara melakukan pekerjaan penaklukan. Dengan membayar harga penderitaan, Tuhan yang berinkarnasi akan menyelesaikan kelemahan fatal umat manusia. Setelah Dia membawa kembali manusia dengan merasakan penderitaan manusia, Iblis tidak akan lagi memiliki apa pun yang dapat dipakai untuk melawan mereka, dan manusia akan kembali kepada Tuhan sepenuhnya. Baru pada saat itulah manusia dapat dianggap sepenuhnya milik Tuhan. Dengan demikian, Tuhan yang berinkarnasi mengalami penderitaan dunia dan menanggung penderitaan menggantikan manusia bukanlah masalah yang dapat diabaikan; ini sama sekali sangat penting.

Diadaptasi dari "Makna dari 'Tuhan Menanggung Penderitaan Dunia'" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Sebelumnya:Tuhan Diinkarnasi untuk Menderita Menggantikan Manusia

Selanjutnya:Hakikat Tuhan itu Mahakuasa dan Praktis

media terkait