Kesaksian Rohani, Ep. 166: Di Balik Diam

02 Januari 2022

Sang tokoh utama melakukan tugas penyuntingan di gereja. Dia berpikir bahwa dia berkualitas rata-rata dan tidak memiliki kebenaran kenyataan, jadi dia mengikuti falsafah iblis seperti "Diam itu emas" dan "Orang yang banyak bicara banyak melakukan kesalahan" dan sering kali diam dan tidak pernah berinisiatif untuk mengutarakan pendapatnya secara terus terang dalam diskusi karena takut sudut pandangnya mungkin salah atau dangkal dan orang lain mungkin memandang rendah dirinya. Melalui perenungan diri dengan hati yang mencari dan membaca firman Tuhan, dia menyadari bahwa ketakutannya akan kehilangan muka adalah alasan utama dia memilih untuk tidak mengutarakan pendapatnya dan berbicara dengan jujur, bahwa dia lebih mencintai citra dan reputasinya sendiri daripada mencintai kebenaran, yang merupakan watak Iblis yang licik dan jahat. Kesadaran ini membuatnya merasa sangat menyesal. Bagaimana dia menerapkan kebenaran dan dapat bertobat dan berubah? Apa yang dia dapatkan dari pengalaman ini? Silakan saksikan video ini.

Lihat lebih banyak

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Bagikan

Batalkan

Hubungi kami via WhatsApp