66 Waktu

I

Jiwa kesepian datang dari jauh,

mencari masa lalu dan depan,

membanting tulang, dan mengejar mimpi.

Tak tahu dari mana datang dan pergi,

Lahir dalam tangisan, memudar putus asa,

Biar terinjak-injak, tetap t'rus bertahan.

Kau datang akhiri hidup yang menderita.

Kutangkap harapan, kusambut sinar fajar.

Ku menatap ke dalam kabut, nampak sekilas sosok-Mu.

Itulah pancaran, pancaran sinar wajah-Mu.

II

Kemarin tersesat di neg'ri asing,

sekarang kudapat jalan pulang.

Penuh luka, tiada citra manusia,

Ku mendesah hidup itu mimpi.

Kau datang akhiri hidup yang menderita.

Ku tak sesat lagi ku tak mengembara lagi.

S'karang ku di rumah. Ku lihat jubah putih-Mu.

Itulah pancaran, pancaran sinar wajah-Mu.

III

Banyak siklus kelahiran, penantian yang lama,

Yang Mahakuasa t'lah datang.

Jiwa yang kesepian, menemukan jalannya.

Sebuah mimpi ribuan tahun.

Sebelumnya: 64 Betapa Sukacitanya Percaya kepada Tuhan

Selanjutnya: 68 Tuhan Yang Mahakuasa, Yang Terindah

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait

145 Simbol Watak Tuhan

I Watak Tuhan mencakup cinta dan penghiburan bagi manusia, kebencian dan pengertian mendalam-Nya tentang manusia. Watak Tuhan adalah suatu...

140 Kasih Tuhan Sangat Nyata

I Karya penaklukan Tuhan atas kalian,  sungguh besar kes'lamatan itu. Setiap kalian berdosa dan hidup dalam percabulan. Kini kalian...

Pengaturan

  • Teks
  • Tema

Warna Solid

Tema

Jenis Huruf

Ukuran Huruf

Spasi Baris

Spasi Baris

Lebar laman

Isi

Cari

  • Cari Teks Ini
  • Cari Buku Ini