Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

184 Memperbarui Sumpahku untuk Mengasihi Tuhan

Bait 1

Dengan memegang firman Tuhan di kedua tangan, perasaan sesalku sulit dikatakan.

Firman Tuhan adalah kebenaran, aku benci bahwa aku tidak mengejarnya dengan sungguh-sungguh.

Aku pernah bersumpah dan berjanji, berkata bahwa hatiku yang mengasihi Tuhan tidak akan pernah berubah.

Karena tidak tahu dan bodoh, aku begitu naif, dan segala sesuatunya tidak seperti yang aku bayangkan.

Ketika ujian menimpa, aku menjadi putus asa dan aku salah mengerti, aku berpegang pada gagasan-gagasan tentang masa depan dan nasibku.

Antusiasme masa laluku sirna dihembus angin, aku berkecil hati dan kehilangan harapan, dan aku menyerah pada keputusasaan.

Melihat kemerosotan akhlakku sendiri,

mata muramku, wajah murungku,

bagaimana mungkin aku sudah jatuh sejauh ini?

Bait 2

Dengan menyingkapkan diriku di hadapan firman Tuhan dan merefleksikan diri, hatiku pada akhirnya sadar akan kebenaran.

Aku mengatakan bahwa aku mengasihi Tuhan, tapi aku tidak mendedikasikan hati sejatiku untuk-Nya, malahan aku selalu membuat kesepakatan-kesepakatan dengan Tuhan.

Tanpa membebaskan diriku dari motivasi untuk menerima berkat, bagaimana mungkin aku membaktikan hatiku kepada Tuhan?

Aku melihat betapa rusak parahnya diriku, tanpa hati nurani ataupun akal budi.

Sekarang sumpahku sudah menjadi kebohongan, suatu tanda cela.

Aku terlalu malu untuk melihat wajah Tuhan dan membenci diriku sendiri karena menyakiti hati Tuhan.

Aku dibiarkan dengan rasa bersalah dan sesal yang kekal.

Kenangan yang tak tertahankan tersembunyi, terkubur dalam hatiku.

Aku rindu untuk dapat membebaskan diri dari dosaku.

Bait 3

Tuhan membayar harga yang sangat mahal untuk mengungkapkan kebenaran demi membekali manusia.

Penghakiman, hajaran, ujian dan penyingkapan - Tuhan melakukan semua ini hanya demi menyucikan dan menyelamatkan manusia.

Dia tidak pernah meminta balasan apa pun, Dia rindu mendapatkan hati kita.

Melihat betapa tercelanya diriku, hatiku terbakar kegelisahan.

Kasih Tuhan yang murni, tanpa cela menghangatkan hatiku.

Jika aku masih tidak mengejar kebenaran, aku akan merasa malu untuk menerima kasih-Nya.

Bagaimana aku dapat meminta Tuhan untuk terus menungguku?

Aku memperbarui sumpahku untuk mengasihi Tuhan: aku mendedikasikan hatiku dan pikiranku kepada-Nya,

dan aku akan memenuhi misiku dan menjadi saksi Tuhan.

Sebelumnya:Hati Tuhan Belum Tenang

Selanjutnya:Engkau Adalah Kehidupan Sejatiku

media terkait