Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Mengalami Pemurnian (Bagian Dua)

Seorang yang melayani Tuhan tidak boleh hanya tahu tentang menderita bagi-Nya; lebih dari itu, mereka harus mengerti bahwa tujuan percaya kepada Tuhan adalah berusaha untuk mengasihi Tuhan. Tuhan memakai dirimu bukan sekadar untuk memurnikanmu atau membuatmu menderita, tetapi Dia memakaimu supaya engkau mengetahui perbuatan-Nya, mengetahui makna sejati hidup manusia, dan secara khusus agar engkau tahu bahwa melayani Tuhan bukanlah tugas yang mudah. Mengalami pekerjaan Tuhan bukanlah tentang menikmati anugerah, tetapi lebih tentang menderita demi kasihmu kepada-Nya. Karena engkau menikmati anugerah Tuhan, engkau juga harus menikmati hajaran-Nya; engkau harus mengalami semua ini. Engkau bisa mengalami pencerahan Tuhan dalam dirimu dan engkau juga bisa mengalami penanganan Tuhan dan penghakiman-Nya. Dengan cara demikian, pengalamanmu akan menjadi luas dan lengkap. Tuhan telah melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran-Nya terhadapmu. Firman Tuhan telah menanganimu, tetapi bukan hanya itu; firman Tuhan juga telah mencerahkan dan menerangimu. Ketika engkau negatif dan lemah, Tuhan mengkhawatirkan dirimu. Semua pekerjaan ini dimaksudkan supaya engkau tahu bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan manusia berada dalam pengaturan Tuhan. Engkau mungkin berpikir bahwa percaya kepada Tuhan adalah tentang penderitaan atau melakukan segala macam hal bagi-Nya; engkau mungkin berpikir bahwa tujuan percaya kepada Tuhan adalah agar dagingmu merasakan kedamaian, atau agar segala sesuatu dalam hidupmu berjalan lancar, atau agar engkau merasa nyaman dan tenang dalam segala hal. Namun, tak satu pun dari hal-hal ini merupakan tujuan yang harus manusia capai dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan. Jika engkau percaya demi tujuan-tujuan ini, berarti sudut pandangmu itu salah dan sama sekali tidak mungkin bagimu untuk disempurnakan. Tindakan Tuhan, watak Tuhan yang benar, hikmat-Nya, firman-Nya, keajaiban-Nya serta diri-Nya yang tak terselami, semua itulah yang harus manusia pahami. Engkau harus menggunakan pemahaman ini untuk menyingkirkan dari dalam hatimu semua tuntutan, harapan dan gagasan pribadimu. Hanya dengan menyingkirkan hal-hal ini, engkau bisa memenuhi syarat yang dituntut oleh Tuhan, dan hanya dengan melakukan ini, engkau bisa memiliki hidup dan memuaskan Tuhan. Tujuan percaya kepada Tuhan adalah untuk memuaskan-Nya dan hidup dalam watak yang Dia inginkan, sehingga tindakan dan kemuliaan-Nya dapat terwujud lewat sekelompok orang yang tidak layak ini. Inilah cara pandang yang benar untuk percaya kepada Tuhan, dan ini juga merupakan tujuan yang harus engkau capai. Engkau harus memiliki cara pandang yang benar dalam memercayai Tuhan dan engkau harus berusaha mendapatkan firman Tuhan. Engkau perlu makan dan minum firman Tuhan dan harus bisa hidup dalam kebenaran dan terutama engkau harus mampu melihat perbuatan-perbuatan-Nya yang nyata, perbuatan-Nya yang menakjubkan di seluruh alam semesta, juga pekerjaan nyata yang Dia lakukan dalam daging. Melalui pengalaman praktis mereka, manusia bisa menghargai bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan-Nya dalam diri mereka dan apa yang menjadi kehendak-Nya bagi mereka. Tujuan semua ini adalah untuk menyingkirkan watak mereka yang rusak dan jahat. Setelah engkau menyingkirkan dari dalam dirimu kecemaran dan ketidakbenaran, dan setelah engkau membersihkan niatmu yang salah dan setelah engkau mengembangkan imanmu yang sejati kepada Tuhan—hanya dengan iman sejatilah engkau bisa benar-benar mengasihi Tuhan. Engkau hanya bisa mengasihi Tuhan dengan murni di atas dasar kepercayaanmu kepada-Nya. Dapatkah engkau mengasihi Tuhan tanpa percaya kepada-Nya? Karena engkau percaya kepada Tuhan, engkau tidak bisa membiarkan dirimu bingung tentang hal ini. Sebagian orang menjadi penuh semangat begitu mereka melihat bahwa iman kepada Tuhan akan memberi mereka berkat, tetapi langsung kehilangan energi begitu tahu bahwa mereka harus mengalami pemurnian. Seperti itukah percaya kepada Tuhan? Pada akhirnya, engkau harus mencapai ketaatan yang sempurna dan mutlak di hadapan Tuhan dalam imanmu. Engkau percaya kepada Tuhan, tetapi masih menuntut-Nya, memiliki banyak gagasan agamawi yang tidak bisa engkau lepaskan, keinginan pribadi yang tak bisa engkau lepaskan, dan masih mencari berkat daging, dan ingin agar Tuhan menyelamatkan dagingmu, menyelamatkan jiwamu—semua itu adalah perilaku orang yang punya cara pandang salah. Meskipun orang dengan kepercayaan agamawi memiliki iman kepada Tuhan, mereka tidak berusaha mengubah watak mereka, tidak mengejar pengenalan akan Tuhan, tetapi sebaliknya mereka hanya tertarik mencari apa yang daging mereka inginkan. Banyak di antara engkau sekalian yang memiliki iman yang termasuk dalam golongan orang agamawi; ini bukanlah iman yang sejati kepada Tuhan. Untuk percaya kepada Tuhan, manusia harus memiliki hati yang siap untuk menderita bagi-Nya dan kerelaan untuk menyerahkan diri bagi-Nya. Jika mereka tidak memenuhi kedua persyaratan ini, hal itu tidak dianggap sebagai iman kepada Tuhan dan mereka tidak akan mampu mengalami perubahan dalam watak mereka. Hanya mereka yang dengan sungguh-sungguh mengejar kebenaran, mencari pengenalan akan Tuhan, dan mengejar kehidupan yang merupakan orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

Ketika ujian datang kepadamu, bagaimana engkau akan menerapkan pekerjaan Tuhan dalam menangani ujian-ujian tersebut? Apakah engkau akan jadi negatif atau apakah engkau akan memahami ujian dan pemurnian Tuhan atas manusia dari aspek positif? Apa yang akan engkau dapatkan melalui ujian dan pemurnian Tuhan ini? Apakah kasihmu kepada Tuhan akan bertumbuh? Ketika engkau mengalami pemurnian, akankah engkau mampu menerapkan ujian Ayub dan dengan sungguh-sungguh terlibat dengan pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam dirimu? Dapatkah engkau melihat bagaimana Tuhan menguji manusia lewat ujian Ayub? Inspirasi apa yang engkau dapatkan dari ujian Ayub? Apakah engkau mau bersaksi bagi Tuhan di tengah pemurnianmu, atau apakah engkau ingin memuaskan daging dalam lingkungan yang nyaman? Apakah sudut pandangmu yang sesungguhnya tentang iman kepada Tuhan? Apakah itu sungguh-sungguh untuk-Nya, dan bukan untuk daging? Apakah engkau sebenarnya memiliki target yang ingin kaukejar dalam pencarianmu? Apakah engkau mau menjalani pemurnian sehingga engkau dapat disempurnakan oleh Tuhan, atau apakah engkau lebih suka dihajar dan dikutuk oleh Tuhan? Apa sebenarnya pandanganmu tentang menjadi kesaksian bagi Tuhan? Apa yang seharusnya orang lakukan dalam lingkungan tertentu supaya menjadi kesaksian yang sejati bagi Tuhan? Karena Tuhan yang nyata telah menyatakan begitu banyak pekerjaan-Nya yang nyata dalam dirimu, mengapa engkau selalu berpikir untuk pergi? Apakah kepercayaanmu kepada Tuhan adalah untuk Tuhan? Bagi kebanyakan orang di antaramu, kepercayaanmu adalah bagian dari perhitungan yang engkau buat atas namamu sendiri, demi mengejar keuntungan pribadimu sendiri. Sangat sedikit orang yang percaya kepada Tuhan demi Tuhan; bukankah ini pemberontakan?

Tujuan pekerjaan pemurnian terutama adalah untuk menyempurnakan iman manusia. Pada akhirnya, apa yang dicapai adalah bahwa engkau ingin pergi, pada saat yang sama, engkau tidak bisa pergi; beberapa orang tetap mampu memiliki iman bahkan pada saat mereka tidak lagi memiliki sedikit pun harapan; dan orang tidak lagi memiliki harapan sama sekali mengenai masa depan mereka sendiri. Hanya pada saat inilah pemurnian Tuhan selesai. Manusia masih belum mencapai tahap mengambang antara hidup dan mati, dan mereka belum merasakan kematian, jadi proses pemurnian belum berakhir. Bahkan mereka yang berada pada tahap pelaku pelayanan pun belum dimurnikan sampai tingkat tertinggi. Ayub menjalani pemurnian yang ekstrem, dan tidak ada yang bisa dia andalkan. Manusia harus menjalani pemurnian sampai di tingkat di mana mereka tidak punya harapan dan tidak ada yang bisa diandalkan—hanya inilah pemurnian yang sejati itu. Selama masa para pelaku pelayanan, jika hatimu selalu tenang di hadapan Tuhan, dan jika apa pun yang dilakukan-Nya dan apa pun kehendak-Nya bagimu, engkau selalu taat pada pengaturan-Nya, maka pada akhirnya, engkau akan mengerti semua yang telah Tuhan lakukan. Engkau menjalani ujian Ayub, dan pada saat yang sama engkau menjalani ujian Petrus. Ketika Ayub diuji, ia menjadi kesaksian, dan pada akhirnya Yahweh dinyatakan kepadanya. Hanya setelah dia menjadi kesaksian, dia layak memandang wajah Tuhan. Mengapa dikatakan: "Aku menyembunyikan diri dari tanah najis, tetapi memperlihatkan diri-Ku pada kerajaan yang kudus"? Itu artinya bahwa hanya ketika engkau kudus dan menjadi kesaksian, engkau bisa memiliki martabat untuk memandang wajah Tuhan. Jika engkau tidak bisa menjadi kesaksian bagi-Nya, engkau tidak memiliki martabat untuk memandang wajah-Nya. Jika engkau mundur atau mengeluh kepada Tuhan saat menghadapi pemurnian, sehingga gagal menjadi kesaksian bagi-Nya, dan menjadi bahan tertawaan Iblis, maka engkau tidak akan mendapatkan penampakan Tuhan. Jika engkau seperti Ayub, yang di tengah ujian mengutuki dagingnya sendiri dan tidak mengeluh kepada Tuhan, dan mampu membenci dagingnya sendiri tanpa mengeluh atau berdosa dalam perkataannya, itulah artinya engkau akan menjadi kesaksian. Ketika engkau menjalani pemurnian sampai tahap tertentu dan masih bisa seperti Ayub, sepenuhnya taat di hadapan Tuhan, dan tanpa menuntut hal lain dari-Nya atau memiliki gagasanmu sendiri, Tuhan pun akan menampakkan diri kepadamu. Sekarang ini Tuhan tidak menampakkan diri kepadamu karena engkau telah memiliki begitu banyak gagasan pribadi, prasangka pribadi, pikiran yang egois, persyaratan pribadi, dan keinginan daging, sehingga engkau tidak layak melihat wajah-Nya. Kalaupun engkau melihat Tuhan, engkau akan mengukur-Nya berdasarkan gagasanmu sendiri dan dengan melakukannya, Dia dipakukan lagi ke kayu salib olehmu. Jika ada banyak hal yang terjadi pada dirimu tidak sesuai dengan gagasanmu tetapi engkau bisa mengesampingkannya dan memperoleh pengetahuan tentang tindakan Tuhan dari hal-hal ini, dan jika di tengah pemurnian engkau menyatakan hatimu yang mengasihi Tuhan, ini berarti engkau menjadi kesaksian bagi-Nya. Jika rumahmu damai, engkau menikmati kenyamanan daging, tidak ada yang menganiayamu, dan saudara-saudari di gereja menaatimu, bisakah engkau memperlihatkan hati yang mengasihi Tuhan? Dapatkah situasi ini memurnikanmu? Hanya melalui pemurnianlah kasihmu kepada Tuhan bisa diperlihatkan, dan hanya melalui terjadinya hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasanmu, engkau bisa disempurnakan. Melalui adanya banyak hal negatif dan bertentangan, dan melalui segala macam perwujudan Iblis—tindakannya, tuduhannya, gangguannya dan tipu dayanya—Tuhan memperlihatkan kepadamu wajah jahat Iblis dengan jelas, dan dengan demikian menyempurnakan kemampuanmu untuk membedakan Iblis, sehingga engkau akan membenci Iblis dan meninggalkannya.

Banyaknya pengalaman kegagalan, kelemahan, dan masa-masa negatif yang engkau alami bisa dikatakan sebagai ujian Tuhan bagimu. Ini karena segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan semua hal dan peristiwa ada di tangan-Nya. Entah engkau gagal atau lemah atau tersandung, semua tergantung pada Tuhan dan berada dalam genggaman tangan-Nya. Dari perspektif Tuhan, ini adalah ujian bagimu, dan jika engkau tidak bisa mengenalinya, itu akan menjadi pencobaan. Ada dua keadaan yang manusia harus kenali: satu datang dari Roh Kudus, yang lainnya bersumber dari Iblis. Yang satu adalah keadaan di mana Roh Kudus mencerahkanmu dan memungkinkanmu untuk mengenal dirimu sendiri, membenci dan menyesali dirimu sendiri, dan mampu memiliki kasih yang murni kepada Tuhan, sehingga bisa memusatkan hati untuk memuaskan Dia. Yang satu lagi adalah keadaan di mana engkau mengenal dirimu sendiri, tetapi engkau negatif dan lemah. Bisa dikatakan ini adalah pemurnian Tuhan, dan ini juga bisa dikatakan pencobaan Iblis. Jika engkau mengenali bahwa ini adalah penyelamatan Tuhan atas dirimu dan jika engkau merasa bahwa engkau sekarang sangat berutang kepada-Nya, dan jika mulai sekarang engkau berusaha membalas budi kepada-Nya dan tidak lagi jatuh dalam kebejatan, jika engkau berusaha makan dan minum firman-Nya, dan jika engkau selalu menganggap dirimu kekurangan, dan memiliki hati yang rindu, itu adalah ujian dari Tuhan. Setelah penderitaan berakhir, dan engkau sekali lagi bergerak maju, Tuhan akan tetap memimpin, menerangi, mencerahkan, dan memeliharamu. Namun, jika engkau tidak mengenalinya dan bersikap negatif, semata-mata menelantarkan dirimu dalam keputusasaan, jika engkau berpikir demikian, pencobaan Iblis telah menimpamu. Ketika Ayub menjalani ujian, Tuhan dan Iblis bertaruh, dan Tuhan mengizinkan Iblis menyakiti Ayub. Meskipun Tuhan-lah yang sedang menguji Ayub, Iblislah yang datang kepada Ayub. Bagi Iblis, dia sedang mencobai Ayub, tetapi Ayub ada di pihak Tuhan. Jika tidak demikian halnya, Ayub pasti telah jatuh ke dalam pencobaan. Begitu orang jatuh ke dalam pencobaan, mereka berada dalam bahaya. Menjalani pemurnian bisa dikatakan sebagai ujian dari Tuhan, tetapi jika engkau sedang tidak dalam keadaan baik, bisa dikatakan itu adalah pencobaan dari Iblis. Jika engkau tidak jelas tentang visi, Iblis akan menuduhmu dan mengaburkanmu dalam aspek visi. Tanpa sadar, engkau sudah jatuh ke dalam pencobaan.

Jika engkau tidak mengalami pekerjaan Tuhan, engkau tidak akan pernah bisa disempurnakan. Dalam pengalamanmu, engkau juga harus menyelami sampai ke rinciannya. Misalnya, hal-hal apa yang membuatmu mengembangkan gagasan serta begitu banyak motif, dan tindakan praktis apa yang kaumiliki untuk menyelesaikan masalah-masalah ini? Jika engkau bisa mengalami pekerjaan Tuhan, ini berarti engkau memiliki tingkat pertumbuhan. Jika engkau hanya terlihat bersemangat, itu bukanlah tingkat pertumbuhan yang sebenarnya dan engkau pasti tidak akan sanggup berdiri teguh. Hanya jika engkau semua mampu mengalami pekerjaan Tuhan dan engkau mampu mengalami dan merenungkan pekerjaan Tuhan setiap saat dan di mana saja, jika engkau semua mampu meninggalkan gembala, hidup mandiri dengan bergantung kepada Tuhan, dan mampu melihat tindakan Tuhan yang nyata—hanya pada saat itulah kehendak Tuhan tercapai. Saat ini, kebanyakan orang tidak tahu bagaimana mengalaminya, dan saat menghadapi masalah, mereka tidak tahu cara menanganinya; mereka tidak mampu mengalami pekerjaan Tuhan, dan mereka tidak dapat menjalani kehidupan rohani. Engkau harus menerima firman dan pekerjaan Tuhan dalam kehidupan praktismu.

Kadang Tuhan memberimu perasaan tertentu, perasaan yang membuatmu kehilangan sukacita dalam batinmu, dan kehilangan hadirat Tuhan, sampai engkau merasa berada dalam kegelapan. Inilah salah satu jenis pemurnian. Setiap kali engkau melakukan sesuatu, selalu gagal atau seperti tidak berhasil. Inilah disiplin Tuhan. Terkadang, ketika engkau melakukan sesuatu yang tidak taat dan memberontak terhadap Tuhan, tidak seorang pun mengetahuinya—tetapi Tuhan tahu. Dia tidak akan melepaskanmu dan Dia akan mendisiplinkan dirimu. Pekerjaan Roh Kudus sangat mendetail. Dia dengan sangat saksama memperhatikan setiap perkataan dan perbuatan manusia, setiap tindakan dan gerak-geriknya, dan setiap pikiran dan gagasannya sehingga orang-orang bisa mendapat keyakinan dalam batin mereka tentang hal-hal ini. Engkau pernah melakukan sesuatu dan itu gagal, engkau kembali melakukan sesuatu dan itu tetap gagal, dan pelan-pelan engkau akan mulai memahami pekerjaan Roh Kudus. Lewat banyak disiplin, engkau akan tahu apa yang harus dilakukan supaya sesuai dengan kehendak Tuhan dan apa yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Pada akhirnya, engkau akan memiliki respons yang akurat terhadap bimbingan Roh Kudus dalam dirimu. Kadang engkau akan berontak dan engkau akan ditegur oleh Tuhan di dalam batinmu. Semua ini berasal dari pendisiplinan Tuhan. Jika engkau tidak menghargai firman Tuhan, jika engkau memandang rendah pekerjaan-Nya, Dia tidak akan memedulikan engkau. Semakin engkau serius menanggapi firman Tuhan, semakin Dia akan mencerahkanmu. Sekarang ini, ada beberapa orang di gereja yang imannya campur aduk dan bingung, dan mereka melakukan banyak hal yang tidak pantas dan bertindak tanpa disiplin, sehingga pekerjaan Roh Kudus tidak dapat terlihat dengan jelas dalam diri mereka. Sebagian orang meninggalkan tugas mereka demi mendapatkan uang, pergi untuk menjalankan bisnis tanpa didisiplinkan; orang seperti itu berada dalam bahaya yang bahkan lebih besar. Mereka bukan hanya tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus saat ini, tetapi di masa depan mereka akan sulit disempurnakan. Ada banyak orang yang di dalam dirinya pekerjaan Roh Kudus tidak bisa terlihat dan di dalam dirinya pendisiplinan Tuhan tidak bisa terlihat. Mereka adalah orang-orang yang tidak tahu dengan jelas kehendak Tuhan dan yang tidak mengetahui pekerjaan-Nya. Mereka yang mampu berdiri teguh di tengah pemurnian, yang mengikuti Tuhan, apa pun yang Dia lakukan, dan setidak-tidaknya mampu untuk tidak meninggalkan-Nya, atau mencapai 0.1% dari apa yang Petrus capai, mereka akan baik-baik saja, tetapi mereka tidak punya nilai untuk dipakai oleh Tuhan. Banyak orang bisa mengerti sesuatu dengan cepat, memiliki kasih sejati kepada Tuhan, dan bisa melampaui tingkat yang dicapai Petrus, dan Tuhan melakukan pekerjaan penyempurnaan dalam diri mereka. Disiplin dan pencerahan datang kepada orang-orang seperti itu, dan jika ada sesuatu dalam diri mereka yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, mereka akan langsung membuangnya. Orang-orang semacam itu adalah emas, perak, dan batu-batu berharga—nilai mereka adalah yang tertinggi! Jika Tuhan sudah melakukan banyak pekerjaan tetapi engkau masih seperti pasir atau batu, engkau tidak berharga!

Pekerjaan Tuhan di negeri si naga merah yang sangat besar sangatlah menakjubkan dan tak terselami. Dia akan menyempurnakan sekelompok orang dan menyingkirkan beberapa yang lain, karena ada semua jenis orang di dalam gereja—ada orang yang mencintai kebenaran dan yang tidak; ada orang yang mengalami pekerjaan Tuhan dan yang tidak; ada orang yang melakukan tugas mereka dan yang tidak; ada orang yang bersaksi bagi Tuhan dan yang tidak—dan sebagian dari mereka adalah orang tidak percaya dan orang-orang jahat, dan mereka pasti akan disingkirkan. Jika engkau tidak mengetahui pekerjaan Tuhan dengan jelas, engkau akan menjadi negatif; ini adalah karena pekerjaan Tuhan hanya bisa dilihat dalam diri sebagian kecil orang. Pada saat ini, akan menjadi jelas siapa yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan siapa yang tidak. Mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan memiliki pekerjaan Roh Kudus, sedangkan mereka yang tidak dengan sungguh-sungguh mengasihi Dia akan tersingkap melalui setiap langkah dalam pekerjaan-Nya. Mereka akan menjadi sasaran penyingkiran. Orang-orang ini akan disingkapkan dalam pekerjaan penaklukan, dan mereka adalah orang-orang yang tidak punya nilai untuk disempurnakan. Mereka yang telah disempurnakan telah didapatkan oleh Tuhan dalam keseluruhan diri mereka, dan mampu mengasihi Tuhan seperti Petrus. Mereka yang telah ditaklukkan tidak memiliki kasih yang spontan, tetapi hanya kasih yang pasif, dan mereka terpaksa untuk mengasihi Tuhan. Kasih yang spontan dikembangkan melalui pemahaman yang diperoleh lewat pengalaman praktis. Kasih ini menguasai hati orang dan membuatnya rela mengabdikan dirinya kepada Tuhan; firman Tuhan menjadi landasan mereka dan mereka mampu menderita bagi Tuhan. Tentu saja, ini adalah hal-hal yang dimiliki orang yang sudah disempurnakan oleh Tuhan. Jika engkau hanya berusaha untuk ditaklukkan, engkau tidak bisa menjadi kesaksian bagi Tuhan; jika Tuhan hanya mencapai tujuan penyelamatan-Nya lewat menaklukkan orang, maka langkah para pelaku pelayanan sudah cukup untuk mencapai hal ini. Namun, menaklukkan manusia bukanlah tujuan akhir Tuhan, tujuan akhir-Nya adalah menyempurnakan manusia. Jadi daripada mengatakan tahap ini adalah tahap pekerjaan penaklukan, lebih baik mengatakan ini adalah tahap pekerjaan penyempurnaan dan penyingkiran. Sebagian orang belum sepenuhnya ditaklukkan, dan dalam proses menaklukkan mereka, sekelompok orang akan disempurnakan. Kedua pekerjaan ini dilakukan serempak. Orang-orang belum pergi bahkan selama masa pekerjaan yang panjang, dan ini menunjukkan bahwa tujuan penaklukan sudah tercapai—inilah fakta mengenai ditaklukkan. Pemurnian bukanlah demi penaklukan, tetapi demi penyempurnaan. Tanpa pemurnian, manusia tidak bisa disempurnakan. Jadi, pemurnian begitu berharga! Hari ini sekelompok orang disempurnakan dan didapatkan. Kesepuluh berkat yang disebutkan sebelumnya ditujukan kepada mereka yang sudah disempurnakan. Segala hal tentang mengubah gambaran mereka di bumi ditujukan kepada mereka yang telah disempurnakan. Mereka yang belum disempurnakan, tidak memenuhi syarat untuk menerima janji-janji Tuhan.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp