Firman Tuhan Harian: Menyingkapkan Gagasan Agamawi | Kutipan 285
Semua orang Yahudi membaca Perjanjian Lama dan mengetahui nubuat Yesaya bahwa seorang bayi laki-laki akan dilahirkan di dalam sebuah...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Tuhan menjadi daging bukan dengan maksud memungkinkan manusia mengenal daging-Nya, atau memungkinkan manusia untuk mengetahui perbedaan antara daging dari Tuhan yang berinkarnasi dengan daging manusia; Tuhan juga menjadi daging bukan untuk melatih kekuatan kemampuan manusia dalam membedakan, dan terlebih lagi, Dia menjadi daging bukan dengan maksud memungkinkan manusia untuk menyembah daging inkarnasi Tuhan, sehingga dengan demikian memperoleh kemuliaan yang besar. Tidak satu pun dari hal-hal ini merupakan maksud Tuhan yang semula dalam menjadi daging. Tuhan juga menjadi daging bukan untuk menghukum manusia, bukan untuk secara sengaja menyingkapkan manusia, ataupun mempersulit manusia. Tidak satu pun dari hal-hal ini merupakan maksud Tuhan yang semula. Setiap kali Tuhan menjadi daging, ini adalah bentuk pekerjaan yang tak terhindarkan. Demi pekerjaan-Nya yang lebih besar dan pengelolaan-Nya yang lebih besarlah Dia bertindak sebagaimana yang Dia lakukan, dan bukan karena alasan-alasan yang manusia bayangkan. Tuhan datang ke bumi semata-mata yang diharuskan oleh pekerjaan-Nya, dan semata-mata sesuai dengan kebutuhan. Dia tidak datang ke bumi dengan maksud sekadar melihat-lihat, melainkan untuk melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan. Untuk apa lagi Dia menanggung beban seberat itu dan mengambil risiko sebesar itu untuk melakukan pekerjaan ini? Tuhan menjadi daging hanya saat Dia harus melakukannya, dan selalu dengan makna penting yang unik. Jika tujuan-Nya hanyalah memungkinkan orang untuk melihat diri-Nya dan untuk memperluas wawasan mereka, maka mutlak dapat dipastikan, Dia tidak akan pernah semudah itu datang di antara manusia. Dia datang ke bumi demi pengelolaan dan pekerjaan-Nya yang lebih besar, dan agar Dia bisa mendapatkan lebih banyak manusia. Dia datang untuk merepresentasikan zaman, Dia datang untuk mengalahkan Iblis, dan Dia mengenakan daging pada diri-Nya untuk mengalahkan Iblis. Bahkan lebih dari itu, Dia datang untuk menuntun seluruh umat manusia dalam menjalani hidup mereka. Semua ini menyangkut pengelolaan-Nya, dan menyangkut pekerjaan seluruh alam semesta. Jika Tuhan menjadi daging hanya untuk memungkinkan manusia mengenal daging-Nya dan membuka mata orang-orang, mengapa Dia tidak melakukan saja perjalanan ke semua negara? Bukankah ini hal yang sangat mudah? Namun, Dia tidak melakukannya, sebaliknya memilih sebuah tempat yang sesuai untuk menetap dan memulai pekerjaan yang harus Dia lakukan. Daging ini saja sudah memiliki makna yang sangat penting. Dia merepresentasikan seluruh zaman, dan juga melakukan pekerjaan seluruh zaman; Dia mengakhiri zaman yang lama serta memulai zaman yang baru. Semua ini adalah perkara penting yang menyangkut pengelolaan Tuhan, dan semua ini merupakan makna penting dari satu tahap pekerjaan yang membuat Tuhan datang ke bumi untuk melakukan-Nya.
—Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Misteri Inkarnasi (3)"
Semua orang Yahudi membaca Perjanjian Lama dan mengetahui nubuat Yesaya bahwa seorang bayi laki-laki akan dilahirkan di dalam sebuah...
Bagaimanapun engkau mengejar, yang terpenting, engkau harus memahami pekerjaan yang Tuhan lakukan sekarang ini, dan engkau harus mengetahui...
Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah penebusan seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan...
Sekarang engkau semua seharusnya sudah mengerti apa arti sebenarnya beriman kepada Tuhan. Arti beriman kepada Tuhan yang sebelumnya Aku...