Firman Tuhan | "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV: Kekudusan Tuhan (I)" (Bagian Dua)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Mereka yang percaya kepada Tuhan harus menempuh jalan iman sesuai dengan firman Tuhan dan tuntutan-Nya. Orang percaya harus berperilaku sesuai dengan kebenaran. Jika orang tidak memiliki kebenaran dan hidup berdasarkan falsafah Iblis, pada akhirnya mereka tidak akan mencapai kesudahan atau akhir yang positif. Hanya firman Tuhanlah kebenaran yang abadi dan tak berubah. Jika orang percaya tidak hidup berdasarkan firman Tuhan atau tidak berperilaku sesuai dengan kebenaran, mereka bahkan lebih buta daripada orang-orang duniawi, mereka benar-benar buta. Banyak orang yang mencapai suatu keberhasilan dalam bidang tertentu di dunia sekuler dan menjadi terkenal membiarkan pikirannya diliputi oleh ketenaran dan keuntungan, dan mereka mulai menganggap diri mereka terhormat. Sebenarnya, kekaguman, pujian, pengakuan, dan penghargaan yang orang lain berikan kepadamu hanyalah penghormatan sementara. Semua itu bukan berarti bahwa engkau memiliki hidup, juga bukan berarti bahwa engkau sedang menempuh jalan yang benar. Semua itu tak lebih dari penghormatan dan kemuliaan sementara. Kemuliaan apakah ini? Apakah kemuliaan seperti ini nyata atau hampa? (Hampa.) Kemuliaan seperti ini bagaikan bintang jatuh, yang melintas lalu menghilang. Setelah orang mendapatkan kemuliaan, penghormatan, sorakan, penghargaan, dan pujian, mereka tetap harus kembali ke kehidupan nyata dan hidup sebagaimana mestinya. Ada orang-orang yang tidak mampu memahami ini dan berharap hal-hal ini tetap menjadi bagian hidup mereka untuk selamanya, yang sebenarnya tidak realistis. Orang ingin hidup dalam lingkungan dan suasana seperti ini karena apa yang mereka rasakan; mereka ingin menikmati perasaan ini selamanya. Jika mereka tidak dapat menikmatinya, mereka akan mulai menempuh jalan yang salah. Ada orang-orang yang menggunakan berbagai cara seperti minum dan mengonsumsi obat terlarang untuk membuat diri mereka mati rasa: seperti inilah cara manusia yang hidup di dunia Iblis memandang ketenaran dan keuntungan. Begitu orang menjadi terkenal dan menerima kemuliaan, mereka cenderung kehilangan arah, dan mereka tidak tahu bagaimana mereka harus bertindak, atau apa yang harus mereka lakukan. Mereka memiliki angan-angan yang tinggi dan tidak mampu berpikir secara realistis—ini berbahaya. Pernahkah engkau semua berada dalam keadaan seperti itu atau memperlihatkan perilaku seperti itu? (Ya.) Apa penyebabnya? Itu karena manusia memiliki watak yang rusak: mereka terlalu sombong, terlalu congkak, mereka tidak mampu menahan pencobaan atau pujian, dan mereka tidak mengejar kebenaran atau memahaminya. Mereka menganggap diri mereka unik hanya karena prestasi atau kemuliaan kecil yang mereka terima; mereka mengira bahwa mereka telah menjadi orang yang hebat atau pahlawan super. Dengan semua ketenaran, keuntungan, dan kemuliaan yang mereka miliki, mereka beranggapan bahwa tidak menganggap diri mereka terhormat merupakan suatu kejahatan. Orang yang tidak memahami kebenaran cenderung menganggap diri mereka terhormat kapan pun dan di mana pun. Ketika mereka mulai menganggap diri mereka sangat terhormat, apakah mudah untuk membuat mereka kembali rendah hati? (Tidak.) Orang yang sedikit berakal sehat tidak menganggap diri mereka terhormat tanpa alasan. Ketika mereka belum mencapai apa pun, belum berkontribusi apa pun, dan tak ada seorang pun dalam kelompok mereka yang memperhatikan mereka, mereka tak bisa menganggap diri mereka terhormat sekalipun mereka ingin melakukannya. Mereka mungkin sedikit congkak dan narsistik, atau mereka mungkin merasa bahwa mereka agak berbakat dan lebih baik daripada orang lain, tetapi mereka tidak cenderung menganggap diri mereka terhormat. Dalam keadaan apa orang menganggap diri mereka terhormat? Ketika orang lain memuji mereka atas pencapaian tertentu. Mereka menganggap diri mereka lebih baik daripada orang lain, menganggap orang lain ala kadarnya dan biasa-biasa saja, menganggap bahwa hanya mereka sendirilah orang yang memiliki status, dan mereka tidak sama kelasnya atau tidak sama levelnya dengan orang lain, menganggap diri mereka lebih tinggi daripada orang lain. Dengan demikian, mereka menganggap diri mereka lebih tinggi daripada diri mereka yang sebenarnya. Dan mereka menganggap bahwa tindakan mereka dalam menganggap tinggi diri mereka sendiri dapat dibenarkan. Bagaimana cara mereka menilai hal ini? Yang mereka yakini adalah, "Aku memiliki kelebihan, kualitas, dan kecerdasan yang unik, dan aku bersedia mengejar kebenaran. Kini aku telah mencapai sesuatu—aku sudah terkenal, dan reputasi serta nilaiku lebih tinggi daripada orang lain. Oleh karena itu, aku tentunya paling menonjol, dan aku adalah orang yang dihormati semua orang, jadi tidaklah salah jika aku menganggap diriku terhormat". Inilah yang mereka pikirkan di benak mereka, dan akhirnya ini menjadi hal yang mereka anggap wajar dan sesuai dengan yang diharapkan bahwa sudah seharusnya mereka menganggap diri mereka terhormat. Mereka yakin bahwa ini sepenuhnya benar dan masuk akal. Jika mereka tidak menganggap diri mereka terhormat, mereka merasa tidak seimbang, seolah mereka meremehkan diri mereka sendiri, dan membuat mereka tidak akan menerima pengakuan dari orang lain; oleh karena itu, mereka mengira bahwa menganggap diri mereka terhormat adalah hal yang wajar. Apa akibatnya jika orang menganggap diri mereka sendiri begitu terhormat? (Mereka tidak akan lagi bekerja dengan baik dengan orang lain, dan ingin melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri.) Ini adalah salah satu aspek dari perilaku mereka. Apa lagi? (Mereka tidak lagi praktis dan realistis, tidak lagi mencari kemajuan dalam bidang pekerjaan mereka, dan mereka terlalu bergantung pada apa yang telah mereka berikan.) (Mereka tidak mau tunduk menerima situasi yang tidak mereka sukai.) Mengapa mereka tidak mau tunduk? Mampukah mereka tunduk sebelumnya? (Sebelumnya, mereka tidak memiliki sarana untuk menjadi congkak, dan mereka mampu menahan dan menekan diri mereka sendiri, sehingga mereka mampu tunduk hingga taraf tertentu. Namun, sekarang mereka merasa bahwa mereka memiliki sarana dan kualifikasi, dan bahwa mereka berbeda dari orang lain, sehingga mereka berpikir bahwa mereka dapat menuruti kemauan mereka sendiri dan menolak untuk tunduk.) Mereka merasa bahwa mereka berbeda dari yang sebelumnya, bahwa mereka memiliki status, terkenal, dan tidak boleh dengan mudah tunduk kepada orang lain. Jika mereka tunduk kepada orang lain, itu tak akan sesuai lagi dengan status mereka, dan mereka tidak akan hidup sesuai dengan reputasi mereka. Mereka merasa berhak untuk berkata "tidak" dan berhak untuk menolak tunduk kepada orang lain. Apa perilaku lain yang mereka perlihatkan? (Jika kasus mereka menjadi parah, mereka bahkan mungkin menjadi seperti Paulus, dengan berkata, "Aku sudah melakukan pertandingan yang baik. Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah menjaga imanku: Mulai dari sekarang sudah tersedia bagiku mahkota kebenaran" (2 Timotius 4:7-8), dan mulai tawar-menawar dengan Tuhan, lupa bahwa mereka adalah makhluk ciptaan.) Mereka lupa siapa diri mereka. Menurutmu, apakah baik jika orang menganggap diri mereka sendiri terhormat? (Tidak.) Tidak, lalu mengapa orang menganggap diri mereka sendiri terhormat? (Karena watak Iblis di dalam diri mereka.) Memiliki watak Iblis tidak dapat dihindari, dan ini tentu saja merupakan sumber masalahnya. Apa lagi alasan lainnya? Mari kita bahas tentang alasan praktisnya. (Orang terlalu menekankan prestasi mereka, menganggapnya sebagai hidup itu sendiri. Jadi, mereka selalu senang dengan kesuksesan mereka, yang menimbulkan keadaan berpuas diri yang tidak mampu mereka hindari.) Inilah inti masalahnya. Ini menyangkut apa yang orang kejar dan cita-citakan di dalam hati mereka, serta jalan yang mereka pilih. Banyak orang yakin bahwa mereka memiliki tingkat pertumbuhan selama mereka mampu melaksanakan tugas rutin tertentu dan melaksanakan tugas tertentu yang membutuhkan pengetahuan teknis. Makin terampil, luar biasa, dan unggul pekerjaan mereka, makin membuktikan bahwa mereka memiliki kenyataan, bahwa mereka mengasihi Tuhan, dan bahwa mereka tunduk kepada-Nya. Mereka menganggap hal ini sebagai hidup mereka. Dengan demikian, mereka tentu saja menghargainya dan mengejarnya sebagai tujuan hidup mereka, tetapi tujuan dan arah mereka salah, begitu pun jalan mereka. Terlebih lagi, sumber masalahnya adalah karena ada penyimpangan dalam pemahaman orang tentang hidup, pengejaran akan kebenaran, dan apa yang dimaksud dengan memiliki kenyataan kebenaran. Jika ada penyimpangan dalam pemahaman orang, maka pasti juga ada penyimpangan dalam pengetahuan dan penilaian akhir mereka terhadap sesuatu. Jika ada penyimpangan dalam pemahamanmu, maka pasti juga ada penyimpangan dalam apa yang kaukejar. Akibatnya, jalan yang kaupilih pasti bermasalah, dan juga akan ada penyimpangan dalam arah serta tujuan hidupmu.
Semua orang tahu bahwa bukanlah hal yang baik bagi orang untuk menganggap diri mereka terhormat hanya karena mereka mampu mencapai hasil tertentu dalam tugas mereka. Jadi, mengapa orang masih cenderung menganggap diri mereka terhormat? Salah satu alasannya adalah karena kecongkakan dan kedangkalan orang. Adakah alasan lainnya? (Itu karena orang tidak menyadari bahwa Tuhanlah yang menuntun mereka untuk mencapai hasil ini. Mereka menganggap bahwa mereka pantas mendapatkan semua penghargaan, dan memiliki sarananya, jadi mereka menganggap diri mereka terhormat. Sebenarnya, tanpa pekerjaan Tuhan, manusia tidak mampu melakukan apa pun, tetapi mereka tidak mampu memahaminya.) Pernyataan ini benar, dan juga merupakan pokok permasalahannya. Jika orang tidak mengenal Tuhan dan tidak memiliki Roh Kudus untuk mencerahkan mereka, mereka akan selalu menganggap diri mereka mampu melakukan apa pun. Jadi, jika mereka memiliki sarana, mereka bisa menjadi congkak dan menganggap diri mereka terhormat. Mampukah engkau semua merasakan tuntunan Tuhan dan pencerahan Roh Kudus selama pelaksanaan tugasmu? (Ya.) Jika engkau mampu merasakan pekerjaan Roh Kudus, tetapi tetap menganggap dirimu terhormat, dan menganggap dirimu memiliki kenyataan, maka apa masalahnya di sini? (Ketika pelaksanaan tugas kami telah membuahkan sedikit hasil, kami berpikir bahwa setengah dari pujian adalah milik Tuhan, dan setengahnya lagi adalah milik kami. Kami membesar-besarkan kerja sama kami sampai sejauh mungkin, dengan berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting daripada kerja sama kami, dan bahwa pencerahan Tuhan tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama kami.) Jadi, mengapa Tuhan mencerahkanmu? Bisakah Tuhan mencerahkan orang lain juga? (Ya.) Ketika Tuhan mencerahkan seseorang, ini adalah karena kasih karunia Tuhan. Dan apa istimewanya bagian kerja sama di pihakmu yang sedikit itu? Apakah kerja samamu yang sedikit itu adalah sesuatu yang membuatmu patut menerima pujian, atau apakah itu merupakan tugas dan tanggung jawabmu? (Tugas dan tanggung jawab kami.) Jika engkau menyadari bahwa itu adalah tugas dan tanggung jawabmu, berarti engkau memiliki pola pikir yang benar, dan tidak akan berpikir untuk menuntut pujian untuk itu. Jika engkau selalu berpikir, "Ini adalah kontribusiku. Mungkinkah pencerahan Tuhan terjadi tanpa kerja samaku? Tugas ini membutuhkan kerja sama manusia; kerja sama kita menyumbang sebagian besar dari pencapaian ini", maka engkau keliru. Bagaimana mungkin engkau mampu bekerja sama jika Roh Kudus tidak mencerahkanmu, jika tak seorang pun mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran kepadamu? Engkau pasti tidak tahu apa yang Tuhan tuntut, engkau juga pasti tidak mengetahui jalan penerapannya. Sekalipun engkau ingin tunduk kepada Tuhan dan bekerja sama, engkau pasti tidak tahu caranya. Bukankah "kerja sama"-mu ini hanyalah omong kosong? Tanpa kerja sama yang benar, engkau hanya bertindak menurut gagasanmu sendiri—dalam hal ini, dapatkah tugas yang kaulaksanakan memenuhi standar? Sama sekali tidak, dan ini menunjukkan adanya masalah. Apa masalah tersebut? Apa pun tugas yang orang laksanakan, apakah mereka mencapai hasil, melaksanakan tugas mereka sesuai dengan standar, dan mendapatkan perkenanan Tuhan atau tidak, itu bergantung pada tindakan Tuhan. Meskipun engkau memenuhi tanggung jawab dan tugasmu, jika Tuhan tidak bekerja, jika Tuhan tidak mencerahkan dan membimbingmu, engkau tidak akan mengetahui jalan, arah, atau tujuanmu. Apa yang akhirnya dihasilkan dari semua itu? Setelah bekerja keras selama itu, engkau tidak akan melakukan tugasmu dengan benar, engkau juga tidak akan mendapatkan kebenaran dan hidup—semua itu akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu, apakah tugasmu dilaksanakan sesuai dengan standar, mendidik kerohanian saudara-saudari, dan mendapatkan perkenanan Tuhan atau tidak, semuanya bergantung pada Tuhan! Manusia hanya dapat melakukan hal-hal yang secara pribadi mampu mereka lakukan, yang seharusnya mereka lakukan, dan yang sesuai dengan kemampuan hakiki mereka—tidak lebih dari itu. Jadi pada akhirnya, melaksanakan tugasmu dengan cara yang efektif bergantung pada bimbingan firman Tuhan dan pencerahan serta pimpinan Roh Kudus; baru setelah itulah engkau dapat memahami kebenaran, dan menyelesaikan amanat Tuhan sesuai dengan jalan yang telah Tuhan berikan kepadamu dan prinsip-prinsip yang telah Dia tetapkan. Ini adalah kasih karunia dan berkat Tuhan, dan jika orang tidak mampu memahami ini, berarti mereka buta. Jenis pekerjaan apa pun yang rumah Tuhan lakukan, hasil seperti apakah yang harus diperoleh? Hasilnya, di satu sisi, haruslah menjadi kesaksian bagi Tuhan dan mengabarkan Injil Tuhan, dan di sisi lain, haruslah mendidik kerohanian dan bermanfaat bagi saudara-saudari. Pekerjaan rumah Tuhan harus mencapai hasil di kedua bidang ini. Apa pun tugas yang kaulaksanakan di rumah Tuhan, mampukah engkau mencapai hasil tanpa tuntunan Tuhan? Sama sekali tidak. Dapat dikatakan bahwa tanpa tuntunan Tuhan, apa yang kaulakukan pada dasarnya tidaklah berguna. Selama bertahun-tahun, saat engkau semua terus melaksanakan tugasmu, makin engkau melaksanakan tugas-tugas ini, makin engkau memenuhi tuntutan Tuhan, makin engkau memahami maksud-Nya, dan makin engkau memahami prinsip-prinsipnya. Bagaimana semua ini tercapai? (Dengan tuntunan Tuhan.) Tanpa tuntunan Tuhan dan pencerahan Roh Kudus, apa sebenarnya yang mampu orang "kontribusikan"? Sebagian dari "kontribusi" mereka adalah imajinasi manusia. Terkadang, orang melaksanakan tugas berdasarkan imajinasi mereka sendiri, menganggap bahwa dengan melakukannya, mereka mampu menjadi kesaksian bagi Tuhan. Namun, hasilnya adalah sebaliknya. Apa yang mereka hasilkan tidak hanya gagal mencapai efek kesaksian bagi Tuhan seperti yang diinginkan, tetapi yang mereka hasilkan justru tampak tidak nyata dan tidak praktis, sekadar produk imajinasi dan rekayasa manusia, yang pada akhirnya tidak menghormati Tuhan. Selain itu, kontribusi mereka hanyalah gagasan manusia. Orang-orang suka bertindak berdasarkan gagasan mereka sendiri dan mereka yakin bahwa gagasan mereka selaras dengan kebenaran. Ketika mereka bertindak berdasarkan gagasan mereka, mereka berpikir bahwa mereka akan menerima pengakuan dari orang lain dan memuliakan Tuhan. Akibatnya, mereka melakukan banyak hal berdasarkan gagasan mereka sendiri, dan mereka tidak hanya gagal mencapai efek yang diinginkan, yaitu menjadi kesaksian bagi Tuhan; tetapi mereka juga menyesatkan orang lain untuk menerima gagasan ini sebagai kebenaran. Hal ini tidak hanya menghalangi mereka untuk tunduk kepada Tuhan, tetapi juga menyebabkan kesalahpahaman, kecurigaan, kutukan, dan hujatan terhadap Tuhan. Inilah akibatnya jika orang bertindak berdasarkan gagasannya sendiri dan jika orang menyebarkan gagasan ini. Jika orang tidak memiliki pemahaman akan kebenaran, mereka akan mengandalkan imajinasi dan gagasan untuk mengarahkan tindakan mereka. Selain imajinasi dan gagasan manusia, aspek lain yang orang "kontribusikan" adalah pengetahuan manusia. Setelah memperoleh sederet panjang pengetahuan di berbagai bidang, mereka menggunakan pengetahuan ini untuk menilai tuntutan-tuntutan Tuhan, membayangkan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu, dan menilai sendiri bagaimana melaksanakan tugas mereka dan memenuhi maksud Tuhan. Apa akibatnya jika orang bertindak seperti itu? Tindakan tersebut tentu saja bertentangan dengan maksud Tuhan, karena pengetahuan manusia bertentangan dan berlawanan dengan kebenaran. Jika orang melaksanakan tugas mereka berdasarkan pengetahuan manusia, situasi seperti apakah yang tercipta di gereja? Orang akan mulai mengidolakan pengetahuan dan membandingkan satu dengan yang lainnya untuk melihat siapa yang lebih tahu, siapa yang membaca lebih banyak buku, atau siapa yang memiliki kualifikasi akademik yang lebih tinggi. Inilah hal-hal yang ingin mereka bandingkan. Ketika situasi seperti itu muncul di dalam gereja, apakah ini ada hubungannya dengan orang yang menggunakan pengetahuan manusia untuk melayani dan menjadi kesaksian bagi Tuhan? Tentu saja. Apa akibatnya jika orang menggunakan pengetahuan manusia untuk melaksanakan tugas mereka dan menjadi kesaksian bagi Tuhan? Akibatnya, orang akan lebih mencintai pengetahuan manusia daripada mencintai kebenaran, mengalihkan orang ke jalan mengejar pengetahuan manusia. Hal itu tidaklah benar dan menyebabkan orang menyimpang sepenuhnya dari jalan yang benar. Entah orang menggunakan imajinasi, gagasan, atau pengetahuan manusia untuk menjadi kesaksian bagi Tuhan dan melayani-Nya, tak ada satu pun dari pendekatan ini yang mampu membuahkan hasil yang diinginkan, yaitu membantu orang untuk mengenal dan tunduk kepada Tuhan. Sebaliknya, pendekatan tersebut dapat dengan mudah menghalangi orang untuk berpaling kepada Tuhan. Oleh karena itu, menggunakan imajinasi, gagasan, atau pengetahuan manusia untuk menjadi kesaksian bagi Tuhan adalah semacam penentangan terhadap Tuhan. Hal ini mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan, dan Dia tidak berkenan pada tindakan seperti itu.
Imajinasi, gagasan, dan pengetahuan manusia adalah semua aspek dari alam pikiran manusia. Di satu sisi, manusia bertindak berdasarkan pemikiran dan sudut pandangnya sendiri, dan di sisi lain, berdasarkan watak rusaknya, yang turut berperan penting. Jika orang tidak memahami kebenaran, tidak mengenal diri mereka sendiri, tidak menerima kebenaran, tidak menerapkan kebenaran, dan tidak mampu tunduk kepada Tuhan dan pada kebenaran, maka pada apakah mereka mendasarkan pelaksanaan tugas mereka? Mereka sedang bertindak berdasarkan watak congkak, watak licik, watak jahat, watak kejam, dan watak keras kepala mereka, yang semuanya merupakan aspek dari watak rusak mereka. Apa akibatnya jika orang melaksanakan tugas mereka berdasarkan watak-watak yang rusak ini? (Orang tidak akan mampu bekerja sama secara harmonis dengan orang lain dan mereka juga dapat mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja.) Akibat-akibat ini haruslah diketahui. Semua orang berbuat sesuka hatinya, tidak menerapkan kebenaran. Setiap orang melakukan menurut cara mereka sendiri, bertindak dalam ketidakharmonisan, dan menyebabkan kekacauan dan gangguan. Sebuah pekerjaan yang dapat saja dilaksanakan dengan baik menjadi kacau dan tidak teratur. Ini tak ada bedanya dengan cara orang-orang tidak percaya melakukan pekerjaan mereka. Di kubu Iblis, baik itu di tengah masyarakat maupun di kalangan pejabat, bagaimana suasana yang merajalela? Praktik-praktik apakah yang umumnya mereka lakukan? Engkau semua harus memahami hal-hal ini. Apa prinsip dan pedoman bagi tindakan mereka? Mereka bertindak sesuka hati; masing-masing berjalan dengan caranya sendiri. Mereka bertindak untuk kepentingan mereka sendiri dan melakukan apa yang mereka inginkan. Siapa pun yang memiliki otoritas, dialah yang menjadi penentu keputusan. Mereka bahkan tidak sedikit pun memikirkan orang lain. Mereka hanya berbuat sesuka mereka, berjuang demi ketenaran, keuntungan, dan status, serta bertindak sepenuhnya sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Begitu mereka menerima kekuasaan, mereka langsung menggunakan kekuasaan ini untuk mengendalikan orang lain. Jika engkau menyinggung perasaan mereka, mereka akan menyusahkanmu, dan engkau tidak mampu melakukan apa pun selain menyenangkan mereka. Mereka seganas kalajengking, bersedia melanggar hukum, melanggar peraturan pemerintah, dan bahkan melakukan kejahatan. Semua inilah yang mampu mereka lakukan. Segelap dan sejahat inilah di kubu Iblis. Sekarang, Tuhan telah datang untuk menyelamatkan umat manusia, memungkinkan manusia untuk menerima kebenaran, memahami kebenaran, dan membebaskan diri dari belenggu dan kuasa Iblis. Jika engkau semua tidak menerima kebenaran dan tidak menerapkan kebenaran, bukankah engkau masih hidup di bawah kuasa Iblis? Kalau demikian, apa perbedaan antara keadaanmu saat ini dengan keadaan setan dan Iblis? Engkau semua akan bersaing dengan cara yang sama seperti orang-orang tidak percaya bersaing. Engkau semua akan berjuang dengan cara yang sama seperti orang tidak percaya berjuang. Dari pagi hingga malam, engkau akan berkomplot, berencana licik, iri hati, dan terlibat dalam perselisihan. Apa sumber dari masalah ini? Semua itu karena orang dikendalikan oleh watak yang rusak dan hidup berdasarkan watak-watak yang rusak ini. Kekuasaan watak yang rusak adalah kekuasaan Iblis; manusia yang rusak berdiam di dalam watak Iblis, dan tak ada seorang pun yang terkecuali. Jadi, engkau tidak boleh menganggap dirimu terlalu baik, terlalu lemah lembut, atau terlalu jujur untuk terlibat dalam perebutan kekuasaan dan keuntungan. Jika engkau tidak memahami kebenaran dan tidak dipimpin oleh Tuhan, engkau tentu tidak terkecuali, dan engkau tak akan pernah mampu menghindarkan dirimu berjuang mengejar ketenaran dan keuntungan, hanya karena kejujuran atau kebaikanmu, atau karena usiamu yang masih muda. Sebenarnya, engkau juga akan mengejar ketenaran, keuntungan dan status selama engkau memiliki kesempatan dan selama keadaan mengizinkan. Mengejar ketenaran dan keuntungan adalah perilaku khas manusia, yang memiliki natur jahat Iblis. Tak ada seorang pun yang terkecuali. Semua manusia yang rusak hidup demi ketenaran, keuntungan dan status, dan mereka akan membayar harga berapa pun dalam perjuangan mereka untuk mendapatkan hal-hal ini. Demikian pula dengan semua orang yang hidup di bawah kekuasaan Iblis. Jadi, orang yang tidak menerima atau memahami kebenaran, yang tak mampu bertindak berdasarkan prinsip, adalah orang yang hidup di tengah watak Iblis. Watak Iblis telah menguasai pemikiranmu dan mengendalikan perilakumu; Iblis telah membuatmu sepenuhnya berada di bawah kendali dan belenggunya, dan jika engkau tidak menerima kebenaran dan tidak memberontak terhadap Iblis, engkau tidak akan mampu melepaskan dirimu. Sekarang, saat engkau melaksanakan tugasmu di rumah Tuhan, engkau sedikit tunduk, sedikit bekerja keras, sedikit serius, memiliki rasa tanggung jawab, mampu mengesampingkan perhatian terhadap statusmu sendiri, sering kali mampu menolak persaingan, mampu mengalah kepada orang lain, mampu bekerja sama secara harmonis dengan orang lain, serta mampu mencari dan menunggu ketika menghadapi hal-hal yang tidak kaupahami. Bagaimana engkau memiliki sikap dan perilaku seperti ini? Hal ini berkaitan langsung dengan perbekalan, tuntunan, dan penyiraman Tuhan. Semua ini adalah hasil dari banyak firman yang telah Tuhan ucapkan. Jika tidak, meskipun orang memiliki kualitas yang baik, mereka tidak akan mampu menemukan kebenaran atau memahaminya. Jika Tuhan tidak datang untuk mengungkapkan kebenaran ini, ke manakah orang akan pergi untuk menemukan kebenaran? Sejak masa kanak-kanak, orang menerima pendidikan dan bersekolah selama bertahun-tahun, tetapi sudahkah mereka mempelajari kebenaran? Sama sekali belum. Orang mengagumi selebritas dan tokoh terkemuka, dan memuji pengetahuan budaya, tetapi sudahkah mereka mempelajari kebenaran? Belum. Bahkan setelah membaca banyak sekali buku, mereka belum mempelajari kebenaran. Sebenarnya, sama sekali tidak ada kebenaran di dunia. Hanya setelah Tuhan datang dan membawa kebenaran dan jalan menuju hidup yang kekal, dan setelah mereka membaca firman Tuhan selama beberapa tahun, barulah manusia akhirnya menemukan kebenaran. Baru pada saat itulah mereka mulai menyadari betapa bernilai dan berharganya kebenaran itu. Pada saat inilah, orang mulai menyadari bahwa di masa lalu, perkataan, tindakan, dan perilaku mereka didasarkan pada imajinasi, gagasan, dan pengetahuan manusia. Selain dari hal-hal ini, mereka didorong oleh watak rusak mereka. Gagasan, pengetahuan manusia, dan imajinasi yang memenuhi hati manusia bukanlah kebenaran. Oleh karena itu, manusia cenderung hidup berdasarkan berbagai aspek dari watak rusak Iblis. Mereka tak mampu hidup dalam keserupaan dengan manusia atau menahan diri untuk tidak berbohong meskipun mereka menginginkannya, dan sulit bagi mereka untuk melakukan bahkan beberapa hal yang baik. Mereka yang hidup berdasarkan watak Iblis akan secara alami mewujudkan gambar Iblis. Perkataan, tindakan, dan perilaku mereka semuanya dipengaruhi oleh watak Iblis, dan tak ada seorang pun dari mereka yang mampu lolos darinya. Jika engkau semua mampu mengenali hal ini, berarti dalam proses pelaksanaan tugasmu, entah engkau mencapai hasil tertentu, memberikan kontribusi tertentu, memperlihatkan perilaku yang baik, mengalami perubahan tertentu atau tidak, pola pikir seperti apakah yang harus kaumiliki? (Pola pikir yang bersyukur kepada Tuhan.) Engkau harus bersyukur kepada Tuhan. Segala kemuliaan hanya milik Tuhan. Tuhanlah yang melakukan ini, dan tidak ada yang dapat orang banggakan. Setiap orang memiliki tingkat bakat yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada orang-orang yang secara alami cepat menguasai irama dan melodi musik, sementara yang lain unggul dalam tarian. Apa pun bakat alami yang orang miliki, semuanya diberikan oleh Tuhan, dan tidak ada yang dapat manusia banggakan. Mereka tentu saja tidak mendapatkan bakat bawaan ini dari orang tua mereka karena orang tua sendiri mungkin tidak memiliki bakat ini, dan meskipun mereka memilikinya, mereka tidak dapat mewariskan bakat mereka kepada anak-anak mereka; orang tua tidak dapat mengajarkan bakat kepada anak-anak mereka jika anak-anak belum memiliki kemampuan alami. Oleh karena itu, bakat dan karunia yang orang miliki tidak ada hubungannya dengan orang tua mereka. Tentu saja, bakat-bakat tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diperoleh melalui pembelajaran. Karunia dan kemampuan yang orang miliki sejak lahir dianugerahkan oleh Tuhan. Semua itu sudah sejak lama ditentukan oleh Tuhan. Jika Tuhan menciptakanmu bodoh, maka ada makna dalam kebodohanmu; jika Dia menciptakanmu cerdas, maka ada makna dalam kecerdasanmu. Bakat apa pun yang Tuhan berikan kepadamu, apa pun kelebihanmu, setinggi apa pun IQ-mu, semuanya memiliki tujuan bagi Tuhan. Semua hal ini sudah Tuhan tentukan sejak semula. Peran yang kaumainkan dalam hidupmu dan tugas yang harus kaulaksanakan, telah sejak lama ditentukan oleh Tuhan. Ada orang yang melihat bahwa orang lain memiliki kelebihan yang tidak mereka miliki dan merasa tidak puas. Mereka ingin mengubah segala sesuatunya dengan belajar lebih banyak, melihat lebih banyak, dan menjadi lebih rajin. Namun, ada batas yang mampu dicapai oleh ketekunan mereka, dan mereka tak dapat melampaui orang-orang yang memiliki bakat dan keahlian. Sebanyak apa pun engkau berjuang, itu tidak ada gunanya. Tuhan telah menentukan akan menjadi apa dirimu, dan tidak ada yang bisa dilakukan siapa pun untuk mengubahnya. Apa pun yang kaukuasai, di situlah engkau harus berupaya. Tugas apa pun yang sesuai untukmu, engkau harus melaksanakannya. Jangan coba memaksakan dirimu terjun di bidang yang berada di luar keahlianmu dan jangan iri kepada orang lain. Setiap orang memiliki fungsinya masing-masing. Jangan menganggap dirimu mampu melakukan semuanya dengan baik, atau menganggap dirimu lebih sempurna atau lebih baik daripada yang lain, selalu ingin menggantikan orang lain dan memamerkan dirimu. Ini adalah watak yang rusak. Ada orang-orang yang berpikir bahwa mereka tidak dapat melakukan apa pun dengan baik, dan mereka tidak memiliki keterampilan sama sekali. Jika engkau menganggap dirimu seperti itu, engkau harus menjadi orang yang mendengarkan dan tunduk dengan sikap yang rendah hati. Lakukan apa yang bisa kaulakukan dan lakukanlah itu dengan baik, dengan segenap kekuatanmu. Itu sudah cukup. Tuhan akan dipuaskan. Jangan selalu berpikir untuk melampaui semua orang, melakukan segalanya dengan lebih baik daripada orang lain, dan menonjol dalam segala hal. Watak macam apa itu? (Watak yang congkak.) Orang selalu memiliki watak yang congkak, dan sekalipun mereka ingin berjuang untuk kebenaran dan memuaskan Tuhan, mereka gagal. Dikendalikan oleh watak congkak membuat orang sangat cenderung untuk tersesat. Sebagai contoh, ada orang-orang yang selalu ingin pamer dengan mengungkapkan niat baik mereka menggantikan tuntutan Tuhan. Akankah Tuhan menyetujui ungkapan niat baik semacam itu? Untuk dapat memikirkan maksud Tuhan, engkau harus mengikuti tuntutan Tuhan, dan untuk dapat melaksanakan tugasmu, engkau harus tunduk kepada pengaturan Tuhan. Orang yang mengungkapkan niat baik tidak memikirkan maksud Tuhan, melainkan selalu berusaha memainkan tipu muslihat baru mereka dan mengucapkan perkataan yang muluk-muluk. Tuhan tidak memintamu untuk memperhatikan dengan cara ini. Beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah karena mereka bersikap kompetitif. Pada dasarnya, bersikap kompetitif adalah sesuatu yang negatif. Ini adalah penyingkapan—perwujudan—watak congkak Iblis. Jika engkau memiliki watak seperti itu, engkau akan selalu berusaha mengalahkan orang lain, selalu berusaha mengungguli mereka, selalu berebut, selalu berusaha mengambil dari orang lain. Engkau sangat iri hati, engkau tidak mengalah kepada siapa pun, dan selalu berusaha menonjolkan dirimu sendiri. Ini adalah masalah; seperti inilah cara Iblis bertindak. Jika engkau benar-benar ingin menjadi makhluk ciptaan, jangan mengejar impianmu sendiri. Berusaha menjadi lebih unggul dan lebih mampu daripada dirimu yang sebenarnya demi mencapai tujuanmu adalah hal yang buruk. Engkau harus belajar untuk tunduk pada pengaturan dan penataan Tuhan, dan engkau harus berdiri teguh di tempat yang seharusnya ditempati oleh seorang manusia; hanya inilah yang menunjukkan nalar.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...