Hanya Orang yang Melaksanakan Tugasnya dengan Baik, dengan Segenap Hati, Pikiran, dan Jiwalah Orang yang Mengasihi Tuhan (Bagian Dua)
Mengapa firman Tuhan disebut sebagai pelita yang membimbing manusia? Karena firman Tuhan tidak diucapkan dengan sia-sia, tetapi ditujukan untuk mengatasi permasalahan nyata yang dihadapi manusia. Firman Tuhan bukan teori, retorika, atau wacana yang muluk-muluk. Firman Tuhan dimaksudkan untuk kaulakukan dan terapkan. Saat engkau menghadapi sebuah situasi di mana engkau tidak memiliki jalan ke depan dan tidak tahu apa yang harus kaulakukan, engkau mampu mengingat kembali bagaimana firman Tuhan menuntunmu untuk bertindak. Dengan merenungkan firman Tuhan, engkau akan menemukan jalan, memahami makna dari firman Tuhan, kemudian mulai menerapkan firman itu berdasarkan maksud Tuhan. Setelah menerapkan firman itu, engkau akan memperoleh peneguhan dan mendapati bahwa melalui tindakan ini, engkau mengalami damai dan sukacita dalam rohmu, dan orang lain juga diteguhkan. Dalam proses menerapkan firman Tuhan, engkau memperoleh pencerahan dan pengalaman, engkau belajar dari pengalamanmu sendiri, dan mulai memahami hal-hal tertentu. Apa yang kaupahami? Engkau memahami tujuan yang terdapat dalam firman Tuhan dan memahami maksud Tuhan membiarkan manusia melakukan tindakan tertentu. Ketika engkau mengetahui prinsip-prinsip penerapan yang mendasari semua ini, engkau akan menemukan sumber dan makna dari firman-Nya. Inilah artinya memahami kebenaran. Setelah memahami kebenaran, engkau tidak akan bingung, tidak akan bodoh, dan tidak akan takut lagi dalam melakukan sesuatu. Apa artinya tidak takut? Artinya adalah ketika menghadapi kesulitan, engkau mampu mencari kebenaran, tahu cara untuk mengatasinya, dan tahu dengan tepat cara untuk terus maju. Apa artinya memiliki jalan ke depan ketika menerapkan firman Tuhan? Artinya adalah engkau memahami prinsip-prinsip untuk menerapkan firman-Nya, engkau memahami keadaan yang ditunjukkan oleh firman-Nya, dan engkau tahu cara untuk menerapkannya. Mengapa dikatakan bahwa firman Tuhan adalah hidup dan jalan bagi manusia? Karena firman Tuhan dapat menjadi hidup manusia, hanya firman-Nya dan kebenaranlah yang dapat menuntun manusia ke jalan hidup yang benar. Firman Tuhan itu lugas dan mudah untuk dipahami. Firman itu diberikan agar orang mampu memahami dan menerima kebenaran dengan mudah. Ketika orang mampu mengakui dan menerima kebenaran, tanpa disadari mereka mendapati diri mereka berada pada jalan hidup yang benar. Sebagian dari firman Tuhan mungkin terlihat sederhana atau mudah untuk dipahami, tetapi semua itu merupakan petunjuk mengenai cara hidup, cara menangani berbagai situasi, dan cara mengatasi kesulitan. Ini adalah kebenaran. Firman ini dapat menjadi jalanmu dan membekalimu dengan hikmat, prinsip-prinsip, dan jalan penerapan ketika engkau menghadapi tantangan. Jika engkau memiliki jalan untuk melaksanakan tugasmu atau dalam hal-hal lainnya, jika engkau mampu menangani tugas-tugasmu dengan prinsip dan memahami maksud Tuhan, apakah ini berarti engkau memahami kebenaran? (Ya.) Itu artinya engkau memahami kebenaran dan memahami firman Tuhan. Orang-orang yang hanya berjerih payah tidak selalu perlu memahami firman Tuhan; mereka hanya perlu mengerahkan upaya. Itulah sebabnya, hanya berjerih payah adalah tugas yang mudah. Ada orang-orang yang bahkan tidak pandai dalam berjerih payah, dan betapa buruknya cara mereka menunjukkan diri! Apa yang dimaksud dengan menunjukkan diri sendiri dengan buruk? Artinya, mereka bahkan tidak mampu berjerih payah dengan baik, mereka tidak mampu melakukan upaya yang baik, mereka selalu jahat, mengacau, negatif, dan malas. Mereka harus selalu dibujuk dan diawasi. Orang-orang seperti itu tidak mampu memenuhi tugas mereka secara memuaskan dan tidak memenuhi standar sebagai manusia. Sekarang, jalan mana yang engkau semua ingin tempuh? Engkau berencana menjadi orang yang seperti apa? Akankah engkau berusaha menjadi orang yang berjerih payah yang baik, ataukah menjadi orang yang memenuhi tugas dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran? (Menjadi orang yang memenuhi tugas dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran.) Itu adalah hal yang baik dan tujuan yang benar. Engkau tidak mau menjadi orang yang berjerih payah, engkau tidak mau hanya mengerahkan upaya. Jika demikian, engkau harus berjuang untuk mencapai kebenaran! Kebenaran manakah yang terpenting untuk dipahami saat engkau memperjuangkan kebenaran? Ini tergantung pada kesulitan yang sedang kauhadapi, dan sangatlah penting untuk mengatasi masalah yang mendesak terlebih dahulu. Sekarang ini, kebanyakan orang berfokus pada mengejar kebenaran dan memenuhi tugas mereka. Kebenaran dalam memenuhi tugas sangatlah penting. Selama engkau mampu memenuhi tugasmu sesuai dengan prinsip-prinsip, engkau akan merasakan damai dan kepastian dalam hatimu. Jika engkau juga mampu mengenal pekerjaan Tuhan, mengalami pekerjaan-Nya, serta membereskan sebagian dari watak rusakmu, engkau akan merasakan manisnya mengikuti Tuhan dan akan lebih mudah bagimu untuk menempuh jalan mengejar kebenaran. Masalah utama dalam mengikuti Tuhan dan tunduk kepada-Nya adalah memenuhi tugasmu dengan benar. Firman Tuhan berkata: "Hendaklah engkau semua memenuhi tugasmu dengan seluruh hatimu, dan dengan seluruh jiwamu, dan dengan seluruh kekuatanmu." Bukankah pernyataan ini adalah kebenaran? Jika engkau mampu untuk menegaskan bahwa pernyataan ini adalah kebenaran, engkau seharusnya berupaya untuk memenuhi tugasmu. Makin engkau memahami kebenaran dalam memenuhi tugasmu, pemenuhan tugasmu akan makin berprinsip dan efektif. Jika engkau memenuhi tugasmu secara memuaskan, engkau bukan saja akan memiliki rasa damai dan sukacita dalam hatimu, tetapi juga iman yang benar. Ini adalah hasil dari mengikuti Tuhan dan memenuhi tugasmu. Sangatlah benar bahwa jalanmu dalam mengikuti Tuhan menjadi lebih terang saat engkau menempuhnya. Itulah sebabnya, memenuhi tugasmu adalah hal yang paling berarti untuk dilakukan. Jika engkau berusaha keras untuk mencapai kebenaran sesuai dengan tuntutan Tuhan, engkau telah mulai mengambil langkah pertama yang benar. Saat engkau berjuang ke arah ini, secara berangsur-angsur engkau akan melihat hasilnya dan mulai memiliki keserupaan dengan manusia. Lambat laun, hubunganmu dengan Tuhan akan makin dekat. Ketika engkau menghadapi ujian dan kesengsaraan dan engkau merasa sedikit negatif atau lemah, ketika timbul beberapa gagasan dan kesalahpahaman, engkau akan dengan mudah mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga masalah itu tidak ada artinya lagi.
Sebagian besar darimu tinggal di negara-negara yang menganut sistem demokrasi, tidak seperti saudara-saudari di gereja Tiongkok daratan yang telah menderita penganiayaan dan kesukaran. Memiliki kehidupan yang nyaman belum tentu merupakan hal yang baik bagimu. Engkau mungkin memerlukan upaya untuk mengejar kebenaran, barangkali agak sulit untuk menanggung kesukaran dan membayar harga dalam pelaksanaan tugasmu. Orang-orang yang tumbuh di bawah sistem yang demokratis dan bebas cenderung membuat kesalahan karena memanjakan diri sendiri. Mereka tidak membiarkan orang lain mengkritik atau menegur mereka. Mereka cenderung lebih bebas dan terbuka dalam berpikir. Mereka selalu menuntut privasi, kebebasan, selalu ingin mengejar setiap keinginannya, dan selalu menuntut berbagai hal yang berkaitan dengan kenikmatan daging. Jika engkau semua tidak mau melepaskan semua hal ini, akan sulit bagimu untuk melepaskan diri dari sikap yang hanya mengerahkan upaya tanpa mengejar kebenaran. Terus-menerus mementingkan kemandirian dan privasi akan mendatangkan masalah. Engkau harus berbicara tentang kebenaran, tentang firman Tuhan, tentang hal yang positif, dan jalan hidup yang benar. Meskipun kebebasan, demokrasi, dan kemandirian itu baik dan merupakan sistem sosial yang progresif, semua itu bukanlah kebenaran, melainkan hanya pemikiran dan sistem yang progresif di dunia yang gelap dan jahat ini. Sistem-sistem yang relatif sesuai bagi kelangsungan hidup manusia dan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, sama sekali bukanlah kebenaran, dan engkau semua harus memahami hal itu dengan jelas. Jangan berpikir, "Aku lahir di bawah sistem sosial yang demikian, jadi aku memiliki hak-hak ini. Aku bisa berpikir, berkata, dan berbuat apa saja yang kuinginkan, dan tak seorang pun boleh ikut campur. Ini adalah hak asasiku, hak yang diberikan kepadaku oleh masyarakat dan negaraku." Jika engkau menganggap hal ini sebagai kebenaran tertinggi, ini akan menimbulkan masalah. Dapatkah pemikiran-pemikiran ini memperlihatkan bahwa engkau memiliki kebenaran? Dari mana asalnya semua ini? Semuanya berasal dari manusia dan timbul dari umat manusia yang rusak. Ini bukanlah firman Tuhan, apalagi kebenaran yang Tuhan menghendaki manusia untuk memilikinya. Jika engkau menganggap pemikiran tentang demokrasi dan kebebasan sebagai kebenaran, dan di rumah Tuhan engkau hanya berfokus pada mengejar kebebasan dan tidak mau dikekang, bertindak ceroboh dalam melaksanakan tugasmu, engkau akan menghadapi masalah. Akankah engkau menerima kebenaran jika memiliki pemikiran seperti itu? Akan mampukah engkau dengan mudah menerapkan kebenaran? Akankah engkau tetap mampu sungguh-sungguh mengikuti Tuhan? Untuk mengikuti Tuhan, engkau perlu memahami kebenaran, memahami cara untuk tunduk, dan berada di bawah batasan kebenaran. Engkau tidak boleh bertindak sesuka hatimu. Jika engkau mengejar demokrasi dan kebebasan, engkau tidak dapat masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Engkau tidak akan dapat menjadi pengikut Tuhan atau menganggap dirimu sebagai pengikut Kristus. Ini akan mendatangkan masalah bagimu, dan merupakan kesulitan yang akan kauhadapi. Orang memiliki gagasan dan imajinasi tertentu, sudut pandang budaya tradisional tertentu, serta pemikiran-pemikiran yang didukung oleh gaya hidup sosial. Semua ini diciptakan oleh latar belakang dan lingkungan sosial. Jika engkau tidak mampu memahami esensi dan kegentingan masalah ini, selalu memandang pelaksanaan tugas, kepercayaan kepada Tuhan, dan amanat yang Dia berikan kepadamu atas dasar hak asasi manusia dan kebebasan, engkau tidak akan pernah menempuh jalan yang benar dan tidak akan memasuki jalur yang benar dalam kepercayaanmu kepada-Nya. Sekarang ini, masyarakat di Tiongkok daratan hidup di bawah bayang-bayang kekuasaan yang otoriter dan tidak memiliki perasaan superioritas apa pun. Mereka dilahirkan dengan kebiasaan menanggung kesukaran dan bekerja keras seperti lembu. Latar belakang serta lingkungan sosial semacam ini membentuk kebiasaan hidup atau prinsip mereka dalam berperilaku. Sebaliknya, masyarakat yang tinggal di negara demokratis dan bebas tidak memiliki pemikiran seperti itu. Mereka tidak ingin dibatasi, merasa bahwa itu adalah penindasan, dan mereka ingin bebas dari kekangan atau peraturan apa pun. Bahkan ketika mereka datang ke rumah Tuhan, mereka ingin bebas dari sistem administrasi, pengaturan pekerjaan, dan peraturan gereja. Mereka tidak ingin dibatasi. Mereka tidak mau dipangkas oleh siapa pun dan menolak semua kritikan. Mereka tidak mau sedikit saja lebih sibuk dengan pekerjaan atau menanggung rasa lelah. Hal ini pasti menimbulkan masalah! Ini bukanlah sikap yang seharusnya orang Kristen miliki, dan ini juga bukan sikap seorang prajurit Kristus yang baik. Kepatutan orang-orang kudus selalu dibicarakan pada Zaman Kasih Karunia. Apakah hal tersebut masih relevan sekarang ini? Tentu saja! Ini adalah hal positif yang tetap relevan di mana saja dan kapan saja. Untuk saat ini, kita tidak usah membahas dulu mengenai keserupaan yang seharusnya manusia ciptaan miliki, yakni tuntutan Tuhan yang paling mendasar yang orang harus mencapainya. Coba renungkan, sebagai orang Kristen, bukankah seharusnya engkau memiliki kepatutan seorang Kristen? Jika tidak, engkau tidak layak menjadi pengikut Tuhan, dan Tuhan tidak akan mengakuimu. Jika engkau ingin mengikuti Tuhan, entah engkau ingin menjadi makhluk ciptaan atau sekadar manusia biasa, engkau harus menjalani kehidupan sebagai manusia. Hatimu harus dipersembahkan di hadapan Tuhan. Engkau dapat berkata, "Tuhan, inilah rencanaku untuk mengikuti-Mu. Inilah tekad dan tujuanku. Apakah hal ini sesuai dengan maksud-Mu?" Atau mungkin engkau tidak mengatakannya secara langsung kepada Tuhan, tetapi engkau bersedia untuk menerima pemeriksaan Tuhan dan secara diam-diam menetapkan tekadmu, engkau mengizinkan Tuhan untuk mengawasi apa yang akan kaulakukan selanjutnya. Di negara mana pun atau dari latar belakang sosial apa pun engkau dilahirkan, setelah mengikuti Tuhan, engkau tidak lagi menjadi bagian dari negara atau masyarakat tersebut. Engkau adalah pengikut Tuhan, orang yang percaya kepada Tuhan, anggota rumah Tuhan. Dalam segala hal, engkau harus selalu menganggap dirimu sebagai anggota rumah Tuhan, pengikut Tuhan. Engkau harus berusaha menjadi prajurit Kristus yang baik, dan menilai dirimu berdasarkan standar orang-orang kudus. Jika engkau selalu mengatakan "aku orang Korea", "aku orang Taiwan", "aku orang Amerika", "kita semua memiliki cara hidup masing-masing", masihkah engkau menjadi pengikut Tuhan? Cara pandangmu keliru; itu adalah cara pandang orang-orang yang tidak percaya. Mereka ini adalah pengikut tetapi bukan orang percaya! Jika engkau adalah pengikut tetapi bukan orang percaya, apa yang kaulakukan dengan bermalas-malasan di rumah Tuhan? Apakah engkau sedang mencoba berpura-pura menjadi orang Kristen? Engkau tidak boleh berpura-pura. Mencoba untuk membaurkan diri akan sia-sia sepenuhnya. Jika engkau seorang Kristen, engkau harus menerima kebenaran dan melaksanakan tugasmu dengan baik. Itulah artinya mengikuti Tuhan. Jika engkau tidak mampu melaksanakan tugasmu dengan baik, dari negara mana pun asalmu, Tuhan tidak akan mengakuimu. Apa pun kewarganegaraannya, orang-orang yang percaya kepada Tuhan harus melaksanakan tugas mereka dengan baik dan menerima kebenaran. Itulah artinya mengikuti Tuhan. Jika engkau mengaku percaya kepada Tuhan, tetapi tidak menerima kebenaran atau melaksanakan tugasmu, engkau adalah pengikut tetapi bukan orang percaya, sama seperti orang tidak percaya. Engkau tidak menjadi ini, atau pun itu. Orang-orang yang tidak jelas harus segera dikeluarkan dari rumah Tuhan, tipe orang seperti ini tidak diinginkan dalam rumah Tuhan. Jika engkau menganggap dirimu sebagai anggota kerajaan, engkau harus berpegang teguh pada standar warganegara kerajaan. Jika engkau bertanya, "Orang dari kerajaan yang mana? Aku adalah warganegara dari negara demokrasi. Aku memiliki harga diri dan hak asasi. Tuntutan yang kauajukan kepadaku haruslah berdasarkan standar negara demokrasi. Jika tidak, tidak akan ada diskusi!" Maaf, tetapi ini adalah kerajaan Tuhan, bukan kerajaan Iblis. Tuhan menginginkan umat pilihan-Nya, umat kerajaan. Apakah engkau mengerti? (Ya, aku mengerti.) Jika engkau percaya kepada Tuhan dan mengikuti Dia, engkau harus mendengarkan firman-Nya. Jika engkau berkata, "Aku bisa saja mengikuti Tuhan, tetapi aku perlu memiliki kebebasan untuk memilih. Aku suka mendengarkan apa yang orang katakan, mendengarkan apa yang kusukai, dan mengikuti orang-orang yang kusukai. Jangan ikut campur. Aku mengutamakan ketaatan pada kebijakan dan peraturan negaraku; itu adalah hal yang terpenting. Aku tidak dapat mengutamakan ketundukan pada kebenaran firman Tuhan. Bagiku, negara dan kewarganegaraanku adalah yang terpenting, kebenaran berada di tempat kedua atau ketiga. Aku mungkin akan menerimanya atau menolaknya," lalu bagaimana sikap Tuhan terhadap orang seperti itu? Maaf, tetapi engkau harus meninggalkan rumah Tuhan! Rumah Tuhan tidak membutuhkan orang sepertimu. Engkau tidak mengikuti Tuhan; engkau bukan anggota kerajaan surga. Engkau adalah warganegara dunia, Tuhan tidak berfirman kepada orang-orang sepertimu, Dia juga tidak menyelamatkan orang-orang sepertimu. Orang-orang sepertimu tidak mampu melaksanakan tugas sebagai makhluk ciptaan. Engkau harus pergi sesegera mungkin, lebih cepat, lebih baik!
Ada orang-orang yang memuja orang terkenal dan terkemuka. Mereka selalu memiliki keraguan mengenai apakah firman Tuhan benar-benar mampu menyelamatkan manusia, mereka selalu yakin bahwa perkataan orang-orang terkenal dan terkemuka sajalah yang memiliki bobot dan karisma. Mereka selalu berpikir, "Lihatlah betapa hebatnya kepala negara kita! Lihatlah kemegahan dan keagungan dari majelis nasional kita! Apakah rumah tuhan bisa dibandingkan dengan semua itu?" Engkau bisa berkata seperti itu menunjukkan bahwa engkau adalah orang yang tidak percaya. Engkau tidak dapat melihat dengan jelas kejahatan politik, kegelapan sebuah bangsa, atau kerusakan manusia. Engkau tidak mampu melihat bahwa kebenaran berkuasa di rumah Tuhan, dan engkau tidak dapat melihat atau memahami hal-hal apa yang ditunjukkan oleh pengalaman kesaksian umat pilihan Tuhan. Rumah Tuhan memiliki kebenaran dan sangat banyak kesaksian, semua umat pilihan Tuhan mulai sadar dan berubah, mereka semua mulai mengalami pekerjaan Tuhan dan memasuki kenyataan kebenaran. Dapatkah engkau membayangkan masa depan di mana umat Tuhan tunduk kepada-Nya dan menyembah Dia? Itu melebihi imajinasimu. Segala yang dimiliki rumah Tuhan seratus kali, seribu kali lebih baik dari dunia ini. Di masa depan, segala yang dimiliki rumah Tuhan hanya akan terus menjadi lebih baik, lebih teratur, dan lebih sempurna. Semua hal ini secara berangsur-angsur akan dicapai, dan itulah yang akan diselesaikan oleh firman Tuhan. Umat pilihan Tuhan semuanya dipilih dan ditetapkan sebelumnya oleh-Nya sehingga tentu saja, mereka jauh lebih baik daripada orang-orang dunia. Jika orang tidak bisa melihat fakta-fakta ini, bukankah mereka buta? Ada orang-orang yang selalu merasa dunia ini hebat, dan jauh di lubuk hatinya mereka memuja orang terkenal dan terkemuka di dunia ini. Bukankah mereka itu sedang menyembah setan dan Iblis? Apakah orang-orang terkenal dan terkemuka ini percaya kepada Tuhan? Apakah mereka orang-orang yang tunduk kepada Tuhan? Apakah mereka memiliki hati yang takut akan Tuhan? Apakah mereka menerima kebenaran? Mereka semua adalah setan yang menentang Tuhan. Tidak bisakah engkau melihatnya? Mengapa engkau percaya kepada Tuhan, tetapi memuja orang-orang terkenal dan terkemuka di dunia? Bagaimana sebenarnya pandanganmu terhadap semua firman yang Tuhan ungkapkan? Bagaimana pandanganmu terhadap kedaulatan Tuhan atas segala sesuatu? Ada orang-orang yang bukan saja tidak memiliki rasa takut akan Tuhan—mereka bahkan tidak memiliki sedikit pun rasa hormat kepada-Nya. Bukankah mereka itu adalah pengikut tetapi bukan orang percaya? Bukankah orang-orang seperti itu seharusnya diminta untuk pergi dengan segera? (Seharusnya demikian.) Jika mereka tidak pergi, apa yang harus dilakukan? Bergegaslah mengusir mereka, mengeluarkan mereka. Pengikut tetapi bukan orang yang percaya ini, bagaikan lalat busuk, terlalu menjijikkan untuk dilihat. Kebenaran dan firman Tuhan mengatur rumah Tuhan, dan semua tindakan diambil berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Orang-orang seperti itu harus dikeluarkan. Mereka mengaku percaya kepada Tuhan dengan perkataan mereka, tetapi di dalam hatinya, mereka memandang rendah rumah Tuhan dan menghina Tuhan. Apakah engkau semua mau bila pengikut tetapi bukan orang yang percaya seperti itu membaur di antaramu? (Tidak.) Itulah sebabnya mereka harus segera dikeluarkan. Setinggi apa pun pendidikan atau kemampuannya, mereka tetap harus dikeluarkan. Ada orang-orang yang bertanya, "Bukankah itu sikap yang tidak pengasih?" Bukan, itu adalah bertindak berdasarkan prinsip-prinsip. Apa yang Kumaksudkan dengan hal ini? Artinya sebesar apa pun tingkat pertumbuhanmu, sebesar apa pun keinginanmu untuk mengejar kebenaran, atau apakah engkau memiliki iman kepada Tuhan, satu hal yang pasti: Kristus adalah kebenaran, jalan, dan hidup. Hal ini tidak berubah untuk selamanya. Ini harus menjadi batu karangmu, landasan yang paling kokoh dari kepercayaanmu kepada Tuhan; engkau harus yakin dan tidak ragu akan hal ini di dalam hatimu. Jika engkau meragukan hal ini, engkau tidak layak untuk tetap berada di rumah Tuhan. Ada orang-orang yang berkata, "Bangsa kami adalah bangsa yang besar, dan suku bangsa kami adalah suku bangsa yang mulia; adat istiadat dan budaya kami sangat luhur dan tiada bandingannya. Kami tidak perlu menerima kebenaran." Bukankah itu adalah pendapat para pengikut tetapi bukan orang yang percaya? Itu adalah pendapat dari pengikut tetapi bukan orang percaya, dan orang-orang seperti ini harus dikeluarkan. Ada orang-orang yang sering memperlihatkan watak rusak mereka, dan terkadang, watak mereka itu liar dan tak terkendali, tetapi mereka benar-benar percaya kepada Tuhan dan mampu menerima kebenaran. Jika mengalami pemangkasan, mereka mampu untuk bertobat. Orang-orang seperti itu harus diberi kesempatan. Manusia terkadang agak bodoh atau mereka tidak mampu memahami sesuatu dengan jelas, disesatkan, atau di saat-saat tertentu, mereka mungkin mengatakan atau melakukan sesuatu yang membingungkan karena tidak memahami kebenaran. Hal ini disebabkan oleh watak yang rusak, kebodohan, ketidaktahuan, dan kurangnya pemahaman akan kebenaran. Namun, orang-orang seperti itu tidak termasuk dalam kelompok yang sama dengan para pengikut tetapi bukan orang percaya. Yang dibutuhkan di sini adalah memanfaatkan persekutuan tentang kebenaran untuk menyelesaikan masalah ini. Ada orang-orang yang telah percaya kepada Tuhan selama beberapa tahun, tetapi tidak menerima kebenaran sama sekali dan tidak berubah sedikit pun. Mereka termasuk pengikut tetapi bukan orang percaya. Mereka bukan anggota rumah Tuhan, dan Tuhan tidak mengakui mereka. Apa maksud-Ku dengan mengatakan hal ini? Ini berarti Aku sedang memberitahu engkau semua untuk mengejar kebenaran dengan rajin. Jangan hanya mengerahkan upaya. Tuhan menyelamatkan manusia melalui firman-Nya, melalui kebenaran. Cara yang paling tepat adalah dengan memungkinkan engkau semua memahami kebenaran dan memecahkan masalah-masalah yang nyata ketika melaksanakan tugasmu. Ini membuatmu mampu menerapkan kebenaran dan tunduk kepada Tuhan. Dengan cara ini, Tuhan akan dipuaskan dan hati-Nya akan dihiburkan. Hal apakah yang sangat Tuhan benci? Tuhan telah mengucapkan banyak firman, mengungkapkan banyak kebenaran, dan mengerahkan banyak upaya serta membayar harga yang mahal bagi engkau semua. Pada akhirnya, yang Dia dapatkan hanyalah sekelompok orang yang hanya mengerahkan upaya, dan yang tersisa hanyalah sekelompok orang yang berjerih payah. Orang-orang ini tidak memahami kebenaran, mereka tidak memahami maksud Tuhan, tetapi hanya mengerahkan upaya. Meskipun orang-orang ini mungkin tetap tinggal, mereka tidak sesuai dengan maksud Tuhan. Mereka tidak dapat dianggap sebagai makhluk ciptaan yang sejati. Ini adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh Tuhan dan bukan maksud awal dari rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia.
Engkau semua harus menerima kebenaran dengan sepenuh hati dan tidak mengikuti pola dunia ini atau hidup berdasarkan falsafah Iblis. Untuk mengikuti Tuhan, engkau perlu melaksanakan tugasmu, dan untuk melaksanakan tugasmu dengan baik engkau perlu menerima kebenaran. Ini sangatlah penting. Banyak orang mengabaikan kebenaran dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan. Mereka tidak menerapkan kebenaran sekalipun mereka sudah percaya selama bertahun-tahun dan sama sekali tidak peduli akan hal itu. Mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya, cepat atau lambat mereka akan disingkirkan. Ada orang-orang yang hidup semata-mata demi daging, demi keuntungan pribadi, dan menguras tenaga mereka untuk hubungan antarpribadi, melepaskan tugas mereka, tidak menganggap serius tugas tersebut, serta mengejar kesenangan daging. Bukankah ini sangat egois dan tercela? Orang-orang seperti itu tidak mencintai kebenaran; yang mereka cintai hanyalah keuntungan pribadi dan keangkuhan. Wajah mereka memerah dan cemas karena meributkan keuntungan-keuntungan kecil sehingga mengorbankan integritas dan harga diri mereka. Bukankah mereka itu bodoh dan dungu? Bagi orang-orang yang sungguh-sungguh mencintai kebenaran, apa pun keadaan yang dihadapi, mereka harus terlebih dahulu mencari kebenaran di hadirat Tuhan. Mereka harus menghindari terlibat dalam perselisihan atau adu mulut dengan orang lain. Perilaku semacam itu tidak dewasa dan memperlihatkan kurangnya pemahaman. Ketika banyak orang berkumpul, berbagai masalah akan timbul karena ada berbagai macam orang, dan persoalan benar atau salah tidak pernah ada habisnya. Memang seperti inilah umat manusia yang rusak. Di antara orang-orang yang tidak percaya, keadaannya bahkan lebih genting. Setiap hari dipenuhi dengan permusuhan dan ketegangan yang mendidih. Dunia ini memang berbahaya. Di dalam rumah Tuhan, karena semua orang percaya kepada-Nya, ada lebih sedikit orang jahat, dan peristiwa yang memanfaatkan orang lain juga lebih sedikit. Hanya ada sedikit perselisihan dan pertengkaran. Jika engkau tidak memahami kebenaran dan terus-menerus memikirkan perselisihan ini, hal tersebut akan memenuhi dan menjerat hatimu, dan engkau tidak akan mampu datang ke hadapan Tuhan. Engkau harus melepaskan diri dari keadaan seperti itu, dan perilaku seperti itu memperlihatkan tingkat pertumbuhan yang belum dewasa. Orang-orang yang memiliki tingkat pertumbuhan yang belum dewasa sering kali berfokus pada masalah-masalah daging, pilihannya sendiri, dan memuaskan keinginan mereka yang mementingkan diri sendiri. Sebagai akibatnya, mereka mengabaikan tanggung jawab yang sebenarnya yang harus mereka penuhi dalam melaksanakan tugas mereka. Orang-orang seperti ini tidak mampu mengatur segala sesuatunya dengan baik dan sering melakukan kesalahan, menunjukkan ketidakdewasaan seperti anak-anak. Engkau semua harus mengejar kedewasaan dalam hidup. Apa yang Kumaksudkan dengan kedewasaan? Yang Kumaksudkan adalah memahami kebenaran, memiliki tingkat pertumbuhan sebagai orang dewasa, dan mampu memenuhi tuntutan Tuhan serta melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan-Nya. Yang Kumaksudkan adalah mampu memikul tugas sebagai manusia dan mampu memikul tugas-tugas secara umum, mampu melaksanakan tugas sebaik orang lain, dan meraih apa yang orang lain mampu mencapainya, meneladani orang-orang yang tunduk kepada Tuhan dan mengejar kebenaran, mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan dan melaksanakan tugas-tugas yang seharusnya orang lakukan, menyelidiki dan mencari jalan untuk mengejar kebenaran. Inilah proses pertumbuhan dalam kehidupan seseorang. Engkau semua harus mencari tahu dan menyelidiki hal-hal seperti bagaimana orang normal berperilaku, bagaimana orang-orang yang melaksanakan tugasnya dengan baik bertindak, serta cara-cara, pendekatan, dan prinsip-prinsip apa yang mereka gunakan dalam melakukan sesuatu. Orang dewasa harus menangani tanggung jawab mereka dengan baik. Apa pun yang terjadi, sekalipun langit akan runtuh, mereka harus memenuhi tugas mereka dan tidak membiarkan tugas utamanya mengalami penundaan. Di lain pihak, anak-anak memiliki keingintahuan yang tinggi akan hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Mereka ingin keluar dan melihat apa yang sedang terjadi. Kejadian apa pun dapat mempengaruhi dan mengalihkan perhatian mereka dari melakukan hal yang benar. Bukankah ini merupakan kurangnya komitmen terhadap tanggung jawab mereka? Masalah sekecil apa pun dapat mengganggu mereka. Satu ucapan saja dari seseorang dapat mengganggu hatinya, atau sebuah lelucon dapat menyebabkan kesalahpahaman dan ledakan emosi yang membuat mereka berperilaku negatif selama dua atau tiga hari, yang akhirnya menunda pelaksanaan tugasnya. Mereka bahkan mungkin akan mempertimbangkan untuk berhenti bekerja, dan para pemimpin serta pekerja harus terus-menerus membujuk dan meyakinkan mereka, mempersekutukan kebenaran dan memberikan pemahaman. Bukankah ini tanda dari ketidakdewasaan dan tingkat pertumbuhan yang kecil? Tampaknya, manusia tak pernah bertumbuh, tetap tidak dewasa seperti anak-anak—naif dan bodoh. Mereka dipandang rendah, tidak memiliki harga diri dan integritas, dan Tuhan tidak senang terhadap mereka.
Engkau semua harus berfokus pada kebenaran—hanya dengan cara demikianlah engkau dapat masuk ke dalam hidup, dan hanya setelah engkau masuk ke dalam hidup, barulah engkau dapat membekali orang lain dan memimpin mereka. Jika ditemukan bahwa tindakan orang lain bertentangan dengan kebenaran, kita harus dengan penuh kasih membantu mereka mengejar kebenaran. Jika orang lain mampu menerapkan kebenaran, dan ada prinsip dalam cara mereka melakukan segala sesuatu, kita harus berusaha belajar dan meneladani mereka. Inilah yang dimaksud dengan saling mengasihi. Suasana seperti inilah yang harus ada di dalam gereja—semua orang berfokus pada kebenaran dan berusaha untuk memperolehnya. Tidak masalah apakah mereka orang-orang berusia lanjut atau orang muda, atau apakah mereka orang yang sudah lama percaya atau belum lama percaya. Tidak masalah juga apakah mereka berkualitas tinggi atau rendah. Hal-hal ini tidak penting. Di hadapan kebenaran, semua orang setara. Hal-hal yang harus engkau lihat adalah siapa yang mampu berbicara dengan benar dan sesuai dengan kebenaran, siapa yang memikirkan kepentingan rumah Tuhan, siapa yang paling terbeban dalam pekerjaan rumah Tuhan, siapa yang memahami kebenaran dengan lebih jelas, siapa yang juga memiliki rasa keadilan, dan siapa yang bersedia membayar harga. Orang-orang seperti itu harus didukung dan dihargai oleh saudara-saudari mereka. Atmosfer kejujuran yang berasal dari mengejar kebenaran ini harus ada di dalam gereja; dengan demikian, engkau akan memiliki pekerjaan Roh Kudus dan Tuhan akan memberikan berkat dan bimbingan. Jika atmosfer yang ada di dalam gereja adalah atmosfer bergosip, ribut satu sama lain, saling mendendam, saling cemburu, dan berdebat satu sama lain, maka Roh Kudus pasti tidak akan bekerja di dalam diri engkau semua. Bertengkar satu sama lain dan bertengkar secara diam-diam, menipu, memperdaya, dan berkomplot satu sama lain—ini adalah atmosfer kejahatan! Jika atmosfer seperti itu mendominasi di gereja, maka Roh Kudus pasti tidak akan melakukan pekerjaan-Nya. Di dalam Alkitab, Tuhan Yesus berfirman sebagai berikut: "Jika dua orang di antara kalian di bumi sepakat mengenai apa pun yang hendak mereka minta, itu akan dikabulkan untuk mereka oleh Bapa-Ku yang ada di surga. Karena di mana dua atau tiga orang berkumpul bersama dalam nama-Ku, di situlah Aku ada di tengah-tengah mereka" (Matius 18:19-20). Ini adalah firman Tuhan, ini adalah kebenaran. Ketika Tuhan berfirman, hal itu akan terjadi. Jika engkau menentang maksud Tuhan dan tidak mengikuti firman-Nya, Tuhan akan menjauhkan diri-Nya darimu. Jika engkau tidak membaca firman Tuhan, tidak menerima penyingkapan, penghakiman, atau pemangkasan melalui firman-Nya, dan jika engkau menolak bantuan saudara-saudarimu, terus-menerus berfokus pada kekurangan dan masalah-masalah orang lain, sementara engkau berpikir bahwa dirimu sendiri tidak seburuk itu, menganggap dirimu lebih baik dari orang lain, engkau dalam masalah. Pertama, Roh Kudus tidak akan bekerja di dalam dirimu dan engkau akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan berkat Tuhan. Kedua, saudara-saudarimu juga akan menjauhkan diri darimu, meninggalkanmu tanpa ada seorang pun yang dapat menolongmu, sehingga sulit bagimu untuk mendapatkan dukungan mereka. Tanpa pekerjaan Tuhan dan berkat Tuhan, tanpa pertolongan dan dukungan dari saudara-saudarimu, engkau akan berada dalam situasi yang sulit, tidak mampu membuat kemajuan. Mampukah engkau melakukan pekerjaan gereja secara efektif hanya dengan mengandalkan bakat dan keterampilan manusia? Semua itu akan sia-sia, usaha yang tiada guna. Bukankah berbahaya jika engkau sampai pada titik itu? Seberapa besar penderitaan yang akan kaualami dalam hatimu? Dalam keadaan apa pun, engkau harus menempuh jalan yang benar, jalan mengejar kebenaran agar engkau menerima berkat Tuhan dan pertolongan dari saudara-saudarimu. Menempuh jalanmu sendiri akan menemui jalan buntu, dan orang-orang yang tidak mengejar kebenaran pada akhirnya akan disingkirkan. Engkau akan mulai memahami hal ini saat engkau sedikit demi sedikit mengalaminya seiring berjalannya waktu. Dalam semua upayamu, engkau harus mencari prinsip-prinsip kebenaran sampai engkau menjadi sehati dan sepikir. Setelah itu, barulah engkau akan mampu bekerja sama secara harmonis bagaikan untaian tali yang dijalin menjadi satu. Ketika terjalin kerja sama yang harmonis, barulah engkau akan mampu melaksanakan tugasmu dengan baik dan memuaskan Tuhan.
19 September 2017
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.