Firman Tuhan | "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" (Bagian Empat)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Taiwan adalah sebuah negara demokratis yang stabil dan masyarakatnya hidup makmur. Ketertiban umum, kualitas hidup, nilai-nilai budaya, dan hal-hal lainnya jauh lebih baik daripada di Tiongkok daratan. Masyarakat Taiwan menjalani kehidupan yang sangat nyaman. Meskipun hidup nyaman adalah hal yang baik, banyak orang yang percaya kepada Tuhan dan hidup dalam kenyamanan tidak bersedia mengikuti Dia, apalagi menderita atau membayar harga. Sangat sulit untuk meninggalkan semua yang mereka miliki dan mengorbankan diri mereka bagi Tuhan. Bukankah ini yang sebenarnya terjadi? Saat orang hidup nyaman, mereka selalu berpikir tentang makan, minum, bersenang-senang, caranya menuruti keinginan daging dan menikmati hidup. Hal ini cukup berdampak pada orang yang percaya kepada Tuhan dan mengejar kebenaran. Oleh karena itu, banyak orang dalam lingkungan sosial yang nyaman ini ingin melaksanakan tugas mereka, tetapi kesulitan untuk melakukannya. Mereka tidak mau menanggung penderitaan sekecil apa pun, dan tidak bekerja secara efisien ketika melaksanakan tugas mereka atau melakukan berbagai macam pekerjaan untuk gereja. Terkadang kemajuan pekerjaan mereka terkena dampaknya, dan ini ada kaitannya dengan lingkungan sosial mereka. Hatiku tersentuh melihat setiap kali kita mengadakan pertemuan, engkau semua mampu duduk di sini dan mendengarkan khotbah dari awal sampai selesai. Sejumlah orang di Tiongkok daratan mampu percaya kepada Tuhan karena merasa terkekang oleh lingkungan mereka, ditindas, didiskriminasi oleh masyarakat, dan menderita penganiayaan berat. Sementara itu, ada orang-orang yang percaya kepada Tuhan semata-mata karena mencari keadilan dan nalar, atau mencari dukungan rohani dan sesuatu yang dapat diandalkan. Sedangkan, antusiasme, iman, dan kesetiaan beberapa orang tergugah di bawah penganiayaan brutal dari si naga merah yang sangat besar. Beberapa orang terpaksa mengungsi ke luar negeri karena memercayai Tuhan di Tiongkok daratan sangatlah berat dan banyak orang yang diburu—mereka tidak memiliki tempat untuk bersembunyi. Inilah yang menjadi alasan mereka melarikan diri ke luar negeri. Dibandingkan dengan lingkungan yang represif dan keras di Tiongkok daratan, kehidupan masyarakat Taiwan sangatlah mudah. Karena kehidupannya nyaman, mereka yang percaya kepada Tuhan tidak mau menderita atau membayar harga, dan ketika menghadapi penganiayaan atau kesengsaraan, mereka tidak mau lagi melaksanakan tugas mereka. Orang-orang hanya menikmati makan, minum, dan bersenang-senang selagi hidupnya nyaman. Mereka selalu mementingkan hal-hal seperti: "Apa yang sebaiknya kumakan? Ke mana aku harus berlibur? Negara mana yang belum pernah aku kunjungi? Masa hidup manusia hanya beberapa puluh tahun saja. Jika aku tidak mengunjungi negara-negara di seluruh dunia dan memperluas wawasanku, bukankah hidupku akan sia-sia?" Inilah yang menyebabkan hati orang menjadi sulit diatur dan tidak dapat dikendalikan. Apakah orang seperti ini masih bisa makan dan minum firman Tuhan di hadapan-Nya dengan tenang? Masih bisakah orang mendengarkan khotbah di pertemuan dengan penuh perhatian? Tentu saja akan sulit. Jadi, ketika orang dianjurkan untuk percaya kepada Tuhan, mengejar kebenaran, dan melaksanakan tugas, mereka akan merasa diperlakukan tidak adil, terkekang, dan terus merasa seolah-olah hidup mereka sia-sia. Apakah lingkungan yang menguntungkan ini tidak menghadirkan pencobaan dan rintangan serius bagi manusia? Tentu saja. Semua orang mendambakan kenyamanan daging, tetapi bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan mengejar kebenaran, kenyamanan belum tentu merupakan sesuatu yang baik bagi pertumbuhan kehidupan. Sebagian besar orang yang mengalami sedikit penderitaan menjadi negatif, lemah, dan tidak memiliki kemauan sama sekali; bukankah ini hasil dari lingkungan yang nyaman? Ada berbagai macam video kesaksian pengalaman yang menunjukkan saudara-saudari di Tiongkok daratan yang disiksa, dihukum, dan dipenjarakan. Apakah engkau semua sudah melihatnya? (Sudah.) Dan bagaimana perasaanmu setelah melihatnya? (Tuhan, aku ingin sedikit mengungkapkan perasaanku. Setelah melihat saudara-saudari di Tiongkok daratan teraniaya akibat penyiksaan itu dan menyaksikan bagaimana mereka mampu berdoa kepada Tuhan, mengandalkan Dia, dan mempertahankan iman mereka dalam lingkungan yang begitu keras, mengalami selangkah demi selangkah di bawah pimpinan Tuhan sembari tetap teguh dalam kesaksian mereka dan tidak mengkhianati-Nya, aku merasa iman dan tingkat pertumbuhan mereka lebih besar daripada kita. Jika aku berada di lingkungan seperti itu, belum tentu aku mampu tetap teguh seperti mereka. Ini membuatku merasa bahwa tingkat pertumbuhanku sangat kecil.) Saudara-saudari di Tiongkok daratan masih tetap mampu percaya kepada Tuhan, menghadiri pertemuan, dan melaksanakan tugas mereka di lingkungan tempat mereka mengalami penganiayaan kejam dari si naga merah yang sangat besar. Ini adalah kesaksian, sebuah kesaksian yang sangat kuat. Kemampuan mereka untuk tetap teguh di lingkungan yang tidak bersahabat seperti itu adalah sebuah kesaksian, jadi engkau semua yang berada di lingkungan yang nyaman ini sebaiknya merenungkan bagaimana caranya memberikan kesaksian yang berbeda. Pertama, engkau harus menghargai segala sesuatu dalam hidup ini dan lingkungan yang telah Tuhan berikan kepadamu. Selain itu, engkau hendaknya merenungkan bagaimana agar engkau mampu tetap teguh dalam kesaksianmu di lingkungan seperti ini, tidak mempermalukan Tuhan, dan menjadi pemenang. Seseorang yang percaya kepada Tuhan di negara demokratis, mungkin tidak akan mengalami penindasan dan penganiayaan akibat penyiksaan dari pemerintah, tetapi akan ada penganiayaan dari keluarga dan kerabat, dan orang itu masih perlu mengalami firman Tuhan, memperoleh kebenaran, dan tetap teguh dalam kesaksian mereka. Tidak soal di lingkungan seperti apa orang percaya kepada Tuhan, memperoleh kebenaran bukanlah hal yang mudah. Engkau harus menderita dan membayar harga untuk memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Untuk bersaksi bagi Tuhan, engkau harus mencapai pemahaman kebenaran dalam semua aspek pengalaman. Ini tidak hanya berarti mengabarkan Injil dan nama Tuhan; ini terutama pada kesaksian pengalaman hidup. Dalam setiap kelompok masyarakat atau di bawah tatanan sosial suatu negara, orang akan mengalami diskriminasi, pengucilan, atau penganiayaan jika mereka hidup sesuai dengan kebenaran, berupaya menjadi orang yang jujur, dan berusaha tunduk kepada Tuhan. Hal ini terjadi karena negara-negara demokratis pun tidak tunduk kepada Tuhan. Ada partai-partai politik ateis yang berkuasa, dan mereka juga menolak kebenaran serta menolak Tuhan. Meskipun tidak ada penganiayaan atau kesengsaraan jika memercayai Tuhan di negara seperti ini, akan ada beberapa batasan tertentu serta diskriminasi, fitnah, penghakiman, dan kecaman jika engkau semua ingin mengabarkan Injil dan bersaksi bagi Tuhan—semua ini adalah faktanya. Jika engkau tidak dapat memahami hal ini dengan jelas, maka engkau bukanlah orang yang memahami kebenaran. Menerima dan mengikuti Kristus di negara manapun sedikit banyak pasti disertai dengan penganiayaan dan kesengsaraan. Engkau harus selalu bertindak dengan hati-hati, berdoa kepada Tuhan dan memandang Tuhan. Engkau juga harus memiliki hikmat dan kecerdasan. Di negara dan lingkungan sosial manapun engkau berada, pasti ada lingkungan yang sesuai yang telah Tuhan tetapkan dan atur untukmu. Semuanya tergantung pada apakah seseorang mengejar kebenaran atau tidak. Lingkungan yang nyaman membawa pencobaan bagi manusia, sementara penganiayaan dengan penyiksaan juga membawa pencobaan dan ujian. Lalu apakah ada ujian di lingkungan yang nyaman? Ada juga ujian dari Tuhan. Tuhan telah mengatur lingkungan yang nyaman ini untuk engkau semua, dan segala sesuatunya bergantung pada bagaimana caramu mengalaminya—entah engkau akan sepenuhnya terjerat oleh perangkap dan pencobaan Iblis, atau apakah engkau mampu mengatasinya dalam segala hal dan menjadi kesaksian bagi Tuhan, berpegang teguh pada kesetiaan dan tugasmu. Semuanya tergantung bagaimana caramu mengalaminya dan pilihan yang kaubuat. Lingkungan saudara-saudari di Tiongkok daratan sedikit lebih keras. Tuhan telah memberi mereka beban yang sedikit lebih berat dan mengatur lingkungan yang sedikit lebih keras. Namun, lebih banyak juga yang telah Dia berikan bagi mereka. Semakin keras lingkungannya, semakin besar ujian yang Tuhan persiapkan, maka semakin banyak pula yang akan diperoleh manusia. Namun, dalam lingkungan yang nyaman pun, manusia juga mengalami pencobaan dan ujian di mana-mana, dan Tuhan juga telah memberimu banyak hal. Jika engkau mampu menang setiap kali menghadapi pencobaan, apa yang akan kauperoleh tidak mungkin kurang daripada yang diperoleh saudara-saudarimu yang teraniaya karena penyiksaan. Ini juga berarti mengejar kebenaran dan memiliki tingkat pertumbuhan untuk diatasi. Misalnya, hal-hal seperti kebersamaan dengan keluarga, makan minum enak, hiburan, kenikmatan, serta beberapa tren sosial yang menghibur daging dan menyebabkan kerusakan moral, semua ini adalah pencobaan bagi engkau. Saat menghadapinya, segala pencobaan ini tidak hanya akan menarik perhatianmu, tetapi juga mengganggu dan memikatmu. Ketika engkau semua mengikuti hal-hal dan tren duniawi, saat itulah pencobaan Iblis, atau bisa juga dikatakan ujian dari Tuhan akan muncul. Engkau perlu membuat pilihan akan caranya menanggapi pencobaan dan ujian ini, dan saat itulah Tuhan menguji manusia dan menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya. Ini adalah waktu di mana perkataan Tuhan kepadamu dan kebenaran yang telah kaupahami akan berlaku. Jika engkau adalah orang yang mengejar kebenaran dan memiliki iman yang sejati kepada Tuhan di dalam hatimu, engkau akan mampu mengatasi semua pencobaan ini dan tetap teguh serta menjadi saksi bagi Tuhan dalam ujian yang telah Dia atur bagimu. Sebaliknya, alih-alih mencintai kebenaran, engkau semua justru mencintai dunia, tren, engkau senang mendambakan kenyamanan dan kepuasan dagingmu, dan engkau menyukai kehidupan yang hampa, lalu engkau akan mengikuti hal-hal duniawi ini. Engkau semua akan merasakan kekaguman, ketertarikan dan dikuasai oleh semua hal itu. Sedikit demi sedikit, hatimu akan kehilangan minat untuk memercayai Tuhan, engkau akan muak dengan kebenaran, lalu di tengah-tengah pencobaan, Iblis akan merenggutmu. Dalam ujian seperti ini, engkau akan kehilangan kesaksianmu. Ada banyak orang yang telah mendengar berbagai khotbah dan melaksanakan tugas mereka, tetapi hati mereka masih terasa hampa. Mereka masih suka mengikuti bintang pop dan orang-orang terkenal, mengikuti tren, menonton acara hiburan di TV, dan bahkan menonton pertunjukan sepanjang malam hingga mereka harus begadang. Ada juga anak muda yang bermain video game. Singkatnya, mereka tidak ragu untuk membayar berapa pun demi mengejar hal-hal yang sedang tren ini dengan fanatik. Dan mengapa mereka melakukannya? Karena mereka belum memperoleh kebenaran. Orang-orang yang belum memperoleh kebenaran memiliki perasaan tertentu, yaitu tidak ada banyak perbedaan antara percaya kepada Tuhan dan tidak percaya kepada-Nya. Hati mereka masih terasa hampa dan hidup ini tidak ada artinya. Jika mengikuti tren, mereka merasa lebih puas, sedikit lebih kaya dalam hidup mereka, dan merasa lebih bahagia setiap harinya. Kalau mereka percaya kepada Tuhan dan tidak mengikuti tren, mereka tetap merasa bahwa hidup ini tidak ada artinya dan terasa hampa. Hal ini karena mereka tidak mencintai kebenaran. Engkau juga dapat dengan yakin berkata bahwa orang-orang ini tidak memahami kebenaran sedikit pun dan tidak memiliki kenyataan kebenaran. Oleh karena itu, mereka tidak bisa hidup tanpa mengikuti tren. Ada orang-orang yang tidak pernah mengejar kebenaran, dan bahkan mereka merasa tidak menentu ketika melaksanakan tugas mereka, tidak mampu berdiri teguh saat menghadapi pencobaan, hingga akhirnya mereka harus menyerah. Sebagian orang cukup antusias dan teguh saat mereka mulai melaksanakan tugasnya, tetapi berhenti melaksanakannya ketika mereka menghadapi pencobaan, menjadi bersikap asal-asalan, dan pengabdiannya berkurang. Tidak ada kesaksian dalam hal ini. Jika mereka bisa melepaskan tugas mereka begitu menghadapi pencobaan dan memilih apa pun yang mereka sukai, mereka tidak memiliki kesaksian. Bila pencobaan lain datang, mereka mungkin akan menyangkal Tuhan dan ingin mengikuti tren duniawi, lalu meninggalkan gereja. Atau ketika pencobaan lain datang, mereka mulai meragukan Tuhan dan tidak yakin apakah Tuhan itu ada, bahkan mulai percaya bahwa mereka berevolusi dari kera. Orang-orang ini telah sepenuhnya dikuasai oleh Iblis. Karena terjebak dalam semua pencobaan ini, mereka tidak berdoa kepada Tuhan, atau mencari kebenaran. Mereka hanya memikirkan nasib daging mereka dan akibatnya mereka gagal untuk tetap teguh dalam kesaksian mereka. Selangkah demi selangkah, mereka diseret oleh Iblis ke dalam neraka dan ke dalam jurang kematian. Tuhan telah menyerahkan orang-orang ini kepada Iblis, dan mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk diselamatkan. Katakan kepada-Ku, apakah mengejar kebenaran itu tidak penting? (Penting.) Kebenaran itu sangatlah penting. Apa fungsi dari kebenaran? Setidaknya, kebenaran dapat membantumu memahami siasat Iblis ketika engkau menghadapi pencobaan, untuk mengetahui apa yang sebaiknya kaulakukan dan tidak boleh kaulakukan, dan apa yang seharusnya kaupilih. Setidaknya, itu akan membuatmu mengetahui semua hal ini. Yang terpenting adalah kebenaran akan memungkinkanmu untuk tetap teguh saat menghadapi pencobaan. Engkau akan mampu tetap teguh, tabah dan tak tergoyahkan, sambil berpaut pada tugas yang telah Tuhan berikan kepadamu, setia pada tugas ini, dan mampu menolak Iblis. Engkau akan mampu tetap teguh dalam kesaksianmu di tengah ujian, seperti yang Ayub lakukan. Setidaknya, inilah yang seharusnya orang dapatkan.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...