Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 8)
Apa natur dari masalah mengutak-atik firman Tuhan? Jika engkau mengubah firman Tuhan dan memanipulasi ujaran-Nya, ini merupakan bentuk penentangan dan penghujatan yang paling serius terhadap Tuhan. Hanya manusia sejenis Iblis yang mampu melakukan perbuatan jahat semacam ini dan mereka sama dengan penghulu malaikat. Penghulu malaikat berkata: "Tuhan, Engkau mampu menciptakan langit, bumi, dan segala sesuatu, serta mengadakan tanda-tanda dan mukjizat—aku juga mampu melakukannya. Engkau telah naik takhta, aku juga akan melakukannya. Engkau berkuasa atas semua bangsa, aku juga demikian. Engkau menciptakan manusia dan akulah yang mengelola mereka!" Secongkak inilah penghulu malaikat, sama sekali tidak bernalar. Natur mengutak-atik firman Tuhan sama dengan natur penghulu malaikat, artinya ini merupakan wujud penentangan langsung dan penghujatan terhadap Tuhan. Orang yang mengutak-atik firman Tuhan adalah orang yang paling menentang Tuhan dan mereka secara langsung menyinggung watak-Nya. Tidak ada yang lebih Tuhan benci selain orang yang mengutak-atik firman-Nya. Dapat dikatakan bahwa mengutak-atik firman Tuhan adalah penghujatan terhadap Tuhan dan Roh Kudus, ini merupakan dosa yang tidak dapat diampuni. Selain orang yang mengutak-atik firman Tuhan, ada hal lain yang menyinggung watak-Nya, yaitu ketika orang berani dengan seenaknya mengubah pengaturan kerja, kemudian mendistribusikannya ke gereja-gereja untuk menyesatkan umat pilihan Tuhan, mengacaukan, serta mengganggu pekerjaan gereja. Ini juga adalah wujud penentangan langsung terhadap Tuhan dan sesuatu yang menyinggung watak-Nya. Ada orang-orang yang sama sekali tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Mereka menganggap pengaturan kerja ditulis oleh manusia, berasal dari manusia, dan jika pengaturan kerja tersebut tidak sejalan dengan gagasan orang-orang ini, mereka akan mengubahnya sesuka hati. Apakah engkau semua tahu ketetapan administratif Tuhan yang mana yang dilanggar dalam hal ini? (7. "Dalam pekerjaan dan urusan gereja, selain tunduk kepada Tuhan, ikuti instruksi dari orang yang dipakai oleh Roh Kudus dalam segala hal. Bahkan pelanggaran sekecil apa pun tak dapat diterima. Bersikaplah mutlak dalam kepatuhanmu, dan jangan menganalisis benar atau salah; apa yang benar atau salah tidak ada kaitannya denganmu. Engkau hanya harus memusatkan perhatianmu dengan ketundukan penuh" (Firman, Vol. 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Umat Pilihan Tuhan pada Zaman Kerajaan").) Sesuatu yang melanggar ketetapan administratif adalah hal yang menyinggung watak Tuhan. Bukankah itu terlihat jelas bagimu? Ada orang-orang yang sangat lancang dalam sikap mereka terhadap pengaturan kerja Yang di Atas. Mereka yakin, "Yang di Atas membuat pengaturan kerja, dan kitalah yang melakukan pekerjaan di gereja. Ada beberapa perkataan dan urusan yang dapat kita terapkan secara fleksibel. Terserah kita bagaimana cara kita mengerjakannya. Yang di Atas hanya berbicara dan membuat pengaturan kerja; kitalah yang benar-benar mengerjakannya. Jadi, setelah Yang di Atas menyerahkan pekerjaan kepada kita, kita dapat melaksanakannya sesuai dengan keinginan kita. Tidak masalah, bagaimana cara kita melaksanakannya. Tak seorang pun berhak ikut campur." Prinsip yang mendasari tindakan mereka adalah: mereka mendengarkan apa yang mereka yakini benar dan mengabaikan apa yang mereka yakini salah, mereka menganggap keyakinan mereka sebagai kebenaran dan prinsip, mereka menentang apa pun yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, dan mereka sangat bertentangan denganmu mengenai hal-hal tersebut. Jika perkataan Yang di Atas tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka akan mengubahnya, dan hanya meneruskannya setelah perkataan itu memperoleh persetujuan mereka. Tanpa persetujuan mereka, mereka tidak akan mengizinkannya diteruskan. Jika di wilayah lain, pengaturan kerja Yang di Atas diteruskan sebagaimana adanya, orang-orang ini mendistribusikan versi pengaturan kerja yang telah mereka ubah ke gereja-gereja yang berada di bawah tanggung jawab mereka. Orang-orang semacam ini selalu ingin mengesampingkan Tuhan, mereka sangat ingin membuat semua orang percaya kepada mereka, mengikuti mereka, dan tunduk kepada mereka. Di benak mereka, ada beberapa bidang yang di dalamnya Tuhan tidak sebaik mereka—mereka sendirilah yang seharusnya menjadi Tuhan, dan orang lain seharusnya percaya kepada mereka. Pada dasarnya itulah keinginan mereka. Jika engkau semua memahami hal ini, akankah engkau tetap menangis ketika mereka diberhentikan? Akankah engkau tetap merasa kasihan kepada mereka? Akankah engkau tetap berpikir, "Yang di Atas bertindak kurang pantas. Mereka memperlakukan orang secara tidak adil. Mengapa mereka memberhentikan orang yang bekerja begitu keras?" Mereka yang berkata seperti ini, tidak tahu yang sebenarnya tentang orang-orang ini. Demi siapa mereka bekerja keras? Demi Tuhankah? Demi pekerjaan gerejakah? Mereka bekerja keras untuk mengokohkan status mereka; mereka bekerja keras untuk mendirikan kerajaan mereka sendiri. Apakah mereka sedang melayani Tuhan? Apakah mereka sedang melaksanakan tugas mereka? Apakah mereka setia dan tunduk kepada Tuhan? Mereka sepenuhnya adalah antek-antek Iblis, dan saat mereka bekerja, setanlah yang berkuasa. Mereka menghancurkan rencana pengelolaan Tuhan dan mengganggu pekerjaan Tuhan. Mereka adalah antikristus tulen! Ada orang-orang yang berkata: "Lihatlah betapa kerasnya mereka bekerja—diperlukan upaya yang cukup besar untuk menulis semua hal itu dan membagikannya ke gereja-gereja." Jika demikian, biar Kutanyakan kepadamu, apakah hal-hal yang mereka tulis mendidik kerohanian orang? Apa sebenarnya tujuan yang ingin mereka capai? Apakah engkau mengetahui yang sebenarnya mengenai hal ini? Apa akibatnya jika engkau disesatkan oleh mereka? Pernahkah engkau memikirkannya? Ada yang merasa kasihan kepada orang-orang seperti ini dengan berkata, "Mereka bekerja sangat keras dan tidak mudah menulis semua hal itu, jadi rumah Tuhan seharusnya memaafkan mereka jika terdapat sedikit penyimpangan atau hal-hal yang keliru dalam apa yang ditulis." Ada masalah apa dengan perkataan ini? Dapatkah orang benar-benar memperoleh perkenanan Tuhan hanya dengan bekerja keras? Untuk siapa orang-orang itu bekerja keras? Jika mereka bekerja keras bukan untuk memuaskan dan memuliakan Tuhan, melainkan untuk memperoleh status, sekeras apa pun mereka bekerja, apakah itu akan bermakna atau bernilai? Kerja keras semacam ini egois, hina, jahat, dan tidak tahu malu! Apa akibatnya jika antikristus semacam ini tidak diberhentikan? Orang-orang akan mengganggu pekerjaan gereja sesuka hatinya dan menjadi para penentang Tuhan bahkan sebelum mereka menyadarinya. Bukankah ini mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan? Jika mereka bekerja keras untuk mencapai tujuannya sendiri, apakah itu memberi mereka hak untuk menentang Tuhan? Apakah dengan demikian mereka boleh menentang dan memberontak terhadap-Nya? Apakah mereka boleh bersikap seenaknya, ceroboh, dan tidak mau tunduk kepada-Nya? Bolehkah mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan? Orang-orang yang tidak memiliki kebenaran, yang tidak tunduk kepada Tuhan, dan hanya ingin bertindak membabi buta, yang menganggap semua yang mereka lakukan itu wajar dan benar adalah murni para setan dan antek Iblis yang datang untuk mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja! Jika engkau bukan saja tidak mampu mengenali orang-orang seperti ini, tetapi justru bersimpati, menangis untuk mereka, dan membelanya, berarti engkau juga tidak ada gunanya, orang yang kacau dan bodoh. Engkau mungkin masih berpikir: "Yang di Atas tidak memikirkan perasaan mereka. Orang itu telah bekerja begitu keras dan Yang di Atas menyingkirkannya begitu saja." Jika engkau mengatakan demikian, berarti engkau juga antek Iblis dan engkau adalah setan. Ada banyak orang yang hidup berdasarkan falsafah Iblis, tidak pernah menyingkapkan atau melaporkan pemimpin palsu atau antikristus, sampai suatu hari, seorang antikristus melakukan sesuatu yang menimbulkan malapetaka dan mereka akhirnya sadar bahwa inilah yang benar-benar terjadi ketika antikristus menyesatkan manusia. Ada orang-orang yang masih memiliki gagasan mengenai hal ini dan berpikir: "Tuhan itu mahakuasa, dan Yang di Atas seharusnya tahu ada berapa banyak antikristus di dalam gereja, apakah kita perlu melaporkannya?" Bukankah orang-orang yang mengatakan hal ini adalah tipe orang yang tidak masuk akal? Sekarang ini, Tuhan sedang bekerja dalam kemanusiaan dan pemimpin Yang di Atas adalah manusia, jadi jika dia tidak bersentuhan langsung dengan urusan gereja, bagaimana dia bisa tahu tentang semua hal ini? Sering kali, ketika terjadi peristiwa antikristus, masalah tersebut hanya dapat diselesaikan setelah beberapa orang melaporkan dan menyingkapkan mereka, kemudian Yang di Atas memerintahkan dilakukannya penyelidikan. Ketika bekerja dan memimpin manusia dalam kemanusiaan yang normal, Tuhan sama sekali tidak supernatural dan Dia sangat nyata, tetapi Dia menaklukkan, mengalahkan, dan mempermalukan Iblis. Hanya dengan cara inilah kemahakuasaan dan hikmat-Nya dapat diperlihatkan. Inilah betapa nyatanya pekerjaan Tuhan; Dia mengatur semua manusia, peristiwa dan berbagai hal agar umat pilihan-Nya mampu memetik pelajaran, memiliki kearifan, dan memperluas pengetahuan mereka. Begitu umat pilihan-Nya memiliki kearifan, para pemimpin palsu, antikristus dan orang-orang jahat tidak akan mampu melepaskan diri mereka dari "lengan panjang hukum". Tuhan akan menggunakan fakta untuk menyingkapkan mereka dan memampukan semua umat pilihan-Nya untuk melihat dan memahaminya dengan jelas. Bukankah dahulu ada banyak orang jahat dan antikristus yang disingkapkan dan disingkirkan? Tidak adakah yang mampu melihat masalah ini dengan jelas? Kalau tidak, berarti engkau benar-benar kacau!
Meskipun ada orang-orang yang tidak memahami beberapa bagian dari pengaturan kerja rumah Tuhan, mereka tetap mampu tunduk dan berkata: "Semua yang Tuhan lakukan pasti benar dan ada artinya. Jika kita belum sepenuhnya memahami pengaturan kerja, kita harus terlebih dahulu tunduk pada semua itu. Kita tidak boleh menghakimi Tuhan! Sekalipun tidak sesuai dengan gagasan kita, kita harus tetap mendengarkan pengaturan kerja karena kita adalah manusia, dan apa yang mampu dipahami pikiran manusia? Kita harus tunduk pada pengaturan Tuhan; akan tiba saatnya kita akan memahaminya. Sekalipun setelah mencapai hari itu kita masih belum sepenuhnya memahaminya, kita harus tetap bersedia untuk tunduk. Kita adalah manusia dan sudah seharusnya kita tunduk kepada Tuhan. Inilah yang harus kita lakukan." Namun, ada orang-orang yang berbeda, ketika mereka mendapati pengaturan kerja rumah Tuhan, mereka akan mempelajarinya terlebih dahulu dengan berkata: "Inilah yang Tuhan firmankan dan ini adalah tuntutan-Nya. Bagian pertama kelihatannya bagus, tetapi bagian kedua kurang sesuai. Aku akan mengubahnya." Apakah orang-orang seperti ini memiliki hati yang takut akan Tuhan? Jika engkau mengubah pengaturan kerja sesuka hatimu, apa natur masalahnya? Bukankah ini berarti mengacaukan dan mengganggu pekerjaan rumah Tuhan? Apakah hal-hal yang kaumiliki adalah kebenaran? Jika engkau memang memiliki kebenaran, mengapa engkau tidak mengungkapkannya? Mengapa engkau mengubah firman Tuhan? Watak apa yang kauperlihatkan dengan melakukan hal tersebut? Ini adalah watak congkak dan merasa diri benar, watak yang tidak menaati siapa pun. Jika dalam hal pengaturan kerja engkau berani memilah dan memilih, berarti ada masalah serius dengan pola pikir dan watakmu. Umat pilihan Tuhan harus mengenali manusia semacam ini. Pertama, orang semacam ini tidak mampu mempersekutukan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, tetapi merasa yakin bahwa dirinya memahami kebenaran dan tidak akan menaati siapa pun. Kedua, ketika memiliki gagasan tentang pengaturan kerja, mereka tidak mengemukakannya di rumah Tuhan, sebaliknya mereka justru menyebarkannya ke mana-mana. Ketiga, ketika memiliki gagasan tentang Tuhan dan pekerjaan rumah Tuhan, mereka bukan saja tidak meluruskan gagasan tersebut, melainkan juga menghasut umat pilihan Tuhan untuk mengembangkan gagasan tentang Tuhan. Mereka bangkit dan melawan Dia untuk memaksa-Nya bertindak sesuai keinginan mereka, dan pada akhirnya, memaksa Dia untuk tunduk. Berdasarkan ketiga perilaku tersebut, jelaslah sudah orang seperti apa mereka itu. Apakah mereka orang-orang yang mencari kebenaran dan tunduk kepada Tuhan? Sama sekali bukan. Mereka tidak mencari kebenaran sedikit pun dan juga tidak puas dengan Tuhan. Mereka memiliki gagasan tentang Tuhan dan menyebarkan gagasan tersebut, membuat semua orang mengembangkan gagasan tentang Dia dan mengambil sikap untuk melawan serta menentang-Nya. Berdasarkan hal ini, mereka dapat digolongkan sebagai antikristus yang sejati. Bagaimana seharusnya menangani orang-orang seperti ini? Perlukah mereka ditolong dengan penuh kasih? Tidak akan ada gunanya karena mereka tidak menerima kebenaran. Bagaimana kalau memangkas mereka? Itu juga tidak akan ada gunanya karena mereka tidak menerima kebenaran. Jika orang-orang yang percaya kepada Tuhan tidak mampu menerima kebenaran, ini adalah masalah serius dan hal yang mengerikan! Jika engkau memandang masalah ini terlalu sepele dan menganggapnya bukan masalah besar, suatu hari nanti, engkau akan menyinggung Tuhan. Aku telah melihat orang-orang seperti ini, meskipun mereka belum dikeluarkan, kesudahan mereka sebenarnya telah ditentukan: mereka akan disingkirkan.
Setidaknya, orang-orang yang percaya kepada Tuhan haruslah memiliki hati yang takut akan Tuhan. Apa yang dimaksud dengan takut akan Tuhan? Manusia harus takut kepada Tuhan, mereka harus melakukan segala sesuatu dengan waspada dan berhati-hati, memberi kesempatan pada dirinya sendiri untuk berubah, dan tidak sembarangan melakukan apa pun yang mereka inginkan. Sebagai contoh, ketika rumah Tuhan memberhentikan beberapa pemimpin palsu, ada yang berkata: "Aku tidak yakin tentang masalah ini. Kita tidak tahu pasti apa yang telah mereka lakukan, dan meskipun kita tahu, kita tidak mungkin memahami sepenuhnya natur dari hal-hal yang mereka lakukan. Semua yang Tuhan lakukan pasti benar, dan pasti akan tiba saatnya ketika Dia membuat segala sesuatunya menjadi jelas dan memungkinkan kita untuk memahami maksud-Nya." Jika engkau tidak memahami mengapa rumah Tuhan melakukan sesuatu dengan cara seperti ini, tetapi engkau mampu tetap tunduk, berarti engkau adalah orang yang cukup taat yang dapat dikatakan memiliki sedikit hati yang takut akan Tuhan. Jika engkau tidak memahaminya, tetapi tetap memutuskan untuk menentang Tuhan dan mengganggu pekerjaan gereja, itu merupakan masalah. Setiap kali gereja memberhentikan dan mengusir beberapa pemimpin palsu dan antikristus, sebagian pengikut mereka yang setia selalu bangkit dan membelanya, secara terbuka menghakimi Tuhan karena hal tersebut, menganggap-Nya tidak adil, dan meminta Roh Kudus untuk menyingkapkan masalah ini. Bagi orang-orang seperti ini, meskipun mereka memberikan pelayanan yang luar biasa ketika mengabarkan Injil dan melaksanakan tugasnya, semua itu tidak ada artinya. Satu pengkhianatan akan selamanya menentukan nasibmu. Engkau harus memahami dengan jelas esensi dari pengkhianatan; jangan menganggapnya bukan masalah besar. Dapat dikatakan bahwa engkau semua pernah menentang Tuhan, engkau semua pernah melakukan pelanggaran. Namun, natur penentangan dan pelanggaranmu berbeda. Natur masalah yang baru saja Kubicarakan sangat serius dan merupakan penghakiman publik dan penentangan terhadap Tuhan. Ada orang-orang yang selalu senang menulis berbagai hal, termasuk surat yang dengan santai mereka bagikan di gereja. Apakah hal ini sesuai dengan prinsip? Apakah tulisan-tulisan tersebut merupakan kesaksian nyata? Apakah semua itu adalah pengalaman hidup? Apakah semua itu mendidik kerohanian umat pilihan Tuhan? Jika tidak memenuhi semua standar tersebut, tetapi orang-orang ini tetap dengan santai mengedarkannya di gereja, berarti mereka sedang menyesatkan orang, menyebarkan kebohongan dan kekeliruan, memutarbalikkan fakta, mengacaukan antara yang benar dan yang salah, serta melontarkan banyak omong kosong. Ada orang-orang yang bahkan ingin menulis buku mereka sendiri, lalu mengirimkannya ke gereja dan menjadi terkenal. Apakah manusia tidak memetik pelajaran mendalam dari apa yang dilakukan Paulus? Engkau masih ingin menulis buku. Menulis "biografi selebriti" dan menulis "Ringkasan Kebenaran." Engkau sama sekali tidak bernalar! Jika engkau mampu, tulislah beberapa kesaksian pengalaman. Bukankah engkau telah cukup dihakimi dan menderita selama bertahun-tahun percaya kepada Tuhan? Apakah engkau masih tidak mampu memahami masalah ini dengan jelas? Apa sebenarnya yang manusia pahami? Kata-kata dan doktrin yang kauucapkan bahkan tidak mampu menyelesaikan masalahmu sendiri, tetapi engkau masih ingin membekali orang lain dengan kata-kata dan doktrin tersebut. Engkau sama sekali tidak mengenal dirimu sendiri! Mengapa rumah Tuhan mencetak dan mengirimkan buku secara seragam? Karena sebagian besar buku ini berisikan firman Tuhan dan sisanya merupakan kesaksian pengalaman nyata dari umat pilihan Tuhan. Semua ini adalah hal positif yang dibutuhkan umat pilihan Tuhan, jadi buku-buku yang diterbitkan secara seragam oleh rumah Tuhan semuanya dibutuhkan untuk pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Cara yang dilakukan ini juga berasal dari bimbingan Roh Kudus. Engkau semua memahami bahwa buku-buku yang secara seragam diterbitkan oleh rumah Tuhan adalah yang paling bernilai dan paling dibutuhkan. Engkau semua tahu betul manfaat apa yang dapat kauperoleh dari mendengarkan khotbah. Jika engkau mampu mengenali hal-hal yang disebarkan oleh pemimpin palsu dan antikristus, engkau akan benar-benar mampu mengenali para pemimpin palsu dan antikristus. Namun, dengan tingkat pertumbuhanmu saat ini, engkau hanya memahami banyak doktrin tentang kepercayaan kepada Tuhan dan kebenaran masih belum jelas bagimu. Ada beberapa hal penting yang masih belum dapat kaupahami sepenuhnya, yang masih tampak samar dan kabur bagimu sehingga engkau masih belum memiliki kenyataan kebenaran dan belum terlalu mampu mengenalinya. Mengenai orang-orang di gereja, engkau belum mampu mengenali diri mereka yang sebenarnya dari caranya berperilaku atau berbicara. Ada orang-orang yang meyakini bahwa asalkan seseorang berbicara dengan fasih, mereka pasti mampu bersaksi bagi Tuhan, sedangkan mereka yang tidak fasih, pasti tidak akan mampu menyampaikan kesaksian pengalamannya meskipun mereka memilikinya. Apakah mereka benar mengenai hal ini? Mereka salah besar; kesaksian pengalaman adalah hal yang nyata bagaimanapun caranya disampaikan, dan jika seseorang tidak memiliki kesaksian pengalaman, apa pun yang mereka katakan tidaklah nyata, sebaik apa pun kemampuan mereka mengkhotbahkan doktrin. Mengapa demikian? Mampu mengkhotbahkan kata-kata dan doktrin tidak merepresentasikan bahwa seseorang memiliki kenyataan kebenaran. Sekalipun mereka memahami sedikit kebenaran, pemahaman ini masih sangat dangkal dan terbatas, mereka sama sekali tidak mampu menulis tentang kesaksian pengalaman. Jika seseorang tidak memiliki kesaksian pengalaman, tetapi masih dengan beraninya mengkhotbahkan kata-kata dan doktrin serta menceramahi orang lain, berarti mereka telah menjadi orang Farisi yang munafik. Mereka hanya bisa mengarang kesaksian palsu untuk menyesatkan orang. Mereka yang melakukan hal tersebut akan dikutuk oleh Tuhan. Mampu atau tidaknya seseorang memberikan kesaksian nyata, bukan tergantung kefasihannya. Lihatlah betapa banyaknya Petrus memiliki kesaksian pengalaman—tetapi berapa banyak surat yang ditulisnya? Berapa banyak artikel kesaksian yang ditulisnya? Mungkin hanya sedikit, tetapi Tuhan berkenan akan Petrus sebagai seseorang yang paling mengenal-Nya dan sangat mengasihi-Nya. Jika engkau benar-benar memiliki kesaksian pengalaman, engkau pasti telah berubah dan menjadi orang yang jauh lebih baik dalam perilakumu. Engkau tidak akan lagi antusias melakukan hal-hal yang dulu kauanggap baik. Ketika kausadari betapa tidak berartinya, betapa miskin dan menyedihkannya manusia itu, engkau tidak akan berani bertindak seenaknya, atau menulis buku atau biografi. Semua orang yang ingin menulis buku atau biografi, membangun reputasi dengan dalih memberikan semacam kontribusi, semuanya adalah manusia congkak, sombong, dan ambisius yang melebih-lebihkan kemampuannya sendiri, yang tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan, dan yang suka mengikuti kemauan sendiri dalam tindakannya. Orang-orang yang sungguh-sungguh mengejar kebenaran, semuanya berfokus untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, memahami kebenaran, dan bertindak berdasarkan prinsip. Mereka menganggap melaksanakan tugas dengan baik, perubahan watak, masuk ke dalam kenyataan kebenaran, dan memiliki kesaksian pengalaman nyata adalah hal yang lebih baik daripada apa pun. Mereka yang mampu mengejar dengan cara seperti ini adalah manusia yang paling cerdas dan paling bernalar.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Konten Terkait
Firman Tuhan | "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II: Watak Tuhan yang Benar" (Bagian Tiga)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...