-
Firman, Jilid 3: Pembicaraan Kristus Akhir Zaman (Bab Penuh)
- Makna Penting Mengejar Kebenaran dan Jalan Pengejarannya (Bagian Satu)
- Makna Penting Mengejar Kebenaran dan Jalan Pengejarannya (Bagian Dua)
- Penerapan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur (Bagian Satu)
- Penerapan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur (Bagian Dua)
- Penerapan Paling Mendasar untuk Menjadi Orang Jujur (Bagian Tiga)
- Jalan Penerapan Menuju Perubahan Watak Orang (Bagian Satu)
- Jalan Penerapan Menuju Perubahan Watak Orang (Bagian Dua)
- Hanya dengan Mengenali Pandangannya yang Keliru Barulah Orang Dapat Benar-Benar Berubah (Bagian Satu)
- Hanya dengan Mengenali Pandangannya yang Keliru Barulah Orang Dapat Benar-Benar Berubah (Bagian Dua)
- Hanya Dengan Ketundukan Sejati Orang Dapat Memiliki Iman yang Sejati (Bagian Satu)
- Hanya Dengan Ketundukan Sejati Orang Dapat Memiliki Iman yang Sejati (Bagian Dua)
- Hanya Dengan Ketundukan Sejati Orang Dapat Memiliki Iman yang Sejati (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Memahami Enam Jenis Watak Rusak Ini, Barulah Orang Dapat Mengenal Dirinya dengan Benar (Bagian Satu)
- Hanya dengan Memahami Enam Jenis Watak Rusak Ini, Barulah Orang Dapat Mengenal Dirinya dengan Benar (Bagian Dua)
- Hanya dengan Memahami Enam Jenis Watak Rusak Ini, Barulah Orang Dapat Mengenal Dirinya dengan Benar (Bagian Tiga)
- Apa yang Dimaksud dengan Kenyataan Kebenaran? (Bagian Satu)
- Apa yang Dimaksud dengan Kenyataan Kebenaran? (Bagian Dua)
- Apa yang Dimaksud dengan Kenyataan Kebenaran? (Bagian Tiga)
- Apa Sebenarnya yang Orang Andalkan untuk Hidup? (Bagian Satu)
- Apa Sebenarnya yang Orang Andalkan untuk Hidup? (Bagian Dua)
- Apa Sebenarnya yang Orang Andalkan untuk Hidup? (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Menerapkan Kebenaran dan Tunduk Kepada Tuhan Orang Bisa Mencapai Perubahan Watak (Bagian Satu)
- Hanya dengan Menerapkan Kebenaran dan Tunduk Kepada Tuhan Orang Bisa Mencapai Perubahan Watak (Bagian Dua)
- Hanya Dengan Memahami Kebenaran, Orang Bisa Mengetahui Perbuatan Tuhan (Bagian Satu)
- Hanya Dengan Memahami Kebenaran, Orang Bisa Mengetahui Perbuatan Tuhan (Bagian Dua)
- Bagaimana Mengenali Esensi Natur Paulus (Bagian Satu)
- Bagaimana Mengenali Esensi Natur Paulus (Bagian Dua)
- Bagaimana Mengenali Esensi Natur Paulus (Bagian Tiga)
- Hanya di dalam Menerapkan Kebenaran Terdapat Jalan Masuk Kehidupan (Bagian Satu)
- Hanya di dalam Menerapkan Kebenaran Terdapat Jalan Masuk Kehidupan (Bagian Dua)
- Hanya di dalam Menerapkan Kebenaran Terdapat Jalan Masuk Kehidupan (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (1) Bagian Satu
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (1) Bagian Dua
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (1) Bagian Tiga
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (1) Bagian Empat
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (2) Bagian Satu
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (2) Bagian Dua
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (2) Bagian Tiga
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (3) Bagian Satu
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (3) Bagian Dua
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (3) Bagian Tiga
- Hanya dengan Menyelesaikan Gagasannya Orang Dapat Memasuki Jalur yang Benar dalam Kepercayaan kepada Tuhan (3) Bagian Empat
- Apa Arti Pelaksanaan Tugas yang Memadai? (Bagian Satu)
- Apa Arti Pelaksanaan Tugas yang Memadai? (Bagian Dua)
- Apa Arti Pelaksanaan Tugas yang Memadai? (Bagian Tiga)
- Apa Arti Pelaksanaan Tugas yang Memadai? (Bagian Empat)
- Menyebarkan Injil adalah Tugas yang Wajib Semua Orang Percaya Laksanakan (Bagian Satu)
- Menyebarkan Injil adalah Tugas yang Wajib Semua Orang Percaya Laksanakan (Bagian Dua)
- Menyebarkan Injil adalah Tugas yang Wajib Semua Orang Percaya Laksanakan (Bagian Tiga)
- Menyebarkan Injil adalah Tugas yang Wajib Semua Orang Percaya Laksanakan (Bagian Empat)
- Menyebarkan Injil adalah Tugas yang Wajib Semua Orang Percaya Laksanakan (Bagian Kelima)
- Adalah Penting untuk Memperbaiki Hubungan antara Manusia dan Tuhan (Bagian Satu)
- Adalah Penting untuk Memperbaiki Hubungan antara Manusia dan Tuhan (Bagian Dua)
- Untuk Melaksanakan Tugas dengan Baik, Memahami Kebenaran Sangatlah Penting (Bagian Satu)
- Untuk Melaksanakan Tugas dengan Baik, Memahami Kebenaran Sangatlah Penting (Bagian Dua)
- Untuk Melaksanakan Tugas dengan Baik, Memahami Kebenaran Sangatlah Penting (Bagian Tiga)
- Menghargai Firman Tuhan Adalah Landasan Kepercayaan kepada Tuhan (Bagian Satu)
- Menghargai Firman Tuhan Adalah Landasan Kepercayaan kepada Tuhan (Bagian Dua)
- Menghargai Firman Tuhan Adalah Landasan Kepercayaan kepada Tuhan (Bagian Tiga)
- Menghargai Firman Tuhan Adalah Landasan Kepercayaan kepada Tuhan (Bagian Empat)
- Cara Manusia Memasuki Zaman Baru (Bagian Satu)
- Cara Manusia Memasuki Zaman Baru (Bagian Dua)
- Tentang Ketetapan Administratif Tuhan pada Zaman Kerajaan
- Aspek Kedua dari Makna Penting Inkarnasi
- Makna dari Tuhan Mengecap Penderitaan Duniawi
- Dalam Kepercayaan kepada Tuhan, Memperoleh Kebenaran adalah Hal yang Terpenting (Bagian Satu)
- Dalam Kepercayaan kepada Tuhan, Memperoleh Kebenaran adalah Hal yang Terpenting (Bagian Dua)
- Natur Congkak adalah Sumber Penentangan Manusia Terhadap Tuhan (Bagian Satu)
- Natur Congkak adalah Sumber Penentangan Manusia Terhadap Tuhan (Bagian Dua)
- Makna Penting Doa dan Penerapannya (Bagian Satu)
- Makna Penting Doa dan Penerapannya (Bagian Dua)
- Cara Menempuh Jalan Petrus
- Apa yang Harus Orang Ketahui tentang Perubahan Watak
- Cara Mengenal Natur Manusia (Bagian Satu)
- Cara Mengenal Natur Manusia (Bagian Dua)
- Hanya dengan Mengejar Kebenaran Orang Dapat Mencapai Perubahan dalam Wataknya
- Memilih Jalan yang Benar adalah Bagian Terpenting dalam Kepercayaan kepada Tuhan
- Tahukah Engkau Kasih Tuhan bagi Umat Manusia?
- Manusia Mengajukan Terlalu Banyak Tuntutan Terhadap Tuhan (Bagian Satu)
- Manusia Mengajukan Terlalu Banyak Tuntutan Terhadap Tuhan (Bagian Dua)
- Esensi Kristus Adalah Kasih
- Kepercayaan kepada Tuhan Harus Dimulai dengan Memahami yang Sebenarnya Mengenai Tren Jahat Dunia (Bagian Satu)
- Kepercayaan kepada Tuhan Harus Dimulai dengan Memahami yang Sebenarnya Mengenai Tren Jahat Dunia (Bagian Dua)
- Dengan Menyerahkan Hatinya kepada Tuhan, Orang Dapat Memperoleh Kebenaran (Bagian Satu)
- Dengan Menyerahkan Hatinya kepada Tuhan, Orang Dapat Memperoleh Kebenaran (Bagian Dua)
- Kebebasan dan Kemerdekaan Hanya Dapat Diperoleh dengan Menyingkirkan Watak yang Rusak
- Untuk Memperoleh Kebenaran, Orang Harus Belajar dari Orang-Orang, Peristiwa dan Hal-Hal di Sekitar Mereka
- Jalan Masuk Kehidupan Dimulai dengan Pelaksanaan Tugas (Bagian Satu)
- Jalan Masuk Kehidupan Dimulai dengan Pelaksanaan Tugas (Bagian Dua)
- Hanya dengan Menerapkan Kebenaran Engkau Dapat Melepaskan Belenggu Watak yang Rusak (Bagian Satu)
- Hanya dengan Menerapkan Kebenaran Engkau Dapat Melepaskan Belenggu Watak yang Rusak (Bagian Dua)
- Lima Syarat yang Harus Kaupenuhi Agar Dapat Masuk ke Jalur yang Benar dalam Kepercayaanmu kepada Tuhan (Bagian Satu)
- Lima Syarat yang Harus Kaupenuhi Agar Dapat Masuk ke Jalur yang Benar dalam Kepercayaanmu kepada Tuhan (Bagian Dua)
- Hanya Menyelesaikan Watak Rusak yang Dapat Membawa Transformasi Sejati (Bagian Satu)
- Hanya Menyelesaikan Watak Rusak yang Dapat Membawa Transformasi Sejati (Bagian Dua)
- Hanya Menyelesaikan Watak Rusak yang Dapat Membawa Transformasi Sejati (Bagian Tiga)
- Dalam Kepercayaan kepada Tuhan, yang Terpenting adalah Menerapkan dan Mengalami Firman-Nya (Bagian Satu)
- Dalam Kepercayaan kepada Tuhan, yang Terpenting adalah Menerapkan dan Mengalami Firman-Nya (Bagian Dua)
- Manusia Adalah Penerima Manfaat Terbesar dari Rencana Pengelolaan Tuhan (Bagian Satu)
- Manusia Adalah Penerima Manfaat Terbesar dari Rencana Pengelolaan Tuhan (Bagian Dua)
- Manusia Adalah Penerima Manfaat Terbesar dari Rencana Pengelolaan Tuhan (Bagian Tiga)
- Watak yang Rusak Hanya Dapat Diselesaikan dengan Menerima Kebenaran (Bagian Satu)
- Watak yang Rusak Hanya Dapat Diselesaikan dengan Menerima Kebenaran (Bagian Dua)
- Enam Indikator Pertumbuhan dalam Hidup (Bagian Satu)
- Enam Indikator Pertumbuhan dalam Hidup (Bagian Dua)
- Enam Indikator Pertumbuhan dalam Hidup (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Takut akan Tuhan Orang Dapat Menempuh Jalan Keselamatan (Bagian Satu)
- Hanya dengan Takut akan Tuhan Orang Dapat Menempuh Jalan Keselamatan (Bagian Dua)
- Hanya dengan Takut akan Tuhan Orang Dapat Menempuh Jalan Keselamatan (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Sering Membaca Firman Tuhan dan Merenungkan Kebenaran, Barulah Ada Jalan ke Depan (Bagian Satu)
- Hanya dengan Sering Membaca Firman Tuhan dan Merenungkan Kebenaran, Barulah Ada Jalan ke Depan (Bagian Dua)
- Bagaimana Mengatasi Pencobaan dan Keterikatan Status (Bagian Satu)
- Bagaimana Mengatasi Pencobaan dan Keterikatan Status (Bagian Dua)
- Membayar Harga untuk Memperoleh Kebenaran Sangatlah Penting
- Hanya dengan Sering Hidup di Hadapan Tuhanlah Orang Dapat Memiliki Hubungan yang Normal dengan-Nya (Bagian Satu)
- Hanya dengan Sering Hidup di Hadapan Tuhanlah Orang Dapat Memiliki Hubungan yang Normal dengan-Nya (Bagian Dua)
- Apa Arti Menerapkan Kebenaran? (Bagian Satu)
- Apa Arti Menerapkan Kebenaran? (Bagian Dua)
- Tentang Kerja Sama yang Harmonis
- Hanya Orang yang Melaksanakan Tugasnya dengan Baik, dengan Segenap Hati, Pikiran, dan Jiwalah Orang yang Mengasihi Tuhan (Bagian Satu)
- Hanya Orang yang Melaksanakan Tugasnya dengan Baik, dengan Segenap Hati, Pikiran, dan Jiwalah Orang yang Mengasihi Tuhan (Bagian Dua)
- Prinsip-Prinsip Penerapan Ketundukan kepada Tuhan (Bagian Satu)
- Prinsip-Prinsip Penerapan Ketundukan kepada Tuhan (Bagian Dua)
- Ketundukan kepada Tuhan adalah Pelajaran Dasar dalam Memperoleh Kebenaran (Bagian Satu)
- Ketundukan kepada Tuhan adalah Pelajaran Dasar dalam Memperoleh Kebenaran (Bagian Dua)
- Ketundukan kepada Tuhan adalah Pelajaran Dasar dalam Memperoleh Kebenaran (Bagian Tiga)
- Bagaimana Mengetahui Kedaulatan Tuhan (Bagian Satu)
- Bagaimana Mengetahui Kedaulatan Tuhan (Bagian Dua)
- Bagaimana Mengetahui Kedaulatan Tuhan (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Melaksanakan Tugas sebagai Makhluk Ciptaan dengan Baik, Barulah Hidup itu Menjadi berharga (Bagian Satu)
- Hanya dengan Melaksanakan Tugas sebagai Makhluk Ciptaan dengan Baik, Barulah Hidup itu Menjadi berharga (Bagian Dua)
- Hanya Orang Jujur yang Mampu Hidup dalam Keserupaan dengan Manusia Sejati (Bagian Satu)
- Hanya Orang Jujur yang Mampu Hidup dalam Keserupaan dengan Manusia Sejati (Bagian Dua)
- Hanya Orang Jujur yang Mampu Hidup dalam Keserupaan dengan Manusia Sejati (Bagian Tiga)
- Jalan untuk Mengatasi Watak yang Rusak (Bagian Satu)
- Jalan untuk Mengatasi Watak yang Rusak (Bagian Dua)
- Orang Tidak Dapat Diselamatkan karena Menganut Agama atau karena Melakukan Upacara Keagamaan (Bagian Satu)
- Orang Tidak Dapat Diselamatkan karena Menganut Agama atau karena Melakukan Upacara Keagamaan (Bagian Dua)
- Perilaku yang Baik Bukan Berarti Watak Orang Telah Berubah (Bagian Satu)
- Perilaku yang Baik Bukan Berarti Watak Orang Telah Berubah (Bagian Dua)
- Mengetahui Watak Orang adalah Landasan untuk Mengubahnya (Bagian Satu)
- Mengetahui Watak Orang adalah Landasan untuk Mengubahnya (Bagian Dua)
- Hanya dengan Mengejar Kebenaran Orang Bisa Meluruskan Gagasan dan Kesalahpahaman Mereka tentang Tuhan (Bagian Satu)
- Hanya dengan Mengejar Kebenaran Orang Bisa Meluruskan Gagasan dan Kesalahpahaman Mereka tentang Tuhan (Bagian Dua)
- Hanya Pengenalan Diri yang Menopang dalam Pengejaran Kebenaran (Bagian Satu)
- Hanya Pengenalan Diri yang Menopang dalam Pengejaran Kebenaran (Bagian Dua)
- Hanya Pengenalan Diri yang Menopang dalam Pengejaran Kebenaran (Bagian Tiga)
- Hanya dengan Mencari Prinsip Kebenaran Orang Dapat Melaksanakan Tugasnya dengan Baik (Bagian Satu)
- Hanya dengan Mencari Prinsip Kebenaran Orang Dapat Melaksanakan Tugasnya dengan Baik (Bagian Dua)
- Hanya dengan Mencari Prinsip Kebenaran Orang Dapat Melaksanakan Tugasnya dengan Baik (Bagian Tiga)
- Sikap yang Seharusnya Dimiliki Manusia terhadap Tuhan (Bagian Satu)
- Sikap yang Seharusnya Dimiliki Manusia terhadap Tuhan (Bagian Dua)
- Sikap yang Seharusnya Dimiliki Manusia terhadap Tuhan (Bagian Tiga)
- Penyelesaian Tugas yang Benar Membutuhkan Kerja Sama yang Harmonis (Bagian Satu)
- Penyelesaian Tugas yang Benar Membutuhkan Kerja Sama yang Harmonis (Bagian Dua)
- Untuk Melaksanakan Tugas dengan Baik, Orang Setidaknya Harus Memiliki Hati Nurani dan Nalar (Bagian Satu)
- Untuk Melaksanakan Tugas dengan Baik, Orang Setidaknya Harus Memiliki Hati Nurani dan Nalar (Bagian Dua)
- Untuk Melaksanakan Tugas dengan Baik, Orang Setidaknya Harus Memiliki Hati Nurani dan Nalar (Bagian Tiga)
- Prinsip-Prinsip yang Seharusnya Menuntun Perilaku Orang (Bagian Satu)
- Prinsip-Prinsip yang Seharusnya Menuntun Perilaku Orang (Bagian Dua)
- Hanya Mereka yang Memahami Kebenaran yang Memiliki Pemahaman Rohani (Bagian Satu)
- Hanya Mereka yang Memahami Kebenaran yang Memiliki Pemahaman Rohani (Bagian Dua)
- Persekutuan tentang Lagu Pujian “Karena Kasih” (Bagian Satu)
- Persekutuan tentang Lagu Pujian “Karena Kasih” (Bagian Dua)
- Persekutuan tentang Lagu Pujian “Karena Kasih” (Bagian Tiga)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 1)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 2)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 3)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 4)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 5)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 6)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 7)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 8)
- Firman tentang Bagaimana Memperlakukan Kebenaran dan Tuhan (Kutipan 9)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 10)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 11)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 12)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 13)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 14)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 15)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 16)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 17)
- Firman tentang Mencari dan Menerapkan Kebenaran (Kutipan 18)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 19)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 20)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 21)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 22)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 23)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 24)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 25)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 26)
- Firman tentang Mengenal Pekerjaan dan Watak Tuhan (Kutipan 27)
- Firman tentang Mengenal Inkarnasi Tuhan (Kutipan 28)
- Firman tentang Mengenal Inkarnasi Tuhan (Kutipan 29)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 30)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 31)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 32)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 33)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 34)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 35)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 36)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 37)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 38)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 39)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 40)
- Firman tentang Melaksanakan Tugas (Kutipan 41)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 42)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 43)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 44)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 45)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 46)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 47)
- Firman tentang Mengenal Diri Sendiri (Kutipan 48)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 49)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 50)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 51)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 52)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 53)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 54)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 55)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 56)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 57)
- Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 58)
- Firman tentang Bagaimana Mengalami Kegagalan, Kejatuhan, Ujian, dan Pemurnian (Kutipan 59)
- Firman tentang Bagaimana Mengalami Kegagalan, Kejatuhan, Ujian, dan Pemurnian (Kutipan 60)
- Firman tentang Bagaimana Mengalami Kegagalan, Kejatuhan, Ujian, dan Pemurnian (Kutipan 61)
- Firman tentang Bagaimana Mengalami Kegagalan, Kejatuhan, Ujian, dan Pemurnian (Kutipan 62)
- Firman tentang Bagaimana Mengalami Kegagalan, Kejatuhan, Ujian, dan Pemurnian (Kutipan 63)
- Perbedaan antara Mengucapkan Kata-Kata dan Doktrin dan Kenyataan Kebenaran (Kutipan 64)
- Perbedaan antara Mengucapkan Kata-Kata dan Doktrin dan Kenyataan Kebenaran (Kutipan 65)
- Perbedaan antara Mengucapkan Kata-Kata dan Doktrin dan Kenyataan Kebenaran (Kutipan 66)
- Perbedaan antara Mengucapkan Kata-Kata dan Doktrin dan Kenyataan Kebenaran (Kutipan 67)
- Perbedaan antara Mengucapkan Kata-Kata dan Doktrin dan Kenyataan Kebenaran (Kutipan 68)
- Perbedaan antara Mengucapkan Kata-Kata dan Doktrin dan Kenyataan Kebenaran (Kutipan 69)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 70)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 71)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 72)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 73)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 74)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 75)
- Firman tentang Melayani Tuhan (Kutipan 76)
- Firman tentang Bagaimana Tuhan Menentukan Kesudahan Manusia (Kutipan 77)
- Firman tentang Bagaimana Tuhan Menentukan Kesudahan Manusia (Kutipan 78)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 79)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 80)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 81)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 82)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 83)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 84)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 85)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 86)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 87)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 88)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 89)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 90)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 91)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 92)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 93)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 94)
- Firman tentang Topik-Topik Lainnya (Kutipan 95)
Firman tentang Bagaimana Membereskan Watak yang Rusak (Kutipan 49)
Watak rusak manusia tak ada yang lain daripada yang mencakup hal-hal yang absurd dan jahat. Hal yang paling serius adalah watak congkak manusia dan hal-hal yang terungkap karenanya, yaitu sifat membenarkan diri sendiri dan merasa diri penting, yakin bahwa dirinya lebih kuat daripada yang lain, tak mau tunduk kepada siapa pun, senantiasa ingin membuat keputusan akhir, pamer dalam segala hal, mencari sanjungan dan pujian terhadap tindakannya, selalu ingin membuat orang lain berada di sekelilingnya, dan selalu mementingkan dirinya, selalu memendam ambisi dan keinginan, dan selalu ingin mendapat mahkota dan upah, dan untuk memimpin sebagai seorang raja—semua hal ini masuk dalam kategori watak yang rusak parah. Sisanya hanya masalah biasa. Sebagai contoh, memiliki pandangan yang keliru, pemikiran yang absurd, kebengkokan dan kelicikan, iri hati, mementingkan diri sendiri, suka mendebat, bertindak tanpa prinsip, dan seterusnya, merupakan watak rusak yang paling umum. Ada banyak jenis watak rusak yang termasuk watak Iblis, tetapi watak yang paling jelas dan paling menonjol adalah watak congkak. Kecongkakan adalah sumber dari watak manusia yang rusak. Semakin congkak manusia, semakin mereka tidak masuk akal, dan semakin mereka tidak masuk akal, semakin besar kemungkinan mereka untuk menentang Tuhan. Seberapa seriuskah masalah ini? Orang yang memiliki watak congkak tidak hanya menganggap orang lain berada di bawah mereka, tetapi yang terburuk adalah mereka bahkan bersikap merendahkan Tuhan, dan mereka tidak punya hati yang takut akan Tuhan. Meskipun orang mungkin terlihat percaya kepada Tuhan dan mengikuti Dia, mereka sama sekali tidak memperlakukan-Nya sebagai Tuhan. Mereka selalu merasa bahwa mereka memiliki kebenaran dan menganggap diri mereka hebat. Inilah esensi dan akar dari watak yang congkak, dan itu berasal dari Iblis. Karena itu, masalah kecongkakan harus diselesaikan. Menganggap orang lain berada di bawah dirinya—itu adalah masalah sepele. Masalah seriusnya adalah bahwa watak congkak seseorang menghalangi orang tersebut untuk tunduk kepada Tuhan, pada kedaulatan-Nya, dan pengaturan-Nya; orang seperti itu selalu merasa ingin bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan kekuasaan dan pengendalian atas orang lain. Orang seperti ini sama sekali tidak punya hati yang takut akan Tuhan, apalagi mengasihi Tuhan atau tunduk kepada-Nya. Orang-orang yang congkak dan sombong, terutama mereka yang begitu congkak sampai kehilangan nalarnya, tidak mampu tunduk kepada Tuhan dalam kepercayaan mereka kepada-Nya, dan bahkan meninggikan serta memberikan kesaksian tentang diri mereka sendiri. Orang-orang semacam itulah yang paling menentang Tuhan dan sama sekali tidak punya hati yang takut akan Tuhan. Jika orang-orang ingin sampai pada taraf di mana mereka punya hati yang takut akan Tuhan, mereka harus terlebih dahulu membereskan watak congkak mereka. Semakin teliti engkau menyelesaikan watakmu yang congkak, makin engkau akan punya hati yang takut akan Tuhan, dan baru setelah itulah, engkau mampu tunduk kepada-Nya dan memperoleh kebenaran serta mengenal Dia. Hanya mereka yang memperoleh kebenaran yang merupakan manusia sejati.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Konten Terkait
Firman Tuhan | "Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan Yang Bisa Menjadi Kesaksian bagi Tuhan"
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...