Cara Mengejar Kebenaran (15) Bagian Tiga

Kita telah menyelesaikan persekutuan kita tentang cara mengatasi mata yang kedutan, lalu bagaimana seharusnya orang menangani masalah mimpi dalam kehidupan sehari-hari? Sebagai contoh, jika suatu malam engkau bermimpi gigimu tanggal, ibumu mungkin bertanya, "Apakah ada darah ketika gigimu tanggal?" Jika engkau bertanya, "Apa yang akan terjadi jika ada darah?" ibumu mungkin akan memberitahumu bahwa itu bisa saja berarti bahwa salah seorang anggota keluarga akan meninggal, atau peristiwa buruk lainnya mungkin akan terjadi. Aku tidak tahu mungkin ada pepatah khusus di balik detail ini, keluarga yang satu akan mengatakan satu hal, keluarga yang lain akan mengatakan hal berbeda. Ada orang yang mungkin menganggap mimpi ini meramalkan kematian kerabat dekat, seperti kakek-nenek atau orang tua, sementara ada orang yang menganggap mimpi ini menandakan kematian seorang teman. Bagaimanapun juga, bermimpi tentang gigi yang tanggal pada umumnya dianggap sebagai pertanda buruk. Karena dianggap buruk, dan berkaitan dengan masalah hidup dan mati, mimpi ini membuat orang menjadi sangat khawatir. Setiap kali orang bermimpi tentang gigi yang tanggal, mereka terbangun dengan perasaan gelisah. Mereka samar-samar merasakan bahwa kemalangan atau sesuatu yang buruk akan segera terjadi, yang membuat mereka merasa cemas, ngeri, dan takut. Mereka ingin menghilangkan perasaan ini tetapi tidak bisa, mereka ingin mencari orang untuk mengatasi hal ini atau untuk meredakannya, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan. Singkatnya, mereka telah terkekang oleh mimpi tersebut. Terutama jika mimpi itu ada kaitannya dengan gigi yang berdarah, kekhawatiran mereka pun meningkat. Setelah mendapatkan mimpi seperti itu, orang sering berada dalam suasana hati yang buruk selama berhari-hari, mereka merasa gelisah, dan tidak tahu bagaimana mengatasinya. Bagi mereka yang tidak mengetahui tentang hal-hal ini, mereka mungkin tidak akan terpengaruh, tetapi bagi mereka yang sudah memiliki pemikiran dan sudut pandang tertentu, atau pernah mendengar perkataan yang lebih memprihatinkan dan sensasional terkait dengan hal yang diturunkan dari leluhur mereka ini, mereka cenderung menjadi makin khawatir. Mereka takut mendapat mimpi semacam itu dan setiap kali mereka mendapat mimpi semacam itu, mereka segera mengucapkan doa seperti, "Ya Tuhan, kumohon lindungilah aku, hiburkanlah aku, berilah aku kekuatan, dan tolonglah agar hal-hal seperti itu tidak terjadi. Jika mimpi ini dimaksudkan untuk orang tuaku, kumohon lindungilah mereka dan bebaskan mereka dari kecelakaan apa pun." Jelaslah bahwa sikap ini dipengaruhi oleh pemikiran dan sudut pandang mereka atau oleh pepatah tradisional. Mengenai tradisi, keluarga atau orang-orang tertentu mungkin memiliki cara-cara khusus untuk meringankan hal-hal semacam ini, atau mereka mungkin makan atau minum sesuatu, melafalkan mantra tertentu, atau melakukan hal-hal tertentu untuk mengatasi atau mencegah akibat buruk. Memang terdapat praktik-praktik semacam itu dalam tradisi masyarakat, tetapi kita tidak akan mendalaminya. Hal yang akan kita persekutukan adalah tentang cara memperlakukan dan memahami hal tentang mimpi. Bermimpi adalah naluri dalam tubuh manusia atau bagian dari fenomena kelangsungan hidup dari tubuh. Bagaimanapun juga, bermimpi adalah peristiwa yang misterius. Orang sering berkata, "Pada siang hari orang memikirkannya, pada malam hari orang memimpikannya." Namun, pada siang hari, orang biasanya tidak memikirkan hal-hal seperti kehilangan gigi mereka, dan hal-hal ini juga bukan hal yang orang bayangkan dalam keinginan mereka. Tak seorang pun ingin mengalami hal-hal semacam ini dan tak seorang pun terobsesi akan hal-hal ini siang dan malam. Meskipun demikian, kejadian ini sering terjadi pada saat yang paling tidak orang duga. Jadi, ini tidak ada kaitannya dengan pepatah, "Pada siang hari orang memikirkannya, pada malam hari orang memimpikannya." Ini bukanlah sesuatu yang terjadi karena engkau memikirkannya. Apa pun penafsiran Freud di dunia Barat atau Bangsawan Zhou di Tiongkok tentang mimpi, atau apakah mimpi tersebut pada akhirnya menjadi kenyataan atau tidak, singkatnya, hal bermimpi ada kaitannya dengan sensasi alam bawah sadar dan kesadaran tertentu dalam tubuh manusia, dan merupakan bagian dari misteri tubuh manusia. Para ilmuwan yang mempelajari ilmu biologi dan ilmu saraf di dunia Barat telah meneliti hal ini, dan pada akhirnya, mereka gagal untuk sepenuhnya memahami asal mula mimpi manusia. Mereka tidak mampu memahaminya, jadi perlukah kita berusaha meneliti hal ini? (Tidak perlu.) Mengapa tidak perlu? (Meneliti hal-hal ini tidak ada gunanya, dan kita juga tidak akan memahaminya.) Bukan karena tidak ada gunanya atau karena kita tidak akan memahaminya, melainkan karena itu tidak ada kaitannya dengan kebenaran, sesederhana itu. Apa yang dapat kaucapai dengan mempelajari dan memahaminya? Apakah itu ada kaitannya dengan kebenaran? (Tidak.) Itu hanyalah sebuah fenomena yang terjadi selama kelangsungan hidup tubuh dan itu sering terjadi dalam kehidupan manusia. Namun, manusia tidak tahu apa artinya. Ini adalah bagian dari misterinya. Manusia tidak perlu meneliti atau menyelidikinya karena hal itu tidak ada kaitannya dengan kebenaran dan tidak ada kaitannya dengan jalan yang orang tempuh. Entah pada malam hari engkau bermimpi gigimu tanggal atau tidak, entah engkau bermimpi mengadakan pesta besar atau bermimpi naik wahana halilintar atau tidak, apakah itu ada kaitannya dengan bagaimana kehidupanmu pada siang harinya? (Tidak.) Jika suatu malam engkau mimpi berkelahi dengan seseorang, apakah itu berarti engkau pasti akan berkelahi dengan seseorang pada siang harinya? Jika suatu malam engkau mendapat mimpi yang menyenangkan, mimpi indah, dan terbangun dengan perasaan gembira, apakah itu menjamin segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginanmu pada siang harinya? Apakah itu berarti pada siang harinya engkau mampu memahami kebenaran dan menemukan prinsip-prinsip kebenaran ketika engkau sedang melakukan sesuatu? (Tidak.) Jadi, mimpi tidak ada kaitannya dengan kebenaran. Engkau tidak perlu menelitinya. Apakah bermimpi tentang gigimu tanggal dan mengeluarkan darah ada kaitannya dengan kematian kerabat dekat? (Tidak.) Mengapa engkau selalu mengatakan hal-hal yang bodoh seperti itu? Engkau sedang kembali bersikap bodoh, bukan? Engkau kurang memiliki wawasan. Tubuh manusia adalah sebuah misteri, dan ada banyak hal yang tidak dapat kaujelaskan. Dapatkah engkau menjelaskan semuanya dengan sekadar jawaban "tidak"? Dahulu, para nabi dan orang-orang yang Tuhan pilih juga mendapat mimpi profetik. Mimpi-mimpi ini memiliki makna penting. Bagaimana engkau menjelaskan bahwa Tuhan menggunakan mimpi untuk mengungkapkan sesuatu kepada manusia? Lalu, bagaimana cara Tuhan memasuki mimpi mereka? Semua ini adalah misteri. Tuhan juga menggunakan mimpi untuk memberitahu manusia hal-hal tertentu dan mencerahkan mereka tentang hal-hal tertentu, memungkinkan mereka untuk memprediksi peristiwa tertentu sebelum itu terjadi. Bagaimana engkau menjelaskan hal ini? Apakah engkau semua tidak tahu tentang hal-hal ini? (Ya.) Jadi, intinya bukanlah menyuruhmu untuk secara membabi buta menyangkal berbagai fenomena yang tidak dapat dijelaskan, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yang berkaitan dengan misteri yang tak dapat kaupecahkan, melainkan memahami dan memperlakukan hal-hal tersebut dengan tepat. Ini bukanlah tentang selalu menyangkal hal-hal ini, dengan mengatakan semua itu tidak ada, bahwa hal-hal seperti itu tidak ada atau tidak mungkin, melainkan agar engkau memperlakukan hal-hal ini dengan benar. Apa artinya memperlakukan hal-hal ini dengan benar? Itu berarti tidak memperlakukan hal-hal ini berdasarkan pemikiran dan sudut pandang yang bersifat takhayul atau ekstrem seperti yang dilakukan orang-orang duniawi, juga tidak memperlakukannya seperti yang dilakukan orang ateis atau orang tidak percaya. Ini bukanlah menyuruhmu untuk memperlakukannya dengan menggunakan salah satu dari kedua ekstrem ini, melainkan engkau harus menggunakan posisi dan sudut pandang yang benar dalam mempertimbangkan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, bukan dengan menggunakan sudut pandang orang-orang duniawi, dan juga bukan dengan menggunakan sudut pandang pengikut yang bukan orang percaya, melainkan menggunakan sudut pandang yang harus dimiliki orang yang percaya kepada Tuhan. Jadi, sudut pandang apa yang harus kaumiliki mengenai hal-hal ini? (Apa pun yang terjadi, tunduk pada kedaulatan dan pengaturan Tuhan, dan tidak meneliti hal ini.) Engkau tidak boleh meneliti hal ini, tetapi perlukah engkau memiliki sedikit pemahaman tentang hal ini? Seandainya ada orang yang berkata, "Orang ini atau orang itu bermimpi giginya tanggal dan berdarah dan beberapa hari kemudian, kudengar ayahnya meninggal." Jika engkau langsung menyangkalnya dan berkata, "Tidak mungkin! Itu hanya takhayul, suatu kebetulan. Takhayul berarti percaya akan sesuatu karena engkau terobsesi akan hal tersebut; jika engkau tidak terobsesi akan hal itu, hal tersebut tidak akan ada," apakah ini hal yang bodoh untuk kaukatakan? (Ya.) Lalu, bagaimana seharusnya engkau memandang hal ini? (Kami harus menyadari bahwa ada banyak misteri dalam tubuh jasmaniah, dan bermimpi tentang gigi yang tanggal dan berdarah mungkin saja menandakan terjadinya sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun, entah hal itu terjadi atau tidak, kita harus tunduk pada kedaulatan dan pengaturan Tuhan.) Engkau semua baru saja belajar sesuatu dari mata yang kedutan, jadi bagaimana seharusnya memperlakukan mimpi tentang gigi yang tanggal dan berdarah? Engkau seharusnya berkata, "Hal ini di luar pemahamanku. Dalam kehidupan nyata, fenomena ini memang ada. Aku tidak dapat memastikan apakah mimpi tersebut akan menjadi kenyataan atau tidak, atau apakah itu menandakan sesuatu yang buruk akan terjadi, tetapi hal-hal buruk seperti ini memang terjadi dalam kehidupan nyata. Hal-hal dalam alam roh berada di luar pemahamanku, dan aku tidak berani memberi pendapatku secara sembarangan. Jika aku yang mendapatkan mimpi semacam ini, kau tahu bagaimana sikapku? Apa pun mimpinya, aku tidak akan dikendalikan oleh mimpi tersebut. Jika mimpi ini benar-benar menjadi kenyataan seperti yang orang katakan, aku akan bersyukur kepada Tuhan karena memberiku kesiapan secara mental, dengan membiarkanku tahu bahwa hal semacam itu mungkin terjadi. Aku sebelumnya tidak pernah berpikir apakah aku akan terpengaruh jika ada anggota keluargaku yang meninggal, jika orang tuaku meninggal: apakah aku akan merasa terpukul, apakah pelaksanaan tugasku akan terpengaruh, apakah aku akan merasa lemah atau mengeluh kepada Tuhan, aku tidak pernah berpikir tentang hal ini. Namun hari ini, peristiwa ini memberiku petunjuk mengenainya, membuatku menyadari tingkat pertumbuhanku yang sebenarnya. Ketika aku berpikir tentang kematian orang tuaku, aku merasakan kesakitan yang mendalam di dalam hatiku; aku mungkin akan dikekang oleh hal ini dan merasa depresi. Tiba-tiba, kusadari bahwa tingkat pertumbuhanku masih sangat rendah. Hatiku yang tunduk kepada Tuhan masih terlalu sedikit, dan imanku kepada Tuhan terlalu lemah. Mulai hari ini dan seterusnya, aku merasa bahwa aku harus memperlengkapi diriku dengan lebih banyak kebenaran, tunduk kepada Tuhan, dan tidak dikekang oleh hal ini. Jika benar-benar ada kerabat dekat yang meninggal atau berpulang, aku tidak akan dikekang oleh hal ini. Aku sudah siap dan aku akan memohon kepada Tuhan agar membimbingku dan meningkatkan kekuatanku. Apa pun yang akan terjadi kelak, aku tidak akan menyesal telah memilih untuk melaksanakan tugasku, aku juga tidak akan melepaskan pilihanku untuk mengorbankan diriku dengan segenap tubuh dan pikiranku bagi Tuhan. Aku akan bersikap teguh, dan sama seperti sebelumnya, aku akan selalu rela untuk tunduk pada pengaturan dan penataan Tuhan." Selanjutnya, engkau harus sering berdoa di dalam hatimu, mencari bimbingan Tuhan dan memohon kepada-Nya agar meningkatkan kekuatanmu sehingga engkau tidak akan lagi dikekang oleh hal ini. Entah kerabat dekatmu akan meninggal atau tidak, engkau harus memperlengkapi tingkat pertumbuhanmu untuk menghadapinya, memastikan bahwa ketika peristiwa semacam itu terjadi, engkau tidak akan menjadi lemah, tidak akan mengeluh kepada Tuhan, dan tidak akan mengubah tekad dan keinginanmu untuk mengorbankan dirimu bagi Tuhan dengan segenap tubuh dan pikiranmu. Bukankah sikap seperti inilah yang harus kaumiliki? (Ya.) Mengenai hal-hal seperti bermimpi gigimu tanggal, engkau tidak boleh menyangkal keberadaannya atau mengesampingkan dan mengabaikannya, dan tentu saja engkau juga tidak boleh menggunakan cara-cara yang aneh atau defensif untuk menghadapinya. Sebaliknya, engkau harus mencari kebenaran, datang ke hadapan Tuhan untuk menerima pengaturan-Nya; tidak melakukan pengorbanan yang sia-sia atau mengambil pilihan yang bodoh. Ketika orang diperhadapkan dengan sesuatu yang belum pernah mereka alami sebelumnya dan tidak mampu mereka pahami, mereka yang tidak mengerti dan keras kepala cenderung berkata, "Tidak ada hal semacam itu," "Itu bukan apa-apa," "Itu tidak ada," atau "Itu hanya takhayul." Ada orang-orang yang percaya kepada Tuhan bahkan berkata, "Aku percaya kepada Tuhan, aku tidak percaya adanya setan," atau "Aku percaya kepada Tuhan, aku tidak percaya adanya Iblis. Iblis itu tidak ada!" Mereka menggunakan pernyataan semacam ini untuk membuktikan iman mereka yang sejati kepada Tuhan, dengan berkata bahwa mereka percaya kepada Tuhan tetapi tidak percaya adanya setan, roh-roh jahat, kerasukan, atau bahkan keberadaan alam roh. Bukankah mereka hanyalah para pengikut yang bukan orang percaya? (Ya.) Mereka tidak menerima pepatah pemikiran tradisional dari dunia orang tidak percaya, dan mereka juga tidak menerima penjelasan yang bersifat takhayul atau fakta apa pun yang berkaitan dengan takhayul. Tidak memercayai hal-hal ini bukan berarti hal-hal ini tidak ada. Saat ini, ini bukanlah tentang memintamu untuk tidak memercayai, atau menghindari atau menyangkal hal-hal ini, melainkan, ini adalah tentang mengajarmu agar memiliki pemikiran dan sudut pandang yang benar ketika menghadapi hal-hal ini, agar engkau mengambil pilihan yang benar dan memiliki sikap yang benar. Ini akan menjadi tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya, dan inilah yang harus kaumasuki. Sebagai contoh, ada orang yang bermimpi rambutnya rontok. Bermimpi rambut rontok juga dianggap membawa kesialan. Apa pun penafsiran atau peristiwa yang dikaitkan dengan mimpi tersebut, singkatnya, orang memiliki penjelasan yang negatif mengenai mimpi semacam itu, dan yakin bahwa mimpi semacam itu menandakan bahwa sesuatu yang buruk atau kemalangan akan terjadi. Kecuali mimpi biasa yang tidak berkaitan dengan masalah besar, ada penafsiran tertentu untuk mimpi-mimpi khusus tersebut, dan penafsiran ini meramalkan peristiwa tertentu, memberikan kepada manusia semacam firasat, peringatan, atau prediksi tertentu, memberitahu mereka apa yang akan terjadi di masa depan atau memberi mereka semacam kesadaran, yang memberitahu orang tentang apa yang akan terjadi sehingga mereka dapat mempersiapkan diri secara mental. Apa pun yang mungkin terjadi, bagi engkau semua, engkau tidak boleh memiliki sikap yang menghindar, menolak, membela diri, atau menentang, atau bahkan sikap yang menggunakan cara-cara manusia untuk mengatasi situasi ini. Ketika engkau menghadapi situasi seperti ini, engkau harus datang ke hadapan Tuhan jauh lebih cepat lagi dan memohon kepada-Nya agar menuntunmu, sehingga dalam menghadapi peristiwa yang akan terjadi, engkau akan mampu tetap teguh dalam kesaksianmu dan menyelaraskan penerapanmu dengan maksud Tuhan, bukannya menolak dan menentangnya. Memintamu untuk menerapkan dengan cara seperti ini bukan berarti menuntutmu untuk berfokus pada hal-hal ini; ini adalah untuk mengajarimu sikap seperti apa yang harus kaumiliki untuk menghadapinya ketika hal tersebut terjadi, dan pendekatan seperti apa yang harus kaugunakan untuk mengatasinya. Hal inilah yang harus kaupahami. Katakan kepada-Ku, engkau telah diminta untuk tidak berfokus pada hal-hal ini, tetapi bukankah hal-hal ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari? (Ya.) Jika engkau menganggap hal-hal ini tidak ada, dan ternyata hal ini benar-benar terjadi, engkau mungkin akan berpikir, "Ya ampun, aku harus memercayainya, ini benar-benar menjadi kenyataan!" Tanpa persiapan sebelumnya dan tanpa memiliki sikap yang benar, ketika hal-hal ini terjadi, engkau akan lengah, engkau tidak akan siap dalam keadaan apa pun, engkau tidak akan tahu bagaimana berdoa kepada Tuhan atau bagaimana menghadapi situasi tersebut, dan engkau tidak akan memiliki iman yang sejati kepada Tuhan ataupun ketundukan sejati. Yang akan kaurasakan pada akhirnya hanyalah rasa takut. Makin engkau takut, makin engkau akan kehilangan hadirat Tuhan; saat engkau kehilangan hadirat Tuhan, engkau hanya dapat mencari bantuan dari orang lain dan engkau akan memikirkan segala cara yang manusia lakukan untuk melepaskan diri. Ketika engkau tidak dapat melepaskan diri, engkau akan mulai yakin bahwa Tuhan itu tidak lagi dapat dipercaya atau diandalkan; sebaliknya, engkau merasa bahwa manusialah yang dapat diandalkan. Keadaanmu akan menjadi makin memburuk; engkau bukan saja tidak akan lagi menganggapnya sebagai takhayul, tetapi engkau juga akan melihatnya sebagai sesuatu yang buruk, situasi yang berada di luar kendalimu. Pada saat itu, engkau mungkin akan berkata, "Tidak heran orang-orang tidak percaya, serta mereka yang percaya pada Buddhisme dan membakar dupa untuk menyembah Buddha terus-menerus pergi ke kuil, membakar dupa, berdoa meminta berkat, melaksanakan sumpah, menjadi vegetarian, dan melantunkan Kitab Suci Buddha. Ternyata hal-hal ini benar-benar berhasil!" Engkau bukan saja tidak akan memiliki ketaatan dan iman yang sejati kepada Tuhan, tetapi engkau malah akan mengembangkan rasa takut kepada roh-roh jahat dan Iblis. Setelah itu, engkau akan merasa berkewajiban untuk menaati mereka hingga taraf tertentu dan engkau akan berkata, "Roh-roh jahat ini tidak boleh diganggu; tidak ada gunanya bagi kita untuk tidak percaya kepada mereka. Kita harus berhati-hati agar tidak menyinggung mereka. Kita tidak boleh mengatakan apa pun yang kita inginkan di belakang mereka: ada pantangannya. Roh-roh jahat ini tidak boleh dianggap enteng!" Di balik peristiwa ini, engkau akan tiba-tiba menyadari bahwa ada kekuatan yang bekerja di luar dunia materiel yang belum kauantisipasi. Ketika engkau mulai merasakan hal-hal ini, hatimu dipenuhi ketakutan dan penghindaran terhadap Tuhan, dan imanmu kepada Tuhan akan berkurang. Jadi, mengenai hal-hal seperti bermimpi gigimu tanggal atau rambutmu rontok, engkau harus memiliki sikap yang benar. Apa pun penafsiran atau prediksi spesifik yang dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa ini ketika itu terjadi padamu, engkau hanya perlu melakukan hal ini: percayalah bahwa segala sesuatu berada di tangan Tuhan dan bersedialah untuk tunduk pada pengaturan dan penataan Tuhan. Seperti inilah sikap yang harus kaumiliki ketika menghadapi semua hal ini. Inilah yang harus menjadi pendirian dan kesaksianmu sebagai orang yang mengikuti Tuhan, bukan? (Ya.) Percaya bahwa semua hal ini mungkin saja terjadi dan bahwa segala sesuatu berada di tangan Tuhan; inilah sikap yang harus kaumiliki.

Ada orang-orang yang memiliki pantangan dalam hal angka atau hari khusus tertentu. Sebagai contoh, orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis selama bertahun-tahun menganggap mampu menghasilkan banyak uang adalah hal yang sangat penting, sehingga mereka sangat menyukai dan menghargai angka-angka yang berkaitan dengan menghasilkan banyak uang dalam bisnis dan menjauhkan diri mereka dari angka-angka yang dianggap akan mendatangkan ketidakberuntungan pada bisnis mereka. Sebagai contoh, angka 6 dan 8 sangat disukai oleh orang tertentu, nomor pintu tokonya adalah 168, dan nama tokonya adalah "Yi Lu Fa", yang berarti menjadi kaya sepanjang waktu, yang pengucapannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan angka 1, 6, dan 8,[a] yang merupakan angka keberuntungan dalam kisah rakyat Tiongkok. Di sisi lain, angka 4 dan 5 dianggap buruk dalam tradisi Tiongkok, karena angka 4 berarti kematian dan angka 5 berarti kosong, tidak ada, atau kekosongan, yang menyiratkan bahwa orang mungkin akan gagal mendapatkan kembali modal awal yang mereka investasikan atau gagal menghasilkan uang. Bahkan pelat nomor mobil beberapa orang Tionghoa semuanya ada angka 6-nya, dan jika engkau melihat deretan angka 6, pada dasarnya itu pastilah milik orang Tionghoa. Siapa yang tahu sebanyak apa kekayaan yang telah mereka kumpulkan dengan menggunakan begitu banyak angka 6? Suatu hari di sebuah lapangan parkir, hampir semua tempat parkir terisi kecuali satu tempat yang bernomor 64. Tahukah engkau mengapa tak seorang pun mau parkir di tempat itu? (Karena 64 dapat berarti kematian dan dianggap angka sial.) 64 berarti kematian di jalan. Pada waktu itu, Aku tidak tahu mengapa tak seorang pun mau parkir di tempat itu, tetapi kemudian Aku mendengar tentang hal itu dari orang tidak percaya dan memahaminya. Angka 6 terdengar seperti "jalan" dan angka 4 terdengar seperti "kematian", angka 64 terdengar seperti "kematian di jalan" dalam bahasa Mandarin, jadi orang tidak berani parkir di sana. Perkiraan-Ku, mereka mungkin akan mengganti nomor tempat parkir itu menjadi 68, yang terdengar seperti "menjadi kaya sepanjang waktu" dalam bahasa Mandarin. Manusia begitu terobsesi dengan uang sehingga mereka sepenuhnya terpaku pada uang. Sebenarnya, dapatkah angka mengubah sesuatu? Pepatah orang Tionghoa tentang angka-angka ini bahkan telah memengaruhi orang-orang asing. Ketika kami sedang melihat-lihat rumah, seorang agen properti bertanya kepada kami, "Apakah ada pantangan mengenai angka-angka tertentu? Misalnya, jika nomor rumahnya 14, apakah akan dianggap sial karena ada angka 4-nya?" Aku berkata, "Aku tidak pernah berpikir tentang hal ini. Aku tidak tahu tentang perkataan seperti ini." Dia berkata, "Banyak orang Tionghoa yang tidak mau membeli rumah yang ada angka 4 pada nomor rumahnya." Aku berkata, "Kami tidak memiliki pantangan apa pun mengenai angka. Kami hanya mempertimbangkan posisi, lokasi, pencahayaan, ventilasi, struktur rumah, kualitas dan hal-hal lain seperti itu. Kami tidak peduli tentang angka; kami tidak memiliki pantangan apa pun." Jadi menurutmu, apakah sesuatu yang buruk pasti akan terjadi jika orang tidak percaya memiliki pantangan tentang angka-angka tertentu? (Belum tentu.) Kita tidak tahu mengenai negara-negara lain di luar Tiongkok, seperti Korea Selatan, Jepang, Filipina, atau beberapa negara di Asia Tenggara, apakah mereka memiliki pantangan tentang angka-angka tertentu. Singkatnya, masyarakat di setiap negara sangat memperhatikan angka-angka tertentu. Sebagai contoh, orang Amerika sangat tidak tertarik dengan angka 6. Orang Barat tidak menyukai angka 6 karena semacam budaya agama, karena angka 6 yang disebutkan dalam Kitab Wahyu di Alkitab memiliki konotasi negatif. Ada juga angka 13, yang juga tidak disukai orang Barat. Banyak elevator tidak memiliki lantai ke-13 karena angka tersebut dianggap membawa ketidakberuntungan. Di sisi lain, orang Tionghoa menganggap angka 6 dan 8 adalah angka keberuntungan. Jadi, perkataan mana yang benar? (Tidak keduanya.) Apakah engkau semua sangat mementingkan angka-angka tertentu? Apakah engkau semua memiliki angka keberuntungan sendiri? (Tidak.) Ya, itu bagus. Orang-orang Tionghoa Selatan memberi perhatian khusus pada hal-hal seperti apakah angka tertentu beruntung atau tidak, memilih tanggal yang tepat untuk melakukan apa pun, dan mengikuti pantangan makanan tertentu selama hari-hari raya. Mereka sangat spesifik mengenai hal ini. Padahal, hal tentang angka tentu saja tidak dapat menjelaskan apa pun. Penghindaran orang terhadap angka-angka tertentu, hingga taraf tertentu, berkaitan dengan keyakinan, imajinasi, pemikiran dan gagasan mereka. Semua ini adalah pemikiran dan sudut pandang yang bodoh. Jika keluargamu telah mengindoktrinasikan dalam dirimu pemikiran dan sudut pandang seperti ini, engkau harus melepaskannya dan tidak memercayainya. Gagasan-gagasan ini bahkan sangat tidak masuk akal—gagasan ini bahkan bukan takhayul—dan merupakan pepatah yang konyol dan tidak masuk akal dari orang-orang yang gila uang di tengah masyarakat.

Ada orang-orang yang sangat mementingkan masalah lambang zodiak atau shio, dan hal ini berkaitan dengan takhayul. Sekarang ini, bahkan orang Barat pun membahas tentang shio, jadi jangan mengira hanya orang Asia yang tahu tentang hal-hal tersebut. Orang Barat juga tahu tentang shio kelinci, kerbau, tikus dan kuda. Apa lagi? Shio ular, naga, ayam, dan kambing, bukankah begitu? Sebagai contoh, leluhur dan orang tua mewariskan keyakinan bahwa orang yang bershio kambing memiliki kehidupan yang sulit. Jika shiomu kambing, engkau mungkin berpikir, "Hidupku menyedihkan, aku selalu mengalami kemalangan. Aku memiliki pasangan yang buruk, anak-anak yang tidak patuh, dan pekerjaanku tidak berjalan dengan baik. Aku tidak pernah dipromosikan, dan aku tidak menerima bonus apa pun. Aku selalu tidak beruntung. Jika aku punya anak lagi, aku tidak akan melahirkannya pada Tahun Kambing. Sudah ada satu anggota keluarga bershio kambing yang hidupnya cukup menyedihkan; jika aku melahirkan anak bershio kambing, berarti akan ada dua orang bershio kambing di keluarga kami. Bagaimana kami akan hidup jika seperti itu?" Engkau mempertimbangkan hal ini dan berpikir, "Aku pasti tidak akan melahirkan anak pada Tahun Kambing, jadi tahun mana yang harus kutuju? Tahun Naga? Tahun Ular? Tahun Macan?" Jika engkau lahir pada Tahun Naga, apakah itu berarti engkau benar-benar naga? Dapatkah engkau benar-benar menjadi seorang Kaisar? Bukankah ini tidak masuk akal? Apakah engkau semua ingin memiliki shio-shio ini? Ada orang-orang yang berkata, "Orang yang lahir pada Tahun Kelinci dan Tahun Ayam tidak akur satu sama lain. Shioku kelinci, jadi aku akan menghindarkan diriku berinteraksi dengan seseorang bershio ayam. Shio kami tidak cocok dan takdir kami berbenturan. Menurut orang tuaku, orang-orang bershio seperti kami tidak cocok untuk menikah dan kami tidak akan hidup rukun satu sama lain. Yang terbaik adalah jika aku berhubungan sesedikit mungkin dengannya dan tidak saling berbicara atau berinteraksi satu sama lain. Takdir kami berbenturan, dan jika kami bersama, aku tidak akan mampu mengatasinya, dan hidupku akan menjadi lebih singkat, bukan? Aku harus menjauhi orang bershio itu." Orang-orang ini dipengaruhi oleh perkataan ini, bukankah itu bodoh? (Ya.) Singkatnya, apakah takdirmu berbenturan dengan seseorang bershio tertentu atau tidak, apakah hal itu akan memengaruhi nasibmu? Apakah hal itu akan memengaruhimu dalam menempuh jalan yang benar dalam hidup ini? (Tidak.) Ada orang-orang yang hanya mau bekerja, berkolaborasi dan bahkan tinggal bersama seseorang yang shionya cocok dengan shio mereka. Tanpa sadar, di lubuk hatinya, mereka telah dipengaruhi oleh perkataan ini, dan perkataan yang diwariskan oleh orang tua atau leluhur mereka ini telah memiliki tempat yang pasti di dalam hati mereka. Jadi, orang Timur peduli akan masalah shio, sementara orang Barat peduli akan masalah rasi bintang. Kini, orang-orang Timur yang mengikuti perkembangan zaman juga mulai membahas tentang rasi bintang, seperti Scorpio, Virgo, Sagitarius, dan sebagainya. Sebagai contoh, orang berbintang Sagitarius menganggap diri mereka memiliki kepribadian tertentu dan mereka cenderung bergaul dengan orang-orang yang memiliki rasi bintang tertentu. Ketika mereka mengetahui ada seseorang yang memiliki rasi bintang tersebut, mereka bersedia berinteraksi dengannya, menganggap orang tersebut cukup hebat dan memiliki kesan yang baik tentangnya. Mereka juga telah dipengaruhi oleh tradisi yang keluarga tanamkan dalam diri mereka. Baik itu shio di dunia Timur maupun rasi bintang di dunia Barat, entah takdir yang berbenturan atau kecocokan dalam shio atau dalam rasi bintang benar-benar ada atau tidak, dan entah hal-hal ini memengaruhimu atau tidak, engkau harus memahami sudut pandang apa yang harus kaumiliki mengenai hal-hal tersebut. Apa yang harus kaupahami? Waktu kelahiran seseorang, pada dekade apa dia dilahirkan, pada bulan dan waktu apa dia dilahirkan, semua ini berkaitan dengan nasib orang tersebut. Apa pun yang peramal atau pembaca wajah katakan tentang nasibmu, rasi bintangmu, atau apakah shiomu baik atau tidak, apakah itu tepat atau tidak, apa pentingnya semua itu? Apa yang dijelaskan di sini? Bukankah ini makin membuktikan bahwa nasibmu sudah diatur oleh Tuhan? (Ya.) Akan seperti apa pernikahanmu, di mana engkau akan tinggal, orang-orang seperti apa yang akan ada di sekitarmu, seberapa banyak kekayaan materiel yang akan kaunikmati dalam hidupmu, apakah engkau akan kaya atau miskin, berapa banyak penderitaan yang akan kaualami, berapa banyak anak yang akan kaumiliki, dan bagaimana kekayaanmu secara finansial kelak, semua ini sudah ditentukan. Entah engkau memercayainya atau tidak, entah peramal memperhitungkannya untukmu atau tidak, semua yang terjadi akan tetap sama. Apakah penting mengetahui hal-hal ini? Ada orang-orang yang sangat ingin tahu, "Akan seperti apa nasibku di masa depan? Apakah aku akan menjadi orang kaya atau orang miskin? Apakah aku akan bertemu orang-orang yang menguntungkan? Apakah ada orang yang nasibnya akan berbenturan dengan nasibku? Akankah aku bertemu orang yang bertentangan denganku dalam hidupku? Pada usia berapa aku akan mati? Apakah aku akan mati karena sakit, kelelahan, kehausan, atau kelaparan? Bagaimana aku akan mati? Apakah kematianku akan menyakitkan atau memalukan?" Apakah ada gunanya mengetahui hal-hal ini? (Tidak.) Singkatnya, engkau hanya perlu yakin tentang satu hal mengenai hal ini: bahwa segala sesuatu telah ditetapkan oleh Tuhan. Apa pun shiomu atau rasi bintangmu, atau kapan pun waktu dan hari kelahiranmu, segala sesuatunya telah ditentukan oleh Tuhan. Justru karena segala sesuatunya telah ditentukan, kemakmuran dan kekayaan yang akan kaunikmati dalam hidupmu, serta lingkungan tempat tinggalmu, sudah ditentukan oleh Tuhan sebelum engkau dilahirkan. Jadi, engkau tidak perlu memperlakukan hal-hal ini dengan menggunakan takhayul atau memandangnya dari sudut pandang orang duniawi, menggunakan cara tertentu untuk menghindari momen-momen ketidakberuntungan atau menggunakan cara tertentu untuk melestarikan dan mempertahankan momen-momen keberuntungan. Engkau tidak boleh menggunakan cara-cara ini dalam menghadapi takdirmu. Sebagai contoh, seandainya engkau ditakdirkan untuk terjangkit penyakit serius pada usia tertentu, dan pembaca wajah menunjukkannya kepadamu berdasarkan rasi bintangmu, shiomu, atau waktu kelahiranmu, apa yang akan kaulakukan? Akankah engkau merasa takut? Atau akankah engkau berusaha mencari cara untuk menyelesaikan masalah ini? (Aku akan membiarkan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya dan tunduk pada pengaturan Tuhan.) Inilah sikap yang harus orang miliki. Apa pun yang terjadi atau tidak terjadi dalam takdirmu, semua ini telah ditentukan sejak semula oleh Tuhan. Entah engkau menyukainya atau tidak, entah engkau mau menerimanya atau tidak, entah engkau memiliki kemampuan untuk menghadapinya atau tidak, bagaimanapun juga, semua ini telah Tuhan tetapkan. Sikap yang harus kaumiliki adalah menerima fakta-fakta ini sebagai makhluk ciptaan. Entah itu telah terjadi atau belum terjadi, entah engkau rela menghadapinya atau tidak, engkau harus menerimanya dan menghadapinya sebagai makhluk ciptaan, bukannya berusaha mencari nasihat dari orang lain mengenai hal-hal seperti rasi bintang, shio, atau pembaca wajah, atau mencari berbagai sumber untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depanmu dan menghindarinya sesegera mungkin. Memperlakukan nasib dan kehidupan yang telah Tuhan atur untukmu dengan sikap seperti itu adalah keliru. Ada orang tua yang memanggil seorang peramal untuk anaknya, yang kemudian memberitahu anak tersebut, "Menurut rasi bintangmu, juga menurut shiomu dan waktu kelahiranmu, engkau tidak boleh membiarkan api masuk ke dalam hidupmu." Setelah mendengar perkataannya, dia mengingat dan memercayainya, dan kemudian perkataan itu menjadi pantangan yang normal dalam kehidupannya sehari-hari. Sebagai contoh, jika ada seseorang yang namanya mengandung huruf "api", dia tidak akan berinteraksi dengan orang tersebut, dan sekalipun dia berinteraksi dengannya, dia tidak akan terlalu dekat atau berhubungan dekat dengannya. Dia takut akan hal ini dan menghindarinya. Sebagai contoh, jika ada seseorang yang bernama Li Can, dia akan berpikir, "Huruf 'Can' mengandung satu unsur 'api' yang kuat, dan satu unsur 'gunung': artinya buruk, ada 'api' yang kuat di dalamnya, jadi aku tidak akan berinteraksi dengannya, aku harus menjaga jarak." Dia akan takut berinteraksi dengan orang tersebut. Sebisa mungkin, dia akan menghindari kompor yang ada di rumah, dia tidak akan ikut makan malam yang diterangi cahaya lilin, tidak menghadiri pesta api unggun, atau pergi ke rumah-rumah yang memiliki perapian, karena semua ini ada kaitannya dengan api. Jika dia ingin melakukan perjalanan, dan mendengar bahwa di tempat tertentu terdapat gunung berapi, dia tidak akan pergi ke sana. Ketika dia pergi ke suatu tempat untuk mengabarkan Injil, dia harus menanyakan nama keluarga dan nama orang yang akan diinjili olehnya, dan memastikan namanya tidak mengandung huruf "api" di dalamnya, tetapi jika orang itu adalah seorang pandai besi yang menempa besi di rumahnya, dia pasti tidak akan pergi ke sana. Meskipun di dalam kesadarannya, dia percaya bahwa segala sesuatu berada di tangan Tuhan dan dia tahu bahwa dia tidak perlu takut, begitu dia menghadapi hal-hal yang menjadi pantangannya, dia akan mulai merasa khawatir dan takut, serta tidak berani melanggar pantangan tersebut. Dia selalu takut akan terjadi kecelakaan atau bencana yang tidak sanggup ditanggungnya. Dia tidak memiliki iman yang sejati kepada Tuhan. Dia bisa saja taat, mau menanggung kesukaran, dan membayar harga dalam aspek-aspek lainnya, tetapi hal ini adalah satu hal yang tidak dapat dia toleransi. Sebagai contoh, jika seseorang berkata kepadanya, "Kau tidak boleh menyeberangi jembatan seumur hidupmu. Jika kau menyeberangi sebuah jembatan, kecelakaan akan terjadi. Jika kau menyeberangi beberapa jembatan, itu akan jauh lebih berbahaya, dan nyawamu akan terancam," dia akan mengingat perkataan ini, dan setelah itu, baik pergi bekerja maupun bertemu dengan teman-temannya, atau bahkan menghadiri pertemuan, dia akan menghindari jembatan dan mengambil jalan memutar, takut akan melanggar pantangan. Dia tidak percaya bahwa dia akan mati begitu saja, tetapi dia tetap merasa terganggu akan hal ini. Terkadang, dia tidak punya pilihan selain menyeberangi jembatan, dan setelah menyeberanginya, dia berkata, "Aku percaya bahwa segala sesuatu berada di tangan Tuhan. Jika Tuhan tidak mengizinkanku untuk mati, aku tidak akan mati." Namun, hatinya masih dikhawatirkan oleh perkataan ini, dan dia tidak dapat melepaskannya. Ada orang yang mengatakan bahwa air bertentangan dengan nasibnya, sehingga dia menghindari pergi ke dekat sungai atau sumur. Ada seorang saudari yang memiliki kolam renang di halaman rumahnya, jadi dia tidak mau pergi ke rumahnya untuk mengikuti pertemuan, dan ketika dia pindah ke tempat tuan rumah yang memiliki akuarium di rumahnya, dia juga tidak mau pergi ke sana. Dia tidak akan pergi ke tempat yang ada airnya dan tidak akan menyentuh air, baik air yang mengalir maupun air yang menggenang. Dalam kehidupan sehari-hari, perkataan tak masuk akal yang keluarga tanamkan berkaitan dengan budaya tradisional dan takhayul. Hingga taraf tertentu, perkataan ini memengaruhi pandangan orang mengenai hal-hal tertentu dan memengaruhi kebiasaan atau gaya hidup mereka sehari-hari. Hal ini, hingga taraf tertentu, mengikat pemikiran orang dan mengendalikan prinsip serta cara yang benar dalam melakukan segala sesuatu.

Catatan kaki:

a. Kalimat "yang berarti menjadi kaya sepanjang waktu, yang pengucapannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan angka 1,6, dan 8" tidak tertera dalam teks aslinya.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp