Bagaimana Mengetahui Kedaulatan Tuhan (Bagian Dua)

Dua ribu tahun telah lewat sejak Tuhan Yesus disalibkan, dan sekarang orang-orang yang menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman mendengar suara-Nya, serta mendengarkan khotbah serta persekutuan tentang kebenaran setiap hari. Mereka memahami tiga tahap pekerjaan Tuhan dan mengetahui misteri tentang rencana pengelolaan-Nya. Apakah para penganut agama yang percaya kepada Tuhan memahami hal ini? Sampai sekarang pun mereka tetap belum mengerti dan tetap berpegang teguh pada gagasan mereka. Ketika ada orang yang berkata, "Tuhan Yesus adalah anak seorang tukang kayu yang miskin. Lihatlah Tuhan seperti apa yang engkau semua percayai," mereka tak berdaya untuk menyanggah dan tak mampu bersaksi bagi Tuhan. Betapa hinanya manusia! Tuhan telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran bagi manusia dan melakukan hal-hal besar yang sangat luar biasa, tetapi jika Dia tidak secara pribadi memberi tahu manusia mengenai kepentingan, nilai, dan kebenaran yang terdapat dalam hal-hal ini, tak ada seorang pun yang mampu berbicara untuk Tuhan dan menjadi saksi bagi Tuhan. Apa artinya berbicara untuk Tuhan? Artinya adalah memberi kesaksian tentang perbuatan-perbuatan Tuhan dan kedaulatan-Nya, tentang konsekuensi yang telah Dia tanggung untuk menebus manusia dan tentang pemikiran-pemikiran-Nya, serta makna dari segala sesuatu yang telah Dia lakukan. Apa yang dapat engkau semua pahami dari hal ini? (Manusia tidak mampu membayangkan pekerjaan Tuhan.) Manusia tidak mampu membayangkan pekerjaan Tuhan, juga tidak mampu memahaminya. Itulah sebabnya, manusia harus memiliki sudut pandang yang benar dalam menyikapi pekerjaan Tuhan, bimbingan-Nya terhadap manusia, dan kehendak-Nya. Manusia harus memiliki sudut pandang yang benar. Ini sangat penting. Engkau harus mengetahui siapa dirimu dan siapa Tuhan itu, hal-hal yang perlu kaumiliki untuk memampukan dirimu untuk memahami firman dan pekerjaan Tuhan, hal-hal apa yang pada dasarnya tidak mampu kau mengerti atau pahami dengan jelas, dan sikap seperti apa yang seharusnya kaumiliki. Inilah nalar yang seharusnya kaumiliki. Dengan demikian, hubunganmu dengan Tuhan akan cukup normal dan harmonis. Jika engkau selalu mengambil sikap tunggu dan lihat, berspekulasi, ragu-ragu, atau bahkan bersikap menentang dalam belajar dan menerka-nerka tentang Tuhan, atau menyelidiki segala sesuatu yang Dia lakukan, maka akan timbul masalah. Ini adalah sikap akademis, ini adalah penyelidikan, ini adalah pengikut yang bukan orang percaya. Engkau harus menyikapi kedaulatan Tuhan dengan sudut pandang dan sikap ketundukan, mencari, dan takut akan Tuhan; hanya ini yang akan menghasilkan pengetahuan yang benar dan pemahaman tentang Tuhan. Jika engkau memahami Tuhan maka engkau tidak akan menentang-Nya, atau setidaknya engkau tidak akan salah paham terhadap-Nya. Engkau akan mampu untuk tunduk dan berkata, "Meskipun aku tidak mengetahui maksud Tuhan melakukan hal ini, aku memahami bahwa semua yang Dia lakukan itu benar." Apa arti pemahaman ini? Hal ini berarti hatimu benar-benar yakin bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan memiliki makna dan manusia harus tunduk. Tuhan Yesus Kristus menyerahkan diri-Nya sendiri ke tangan Iblis dan disalibkan oleh Iblis, ini bukanlah hal yang baik dalam pandangan manusia, tetapi Dia memenuhi kehendak Tuhan dan menyelesaikan pekerjaan untuk menebus manusia. Ini adalah hal yang luar biasa, yang memiliki makna dan nilai yang sangat besar bagi semua manusia, tetapi apakah manusia memahami hal ini dengan jelas? (Tidak.) Manusia tidak memahami hal ini dengan jelas. Manusia tidak melihat maksud Tuhan di dalam peristiwa itu, juga tidak memahami makna dan nilai dari perbuatan Tuhan itu; artinya, orang-orang tidak memahami manfaatnya yang sangat besar bagi manusia. Mereka hanya tahu bahwa Tuhan Yesus bangkit tiga hari setelah disalibkan, menampakkan diri di hadapan orang-orang dan berjumpa dengan mereka, bercakap-cakap, mengenang masa yang lalu, dan kemudian pergi; tetapi kehendak Tuhan telah dipenuhi. Bukankah ini memiliki makna yang sangat besar? (Ya.) Apakah manusia memahaminya? Tidak. Dari sini, manusia harus memiliki penilaian yang benar terhadap diri mereka sendiri dan sikap yang benar terhadap Tuhan. Apa pun yang Tuhan lakukan, entah manusia memahaminya atau tidak, mereka harus tutup mulut. Ini benar. Jangan berpikir untuk mempelajari segala hal, itu tidak baik. Mengapa tidak? Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa engkau tidak boleh melakukannya, tetapi engkau akan menemui jalan buntu dan berada dalam bahaya. Engkau tidak mengerti dan tidak mampu memahaminya sekarang, tetapi engkau selalu ingin menyelidiki Tuhan, selalu menentang Tuhan. Jika engkau tidak mampu untuk memahami hal ini dengan belajar, tetapi engkau juga tidak mencari kebenaran, masalah apa yang akan dengan mudah muncul? Engkau akan dengan mudah salah paham terhadap Tuhan. Engkau akan salah paham sejak awal, dan jika engkau tidak mampu memahami hal-hal dengan jelas dan kesalahpahaman ini terus berlanjut, engkau akan menjadi negatif dan lemah, dan itu akan memengaruhi pelaksanaan tugasmu dan jalan masuk kehidupanmu—semua hal ini saling berkaitan. Ada banyak hal yang tidak mungkin dipahami dengan jelas hanya dalam waktu satu atau dua tahun, dan yang kebenarannya terlalu mendalam. Sekalipun Tuhan mencerahkanmu sekarang, mampukah engkau memahaminya dengan tingkat pertumbuhanmu yang kecil? Sekalipun engkau mampu memahami sedikit kebenaran, mampukah engkau memahami kebenaran itu sepenuhnya? Engkau akan berkata, "Aku tahu tentang gravitasi. Mengapa benda jatuh ke bawah dan bukan ke atas, tetapi jika kau meninggalkan atmosfer dan pergi ke luar angkasa, kau akan melayang, bukan? Penyebabnya adalah kau meninggalkan gaya gravitasi bumi. Aku mengerti hal ini, jadi bukankah aku sudah memahami perbuatan Tuhan?" Engkau tidak mengetahui secara tepat bagaimana Tuhan berdaulat atas gravitasi dan engkau hanya memahami perwujudannya. Itu berarti engkau belum memahami bagaimana Tuhan berdaulat atas gravitasi, dan sekalipun engkau mampu memahaminya, mampukah engkau berdaulat atasnya? Manusia akan berada dalam masalah jika mereka meninggalkan atmosfer, mereka hanya akan melayang-layang dan terbang kesana-kemari tanpa gravitasi. Apa yang dapat diketahui dari hal ini? (Bahwa ada banyak hal yang tak dapat dipahami manusia.) Manusia tidak mampu untuk memahami, tetapi selalu menentang Tuhan, mereka ingin mempelajari dan menyelidiki Dia, hati mereka penuh kecurigaan, dan berkata, "Jika aku tidak mampu memahami hal ini, maka Engkau bukanlah Tuhan." Menurutmu bagaimana pandangan seperti ini? Pandangan dan pendirian seperti ini salah, bertentangan dengan Tuhan, dan selalu menyelidiki tentang Tuhan itu salah. Engkau harus memahami Tuhan, dan berkata, "Aku tidak mampu memahami ini, hal ini terlalu mendalam dan aku tidak akan mampu memahami sepenuhnya sekalipun Tuhan mencerahkanku. Jadi aku akan berusaha mencari selama beberapa tahun dengan hati yang tunduk dan apabila Tuhan tidak memberiku jawaban maka aku akan melupakan hal itu. Tidak ada penghalang atau kesalahpahaman antara aku dan Tuhan. Jika aku tidak salah paham atau mengeluh tentang Tuhan berarti aku tidak menentang-Nya. Jika aku tidak menentang-Nya berarti aku tidak memberontak terhadap-Nya, dan jika aku tidak memberontak terhadap-Nya berarti aku tidak menolak-Nya atau menyimpang dari-Nya. Selamanya aku adalah pengikut Tuhan." Apa landasan dari menjadi "pengikut Tuhan untuk selamanya"? Landasannya adalah "Entah apa yang Tuhan lakukan sejalan dengan gagasanku atau tidak, aku akan selalu tunduk dan mengikuti. Tuhan tetaplah Tuhanku dan aku adalah makhluk ciptaan-Nya, aku adalah manusia. Bagaimana pun Tuhan memperlakukanku, entah Dia melemparku ke neraka, lautan api, kepada Iblis, atau kepada setan-setan, aku akan selalu tunduk kepada-Nya tanpa mengeluh. Status Tuhan tidak mungkin berubah, begitu pula identitasku sebagai makhluk ciptaan. Selama fakta ini tidak berubah, aku harus mengikuti Tuhan, dan untuk selamanya Dia adalah Tuhanku". Begitu kepercayaanmu kepada Tuhan telah berakar kuat, engkau tidak akan berpaling dari-Nya. Beginilah hubungan antara identitasmu sebagai makhluk ciptaan dengan Tuhan. Setelah engkau memahami identitas dan kedudukan Tuhan dengan jelas dalam hatimu, serta identitas dan kedudukanmu sebagai makhluk ciptaan yang harus kautaati, dan setelah hal-hal ini berakar kuat dalam hatimu, maka engkau tidak akan menyimpang dari-Nya. Kemudian, saat engkau lemah, negatif, sedih, atau terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan gagasanmu dan engkau tidak mampu mengerti atau memahaminya, dapatkah hal ini memengaruhi hubunganmu dengan Tuhan? (Tidak.) Selama engkau memahami dengan jelas kebenaran tentang visi, telah meletakkan landasan, dan engkau telah mengalami banyak keadaan dan menyadari bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan memiliki makna, engkau akan memahami pekerjaan Tuhan dan akan sulit bagi gagasan-gagasanmu untuk muncul kembali. Ada orang-orang yang hanya mampu memahami sebagian saja. Contohnya, manusia mengakui bahwa apa yang Tuhan lakukan berkaitan dengan penghakiman dan hajaran itu memiliki makna, tetapi gagasan-gagasan mereka timbul ketika mereka dihadapkan pada pemangkasan. Siapa pun yang memangkas mereka, mereka tidak mau menerimanya dan tidak mau mengakui bahwa hal itu berasal dari Tuhan. Mereka mengira hal itu dilakukan oleh manusia, dan berasal dari Iblis. Bukankah ini kesalahan lagi? Ada masalah lain yang muncul dan pencarian kebenaran harus terus berlanjut. Jika engkau tidak mampu melewati hal ini, mampukah engkau tunduk kepada pekerjaan Tuhan sepenuhnya? Engkau hanya mampu tunduk pada apa yang sesuai dengan gagasanmu dan tidak tunduk pada apa yang tidak sesuai. Orang seperti ini dapat dengan mudah menentang Tuhan dan adalah orang yang wataknya belum berubah.

Ada banyak pemikiran, ide-ide, dan keadaan dalam diri orang-orang yang sering kali memengaruhi pendapat, sudut pandang, dan pendirian mereka. Jika engkau mampu menyelesaikan pemikiran, ide-ide, dan keadaan ini satu demi satu dengan mencari kebenaran, maka hal-hal itu tidak akan memengaruhi hubunganmu dengan Tuhan. Engkau mungkin memiliki tingkat pertumbuhan yang kecil sekarang, dan pemahamanmu akan kebenaran masih dangkal, dan karena engkau belum lama percaya kepada Tuhan atau karena berbagai faktor lainnya, engkau tidak memahami sangat banyak kebenaran, tetapi engkau harus memegang satu prinsip ini: Aku harus tunduk pada apa pun yang Tuhan lakukan, entah itu terlihat baik atau buruk di luarnya, benar atau salah, entah itu sesuai dengan gagasan manusia atau tidak. Aku tidak memiliki hak untuk mengkritik, menilai, menganalisis, atau menyelidiki apakah hal itu benar atau salah. Yang harus kulakukan adalah melaksanakan tugasku sebagai makhluk ciptaan dan kemudian menerapkan kebenaran yang mampu aku pahami, untuk menyenangkan Tuhan dan tidak menyimpang dari jalan yang benar. Aku akan menerapkan sebanyak apa pun yang Tuhan izinkan untuk kupahami, dan mencari tahu hal-hal yang harus aku terapkan, sekalipun Tuhan belum mencerahkanku; jika Tuhan belum mencerahkanku tentang suatu hal yang tak perlu kupahami, aku akan tunduk dan menunggu, dan mungkin suatu hari nanti Tuhan akan mengizinkanku untuk memahaminya. Sama seperti penyaliban Tuhan Yesus, dua ribu tahun kemudian orang-orang yang menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman pada dasarnya memahami hal itu, dan bahkan orang-orang yang tidak terlalu tekun dalam pencarian mereka juga memahami tentang apakah semua itu. Engkau mungkin tidak mampu memahami beberapa pekerjaan besar yang berkaitan dengan rencana pengelolaan Tuhan sekarang ini, tetapi engkau salah paham terhadap-Nya dan menyangkal keberadaan-Nya karena engkau tidak memahami kebenaran, yang menghancurkan hubungan normal antara dirimu dengan Tuhan. Ini adalah kesalahan yang sangat besar. Engkau seharusnya memiliki sikap, sudut pandang, dan pendirian yang membuatmu mampu berkata: "Aku akan menunggu saja untuk memahami hal-hal yang tidak kupahami. Suatu hari nanti ketika Tuhan mencerahkan manusia, barangkali aku akan memahami semua itu." Ketika Tuhan Yesus akan meninggalkan dunia ini, Dia berkata, "Masih ada banyak hal lain yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak dapat menanggungnya saat ini." Mengapa manusia tidak mampu menanggungnya? Penyebabnya adalah tingkat pertumbuhan manusia belum dewasa dan mereka tidak akan mampu memahami hal itu. Ini seperti memberi tahu anak berusia tiga atau lima tahun tentang mencari nafkah atau menghidupi keluarga; dia akan mendengar hal itu, tetapi merasa hal itu sangat jauh di luar jangkauannya sehingga dia tidak mampu memahaminya. Ada banyak hal lain yang Tuhan ingin beritahukan kepada manusia dan harus dipahami oleh manusia, tetapi karena tingkat pertumbuhan manusia yang belum dewasa, atau karena tahap-tahap pekerjaan Tuhan belum diungkapkan sepenuhnya kepada manusia, dan mereka belum mengalaminya, maka mereka tidak akan memahaminya jika hal-hal ini diketahui terlalu awal. Sekalipun mereka mendengarkan, mereka akan menganggapnya sebagai doktrin dan memahaminya secara kata per kata, tetapi tidak benar-benar memahami apa yang Tuhan firmankan. Itulah sebabnya Tuhan tidak berfirman. Tepatkah bagi Tuhan untuk tidak berfirman? Adakah manfaatnya bagi manusia? (Ada.) Akankah hal itu menunda perkembangan kehidupan manusia? Tentu saja tidak akan ada penundaan sama sekali, dan tidak akan ada dampaknya pada kehidupan sehari-harimu atau pengejaran normalmu. Jadi, tenangkan saja hatimu dan kejarlah kebenaran, karena inilah hal yang terpenting; pada akhirnya, tujuan akhirnya adalah mengejar kebenaran. Jika engkau mengejar kebenaran, maka misteri yang terdapat dalam beberapa hal yang Tuhan lakukan, kebijaksanaan, keajaiban, dan watak-Nya yang terlihat dalam segala hal yang Dia lakukan, serta hal-hal yang harus dipahami oleh manusia, perlahan-lahan akan menjadi jelas melalui proses mengikuti Tuhan. Terdapat banyak aspek yang terlibat dalam memperoleh pengetahuan tentang Tuhan, dan—dalam proses interaksi, asosiasi, dan hubunganmu dengan Tuhan, engkau harus mengalami firman-Nya, meresapi firman-Nya, meresapi pekerjaan-Nya, serta pencerahan dan bimbingan-Nya atas dirimu. Selama proses ini, tanpa kausadari, engkau akan memperoleh pengetahuan tentang Tuhan; artinya, engkau akan perlahan-lahan memperoleh pemahaman tentang Tuhan melalui proses mengalami kedaulatan dan pengaturan-Nya atas dirimu. Jika engkau tidak mengalami proses ini, melainkan hanya menatap langit dengan mata yang terbuka lebar setiap hari, dan mengandalkan imajinasimu untuk memahami pekerjaan Tuhan, engkau tidak akan pernah memperoleh pengetahuan itu. Pada akhirnya, engkau akan menjadi bimbang dan berkata, "Di manakah Tuhan? Apakah Dia menciptakan bulan? Matahari terbit di pagi hari dan terbenam di malam hari, beginikah cara Tuhan berdaulat atas segala sesuatu?" Ini adalah pemahaman yang hampa, dan keyakinanmu hanya akan menjadi kata-kata kosong. Jika seseorang bertanya kepadamu apakah engkau percaya kepada Tuhan, engkau akan menjawab: "Aku percaya kepada Tuhan, aku memiliki keyakinan, aku orang Kristen." Jika mereka bertanya lagi: "Mengapa kau bukan seorang Buddhis?" engkau akan berkata: "Buddhisme bukanlah jalan yang benar, Kekristenan adalah jalan yang benar." Kenyataan bahwa engkau hanya mampu berkata seperti ini membuktikan bahwa engkau tidak memiliki pengalaman dan belum memperoleh pengetahuan apa pun. Segala sesuatu tentang Tuhan, semua yang Tuhan miliki dan siapa Tuhan itu, watak-Nya, kedaulatan dan pengaturan-Nya atas manusia dan atas segala hal, kenyataan dan kebenaran firman-Nya serta makna, didikan, dan nilainya bagi manusia, serta sebagian dari cara kerja-Nya, seperti melalui ujian, pendisiplinan, pencerahan dan penerangan, penghiburan dan nasihat, dan sejumlah bimbingan-Nya yang khusus bagi manusia, jika engkau belum mengalami hal-hal ini secara pribadi, belum benar-benar merasakannya, mungkinkah hubunganmu dengan Tuhan menjadi normal? Mampukah engkau benar-benar tunduk kepada-Nya? Pemahamanmu tentang Tuhan selamanya akan menjadi sebuah tanda tanya, serangkaian tanda tanya, tanpa pemahaman yang nyata sama sekali. Jadi, apakah hubunganmu dengan Tuhan normal? Apakah itu benar-benar hubungan antara makhluk ciptaan dan Pencipta? Tanda tanya ini sebenarnya merepresentasikan apa? Tuhan akan selamanya asing bagimu, baik dalam hal identitas, status, atau esensi-Nya. Dia bukanlah keluargamu, bukan kerabatmu, Dia selalu terlihat seperti seorang pengunjung asing yang belum pernah kaukenal, jadi tidak mudah untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Tuhan, tetapi yang pasti hubungan itu tidak sebanding dengan hubungan antara makhluk ciptaan dan Pencipta.

Apa saja hal-hal yang utama untuk percaya kepada Tuhan? Bagaimana membuat iman kepada Tuhan menjadi kenyataan yang seharusnya orang miliki dalam hidup? Bagaimana cara untuk mencapai ketundukan dan mendapatkan Tuhan? Engkau harus bersandar pada pengalaman akan firman-Nya, dan yang terpenting mengalami penghakiman dan hajaran-Nya, sebelum engkau mampu untuk tunduk dan mendapatkan Tuhan. Meskipun ada banyak orang yang bersedia melaksanakan tugas, mereka tidak memahami cara mengalami pekerjaan-Nya. Untuk mengalami pekerjaan-Nya, engkau harus mengalami penghakiman dan hajaran-Nya, pemangkasan-Nya, ujian, dan pemurnian-Nya. Semua tuntutan Tuhan harus diterapkan, dilaksanakan, dan dicapai. Inilah yang disebut mengalami pekerjaan Tuhan. Untuk mengalaminya, engkau harus membangun hubungan yang normal dengan-Nya, selalu berdoa kepada-Nya dan mencari-Nya dengan hati yang tunduk kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi atau kesulitan apa pun yang kauhadapi, engkau harus mengandalkan dan memandang kepada Tuhan, mencari jawaban dan jalan di dalam firman-Nya, serta selalu berdoa dan bersekutu dengan-Nya. Mengalami pekerjaan Tuhan berarti memiliki hubungan dengan-Nya serta tunduk kepada firman dan pekerjaan-Nya, berdoa kepada-Nya dan mencari jawaban dari-Nya ketika engkau memiliki masalah atau kesulitan. Begitu engkau memiliki banyak pengalaman dengan cara ini dan memahami kebenaran, maka engkau akan belajar bagaimana menerapkan firman Tuhan pada hal-hal yang terjadi. Ada banyak cara untuk menerapkan firman Tuhan, contohnya, dengan berdoa dan mencari jawaban saat terjadi sesuatu, dan dengan begitu engkau memahami betapa firman Tuhan menyatakan dengan jelas bagaimana manusia harus bertindak, apa prinsip-prinsipnya, serta apa maksud dan tuntutan Tuhan bagi manusia. Ketika engkau mengetahui semua ini, dan memahami keinginan Tuhan, engkau akan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang Tuhan. Saat menghadapi ujian, engkau harus mencari, "Apa yang firman Tuhan katakan tentang ujian yang sangat berat? Apa arti dari Tuhan menguji manusia? Mengapa Dia ingin menguji manusia?" Firman Tuhan mengatakan bahwa engkau rusak, selalu memberontak dan tidak tunduk, bahwa engkau tidak tunduk kepada-Nya, tetapi selalu memiliki imajinasi dan gagasan, dan bahwa Tuhan ingin mentahirkan engkau melalui ujian. Apa pun yang kaualami, entah itu penganiayaan dan ujian, ataukah engkau dipangkas, didisiplinkan dan dihukum, dan apa pun keadaan yang Tuhan persiapkan bagimu atau apa pun cara yang Dia gunakan, engkau harus selalu mencari jawaban dan landasannya dalam firman Tuhan, serta mencari maksud dan tuntutan-Nya bagimu. Dengan kata lain, apa pun yang terjadi, yang pertama kali harus kaupikirkan adalah apa yang telah Tuhan firmankan, bagaimana Dia ingin manusia menerapkan hal itu, apa tuntutan-Nya terhadap manusia, dan apa maksud-Nya. Pahami hal-hal ini dan engkau akan tahu bagaimana cara mengalami pekerjaan Tuhan. Jika tidak ada tempat bagi Tuhan di dalam hatimu dan engkau tidak mencintai kebenaran, melainkan selalu memikirkan apa yang dikatakan orang lain, buku-buku, atau orang-orang terkenal dan hebat, atau apa yang orang-orang tidak percaya lakukan ketika terjadi sesuatu, jika engkau mencari jawaban dan menerapkan cara ini maka engkau termasuk dalam pengikut yang bukan orang percaya, karena pemikiranmu dan jalan yang kautempuh sama dengan orang-orang tidak percaya. Jika engkau adalah orang yang percaya kepada Tuhan, tetapi pemikiranmu sama dengan orang-orang tidak percaya dan engkau menempuh jalan orang-orang tidak percaya, maka ini adalah jalan yang salah dan jalan buntu; bukan ini yang harus dilakukan orang yang percaya kepada Tuhan atau jalan yang harus mereka tempuh. Ada orang-orang yang seperti ini di dalam gereja dan mereka termasuk dalam pengikut yang bukan orang percaya, orang-orang tidak percaya yang tersembunyi di dalam gereja.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp