Firman Tuhan Harian: Penampakan dan Pekerjaan Tuhan | Kutipan 71
Rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan sudah hampir berakhir, dan gerbang kerajaan-Nya telah dibukakan bagi semua orang yang mencari...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Segera setelah tugas mereka menjadi sibuk, ada banyak orang yang menjadi tidak mampu mengalami dan tidak mampu mempertahankan keadaan yang normal, dan sebagai akibatnya, mereka selalu minta diadakan pertemuan, dan minta agar kebenaran dipersekutukan kepada mereka. Apa yang sedang terjadi di sini? Mereka tidak memahami kebenaran, mereka tidak memiliki dasar di jalan yang benar, orang-orang semacam itu didorong oleh semangat ketika mereka melaksanakan tugas dan itu tidak dapat bertahan lama. Ketika orang tidak memahami kebenaran, tidak ada prinsip dalam apa pun yang mereka lakukan. Jika mereka diatur untuk melakukan sesuatu, mereka mengacaukannya, mereka ceroboh dalam apa pun yang mereka lakukan, mereka tidak mencari prinsip, dan tidak ada ketundukan dalam hati mereka—yang membuktikan bahwa mereka tidak mencintai kebenaran dan tidak mampu mengalami pekerjaan Tuhan. Apa pun yang kaulakukan, engkau harus terlebih dahulu memahami mengapa engkau melakukannya, apa niat yang mengarahkanmu melakukan hal ini, apa pentingnya engkau melakukan hal itu, apa natur dari hal tersebut, dan apakah yang sedang kaulakukan adalah hal positif atau negatif. Engkau harus memiliki pemahaman yang jelas tentang semua hal ini; sangatlah perlu bagimu untuk mampu bertindak sesuai dengan prinsip. Jika engkau sedang melakukan sesuatu yang dapat digolongkan sebagai pelaksanaan tugasmu, engkau harus merenungkan: bagaimana seharusnya aku memenuhi tugasku dengan baik sehingga aku tidak hanya melakukannya dengan asal-asalan? Engkau harus berdoa dan mendekat kepada Tuhan dalam hal ini. Berdoa kepada Tuhan adalah untuk mencari kebenaran, mencari jalan penerapan, mencari keinginan Tuhan, dan mencari cara untuk memuaskan Tuhan. Doa bertujuan untuk mencapai efek ini. Berdoa kepada Tuhan, mendekat kepada Tuhan, dan membaca firman Tuhan bukanlah upacara keagamaan atau tindakan lahiriah. Itu dilakukan dengan tujuan melakukan penerapan sesuai dengan kebenaran setelah mencari maksud Tuhan. Jika engkau selalu berkata "syukur kepada Tuhan" saat engkau belum melakukan apa pun, engkau mungkin tampak sangat rohani dan berwawasan luas, tetapi jika, ketika tiba saatnya untuk bertindak, engkau tetap melakukan apa yang kauinginkan, tanpa sama sekali mencari kebenaran, maka ucapan "syukur kepada Tuhan" ini hanyalah sebuah mantra, itu adalah kerohanian yang palsu. Ketika melaksanakan tugasmu, engkau harus selalu berpikir: "Bagaimanakah seharusnya aku melaksanakan tugas ini? Apa keinginan Tuhan?" Berdoa kepada Tuhan dan mendekat kepada Tuhan untuk mencari prinsip dan kebenaran dalam tindakanmu, mencari keinginan Tuhan di dalam hatimu, dan tidak meninggalkan firman Tuhan atau prinsip-prinsip kebenaran dalam apa pun yang kaulakukan—hanya orang seperti inilah yang benar-benar percaya kepada Tuhan; semua ini tidak terjangkau oleh orang-orang yang tidak mencintai kebenaran. Ada banyak orang yang mengikuti gagasan mereka sendiri dalam apa pun yang mereka lakukan, dan memikirkan segala sesuatunya dengan sangat sederhana, dan juga tidak mencari kebenaran. Sama sekali tidak memiliki prinsip, dan di dalam hatinya, mereka tidak memikirkan bagaimana bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan tuntut, atau dengan cara yang memuaskan Tuhan, dan mereka hanya mau dengan keras kepala mengikuti kehendak mereka sendiri. Tuhan tidak memiliki tempat di hati orang-orang semacam itu. Beberapa orang berkata, "Aku hanya berdoa kepada Tuhan ketika aku menghadapi kesulitan, tetapi menurutku tetap saja tidak ada pengaruhnya—jadi biasanya jika sesuatu terjadi padaku sekarang, aku tidak berdoa kepada Tuhan, karena berdoa kepada Tuhan tidak ada gunanya." Tuhan sama sekali tidak ada di hati orang-orang semacam itu. Mereka tidak mencari kebenaran dalam apa pun yang mereka lakukan pada waktu-waktu biasanya; mereka hanya mengikuti gagasan mereka sendiri. Jadi, apakah ada prinsip dalam tindakan mereka? Tentu saja tidak. Mereka memandang segala sesuatu secara sederhana. Meskipun orang-orang mempersekutukan prinsip-prinsip kebenaran kepada mereka, mereka tidak mampu menerimanya, karena tidak pernah ada prinsip apa pun dalam tindakan mereka, Tuhan tidak memiliki tempat di hati mereka, dan hanya ada diri mereka sendiri di dalam hati mereka. Mereka merasa bahwa niat mereka baik, bahwa mereka tidak sedang melakukan kejahatan, bahwa niat mereka tidak dapat dianggap melanggar kebenaran, mereka berpikir bahwa bertindak sesuai dengan niat mereka sendiri berarti menerapkan kebenaran, bahwa bertindak demikian berarti tunduk kepada Tuhan. Sebenarnya, mereka tidak benar-benar mencari atau berdoa kepada Tuhan dalam hal ini, melainkan bertindak berdasarkan dorongan hati, berdasarkan kehendak mereka sendiri yang penuh semangat, mereka tidak melaksanakan tugas mereka seperti yang Tuhan tuntut, mereka tidak memiliki hati yang tunduk kepada Tuhan, mereka tidak memiliki keinginan ini. Inilah kesalahan terbesar dalam penerapan yang orang lakukan. Jika engkau percaya kepada Tuhan tetapi Dia tidak ada di hatimu, bukankah itu berarti engkau sedang berusaha menipu Tuhan? Dan pengaruh apa yang dihasilkan oleh kepercayaan kepada Tuhan yang seperti itu? Apa yang dapat kauperoleh? Dan apa gunanya kepercayaan kepada Tuhan yang seperti itu?
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan sudah hampir berakhir, dan gerbang kerajaan-Nya telah dibukakan bagi semua orang yang mencari...
Tuhan menciptakan dunia ini dan menghadirkan manusia, makhluk hidup yang ke dalamnya dianugerahkan-Nya kehidupan. Kemudian, manusia...
Lingkungan Hidup Dasar yang Diciptakan Tuhan bagi Umat Manusia (Bagian-bagian Pilihan) Kita telah mendiskusikan banyak topik dan konten...
Pekerjaan-Nya dalam daging adalah keutamaan yang tertinggi, bila dikaitkan dengan pekerjaan itu, dan Dia yang akhirnya menyelesaikan...