Firman Tuhan Harian: Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan | Kutipan 400
Tuhan berketetapan untuk melengkapi manusia. Dari perspektif mana pun Dia berfirman, semuanya demi menyempurnakan orang-orang ini. Firman...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Jika orang memiliki banyak perilaku baik, itu bukan berarti mereka memiliki kenyataan kebenaran. Hanya jika engkau menerapkan kebenaran dan bertindak sesuai prinsip, barulah engkau dapat memiliki kenyataan kebenaran. Hanya jika engkau takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, barulah engkau dapat memiliki kenyataan kebenaran. Beberapa orang memiliki semangat, mampu membicarakan doktrin, mengikuti aturan, dan melakukan banyak perbuatan baik, tetapi yang dapat dikatakan tentang mereka hanyalah bahwa mereka memiliki sedikit kemanusiaan. Mereka yang mampu membicarakan doktrin dan selalu mengikuti aturan belum tentu menerapkan kebenaran. Meskipun apa yang mereka katakan itu benar dan terdengar seperti bebas dari masalah, mereka tidak mengatakan apa pun dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan esensi kebenaran. Oleh karena itu, sebanyak apa pun doktrin yang mampu orang katakan, itu bukan berarti mereka memahami kebenaran, dan sebanyak apa pun doktrin yang mereka pahami, mereka tidak mampu menyelesaikan masalah apa pun. Semua ahli teori agama mampu menjelaskan Alkitab, tetapi pada akhirnya, mereka semua jatuh, karena mereka tidak menerima seluruh kebenaran yang telah Tuhan ungkapkan. Orang-orang yang telah mengalami perubahan dalam watak mereka berbeda; mereka telah memahami kebenaran, mereka mampu membedakan segala sesuatu, mereka tahu cara bertindak sesuai dengan maksud Tuhan, cara bertindak sesuai dengan prinsip kebenaran, dan cara bertindak agar menyenangkan Tuhan, dan mereka memahami sifat dari kerusakan yang mereka singkapkan. Ketika ide-ide dan gagasan mereka sendiri disingkapkan, mereka mampu bersikap arif dan memberontak terhadap daging. Dengan cara demikianlah perubahan watak mereka diwujudkan. Perwujudan utama dari orang yang telah mengalami perubahan watak adalah mereka mulai dapat dengan jelas memahami kebenaran, dan ketika melakukan sesuatu, mereka melakukan kebenaran dengan cukup akurat dan mereka tidak sering menyingkapkan kerusakan. Secara umum, mereka yang wataknya telah berubah tampak sangat berakal sehat dan arif, dan karena pemahaman mereka akan kebenaran, mereka tidak menyingkapkan terlalu banyak sikap yang membenarkan diri sendiri atau kecongkakan. Mereka dapat melihat banyak kerusakan yang telah disingkapkan di dalam diri mereka dengan jelas dan membedakannya, sehingga mereka tidak menjadi congkak. Mereka mampu memiliki pemahaman yang saksama tentang di mana manusia harus menempatkan dirinya dan tentang hal-hal yang harus mereka lakukan yang masuk akal, tentang cara menjadi taat, tentang apa yang boleh dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan, dan tentang apa yang harus dikatakan serta apa yang harus dilakukan dan kepada siapa itu dikatakan dan dilakukan. Oleh karena itu, orang-orang yang wataknya telah berubah relatif masuk akal, dan hanya orang-orang semacam itulah yang benar-benar hidup dalam keserupaan dengan manusia. Karena mereka memahami kebenaran, mereka mampu berbicara dan melihat segala sesuatu sesuai dengan kebenaran, dan mereka berprinsip dalam segala sesuatu yang mereka lakukan; mereka tidak tunduk pada pengaruh orang, peristiwa, atau hal-hal dan mereka semua memiliki pandangan mereka sendiri dan dapat mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran. Watak mereka relatif stabil, mereka tidak terombang-ambing, dan apa pun keadaan yang mereka hadapi, mereka mengerti cara melakukan tugas-tugas mereka dengan benar dan cara berperilaku untuk kepuasan Tuhan. Mereka yang wataknya telah berubah tidak berfokus pada apa yang harus dilakukan secara lahiriah untuk membuat orang lain berpikir baik tentang mereka; di lubuk hatinya mereka telah memahami dengan jelas apa yang harus dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Oleh karena itu, di luarnya, mereka mungkin tidak tampak sangat bersemangat atau telah melakukan sesuatu yang sangat penting, tetapi segala sesuatu yang mereka lakukan bermakna, bernilai, dan membuahkan hasil yang nyata. Mereka yang wataknya telah berubah pasti memiliki banyak kenyataan kebenaran, dan ini dapat ditegaskan melalui cara pandang mereka tentang berbagai hal dan prinsip-prinsip yang mendasari cara mereka bertindak. Mereka yang belum memperoleh kebenaran sama sekali belum mencapai perubahan dalam watak hidupnya. Bagaimana sebenarnya cara mencapai perubahan dalam watak? Manusia telah sangat dirusak oleh Iblis, mereka semua menentang Tuhan, dan mereka semua memiliki natur yang menentang Tuhan. Tuhan menyelamatkan manusia dengan mengubah mereka yang memiliki natur yang menentang Tuhan dan yang bisa menentang Tuhan menjadi orang yang tunduk dan takut akan Tuhan. Inilah artinya menjadi orang yang wataknya telah berubah. Betapapun rusaknya orang atau sebanyak apa pun watak rusak yang mereka miliki, selama mereka mampu menerima kebenaran, menerima penghakiman dan hajaran Tuhan, dan menerima berbagai ujian dan pemurnian, mereka akan memiliki pemahaman yang benar tentang Tuhan, dan pada saat yang sama mereka akan mampu melihat dengan jelas esensi natur mereka sendiri. Ketika mereka benar-benar mengenal diri mereka sendiri, mereka akan mampu membenci diri mereka sendiri dan membenci Iblis, dan mereka akan bersedia memberontak terhadap Iblis, dan sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. Begitu orang memiliki tekad ini, mereka akan mampu mengejar kebenaran. Jika manusia memiliki pengetahuan yang benar tentang Tuhan, jika watak Iblis dalam diri mereka dimurnikan, dan firman Tuhan berakar di dalam diri mereka, dan telah menjadi hidup dan dasar keberadaan mereka, jika mereka hidup berdasarkan firman Tuhan, dan telah sepenuhnya berubah dan menjadi manusia baru—maka ini bisa dianggap sebagai perubahan dalam watak hidup mereka. Perubahan dalam watak bukan berarti memiliki kemanusiaan yang dewasa dan berpengalaman, juga bukan berarti watak lahiriah orang menjadi lebih lembut daripada sebelumnya, bahwa mereka dahulu congkak tetapi sekarang dapat berkomunikasi dengan pantas, atau mereka dahulu tidak mau mendengarkan siapa pun tetapi sekarang dapat sedikit mendengarkan orang lain; perubahan-perubahan lahiriah semacam ini tidak dapat dikatakan sebagai perubahan watak. Tentu saja, perubahan watak memang mencakup perwujudan seperti itu, tetapi unsur yang paling penting adalah bahwa secara batin, hidup mereka telah berubah. Ini sepenuhnya karena firman Tuhan dan kebenaran telah berakar di dalam diri mereka, memerintah di dalam diri mereka, dan telah menjadi hidup mereka. Pandangan mereka tentang segala sesuatu juga telah berubah. Mereka dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai apa yang sedang terjadi di dunia dan dengan umat manusia, bagaimana Iblis merusak umat manusia, bagaimana si naga merah yang sangat besar menentang Tuhan, dan esensi si naga merah yang sangat besar. Mereka mampu membenci si naga merah yang sangat besar dan Iblis di dalam hati mereka, dan mereka dapat sepenuhnya berbalik dan mengikut Tuhan. Ini berarti watak hidup mereka telah berubah, dan mereka telah didapatkan oleh Tuhan. Perubahan dalam watak hidup merupakan perubahan yang mendasar, sedangkan perubahan dalam perilaku bersifat lahiriah. Hanya orang yang telah mencapai perubahan dalam watak hidup adalah orang yang telah memperoleh kebenaran, dan hanya merekalah yang telah didapatkan oleh Tuhan.
—Firman, Jilid 3, Pembicaraan Kristus Akhir Zaman, "Bagian Tiga"
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Tuhan berketetapan untuk melengkapi manusia. Dari perspektif mana pun Dia berfirman, semuanya demi menyempurnakan orang-orang ini. Firman...
Ketiga tahap pekerjaan ini berada di inti keseluruhan pengelolaan Tuhan, dan di dalam ketiganya terungkap watak Tuhan dan siapakah Dia....
Pekerjaan Tuhan di negeri si naga merah yang sangat besar sangatlah menakjubkan dan tak terselami. Dia akan menyempurnakan sekelompok orang...
Ketika Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, itu di bawah arahan Roh Kudus; Dia melakukan apa yang Roh Kudus inginkan, bukan apa yang...