Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X
Tuhan adalah Sumber Kehidupan bagi Segala Sesuatu (IV) Bagian Tiga
Bagaimana Tuhan Menguasai dan Menyelenggarakan Dunia Roh
3. Siklus Kehidupan dan Kematian Orang-Orang yang Mengikuti Tuhan
Selanjutnya, mari kita membicarakan tentang siklus kehidupan dan kematian orang-orang yang mengikuti Tuhan. Ini menyangkut engkau semua, jadi perhatikanlah. Pertama, pikirkan dapat dibagi menjadi kategori apakah orang-orang yang mengikuti Tuhan. (Umat pilihan Tuhan dan para pelaku pelayanan.) Ada dua: umat pilihan Tuhan dan para pelaku pelayanan. Pertama kita akan berbicara tentang umat pilihan Tuhan, yang hanya ada sedikit. Apa yang dimaksud dengan "umat pilihan Tuhan"? Setelah Tuhan menciptakan segala sesuatu dan umat manusia, Tuhan memilih sekelompok orang yang mengikuti-Nya, dan mereka disebut "umat pilihan Tuhan." Ada cakupan dan makna khusus dari pilihan Tuhan atas orang-orang ini. Cakupan ini istimewa karena dibatasi hanya bagi sedikit orang pilihan, yang harus datang ketika Dia menjalankan pekerjaan penting. Dan apa makna pentingnya? Berhubung mereka merupakan kelompok yang dipilih oleh Tuhan, makna pentingnya besar. Yaitu, Tuhan berkehendak untuk melengkapi orang-orang ini, dan menyempurnakan mereka, dan begitu pekerjaan pengelolaan-Nya selesai, Dia akan mendapatkan orang-orang ini. Bukankah ini makna yang sangat penting? Jadi, umat pilihan ini sangat penting bagi Tuhan, karena mereka adalah orang-orang yang ingin Tuhan dapatkan. Sedangkan para pelaku pelayanan—baiklah, mari kita awali dari takdir Tuhan, dan terlebih dahulu mari berbicara tentang asal-usul mereka. Arti harfiah dari "pelaku pelayanan" adalah orang yang melayani. Mereka yang melayani bersifat sementara; mereka tidak melakukannya dalam jangka panjang, atau selamanya, tetapi dipekerjakan atau direkrut untuk sementara waktu. Sebagian besar dari mereka dipilih dari orang-orang tidak percaya. Saat mereka datang ke dunia adalah ketika ditetapkan bahwa mereka akan mengambil peran sebagai pelaku pelayanan dalam pekerjaan Tuhan. Mereka mungkin telah menjadi hewan di kehidupan sebelumnya, tetapi mereka mungkin juga adalah salah satu dari orang-orang tidak percaya. Demikianlah asal-usul para pelaku pelayanan.
Mari kita kembali pada umat pilihan Tuhan. Ketika mereka meninggal, umat pilihan Tuhan pergi ke tempat yang sama sekali berbeda dari orang-orang tidak percaya dan beragam orang beriman. Itu adalah sebuah tempat di mana mereka ditemani oleh para malaikat dan utusan Tuhan, dan yang secara pribadi diselenggarakan oleh Tuhan. Meskipun di tempat ini umat pilihan Tuhan tidak dapat melihat Tuhan dengan mata mereka sendiri, tempat ini tidak seperti tempat-tempat lainnya di dunia roh; ini merupakan tempat di mana kelompok orang ini pergi setelah mereka meninggal. Ketika mereka meninggal, mereka juga tunduk pada penyelidikan yang ketat oleh para utusan Tuhan. Apa yang diselidiki? Para utusan Tuhan menyelidiki jalan yang ditempuh oleh orang-orang ini sepanjang hidup mereka dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, apakah selama waktu itu, mereka pernah menentang Tuhan, atau mengutuk-Nya, dan apakah mereka pernah melakukan dosa atau kejahatan yang serius. Penyelidikan ini menjawab pertanyaan apakah orang itu akan pergi atau tinggal. Apa yang dimaksud dengan "pergi"? Apa yang dimaksud dengan "tinggal"? "Pergi" menunjukkan apakah, berdasarkan perilaku mereka, mereka tetap berada di barisan umat pilihan Tuhan. "Tinggal" menunjukkan bahwa mereka dapat tetap berada di antara orang-orang yang dilengkapi oleh Tuhan selama akhir zaman. Bagi mereka yang tinggal, Tuhan memiliki pengaturan khusus. Selama masing-masing tahap pekerjaan-Nya, Tuhan akan mengirimkan orang-orang semacam itu untuk bertindak sebagai rasul atau untuk melakukan pekerjaan menghidupkan kembali gereja-gereja, atau menjaganya. Tetapi orang-orang yang mampu melakukan pekerjaan seperti itu tidak bereinkarnasi sesering orang-orang yang tidak percaya, yang terlahir kembali dari waktu ke waktu. Sebaliknya, mereka dikembalikan ke dunia sesuai dengan kebutuhan dan langkah-langkah pekerjaan Tuhan, dan bukan merupakan orang-orang yang sering bereinkarnasi. Jadi apakah ada aturan kapan mereka bereinkarnasi? Apakah mereka datang beberapa tahun sekali? Apakah mereka datang dengan frekuensi seperti itu? Tidak. Hal ini didasarkan pada pekerjaan Tuhan, pada langkah-langkah pekerjaan-Nya, dan kebutuhan-Nya, serta tidak ada aturan-aturan. Satu-satunya aturan adalah bahwa ketika Tuhan melakukan tahap terakhir dari pekerjaan-Nya selama akhir zaman, umat pilihan ini akan datang semuanya. Ketika mereka semua datang, ini akan menjadi yang terakhir kalinya mereka bereinkarnasi. Mengapa demikian? Hal ini didasarkan pada kesudahan yang akan dicapai selama tahap terakhir pekerjaan Tuhan—karena selama tahap terakhir pekerjaan ini, Tuhan akan sepenuhnya melengkapi umat pilihan ini. Apa artinya ini? Jika, selama tahap akhir ini, orang-orang ini dilengkapi dan disempurnakan, mereka tidak akan bereinkarnasi seperti sebelumnya; proses menjadi manusia akan berakhir sepenuhnya, seperti halnya proses reinkarnasi. Ini berkenaan dengan mereka yang akan tinggal. Jadi pergi ke manakah mereka yang tidak bisa tinggal? Mereka yang tidak bisa tinggal mempunyai tempat yang pantas untuk pergi. Pertama-tama, sebagai akibat dari kejahatan mereka, kesalahan-kesalahan yang telah mereka buat, dan dosa-dosa yang telah mereka lakukan, mereka pun dihukum. Setelah mereka dihukum, Tuhan akan mengatur agar mereka berada di antara orang-orang tidak percaya, atau di antara beragam orang beriman, sesuai dengan keadaan. Artinya, ada dua keadaan yang mungkin bagi mereka: Salah satunya adalah setelah dihukum, mereka mungkin hidup di antara orang-orang dari agama tertentu ketika mereka bereinkarnasi, dan yang kedua adalah mereka menjadi orang tidak percaya. Jika mereka menjadi orang tidak percaya, mereka akan kehilangan semua kesempatan. Sedangkan jika mereka menjadi orang yang beriman—jika, sebagai contohnya, mereka menjadi orang Kristen—mereka masih memiliki kesempatan untuk kembali di antara barisan umat pilihan Tuhan; ada pertalian yang sangat rumit mengenai ini. Singkatnya, jika salah satu umat pilihan Tuhan melakukan sesuatu yang menyinggung Tuhan, mereka akan dihukum sama seperti yang lainnya. Ambillah Paulus, sebagai contohnya, yang sebelumnya kita bicarakan. Paulus adalah contoh dari mereka yang dihukum. Apakah engkau semua mengerti apa yang sedang Aku bicarakan? Apakah cakupan dari umat pilihan Tuhan itu pasti? (Sebagian besar ya.) Sebagian besar pasti, tetapi sebagian kecilnya tidak. Mengapa demikian? Di sini, Aku telah merujuk pada alasan yang paling nyata: melakukan kejahatan. Ketika mereka melakukan kejahatan, Tuhan tidak menginginkan mereka, dan ketika Tuhan tidak menginginkan mereka, Dia melemparkan mereka di antara berbagai ras dan tipe manusia, membuat mereka tanpa harapan, dan membuat mereka sulit untuk kembali. Semua ini berkenaan dengan siklus kehidupan dan kematian umat pilihan Tuhan.
Selanjutnya adalah siklus kehidupan dan kematian para pelaku pelayanan. Barusan kita membahas tentang asal-usul para pelaku pelayanan itu, yaitu, mereka bereinkarnasi dari orang-orang tidak percaya dan hewan di kehidupan mereka sebelumnya. Dengan datangnya tahap terakhir pekerjaan, Tuhan telah memilih dari antara orang-orang tidak percaya sekelompok orang seperti itu, dan itu adalah sebuah kelompok yang khusus. Tujuan Tuhan dalam memilih orang-orang seperti itu adalah agar mereka melayani pekerjaan-Nya. "Pelayanan" bukanlah sebuah kata yang terdengar sangat elok, juga bukan sesuatu yang akan ditetapkan bagi siapa saja, tetapi kita harus melihat kepada siapa pelayanan itu ditujukan. Ada makna khusus dari keberadaan para pelaku pelayanan Tuhan. Tidak ada orang lain yang bisa memainkan peran mereka, karena mereka dipilih oleh Tuhan. Apa peran para pelaku pelayanan ini? Untuk melayani umat pilihan Tuhan. Yang terutama, peran mereka adalah melayani pekerjaan Tuhan, bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan, dan bekerja sama dengan dilengkapinya umat pilihan-Nya oleh Tuhan. Terlepas dari apakah mereka sedang bersusah payah, melakukan beberapa pekerjaan, atau melakukan tugas-tugas tertentu, apa tuntutan Tuhan terhadap orang-orang ini? Apakah Dia sangat keras dalam tuntutan-Nya terhadap mereka? (Tidak, Tuhan meminta mereka untuk setia.) Para pelaku pelayanan juga harus setia. Terlepas dari asal-usulmu, atau mengapa Tuhan memilihmu, engkau harus setia kepada Tuhan, kepada apa yang Tuhan amanatkan kepadamu, serta kepada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu dan tugas yang engkau laksanakan. Jika para pelaku pelayanan mampu bersikap setia, dan memuaskan Tuhan, apa yang akan menjadi akhir mereka? Mereka akan bisa tinggal. Apakah merupakan sebuah berkat untuk menjadi pelaku pelayanan yang tetap tinggal? Apa artinya tinggal? Apa artinya berkat ini? Secara status, mereka tampaknya tidak seperti umat pilihan Tuhan, mereka tampak berbeda. Namun, pada kenyataannya, tidakkah hal-hal yang mereka nikmati dalam kehidupan ini sama dengan umat pilihan Tuhan? Setidaknya, dalam kehidupan ini hal tersebut sama saja. Engkau semua tidak menyangkal hal ini, bukan? Perkataan Tuhan, kasih karunia Tuhan, penyediaan Tuhan, berkat Tuhan—siapa yang tidak menikmati hal-hal ini? Semua orang menikmati kelimpahan seperti itu. Identitas seorang pelaku pelayanan adalah pelaku pelayanan, tapi bagi Tuhan, mereka adalah salah satu dari antara segala sesuatu yang diciptakan-Nya—hanya saja peran mereka adalah sebagai pelaku pelayanan. Sebagai salah satu makhluk Tuhan, adakah perbedaan antara pelaku pelayanan dan umat pilihan Tuhan? Sebenarnya tidak ada. Pada namanya, ada perbedaan, secara substansi ada perbedaan, dalam hal peran yang mereka mainkan ada perbedaan, tetapi Tuhan tidak pandang bulu terhadap orang-orang ini. Jadi mengapa orang-orang ini ditetapkan sebagai pelaku pelayanan? Engkau semua harus memahami hal ini. Para pelaku pelayanan berasal dari orang-orang tidak percaya. Sebutan sebagai orang-orang tidak percaya memberitahu kita bahwa masa lalu mereka buruk: Mereka semua ateis, di masa lalu mereka adalah ateis, mereka tidak percaya kepada Tuhan, mereka memusuhi Tuhan, kebenaran, dan hal-hal yang positif. Mereka tidak percaya kepada Tuhan dan tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, jadi apakah mereka mampu memahami firman Tuhan? Dapat dikatakan, secara umum, mereka tidak mampu. Sama seperti hewan tidak mampu memahami perkataan manusia, para pelaku pelayanan tidak mengerti apa yang dikatakan Tuhan, apa yang dituntut-Nya, mengapa Dia membuat tuntutan seperti itu—mereka tidak mengerti, hal-hal ini tidak dapat dipahami oleh mereka, mereka tetap tidak tercerahkan. Karena alasan ini, orang-orang ini tidak memiliki kehidupan yang kita bicarakan. Tanpa kehidupan, bisakah orang memahami kebenaran? Apakah mereka diperlengkapi dengan kebenaran? Apakah mereka diperlengkapi dengan pengalaman dan pengetahuan tentang firman Tuhan? (Tidak.) Demikianlah asal-usul para pelaku pelayanan. Tetapi karena Tuhan menjadikan orang-orang ini pelaku pelayanan, masih ada standar untuk tuntutan-Nya terhadap mereka; Dia tidak memandang rendah mereka, dan Dia tidak acuh tak acuh terhadap mereka. Meskipun mereka tidak mengerti firman-Nya, dan tidak memiliki kehidupan, Tuhan masih baik kepada mereka, dan masih ada standar untuk tuntutan-Nya terhadap mereka. Engkau semua baru saja membicarakan standar-standar ini: Bersikap setia kepada Tuhan, dan melakukan apa yang dikatakan-Nya. Dalam pelayananmu, engkau harus melayani di mana diperlukan, dan harus melayani sampai akhir. Jika engkau dapat menjadi pelaku pelayanan yang setia, dapat melayani sampai benar-benar akhir, dan dapat menyelesaikan secara sempurna amanat yang diberikan Tuhan kepadamu, engkau akan menjalani kehidupan yang bernilai, sehingga engkau akan dapat tinggal. Jika engkau mengerahkan sedikit lagi upaya, jika engkau berusaha lebih keras, dapat melipatgandakan usahamu untuk mengenal Tuhan, dapat berbicara sedikit tentang pengenalan akan Tuhan, dapat memberikan kesaksian bagi Tuhan, dan terlebih lagi, jika engkau dapat memahami sesuatu tentang kehendak Tuhan, dapat bekerja sama dalam pekerjaan Tuhan, dan cukup menyadari kehendak Tuhan, maka engkau, pelaku pelayanan ini, akan memiliki perubahan dalam keberuntungan. Dan apakah perubahan keberuntungan ini? Engkau tidak lagi semata-mata bisa tinggal. Berdasarkan perilaku dan harapan serta usahamu secara pribadi, Tuhan akan menjadikanmu salah satu dari umat pilihan. Ini akan menjadi perubahan dalam keberuntunganmu. Bagi para pelaku pelayanan, apa yang terbaik tentang hal ini? Yang terbaik adalah bahwa mereka dapat menjadi salah satu umat pilihan Tuhan. Jika mereka menjadi salah satu umat pilihan Tuhan, itu berarti mereka tidak lagi bereinkarnasi sebagai hewan layaknya orang tidak percaya. Apakah itu bagus? Ya, dan itu adalah kabar baik. Artinya, para pelaku pelayanan dapat dibentuk. Bagi seorang pelaku pelayanan, ketika Tuhan menetapkan dia untuk melayani, bukan berarti dia akan melakukan hal itu untuk selamanya; belum pasti demikian. Berdasarkan perilakunya masing-masing, Tuhan akan menanganinya secara berbeda, dan membalasnya secara berbeda.
Tetapi ada para pelaku pelayanan yang tidak dapat melayani sampai akhir; selama pelayanan mereka, ada orang-orang yang menyerah di tengah jalan dan meninggalkan Tuhan, ada orang-orang yang melakukan banyak hal buruk, bahkan orang-orang yang menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan menimbulkan kehancuran yang luar biasa terhadap pekerjaan Tuhan, bahkan ada pelaku pelayanan yang mengutuk Tuhan, dan seterusnya—dan apa artinya konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki ini? Tindakan jahat apa pun yang semacam itu akan berarti dihentikannya pelayanan mereka. Karena perilakumu selama pelayananmu terlalu buruk, karena engkau telah melampaui dirimu sendiri, ketika Tuhan melihat bahwa pelayananmu tidak memenuhi standar Dia akan melucutimu dari kelayakanmu untuk melayani, Dia tidak akan membiarkanmu melayani, Dia akan menghapus engkau dari hadapan-Nya, dan dari rumah Tuhan. Bukankah engkau yang tidak ingin melayani? Bukankah engkau selalu ingin melakukan kejahatan? Bukankah engkau selalu tidak setia? Baiklah jika demikian, ada jalan keluar yang mudah: engkau akan dilucuti dari kelayakanmu untuk melayani. Bagi Tuhan, melucuti seorang pelaku pelayanan dari kelayakan mereka untuk melayani berarti bahwa akhir dari pelaku pelayanan ini telah dinyatakan, dan mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk melayani Tuhan, Tuhan tidak lagi membutuhkan pelayanan mereka, dan tidak peduli apa pun hal-hal baik yang mereka katakan, perkataan ini akan sia-sia. Ketika semuanya telah sampai pada titik ini, situasi ini sudah tidak dapat diperbaiki lagi; pelaku pelayanan seperti ini tidak akan memiliki jalan kembali. Bagaimana Tuhan menangani para pelaku pelayanan seperti ini? Apakah Dia sekadar menghentikan mereka dari melayani? Tidak. Apakah Dia sekadar mencegah mereka tetap tinggal? Ataukah Dia mengesampingkan mereka, dan menunggu mereka untuk berbalik? Tidak. Tuhan tidak begitu mengasihi para pelaku pelayanan itu, sungguh. Jika seseorang memiliki sikap seperti ini dalam pelayanan mereka kepada Tuhan, sebagai akibat dari sikap ini Tuhan akan melucuti mereka dari kelayakan mereka untuk melayani, dan akan sekali lagi melemparkan mereka kembali di antara orang-orang tidak percaya. Bagaimana nasib seorang pelaku pelayanan yang telah dilemparkan kembali di antara orang-orang tidak percaya? Nasibnya sama dengan nasib orang-orang tidak percaya: bereinkarnasi sebagai hewan dan menerima hukuman bagi orang-orang tidak percaya di dunia roh. Tuhan tidak akan menaruh perhatian secara pribadi pada hukuman mereka, karena mereka tidak lagi memiliki sangkut paut dengan pekerjaan Tuhan. Ini bukan saja merupakan akhir dari kehidupan iman mereka kepada Tuhan, tetapi juga akhir dari nasib mereka sendiri, pernyataan nasib mereka. Jadi, jika para pelaku pelayanan melayani dengan buruk, mereka harus menanggung konsekuensinya sendiri. Jika seorang pelaku pelayanan tidak mampu melayani sampai akhir, atau dilucuti dari kelayakan mereka untuk melayani di tengah jalan, mereka akan dilemparkan di antara orang-orang tidak percaya—dan jika mereka dilemparkan di antara orang-orang tidak percaya mereka akan ditangani dengan cara yang sama seperti ternak, dengan cara yang sama seperti orang yang tidak memiliki kecerdasan atau rasionalitas. Ketika Aku menjelaskannya dengan cara seperti itu, engkau mengerti, bukan?
Di atas adalah cara Tuhan menangani siklus kehidupan dan kematian umat pilihan-Nya dan para pelaku pelayanan. Bagaimana perasaanmu setelah mendengar hal ini? Sudah pernahkah Aku berbicara tentang topik yang baru saja Aku bicarakan, topik tentang umat pilihan Tuhan dan para pelaku pelayanan? Sebenarnya Aku sudah pernah, tetapi engkau semua tidak ingat. Tuhan itu adil terhadap umat pilihan-Nya dan para pelaku pelayanan. Dalam segala hal Dia adil, bukan? Dapatkah engkau menemukan kesalahan di mana pun? Adakah orang-orang yang akan mengatakan: "Mengapa Tuhan sangat toleran terhadap umat pilihan? Mengapa Dia kurang sabar terhadap para pelaku pelayanan?" Apakah ada yang ingin membela para pelaku pelayanan? "Dapatkah Tuhan memberi para pelaku pelayanan lebih banyak waktu, dan bersikap lebih sabar dan toleran terhadap mereka?" Apakah perkataan ini benar? (Tidak, tidak benar.) Mengapa perkataan ini tidak benar? (Karena kita sesungguhnya telah diperlihatkan kebaikan hati semata-mata dengan dijadikan pelaku pelayanan.) Para pelaku pelayanan sesungguhnya telah diperlihatkan kebaikan hati semata-mata dengan diperkenankan untuk melayani! Tanpa istilah "pelaku pelayanan," dan tanpa pekerjaan para pelaku pelayanan, akan berada di manakah para pelaku pelayanan ini? Di antara orang-orang tidak percaya, hidup dan meninggal bersama ternak. Betapa besarnya anugerah yang mereka nikmati saat ini, diperkenankan untuk datang ke hadapan Tuhan, dan datang ke rumah Tuhan! Ini adalah anugerah yang luar biasa! Jika Tuhan tidak memberi engkau kesempatan untuk melayani, engkau tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk datang ke hadapan Tuhan. Setidaknya, bahkan seandainya engkau adalah seorang penganut agama Buddha dan telah mencapai hasil, paling-paling engkau hanyalah seorang pesuruh di dunia roh; engkau tidak akan pernah berjumpa dengan Tuhan, atau mendengar suara-Nya, atau mendengar firman-Nya, atau merasakan kasih dan berkat-Nya bagimu, dan engkau tidak akan mungkin pernah berhadapan muka dengan-Nya. Satu-satunya perkara yang dihadapi penganut agama Buddha adalah tugas-tugas yang sederhana. Mereka tidak mungkin mengenal Tuhan, hanya tunduk dan taat tanpa berpikir, sedangkan para pelaku pelayanan mendapatkan begitu banyak selama tahap pekerjaan ini! Pertama-tama, mereka dapat berhadapan dengan Tuhan secara tatap muka, mendengar suara-Nya, mendengar firman-Nya, serta mengalami anugerah dan berkat yang diberikan-Nya kepada manusia. Lebih dari itu, mereka dapat menikmati firman dan kebenaran yang diberikan oleh Tuhan. Mereka benar-benar mendapatkan banyak hal! Jadi jika, sebagai seorang pelaku pelayanan, engkau bahkan tidak dapat berusaha dengan benar, akankah Tuhan tetap mempertahankan engkau? Dia tidak mungkin mempertahankan engkau. Dia tidak meminta banyak darimu, tetapi engkau tidak melakukan apa pun yang diminta-Nya dengan benar, engkau belum setia pada tugasmu—karena itu, tanpa diragukan lagi, Tuhan tidak mungkin mempertahankan engkau. Demikianlah watak Tuhan yang benar. Tuhan tidak memanjakan engkau, tetapi Dia juga tidak pandang bulu terhadap engkau. Demikianlah prinsip-prinsip yang digunakan Tuhan dalam bertindak. Tuhan bertindak seperti ini terhadap semua orang dan makhluk.
Dalam perkara dunia roh, jika berbagai makhluk di dalamnya melakukan sesuatu yang salah, jika mereka tidak melakukan pekerjaannya dengan benar, Tuhan juga memiliki ketetapan dan maklumat surgawi yang sesuai untuk menangani mereka—ini mutlak. Jadi selama beberapa ribu tahun pekerjaan pengelolaan Tuhan, beberapa petugas pengadilan yang melakukan kesalahan telah dimusnahkan, beberapa, saat ini, masih ditahan dan dihukum. Inilah yang harus dihadapi oleh setiap makhluk di dunia roh. Jika mereka berbuat salah atau melakukan kejahatan, mereka dihukum—sama dengan pendekatan Tuhan kepada umat pilihan-Nya dan para pelaku pelayanan. Jadi, baik di dunia roh atau pun dunia fisik, prinsip-prinsip yang digunakan Tuhan dalam bertindak tidak berubah. Terlepas dari apakah engkau dapat melihat tindakan Tuhan atau tidak, prinsip-prinsipnya tidak berubah. Sepanjang zaman, Tuhan telah memiliki prinsip yang sama dalam pendekatan-Nya terhadap segala sesuatu dan dalam penanganan-Nya atas segala sesuatu. Ini tidak dapat diubah. Tuhan akan bersikap baik terhadap orang-orang tidak percaya yang hidup dengan cukup baik, dan akan memberikan kesempatan bagi orang-orang di setiap agama yang berperilaku baik dan tidak melakukan kejahatan, memperkenankan mereka untuk memainkan peran mereka dalam segala sesuatu yang dikelola oleh Tuhan, dan melakukan apa yang mereka harus lakukan. Demikian pula, di antara mereka yang mengikuti Tuhan, di antara umat pilihan-Nya, Tuhan tidak pandang bulu terhadap siapa pun menurut prinsip-prinsip-Nya. Dia baik terhadap semua orang yang mampu dengan tulus mengikuti Dia, dan mengasihi semua orang yang dengan tulus mengikuti Dia. Hanya saja untuk beberapa tipe manusia ini—orang-orang tidak percaya, beragam orang beriman, dan umat pilihan Tuhan—apa yang dianugerahkan-Nya kepada mereka berbeda. Ambillah contoh orang-orang tidak percaya: Meskipun mereka tidak percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memandang mereka sebagai ternak, di antara segala sesuatu masing-masing dari mereka memiliki makanan untuk dimakan, tempat mereka sendiri, dan siklus kehidupan dan kematian yang normal. Mereka yang melakukan kejahatan dihukum, dan mereka yang berbuat baik diberkati dan menerima kebaikan Tuhan. Bukankah demikian adanya? Bagi orang-orang beriman, jika mereka dapat secara teguh menaati ajaran agama setiap kali dilahirkan kembali, maka setelah semua kelahiran kembali ini Tuhan pada akhirnya akan membuat pernyataan-Nya kepada mereka. Demikian pula, bagi engkau saat ini, apakah engkau adalah salah satu umat pilihan Tuhan atau seorang pelaku pelayanan, Tuhan juga akan membawa engkau ke dalam barisan ini dan menentukan akhirmu sesuai dengan peraturan dan ketetapan administratif yang telah diatur-Nya. Di antara beberapa tipe orang ini—berbagai tipe orang beriman, yang termasuk dalam berbagai agama—sudahkah Tuhan memberi mereka ruang hidup? Di manakah Yudaisme? Apakah Tuhan telah ikut campur dalam kepercayaan mereka? Tidak, bukan? Bagaimana dengan Kekristenan? Dia juga tidak ikut campur. Dia memperkenankan mereka untuk menaati prosedur mereka sendiri, tidak berbicara kepada mereka, atau memberi mereka pencerahan, terlebih lagi, tidak mengungkapkan apa pun kepada mereka: "Jika engkau pikir itu benar, percayalah dengan cara itu." Umat Katolik percaya kepada Maria, dan bahwa melalui Marialah kabar-kabar disampaikan kepada Yesus; seperti itulah bentuk kepercayaan mereka. Apakah Tuhan pernah mengoreksi iman mereka? Tuhan memberi mereka kebebasan, Dia tidak menghiraukan mereka, dan Dia memberi mereka ruang tertentu untuk hidup. Terhadap umat Muslim dan Buddha, apakah Dia juga seperti itu? Dia telah menetapkan batas-batas bagi mereka, dan memperkenankan mereka untuk memiliki ruang hidup mereka sendiri, tanpa campur tangan dalam agama mereka masing-masing. Semuanya tertata dengan baik. Apa yang engkau lihat dalam semua ini? Bahwa Tuhan memiliki otoritas, tetapi Dia tidak menyalahgunakan otoritas-Nya. Tuhan mengatur segala sesuatu dengan tatanan yang sempurna dan sistematis, di sinilah letak hikmat dan kemahakuasaan-Nya.
Hari ini kita membicarakan sebuah topik baru dan khusus, menyangkut perkara-perkara dunia roh, yang merupakan salah satu aspek dari penyelenggaraan dan kekuasaan Tuhan atas dunia roh. Ketika engkau semua tidak memahami perkara-perkara ini, engkau semua mungkin berkata: "Segala perkara yang berkaitan dengan hal ini adalah misteri, dan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk kita ke dalam hidup; perkara-perkara ini terpisah dari bagaimana manusia sesungguhnya hidup, dan kita tidak perlu memahaminya, juga kita tidak ingin mendengarnya. Semua itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan mengenal Tuhan." Sekarang, apakah menurut engkau semua ada masalah dengan pemikiran semacam itu? Apakah itu benar? (Tidak.) Pemikiran semacam itu tidak benar, dan memiliki masalah yang serius. Hal itu karena, jika engkau ingin memahami bagaimana Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, engkau tidak dapat semata-mata dan hanya memahami apa yang dapat engkau lihat dan apa yang bisa dicapai oleh pemikiranmu. Engkau juga harus memiliki sedikit pemahaman tentang dunia lain yang tidak terlihat olehmu, tetapi terkait erat dengan dunia yang dapat kaulihat ini. Hal ini menyangkut kedaulatan Tuhan, hal ini menyangkut topik "Tuhan adalah sumber kehidupan bagi segala sesuatu"; ini adalah informasi tentang hal tersebut. Tanpa informasi ini, akan ada kelemahan dan kekurangan dalam pengetahuan manusia tentang bagaimana Tuhan adalah sumber kehidupan atas segala sesuatu. Dengan demikian, apa yang telah kita bicarakan hari ini dapat dikatakan telah menyudahi apa yang kita bicarakan sebelumnya, serta isi dari "Tuhan adalah sumber kehidupan bagi segala sesuatu." Setelah memahami hal ini, apakah sekarang engkau semua dapat mengenal Tuhan melalui isi pembahasan ini? Yang lebih penting adalah hari ini, Aku telah menyampaikan kepadamu semua informasi yang sangat penting tentang para pelaku pelayanan. Aku tahu bahwa engkau semua sangat suka mendengar tentang topik seperti ini, bahwa engkau semua benar-benar peduli tentang perkara-perkara ini, jadi apakah engkau semua merasa puas dengan apa yang Aku bicarakan hari ini? (Ya, kami puas.) Engkau semua mungkin tidak memiliki gagasan yang kuat tentang perkara-perkara lain, tetapi engkau memiliki kesan yang sangat kuat mengenai ucapan-ucapan tentang para pelaku pelayanan, karena topik ini menyentuh jiwamu masing-masing.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Konten Terkait
Firman Tuhan | "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" (Bagian Satu)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English...