Cara Mengejar Kebenaran (5) Bagian Satu

Lampiran: Cara Menyikapi Rumor

Apakah baru-baru ini beberapa orang telah mendengar beberapa rumor negatif? (Ya.) Apa reaksimu ketika mendengar rumor-rumor ini? Apakah engkau merasa takut? Apakah engkau penasaran? Apakah engkau semua ingin tahu mengenai apakah rumor-rumor tersebut? (Kami tidak ingin tahu, karena kami sudah tahu bahwa si naga merah yang sangat besar sering mengarang rumor tanpa dasar. Apa pun yang mereka katakan, itu tidak benar. Oleh karena itu, kami tidak tertarik dengan rincian dari rumor-rumor ini dan tidak ingin berusaha memahami perkataan setan yang mereka ucapkan.) Si naga merah yang sangat besar mengarang segala macam rumor untuk menyesatkan dan merusak orang, dan setelah mendengarkan rumor-rumor tersebut, banyak orang disesatkan. Ada orang-orang yang menjadi takut dan tidak berani menerima jalan yang benar; ada juga yang telah menerimanya menjadi ragu dan tidak mau lagi percaya kepada Tuhan. Sebelum mendengar rumor dari si naga merah yang sangat besar, orang-orang ini tampaknya memiliki iman kepada Tuhan tanpa keraguan dan bersedia mengikuti Tuhan serta melaksanakan tugas mereka. Namun, setelah mendengar rumor-rumor itu, mereka segera mengembangkan keraguan dan tidak lagi punya keinginan untuk mengikut Tuhan dan melaksanakan tugas mereka. Khususnya, ada beberapa dari mereka yang ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar, yang di bawah paksaan siksaan kejamnya, menyerah dan menyangkal nama Tuhan, dan ada yang menandatangani "Tiga Pernyataan" dan bahkan dipaksa untuk menista Tuhan. Ada cukup banyak orang semacam itu. Engkau semua telah mendengar banyak rumor dan propaganda negatif serta juga telah melihat bahwa setelah si naga merah yang sangat besar menangkap orang-orang yang percaya kepada Tuhan, mereka mencuci otak orang-orang itu—memang, ada cukup banyak orang yang telah disesatkan. Selain itu, mereka juga menggunakan orang-orang yang mengkhianati Tuhan untuk melakukan pelayanan bagi mereka, menyuruh orang-orang itu mengawasi gereja, menguntit dan membuntuti orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Untuk membasmi kepercayaan beragama dan menyingkirkan gereja Tuhan, si naga merah yang sangat besar memperlakukan penindasan dan penangkapan umat pilihan Tuhan sebagai pekerjaan nasional yang penting, sebagai misi politik, dan melaksanakannya dengan sangat menyeluruh dan penuh daya upaya. Ini menyebabkan banyak orang yang percaya kepada Tuhan merasa takut, sehingga tidak berani percaya kepada Tuhan dan tidak berani melaksanakan tugas mereka. Terutama setelah mendengar rumor yang dikarang oleh si naga merah yang sangat besar, banyak orang disesatkan. Mengenai rumor-rumor ini, rumah Tuhan telah lama merangkum dan mengidentifikasi semua itu, jadi tidak perlu membahasnya di sini. Jika engkau benar-benar ditangkap, dan si naga merah yang sangat besar menggunakan rumor-rumor ini untuk mencoba mencuci otakmu, memaksamu untuk mengambil sikap, dan memaksamu untuk menandatangani "Tiga Pernyataan", apa yang harus kaulakukan? Sekarang engkau semua tahu bahwa rumor yang dikarang oleh si naga merah yang sangat besar semuanya tidak benar, menyesatkan, dan menipu. Meskipun sikapmu adalah tidak mendengarkan, tidak melihat, dan tidak memercayainya, jika rumor-rumor ini ditempatkan di hadapanmu, menyebabkanmu mendengarkannya, melihatnya, dan bahkan menganggapnya sebagai fakta, apakah engkau akan goyah? Apa yang akan kaupikirkan dalam hatimu? Akankah engkau ingin tahu yang sebenarnya tentang fakta tersebut? Akankah engkau ingin memastikan tentang fakta tersebut? Mengenai si naga merah yang sangat besar yang mengarang rumor untuk menyesatkan dan mengintimidasi orang, atau menggunakan rumor dan ateisme untuk mencuci otak orang serta melakukan pekerjaan ideologis, perlukah kita mempersekutukan kebenaran kepada orang-orang agar mereka terlindungi dari semua ini? Apakah ini merupakan bagian pekerjaan yang perlu dilakukan? Ada orang-orang yang berkata, "Si naga merah yang sangat besar telah mengarang rumor tentang kita selama bertahun-tahun, terutama rumor tentang Kristus, tentang orang yang dipakai oleh Roh Kudus, serta tentang gereja dan pekerjaan gereja. Kita tidak pernah mengklarifikasi hal itu, tidak pernah maju untuk menyatakan dengan jelas sikap atau sudut pandang kita, tidak pernah mengajukan pembelaan apa pun—apakah ini pantas?" Dari saat mulai percaya kepada Tuhan hingga sekarang, ada orang-orang yang tidak pernah mampu membedakan dengan jelas berbagai rumor dari si naga merah yang sangat besar dan dunia keagamaan. Di dalam hatinya, mereka selalu memiliki tanda tanya mengenai hal-hal ini. Tanda tanya ini bukan berarti mereka sepenuhnya tidak percaya, atau sepenuhnya percaya; sebaliknya, itu berarti mereka memiliki pendirian yang netral dalam memandang hal-hal ini, berpikir bahwa semua hal ini mungkin rumor yang dikarang oleh si naga merah yang sangat besar, atau mungkin merupakan kenyataan. Apakah "mungkin" ini mencerminkan perspektif yang mencari kebenaran? (Tidak.) Ini adalah perspektif yang meyakini bahwa rumor-rumor itu perlu diverifikasi dan dikonfirmasi, atau perspektif yang menunggu dan mengamati, menunggu orang-orang yang terinformasi untuk mengungkapkan situasi yang sebenarnya. Katakan kepada-Ku, menurutmu apa akibatnya jika orang memiliki salah satu dari dua perspektif ini? Apakah orang-orang tersebut berada dalam bahaya? Manakah dari kedua perspektif ini yang memungkinkan orang untuk tetap teguh? (Kedua perspektif ini tidak dapat memungkinkan orang untuk tetap teguh. Jika orang memiliki pemikiran "mungkin" seperti ini, itu memperlihatkan bahwa mereka masih belum yakin tentang jalan yang benar dan masih memiliki unsur skeptisisme dalam diri mereka. Dalam hal ini, rumor menjadi pencobaan besar bagi mereka. Jika orang tidak dapat yakin tentang jalan yang benar, tidak mampu percaya pada kebenaran, dan tidak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang esensi si naga merah yang sangat besar, mereka sebenarnya berada dalam bahaya besar.) Orang-orang ini, hingga hari ini, masih belum yakin tentang jalan yang benar. Apa esensi mereka? (Pada esensinya, mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya.) Mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya. Apakah ada banyak orang yang memiliki salah satu dari kedua perspektif ini? Tentu saja, ada cukup banyak. Ketika orang-orang ini mendengar rumor, di dalam hatinya, mereka mengembangkan keraguan tentang Tuhan dan ingin mengetahui yang sebenarnya tentang rumor tersebut, untuk mengetahui apakah rumor tersebut benar atau salah. Namun, karena mereka tidak tahu bagaimana mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah ini, pada akhirnya, mereka membiarkannya begitu saja tanpa diselesaikan. Sebenarnya, masalah ini masih ada dalam hati mereka, dan tidak terselesaikan. Ketika engkau semua mendengar rumor-rumor ini, apakah engkau mencari kebenaran? Apakah engkau mencari kebenaran untuk menelaah dan membedakan rumor-rumor tersebut, atau apakah engkau memeriksa rumor-rumor tersebut satu per satu untuk membedakan dan melihat apakah rumor-rumor tersebut benar atau salah? Setelah engkau semua mendengar rumor-rumor itu, engkau hanya berpikir dalam hatimu bahwa itu tidak benar, bahwa itu hanyalah rumor yang dikarang dan kampanye kotor yang dilakukan oleh si naga merah yang sangat besar, tetapi engkau tidak membantahnya berdasarkan kebenaran dan fakta, serta sebenarnya engkau masih memiliki beberapa keraguan dalam hatimu dan hanya menggunakan pernyataan doktrinal ini untuk membereskan keraguanmu. Dapatkah berpikir seperti ini memungkinkanmu untuk tetap teguh? Seperti inikah mencari kebenaran itu? Apakah ini memperlihatkan bahwa engkau memahami kebenaran dan telah memperoleh kebenaran? Apakah masalahnya telah diselesaikan sampai ke akarnya? (Tidak.) Jadi, apakah engkau semua ingin menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah ini, agar engkau semua dapat membedakan rumor-rumor ini, tidak disesatkan, tidak memiliki pertanyaan apa pun dalam hatimu, dan sepenuhnya menyingkirkan keraguan, kecurigaan, dan kewaspadaanmu terhadap-Ku? Beberapa orang berpikir, "Sejak saat kami mulai percaya kepada Tuhan hingga sekarang, kami telah mendengarkan khotbah-khotbah-Mu dan menerima penyiraman serta penggembalaan-Mu, dan kami telah memperoleh beberapa hasil dan kemajuan. Namun, kami belum benar-benar hidup bersama-Mu atau memiliki kontak yang nyata dengan-Mu sebagai seorang pribadi. Jadi, kami sama sekali tidak tahu dan tidak memahami orang seperti apa diri-Mu, seperti apa kepribadian dan karakter-Mu, serta seperti apa kehidupan yang Kaujalani." Ini berarti, mengenai berbagai perwujudan dan pengungkapan kemanusiaan dari daging-Ku ini, serta kehidupan-Ku, sikap, dan perwujudan spesifik-Ku dalam berurusan dengan orang dan hal-hal, orang-orang selalu mempertanyakan hal-hal ini dan menyimpan keraguan terhadapnya. Di satu sisi, orang menyimpan keraguan ini karena mereka sendiri tidak 100% yakin tentang inkarnasi Tuhan, dan di sisi lain, itu bermula dari orang-orang terpengaruh rumor dari dunia keagamaan atau dari si naga merah yang sangat besar karena pemahaman mereka tentang kebenaran terlalu dangkal. Dengan demikian, engkau semua memiliki banyak spekulasi tentang Aku. Tentu saja, isi dari spekulasi ini pasti tidak positif atau tidak semestinya; itu pasti mengandung beberapa unsur yang gelap dan negatif. Menyimpan spekulasi ini—apakah ini hal yang baik atau hal yang buruk bagimu? Apakah ini suatu beban, belenggu, atau dorongan? Bagaimana menurutmu? (Jika di dalam hatinya, orang memiliki spekulasi negatif seperti ini, itu bukanlah hal yang baik melainkan suatu beban. Itu akan menyebabkan orang bersikap waspada terhadap Tuhan; itu sama sekali tidak akan membantu dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan.) Apa dampak dari hal-hal negatif ini terhadapmu? Apa konsekuensi yang akan ditimbulkannya? Di lingkungan tertentu, apakah hal-hal ini berbahaya bagimu? (Ya.) Karena hal-hal ini merupakan beban dan bukan hal yang baik bagimu, haruskah engkau menggunakan kebenaran untuk membereskannya? Atau haruskah engkau mengesampingkannya, tidak memedulikannya, dan tidak memikirkannya, menunggu sampai masalah tertentu benar-benar muncul, barulah mengatasinya? Bagaimana sikapmu? (Ketika aku mendengar rumor, aku memang mengesampingkannya dan tidak memedulikannya. Namun baru saja, melalui persekutuan dari Tuhan, aku menyadari bahwa ketika masalah ini muncul, itu harus diselesaikan dengan kebenaran. Jika tidak, orang tidak dapat melepaskan beban ini di dalam hati mereka, dan dalam situasi tertentu, hal itu dapat mengakibatkan konsekuensi yang buruk, mereka bahkan akan merasa skeptis tentang Tuhan dan menyangkal Tuhan, dan ini sangatlah berbahaya.) Meskipun engkau secara terbuka menyatakan bahwa ini adalah rumor, jika engkau tidak pernah benar-benar mengenali rumor-rumor ini atau memiliki sikap yang benar terhadapnya, dan selalu menyimpan hal-hal negatif ini di dalam hatimu, engkau akan sering dikekang olehnya. Rumor-rumor ini akan menjadi bom waktu bagimu, siap meledak kapan saja dan di mana saja. Konsekuensinya pasti tak terbayangkan, dan engkau akan hancur lebur. Bukankah mereka yang menandatangani "Tiga Pernyataan" adalah mereka yang telah meledakkan bom dan menghancurleburkan diri mereka sendiri? Setelah mereka menandatangani "Tiga Pernyataan", si naga merah yang sangat besar itu masih belum melepaskan mereka. Mereka menuntut bahwa orang-orang harus mengatakan beberapa hal yang menista Tuhan, dan baru setelah itulah, masalahnya dapat dianggap selesai. Meskipun di dalam hatinya, mereka enggan, mereka merasa tak punya pilihan, dan menyerah kepada Iblis untuk menghindari hukuman penjara. Setelah menista Tuhan, mereka merasa harapan mereka untuk menerima berkat telah hilang, bahwa hidup mereka benar-benar sudah tamat. Mereka tak perlu lagi memikirkan apakah rumor-rumor itu benar atau salah, dan kecemasan, kekhawatiran, kurangnya keyakinan, serta ketakutan yang telah mereka tanggung selama bertahun-tahun percaya kepada Tuhan pun lenyap sepenuhnya. Pada saat yang sama, harapan mereka untuk diselamatkan pun hancur. Katakan kepada-Ku, sekalipun orang-orang merasa skeptis tentang Tuhan yang berinkarnasi atau tentang aliran ini, bolehkah mereka menista Tuhan? (Tidak.) Ketika si naga merah yang sangat besar menyuruhmu untuk menista Tuhan, mengapa engkau menaatinya? Siapa pun itu, sekalipun orang menyangkal jalan yang benar, menyangkal aliran ini, mereka tetap tidak boleh menista Tuhan. Orang macam apakah mereka yang menista Tuhan? (Orang yang mampu menista Tuhan adalah mereka yang memiliki kemanusiaan yang jahat dan juga mereka yang memiliki kebencian khusus terhadap kebenaran dan yang tunduk pada pengaruh Iblis.) Katakan kepada-Ku, jika di dalam hatinya, orang benar-benar percaya bahwa Tuhan itu ada, percaya bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta, bahwa umat manusia diciptakan oleh Tuhan, bahwa kehidupan manusia dianugerahkan oleh Tuhan, dan bahwa Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, akankah mereka menista Tuhan? (Tidak.) Mereka tidak akan pernah melakukannya. Seperti apa pun situasinya, mereka tidak akan menista Tuhan. Sekalipun mereka merasa skeptis tentang nama Tuhan Yang Mahakuasa atau tentang aliran ini yang merupakan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, mereka sama sekali tidak akan pernah menista Tuhan. Jadi, orang yang mampu menista Tuhan, mereka tidak hanya menyangkal aliran ini dan menyangkal Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi, tetapi mereka juga menyangkal pekerjaan Tuhan dan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan. Lalu, termasuk golongan apakah orang-orang semacam ini? (Mereka adalah para setan; mereka adalah orang-orang yang di dalam hatinya menyangkal Tuhan.) Orang-orang semacam ini adalah bagian dari gerombolan Iblis dan para setan; mereka bukanlah umat pilihan Tuhan, bukan domba Tuhan—mereka bukan manusia. Ada orang-orang yang, setelah ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar, karena tidak memahami kebenaran dan tidak memiliki kemampuan untuk membedakan, mereka menjadi ragu ketika mendengar rumor. Mereka mengembangkan keraguan tentang Tuhan yang berinkarnasi, dan di bawah ancaman, bujukan, dan paksaan dari penyiksaan yang kejam, mereka menyangkal nama Tuhan, menyangkal aliran yang adalah pekerjaan Roh Kudus ini, dan menyangkal gereja. Ini saja sudah merupakan pengkhianatan terhadap Tuhan. Namun, ada orang-orang yang bahkan mampu menista Tuhan—ini berarti sama sekali tidak memiliki hati nurani dan nalar, ini tak termaafkan, dan ini berarti melakukan dosa yang tak terampuni. Ketika engkau menista manusia, atau menyerang, menghakimi, atau mencemarkan nama baik mereka, secara hukum hal ini paling-paling hanya didefinisikan sebagai pencemaran nama baik atau, dalam kasus yang paling parah, sebagai serangan pribadi. Ini tidak terlalu serius dan tidak mengakibatkan kematian. Namun, ketika seseorang mampu menista Tuhan, natur dari masalahnya berubah. Itu bukan lagi sekadar menista Tuhan—itu adalah penghujatan terhadap Tuhan! Apa arti menghujat? Itu berarti menyerang, mencemarkan nama baik, menista, atau memfitnah hal-hal yang positif, kebenaran, atau Tuhan secara langsung—semua ini merupakan penghujatan. Tuhan itu kudus, Tuhan itu mahatinggi, Tuhan berdaulat atas seluruh umat manusia, Tuhan adalah Pribadi yang menyediakan kehidupan bagi umat manusia, dan Tuhan adalah sumber kehidupan manusia. Esensi, identitas, dan status Tuhan adalah mahatinggi. Tuhan itu sempurna, baik, dan kudus, Dia tanpa kesalahan dan tak bercela. Justru karena Tuhan itu kudus, sempurna, dan mahatinggi, dan karena Tuhan adalah sumber yang menyediakan kehidupan bagi umat manusia, segala fitnah, serangan, atau nistaan yang ditujukan kepada Tuhan oleh manusia ciptaan merupakan penghujatan. Sekarang, engkau seharusnya mengerti apa arti "penghujatan", bukan? (Setiap serangan, nistaan, atau fitnah yang ditujukan kepada Tuhan merupakan penghujatan.) Jika kata "penghujatan" dijelaskan, itu artinya fitnah, penghakiman, atau kutukan terhadap hal-hal yang positif, dan khususnya fitnah, penghakiman, atau kutukan terhadap kebenaran atau Tuhan. Inilah yang disebut penghujatan. Oleh karena itu, kata "penghujatan" hanya dapat digunakan untuk menggambarkan fitnah, nistaan, serangan, atau penghakiman manusia terhadap Tuhan—ini relatif tepat. Ketika orang menghakimi, menista, menyerang, atau mengutuk orang lain, jika itu tidak sesuai dengan kenyataan, paling-paling itu adalah pencemaran nama baik. Jika itu sesuai dengan kenyataan, maka itu bukanlah pencemaran nama baik. Namun, penghakiman dan kutukan manusia terhadap Tuhan adalah pemutarbalikan fakta dan mengubah kebenaran menjadi kebohongan—ini merupakan penghujatan. Apa natur dari orang yang berani mengutuk Tuhan? Apakah Tuhan berdosa? (Tidak.) Tuhan itu kudus, Tuhan itu tanpa dosa, jadi segala fitnah, serangan, penghakiman, atau penistaan yang ditujukan kepada Tuhan disebut penghujatan. Mereka yang menista Tuhan berpikir, "Asalkan aku mengatakan beberapa hal yang menista tuhan, aku bisa dibebaskan dan terhindar dari bahaya. Mengingat situasinya, tuhan tidak akan mengingat hal ini." Dari perspektif manusia, itu hanyalah beberapa penistaan, yang tampaknya bukan masalah besar. Namun, bagaimana Tuhan memandang hal ini? Bahwa engkau mampu menista Tuhan, itu memperlihatkan bahwa di dalam hatimu, engkau telah menyangkal Tuhan. Hanya karena di dalam hatimu, engkau menyimpan kebencian terhadap Tuhan, maka engkau mampu menista-Nya. Baik engkau secara proaktif menista Tuhan maupun dipaksa oleh orang lain untuk menista-Nya, itu adalah perwujudan menyangkal Tuhan dan membenci Tuhan. Oleh karena itu, perilaku dan tindakan semacam ini sepenuhnya merupakan penghujatan.

Ada orang-orang yang tidak pernah bisa melepaskan berbagai rumor, selalu berpikir bahwa rumor-rumor tersebut mungkin benar. Mereka selalu ingin memastikan apakah rumor yang disebarkan oleh si naga merah yang sangat besar yang merupakan partai penguasa, dunia keagamaan, dan orang-orang tidak percaya—terutama rumor dan pernyataan yang diposting di internet—benar atau tidak. Jika Tuhan tidak pernah menyatakan pendirian-Nya atau rumah-Nya tidak memberikan klarifikasi apa pun, mereka akan sepenuhnya percaya bahwa rumor-rumor ini benar, dan akan menyangkal Tuhan dan mengkhianati Tuhan—apa masalahnya di sini? Sebenarnya, atas dasar apa mereka percaya kepada Tuhan? Jika kepercayaan mereka didasarkan pada benar tidaknya rumor-rumor tersebut, itu adalah kesalahan besar. Sebenarnya, banyak rumor telah ditelaah dan dibantah dengan sangat jelas dalam khotbah, persekutuan, dan film dari rumah Tuhan; tidak perlu bagi-Ku untuk menjelaskannya secara terperinci di sini. Jadi, rumor macam apa yang masih ingin engkau semua pastikan? Mari kita bahas topik ini secara terbuka hari ini. Jika engkau semua ingin memastikan tentang rumor, Aku akan memberi tahu engkau semua penjelasan-Ku tentang hal itu, agar beberapa orang tidak akan terus berpikir, "Apakah Engkau menyembunyikan sesuatu dari kami yang Engkau tidak ingin kami ketahui? Kami selalu merasa tidak dapat sepenuhnya memahami-Mu. Meskipun kami telah mengikuti-Mu dan mendengar begitu banyak kebenaran, di dalam hati, kami masih merasa belum yakin apakah rumor itu benar atau salah, jadi kami selalu memiliki ide dan pemikiran untuk memastikannya." Jika engkau semua ingin memastikannya, katakan dengan berani. Mari kita bahas hal ini secara terbuka. Aku akan memberi tahu engkau semua penjelasan-Ku tentang hal itu—tidak ada yang disembunyikan. Apakah ada yang ingin memastikan hal itu? (Tidak.) Apakah alasanmu tidak ingin memastikannya dibangun di atas landasan bahwa engkau tidak memercayai rumor dari si naga merah yang sangat besar, atau karena engkau bersikap, "Aku tak mau merepotkan diri dengan hal ini—aku akan membiarkannya begitu saja"? Atau apakah karena engkau takut bahwa setelah memastikan rumor-rumor tersebut, engkau akan kecewa dan tidak mampu menghadapi hasilnya, dan engkau tidak tahu apakah engkau mampu untuk tetap teguh, dan engkau tidak ingin menghadapi konsekuensi seperti itu? Apa pun isi dari rumor-rumor ini, entah engkau semua ingin memastikan tentangnya atau tidak, entah engkau ingin mendengar penjelasan-Ku tentang rumor-rumor ini atau komentar-Ku tentangnya atau tidak, dan apa pun sikapmu, Aku hanya punya satu sikap: Jika engkau semua memahami kebenaran, engkau akan secara alami mampu membedakan rumor-rumor ini; jika engkau semua tidak memahami kebenaran dan tidak mencari kebenaran, Aku tidak akan berkomentar. Ini karena Aku telah mengucapkan begitu banyak firman yang mengungkapkan kebenaran; Aku tidak perlu menjelaskan rumor-rumor ini kepadamu—ini bukanlah pekerjaan yang harus Kulakukan. Apakah engkau semua masih tak mampu membedakan rumor-rumor itu bahkan setelah mendengarkan begitu banyak khotbah? Jika engkau tidak mampu, itu berarti engkau tidak memahami kebenaran. Sebanyak apa pun yang dikatakan kepada orang yang tidak memahami kebenaran, itu sia-sia—itu seperti berbicara kepada orang tidak percaya; sebanyak apa pun yang kaukatakan, mereka tidak akan mengerti. Oleh karena itu, Aku tidak akan berkomentar terkait rumor apa pun! Aku tidak ingin menjelaskan apa pun, Aku juga tidak ingin mengatakan apa pun, dan Aku juga tidak ingin membenarkan atau membela apa pun. Apa pun yang dikatakan di dunia luar, Aku tidak akan berkomentar! Apakah engkau telah mendengarnya dengan jelas? (Ya.) "Tidak akan berkomentar"—ini adalah semacam sikap. Selain itu, apa yang ingin Kukatakan kepada engkau semua tentang hal ini? Yaitu bahwa kapan pun itu, identitas dan esensi Tuhan tidak akan berubah, status Tuhan tidak akan berubah, watak Tuhan tidak akan berubah, otoritas dan kuasa Tuhan tidak akan berubah, fakta bahwa Tuhan berdaulat atas umat manusia dan menyediakan kehidupan bagi mereka tidak akan berubah, fakta inkarnasi Tuhan tidak akan berubah, dan fakta bahwa Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan hidup tidak akan pernah berubah. Apakah perkataan ini cukup untuk menyelesaikan keraguanmu? (Ya.) Hanya ini yang ingin Kukatakan kepadamu tentang masalah ini. Jika engkau semua mengerti, terimalah. Jika engkau semua tidak mengerti, luangkanlah waktu untuk merenungkannya. Jika masih ada keraguan dalam hatimu dan perkataan ini tidak dapat menyelesaikan keraguanmu, maka tidak ada lagi yang bisa Kulakukan. Biarkan saja semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Hanya ini yang bisa Kukatakan dan Kulakukan untukmu. Apakah pendekatan ini tepat? (Ya.) Dapatkah firman ini memiliki efek tertentu dalam diri orang? Ketika menghadapi berbagai masalah yang rumit, jika keretakan muncul dalam hubungan antara dirimu dan Tuhan, atau jika engkau mengembangkan keraguan yang serius tentang Tuhan, dan firman ini tidak dapat menyelesaikan masalah yang sedang kauhadapi, berarti engkau adalah pengikut yang bukan orang percaya. Hal yang engkau terima bukanlah kebenaran, melainkan kebohongan Iblis dan semua perkataan setan yang Iblis ucapkan. Sama seperti Adam dan Hawa pada mulanya—Tuhan berfirman, "Kalian boleh makan dari semua pohon di taman ini, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, kau tidak boleh memakannya, karena pada hari kau memakannya, kalian pasti akan mati." Di dalam hatinya, mereka menyimpan firman Tuhan ini setelah mendengarkannya. Namun, ketika Iblis berkata kepada mereka, "Tuhan berfirman kau tidak boleh makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat—ini belum tentu benar. Jika kalian memakannya, kalian belum tentu mati," Adam dan Hawa langsung menjadi ragu. Mereka meninggalkan firman Tuhan dan memercayai perkataan ular itu. Mereka curiga bahwa apa yang Tuhan firmankan itu adalah kebohongan. Karena apa yang ular katakan, mereka tidak lagi percaya kepada Tuhan atau tidak lagi menaati Tuhan, tetapi sepenuhnya mengikuti kebohongan ular itu. Jelas terlihat apa konsekuensi akhir dari hal ini. Sembari memercayai dan menerima apa yang ular katakan kepada mereka, mereka juga menyangkal apa yang telah Tuhan firmankan, berpikir bahwa apa yang Tuhan firmankan adalah kebohongan. Mereka tidak lagi percaya bahwa firman Tuhan itu benar, dan mereka tidak lagi percaya pada identitas dan esensi Tuhan. Sebaliknya, mereka merasa skeptis tentang Tuhan, curiga bahwa Dia memiliki motif tersembunyi terhadap mereka dan menipu mereka dengan kebohongan. Sebaliknya, mereka percaya bahwa apa yang ular katakan benar dan bahwa ular itu berbicara demi kebaikan mereka. Konsekuensi akhirnya, mereka tergoda oleh ular itu dan dirusak oleh Iblis. Mereka menyimpang dari pemeliharaan Tuhan, kehilangan perlindungan Tuhan, dan menempuh jalan di mana mereka tidak dapat berbalik kembali.

Apakah bagi engkau semua, masalah rumor ini telah terselesaikan? Jika belum terselesaikan, silakan merenungkannya sendiri secara perlahan. Mengenai cara memperlakukan rumor, Aku sudah banyak mempersekutukannya. Jika masih ada orang yang tak mampu mengetahui yang sebenarnya tentang berbagai rumor dan tidak dapat membedakannya, bersekutulah tentang hal ini dan selesaikan sendiri masalah ini. Meskipun hal ini tidak terhitung sebagai masalah besar, dalam kehidupan orang sehari-hari, ini adalah sesuatu yang sering kali dapat mengganggu pikiran mereka dan mengganggu kehidupan mereka. Meskipun beberapa rumor tidak sampai langsung merenggut nyawamu, rumor-rumor itu juga merupakan semacam gangguan bagimu, bagaikan lalat pengganggu yang tidak menggigit orang tetapi membuat mereka merasa jijik—itu muncul dari waktu ke waktu untuk mengganggumu. Terutama ketika engkau sedang lemah, ketika engkau menghadapi kegagalan atau kemunduran, atau ketika engkau negatif, rumor dan perkataan setan ini akan muncul untuk mengganggumu, menyiksamu di dalam hatimu, menghambatmu, membuatmu tenggelam sedikit demi sedikit. Dengan cara inilah beberapa orang telah mundur dan tidak lagi percaya. Engkau lihat, orang-orang yang dikirim ke kelompok B atau ke gereja-gereja biasa berada dalam bahaya besar—tetapi bukankah orang-orang yang melaksanakan tugas penuh waktu berada dalam bahaya? Beberapa dari mereka juga berada dalam bahaya besar. Kelompok yang mana di antara mereka? Kelompok orang yang terus-menerus gagal memahami kebenaran. Sebanyak apa pun firman Tuhan yang telah mereka dengar, mereka tidak memahaminya. Di dalam hatinya, mereka selalu ragu: "Mengapa aku tidak mampu memahami yang mana dari firman Tuhan yang adalah kebenaran? Semua orang berkata bahwa kebenaran adalah jalan, hidup—mengapa aku tidak merasa bahwa itu adalah hidup? Aku juga telah mendengar banyak firman Tuhan, tetapi kehidupan di dalam diriku belum berubah; aku masih aku, aku belum berubah!" Mereka tidak pernah mengerti apa itu kebenaran, tidak pernah mengerti pekerjaan Tuhan, dan mereka selalu tetap tidak jelas tentang visi. Orang-orang semacam itu berada dalam bahaya. Ketika mendengar rumor, orang-orang semacam ini tidak pernah mencari kebenaran untuk membedakannya; yang mereka tahu hanyalah menghindari dan menolak rumor. Jika mereka dapat menghindarinya, mereka beruntung terhindar dari bencana; jika mereka tidak dapat menghindarinya, mereka ditawan oleh Iblis. Katakan kepada-Ku, apakah suatu kebetulan bahwa orang-orang semacam itu dapat ditawan oleh Iblis? (Tidak.) Mereka yang tidak pernah memahami kebenaran, yang tidak pernah mengerti apa arti percaya kepada Tuhan—apakah orang-orang ini adalah domba-domba Tuhan? Mampukah mereka memahami firman Tuhan? (Mereka tidak mampu.) Orang-orang ini tidak pernah memahami firman Tuhan, mereka juga tidak mencari kebenaran; dan yang selalu mereka pikirkan adalah: "Kapan hari Tuhan akan tiba? Kapan kami akan masuk ke dalam kerajaan surga?" Mengenai hal-hal yang seharusnya orang pahami dalam kepercayaan kepada Tuhan, mereka belum memahami satu pun darinya. Betapa bingungnya mereka! Katakan kepada-Ku, ketika Aku berfirman kepada orang yang bingung semacam ini, perasaan apa yang ada dalam hati-Ku? Apakah perasaan dihormati atau kesedihan? Atau apakah perasaan marah? Melihat orang-orang ini membuat-Ku jengkel. Apa yang bisa diperoleh orang-orang bodoh yang bingung ini dengan percaya kepada Tuhan? Setelah si naga merah yang sangat besar menangkap dan mencuci otaknya, mereka tersingkap dan disingkirkan. Orang-orang ini tidak memahami kebenaran sedikit pun, dan rumah Tuhan tidak menginginkan orang-orang semacam itu. Melalui si naga merah yang sangat besarlah mereka tersingkap dan disingkirkan. Katakan kepada-Ku, apakah ini berarti tidak penuh kasih? (Tidak.) Jika orang-orang semacam itu tidak ditangkap oleh si naga merah yang sangat besar, dan tanpa rumor yang menyesatkan mereka, apakah mereka akan selalu berpaut pada gereja? Situasi apa yang dapat menyebabkan mereka mengundurkan diri? (Justru melalui rumor dari si naga merah yang sangat besar. Setelah mereka mendengar rumor dan memercayainya, mereka mengundurkan diri.) Justru melalui cakar setan si naga merah yang sangat besar, si kontras ini, mereka ditangkap dan akhirnya tidak lagi percaya. Sebenarnya, orang-orang ini tidak mampu memahami kebenaran, tidak mampu melaksanakan tugas apa pun, dan tidak mampu melakukan pelayanan apa pun. Di rumah Tuhan, mereka hanya melengkapi jumlah anggota, mendompleng dan menunggu mati. Masing-masing dari mereka berada dalam keadaan yang menyedihkan, tetapi mereka mengaku sebagai pengikut Tuhan, sebagai umat pilihan Tuhan—bukankah mereka memalukan? Mereka yang mengikuti Tuhan setidaknya haruslah manusia, bukan orang mati tak berjiwa, bukan binatang. Mereka haruslah orang-orang yang mampu memahami firman yang Tuhan katakan. Hanya mereka yang mampu memahami firman Tuhan dan memahami kebenaranlah yang adalah domba-domba Tuhan. Hanya domba-domba Tuhanlah yang mampu dengan tulus melaksanakan tugas mereka dan mengikut Tuhan. Mereka yang bukan domba-domba Tuhan bukanlah pengikut yang tulus. Mereka menyusup ke dalam gereja dengan satu tujuan, yaitu untuk memperoleh berkat. Tidak ada Tuhan di dalam hati mereka. Sekalipun mereka telah bertahun-tahun percaya, mereka tidak mungkin dapat memiliki hati yang takut akan Tuhan. Para setan, Iblis, dan mereka yang dirasuk roh-roh najis dan roh-roh jahat juga tahu bahwa ini adalah jalan yang benar, dan mereka juga menginginkan berkat. Namun, apakah Tuhan menginginkan orang-orang semacam itu? (Tidak.) Berbagai roh jahat dan roh najis merasuki binatang, dan setelah mereka menjalani bertahun-tahun pengembangan diri dan menjadi makhluk supernatural, mereka selalu ingin berubah menjadi manusia. Mereka tidak bersedia tetap menjadi roh-roh najis, roh-roh jahat, atau berbagai roh binatang; mereka ingin naik ke tingkat yang lebih tinggi—menjadi manusia. Demikian pula, orang-orang bodoh yang bingung ini juga ingin meningkatkan derajat mereka, ingin menjadi umat pilihan Tuhan. Katakan kepada-Ku, apakah Tuhan menginginkan orang-orang semacam itu? Tidak. Sekalipun mereka menyusup ke dalam gereja, itu akan sia-sia; mereka pasti akan dikeluarkan apa pun yang terjadi. Setelah mereka dikeluarkan, rumah Tuhan akan menjadi murni, dan gereja akan menjadi murni. Mereka yang tetap tinggal setidaknya haruslah orang-orang yang mengakui identitas dan esensi Tuhan, yang mengakui bahwa Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan hidup, dan yang dapat dengan rela melakukan pelayanan bagi Tuhan. Dapatkah orang-orang bodoh yang bingung itu mencapai hal ini? Mereka jauh dari mencapai hal ini. Mereka semua adalah orang mati tak berjiwa, tetapi mereka selalu menginginkan berkat, selalu ingin masuk ke dalam kerajaan, selalu ingin masuk surga. Ambisi dan hasrat mereka tidak kecil, tetapi mereka bahkan tidak melihat siapa diri mereka—mereka melebih-lebihkan diri mereka sendiri! Sudah sepantasnya orang-orang semacam itu disingkirkan. Apakah engkau semua merasa itu sangat disayangkan? (Tidak.) Sejak awal, Tuhan berfirman, "Yang Kuinginkan adalah kualitas dalam diri manusia, bukan banyaknya jumlah mereka." Ini adalah standar yang Tuhan tuntut terhadap umat pilihan-Nya, sekaligus persyaratan dan prinsip mengenai jumlah orang di dalam gereja. "Yang Kuinginkan adalah kualitas dalam diri manusia"—di sini, apakah "kualitas" merujuk pada prajurit kerajaan yang baik atau para pemenang? Keduanya tidak tepat. "Kualitas", tepatnya, merujuk pada mereka yang memiliki kemanusiaan yang normal, mereka yang benar-benar manusia. Di rumah Tuhan, jika engkau mampu melaksanakan tugas yang seharusnya manusia lakukan, jika engkau dapat digunakan sebagai manusia, dan jika engkau mampu memenuhi tanggung jawab, tugas, dan kewajiban manusia tanpa orang lain menarikmu, menyeretmu, atau mendorongmu, dan engkau bukan sampah yang tidak berguna, bukan pendompleng, bukan pemalas—engkau mampu memikul tanggung jawab dan kewajiban manusia serta memikul misi manusia—hanya inilah yang dimaksud dengan memenuhi standar sebagai manusia! Dapatkah para pemalas dan mereka yang tidak melaksanakan tugas yang semestinya memikul misi manusia? (Tidak.) Ada orang-orang yang tidak mau memikul tanggung jawab; ada yang tidak mampu memikulnya—mereka adalah sampah yang tidak berguna. Mereka yang tidak mampu memikul tanggung jawab manusia tidak dapat disebut manusia. Lihatlah mereka yang cacat secara intelektual, idiot, lumpuh otak, atau lumpuh secara fisik—dapatkah mereka disebut manusia yang standar? (Tidak.) Mengapa tidak? Orang-orang semacam itu tidak memiliki kemampuan untuk hidup, tidak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup, dan tidak memiliki kemampuan untuk mengurus diri sendiri. Mereka sepenuhnya bergantung pada orang lain untuk mendapatkan bantuan dan perawatan, hidup tanpa kemampuan untuk menghidupi diri sendiri, dan tidak mampu memikul tanggung jawab dan kewajiban manusia. Mereka yang tidak mampu memikul tugas mereka sendiri di rumah Tuhan bukanlah manusia normal, dan Tuhan tidak menginginkan mereka. Entah engkau adalah seorang pemimpin atau pekerja, atau melakukan pekerjaan spesifik yang melibatkan keterampilan profesional, engkau harus mampu memikul pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu. Selain mampu mengurus hidup dan kelangsungan hidupmu sendiri, keberadaanmu bukanlah sekadar tentang bernapas, bukan tentang makan, minum, dan bersenang-senang, tetapi tentang mampu memikul misi yang telah Tuhan berikan kepadamu. Hanya orang-orang semacam itulah yang layak disebut makhluk ciptaan dan layak disebut manusia. Mereka di rumah Tuhan yang selalu ingin mendompleng dan selalu mencoba bersandiwara untuk mengelabui semua orang, berharap dapat mengelabui sampai akhir dan memperoleh berkat, mereka tidak mampu memikul pekerjaan atau tanggung jawab apa pun, apalagi misi apa pun. Orang-orang semacam itu harus disingkirkan, dan itu bukanlah sesuatu yang patut disayangkan. Ini karena yang disingkirkan bukanlah manusia—mereka tidak memenuhi syarat untuk disebut manusia. Engkau dapat menyebut mereka orang yang tidak berguna, pemalas, atau pengangguran; dalam hal apa pun, mereka tidak layak disebut manusia. Ketika engkau memberi mereka pekerjaan, mereka tidak dapat menyelesaikannya secara mandiri; dan ketika engkau memberi mereka tugas, mereka tidak dapat memikul tanggung jawab atau memenuhi kewajiban yang seharusnya mereka lakukan—orang-orang semacam itu sudah tamat. Mereka tidak layak hidup; mereka pantas mati. Tuhan mengampuni nyawa mereka sudah merupakan kasih karunia-Nya, suatu anugerah yang luar biasa.

Mengenai topik rumor, kita akan berhenti di sini. Jika engkau semua masih memiliki masalah apa pun, engkau dapat mengemukakan dan mempersekutukannya atau mencari kebenaran untuk menyelesaikannya sendiri. Kita tidak akan membahasnya lagi, oke? Apakah ada yang keberatan? (Tidak.) Jika ada masalah yang belum Kubahas, engkau semua dapat memikirkan cara untuk menyelesaikannya sendiri. Dalam hal ini, Aku telah memenuhi tanggung jawab-Ku. Misalkan seseorang berkata, "Kami belum menerima jawaban yang kami inginkan; apakah rumor-rumor itu benar atau salah? Mohon berilah kami jawaban yang jelas." Sekalipun Aku memberimu jawaban yang jelas, masalah apa yang bisa diselesaikannya? Itulah sebabnya Kukatakan bahwa engkau semua harus menemukan jawabannya sendiri. Aku tidak akan berkomentar tentang hal ini. Semuanya tergantung pada apakah engkau semua memiliki kemampuan untuk membedakan. Mereka yang telah memperoleh kebenaran tidak akan pernah disesatkan. Sebenarnya, rumor-rumor ini telah menyingkapkan banyak orang. Mereka yang telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tetapi belum memperoleh kebenaran semuanya telah disingkapkan—ini adalah hikmat Tuhan. Inilah jawaban-Ku. Apakah engkau mengerti? (Ya.) Jadi, apa yang ingin Kusampaikan kepada engkau semua? Yang ingin Kusampaikan semuanya ada dalam beberapa jilid buku Firman Menampakkan Diri dalam Daging dan dalam semua khotbah. Firman-firman inilah yang ingin Kusampaikan kepada engkau semua. Bukankah itu sudah cukup? (Sudah cukup.) Jika beberapa orang masih bersikeras, dengan berkata, "Lalu, mengenai rumor-rumor itu, apakah Engkau punya jawabannya?" Aku berkata tidak, Aku tetap tidak akan berkomentar. Aku sudah mengatakan banyak hal yang ingin Kusampaikan dalam semua khotbah itu. Jika engkau semua bersedia mencari kebenaran, dan engkau dapat menerima serta menaati firman-firman ini, maka masalahmu akan terselesaikan. Jika engkau semua tidak menerima firman-firman ini, maka masalahmu akan selamanya menjadi masalah. Aku telah memenuhi tanggung jawab-Ku; itu tidak ada hubungannya lagi dengan-Ku. Apakah engkau telah mendengar dengan jelas? (Ya.)

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp