Firman Tuhan | "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III: Otoritas Tuhan (II)" (Bagian Enam)
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Dalam kepercayaan kepada Tuhan, orang harus memahami apa tepatnya yang ingin diubah oleh pekerjaan Tuhan dalam diri manusia, bagaimana cara Tuhan menyelesaikan masalah kerusakan manusia, dan apa yang ingin Dia capai dalam diri manusia—semua ini adalah masalah yang harus dipersekutukan dengan jelas, bukan? Singkatnya, orang harus memahami apa tepatnya dampak yang ingin Tuhan capai dalam diri manusia melalui pekerjaan-Nya. Pertama-tama, dalam tahap pekerjaan Tuhan ini, Dia sedang mengungkapkan kebenaran dan memberikan hidup. Pekerjaan membekali orang dengan kebenaran adalah mempersekutukan dengan jelas prinsip-prinsip kebenaran yang harus orang taati ketika mereka menghadapi berbagai macam orang, peristiwa, dan hal-hal dalam kehidupan nyata, sehingga setelah memahaminya, mereka dapat memandang orang dan hal-hal, serta berperilaku dan bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran ini, dan di atas dasar inilah watak rusak mereka dibereskan, dan mereka dimampukan untuk membuang watak-watak rusak ini serta benar-benar dan sepenuhnya tunduk kepada Tuhan. Tentu saja, ini juga merupakan tanda telah diselamatkan, dan ini adalah perwujudan sejati yang pada akhirnya dapat terlihat dalam diri orang-orang yang telah diselamatkan. Dalam keseluruhan proses Tuhan membekali orang dengan kebenaran, apa sajakah masalah utama yang perlu diselesaikan? Ada dua jenis masalah utama yang harus diselesaikan. Masalah pertama yang harus diselesaikan adalah gagasan yang orang miliki. Berbagai macam pemikiran dan pandangan manusia yang keliru, menyimpang, dan dipegang erat yang berasal dari Iblis secara keseluruhan disebut sebagai gagasan manusia. Pemikiran dan pandangan yang keliru ini mengendalikan pemikiran dan perilaku orang, dan telah menjadi teori dasar dari pemikiran yang mereka gunakan dalam memandang orang dan hal-hal, serta dalam berperilaku dan bertindak, jadi semuanya itu harus diluruskan secara menyeluruh. Ini adalah masalah yang ada kaitannya dengan pemikiran orang yang perlu diluruskan. Masalah kedua yang harus dibereskan adalah watak rusak manusia. Watak yang rusak adalah topik yang sering dipersekutukan, dibahas, dan ditelaah dalam kehidupan bergereja. Beberapa watak yang rusak disebabkan oleh pemikiran dan pandangan keliru yang orang miliki, sementara watak rusak lainnya murni merupakan watak Iblis. Dua hal yang ingin Tuhan bereskan dalam diri manusia melalui pekerjaan dan firman-Nya adalah gagasan mereka dan watak rusak mereka. Gagasan mereka berkaitan dengan cara mereka memandang orang dan hal-hal, sedangkan watak rusak mereka berkaitan dengan cara mereka berperilaku dan bertindak. Setelah kedua hal ini dibereskan dan orang telah memperoleh kebenaran dan mampu tunduk kepada Tuhan serta menjadi sesuai dengan-Nya, maka pekerjaan Tuhan sudah mencapai dampaknya, dan pekerjaan Tuhan sudah selesai. Namun, dalam seluruh proses pekerjaan Tuhan—entah itu cara Tuhan bekerja, langkah-langkah spesifik pekerjaan-Nya, atau setiap kebenaran yang diungkapkan oleh-Nya—tak satu pun dari hal ini ditujukan pada aspek-aspek seperti kepribadian, kualitas, kemampuan, naluri, kebiasaan hidup dan pola hidup manusia, ataupun minat dan hobi mereka. Dengan kata lain, tujuan, maksud, dan makna penting pekerjaan Tuhan bukanlah untuk mengubah kualitas dan kemampuan bawaan, naluri, kepribadian manusia, dan sebagainya. Apa pun kualitas dan kemampuan kerja yang kaumiliki, atau seperti apa pun kepribadian bawaan, kebiasaan hidup, naluri, dan berbagai aspek lain yang kaumiliki, Tuhan tidak melihat satu pun dari hal-hal ini. Dia hanya melihat apakah engkau adalah orang yang memiliki kemanusiaan yang normal, dan kemudian di atas dasar ini, Dia membekalimu dengan kebenaran dan bekerja di dalam dirimu. Aspek kebenaran apa pun yang Tuhan berikan kepadamu, atau jenis pekerjaan apa pun yang Dia lakukan dalam dirimu, pada akhirnya itu bukanlah untuk mengubah kualitas bawaan dan nalurimu, itu bukanlah untuk meningkatkan kualitas atau nalurimu dan membuatnya menjadi lebih baik, atau membuatnya menjadi sangat supernatural—tak satu pun dari aspek-aspek ini adalah target yang ingin Tuhan ubah dengan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, sekalipun engkau telah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, atau sebanyak apa pun khotbah yang telah kaudengarkan, atau sebanyak apa pun engkau berusaha keras dalam firman Tuhan, kualitas bawaanmu akan tetap sama dan tidak akan berubah. Itu tidak akan berubah karena engkau telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, mendengarkan khotbah selama bertahun-tahun, dan sibuk ke sana kemari serta mengorbankan dirimu selama bertahun-tahun. Tentu saja, hal yang sama juga berlaku untuk kepribadianmu, naluri, kebiasaan hidup, minat, hobi, dan sebagainya; semuanya itu tidak akan berubah karena engkau telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun dan telah melaksanakan tugasmu selama bertahun-tahun. Menurut gagasan yang orang miliki, perubahan ini tentu saja bukan berarti menurunkan, melainkan meningkatkan—membuat hal-hal ini menjadi lebih tinggi dan lebih baik daripada sebelumnya. Dengan kata lain, di tahap pekerjaan Tuhan mana pun, atau metode apa pun yang Dia gunakan untuk melakukan pekerjaan itu, yang diubah oleh pekerjaan-Nya bukanlah kualitas bawaan, kemampuan kerja, naluri, kepribadian manusia, dan sebagainya. Jadi, jika kualitasmu buruk dan saat ini engkau tidak memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin atau pekerja, atau untuk menjadi pengawas dari pekerjaan tertentu, maka engkau juga tidak akan memiliki kualitas tersebut 20 atau 30 tahun dari sekarang; dan sekalipun engkau akhirnya diselamatkan karena pengejaranmu akan kebenaran, engkau tetap tidak akan memiliki kualitas tersebut. Kualitasmu tidak akan berubah. Lalu, apakah nalurimu akan berubah? Semua orang mengalami kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian, dan ketika dihadapkan dengan peristiwa besar, mereka akan menjadi gugup, takut, ngeri, dan sebagainya—naluri seperti ini juga tidak akan berubah. Misalnya, ketika orang mendengar suara yang sangat keras, mereka semua akan menutup telinga dan bersembunyi di tempat yang aman—ini adalah naluri. Ketika tanganmu menyentuh api atau sesuatu yang panas, engkau akan secara naluriah menarik tanganmu, atau ketika mendengar kabar buruk, engkau akan secara naluriah merasa ngeri di dalam hatimu dan merasa takut. Ketika menghadapi bahaya, pemikiran pertamamu secara naluriah adalah, "Apakah aku aman? Apakah bahaya ini sedang menghampiriku?" Ini adalah naluri. Selain itu, ketika seseorang ingin memukulmu, engkau akan secara naluriah menghindar untuk melindungi dirimu sendiri; ketika debu atau air masuk ke matamu, engkau akan secara naluriah menutupnya; dan ketika gigimu sedang sakit, engkau akan sering menyentuh gigimu dengan tanganmu. Engkau akan secara naluriah memiliki refleks alami, memperlihatkan perwujudan tertentu, atau melakukan tindakan naluriah. Manusia dilahirkan dengan reaksi naluriah ini. Tak seorang pun dapat mengambilnya, dan Tuhan juga tidak akan mengubahnya. Reaksi-reaksi naluriah ini diberikan kepada manusia oleh Tuhan ketika Dia menciptakan mereka, dan semua itu dimaksudkan untuk melindungi manusia. Semua itu adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh manusia ciptaan. Tuhan tidak akan mengambil naluri ini, dan engkau juga tidak akan kehilangan nalurimu karena engkau mengejar kebenaran. Apa maksud perkataan-Ku ini? Maksud-Ku adalah, bukan berarti engkau tidak akan takut ketika ada api atau engkau tidak akan merasakan tanganmu melepuh ketika menyentuh wajan berisi minyak panas karena engkau mengejar kebenaran dan telah memahami banyak kebenaran serta memiliki ketundukan sejati kepada Tuhan—ini adalah suatu kemustahilan. Apa yang akan kaupikirkan jika seseorang memberikan kesaksian semacam itu? Akankah engkau merasa iri dan mengagumi orang itu? Penilaian dan penggolongan seperti apa yang akan kauberikan tentang hal tersebut? Setidaknya, ini adalah fenomena yang supernatural, dan Tuhan tidak akan melakukan hal itu. Mengenai naluri yang telah Tuhan ciptakan bagi umat manusia, Tuhan tidak akan mengambil nalurimu ini karena engkau mengejar kebenaran, dan Dia juga tidak akan mengubah naluri ini menjadi kekuatan supernatural. Misalnya, katakanlah engkau berada di ruangan yang gelap dan engkau tidak dapat melihat apa pun; engkau akan secara naluriah merentangkan tanganmu untuk merasakan sekelilingmu, dan mendengarkan dengan saksama menggunakan telingamu untuk membedakan suara-suara di sekitarmu, secara naluriah meraba-raba. Engkau tidak akan melampaui daging karena engkau mengejar kebenaran—tidak akan terjadi bahwa makin gelap suatu tempat, makin matamu merasa terang, dan makin engkau dapat melihat hal-hal dengan jelas, dan makin mudah bagimu untuk menentukan arahmu—ini supernatural, dan ini adalah hal yang tidak Tuhan lakukan. Sekalipun engkau telah memahami banyak kebenaran, dan mampu tunduk pada kebenaran serta menerapkan kebenaran, jika nalurimu dalam hal ini dapat tetap sama dan tidak merosot, maka itu sudah bagus, tetapi engkau tetap menginginkannya menjadi supernatural—itu adalah kemustahilan! Selain itu, kemampuan seseorang untuk memandang dan menangani berbagai hal serta kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah bukanlah hal yang Tuhan ingin ubah dengan pekerjaan-Nya. Di satu sisi, kemampuan seseorang untuk menangani berbagai hal tergantung pada kualitas mereka, dan di sisi lain, itu tergantung pada IQ bawaan mereka, dan IQ mereka mencakup bakat mereka. Ada orang-orang yang dilahirkan dengan memiliki kemampuan dan bakat tertentu untuk menangani hal-hal eksternal, yang berarti mereka pandai dalam berpikir dan bersosialisasi, mereka dilahirkan dengan kemampuan istimewa untuk bersosialisasi, dan mereka tahu cara berinteraksi dengan orang lain, memandang hal-hal, dan menangani hal-hal tertentu. Di benaknya, mereka memiliki alur pemikiran yang sangat jelas mengenai berbagai macam hal, yang juga sangat logis. Ketika melihat sesuatu, mereka dapat memahami inti dari hal tersebut, tanpa penyimpangan atau tanpa bersikap tak masuk akal, dan menangani masalah dengan cara yang relatif akurat. Jenis orang ini memiliki kemampuan untuk menangani berbagai hal. Ada orang-orang yang tidak dilahirkan dengan kemampuan ini, dan mereka hanya suka membaca buku, menanam bunga, menanam rumput, memelihara burung, dan hal-hal seperti itu. Disebut apakah ini? Ini disebut memiliki cara hidup yang anggun dan santai. Mereka adalah orang-orang yang mengejar hal-hal yang bersifat elegan dan anggun. Mereka tidak pandai dalam bersosialisasi atau menangani hal-hal eksternal, mereka tidak memiliki kemampuan ini. Ketika mereka perlu pergi ke luar dan menangani urusan, berkonsultasi dengan pengacara atau berinteraksi dengan tokoh penting, mereka menjadi malu-malu dan takut, tidak berani menatap mata orang tersebut, dan ketika ditanya, mereka tergagap dan tidak tahu harus berkata apa. Mereka tidak berguna, bukan? Ketika orang seperti ini tidak dihadapkan dengan suatu masalah, mereka sangat pandai menyombongkan diri, dengan berkata, "Aku pernah melakukan hal ini dan itu, aku memiliki masa lalu yang gemilang, aku pernah berinteraksi dengan orang ini dan itu, serta mengenal orang terkenal ini dan itu ...." Namun, ketika mereka benar-benar diutus untuk menangani sesuatu, mereka menghilang tanpa jejak. Ternyata satu-satunya hal yang mampu mereka lakukan adalah menyombongkan diri, dan mereka tidak memiliki bakat atau pengetahuan yang nyata, serta tidak memiliki kemampuan untuk menangani urusan. Apakah fakta bahwa seseorang itu buruk dalam menangani hal-hal dapat diubah melalui pengejaran kebenaran? Sayangnya, tidak bisa. Lihatlah orang-orang yang berkepribadian introver dan yang sejak kecil takut menghadapi orang lain. Setelah berusia dua puluhan atau tiga puluhan, mereka masih sangat gugup ketika berbicara dengan orang lain atau menangani hal-hal yang mengharuskan mereka untuk berinteraksi dengan orang-orang. Setelah berusia paruh baya, mereka masih merasa malu dan tersipu ketika berbicara di depan orang banyak. Orang-orang semacam itu tidak akan pernah mampu menghadapi dunia yang lebih luas selama mereka hidup. Sebagian orang berbeda, mereka suka mengobrol dan berinteraksi dengan orang lain sejak berusia remaja. Dengan tokoh penting mana pun mereka berinteraksi, mereka tidak merasa takut, dan apa pun yang sedang mereka lakukan, mereka tidak menjadi cemas atau panik. Mereka memiliki kecerdasan, sehingga mereka tidak mengalami demam panggung. Makin banyak orang, makin mereka senang dan bersemangat, dan makin mereka ingin tampil. Dapatkah kepribadian dan kemampuan seseorang dalam menangani hal-hal diubah dengan mereka mengalami pekerjaan Tuhan? (Tidak.) Tuhan tidak mengubah hal-hal ini dalam diri orang. Ada orang-orang yang tahu bahwa kemampuan mereka yang buruk dalam menangani hal-hal adalah kekurangan dalam kemanusiaan mereka, jadi mereka bekerja keras untuk mengatasinya. Mungkin saja, ketika mereka mencapai usia paruh baya atau lanjut usia, setelah mengalami puluhan tahun penempaan dan telah mengumpulkan banyak pengalaman, mereka hanya mampu mengatasi beberapa hal mendesak dengan susah payah; tetapi mereka tetap tidak akan memiliki kemampuan untuk menangani hal-hal kritis, yang menyangkut hidup dan mati. Khususnya, ada orang-orang yang tidak dapat menangani apa pun sendiri setelah mereka lanjut usia; apa pun yang berusaha mereka tangani, mereka membuatnya menjadi sangat kacau—mereka sama sekali tidak sanggup memikulnya—dan mereka bahkan tidak sanggup menanggung beban untuk mengurus urusan keluarga mereka sendiri. Lalu apa yang mereka lakukan? Dalam beberapa kasus, anak-anak mereka memiliki kemampuan untuk menangani berbagai urusan, jadi orang-orang ini membiarkan anak-anak mereka membantu mereka, sementara mereka menikmati hal-hal yang telah dilakukan bagi mereka. Mereka berpikir, "Aku telah berkontribusi, aku memiliki kemampuan untuk menangani urusan," tetapi sebenarnya, mereka tidak memiliki kemampuan ini. Anak-anak merekalah, yang sekarang sudah dewasa dan mampu mengambil alih, yang menangani urusan-urusan ini. Orang-orang ini mungkin sekarang tidak segugup dan setakut seperti dahulu ketika mengatasi berbagai hal saat masih muda, tetapi bukan berarti kemampuan mereka dalam menangani berbagai hal telah berubah atau menjadi lebih baik. Itu berarti apa? Itu berarti mereka makin tua, telah memperoleh pengalaman, dan tidak lagi takut pada berbagai hal. Apa yang dimaksud dengan "tidak lagi takut pada berbagai hal"? Itu berarti mereka mampu lebih berlapang dada dalam memandang berbagai hal karena mereka telah mengalami banyak hal dan memahami pola dari berbagai hal. Jadi, jika mereka benar-benar menghadapi sedikit bahaya, mereka tidak akan takut, dan akan berpikir: "Baiklah, ini aku. Jika kau menginginkan uang, aku sama sekali tidak punya; jika kau menginginkan nyawaku, silakan saja ambil nyawaku—lakukan apa pun yang kausuka!" Apakah orang-orang semacam itu telah mengalami kemajuan? Mereka sama sekali belum mengalami kemajuan—mereka tetap saja sangat ceroboh dan bingung dalam menangani berbagai hal. Mereka sama gegabah dan tidak sabarnya seperti diri mereka sebelumnya. Sebelumnya, mereka gagal menyelesaikan berbagai hal, dan sampai sekarang pun mereka belum berubah sedikit pun. Memang begitulah mereka. Katakan kepada-Ku, bukankah inilah yang terjadi? (Ya.)
Ada orang-orang dari berbagai usia di antara engkau semua. Sampai sekarang, pernahkah engkau mengalami sesuatu yang istimewa—selama proses mengejar kebenaran, pernahkah kualitasmu berubah sepenuhnya dan menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya, atau pernahkah nalurimu berubah? Pernahkah engkau memiliki pengalaman seperti itu? (Tidak.) Kalau begitu, pernahkah ada orang yang berkata, "Dahulu aku sangat tidak berguna. Aku tidak fasih berbicara, aku sama sekali tidak memiliki kemampuan atau keterampilan, dan aku sama sekali tidak memiliki kemampuan bersosialisasi. Sekarang setelah aku menerima pekerjaan Tuhan, aku mampu berbicara dengan fasih, aku memiliki kemampuan bersosialisasi, dan dalam hal menangani berbagai hal, aku cerdas dan memiliki kecakapan, dan aku tahu bagaimana mengatasi berbagai hal"? Pernahkah ada orang yang memiliki pengalaman seperti ini? (Tidak.) Ada orang-orang yang berkata, "Meskipun hal-hal itu belum pernah terjadi padaku, selama proses mengalami pekerjaan Tuhan setelah mulai percaya kepada Tuhan, aku merasa bahwa kepribadianku telah berubah. Dahulu aku berbicara dengan lambat, dan semua orang memanggilku 'Si Lambat'. Aku juga punya julukan lain, yaitu 'Si Lamban'. Sejak aku mulai percaya kepada Tuhan, reaksiku menjadi lebih cepat daripada sebelumnya, dan aku lebih cepat dalam berbicara dan bertindak. Aku juga menangani berbagai hal dengan lebih cepat dan efisien." Apakah hal-hal semacam itu terjadi? (Tidak.) Ada satu kasus di mana hal seperti ini mungkin terjadi. Misalnya, ketika ada seseorang yang mempelajari bahasa asing dan pertama kali berlatih mengucapkannya, dia berbicara dengan sangat lambat, satu demi satu kata. Orang lain berpikir bahwa orang ini mungkin berbicara sangat lambat karena dia dilahirkan dengan temperamen yang lambat. Setelah tiga atau lima tahun, karena orang ini sering berhubungan dengan orang yang berbicara bahasa asing tersebut, dia akhirnya berbicara dengan sangat lancar, sama cepatnya dengan berbicara dalam bahasa aslinya, dan orang lain yang tidak mengetahuinya berpikir, "Kepribadian orang itu telah berubah. Dahulu dia berbicara dengan lambat dan orang-orang merasa tidak sabar saat mendengarkannya, tetapi kini dia berbicara dengan sangat lancar—dia telah menjadi orang yang cekatan. Dari caranya berbicara yang lugas dan jelas, orang dapat melihat bahwa dia menangani hal-hal dengan sigap dan memiliki kepribadian yang baik." Dalam kasus ini, apakah ada perubahan dalam kepribadiannya? (Tidak.) Sebenarnya, ini adalah pola yang normal. Ini adalah proses kemajuan yang normal dalam mempelajari semacam keterampilan profesional—ini bukanlah proses berubahnya kepribadian. Baik itu kualitas, kemampuan dan naluri, maupun kepribadian, kebiasaan, minat, dan hobi, tak satu pun dari aspek-aspek ini merupakan hal-hal yang ingin Tuhan ubah melalui pekerjaan-Nya. Jika engkau selalu yakin bahwa tujuan Tuhan bekerja dan berfirman untuk membekali manusia dengan kebenaran adalah untuk mengubah semua sifat bawaan manusia tersebut, dan mengira bahwa hanya dengan demikian, barulah seseorang dapat dianggap telah sepenuhnya dilahirkan kembali, benar-benar menjadi manusia baru sebagaimana yang Tuhan ucapkan, engkau salah besar. Ini adalah gagasan dan imajinasi manusia. Setelah memahami hal ini, engkau harus melepaskan gagasan, imajinasi, dugaan, atau perasaan seperti ini. Artinya, selama proses mengejar kebenaran, engkau tidak boleh selalu mengandalkan perasaan atau dugaan untuk menyimpulkan hal-hal ini: "Apakah kualitasku sudah meningkat? Apakah naluriku sudah berubah? Apakah kepribadianku masih seburuk sebelumnya? Apakah pola hidupku sudah berubah?" Jangan merenungkan hal-hal ini; perenungan seperti ini sia-sia karena hal-hal ini bukanlah aspek yang ingin Tuhan ubah, dan firman serta pekerjaan Tuhan tidak pernah menargetkan hal-hal ini. Pekerjaan Tuhan tidak pernah bertujuan untuk mengubah kualitas, naluri, kepribadian orang, dan sebagainya, dan Tuhan tidak pernah berfirman dengan tujuan untuk mengubah aspek-aspek manusia tersebut. Itu berarti pekerjaan Tuhan dalam membekali manusia dengan kebenaran dilakukan di atas dasar kondisi bawaan mereka, bertujuan untuk membuat manusia memahami kebenaran, dan kemudian menerima serta tunduk pada kebenaran. Dengan kata lain, seperti apa pun kualitas yang kaumiliki, dan seperti apa pun kepribadian dan nalurimu, yang Tuhan ingin lakukan adalah membuat kebenaran bekerja di dalam dirimu, mengubah gagasan lamamu dan watak rusakmu, bukan untuk mengubah kualitas, naluri, dan kepribadian bawaanmu. Sekarang engkau mengerti, bukan? Apa yang ingin Tuhan ubah dengan pekerjaan-Nya? (Pekerjaan Tuhan bertujuan untuk mengubah gagasan lama dan watak rusak dalam diri manusia.) Jadi, karena engkau telah memahami kebenaran ini, engkau harus melepaskan imajinasi dan gagasan yang tidak realistis dan berkaitan dengan hal-hal supernatural tersebut, dan jangan menggunakannya untuk mengukur atau menuntut dirimu sendiri. Sebaliknya, engkau harus mencari dan menerima kebenaran berdasarkan beragam kondisi bawaan yang Tuhan berikan kepadamu. Apa tujuan utamanya? Tujuannya adalah agar engkau memahami prinsip-prinsip kebenaran di atas dasar kondisi bawaanmu, memahami setiap prinsip kebenaran yang harus kauterapkan dalam menghadapi berbagai situasi yang kaualami, dan agar engkau mampu memandang orang dan hal-hal, serta berperilaku dan bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran tersebut. Dengan melakukan hal ini, engkau memenuhi tuntutan Tuhan. Ini karena tujuan firman dan pekerjaan Tuhan adalah untuk membuat kebenaran bekerja dalam diri orang sehingga itu menjadi prinsip dan kriteria penerapan mereka, serta agar kebenaran itu menjadi dasar yang mereka gunakan untuk memandang orang dan hal-hal, serta berperilaku dan bertindak, dan agar kebenaran itu menjadi hidup mereka, bukan agar kebenaran itu mengubah orang menjadi manusia super atau orang yang memiliki kekuatan supernatural. Apa yang Kumaksud dengan "manusia super" dan "orang yang memiliki kekuatan supernatural"? Mampu melampaui nalurinya, melampaui lingkup kemampuannya, melampaui kualitasnya, dan bahkan melampaui gendernya, dan mampu hidup di luar gendernya—bukankah seperti inilah kekuatan supernatural itu? (Ya.) Misalnya, ada orang-orang yang dapat berbicara beberapa atau bahkan lebih dari sepuluh bahasa tanpa mempelajari bahasa apa pun secara khusus. Seperti inikah supernatural itu? (Ya.) Supernatural seperti ini melampaui kualitas, kemampuan, dan naluri manusia, bukan? (Ya.) Selain itu, ketika berbicara dalam berbagai bahasa, mereka bahkan mampu dengan fleksibel menggunakan suara pria dan wanita yang berbeda. Bukankah ini jauh lebih supernatural? (Ya.) Sebanyak apa pun bahasa yang mereka ucapkan, mereka tidak mencampuradukkannya, dan tidak merasa lelah berapa lama pun mereka berbicara, dan sekalipun mereka tidak minum air, mereka tidak merasa haus. Selain itu, makin banyak mereka berbicara, makin terang mata mereka, makin wajah mereka bersinar, dan sekujur tubuh mereka bersinar. Bukankah ini supernatural? (Ya.) Sekalipun mereka ditembak saat berbicara, mereka baik-baik saja dan terus saja berbicara. Itu jauh lebih supernatural, bukan? (Ya.) Ketika mereka melihat peluru yang ditembakkan, mereka bahkan tidak berusaha menghindarinya, mereka malah menghadapinya secara langsung. Peluru itu menembus dada mereka, tetapi mereka tetap berdiri tegak dan tidak sempoyongan. Mereka tidak terpengaruh sedikit pun, dan bahkan sehelai rambut di kepala mereka pun tidak rusak. Ini melampaui naluri, bukan? (Ya.) Semua fenomena ini melampaui naluri manusia. Yang paling serius dari semuanya adalah mereka telah menjadi orang yang abnormal, dengan kata lain, seseorang yang berbeda dari orang biasa, yang melampaui kualitas dan kemampuan manusia normal, dan yang juga melampaui naluri manusia normal. Perwujudan mereka dalam semua aspek berbeda dari orang biasa dan sangat supernatural. Ini berarti masalah. Apakah mereka masih manusia normal? (Tidak.) Lalu siapakah mereka? (Roh jahat.) Mereka adalah roh jahat. Apakah engkau semua ingin mengejar hal ini? (Tidak.) Tak seorang pun dari engkau semua yang menginginkannya, jadi apakah engkau semua menganggap bahwa pekerjaan Tuhan akan mengubah orang sampai sejauh itu? Apakah tujuan pekerjaan Tuhan adalah untuk mengubah orang menjadi orang yang abnormal? (Tidak.) Tujuannya adalah agar engkau menerima kebenaran dan mengalami lingkungan yang telah Dia atur untukmu dalam lingkup kemanusiaan yang normal, sehingga dari sini engkau dapat memahami niat Tuhan yang tekun dalam melakukan pekerjaan-Nya, atau memahami kekurangan dan kelemahanmu sendiri, atau watak rusakmu, dan kemudian, di atas dasar pemahaman ini, mencari kebenaran dan menerapkannya, serta secara bertahap mulai masuk ke dalam kebenaran—proses ini lambat dan sama sekali tidak supernatural. Ketika orang sedang berada dalam keadaan negatif, mereka suka mengatakan ini: "Apa yang telah kuperoleh dari memercayai Tuhan selama bertahun-tahun?" Engkau mengatakan bahwa engkau belum pernah memperoleh apa pun, tetapi engkau harus berpikir secara saksama tentang hal ini. Setelah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, apakah engkau sekarang memiliki pandangan yang jelas tentang banyak hal? Apakah yang terjadi adalah bahwa makin lama engkau percaya, makin engkau merasa damai dan tenang, dan makin engkau merasa bahwa ini adalah jalan yang benar dalam hidup? Jika engkau memang merasa seperti ini, itu berarti engkau memang telah memperoleh sesuatu. Meskipun engkau tidak memperoleh hal materi apa pun, meskipun engkau tidak memperoleh uang, status, ketenaran, keuntungan—hal-hal yang dapat kaugenggam dengan tanganmu atau yang dapat kaulihat dengan matamu—tetapi engkau telah memahami beberapa kebenaran di dalam hatimu. Engkau telah memperoleh beberapa pemahaman tentang keberadaan Tuhan yang nyata dan kedaulatan-Nya atas segala sesuatu. Selain itu, engkau juga telah memahami maksud-maksud Tuhan dan tuntutan-Nya terhadap manusia, dan engkau mengetahui apa arti makhluk ciptaan dan tugas apa yang harus kaulaksanakan. Jika saat ini engkau tidak diizinkan untuk melaksanakan tugas, engkau akan merasa tersiksa dan merasa bahwa hidupmu hampa. Bukankah semua ini menunjukkan bahwa engkau telah memperoleh sesuatu dari kepercayaanmu kepada Tuhan? Apa yang telah kauperoleh lebih berharga daripada hal materi apa pun. Inilah dampak yang dicapai oleh pekerjaan Tuhan dalam diri manusia. Dia tidak bermaksud membuat orang menjadi mampu untuk mengalami beberapa perubahan supernatural dan tidak realistis yang melampaui kemanusiaan, naluri manusia, atau kebutuhan normal dan perwujudan daging yang normal. Sebaliknya, Dia bermaksud membuat orang mampu untuk mengalami berbagai jenis lingkungan dalam lingkup kemanusiaan yang normal, dan agar selama proses ini, orang secara progresif dan perlahan memperoleh berbagai jenis pemahaman dan pengalaman. Singkatnya, selama proses yang progresif dan lambat ini, pemikiran dan gagasan orang diubah sedikit demi sedikit, perspektif mereka dalam memandang orang dan berbagai hal berubah, begitu pula pandangan dan cara mereka dalam menangani berbagai jenis orang, peristiwa, dan hal-hal, beberapa watak rusak mereka tidak lagi sejelas sebelumnya, serta hati nurani dan nalar mereka dipulihkan hingga taraf tertentu. Mereka memperoleh hasil nyata ini, dan bukan hal-hal yang tidak realistis, bersifat ilusi, hampa, kosong, atau bahkan supernatural.
Tuhan melakukan pekerjaan menyelamatkan umat manusia secara bertahap, dan tentu saja ada prinsip lain yang lebih utama, yaitu bahwa dalam melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan membiarkan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya. Prinsip "membiarkan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya" ini mungkin agak sulit orang pahami. Apa artinya membiarkan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya? Itu berarti entah Tuhan sedang bekerja dalam diri orang atau berbicara kepada orang, Dia tidak pernah memaksa siapa pun untuk melakukan sesuatu. Tuhan mengatur lingkungan bagimu, dan membekalimu dengan kebenaran sebagaimana Dia melakukannya bagi orang-orang lainnya. Mengenai bagaimana seharusnya engkau memandang dan memahami lingkungan yang Dia atur, serta dengan sudut pandang dan sikap apa seharusnya engkau memperlakukannya, Tuhan memiliki firman yang jelas dan telah memberitahumu prinsip-prinsip kebenaran yang jelas. Mengenai caramu memperlakukannya, itu adalah pilihan bebasmu sendiri. Engkau dapat memilih untuk menerima kebenaran dan mengenal dirimu sendiri, atau engkau dapat memilih untuk menolak kebenaran; engkau dapat memilih untuk menerima penyingkapan tentang dirimu melalui lingkungan yang Tuhan atur, atau engkau dapat memilih untuk mengabaikan pekerjaan Tuhan—engkau memiliki kebebasan untuk memilih, engkau bebas untuk memilih. Misalnya, dalam hal tugas yang harus kaulaksanakan, engkau dapat memilih untuk melaksanakannya dengan segenap hati dan segenap kekuatanmu, atau engkau dapat memilih untuk melaksanakannya dengan sikap asal-asalan. Ini sepenuhnya didasarkan pada pilihan pribadimu, dan tentu saja, ini juga didasarkan pada kualitas, kemampuan, nalurimu sendiri, dan sebagainya. Tuhan tidak melakukan pekerjaan tambahan—dengan kata lain, dalam keadaan normal, Tuhan tidak melakukan pekerjaan tambahan yang mendesak atau memaksa. Ini berarti apa? Ini berarti Tuhan mengatur lingkungan bagimu, ini seperti Dia telah mengatur jamuan makan untukmu, di mana terdapat hidangan panas dan dingin, nasi dan sup, buah-buahan, minuman, dan sebagainya, dan mengenai apa yang kaupilih, Tuhan memberimu kebebasan—apa pun pilihanmu, engkau memiliki kebebasan untuk melakukannya, dan Tuhan tidak ikut campur, Dia hanya berfokus mengungkapkan kebenaran untuk membekali manusia. Ada orang-orang hanya melihat jamuan makan itu sepintas lalu, tanpa mencicipi sendiri seperti apa sebenarnya rasa hidangan lezat tersebut. Mereka hanya mengomentari jamuan makan tersebut, menyampaikan beberapa doktrin, lalu pergi. Ada orang yang hanya memilih untuk melihat jamuan makan itu, mengabaikan makanan lezatnya, dan pergi tanpa memiliki sikap atau pendapat apa pun. Ada juga orang-orang yang telah mencicipi dan yang telah merasakan sendiri hidangan lezat tersebut, dan juga telah belajar cara membuat salah satu makanan lezat itu. Di lingkungan yang Tuhan atur, seperti apa pun sikapmu—apakah engkau menyambut atau menolak dan menyangkalnya, atau apakah engkau memandang rendah dan memusuhinya, dan sebagainya, di mata Tuhan, semua itu adalah sikap. Bagaimana Tuhan memperlakukan dan menangani berbagai sikap manusia? Setelah membekali orang dengan sangat banyak kebenaran, sikap Tuhan terhadap mereka hanyalah mengamati dan mencatat. Mengenai apa yang orang pilih atau seperti apa sikap mereka, Tuhan tidak ikut campur—hal ini tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Lalu, berkaitan dengan apakah hal ini? Ini berkaitan dengan jalan apa yang kaupilih, apa yang akhirnya kauperoleh, dan kesudahan akhirmu sendiri. Dalam hal ini, Tuhan tidak melakukan pekerjaan tambahan yang bersifat memfasilitasi, Dia hanya memenuhi tanggung jawab dan kewajiban yang harus Dia penuhi. Setelah Dia membekalimu dengan kebenaran dan memberitahumu prinsip-prinsip untuk menangani semua jenis orang, peristiwa, dan hal-hal, Dia mungkin juga mengatur lingkungan untukmu. Namun, Tuhan tidak ikut campur dengan apa tepatnya pilihan akhir yang kauambil atau jalan seperti apa yang kautempuh—Dia membiarkanmu memilihnya sendiri. Misalnya, jika engkau dipilih untuk menjadi pemimpin atau pekerja, engkau dapat memilih untuk bertindak berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran dan pengaturan kerja rumah Tuhan, atau bertindak semaunya dan gegabah berdasarkan preferensimu sendiri. Jika engkau memilih untuk menangani semuanya berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran dan melaksanakan tugasmu berdasarkan pengaturan kerja, Tuhan akan mengamati dan mencatatnya, dan pada akhirnya engkau akan memperoleh kebenaran dan tunduk kepada Tuhan—inilah salah satu hasilnya. Jika engkau melakukan segala sesuatu sekehendak hatimu sendiri, dan bertindak semaunya dan gegabah, melanggar pengaturan kerja rumah Tuhan dan prinsip-prinsip kebenaran, ini juga merupakan pilihan dan ini merepresentasikan jalan yang sedang kautempuh, dan Tuhan juga akan mengamati dan mencatatnya, dan tentu saja jelaslah akan seperti apa kesudahanmu. Jika engkau telah memperoleh kebenaran dan hidup, ini juga akan memungkinkanmu untuk memperoleh perkenan Tuhan dan membuatmu memperoleh tempat tujuan yang baik.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...