Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

207 Aku Tidak Akan Pernah Lagi Meninggalkan Tuhan

Bait 1

Aku pernah mengejar uang dan ketenaran, aku meninggalkan Tuhan dan kembali kepada dunia.

Aku tergelincir ke dalam kegelapan, aku gelisah dan risau.

Sepanjang hari-hariku tanpa Tuhan di sisiku, satu-satunya temanku hanyalah penderitaan.

Oh Tuhan, ini salahku karena tidak menghiraukan firman-Mu, aku bersikeras berpaling ke pelukan Iblis.

Aku meninggalkan imanku, melukai-Mu sangat dalam. Aku mencari hatiku - di manakah nati nuraniku?

Aku sudah cukup dengan kepahitan dalam wilayah kekuasaan Iblis, aku merindukan kebahagiaan bersama-Mu.

Aku sungguh ingin aku bisa memutar balik waktu dan memulai semuanya kembali dari awal.

Apakah ada kesempatan untuk menyelamatkanku? Apakah sudah terlalu terlambat untuk berbalik kembali?

Bait 2

Melalui hajaran dan disiplin keras Tuhan, akhirnya aku melihat diriku sendiri.

Aku hanya mengakui Tuhan dengan perkataanku, tapi aku tak pernah memperlakukan-Nya sebagai Tuhan.

Aku tak memiliki rasa hormat sedikit pun kepada-Nya, tanpa aku sadari aku sudah sepenuhnya menyinggung watak-Nya.

Oh Tuhan, tanpa mengejar kebenaran, bagaimana aku dapat mengenal atau takut akan Engkau?

Menengok ke masa lalu, bagaimana aku mengkhianati-Mu, hatiku seperti diiris sembilu.

Aku tak dapat membayar kembali hutang yang sebegitu besar, rasa sesal dan kecaman kepada diri sendiri bergolak dalam hatiku.

Aku rebah dalam sujud di hadapan-Mu dan memperlihatkan jiwaku kepada-Mu, sekonyong-konyong air mata menetes dari sudut mataku.

Kekerasan dan pemberontakanku begitu melukai hati-Mu, bagaimana aku dapat menghapus hal-hal mengerikan di masa lalu?

Bait 3

Hanya karena belas kasihan Tuhan aku kembali ke rumah-Nya.

Penyelamatan-Nya yang tanpa pamrih yang telah memberiku kesempatan untuk bertobat.

Aku telah mengalami kasih tulus Tuhan, aku telah bertekad untuk memperbarui diriku.

Oh Tuhan, saat aku berpaling kembali kepada-Mu, aku melihat-Mu terseyum kepadaku lagi.

Keindahan-Mu melingkupi hatiku, Kau begitu tersayang dan terkasih, sama seperti pada mulanya.

Engkau begitu sejati, begitu nyata, ini menyentak hatiku, penyembahan bangkit untuk-Mu.

Oh Tuhan, Kau segalanya dalam hidupku, aku tak akan pernah lagi meninggalkan-Mu.

Oh Tuhan, Kau segalanya dalam hidupku, aku tak akan pernah lagi meninggalkan-Mu.

Sebelumnya:Penghakiman Tuhan adalah Berkat

Selanjutnya:Masa Lalu Menusukku Bagai Sebilah Pedang

MediaTerkait

  • Perbedaan tempat peristirahatan Tuhan dan Manusia

    I Tuhan punya tempat tujuan-Nya, manusia punya sendiri. Di perhentian-Nya Tuhan 'kan tetap tuntun, orang yang menyembah Tuhan sejati. Tuhan tak 'kan h…

  • Inikah Imanmu?

    I K'napa tak hormati Tuhan walau kau percaya Dia ada? K'napa tak takut Dia jika kau percaya Dia ada? Kristus inkarnasi Tuhan, itu fakta yang kau t'rim…

  • Semua Bangsa Datang ke Terang-Mu

    I Kau buka lebar pelukan-Mu tuk belai manusia dalam erangannya, Kau ulurkan lengan kekuatan dan kasih-Mu, dan terang mata-Mu menyala! Kasih-Mu genggam…

  • Tuhan Sangat Menderita untuk Selamatkan Manusia

    I Dulu s'kali, Tuhan datang ke dunia, menderita s'perti manusia. Dia t'lah tinggal di antara manusia, tapi tiada yang kenali-Nya. Dia diam-diam tanggu…