Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

436 Metode dan Prinsip Pekerjaan Tuhan dalam Kemanusiaan

1 Sebelum Tuhan menjadi daging, orang-orang tidak begitu paham akan apa yang Ia katakan karena pernyataan tersebut datang dari keilahian sepenuhnya. Sudut pandang maupun konteks dari perkataan-Nya tidak terlihat mata dan tidak mampu dicapai oleh umat manusia; perkataan-Nya dinyatakan dari alam roh yang tidak dapat dilihat manusia. Bagi orang-orang yang hidup dalam daging, mereka tidak bisa melewati alam roh. Akan tetapi setelah Tuhan menjadi daging, Ia berbicara kepada umat manusia dari sudut pandang manusia. Ia keluar dan melampaui lingkup alam roh. Dengan demikian Ia dapat mengungkapkan watak ilahi, kehendak, dan sikap-Nya, melalui hal-hal yang dapat dibayangkan manusia, dan melalui hal-hal yang dapat mereka lihat serta jumpai dalam kehidupan mereka; Ia menggunakan cara-cara yang dapat diterima manusia, lewat bahasa yang dapat mereka mengerti, dan pengetahuan yang dapat mereka pahami, semuanya demi membuat mereka mengerti dan mengenal Tuhan, demi membuat mereka memahami maksud-Nya dan standar yang dituntut-Nya dari mereka dalam lingkup kapasitas mereka, sesuai batas kemampuan mereka. Ini adalah metode dan prinsip pekerjaan Tuhan dalam wujud manusia.

2 Ketika Tuhan bekerja dalam wujud manusia, banyak cara-cara, perkataan, dan kebenaran-Nya diungkapkan dalam cara yang manusiawi. Tetapi pada saat yang sama watak Tuhan, apa yang Ia miliki dan siapa Ia, serta kehendak-Nya diungkapkan agar orang-orang bisa mengetahui dan memahaminya. Apa yang mereka ketahui dan pahami memang merupakan esensi-Nya, serta apa yang Ia miliki dan siapa Ia, yang merepresentasikan identitas dan status inheren Tuhan itu sendiri. Dengan kata lain, Anak Manusia dalam daging mengungkapkan watak dan esensi inheren Tuhan itu sendiri dengan cara yang sebaik dan seakurat mungkin. Wujud manusia dari Anak Manusia bukan hanya tidak menjadi penghalang atau rintangan bagi komunikasi dan interaksi manusia dengan Tuhan yang di surga, tetapi wujud manusia ini justru menjadi satu-satunya saluran dan jembatan bagi umat manusia untuk terhubung dengan Tuhan segala ciptaan.

Diadaptasi dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Cara Mengenal Tuhan yang Nyata

Selanjutnya:Haruskah Tuhan Memberi Tahu Manusia Sebelum Memulai Pekerjaan-Nya?

MediaTerkait

  • Kekasihku, Tunggulah Aku

    I Bulan tenang di atas pepohonan. Cantik, elok, bak kekasihku. Kasihku, Kau di mana? Ku sedang menangis. Engkau dengarkah? Hanya Engkau yang b'ri ku…

  • Sepanjang Jalan Bersama-Mu

    1 Aku terhanyut dan terlunta-lunta di dunia, jauh di lubuk hatiku aku merasa ada di laut. Firman-Mu yang hangat membangunkanku, dan aku melihat tera…

  • Kiranya Engkau Senantiasa Tinggal Dalam Hatiku

    I Kau bersamaku di s'tiap musim, melalui panas dan dingin. Lihat wajah kesepian-Mu, hatiku penuh duka. II Ku tak tahu kesendirian-Mu, tak pernah hibu…

  • Bagaimana Mendapatkan Kembali Keselamatan yang Hilang

    I Kau tanya b'rapa lama ku 'kan ikuti-Mu; ku 'kan b'ri masa mudaku dan mengiring-Mu. Gumaman datang dari dalam hatiku, guncangkan bumi dan gunung-gunu…