Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

863 Manusia Akhir Zaman Belum Pernah Melihat Murka Tuhan

1 Dapat dikatakan dari sejak masa penciptaan sampai sekarang, tidak ada kelompok yang telah menikmati kasih karunia atau belas kasihan dan kasih setia Tuhan sebanyak kelompok yang terakhir ini. Meskipun pada tahap terakhir, Tuhan telah melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran, dan telah melakukan pekerjaan-Nya dengan kemegahan dan murka, biasanya Tuhan hanya menggunakan firman untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dia menggunakan firman untuk mengajar, menyiram, menyediakan, dan memberi makan. Murka Tuhan, sementara itu, tetap tersembunyi, dan selain mengalami watak murka Tuhan dalam firman-Nya, sangat sedikit orang yang telah mengalami kemarahan-Nya secara langsung.

2 Yang artinya, selama pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan, meskipun murka yang diungkapkan dalam firman Tuhan memungkinkan orang untuk mengalami kemegahan dan ketidaktoleransian Tuhan terhadap pelanggaran, murka ini tidak melampaui firman-Nya. Dengan kata lain, Tuhan menggunakan firman untuk menegur, mengungkapkan, menghakimi, menghajar dan bahkan menghukum manusia—tetapi Tuhan belum marah secara mendalam terhadap manusia, dan bahkan hampir belum pernah melepaskan murka-Nya kepada manusia di luar dari firman-Nya. Jadi, belas kasihan dan kasih setia Tuhan yang dialami manusia pada zaman ini adalah penyingkapan watak Tuhan yang sejati, sementara murka Tuhan yang dialami manusia hanyalah dampak dari nada dan nuansa perkataan-Nya. Banyak orang keliru menganggap dampak ini sebagai pengalaman dan pengetahuan yang sejati tentang murka Tuhan.

3 Akibatnya, kebanyakan orang percaya bahwa mereka telah melihat belas kasihan dan kasih setia Tuhan di dalam firman-Nya, bahwa mereka juga telah melihat ketidaktoleransian Tuhan terhadap pelanggaran manusia, dan kebanyakan dari mereka bahkan semakin menghargai belas kasihan dan toleransi Tuhan terhadap manusia. Namun, tidak peduli seberapa buruk perilaku manusia, atau seberapa rusak wataknya, Tuhan selalu menahan diri. Dalam menahan diri, tujuan-Nya adalah menunggu agar firman yang telah diucapkan-Nya, upaya yang telah dilakukan-Nya, dan harga yang telah dibayarkan-Nya mencapai dampak dalam diri orang-orang yang ingin Dia dapatkan.

Diadaptasi dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Murka Tuhan MerupakanTampilan Watak-Nya yang Benar

Selanjutnya:Bagaimana agar Tidak Menyinggung Watak Tuhan

media terkait