Orang Israel telah percaya kepada Yahweh dari generasi ke generasi, dan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dapat ditemukan di seluruh dunia. Karena Yahweh, Tuhan Yesus, dan Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang esa, mengapa engkau mengatakan bahwa terlepas dari apakah orang percaya kepada Yahweh atau Yesus, jika mereka tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, mereka akan disingkirkan?

24 Agustus 2021

Firman Tuhan yang Relevan:

Karena manusia percaya kepada Tuhan, mereka harus mengikuti setiap jejak langkah Tuhan dari dekat, mereka harus "mengikuti Sang Anak Domba, ke mana pun Dia pergi". Hanya merekalah orang yang sungguh-sungguh mencari jalan yang benar, hanya merekalah yang mengenal pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang bersikeras berpegang pada kata-kata dan doktrin adalah mereka yang telah disingkirkan oleh pekerjaan Roh Kudus. Pada setiap zaman, Tuhan akan memulai pekerjaan baru, dan pada setiap zaman, akan ada permulaan baru di antara manusia. Jika manusia hanya mempertahankan kebenaran bahwa "Yahweh adalah Tuhan" dan "Yesus adalah Kristus", yang merupakan kebenaran yang masing-masing hanya berlaku di satu zaman, manusia tidak akan pernah bisa mengikuti kemajuan pekerjaan Roh Kudus dan akan selamanya tidak mampu memperoleh pekerjaan Roh Kudus. Bagaimanapun cara Tuhan bekerja, manusia mengikuti tanpa keraguan sedikit pun dan dengan saksama. Dengan cara ini, bagaimana mungkin manusia akan disingkirkan oleh Roh Kudus? Apa pun yang Tuhan lakukan, selama manusia yakin bahwa itu adalah pekerjaan Roh Kudus, dan bekerja sama dalam pekerjaan Roh Kudus tanpa keraguan sedikit pun, dan berusaha memenuhi tuntutan Tuhan, lalu bagaimana mungkin dia bisa dihukum? Pekerjaan Tuhan tidak pernah berhenti, jejak langkah-Nya tidak pernah berhenti, dan sebelum pekerjaan pengelolaan-Nya tuntas, Dia selalu sibuk dan tidak pernah berhenti. Namun, manusia berbeda. Setelah memperoleh secuil saja pekerjaan Roh Kudus, dia menganggap pekerjaan itu tidak akan pernah berubah; setelah mendapatkan sedikit saja pengetahuan, dia tidak terus mengikuti pekerjaan Tuhan yang baru; setelah melihat sedikit saja pekerjaan Tuhan, dia langsung membatasi Tuhan sebagai wujud patung kayu tertentu dan meyakini bahwa Tuhan akan senantiasa tetap dalam wujud yang dia lihat, bahwa wujud-Nya seperti itu di masa lampau, dan akan selalu seperti itu di masa depan; setelah mendapatkan pengetahuan yang dangkal, manusia menjadi begitu angkuh hingga lupa diri, lalu dengan gembar-gembor menyerukan watak dan hakikat Tuhan yang sesungguhnya tidak ada; dan setelah yakin terhadap satu tahap pekerjaan Roh Kudus, orang macam apa pun yang menyerukan pekerjaan Tuhan yang baru, manusia tidak menerimanya. Ini adalah orang-orang yang tidak dapat menerima pekerjaan baru Roh Kudus; mereka terlalu konservatif dan tidak mampu menerima hal-hal baru. Orang-orang semacam ini adalah mereka yang percaya kepada Tuhan, tetapi juga menolak Tuhan. Manusia percaya bahwa bangsa Israel salah karena "hanya percaya kepada Yahweh dan tidak percaya kepada Yesus", tetapi mayoritas orang hidup dalam peran "hanya percaya kepada Yahweh dan menolak Yesus" dan "menantikan kedatangan kembali Sang Mesias tetapi menentang Mesias yang bernama Yesus". Maka tidak heran, orang-orang tetap hidup di bawah kuasa Iblis setelah menerima satu tahap pekerjaan Roh Kudus, dan tetap tidak menerima berkat Tuhan. Bukankah ini adalah akibat dari pemberontakan manusia? Orang-orang Kristen di seluruh dunia yang tidak mengikuti pekerjaan baru zaman sekarang semuanya berpegang teguh pada pengharapan bahwa mereka akan beruntung, mengira bahwa Tuhan akan memenuhi setiap keinginan mereka. Namun, mereka tidak bisa berkata dengan pasti mengapa Tuhan akan mengangkat mereka ke tingkat yang ketiga dari surga, mereka juga tidak yakin tentang bagaimana Yesus akan datang menjemput mereka dengan menaiki awan putih, apalagi dapat mengatakan dengan kepastian penuh apakah Yesus akan benar-benar datang di atas awan putih atau tidak pada hari yang mereka bayangkan. Mereka semua cemas dan bingung; mereka sendiri bahkan tidak tahu apakah Tuhan akan mengangkat setiap mereka, sekumpulan kecil bermacam jenis orang yang berasal dari berbagai denominasi. Pekerjaan yang Tuhan lakukan saat ini, di zaman sekarang ini, maksud-maksud Tuhan—mereka sama sekali tidak memahami hal-hal ini, dan mereka tidak mampu berbuat apa-apa kecuali menghitung hari dengan jari-jari mereka. Hanya mereka yang mengikuti jejak langkah Anak Domba sampai akhirlah yang bisa mendapatkan berkat terakhir, sedangkan "orang-orang pintar" yang tidak mampu mengikuti sampai akhir, tetapi percaya bahwa mereka telah mendapatkan segalanya, tidak mampu menyaksikan penampakan Tuhan. Masing-masing menganggap dirinya orang paling pintar di bumi, dan mereka menghentikan kelanjutan perkembangan pekerjaan Tuhan tanpa alasan sama sekali, dan tampaknya percaya dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan akan mengangkat mereka ke surga, mereka yang "memiliki kesetiaan tertinggi kepada Tuhan, yang mengikut Tuhan, dan mematuhi firman Tuhan". Meskipun mereka memiliki "kesetiaan tertinggi" terhadap firman yang diucapkan Tuhan, perkataan dan tindakan mereka masih terasa sangat menjijikkan karena mereka menentang pekerjaan Roh Kudus serta berbuat licik dan jahat. Mereka yang tidak dapat mengikuti sampai akhir, tidak dapat mengikuti kemajuan pekerjaan Roh Kudus, dan hanya berpegang pada pekerjaan yang lama, mereka bukan hanya gagal mencapai kesetiaan kepada Tuhan, tetapi sebaliknya, telah menjadi orang-orang yang menentang Tuhan, orang-orang yang ditolak oleh zaman yang baru, dan orang-orang yang akan dihukum. Bukankah mereka orang yang paling menyedihkan? Banyak orang bahkan percaya bahwa semua orang yang menolak hukum yang lama dan menerima pekerjaan yang baru adalah orang-orang yang tidak memiliki hati nurani. Orang-orang ini, yang hanya berfokus pada "hati nurani", dan tidak mengenal pekerjaan Roh Kudus, pada akhirnya prospek mereka akan terputus oleh hati nurani mereka sendiri. Bahkan Tuhan pun tidak berpegang pada peraturan dalam pekerjaan-Nya, dan meskipun itu adalah pekerjaan-Nya sendiri, Tuhan tetap tidak terpaku pada pekerjaan itu. Apa yang harus ditolak, ditolak; apa yang harus disingkirkan, disingkirkan. Namun, manusia hanya berpegang pada satu bagian kecil dari pekerjaan pengelolaan Tuhan untuk memusuhi-Nya. Bukankah ini adalah kekonyolan manusia? Bukankah ini adalah kebodohan manusia? Makin manusia bersikap takut-takut dan terlalu berhati-hati karena takut tidak mendapatkan berkat, makin mereka tidak mampu mendapatkan lebih banyak berkat maupun menerima berkat terakhir. Semua orang yang bersikeras berpegang pada hukum Taurat menunjukkan kesetiaan tertinggi pada hukum itu, dan makin mereka menunjukkan kesetiaan yang demikian kepada hukum Taurat, makin mereka menjadi pemberontak yang menentang Tuhan. Karena sekarang adalah Zaman Kerajaan, bukan Zaman Hukum Taurat, dan pekerjaan zaman sekarang tidak dapat disamakan dengan pekerjaan di masa lalu, demikian juga pekerjaan di masa yang lalu tidak bisa dibandingkan dengan pekerjaan zaman sekarang. Pekerjaan Tuhan telah berubah, dan penerapan manusia juga telah berubah; itu tidak lagi berpegang pada hukum Taurat atau memikul salib. Oleh karena itu, kesetiaan manusia terhadap hukum Taurat dan salib tidak akan diperkenan Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia"

Setelah pekerjaan Yahweh, Yesus menjadi daging untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Pekerjaan-Nya tidak dilakukan secara terpisah, tetapi dibangun di atas pekerjaan Yahweh. Itu adalah pekerjaan untuk zaman yang baru yang Tuhan lakukan setelah Dia menyelesaikan Zaman Hukum Taurat. Demikian pula, setelah pekerjaan Yesus berakhir, Tuhan melanjutkan pekerjaan-Nya untuk zaman berikutnya, karena seluruh pengelolaan Tuhan selalu bergerak maju. Ketika zaman lama berlalu, zaman itu akan digantikan dengan zaman yang baru, dan begitu pekerjaan lama telah selesai, akan ada pekerjaan baru untuk melanjutkan pengelolaan Tuhan. Inkarnasi ini adalah inkarnasi Tuhan yang kedua, yang menyusul setelah pekerjaan Yesus. Tentu saja, inkarnasi ini tidak terjadi secara terpisah; itu merupakan tahap ketiga pekerjaan setelah Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Setiap kali Tuhan memulai tahap pekerjaan yang baru, pasti selalu ada awal yang baru dan pasti selalu membawa zaman yang baru. Demikian pula, ada perubahan dalam watak Tuhan, dalam cara kerja-Nya, dalam lokasi pekerjaan-Nya, dan dalam nama-Nya. Maka tak heran jika manusia sulit menerima pekerjaan Tuhan pada zaman yang baru. Namun bagaimanapun Tuhan ditentang oleh manusia, Dia selalu melakukan pekerjaan-Nya, dan selalu memimpin seluruh umat manusia bergerak maju. Ketika Yesus datang ke dalam dunia manusia, Dia membawa Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat. Pada akhir zaman, Tuhan sekali lagi menjadi daging, dan dengan inkarnasi ini Dia mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan membawa Zaman Kerajaan. Semua orang yang dapat menerima inkarnasi Tuhan yang kedua akan dibawa ke dalam Zaman Kerajaan, dan juga akan bisa menerima bimbingan Tuhan secara pribadi. Meskipun Yesus datang di antara manusia dan melakukan banyak pekerjaan, Dia hanya menyelesaikan pekerjaan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak membebaskan manusia dari semua wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya mengharuskan Yesus menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa manusia, tetapi juga mengharuskan Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang bahkan lebih besar untuk membebaskan manusia sepenuhnya dari wataknya yang telah dirusak oleh Iblis. Jadi, setelah manusia diampuni dari dosa-dosanya, Tuhan datang kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru serta memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan memperoleh berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam terang dan memperoleh kebenaran, jalan, dan hidup.

Jika orang tetap tinggal dalam Zaman Kasih Karunia, mereka tidak akan pernah terbebas dari watak mereka yang rusak, apalagi mengenal watak yang melekat pada Tuhan. Jika orang selalu hidup di tengah kelimpahan kasih karunia, tetapi tidak memiliki jalan hidup yang membuat mereka dapat mengenal dan memuaskan Dia, mereka tidak akan pernah benar-benar mendapatkan Dia dalam kepercayaan mereka kepada-Nya. Jenis kepercayaan ini sungguh menyedihkan. Setelah engkau selesai membaca buku ini, ketika engkau telah mengalami setiap langkah pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi pada Zaman Kerajaan, engkau akan merasa bahwa keinginan yang telah kaumiliki selama bertahun-tahun akhirnya telah terwujud. Engkau akan merasa bahwa baru sekaranglah engkau benar-benar melihat Tuhan berhadapan muka. Baru sekaranglah engkau menatap wajah-Nya, mendengar perkataan pribadi-Nya, menghargai hikmat pekerjaan-Nya, dan benar-benar merasakan betapa nyata dan mahakuasanya Dia. Engkau akan merasa bahwa engkau telah mendapatkan banyak hal yang belum pernah dilihat atau dimiliki orang-orang di masa lampau. Pada saat ini, engkau akan dengan jelas memahami apa arti percaya kepada Tuhan dan apa arti sesuai dengan maksud-maksud Tuhan. Tentu saja, jika engkau berpegang teguh pada pandangan masa lalu, dan menolak atau menyangkal fakta inkarnasi Tuhan yang kedua, engkau akan tetap bertangan kosong dan tidak mendapat apa pun, dan pada akhirnya, engkau akan dinyatakan bersalah karena menentang Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kata Pengantar"

Di sepanjang seluruh pekerjaan Tuhan, jika manusia harus selalu mematuhi hukum Yahweh, maka pekerjaan Tuhan tidak akan berkembang, bahkan tidaklah mungkin untuk mengakhiri keseluruhan zaman itu. Jika manusia terus memikul salib dan menerapkan kesabaran serta kerendahan hati, maka tidaklah mungkin bagi pekerjaan Tuhan untuk terus bergerak maju. Pengelolaan selama enam ribu tahun sama sekali tidak dapat diakhiri di antara orang-orang yang hanya mematuhi hukum Taurat, atau hanya memikul salib dan menerapkan kesabaran serta kerendahan hati. Sebaliknya, seluruh pekerjaan pengelolaan Tuhan diakhiri di antara orang-orang pada akhir zaman, yang mengenal Tuhan, yang telah didapatkan kembali dari cengkeraman Iblis dan telah sepenuhnya melepaskan diri mereka dari pengaruh Iblis. Ini adalah arah pekerjaan Tuhan yang tak terhindarkan. Mengapa dikatakan bahwa penerapan yang dilakukan oleh mereka di gereja-gereja agamawi telah ketinggalan zaman? Itu karena penerapan yang mereka lakukan terpisah dari pekerjaan Tuhan pada zaman sekarang. Pada Zaman Kasih Karunia, penerapan yang mereka lakukan itu benar, tetapi karena zaman itu telah berlalu dan pekerjaan Tuhan kini telah berubah, penerapan mereka telah berangsur-angsur menjadi ketinggalan zaman. Itu telah ditinggalkan oleh pekerjaan yang baru dan terang yang baru. Berdasarkan landasan yang semula, pekerjaan Roh Kudus telah bergerak maju beberapa langkah lebih dalam. Namun, orang-orang itu tetap saja terjebak di dalam tahap pekerjaan Tuhan yang semula dan tetap bertahan dengan penerapan-penerapan yang lama dan terang yang lama. Pekerjaan Tuhan bisa berubah drastis dalam waktu tiga atau lima tahun saja, jadi bukankah perubahan yang jauh lebih besar bisa saja terjadi dalam jangka waktu 2.000 tahun? Jika manusia tidak memiliki terang atau penerapan yang baru untuk dilakukan, ini berarti dia tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus. Inilah kegagalan manusia; keberadaan pekerjaan Tuhan yang baru tidak bisa disangkal karena, pada zaman sekarang, mereka yang sebelumnya memiliki pekerjaan Roh Kudus masih tetap melakukan penerapan-penerapan yang telah ketinggalan zaman. Pekerjaan Roh Kudus selalu bergerak maju, dan semua orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus harus pula bergerak maju lebih dalam dan berubah, langkah demi langkah. Mereka tidak boleh berhenti di tahap tertentu. Hanya mereka yang tidak mengenal pekerjaan Roh Kuduslah yang akan tetap bertahan di dalam pekerjaan-Nya yang semula, dan tidak menerima pekerjaan Roh Kudus yang baru. Hanya mereka yang suka memberontak yang tidak mampu mendapatkan pekerjaan Roh Kudus. Jika penerapan yang dilakukan manusia tidak mengikuti kecepatan pekerjaan Roh Kudus yang baru, maka penerapan manusia ini pasti akan terpisah dari pekerjaan zaman sekarang dan pasti tidak sesuai dengan pekerjaan zaman sekarang. Orang-orang yang ketinggalan zaman ini sama sekali tidak mampu menyelesaikan kehendak Tuhan, apalagi menjadi orang-orang yang pada akhirnya akan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Selain itu, seluruh pekerjaan pengelolaan tidak bisa diselesaikan di antara sekelompok orang semacam ini. Bagi mereka yang dahulu pernah berpegang teguh pada hukum Taurat Yahweh, dan mereka yang dahulu pernah menderita karena salib, jika mereka tidak bisa menerima tahap pekerjaan pada akhir zaman, ini berarti segala sesuatu yang telah mereka lakukan akan menjadi sia-sia dan tidak berguna. Ungkapan yang paling jelas dari pekerjaan Roh Kudus adalah merangkul saat ini dan sekarang, bukan berpegang teguh pada masa lampau. Mereka yang belum mengikuti pekerjaan zaman sekarang, dan yang telah terpisah dari penerapan zaman sekarang, adalah orang-orang yang menentang dan yang tidak menerima pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang semacam ini menentang pekerjaan Tuhan di masa sekarang. Meskipun mereka berpegang pada terang di masa yang lampau, tidak dapat disangkal bahwa mereka tidak mengenal pekerjaan Roh Kudus. Mengapa ada semua pembahasan tentang perubahan dalam penerapan yang harus dilakukan manusia, perbedaan antara penerapan manusia di masa lampau dan penerapan di masa sekarang, tentang bagaimana penerapan dilakukan di zaman yang sebelumnya dan bagaimana penerapan itu dilakukan di masa sekarang? Pemisahan seperti itu dalam penerapan manusia selalu dibahas karena pekerjaan Roh Kudus selalu bergerak maju secara konstan, dan karena itu penerapan manusia pun dituntut untuk senantiasa berubah. Jika manusia terjebak terus di satu tahap tertentu, ini membuktikan bahwa dia tidak mampu mengikuti pekerjaan Tuhan yang baru dan terang yang baru; ini tidak membuktikan bahwa rencana pengelolaan Tuhan itu belum berubah. Mereka yang berada di luar aliran Roh Kudus selalu berpikir diri mereka benar, padahal sebenarnya, pekerjaan Tuhan di dalam diri mereka telah lama berhenti, dan pekerjaan Roh Kudus telah meninggalkan mereka. Pekerjaan Tuhan telah lama dipindahkan ke kelompok manusia yang lain, kelompok di mana Tuhan bermaksud untuk menyelesaikan pekerjaan baru-Nya. Karena mereka yang agamawi ini tidak mampu menerima pekerjaan Tuhan yang baru dan hanya berpegang pada pekerjaan yang lama di masa lampau, maka Tuhan telah meninggalkan orang-orang ini, dan melakukan pekerjaan baru-Nya dalam diri orang-orang yang menerima pekerjaan yang baru ini. Inilah orang-orang yang bekerja sama di dalam pekerjaan Tuhan yang baru, dan hanya dengan cara inilah pengelolaan-Nya akan terselesaikan. Pengelolaan Tuhan selalu bergerak maju, dan penerapan yang harus dilakukan manusia pun selalu naik lebih tinggi. Tuhan senantiasa bekerja, dan manusia selalu memiliki kebutuhan, sehingga keduanya mencapai puncaknya dan Tuhan dan manusia mencapai kesatuan yang utuh. Inilah ungkapan selesainya pekerjaan Tuhan, dan inilah hasil akhir dari seluruh pengelolaan Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia"

Kristus akhir zaman membawa hidup, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh hidup, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan diperkenan oleh-Nya. Apabila engkau tidak mencari jalan hidup yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah memperoleh perkenanan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh kata-kata, dan belenggu sejarah, tidak akan pernah bisa memperoleh hidup maupun mendapatkan jalan hidup yang kekal. Ini karena satu-satunya yang mereka miliki hanyalah air keruh yang telah dipertahankan selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak dibekali dengan air kehidupan akan selamanya tetap mayat, mainan Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Engkau hanya berusaha berpegang pada masa lalu, tetap bergeming dan mempertahankan segala sesuatunya apa adanya, serta tidak berusaha mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, jadi bukankah engkau akan selalu bersikap antagonis terhadap Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luas dan dahsyat, seperti ombak yang bergelora dan guruh yang menderu—tetapi engkau hanya duduk pasif dan menunggu kehancuran, mempertahankan kebodohanmu dan tidak melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai seorang yang mengikut jejak langkah Anak Domba? Bagaimana engkau bisa membuktikan bahwa Tuhan yang engkau pegang teguh sebagai Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana kata-kata dalam buku-bukumu yang sudah menguning bisa mengantarkanmu ke zaman baru? Bagaimana kata-kata itu bisa menuntunmu mencari langkah-langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana kata-kata itu bisa membawamu ke surga? Yang engkau pegang di tanganmu adalah kata-kata yang hanya bisa memberikan penghiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberimu hidup. Kata-kata dalam kitab suci yang kaubaca hanya bisa memperkaya lidahmu, bukan kata-kata falsafah yang bisa membantumu memahami hidup manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Tidakkah perbedaan ini membuatmu merenung? Tidakkah ini membantumu memahami misteri yang terkandung di dalamnya? Mampukah kau membawa dirimu ke surga untuk menemui Tuhan seorang diri? Tanpa kedatangan Tuhan, bisakah engkau membawa dirimu sendiri ke surga untuk menikmati kebahagiaan keluarga bersama Tuhan? Apakah sekarang engkau masih bermimpi? Jika demikian, Aku menyarankan agar engkau berhenti bermimpi dan menyaksikan siapa yang sedang bekerja sekarang—lihatlah siapa yang sekarang sedang melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Kalau engkau tidak melakukan itu, engkau tidak akan pernah mendapatkan kebenaran, dan tidak akan pernah memperoleh hidup.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"

Mereka yang berharap memperoleh hidup tanpa mengandalkan kebenaran yang diucapkan oleh Kristus adalah orang-orang paling konyol di bumi, dan mereka yang tidak menerima jalan hidup yang dibawa oleh Kristus adalah orang-orang yang sesat dalam fantasi. Maka Aku mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menerima Kristus akhir zaman selamanya akan membuat Tuhan muak. Kristus adalah pintu gerbang bagi manusia menuju Kerajaan pada akhir zaman, tidak ada seorang pun yang dapat melewati Dia. Tidak seorang pun bisa disempurnakan oleh Tuhan kecuali melalui Kristus. Engkau percaya kepada Tuhan, karena itu, engkau harus menerima firman-Nya dan tunduk pada Firman-Nya. Jangan hanya memikirkan memperoleh berkat tanpa mampu menerima kebenaran dan perbekalan hidup. Kristus datang pada akhir zaman sehingga Dia dapat membekali semua orang yang benar-benar percaya kepada-Nya dengan kehidupan. Pekerjaan ini ada untuk mengakhiri zaman lama dan memasuki zaman baru, dan pekerjaan ini adalah jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang akan memasuki zaman yang baru. Jika engkau tidak mengakui Kristus, dan terlebih lagi, mengutuk, menghujat, atau menganiaya Dia, engkau pasti akan dibakar untuk selama-lamanya, dan tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Ini karena Kristus ini sendiri adalah pengungkapan Roh Kudus, pengungkapan Tuhan, Dia yang telah Tuhan percayakan untuk melakukan pekerjaan-Nya di bumi, dan karena itu Kukatakan bahwa jika engkau tidak bisa menerima segala hal yang dilakukan oleh Kristus akhir zaman, itu berarti engkau menghujat Roh Kudus. Hukuman setimpal bagi mereka yang menghujat Roh Kudus sangat jelas bagi semua orang. Aku juga memberitahumu hal ini: Jika engkau menentang Kristus akhir zaman, jika engkau menolak Kristus akhir zaman, tidak ada seorang pun yang dapat menanggung akibatnya bagimu. Selain itu, sejak saat itu dan seterusnya, engkau tidak akan memiliki kesempatan lain untuk memperoleh perkenanan Tuhan; sekalipun engkau ingin menebus dirimu, engkau tidak akan dapat lagi melihat wajah Tuhan. Ini karena yang kautentang bukanlah seorang manusia, yang kautolak bukanlah manusia yang tidak berarti, melainkan Kristus. Tahukah engkau apa akibatnya jika melakukan hal ini? Engkau bukan sedang melakukan kesalahan kecil, tetapi melakukan dosa yang mengerikan. Dan karena itu, Aku menasihati setiap orang untuk tidak memperlihatkan taringmu dan mengacungkan cakarmu atau melontarkan kritik yang gegabah di hadapan kebenaran, karena hanya kebenaran yang dapat membawakan hidup bagimu, dan tidak ada hal lain selain kebenaran yang dapat memungkinkanmu untuk dilahirkan kembali dan melihat lagi wajah Tuhan.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal"

Apakah kini engkau paham apa arti penghakiman dan apa arti kebenaran? Jika engkau sudah paham, Aku menasihatimu untuk tunduk dengan patuh untuk dihakimi, kalau tidak, engkau tidak akan pernah berkesempatan untuk diperkenan oleh Tuhan atau dibawa oleh-Nya ke dalam kerajaan-Nya. Orang-orang yang hanya menerima penghakiman tetapi tidak pernah bisa disucikan, yaitu mereka yang melarikan diri di tengah pekerjaan penghakiman, akan selamanya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dosa-dosa mereka lebih serius, dan lebih banyak, daripada dosa-dosa orang Farisi, karena mereka telah mengkhianati Tuhan dan adalah para pemberontak terhadap Tuhan. Orang-orang yang bahkan tidak layak untuk berjerih payah ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat, dan terlebih lagi, hukuman yang kekal. Tuhan tidak akan membiarkan lolos semua pengkhianat yang pernah memperlihatkan kesetiaan dalam perkataan tetapi kemudian mengkhianati-Nya. Orang-orang semacam ini akan menerima pembalasan melalui hukuman terhadap roh, jiwa, dan tubuh. Bukankah inilah tepatnya penyingkapan watak benar Tuhan? Bukankah inilah tepatnya tujuan Tuhan dalam menghakimi manusia dan menyingkapkan manusia? Tuhan menyerahkan mereka yang melakukan segala macam perbuatan jahat selama masa penghakiman ke suatu tempat yang dipenuhi dengan roh-roh jahat, dan membiarkan roh-roh jahat ini menghancurkan tubuh daging mereka sesukanya, dan tubuh orang-orang itu mengeluarkan bau busuk mayat. Itulah pembalasan yang pantas terhadap mereka. Tuhan menuliskan setiap dosa orang-orang percaya palsu, rasul-rasul palsu, dan pekerja-pekerja palsu yang tidak setia itu dalam buku catatan mereka; lalu, ketika waktunya tiba, Dia melemparkan mereka ke tengah roh-roh najis, membiarkan roh-roh najis ini mencemari seluruh tubuh mereka sesuka hati, sehingga mereka tidak akan pernah bisa bereinkarnasi dan tidak pernah lagi melihat terang. Tuhan menggolongkan orang-orang munafik yang melakukan pelayanan selama beberapa waktu tetapi tidak mampu tetap setia sampai akhir, sebagai orang jahat, membiarkan mereka berkubang dalam lumpur bersama orang-orang jahat dan membentuk gerombolan yang kacau balau dan beraneka ragam, dan pada akhirnya, Tuhan akan membinasakan mereka. Tuhan mengesampingkan dan tidak memperhatikan orang-orang yang tidak pernah setia kepada Kristus atau yang tidak pernah menyumbangkan sedikit pun dari tenaga mereka, dan pada saat perubahan zaman Dia akan membinasakan mereka semua. Mereka tidak akan ada lagi di bumi, apalagi masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Tuhan menggolongkan siapa pun yang tidak pernah tulus kepada Tuhan, tetapi yang tidak punya pilihan selain berurusan dengan-Nya secara asal-asalan, sebagai orang yang melakukan pelayanan bagi umat-Nya. Hanya sedikit dari orang-orang semacam itu yang akan terus hidup, sedangkan sebagian besar akan dihancurkan bersama orang-orang yang bahkan jerih payahnya pun tidak memenuhi standar. Pada akhirnya, Tuhan akan membawa ke dalam kerajaan-Nya semua orang yang sehati dan sepikiran dengan Tuhan, umat Tuhan dan anak-anak Tuhan, serta mereka yang ditentukan dari semula oleh Tuhan untuk menjadi imam. Mereka adalah kristalisasi dari pekerjaan Tuhan. Adapun orang-orang yang tidak dapat digolongkan ke kategori mana pun yang ditentukan Tuhan, mereka akan digolongkan di antara jajaran orang tidak percaya, dan engkau semua pasti dapat membayangkan seperti apa kesudahan mereka nantinya. Aku telah mengatakan kepada engkau semua segala sesuatu yang harus Kukatakan; jalan yang engkau semua pilih adalah pilihanmu sendiri. Yang harus engkau semua pahami adalah ini: pekerjaan Tuhan tidak pernah menunggu siapa pun yang tidak bisa mengimbangi langkah-Nya, dan watak benar Tuhan tidak berbelas kasihan kepada siapa pun.

—Firman, Jilid 1, Penampakan dan Pekerjaan Tuhan, "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran"

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp