Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

240 Tanpa Tujuan Jauh dari Firman Tuhan

1 Aku merenungkan firman Tuhan dan dengan sungguh-sungguh bercermin diri. Tuhan telah mengangkatku untuk melaksanakan tugas untuk melatihku. Tetapi aku telah menggunakan kesempatan ini untuk pamer. Saat pekerjaanku membuahkan sedikit hasil, aku bahkan mengubah caraku berjalan dan berbicara. Aku mengaku telah memberikan semua kemuliaan kepada Tuhan tetapi menghitung kontribusiku sendiri. Aku selalu percaya pada bakatku tetapi tidak berdoa dengan tulus kepada Tuhan. Karena tidak mencari kebenaran dalam segala hal, aku terus menghadapi rintangan. Hanya setelah jatuh ke dalam kegelapanlah aku telah melihat betapa menyedihkan dan miskinnya aku. O Tuhan! Aku kahirnya tahu bahwa aku tak dapat melakukan apa-apa tanpamu.

2 Aku tidak pernah mengetahui pentingnya prinsip dalam menangani hal-hal. Aku selalu merasa bahwa semua hal dapat diselesaikan melalui bakat. Aku sekarang telah mengalami bahwa saat jauh dari firman Tuhan, aku tak punya tujuan. Mengandalkan bakat dalam bekerja tanpa mencari kebenaran pasti akan gagal. Tanpa tunduk dan mengasihi Tuhan, melaksanakan tugasku adalah hal yang sia-sia. Aku tanpa merasa malu menentang nuraniku dan mencuri kemulaan dari Tuhan, aku bahkan memamerkan dan menyombongkan diri sendiri. Bagaimana mungkin itu adalah hati yang meninggikan Tuhan? Tidak mengejar kebenaran, bersikeras menggunakan caraku sendiri, bagaimana mungkin aku tidak tersandung? O Tuhan! Penghakimanmu telah memungkinkanku mengetahui watak-Mu yang benar.

3 Aku begitu memberontak, tetapi Tuhan masih mencerahkan dan membimbingku. Melihat kasih dan belas kasihan Tuhan, aku merasakan lebih banyak penyesalan dan utang budi. Aku begitu tak berharga dan rendah, hanya setitik debu. Aku harus membalas Tuhan saat aku dapat melaksanakan tugas seorang ciptaan. Aku membenci bahwa di masa lalu aku melaksanakan tugasku tanpa mencari kebenaran. Kehilangan begitu banyak kesempatan untuk disempurnakan benar-benar melukai hati Tuhan. Hanya setelah dengan sepenuhnya tenggelam dalam kepahitan baru aku mengetahui betapa berharganya kebenaran. Hanya setelah dipangkas dan ditangani oleh Tuhanlah aku tahu betapa dalamnya kerusakanku. Aku bersedia memberikan seluruh diriku untuk mengejar kebenaran, menerima penghakiman Tuhan, dan ditahirkan. Aku akan menyerahkan seluruh jiwa ragaku untuk memenuhi tugasku menghibur hati Tuhan.

Sebelumnya:Aku Melihat Kasih Tuhan dalam Hajaran dan Penghakiman

Selanjutnya:Aku Pada Akhirnya Hidup Serupa Dengan Manusia

media terkait