Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

201 Bangunnya Seorang Penjilat

1

Aku dahulu adalah seorang penjilat, yang mengejar filsafat hidup Iblis,

menghargai perdamaian dan kesabaran di atas segalanya dan tidak pernah berdebat dengan siapapun.

Saat melakukan segala sesuatu atau berinteraksi dengan orang lain, aku melindungi kesia-siaan, harga diri dan statusku.

Aku menutup mataku terhadap kebenaran, dan aku tak mau mengakui bahwa aku telah melihat begitu jelas.

Jika ada sesuatu yang tidak melibatkan diriku, aku tak lagi mengikuti prinsipku dan pura-pura tidak tahu.

Aku melindungi diriku sendiri, aku mengkhianati nuraniku sendiri agar tidak menyinggung orang lain.

Aku menyerah kepada kesulitan, aku menjalani hidup yang tercela dan kehilangan kemanusiaanku.

Tanpa karakter atau martabat, aku tidak layak menjadi manusia.

2

Mengalami penghakiman firman Tuhan, aku terbangun seketika.

Memahami kebenaran, aku dengan jelas melihat kebenaran tentang kejahatan dan kerusakan umat manusia.

Aku jatuh di hadapan Tuhan dan merasa begitu bersalah dalam hatiku.

Aku membenci keegoisan dan kekejianku sendiri, dan membenci diriku sendiri karena telah kehilangan integritas dan martabat.

Penjilat ini pada akhirnya telah diungkapkan: Aku menyakiti orang lain, merugikan diriku sendiri dan Tuhan membenciku.

Licik, penuh tipu daya, munafik, aku tak dapat lari dari penghakiman Tuhan.

Firman Tuhan adalah kebenaran, pepatah tertinggi dalam hidup.

Manusia yang jujur mematuhi Tuhan, mereka bertindak dengan jujur dan dengan hati yang terbuka.

Mereka melakukan kebenaran dan menerima persetujuan Tuhan, hidup dalam terang.

Aku bertekad menjadi orang yang jujur, hidup dalam firman Tuhan,

membuang kebengkokan dan tipu dayaku, dan takut akan Tuhan serta menghindari kejahatan.

Aku akan melaksanakan tugasku dengan penuh iman dan menjalani hidup layaknya manusia yang sejati untuk memuliakan Tuhan.

Sebelumnya:Penghakiman Tuhan Telah Menyelamatkanku

Selanjutnya:Pertobatan yang Sepenuh Hati

media terkait