Bab Empat Belas: Mereka Memperlakukan Rumah Tuhan Seperti Wilayah Kekuasaan Pribadinya (Pasal Empat)
III. Antikristus Menyelidiki dan Mengendalikan Hati Orang
Selain memonopoli kekuasaan dan memanipulasi keadaan, apa lagi tindakan yang dapat menegaskan bahwa antikristus memperlakukan rumah Tuhan seperti wilayah kekuasaan mereka sendiri? Mengenai memonopoli kekuasaan, kita lebih banyak bersekutu tentang aspek-aspek masalah personel, sedangkan memanipulasi keadaan lebih tentang mengendalikan perkembangan peristiwa-peristiwa. Monopoli kekuasaan yang dilakukan antikristus adalah tindakan eksternal, demikian pula memanipulasi keadaan juga merupakan hal eksternal yang dapat dilihat orang—aspek-aspek ini mudah dikendalikan. Namun, ada satu hal yang sangat sulit dikendalikan siapa pun. Hal apakah itu? (Pengendalian hati dan pikiran manusia.) Katakan kepada-Ku, benarkah itu? (Ya, benar.) Alkitab mengatakan, "Hati sangat licik lebih dari apa pun" (Yeremia 17:9), artinya, hati manusia adalah hal yang paling sulit untuk dikendalikan. Akankah antikristus berusaha mengendalikan hal paling sulit ini? Mungkin mereka akan berkata, "Karena hati manusia adalah yang paling licik dan sulit dikendalikan, aku tidak akan mengendalikannya. Biarlah mereka berpikir sekehendak mereka; selama aku punya kekuasaan, selama aku memiliki kendali atas orang-orang, itu sudah cukup. Aku hanya akan mengendalikan tindakan dan perilaku mereka, sedangkan pikiran mereka biarlah Tuhan yang mengatur; aku tidak mampu melakukannya, jadi aku tidak akan repot-repot melakukan hal itu." Apakah antikristus akan berkompromi seperti ini? (Tidak, mereka tidak akan melakukannya.) Dilihat dari esensi antikristus, ambisi mereka adalah untuk mengendalikan seseorang secara keseluruhan. Hal yang paling sulit untuk mereka kendalikan adalah hati manusia, tetapi itu juga yang paling ingin mereka kendalikan. Mereka menjerat orang-orang di bawah kekuasaan mereka, mengambil kendali penuh atas segala hal: arah suatu peristiwa berkembang, jumlah orang yang terlibat, hal-hal yang muncul, seluruh rangkaian perkembangan peristiwa, dan hasil akhirnya—semuanya dibuat agar sesuai dengan apa yang mereka gerakkan dan sesuai keinginan hati mereka. Namun, ada satu hal, yaitu, apa yang dipikirkan orang di dalam hatinya? Apa yang orang pikirkan tentang diri mereka? Apakah orang-orang memiliki kesan baik terhadap diri mereka? Apakah mereka disukai? Apakah di dalam hati mereka, orang-orang itu percaya bahwa mereka adalah antikristus? Apakah mereka menilai atau membenci tindakan mereka? Ketika dari luar orang-orang itu tampak menghormati dan menyanjung mereka, apa sebenarnya yang mereka pikirkan di dalam hati? Apakah isi hati mereka benar-benar sama dengan apa yang mereka tampakkan di luar? Apakah orang-orang itu benar-benar taat pada mereka? Inilah hal yang sangat menggelisahkan antikristus. Semakin gelisah, semakin mereka ingin mencari jawabannya. Inilah perwujudan ketiga dari antikristus yang memperlakukan rumah Tuhan seperti wilayah kekuasaan mereka sendiri—menyelidiki dan mengendalikan hati orang.
Apakah menyelidiki dan mengendalikan hati orang itu mudah? Menyelidiki dan mengendalikan mewakili dua tingkatan perbuatan atau sikap yang berbeda dalam melakukan sesuatu. Ketika seorang antikristus memegang kekuasaan dan mengendalikan seluruh rangkaian perkembangan serta hasil akhir dari suatu peristiwa, ketika dia mengendalikan hal-hal ini, maka apa yang benar-benar ada di pikiran dan hati para bawahannya atau mereka yang berada dalam lingkup pengaruhnya—apakah mereka memperlakukannya seperti Tuhan atau seperti manusia sempurna, apakah mereka menyimpan kebencian, pendapat, atau gagasan terhadap dirinya, dan apakah mereka menilai dirinya—apa yang sebenarnya dipikirkan orang di dalam hati mereka, semua ini cukup sulit untuk diukur. Lalu apa yang dia lakukan? Dia mengamati para bawahannya, memberikan kebaikan atau mengucapkan kata-kata yang menyenangkan kepada siapa pun yang tidak bisa menilai dan mudah dieksploitasi. Orang-orang ini seperti bola karet: Mereka makin melenting dan mendapatkan lebih banyak energi setiap kali engkau memukulnya. Dia menggunakan orang-orang seperti itu sebagai pion. Untuk apa dia menggunakan mereka? Dia menyuruh pion-pion ini menyelidiki hati orang untuknya. Dia mungkin berkata kepada seorang pion, "Akhir-akhir ini, Saudari Li dan putrinya mengurangi persembahan mereka untuk gereja kita. Dahulu mereka sering memberi persembahan, tetapi sekarang mereka jarang datang. Apa yang mereka lakukan akhir-akhir ini? Apakah mereka berhubungan dengan orang luar? Apakah terjadi sesuatu di rumah mereka? Pergilah dan tawarkan bantuan." Orang itu mengunjungi rumah Saudari Li dan melihat-lihat, sambil berpikir, "Tidak ada wajah yang tidak dikenal di sini. Kedua saudari itu tampaknya menjalani kehidupan yang cukup damai. Sepertinya mereka tidak mengalami kesulitan apa pun. Mengapa mereka tidak datang ke pertemuan kami? Coba kutanyakan lebih lanjut." Orang itu bertanya, "Apakah akhir-akhir ini engkau semua mendapatkan penerangan baru di rumah? Belakangan aku merasa lemah; bersekutulah sebentar denganku." Melihat orang tersebut datang untuk mencari kebenaran dan bantuan, para saudari ini bersekutu dengannya dan berkata, "Baru-baru ini, kami telah mendapatkan penerangan baru bahwa orang yang percaya Tuhan tidak boleh mengikuti atau selalu bergantung pada orang lain; saat menghadapi tantangan, kita harus datang ke hadapan Tuhan dalam doa; ini adalah hikmat tertinggi. Manusia tidak dapat diandalkan, kita hanya dapat mengandalkan Tuhan; Dialah yang dapat menganugerahkan kebenaran, kehidupan, dan jalan yang harus ditempuh—manusia tidak dapat melakukan ini. Dahulu aku selalu bergantung pada orang lain, tetapi kemudian melalui persekutuan dengan seorang saudari ...." Orang itu merespons, "Melalui persekutuan dengan seorang saudari? Di mana saudari itu? Apakah dia orang luar?" Para saudari berkata, "Dia bukan orang luar; dia adalah salah seorang saudari dari gereja kita yang kembali setelah beberapa tahun melaksanakan tugasnya di luar kota." Orang itu merespons, "Bukankah itu masih termasuk menghubungi orang luar? Engkau telah gegabah berhubungan dengan orang luar; engkau harus melaporkan masalah ini ke gereja!" Setelah mengumpulkan informasi ini, orang itu mengungkap dua informasi penting: Pertama, kedua saudari itu tidak ingin dekat dengan pemimpin dan telah menunjukkan beberapa penilaian terhadapnya; kedua, mereka telah berhubungan dengan orang luar dan orang luar itu mengatakan sesuatu kepada mereka; secara spesifik memang tidak dijelaskan, kedua saudari tersebut tidak mau mengatakan apa pun tentang hal itu, mereka sengaja menyembunyikannya, ini berarti kesetiaan mereka kepada pemimpin telah goyah dan mereka mulai mewaspadai pemimpin. Ketika orang itu kembali dan memberikan laporannya kepada antikristus, apakah antikristus senang setelah mendengarnya? Apakah dia akan berpikir, "Bagus, bawahanku akhirnya menunjukkan penilaiannya terhadapku"? (Tidak, dia tidak akan berpikir demikian.) Apa yang akan dia pikirkan? "Ini buruk. Kedua saudari itu dahulunya taat, mereka adalah orang-orang percaya yang tulus di gereja dan memberikan banyak persembahan. Sejak orang tidak dikenal ini mulai berinteraksi dengan mereka, keduanya menjadi sedikit kurang taat. Akankah mereka terus memberikan persembahan di masa mendatang? Ini menyusahkan dan berbahaya." Antikristus merasa gelisah. Mengapa dia gelisah? (Orang-orang mulai menilainya dan tidak lagi mendengarkannya.) Tepat sekali, hati mereka tidak lagi berada di bawah manipulasi dan kendalinya, mereka mengalami perubahan hati, sehingga mereka merasa gelisah. Dahulu, keduanya polos dan sederhana, mereka sangat patuh dan tidak menunjukkan penilaian terhadapnya, apa pun yang dia katakan mereka terima tanpa pikir panjang. Sekarang mereka telah mengalami perubahan hati, mulai punya penilaian, menjaga jarak, dan mungkin menolaknya, bahkan mungkin berniat melaporkannya—yang berarti masalah. Bukankah ini perwujudan spesifik tentang bagaimana antikristus menyelidiki dan mengendalikan hati orang?
Ketika antikristus melihat sesuatu yang tidak biasa, dia dengan cepat mengirim kroni atau antek-anteknya untuk mencari tahu tentang situasinya dan memahami alasan yang menyebabkannya. Jika tidak ada perubahan, jika orang-orang tetap sama dan hati mereka tetap tidak berubah, maka dia merasa tenang, tidak lagi gelisah atau tegang. Namun, jika dia menemukan sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang tidak diketahuinya, yang di luar manipulasinya, di luar bayangannya, maka hal itu pun menyusahkannya. Dia menjadi khawatir dan cemas, dan dengan tergesa-gesa, dia pun bertindak. Apa tujuan tindakannya? Dia ingin orang lain menjadi satu pikiran dengannya, hatinya tidak berubah. Orang-orang harus selalu menyampaikan dan melaporkan pikiran mereka kepadanya, menunjukkan kesetiaan, tekad, dan ketulusan. Dia harus terus-menerus mengendalikan perubahan pikiran dan gagasan hati orang lain, serta arah dan prinsip pemikiran mereka. Begitu dia mendapati ada yang menyimpan pendapat berbeda, dia harus bergerak untuk mengubahnya. Jika mereka tidak dapat diubah dan menjadi teman, mereka pun akan dijadikan musuh. Apa konsekuensi dari menjadi musuhnya? Mereka akan menjadi sasaran hukuman dan penindasan. Ini baru salah satu pendekatannya. Masih ada pendekatan lainnya. Antikristus selalu khawatir tentang orang-orang di sekitarnya, dia tidak pernah dapat mengukur mereka sepenuhnya, takut orang-orang akan menilai dan melaporkan tindakannya, dan dia berkata dalam hati: "Apakah engkau melihat ketika aku mencuri persembahan dan melakukan berbagai hal dengan caraku sendiri? Jika engkau melihatnya, dapatkah engkau menilainya? Akankah engkau melaporkanku?" Ada beberapa antikristus yang bahkan diam-diam menjalani kehidupan seks bebas, dan mereka berpikir, "Siapa yang mengetahui tentang hal-hal ini? Apa yang dipikirkan oleh mereka yang mengetahuinya? Haruskah aku berpura-pura, menciptakan kesan yang keliru, lalu menguji orang-orang ini, mengorek pikiran terdalam mereka, dan melihat apa yang sebenarnya mereka pikirkan?" Akankah antikristus melakukan hal-hal seperti itu? Bagi orang jahat seperti antikristus, melakukan hal-hal seperti itu adalah hal biasa; mereka melakukannya secara alamiah—dan dengan sangat baik. Antikristus mengumpulkan orang-orang dan berkata, "Hari ini, aku memanggil semua orang kemari tidak lain untuk memeriksa kekuranganku dalam melakukan pekerjaan di gereja akhir-akhir ini dan membicarakan tentang apa yang kuketahui mengenai watak rusak yang telah kusingkapkan. Bicaralah secara terbuka, jangan ragu-ragu. Aku tidak akan mempersalahkanmu. Mari bersekutu secara terbuka dari hati ke hati secara langsung. Jika aku memang berbuat sesuatu, aku akan berubah; jika tidak, aku akan menganggapnya sebagai peringatan untuk tidak melakukannya. Segala sesuatu di rumah tuhan ini terbuka, tidak tersembunyi, dan terang-terangan. Kita melakukan segala sesuatu di hadapan tuhan dan tidak perlu mewaspadai satu sama lain. Saudara-saudari, tenangkan pikiranmu. Aku akan mulai dengan memeriksa diriku sendiri. Akhir-akhir ini, karena kemalasan dan keinginanku untuk mendapatkan kenikmatan daging, aku belum melaksanakan pekerjaanku dengan baik. Pekerjaan penginjilan tidak berjalan dengan baik akhir-akhir ini, dan aku tidak terlalu memperhatikan kehidupan bergereja. Aku sibuk dengan pekerjaan penginjilan dan tidak punya waktu untuk hal-hal lain. Tentu saja, aku yang bertanggung jawab. Dengan mengandalkan imajinasiku, aku berasumsi kehidupan bergereja akan dapat diatur sendiri oleh saudara-saudari, dan aku tidak perlu terlalu khawatir. Engkau semua sudah dewasa, dan firman tuhan begitu jelas, jadi aku dengan sepenuh hati mengabdikan diriku untuk pekerjaan penginjilan. Namun, aku juga tidak melakukan pekerjaan penginjilan dengan baik. Aku harus mengakui kesalahanku di hadapan saudara-saudari, meminta pengampunanmu, dan memohon pengampunan tuhan. Izinkan aku membungkuk di hadapan engkau semua." Semua orang melihat ini dan berpikir dalam hatinya, "Dia sudah berubah; dia tidak terlihat licik seperti sebelumnya. Mengapa dia begitu tulus hari ini? Ada sesuatu yang aneh. Aku tidak boleh langsung mengambil kesimpulan; aku akan melihat apa yang dia katakan selanjutnya." Antikristus lanjut berbicara, dia mengakui dirinya adalah setan, Iblis, mengakui bahwa dia belum melakukan pekerjaan yang nyata, menyatakan kesediaannya untuk siap diatur oleh Yang di Atas dan menerima kritik atau teguran apa pun dari saudara-saudari. Lebih jauh dia berkata, "Sekalipun mereka memberhentikanku dan tidak mengizinkanku memimpin, aku bersedia menjadi orang paling rendah. Aku merekomendasikan Saudari Li dan putrinya dari gereja kita untuk mengambil alih pekerjaanku." Dia telah memilih penggantinya. Bukankah sikapnya cukup tulus? Masihkah perlu dicurigai? Sambil mengatakan ini, dia bahkan mulai menangis. Kemudian, dia memanggil istrinya dan berkata, "Selama ini, engkau juga belum melakukan pekerjaan nyata, hanya menyebabkan gangguan dan kekacauan, bahkan memangkas saudara-saudari secara membabi buta. Engkau juga harus diberhentikan." Antikristus menyalahkan dirinya sendiri dan keluarganya, membuat orang merasa bahwa dia memang tulus. Ketika semua orang mendengar ini, seseorang berkata, "Sebenarnya, kami sudah lama menilaimu. Engkau semua tidak berkonsultasi dengan kami dalam banyak hal; beberapa dari kalian mendiskusikan berbagai hal secara pribadi lalu membuat keputusan. Ini tidak sejalan dengan prinsip kerja di rumah Tuhan. Selain itu, engkau semua menentukan sendiri siapa yang akan menjadi pemimpin tanpa sepengetahuan kami—kami bahkan tidak berhak mengetahuinya. Orang yang engkau pilih bukan hanya gagal melakukan pekerjaan nyata, melainkan juga menyebabkan gangguan, tetapi engkau tidak memberhentikannya." Saudara-saudari menyuarakan pendapat mereka satu per satu. Ketika antikristus mendengar ini, dia berpikir, "Ini buruk! Namun, ada baiknya juga mereka mencurahkan pikiran mereka yang sebenarnya sekaligus. Ini akan menguntungkan pekerjaanku di masa mendatang. Jika mereka tidak angkat bicara dan malah menikamku dari belakang, atau langsung menulis surat laporan kepada yang di atas tanpa sepengetahuanku, aku akan tamat, bukan? Untungnya, aku menggunakan taktik ini, aku pintar dan memiliki refleks cepat, dan aku bisa mengetahui pendapat mereka tepat pada waktunya." Dia kemudian melanjutkan, berkata dengan penuh kemunafikan, "Terima kasih, saudara-saudari, atas kepercayaanmu, yang dengan tulus mengkritik kesalahanku hari ini. Aku pasti akan mengubahnya di masa mendatang. Jika tidak, semoga hukuman dan kutukan menimpaku." Cara antikristus menyelidiki dan mengendalikan hati manusia tidak terbatas pada menguping dan mengintip dari balik pintu. Dalam situasi serius, dia menyimpan senjata rahasia yang kuat. Senjata rahasia macam apa? Dia mempraktikkan demokrasi dan kebebasan, memberi kebebasan berbicara yang cukup kepada orang-orang, mengizinkan mereka untuk mengekspresikan pendapat dan pikiran terdalam mereka, mendorong orang untuk menyuarakan perasaan terdalam, meskipun berupa keluhan. Kemudian, dia memanfaatkan kelemahan orang-orang yang memiliki gagasan atau pendapat yang berbeda tentang dirinya, lalu memusnahkan mereka sekaligus. Bagaimana kedengarannya cara antikristus itu? Sangat jahat! Bukankah itu agak mirip dengan si naga merah yang sangat besar? Mereka pada dasarnya adalah kelompok yang sama, memiliki esensi natur yang sama. Bukankah seperti itu juga cara si naga merah yang sangat besar bertindak? Melihat cara kerja antikristus sama seperti melihat wajah buruk si naga merah yang sangat besar.
Antikristus mahir menggunakan kata-kata yang menyenangkan dan tepat untuk memikat orang serta membuat mereka mencurahkan isi hatinya kepadanya. Setelah menyelidiki dan mengorek situasi sebenarnya dari orang-orang itu, apa hasilnya? Akankah para antikristus bertobat karena orang-orang mengucapkan kata-kata yang jujur ini kepada mereka? Akankah mereka menyerah, berhenti melakukan kejahatan, melepaskan kekuasaan mereka, meninggalkan keinginan mereka untuk berkuasa, dan membubarkan wilayah kekuasaan mereka? Tidak akan pernah. Sebaliknya, mereka akan meningkatkan usaha mereka. Setelah melakukan segala kemampuan mereka untuk mengendalikan hati orang, mereka mempertahankan orang-orang yang sejalan, dan membuang semua yang tidak sejalan dengan diri mereka. Kita tidak dapat mengabaikan bahwa dalam keadaan seperti itu ada beberapa saudara-saudari di gereja yang telah dikeluarkan, diusir, atau kitab-kitab firman Tuhan mereka disita. Orang-orang itu diperlakukan secara tidak adil. Apa yang harus dilakukan oleh saudara-saudari yang diperlakukan secara tidak adil itu? Haruskah mereka berhenti percaya kepada Tuhan karena seorang antikristus muncul di rumah Tuhan, menghukum mereka seperti itu dan membuat mereka sangat sulit untuk percaya? Bolehkah mereka melakukan itu? (Tidak, tidak boleh.) Pantaskah untuk berkompromi atau tunduk kepada antikristus maupun kepada kekuatan gelap dan jahat? Apakah itu jalan yang seharusnya engkau semua pilih? (Bukan seperti itu.) Jadi, jalan apa yang seharusnya engkau semua pilih? (Menyingkapkan dan melaporkan antikristus.) Ketika engkau menemukan bahwa seseorang adalah antikristus, biarkan Aku memberitahumu, jika orang itu punya pengaruh penting, banyak pemimpin serta pekerja mendengarkannya dan tidak mau mendengarkanmu, dan jika engkau menyingkapkannya, engkau mungkin akan diasingkan atau dikeluarkan, engkau harus mempertimbangkan strategimu dengan cermat. Jangan menghadapinya seorang diri; itu tidak akan berhasil. Mulailah dengan menghubungi beberapa orang yang memahami kebenaran serta memiliki penilaian, dan berusahalah bersekutu dengan mereka. Jika engkau telah sepakat, dekatilah dua pemimpin atau pekerja lagi yang dapat menerima kebenaran dan bisa bersepakat. Dengan beberapa orang yang bertindak bersama, singkapkan dan tangani antikristus tersebut bersama-sama. Dengan cara ini, engkau berpeluang untuk berhasil. Jika pengaruh antikristus itu terlalu besar, engkau semua juga dapat menulis surat laporan kepada Yang di Atas. Ini adalah pendekatan terbaik. Jika ada beberapa pemimpin dan pekerja yang benar-benar berusaha menekan, engkau semua dapat memberi tahu mereka, "Jika engkau semua tidak menerima pemaparan dan laporan kami, kami akan meneruskan masalah ini kepada Yang di Atas dan membiarkan mereka menanganimu!" Ini meningkatkan peluang keberhasilanmu karena mereka tidak akan berani bergerak melawanmu. Ketika berhadapan dengan antikristus, engkau harus menggunakan pendekatan yang dapat diandalkan ini—jangan pernah melakukannya sendiri. Jika engkau tidak mendapat dukungan dari beberapa pemimpin dan pekerja, upayamu bisa dipastikan gagal, kecuali engkau dapat menulis surat laporan dan menyerahkannya kepada Yang di Atas. Antikristus sangat berbahaya dan licik. Jika engkau tidak memiliki bukti cukup, jangan bergerak melawan mereka. Sia-sia mengajak mereka berunding atau berdebat, menunjukkan kasih untuk mencoba mengubah mereka juga tidak berguna, dan bersekutu dengan mereka tentang kebenaran tidak akan berhasil; engkau tidak akan dapat mengubah mereka. Dalam situasi di mana engkau tidak dapat mengubah mereka, tindakan paling tepat bukanlah dengan berbicara dari hati ke hati, berunding dengan mereka, atau menunggu mereka bertobat. Sebaliknya, ungkapkan dan laporkan mereka tanpa sepengetahuan mereka, biarkan Yang di Atas menanganinya, dan dorong lebih banyak orang untuk menyingkapkan, melaporkan, dan menolak mereka, yang pada akhirnya membuat mereka disingkirkan dari gereja. Bukankah ini pendekatan yang baik? Jika mereka ingin mengorek pikiran batinmu, menyelidiki dirimu, dan melihat apakah engkau memiliki penilaian terhadap mereka, apa yang harus engkau lakukan apabila engkau telah mengenali mereka sebagai antikristus? (Aku tidak boleh bicara jujur kepada mereka, tetapi untuk sementara waktu mengikuti saja perkataan mereka, jangan sampai mereka mengetahui penilaianku, dan kemudian aku harus menyingkapkan dan melaporkan mereka secara diam-diam.) Bagaimana dengan pendekatan ini? (Bagus.) Engkau harus memahami rencana setan dan Iblis, kemudian menghindari jebakan atau jatuh ke lubang buatan mereka. Ketika berhadapan dengan Iblis dan setan, engkau harus menggunakan hikmat dan menahan diri untuk tidak berkata jujur kepada mereka. Yang dapat engkau ajak bicara dengan jujur adalah Tuhan dan saudara-saudari sejati. Engkau tidak boleh berbicara jujur kepada Iblis, setan, atau antikristus. Hanya Tuhan yang layak memahami isi hatimu dan memegang kedaulatan serta mengawasi hatimu. Tidak seorang pun, terutama setan dan Iblis, yang pantas mengendalikan atau mengawasi hatimu. Oleh karena itu, jika setan dan Iblis mencoba mengorek kebenaran darimu, engkau berhak untuk berkata "tidak", menolak untuk menjawab, dan menahan informasi—ini hakmu. Jika engkau berkata, "Engkau setan, engkau ingin mengorek informasi dariku, tetapi aku tidak akan bicara jujur kepadamu, aku tidak akan memberitahumu. Aku akan melaporkanmu—apa yang dapat engkau lakukan padaku? Jika engkau berani menyiksaku, aku akan melaporkanmu; jika engkau menyiksaku, Tuhan akan mengutuk dan menghukummu!" berhasilkah cara ini? (Tidak) Alkitab mengatakan, "Jadilah cerdik seperti ular, dan tulus seperti burung merpati" (Matius 10:16). Dalam situasi seperti itu, engkau harus cerdik seperti ular; engkau harus bijaksana. Hati kita hanya layak untuk diawasi serta dimiliki oleh Tuhan, dan hanya boleh diberikan kepada-Nya. Hanya Tuhan yang layak menerima hati kita, Iblis dan setan tidak layak! Oleh karena itu, apakah antikristus berhak untuk mengetahui apa yang ada di dalam hati kita atau apa yang kita pikirkan? Mereka tidak memiliki hak itu. Apa tujuan mereka mencoba mengorek kebenaran darimu dan menyelidikimu? Mereka bertujuan untuk mengendalikanmu; engkau harus menyadari ini dengan jelas. Jadi, jangan berbicara jujur kepada mereka. Engkau harus menemukan cara untuk menyatukan lebih banyak saudara-saudari guna menyingkapkan dan menolak mereka, menjatuhkan mereka dari posisinya, dan jangan pernah membiarkan mereka berhasil. Singkirkan mereka dari gereja, tolaklah segala peluang untuk mereka dapat mengganggu dan memegang kekuasaan di rumah Tuhan lagi.
Antikristus menyelidiki dan mengendalikan hati manusia adalah realitas yang benar terjadi. Dilihat dari esensi antikristus, jelas bahwa terlibat dalam kegiatan semacam itu adalah hal yang wajar dan biasa bagi mereka. Di berbagai gereja, antikristus sering kali mengirim orang kepercayaan mereka untuk menyusup ke tengah-tengah saudara-saudari, memata-matai mereka, dan mengumpulkan informasi dari orang dalam. Terkadang, informasi yang mereka kumpulkan berkaitan dengan hal-hal sepele dalam rumah tangga atau percakapan biasa di antara orang-orang, yang sama sekali tidak penting. Namun, antikristus selalu sangat memperhatikan hal ini, bahkan mengangkatnya menjadi pemikiran dan sudut pandang agar mereka dapat segera memahami perubahan pikiran dan pendapat orang. Ini supaya mereka dapat dengan mudah mengendalikan keadaan dan situasi setiap orang, merespons setiap situasi dengan cepat. Dalam hal kekuasaan dan status, tindakan antikristus sangat spesifik. Spesifik sampai sejauh mana? Dalam hal sudut pandang setiap orang tentang cara mereka menangani berbagai hal, serta sudut pandang mereka tentang hal-hal materiil, uang, status, kepercayaan kepada Tuhan, melaksanakan tugas, dan berhenti bekerja—mereka ingin mengetahui semua ini dengan sangat terperinci. Setelah mereka mengetahuinya secara terperinci, antikristus tidak menggunakan kebenaran itu untuk menolong kebutuhan orang lain, mengubah sudut pandang sesat orang lain, atau menyelesaikan masalah. Sebaliknya, mereka menggunakannya untuk kepentingan status, kekuasaan, dan wilayah kekuasaan mereka sendiri. Inilah tujuan antikristus menyelidiki dan mengendalikan hati manusia. Bagi antikristus, semua yang mereka lakukan tampak bermakna dan berharga, tetapi semua yang mereka anggap bermakna dan berharga ini justru dikutuk oleh Tuhan. Mereka justru mengkhianati Tuhan dan bermusuhan dengan-Nya.
7 November 2020
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.