Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (23) Pasal Lima
H. Untuk Mengejar Tujuan Politik
Selanjutnya, kita akan mempersekutukan tujuan kedelapan: percaya kepada Tuhan dengan intrik politik dan tujuan politik. Kemungkinan munculnya orang-orang semacam itu tidak terlalu tinggi, tetapi sebesar apa pun kemungkinannya, selama ada kemungkinan munculnya orang-orang ini, kita harus menuliskan contoh-contoh tentang mereka, dan menyingkapkan, mempersekutukan, serta menggolongkan mereka. Kita harus melakukan hal ini agar semua orang memiliki kemampuan untuk mengenali mereka, dan kemudian mereka dapat dikeluarkan sesegera mungkin, dengan demikian mencegah adanya masalah dan bahaya yang dapat menimpa gereja dan saudara-saudari. Ini dilakukan untuk melindungi gereja dan saudara-saudari. Oleh karena itu, mereka yang percaya kepada Tuhan dengan tujuan politik adalah orang-orang yang harus kita kenali dan waspadai, dan mereka juga adalah orang-orang jahat yang harus gereja keluarkan sesegera mungkin. Apa saja perwujudan dari mereka yang memiliki tujuan politik? Mereka tidak akan menyampaikan pemikiran mereka yang sebenarnya kepadamu. Mereka tidak akan dengan jelas berkata, "Aku hanya tertarik pada politik, aku suka terlibat dalam politik, jadi aku percaya kepada Tuhan dengan intrik politik dan tujuan politik, bukan karena alasan lainnya. Kau dapat menanganiku sebagaimana mestinya." Akankah mereka berkata seperti ini? (Tidak.) Jadi, perwujudan apa saja yang mereka miliki yang dapat membuatmu mengetahui bahwa mereka memiliki tujuan politik? Dengan kata lain, perkataan apa yang mereka ucapkan, hal-hal apa yang mereka lakukan, ekspresi dan tatapan macam apa, serta nada bicara seperti apa yang cukup bagimu untuk menegaskan bahwa tujuan mereka percaya kepada Tuhan tidak murni? Apa pun yang mereka katakan atau lakukan, mereka menyembunyikan berbagai hal di dalam hati mereka, dan tak seorang pun dapat menyelami mereka. Mereka memiliki identitas dan latar belakang khusus; dari ucapan dan perilaku mereka, dapat dilihat bahwa mereka memiliki rencana licik dan persekongkolan, cara mereka berbicara dan melakukan segala sesuatu bersifat strategis. Ketika mereka berbicara, orang-orang biasa tidak dapat memahami motif atau pemikiran mereka yang sebenarnya, dan tidak tahu mengapa mereka mengatakan hal-hal tersebut. Meskipun di luarnya orang-orang ini tidak menunjukkan permusuhan atau penghakiman terhadap kepercayaan kepada Tuhan atau persekutuan akan kebenaran, dan bahkan mungkin memperlihatkan sedikit ketertarikan terhadap hal-hal ini, engkau hanya merasa bahwa mereka aneh—mereka berbeda dari saudara-saudari lainnya dan agak tidak dapat diselami. Apa yang biasanya kaulakukan terhadap orang-orang yang sedikit tidak dapat diselami? Apakah engkau hanya waspada terhadap mereka dengan cara yang sederhana? Atau apakah engkau berinisiatif untuk menyelidiki mereka dan mencari tahu siapa diri mereka yang sebenarnya? (Kita harus mengamati mereka.) Apa pun yang seseorang lakukan, tujuan dan sasarannya biasanya tidak mudah tersingkap dalam waktu yang singkat. Namun, seiring berjalannya waktu—kecuali dia sama sekali tidak melakukan apa pun—ketika dia bertindak, dia pasti akan tersingkap. Amati dan carilah petunjuk dari detail-detail kecil—engkau dapat menemukan beberapa informasi dan petunjuk dari ucapan dan perilakunya, dari niat dan arah tindakannya, serta dari ucapan dan nada bicara yang dia gunakan ketika berbicara. Dapat melakukan hal ini tergantung pada apakah engkau teliti dan apakah engkau memiliki tingkat kecerdasan dan kualitas tertentu. Ada orang-orang bodoh yang tidak mampu mengenali bahaya dan kekejaman dalam kehidupan bermasyarakat; siapa pun yang mereka jumpai, mereka selalu menggunakan metode yang sama untuk berinteraksi. Akibatnya, ketika orang-orang bodoh ini bertemu dengan para politisi yang curang dan licik yang memiliki tujuan politik, mereka dengan mudah menjadi Yudas dan alat untuk mengkhianati gereja, serta tanpa sadar melakukan hal-hal bodoh yang merugikan gereja.
Apa sebenarnya perwujudan orang-orang yang memiliki tujuan politik ini? Orang-orang ini memiliki latar belakang sosial tertentu; mereka adalah orang-orang yang bergaul dalam kalangan politik. Status apa pun yang mereka miliki dalam kalangan politik, entah mereka adalah pejabat, melakukan pekerjaan serabutan, atau sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan kedudukan yang kokoh dalam kalangan politik, singkatnya, orang-orang ini memiliki latar belakang politik di dalam masyarakat; ini adalah situasi khusus yang rumit. Entah orang-orang ini percaya pada keberadaan Tuhan atau tidak, dilihat dari pengejaran mereka, jalan yang mereka tempuh, dan esensi natur mereka, dapatkah orang-orang ini menjadi orang-orang yang dengan sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan? Dapatkah mereka berubah dari pengikut yang bukan orang percaya, dari politisi yang antusias terhadap politik, menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan? (Tidak.) Apakah engkau yakin? Atau apakah ada kemungkinan? (Sama sekali tidak.) Itu sama sekali tidak mungkin. Percaya kepada Tuhan dan politik adalah dua jalan yang berbeda; kedua jalan ini bergerak ke arah yang berlawanan, tidak memiliki kesamaan, dan sama sekali tidak dapat bertemu. Kedua jalan itu sama sekali berbeda. Oleh karena itu, mereka yang memiliki tujuan politik atau yang mencintai politik dan bersemangat tentang politik, sekalipun mereka percaya kepada Tuhan tanpa ada tujuan politik yang jelas, mereka tetap menyimpan tujuan lain; dan sudah pasti tujuan mereka bukanlah untuk memperoleh kebenaran atau diselamatkan. Setidaknya, dapat dipastikan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Mereka hanya mengakui legenda tentang keberadaan Tuhan, tetapi tidak mengakui keberadaan Tuhan atau fakta bahwa Tuhan berdaulat atas segalanya. Dengan demikian, orang-orang ini tidak akan pernah berubah dari pengikut yang bukan orang percaya yang bersemangat tentang politik menjadi orang-orang percaya sejati yang percaya akan keberadaan Tuhan, dapat menerima pekerjaan Tuhan, serta menerima penghakiman dan hajaran Tuhan.
Apa sebenarnya tujuan pengikut yang bukan orang percaya, yang memiliki tujuan politik, dalam percaya kepada Tuhan? Ini berkaitan dengan apa yang mereka kejar dan profesi yang mereka geluti. Contohnya, ada orang-orang yang selalu memiliki tuntutan pribadi tertentu dalam kalangan politik, dengan tujuan dan cita-cita politik yang besar, dan sebagainya, yang—apa pun itu—semuanya berkaitan dengan politik. Apa yang dimaksud dengan "politik"? Sederhananya, politik berkaitan dengan rezim, kekuasaan, dan pemerintahan. Oleh karena itu, kepercayaan mereka kepada Tuhan dengan tujuan politik tentu saja berkaitan dengan pengejaran politik mereka. Jadi, apa tujuan mereka? Mengapa mereka berminat pada orang-orang di gereja? Mereka ingin memanfaatkan lembaga tersebut, yaitu gereja, sejumlah besar orang di gereja, dan pengaruh orang-orang di gereja dari berbagai profesi dan tingkat sosial, untuk mencapai tujuan mereka. Setelah mempelajari pengajaran gereja, pengelolaan berbagai bagian pekerjaan gereja, cara umat pilihan Tuhan menjalani kehidupan bergereja, penerapan tugas mereka, dan sebagainya, mereka berusaha untuk membaurkan diri ke dalam gereja. Mereka mengingat dengan saksama hal-hal seperti istilah-istilah rohani dan berbagai ungkapan yang sering digunakan dalam persekutuan oleh umat pilihan Tuhan, berharap bahwa suatu hari mereka dapat menggunakan hal-hal ini untuk mengumpulkan semua orang agar mendengarkan mereka, untuk memanfaatkan orang-orang tersebut, sehingga tujuan politik mereka tercapai. Sama seperti yang dikatakan oleh orang-orang tidak percaya, setelah masa persiapan, ketika mereka dapat mengibarkan panji dan mendorong orang-orang bangkit dan memberontak, lebih banyak orang akan merespons panggilan mereka dan mengikut, sehingga mereka dapat memperoleh sebagian orang di dalam gereja sebagai kekuatan untuk bersaing dengan para pesaing mereka. Hal-hal semacam itu telah terjadi beberapa kali dalam sejarah Tiongkok modern. Misalnya, Pemberontakan Teratai Putih dan Pemberontakan Taiping selama Dinasti Qing adalah contoh ketika orang-orang yang memiliki tujuan politik menggunakan agama untuk melawan pemerintah. Ajaran-ajaran agama mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memiliki banyak aspek yang tidak masuk akal dan menggelikan yang sama sekali tidak sesuai dengan kebenaran. Mereka yang memiliki tujuan politik memanfaatkan ajaran-ajaran tersebut untuk menyatukan pikiran orang-orang, mengekang pikiran mereka, dan memengaruhi serta mengindoktrinasi pikiran mereka. Pada akhirnya, mereka mengeksploitasi orang-orang yang telah diindoktrinasi ini untuk mencapai tujuan politik mereka. Sejak awal, ketika orang-orang yang memiliki tujuan politik ini mulai percaya kepada Tuhan, nama gerejalah yang menarik perhatian mereka. Dengan kata lain, mereka dapat menyembunyikan identitas dan tujuan mereka di bawah nama lembaga, yaitu gereja—ini salah satu aspeknya. Aspek lainnya adalah mereka berpikir bahwa selama mereka menyebarkan pandangan politik mereka dengan dalih kepercayaan kepada Tuhan, akan sangat mudah untuk mengindoktrinasi orang-orang di dalam gereja, dan orang-orang ini cenderung akan memuja dan mendengarkan orang-orang terkenal. Akibatnya, orang-orang yang memiliki tujuan politik ini cenderung memandang orang-orang di gereja sebagai objek yang dapat dimanfaatkan. Mereka menganggap bahwa sangat mudah bagi gereja untuk menjadi tempat di mana mereka dapat menyembunyikan identitas mereka, dan bahwa para anggota gereja adalah objek yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh mereka—sederhananya, begitulah cara mereka memandang segala sesuatu. Oleh karena itu, tujuan mereka bergabung dengan gereja adalah untuk berharap bahwa suatu hari nanti, begitu kekuasaan mereka sedang menanjak, mereka dapat bersaing dengan para pesaing politik mereka dan memperoleh kekuasaan—inilah tujuan politik mereka. Mereka ingin menggunakan dalih kepercayaan kepada Tuhan untuk memperbanyak orang-orang yang memuja dan mengikuti mereka untuk menjadi bagian dari lingkup pengaruh politik mereka. Ada orang-orang yang berkata, "Mereka mungkin punya tujuan ini, tetapi jika mereka tidak bergerak sedikit pun, paling-paling kita hanya bisa melihat bahwa mereka adalah pengikut yang bukan orang percaya atau orang-orang percaya palsu. Bagaimana kita bisa melihat bahwa mereka punya tujuan politik yang jelas?" Ini tidak sulit. Luangkan saja waktu untuk mengamati. Selama mereka memiliki tujuan politik, mereka pasti akan bertindak. Jika mereka tidak mau bertindak, untuk apa mereka menyusup ke dalam gereja? Jika mereka belum bertindak, itu karena mereka belum menemukan kesempatan. Begitu mereka mendapat kesempatan, mereka akan bertindak sesuai dengan keadaan. Contohnya, jika pemerintah memberlakukan kebijakan yang salah atau menekan dan menangkap umat pilihan Tuhan, saudara-saudari paling-paling hanya akan membahas dan mengenali yang sebenarnya mengenai hal ini, dan itu saja. Apa pun yang terjadi, percaya kepada Tuhan, melaksanakan tugas mereka, dan mengikuti kehendak Tuhan adalah hal yang penting. Mereka tidak akan mengabaikan gambaran besar karena hal-hal kecil; mereka akan terus percaya kepada Tuhan dan melaksanakan tugas mereka sebagaimana mestinya, seperti biasa. Namun, orang-orang dengan tujuan politik berbeda. Mereka membesar-besarkan masalah, secara tidak terkendali menyingkapkan dan mempublikasikannya secara luas, serta sangat ingin menghasut semua orang untuk bangkit melawan pemerintah demi tujuan politik mereka sendiri, dan tidak akan berhenti sampai mereka mencapai tujuan mereka. Demi terlibat dalam politik, mereka sama sekali mengesampingkan hal-hal tentang kepercayaan kepada Tuhan dan pelaksanaan tugas mereka, serta mengabaikan tuntutan Tuhan terhadap manusia dan maksud-maksud Tuhan. Segila itulah mereka—apakah orang-orang masih tidak dapat mengenali mereka? Apakah orang-orang semacam itu mengikuti Tuhan atau mengikuti politik? Ada orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk mengenali yang mudah disesatkan. Orang-orang yang terlibat dalam politik ini tidak mengetahui apa itu kebenaran, apalagi memahami bahwa pekerjaan Tuhan adalah mentahirkan watak rusak manusia dan menyelamatkan mereka dari pengaruh Iblis. Mereka menganggap bahwa terlibat dalam hak asasi manusia dan politik berarti memiliki rasa keadilan dan tunduk kepada Tuhan. Apakah terlibat dalam politik dan hak asasi manusia menunjukkan bahwa seseorang memiliki kenyataan kebenaran? Apakah itu menunjukkan bahwa seseorang tunduk kepada Tuhan? Sebaik apa pun engkau menangani hak asasi manusia dan politik, apakah itu menunjukkan bahwa watak rusakmu telah ditahirkan? Apakah itu menunjukkan bahwa ambisi dan keinginanmu untuk berkuasa telah dibersihkan? Banyak orang tidak dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai masalah ini. Rupanya, Sun Yat-sen juga adalah seorang Kristen. Ketika dia berada dalam bahaya, dia berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkannya. Dia menghabiskan seluruh hidupnya terlibat dalam revolusi—apakah dia menerima perkenan Tuhan? Apakah dia adalah seseorang yang menerapkan kebenaran dan tunduk kepada Tuhan? Apakah dia memiliki kesaksian pengalaman tentang menerapkan firman Tuhan? Dia tidak memiliki semua ini. Setelah Paulus dipanggil, dia terus memberitakan Injil dan menderita banyak kesukaran, tetapi karena dia tidak benar-benar bertobat, tidak memiliki jalan masuk kehidupan, berulang kali melakukan dosa lama yang sama, dan meninggikan diri serta bersaksi tentang dirinya sendiri di setiap kesempatan, dia menjadi antikristus dan dihukum. Apa pun yang terjadi, percaya kepada Tuhan tanpa menerima kebenaran, selalu mengejar ketenaran dan status, serta selalu ingin menjadi manusia super atau orang yang hebat itu sangat berbahaya. Semua orang yang memiliki tujuan politik itu adalah antikristus. Orang-orang ini tidak akan dengan mudah menyerah dalam mewujudkan cita-cita politik mereka dan akan selalu mencari kesempatan untuk menghasut dan memenangkan hati orang-orang percaya sebagai kekuatan politik mereka. Jika suatu hari mereka menyadari bahwa orang-orang percaya tidak mudah dimanfaatkan, bahwa orang-orang percaya hanya mencintai dan mengejar kebenaran, dan bahwa mereka hanya mengikuti Kristus dan bukan manusia, baru setelah itulah mereka akan benar-benar meninggalkan orang-orang percaya ini.
Pada dasarnya, pikiran orang-orang yang memiliki tujuan politik sepenuhnya disibukkan oleh pemikiran-pemikiran yang berkaitan dengan politik—kekuasaan dan pengaruh, pemerintahan, konspirasi, strategi politik, dan sebagainya. Mereka tidak memahami apa itu percaya kepada Tuhan, apa itu iman, apa itu kebenaran, apalagi memahami bagaimana cara tunduk kepada Tuhan. Mereka juga tidak mengerti apa kehendak Surga. Prinsip-prinsip bertahan hidup mereka adalah "Manusia akan menang atas alam" dan "Takdir seseorang berada di tangannya sendiri". Oleh karena itu, berusaha mengubah orang-orang semacam itu adalah hal yang mustahil dan merupakan ide yang bodoh. Orang-orang ini sering menyebarkan pandangan politik di antara saudara-saudari di gereja, menghasut mereka untuk terlibat dalam kegiatan politik dan berpartisipasi dalam politik. Sangat jelas bahwa tujuan mereka percaya kepada Tuhan didorong oleh tujuan politik. Esensi ini dapat dengan cepat dan mudah dikenali oleh orang lain. Orang-orang ini sama sekali tidak tahu tentang iman, tentang menempuh jalan yang benar, dan tentang tunduk pada kehendak Surga—mereka meyakini bahwa pemikiran dan jalan setiap orang dapat diubah menggunakan taktik politik, dan mereka khususnya percaya bahwa takdir seseorang dapat diubah dengan cara dan metode manusia. Oleh karena itu, mereka tidak tahu apa pun tentang hukum alam yang diciptakan oleh Tuhan dan kedaulatan Tuhan atas takdir manusia, yang merupakan hal-hal yang mendalam, tetapi jelas; mereka adalah orang-orang awam dalam hal-hal ini dan sama sekali tidak mampu memahaminya. Apa maksud-Ku dengan mengatakan hal ini? Jika engkau menemukan siapa pun yang tujuannya dalam percaya kepada Tuhan didorong oleh tujuan politik, engkau sama sekali tidak boleh berusaha untuk mengubah atau membujuk mereka, dan tidak perlu mempersekutukan begitu banyak kebenaran dengan mereka. Selain waspada terhadap mereka, engkau harus sesegera mungkin memberi tahu para pemimpin gereja di berbagai tingkatan atau saudara-saudari yang dapat diandalkan tentang mereka, dan kemudian mencari cara untuk mengusir mereka dari gereja. Engkau tidak boleh secara rahasia dan diam-diam waspada terhadap mereka sambil membiarkan orang lain tetap berada dalam kegelapan. Jadi, orang macam apa yang dapat memiliki sedikit kemampuan untuk mengenali orang yang suka berbicara tentang politik dan memiliki tujuan politik? Apakah orang berusia lanjut atau orang muda? Apakah saudara atau saudari? (Saudara yang berusia lanjut.) Benar; saudara yang berusia lanjut, yaitu mereka yang memiliki pengalaman sosial, telah berhubungan dengan politik, atau telah dianiaya secara politik—orang-orang yang memiliki wawasan tentang hal-hal ini—dapat memahami masalah politik dengan relatif jelas. Tentu saja, saudara yang berusia lanjut ini dapat menggunakan sedikit kemampuannya untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam politik, dan khususnya, dia dapat memahami ambisi dan keinginan mereka, serta pemikiran, sudut pandang, impian, dan aspirasi mereka, dengan relatif jelas. Oleh karena itu, dia dapat membedakan orang-orang ini relatif lebih cepat daripada orang lain. Begitu seseorang mengerti bahwa orang-orang ini memiliki tujuan politik dan adalah pengikut yang bukan orang percaya, dia harus waspada terhadap mereka dan menyingkapkan pengikut yang bukan orang percaya ini. Pada saat yang sama, dia juga harus melindungi orang-orang bodoh dan dungu yang tidak memahami kebenaran, mencegah agar mereka tidak disesatkan, dimanfaatkan, dan dengan tidak sengaja membocorkan sejumlah informasi internal gereja. Penting untuk sesegera mungkin memberi tahu para pemimpin gereja dan membahas hal ini dengan mereka, dan memberi tahu lebih banyak orang-orang berusia lanjut atau mereka yang memahami sejumlah kebenaran dan memiliki tingkat pertumbuhan untuk waspada terhadap orang-orang yang memiliki tujuan politik ini. Penting untuk membantu orang lain melihat dengan jelas esensi orang-orang ini sebagai pengikut yang bukan orang percaya, dengan demikian saudara-saudari yang bodoh dan dungu terlindung dan tidak dimanfaatkan oleh mereka. Jika engkau tidak dapat mengerti hal-hal ini dan tidak memiliki kemampuan untuk mengenali ketika ada orang-orang jahat, licik, dan penuh akal bulus yang berbicara dan mengobrol denganmu, engkau akan secara sukarela mengungkapkan segalanya tentang rincian situasimu yang sebenarnya dan semua yang kauketahui tanpa diminta, tanpa sadar menjadi seorang Yudas. Adakah orang-orang semacam itu? (Ada.) Ketika engkau berbicara, engkau tidak tahu apa tujuan yang orang itu miliki dan memperlakukannya sebagai saudara atau saudari, menceritakan semua isi hatimu tanpa menyadarinya—setelah engkau berbicara, engkau tidak tahu konsekuensi apa yang akan muncul. Melihat orang lain waspada terhadap orang-orang semacam itu, engkau berkata, "Kau terlalu berhati-hati. Apa yang harus disembunyikan di antara saudara-saudari?" Engkau tidak mengetahui mengapa orang lain tidak angkat bicara—ini namanya bertindak bodoh.
Orang-orang yang memiliki tujuan politik pun pasti adalah pengikut yang bukan orang percaya karena mereka tidak mencintai kebenaran dan tidak akan menerima kebenaran. Sekalipun mereka percaya kepada Tuhan, mereka sepenuhnya termasuk dalam kategori orang-orang jahat yang adalah antikristus. Waspada terhadap orang-orang semacam itu sebenarnya adalah pendekatan yang paling pasif. Pendekatan yang proaktif adalah dengan menemukan mereka sejak dini, dan menangani serta mengusir mereka sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya masalah bagi gereja dan saudara-saudari. Karena orang-orang ini dapat memengaruhi orang lain kapan saja dan di mana saja di dalam gereja dan dapat menghancurkan tatanan normal gereja kapan pun dan dalam situasi apa pun, janganlah terus-menerus menoleransi atau bersabar terhadap pengikut yang bukan orang percaya semacam itu. Jangan beri mereka kesempatan lagi untuk bertobat; jangan bersikap bodoh. Begitu mereka ditemukan, mereka harus diusir sesegera mungkin untuk menghindari masalah di kemudian hari. Tujuan melakukan hal ini adalah agar mereka yang tidak mengejar kebenaran tidak disesatkan dan dimanfaatkan, menjadi boneka Iblis dan setan-setan. Tentu saja, yang paling harus kaulakukan saat ini adalah mencegah mereka yang memiliki tujuan politik agar tidak mengetahui informasi penting apa pun tentang gereja. Makin cepat engkau mengenali dan mengusir mereka, akan makin sedikit kontak saudara-saudari dengan mereka, dan makin saudara-saudari tidak akan disesatkan dan dipengaruhi oleh mereka. Oleh karena itu, dalam hal waktu, adalah lebih baik untuk lebih cepat menangani dan mengusir orang-orang semacam itu daripada terlambat—makin cepat, makin baik. Bersikap proaktif lebih baik daripada bersikap pasif. Orang-orang yang memiliki tujuan politik memiliki niat buruk; mereka tidak mungkin memiliki kesungguhan sedikit pun untuk melakukan apa pun bagi gereja dan rumah Tuhan. Jika mereka tidak dapat menyesatkan atau memanfaatkan saudara-saudari, mereka akan benar-benar dipermalukan dan akan meninggalkan gereja atas keinginan sendiri, bahkan tanpa mengucapkan perpisahan. Ini mengakhiri persekutuan kita tentang tujuan kedelapan orang percaya kepada Tuhan: untuk mengejar tujuan politik.
30 Oktober 2021
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.