Tanggung Jawab para Pemimpin dan Pekerja (20) Pasal Dua

III. Menyingkapkan Perbuatan Jahat yang Orang-Orang Jahat Lakukan, agar Umat Pilihan Tuhan Memiliki Kemampuan untuk Mengidentifikasi dan Memetik Pelajaran

Persyaratan ketiga dalam tanggung jawab yang kedua belas dari pemimpin dan pekerja adalah bahwa ketika menangani kekacauan dan gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat, pemimpin dan pekerja haruslah makan dan minum firman Tuhan bersama dengan umat pilihan Tuhan untuk merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri, serta sungguh-sungguh berubah. Mereka harus mampu memimpin umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran, menyingkirkan watak rusak mereka, sehingga umat pilihan Tuhan mampu mengikuti Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan bersaksi bagi Tuhan. Hanya pekerjaan semacam inilah yang sesuai dengan maksud Tuhan. Di satu sisi, pemimpin dan pekerja yang bekerja dengan cara ini akan mampu menyelesaikan masalah dan memperlengkapi diri mereka sendiri dengan kebenaran saat bekerja. Di sisi lain, dengan mempersekutukan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, pemimpin dan pekerja membantu saudara-saudari untuk memahami kebenaran, tahu bagaimana cara merenungkan dan mengenal diri mereka sendiri, menyingkirkan watak rusak mereka, melaksanakan tugas mereka dengan baik, tahu bagaimana cara mengidentifikasi dan memperlakukan orang, mampu mengikuti Tuhan dan tunduk kepada Tuhan, tidak dikekang oleh orang lain, serta mampu tetap teguh dalam kesaksian mereka. Ini berarti memenuhi tugas para pemimpin dan pekerja; inilah prinsip yang harus diterapkan oleh pemimpin dan pekerja untuk menyelesaikan masalah saat melaksanakan pekerjaan gereja. Masalah apa pun yang muncul di gereja, yang pertama dan terutama, pemimpin dan pekerja harus mencari kebenaran, memahami maksud Tuhan, dan mencari bimbingan Tuhan bersama-sama. Mereka kemudian harus mencari firman Tuhan yang relevan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Selama proses menyelesaikan masalah, pemimpin dan pekerja harus lebih banyak mempersekutukan firman Tuhan yang relevan kepada saudara-saudari, dan memahami esensi masalahnya berdasarkan firman Tuhan. Pemimpin dan pekerja juga harus meminta umat pilihan Tuhan untuk mempersekutukan pemahaman mereka sendiri dalam mengidentifikasi masalah-masalah ini. Setelah mayoritas orang dapat memiliki pemahaman yang sama dan mencapai kesepakatan, masalahnya akan menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Dalam menyelesaikan masalah, jangan selalu menceritakan peristiwanya berulang-ulang atau mengejar rincian kecil atau menyalahkan orang-orang yang terlibat dalam masalah tersebut. Pada awalnya, jangan berfokus pada masalah-masalah kecil; sebaliknya, persekutukan kebenaran dengan jelas, karena ini akan menyingkapkan natur dari masalah-masalah tersebut. Hanya pendekatan inilah yang akan membantu umat pilihan Tuhan untuk belajar mengidentifikasi masalah berdasarkan firman Tuhan, memperoleh kemampuan mengidentifikasi dari orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang muncul, serta memetik pelajaran nyata dari semua itu. Pendekatan ini juga memungkinkan mereka untuk membandingkan kata-kata dan doktrin yang biasanya mereka pahami dengan kehidupan nyata, memungkinkan mereka untuk mampu benar-benar memahami kebenaran. Bukankah inilah yang seharusnya dilakukan oleh pemimpin dan pekerja? Memimpin umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran terutama berkaitan dengan menggunakan kebenaran untuk membereskan gagasan dan imajinasi umat pilihan Tuhan serta watak rusak mereka. Pendekatan ini membuahkan hasil terbaik. Makin pemimpin dan pekerja mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah, makin mudah bagi umat pilihan Tuhan untuk mampu memahami kebenaran. Dengan cara ini, mereka akan tahu cara menerapkan dan melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan nyata. Jika pemimpin dan pekerja sering memimpin umat pilihan Tuhan untuk menyelesaikan masalah nyata, mereka akan mampu membawa umat pilihan Tuhan ke dalam kenyataan kebenaran dan juga mengintegrasikan firman Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari mereka sendiri. Ada orang-orang yang berkata, "Bukankah tuntutan bagi pemimpin dan pekerja ini terlalu berat? Bagaimana mungkin kami dapat memiliki begitu banyak pemahaman?" Engkau mungkin belum memilikinya sebelumnya, tetapi tidak bisakah engkau belajar dan berlatih untuk mencapai hasil ini? Inilah cara yang digunakan pekerjaan Tuhan dalam melatih pemimpin dan pekerja serta umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Jika engkau tidak tahu caranya, engkau dapat belajar dan berlatih. Masalah apa pun yang muncul, engkau harus belajar untuk merenungkan diri dan mengenal dirimu sendiri berdasarkan firman Tuhan; ini adalah proses berlatih. Setelah berlatih beberapa kali dan mencapai hasil, engkau akan memiliki jalan dan tahu bagaimana cara menerapkan kebenaran. Ketika Tuhan datang untuk bekerja, inilah cara yang Dia gunakan dalam memimpin orang untuk belajar memasuki kenyataan kebenaran. Pemimpin dan pekerja harus sering berkomunikasi dengan saudara-saudari, menghadapi masalah bersama, menyelesaikan masalah bersama, dan melaksanakan pekerjaan gereja dengan baik. Bagaimana seharusnya pemimpin gereja memimpin umat pilihan Tuhan? Cara utamanya adalah dengan memimpin umat pilihan Tuhan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata, menerapkan serta mengalami firman Tuhan dalam kehidupan nyata, sehingga umat pilihan Tuhan bukan hanya mampu menerapkan kebenaran, melainkan juga mampu mengidentifikasi hal-hal negatif dan orang-orang negatif, yaitu para pemimpin palsu, pekerja palsu, orang jahat, pengikut yang bukan orang percaya, dan antikristus. Tujuan mengidentifikasi berbagai orang adalah untuk menyelesaikan masalah. Hanya dengan membereskan gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat dan antikristus secara menyeluruh, barulah pekerjaan gereja dapat berjalan dengan lancar, dan kehendak Tuhan akan dapat terlaksana di gereja. Pada saat yang sama, menangani orang-orang jahat juga sekaligus berfungsi sebagai peringatan agar orang tidak melakukan kesalahan atau berbuat jahat, agar mereka bisa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Dengan cara ini, engkau bukan hanya melaksanakan tugasmu dan memperoleh jalan masuk kehidupan, melainkan engkau juga memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Bukankah ini berarti sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui? Ketika engkau memahami kebenaran dan mampu menyelesaikan masalah, ini membuktikan bahwa engkau memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin atau pekerja dan memenuhi syarat untuk dibina di rumah Tuhan; dengan demikian, engkau harus memimpin dan membimbing saudara-saudari dalam belajar mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal dalam kehidupan nyata; mencapai pemahaman akan kebenaran; tahu cara memperlakukan segala macam orang yang mengacaukan dan mengganggu pekerjaan gereja; tahu cara menerapkan kebenaran, memperlakukan berbagai orang berdasarkan prinsip, serta mempersekutukan kebenaran untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah tanggung jawabmu. Dengan melakukan penerapan cara seperti ini, berarti engkau masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan. Engkau akan memetik pelajaran, memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, serta memahami maksud Tuhan dalam setiap hal yang terjadi kepadamu dalam kehidupan nyata, memiliki prinsip-prinsip penerapan dalam caramu menangani masalah, memperlakukan orang-orang, dan melaksanakan tugas-tugasmu. Dengan cara ini, engkau akan mampu menerapkan kebenaran. Tuntutan Tuhan terhadap manusia adalah untuk mencapai hasil seperti ini. Oleh karena itu, masalah apa pun yang muncul, engkau harus selalu belajar dari kesalahan dan mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi; engkau tidak boleh membiarkan semuanya berlalu begitu saja, dan tidak boleh melewatkan kesempatanmu untuk belajar dari kesalahan serta mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi. Karena dalam hal ini sesuatu memang telah terjadi, kita tidak boleh menghadapinya dengan sikap yang negatif dan mengeluh; sebaliknya, kita harus menghadapinya dengan sikap yang positif. Bagaimana cara melakukannya? Dengan mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah. Semua orang memiliki watak yang rusak, dan kemanusiaan mereka bisa baik ataupun jahat, jadi bagaimana mungkin tidak muncul masalah ketika orang-orang berkumpul? Bagaimana seharusnya sikapmu, mengingat bahwa Tuhan telah mengatur lingkungan ini untukmu, bahwa Dia telah memperlihatkan kepadamu bahwa orang-orang, peristiwa, dan hal-hal seperti inilah yang ada di sekitarmu? Bersyukurlah kepada Tuhan karena telah mengatur berbagai masalah ini di hadapanmu. Dia sedang memberimu kesempatan untuk menerapkan dan memetik pelajaran, serta masuk ke dalam kenyataan kebenaran. Sebagai pemimpin dan pekerja, engkau juga harus bersyukur kepada Tuhan karena telah memberimu kesempatan seperti ini. Apa pun masalah yang kauhadapi, engkau harus memimpin saudara-saudari untuk belajar mengidentifikasi, memetik pelajaran, dan memperoleh wawasan bersamamu. Selain itu, engkau harus memimpin mereka untuk bersama denganmu merenungkan dan memahami gagasan serta imajinasi apa yang orang miliki mengenai masalah tersebut, seperti apa pandangan menyimpang yang ada, apa pelajaran yang telah dipetik dari menghadapi masalah ini, apa saja gagasan dan pandangan keliru yang telah diluruskan, serta apa kebenaran yang pada akhirnya telah dipahami. Dengan cara inilah orang harus mengalami pekerjaan Tuhan, tanpa melewatkan satu hal pun. Jika engkau telah mengalami pekerjaan Tuhan selama bertahun-tahun dan telah menyelesaikan banyak masalah, engkau akan melihat bahwa firman Tuhan itu seluruhnya adalah kebenaran, dan sepenuhnya mampu mentahirkan orang serta menyelamatkan mereka dari pengaruh Iblis. Setelah orang memahami dan memperoleh kebenaran, mereka akan melihat bahwa firman Tuhan itu sepenuhnya digenapi dan terlaksana. Setelah umat pilihan Tuhan mampu menerapkan dan mengalami firman Tuhan, mereka kemudian akan mampu mengintegrasikan firman Tuhan ke dalam kehidupan nyata mereka, menggunakan firman Tuhan dengan benar untuk memandang orang dan hal-hal, serta mengukur orang dan segala sesuatu yang mereka lakukan berdasarkan firman Tuhan, bukannya mengandalkan apa yang mereka lihat atau perasaan mereka, dan tentunya bukan mengandalkan gagasan serta imajinasi mereka. Setelah mereka memetik pelajaran-pelajaran ini, akan lebih mudah bagi mereka untuk hidup berdasarkan firman Tuhan, dan mereka akan dapat sering hidup di hadirat Tuhan. Dengan cara ini, pemimpin dan pekerja akan sepenuhnya memenuhi standar dalam pekerjaan mereka, dan tanggung jawab mereka akan terpenuhi. Hanya ketika pemimpin dan pekerja melaksanakan pekerjaan mereka secara menyeluruh, barulah umat pilihan Tuhan dapat mencapai hasil-hasil seperti ini. Jika, dalam banyak situasi yang kauhadapi, engkau tidak tahu cara memimpin saudara-saudari untuk belajar dari kesalahan dan engkau tidak mampu mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal, itu berarti engkau adalah orang yang buta, orang bingung yang mati rasa dan bodoh. Dihadapkan dengan situasi-situasi semacam itu, engkau bukan hanya akan kewalahan, tidak tahu cara menanganinya, dan tidak kompeten untuk pekerjaan ini, melainkan ini juga akan berdampak pada pengalaman saudara-saudari dalam menghadapi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal seperti ini. Jika engkau menangani segala sesuatu dengan tidak semestinya, tidak melakukan pekerjaan apa pun, tidak mengatakan apa pun untuk mempersekutukan kebenaran yang seharusnya kausampaikan, dan tidak dapat mengatakan apa pun yang bermanfaat atau mendidik kerohanian kepada orang lain, maka ketika banyak orang menghadapi orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan dan gangguan seperti ini, mereka bukan hanya tidak akan bisa menerima bahwa hal-hal ini adalah dari Tuhan, memperlakukannya dengan positif dan aktif, serta memetik pelajaran darinya, melainkan gagasan dan sikap waspada mereka terhadap Tuhan juga akan menjadi makin parah, demikian juga ketidakpercayaan dan kecurigaan mereka terhadap-Nya. Bukankah inilah akibatnya jika pemimpin dan pekerja tidak memiliki kenyataan kebenaran dan tidak mampu menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah? Bukankah ini adalah tanda bahwa pemimpin dan pekerja tidak mampu melakukan pekerjaan nyata? Engkau belum melaksanakan pekerjaan gereja dengan semestinya, belum menyelesaikan amanat yang telah Tuhan berikan kepadamu, belum memenuhi tanggung jawabmu sebagai pemimpin dan pekerja, juga belum memimpin saudara-saudari untuk keluar dari bawah kuasa Iblis. Mereka masih hidup dalam watak rusak dan pencobaan Iblis. Bukankah engkau sedang menunda jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan? Engkau sedang sangat merugikan orang-orang! Sebagai pemimpin atau pekerja, engkau harus menerima amanat Tuhan, untuk memimpin saudara-saudari ke hadapan Tuhan, membiarkan umat pilihan Tuhan makan dan minum firman Tuhan untuk memperoleh pemahaman akan kebenaran dan untuk melaksanakan tugas mereka berdasarkan prinsip, sehingga dengan demikian meningkatkan iman mereka kepada Tuhan. Engkau bukan hanya telah gagal menerapkan dengan cara ini, melainkan juga tidak membatasi atau mengatasi gangguan yang disebabkan oleh orang-orang jahat, sehingga merugikan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Setelah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, mereka bukan hanya tidak mengalami kemajuan dan tidak memahami kebenaran atau tidak memperoleh pengenalan akan Tuhan, melainkan mereka juga bahkan telah mengembangkan banyak gagasan dan kesalahpahaman tentang Tuhan, tanpa memiliki ketundukan yang nyata sama sekali. Bukankah itu berarti semua yang telah kaulakukan sebenarnya mengacaukan dan mengganggu pekerjaan Tuhan? Engkau bukan hanya tidak menuntun umat pilihan Tuhan untuk masuk ke dalam kenyataan kebenaran atau melindungi mereka, melainkan engkau malah membiarkan mereka diganggu oleh orang-orang jahat dan disesatkan serta dikendalikan oleh antikristus. Bukankah engkau telah melakukan hal-hal yang menyakiti orang-orangmu sendiri dan menyenangkan musuh-musuhmu? Bukankah engkau sedang membantu dan mendukung kejahatan? Engkau telah bekerja sangat lama; tetapi, engkau bukan hanya gagal mencapai hasil yang positif, melainkan engkau bahkan telah membuat jarak antara saudara-saudari dan Tuhan menjadi makin jauh, sehingga umat pilihan Tuhan telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun tanpa memahami kebenaran atau tanpa mengetahui cara untuk mengidentifikasi kekacauan dan gangguan yang dilakukan orang jahat, yang dengan sangat parah merugikan jalan masuk kehidupan mereka. Apa masalahnya di sini? Bukankah ini berarti melakukan banyak kejahatan? Pekerjaan apa pun yang dilakukan pemimpin dan pekerja, jika mereka tidak mampu bertindak berdasarkan tuntutan Tuhan dan tidak mampu menangani serta menyelesaikan masalah berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, dampaknya bukan hanya pada diri mereka sendiri atau pada beberapa orang saja; itu juga akan berdampak pada pekerjaan gereja, jalan masuk kehidupan semua umat pilihan Tuhan di gereja, hasil dari tugas yang dilaksanakan oleh umat pilihan Tuhan, hasil dari penyebaran Injil Kerajaan, dan bahkan pada apakah umat pilihan Tuhan dapat diselamatkan serta dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan atau tidak; semua ini adalah area yang kemungkinan akan terdampak. Ada orang-orang yang percaya kepada Tuhan tetapi mengikuti pemimpin palsu dan antikristus, yang menyebabkan mereka mengalami kehancuran. Ini sama seperti orang-orang di kalangan keagamaan yang disesatkan dan dikendalikan oleh para pendeta dan penatua, sehingga mereka gagal menyambut kedatangan Tuhan kembali dan malah terjerumus ke dalam bencana. Semua ini terbukti benar. Oleh karena itu, mampu mengidentifikasi pemimpin palsu dan antikristus sangatlah bermanfaat bagi jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan!

Tanggung jawab kedua belas dari para pemimpin dan pekerja mengharuskan mereka untuk melaksanakan tiga tugas terpenting: pertama, mereka harus mengidentifikasi berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan serta gangguan dalam pekerjaan gereja. Kedua, setelah mengidentifikasi dan menggolongkannya, mereka harus segera menghentikan serta membatasi orang-orang jahat; ini adalah langkah kedua. Ketiga, sambil menghentikan dan membatasi orang-orang jahat serta membalikkan keadaan, mereka harus sering mempersekutukan firman Tuhan kepada saudara-saudari untuk menyingkapkan perbuatan jahat yang orang-orang jahat lakukan, dan dengan saksama memantau reaksi serta pemahaman saudara-saudari mengenai hal-hal ini, segera mengoreksi semua pandangan keliru yang mereka miliki. Tentu saja, jika beberapa saudara-saudari yang mengejar kebenaran memiliki wawasan, mereka harus didorong untuk lebih banyak menyampaikan persekutuan. Selain itu, para pemimpin dan pekerja juga harus membantu mereka yang lemah atau yang masih kecil tingkat pertumbuhannya, serta mendorong mereka untuk berbicara lebih banyak. Hasil yang diharapkan adalah membantu saudara-saudari memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi dan memetik pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang terjadi, belajar untuk mengidentifikasi orang dan hal-hal. Tujuan mengidentifikasi orang dan hal-hal adalah memungkinkan mereka untuk memahami dengan akurat berbagai jenis orang dan, berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran, memperlakukan orang-orang dengan menggunakan metode yang tepat, sembari mereka sendiri juga memetik pelajaran. Pelajaran apa yang harus mereka peroleh? Mereka harus mengamati bagaimana sikap Tuhan terhadap orang-orang ini ketika Dia menelaah dan menyingkapkan keadaan mereka; dengan mengetahui sikap Tuhan terhadap orang-orang ini, orang-orang akan mengerti harus menjadi orang seperti apa mereka dan jalan seperti apa yang harus mereka tempuh, bukan? (Ya.) Singkatnya, hasil utama yang ingin dicapai adalah umat pilihan Tuhan mampu memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan di tengah lingkungan kehidupan nyata, mampu melaksanakan tugas mereka secara normal, dan tunduk pada pengaturan serta penataan Tuhan. Dengan demikian, pelaksanaan pekerjaan gereja oleh pemimpin dan pekerja akan sesuai dengan maksud Tuhan. Dilihat dari tiga langkah pelaksanaan pekerjaan ini, apakah sulit bagi pemimpin dan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan baik? (Tidak.) Jika mengandalkan kebaikan dan kualitas manusia, akan agak berat melaksanakan pekerjaan ini dengan baik, karena engkau tidak akan mencapai hasil yang dituntut oleh Tuhan dan tidak akan memenuhi tanggung jawab pemimpin dan pekerja yang sebenarnya. Dapatkah engkau melaksanakan tugas ini dengan baik jika mengandalkan watak rusak manusia? (Tidak.) Tepatnya, mengandalkan watak yang rusak untuk melakukan pekerjaan ini berarti bertindak berdasarkan ide-idemu sendiri. Apa akibatnya jika melakukan hal seperti ini? (Ini akan menimbulkan kekacauan di gereja.) Berikut adalah salah satu akibatnya: Makin banyak engkau bekerja, makin segala sesuatunya menjadi kacau. Apa yang dimaksud dengan kacau? Secara spesifik, keadaan kacau seperti apa yang akan terjadi? Yaitu selama pertemuan, orang-orang tidak dapat makan dan minum firman Tuhan atau mempersekutukan kebenaran secara normal. Selalu saja ada orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya yang menyebabkan gangguan, atau terjadi perselisihan terus-menerus, di mana semua orang berpegang pada pandangan mereka sendiri dan membentuk golongan serta kelompok tertutup; saudara-saudari bingung dan tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, mereka yang memiliki pemahaman rohani serta mencintai kebenaran juga terganggu, dan kehidupan mereka tidak bertumbuh. Di gereja seperti itu, orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya sepenuhnya berkuasa, dan Roh Kudus tidak bekerja. Di gereja seperti itu, apa pun yang terjadi, semua orang berbicara sekaligus, mengungkapkan segala macam pandangan, dan sudut pandang yang mereka katakan hampir tak ada yang benar. Gereja segera terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada kesatuan di antara orang-orang, dan tidak ada tanda-tanda pekerjaan atau bimbingan Roh Kudus. Orang-orang bersikap waspada satu sama lain dan saling curiga; dua atau tiga kelompok bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan; semua orang mencari pendukungnya masing-masing, serta menyerang dan mengucilkan pembangkang; dan orang-orang mungkin saja melakukan segala macam perbuatan jahat. Seperti inilah situasi yang kacau itu. Disebabkan oleh apakah situasi ini? Bukankah karena para pemimpin dan pekerja tidak mampu melaksanakan pekerjaan mereka? (Ya.) Inilah akibatnya jika para pemimpin dan pekerja bekerja berdasarkan ide-ide mereka sendiri. Apa artinya orang bekerja berdasarkan ide-ide mereka sendiri? Itu berarti tidak memahami kebenaran, tidak memiliki prinsip, dan bertindak berdasarkan watak yang rusak serta gagasan dan imajinasi manusia secara membabi buta, sehingga menimbulkan keadaan yang jauh lebih kacau di gereja. Ada orang-orang yang mungkin berkata, "Bagaimana orang-orang jahat dapat menyebabkan gangguan di gereja? Aku tidak tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, atau harus berpihak kepada siapa." Ada yang mungkin berkata, "Gereja terbagi menjadi beberapa golongan. Bagaimana seharusnya kami menjalani kehidupan bergereja? Setiap pertemuan tidak membuahkan hasil dan hanya membuang-buang waktu. Terus percaya dengan cara seperti ini tidak akan membuahkan hasil apa pun." Ketika suatu gereja menjadi sangat kacau sehingga umat pilihan Tuhan tidak dapat menjalani kehidupan bergereja, gereja itu sepenuhnya dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Ini jelas menunjukkan bahwa selama orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya berkuasa, mereka akan menghancurkan gereja. Gereja tidak dapat berfungsi tanpa orang-orang baik dan orang yang menerapkan kebenaran sebagai pemimpin dan pekerjanya; tanpa mereka, segala sesuatunya tidak mungkin akan terkendali! Jika orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya tidak dibatasi, tidak akan ada kehidupan bergereja, dan tatanan normal gereja akan sepenuhnya hancur, berubah menjadi kekacauan. Inilah akibatnya jika para pemimpin dan pekerja tidak melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Jika para pemimpin dan pekerja tidak dapat menerima kebenaran, tidak mempertimbangkan maksud Tuhan, atau tidak mengandalkan Tuhan, mereka tidak akan mampu melaksanakan pekerjaan gereja dengan baik. Mereka tidak akan mampu menyelesaikan masalah apa pun yang muncul di gereja atau tidak dapat mengatasi kesulitan apa pun yang dihadapi oleh umat pilihan Tuhan. Dapatkah pemimpin dan pekerja semacam itu membuahkan hasil yang baik jika mereka berkuasa? Mereka hanya dapat menimbulkan kekacauan di gereja; pada akhirnya, situasi seperti inilah yang akan terjadi. Gereja ini kemudian akan menjadi tandus, tempat di mana Iblis berkuasa; gereja telah merosot menjadi sesuatu yang lain. Tuhan tidak akan mengakui gereja ini, dan Roh Kudus tidak akan bekerja di dalamnya. Gereja seperti itu hanyalah sekadar nama dan harus ditutup.

Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.

Hubungi kami via WhatsApp