Tanggung Jawab Para Pemimpin dan Pekerja (13) Pasal Dua
II. Mengucapkan Kata-kata dan Doktrin untuk Menyesatkan Orang dan Memperoleh Penghargaan Mereka
Perwujudan kedua dari orang, peristiwa, dan hal-hal yang menyebabkan kekacauan serta gangguan dalam kehidupan bergereja adalah ketika orang-orang mengucapkan kata-kata dan doktrin untuk menyesatkan orang dan memperoleh penghargaan dari mereka. Biasanya, kebanyakan orang mungkin membicarakan beberapa kata dan doktrin. Kebanyakan orang telah melakukannya. Kita harus menganggap kejadian umum di mana seseorang mengucapkan kata-kata dan doktrin sebagai akibat dari kecilnya tingkat pertumbuhan orang itu dan tidak adanya pemahaman akan kebenaran. Asalkan dia tidak menyita terlalu banyak waktu, tidak melakukannya dengan sengaja, tidak memonopoli percakapan, tidak menuntut semua orang untuk membiarkan dia berbicara sekehendak hatinya, tidak mengharuskan semua orang untuk mendengarkan mereka, dan tidak menyesatkan orang lain serta berusaha mendapatkan rasa hormat dari mereka, itu bukan termasuk kekacauan atau gangguan. Karena kebanyakan orang tidak memiliki kenyataan kebenaran, mengucapkan kata-kata dan doktrin adalah kejadian yang sangat umum. Berbicara agak tidak pantas, itu dapat dimaklumi; itu dapat dimaafkan dan tidak dianggap terlalu serius. Namun, ada satu pengecualian, yaitu ketika orang tersebut dengan sengaja mengucapkan kata-kata dan doktrin. Apa yang dia lakukan dengan sengaja? Yang dia lakukan dengan sengaja bukanlah mengucapkan kata-kata dan doktrin, karena dia juga tidak memiliki kenyataan kebenaran. Tindakannya, seperti mengucapkan kata-kata dan doktrin, meneriakkan slogan, dan berbicara tentang teori, sama saja seperti tindakan orang-orang lainnya. Namun, ada satu perbedaan: Ketika dia mengucapkan kata-kata dan doktrin, dia selalu ingin dihormati oleh orang lain, dan membandingkan dirinya dengan para pemimpin dan pekerja serta dengan mereka yang mengejar kebenaran. Yang jauh lebih tidak masuk akal, apa pun yang dia katakan atau seperti apa pun cara dia mengatakannya, tujuannya adalah untuk menarik orang-orang ke pihak mereka, untuk menyesatkan hati orang-orang, semua itu agar dia dihormati orang. Apa tujuan mencari rasa hormat orang lain? Dia ingin memiliki status dan martabat di hati orang-orang, menjadi orang yang menonjol atau pemimpin di antara orang banyak, menjadi seseorang yang luar biasa atau tidak umum, menjadi tokoh istimewa, seseorang yang kata-katanya mengandung otoritas. Situasi ini berbeda dari kejadian-kejadian umum di mana orang-orang mengucapkan kata-kata dan doktrin serta merupakan kekacauan dan gangguan. Apa yang membedakan orang-orang ini dari mereka yang mengucapkan kata-kata dan doktrin dengan cara yang lebih umum? Yaitu keinginan mereka yang terus-menerus untuk berbicara; jika diberi kesempatan apa pun, mereka akan berbicara. Asalkan ada pertemuan atau sekelompok orang yang berkumpul—asalkan mereka memiliki pendengar—mereka akan berbicara, dengan keinginan yang sangat kuat untuk melakukannya. Tujuan mereka berbicara bukanlah untuk membagikan pemikiran terdalam mereka, apa yang mereka dapatkan, pengalaman, pemahaman, atau wawasan mereka kepada saudara-saudari untuk menumbuhkan pemahaman akan kebenaran atau jalan untuk menerapkannya. Sebaliknya, tujuan mereka adalah menggunakan kesempatan tersebut untuk membicarakan doktrin untuk memamerkan diri mereka, untuk memberi tahu orang lain betapa terpelajarnya mereka, untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki otak, pengetahuan, dan ilmu, yang unggul dari orang kebanyakan. Mereka ingin dikenal sebagai orang yang cakap, bukan hanya orang biasa. Mereka menginginkan hal ini agar untuk masalah apa pun, semua orang berpaling kepada mereka dan berkonsultasi kepada mereka. Untuk masalah apa pun di gereja atau kesulitan apa pun yang dihadapi saudara-saudari, mereka ingin menjadi orang pertama yang terpikir oleh orang lain; mereka menginginkan hal ini agar orang lain tidak dapat melakukan apa pun tanpa mereka, sehingga orang-orang tidak berani menangani masalah apa pun tanpa mereka, dengan semua orang menunggu perintah mereka. Inilah efek yang mereka inginkan. Tujuan mereka dalam mengucapkan kata-kata dan doktrin adalah untuk menjerat dan mengendalikan orang. Bagi mereka, mengucapkan kata-kata dan doktrin hanyalah sebuah metode, sebuah pendekatan; mereka mengucapkan kata-kata dan doktrin bukan karena mereka tidak memahami kebenaran, melainkan, dengan melakukannya, mereka bertujuan untuk membuat orang-orang mengagumi mereka dari hati, menghormati mereka, dan bahkan takut kepada mereka, menjadi terkekang serta dikendalikan oleh mereka. Dengan demikian, mengucapkan kata-kata dan doktrin jenis ini merupakan kekacauan dan gangguan. Dalam kehidupan bergereja, orang-orang semacam itu harus dibatasi, dan perilaku mengucapkan kata-kata dan doktrin ini juga harus dihentikan, tidak boleh dibiarkan terus berlanjut tanpa terkendali. Ada orang yang mungkin berkata, "Orang-orang seperti itu harus dibatasi; lalu, bolehkah mereka tetap diberi kesempatan untuk berbicara?" Dalam hal keadilan, mereka dapat diberi kesempatan untuk berbicara, tetapi begitu mereka kembali ke cara lama mereka yang suka pamer, jika ambisi mereka hendak meledak lagi, mereka harus segera disela, untuk membuat mereka berpikir dengan jernih dan tenang. Apa yang harus dilakukan jika mereka sering pamer dengan cara seperti ini, ambisi mereka masih sering terlihat, dan keinginan mereka sulit dikendalikan? Mereka harus sepenuhnya dibatasi dan dilarang untuk berbicara. Jika tak seorang pun mau mendengarkan mereka ketika mereka berbicara, dan nada bicara, perilaku, sorot mata, serta gerak-gerik mereka menjijikkan bagi semua orang yang mendengar dan melihatnya, berarti ini adalah masalah serius. Ini telah mencapai titik di mana semua orang merasa muak. Bukankah orang-orang semacam itu, yang memainkan peran sebagai kontras di gereja, harus keluar dari panggung? Sudah saatnya mereka mengakhiri peran mereka. Bukankah itu berarti mereka telah selesai melakukan pelayanan mereka? Apa yang harus dilakukan ketika mereka telah melakukan pelayanan terakhir mereka? Mereka harus dikeluarkan. Begitu mereka mulai berbicara, mereka akan selalu mengucapkan perkataan usang yang sama, yang tidak dapat dihentikan oleh pembatasan. Semua orang sudah bosan mendengarkannya. Wajah mereka yang mengerikan, wajah Iblis, wajah setan mereka, menjadi jelas terlihat. Orang macam apa ini? Mereka adalah antikristus. Jika mereka dikeluarkan terlalu dini, kebanyakan orang akan menyimpan gagasan dan tidak merasa yakin di dalam hati mereka, serta berkata, "Rumah Tuhan tidak memiliki kasih, mengeluarkan seseorang bahkan tanpa membiarkannya menjalani periode pengawasan, sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk bertobat. Orang itu hanya mengatakan beberapa perkataan orang luar, memperlihatkan sedikit watak yang rusak, dan sedikit congkak, tetapi niatnya tidaklah buruk. Tidak adil memperlakukannya seperti ini." Namun, setelah mayoritas orang mampu mengidentifikasi dan mengetahui yang sebenarnya tentang esensi orang jahat, apakah pantas membiarkan orang jahat seperti itu terus melakukan kesalahan dengan gegabah, dan menimbulkan kekacauan serta gangguan di gereja? (Tidak.) Itu tidak adil bagi semua saudara-saudari. Dalam kasus-kasus seperti ini, masalahnya akan terselesaikan jika mereka dikeluarkan. Setelah mereka melakukan pelayanan terakhir mereka dan mayoritas orang telah mengidentifikasi mereka, kebanyakan orang tidak akan keberatan ketika engkau mengeluarkan orang-orang itu—mereka tidak akan mengeluh atau salah paham terhadap Tuhan. Jika masih ada orang yang membela mereka, engkau dapat berkata: "Orang itu telah melakukan banyak kejahatan di gereja. Dia telah digolongkan sebagai antikristus dan dikeluarkan. Namun, kau masih sangat bersimpati terhadapnya; kau masih memikirkan kebaikan yang pernah ditunjukkannya kepadamu, dan kau membelanya. Kau terlalu sentimental, dan sama sekali tidak berprinsip. Apa akibat dari hal ini? Sedikit bantuan dari orang itu, dan engkau tidak bisa melupakannya; apa pun yang dia katakan, engkau dengan sungguh-sungguh mematuhinya, selalu ingin membalas kebaikannya. Sekarang dia telah dikeluarkan. Apakah kau ingin menemaninya? Jika kau juga ingin dikeluarkan, silakan saja." Apakah ini cara yang tepat untuk menangani situasi ini? Pada titik ini, ya. Jika orang-orang semacam itu terus-menerus mengucapkan kata-kata dan doktrin untuk menyesatkan orang lain, mengganggu orang hingga sedemikian rupa, sampai-sampai mereka tidak mau lagi datang ke pertemuan, bukankah ini karena para pemimpin dan pekerja mati rasa dan bodoh, tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, serta tidak mampu menangani orang-orang ini tepat pada waktunya? Ini adalah ketidakmampuan untuk melakukan pekerjaan mereka, kegagalan untuk memenuhi tanggung jawab mereka.
Sekarang ini, kebanyakan orang telah memiliki tingkat kemampuan tertentu dalam mengidentifikasi antikristus yang mengucapkan kata-kata dan doktrin. Kecuali mereka menyembunyikan diri, segera setelah mereka memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya, melakukan hal-hal yang cukup spesifik dengan berbagai cara, dan berbagai perwujudan mereka cukup bagi orang-orang untuk mengidentifikasi mereka sebagai antikristus, maka tidak boleh lagi ada penundaan atau keraguan lebih lanjut. Mereka harus segera dibatasi dan diisolasi. Jika pelayanan mereka sudah tidak bernilai lagi, mereka harus langsung dikeluarkan. Mudah untuk mengidentifikasi antikristus yang munafik seperti itu, yang mengucapkan kata-kata dan doktrin, karena orang-orang seperti itu jelas-jelas adalah antikristus. Hanya saja, antikristus jenis ini selalu ingin menyesatkan orang dengan menggunakan kesempatan mengucapkan kata-kata dan doktrin, untuk mencapai tujuan mereka menjadi pemegang kekuasaan. Ini adalah salah satu cara antikristus mewujudkan dirinya, dan ini mudah untuk diidentifikasi. Topik ini sudah cukup banyak dibahas sebelumnya, jadi tidak akan diuraikan lebih lanjut di sini. Singkatnya, para pemimpin dan pekerja harus memperhatikan orang-orang semacam itu dengan saksama, dengan segera dan akurat mengerti serta memahami gerakan, pemikiran, dan sudut pandang mereka, serta rencana dan tindakan mereka, serta pernyataan keliru yang mereka sebarkan, dan dengan segera menanganinya sebagaimana mestinya. Ini adalah tanggung jawab pemimpin dan pekerja. Jadi, pemimpin dan pekerja setidaknya harus tajam secara rohani dan cermat secara mental dalam tugas ini, tidak boleh mati rasa dan lambat dalam berpikir. Jika antikristus menyesatkan banyak orang dengan mengucapkan kata-kata dan doktrin selama pertemuan, dan para pemimpin gereja tetap tidak mengenali bahwa mereka adalah antikristus serta tidak mampu menyingkapkan dan menangani mereka dengan segera, ini adalah kegagalan mereka dalam memenuhi tanggung jawab. Jika banyak orang telah disesatkan oleh antikristus, dan mereka menganggap pertemuan menjadi tidak berarti bila di sana mereka tidak dapat mendengar antikristus mengucapkan kata-kata dan doktrin, sehingga mereka tidak mau menghadiri pertemuan, atau bahkan tidak mau makan dan minum firman Tuhan serta mendengarkan khotbah, lebih memilih untuk mendengarkan antikristus berkhotbah—jika setelah para pemimpin gereja menyadari keparahan situasi ini, barulah mereka mulai bertindak dan memperbaiki keadaan setelah orang-orang disesatkan dan dikendalikan hingga ke taraf ini oleh antikristus—ini akan menyebabkan penundaan yang signifikan! Banyak umat pilihan Tuhan akan dirugikan dalam jalan masuk kehidupan mereka karena pemimpin palsu tersebut begitu mati rasa dan bodoh. Ketika antikristus ditelaah, diidentifikasi dan dikeluarkan, beberapa orang mungkin akan disesatkan dan mengikuti mereka. Bahkan ada orang-orang yang mungkin berkata, "Jika engkau mengeluarkan mereka, kami tidak akan percaya lagi kepada Tuhan. Jika engkau menyuruh mereka pergi, kami semua juga akan pergi!" Pada titik ini, menjadi sepenuhnya jelas bahwa para pemimpin gereja itu sama sekali tidak melakukan pekerjaan nyata, dan ini merupakan kegagalan mereka yang parah dalam memenuhi tanggung jawab mereka.
Dalam kehidupan bergereja, hal pertama yang harus dilakukan oleh pemimpin dan pekerja adalah memahami keadaan berbagai jenis orang. Pemimpin dan pekerja harus mengamati dan memahami dengan saksama jalan yang telah ditempuh oleh setiap anggota gereja dan esensi watak mereka melalui interaksi dengan mereka, lalu dengan segera dan akurat menemukan serta mengidentifikasi siapa yang sedang menempuh jalan antikristus dan siapa yang memiliki esensi antikristus. Kemudian, para pemimpin dan pekerja harus berfokus pada orang-orang ini, memperhatikan mereka dengan saksama, dan dengan segera mengerti serta memahami sudut pandang dan pernyataan yang mereka sebarkan, serta tindakan apa yang sekarang ini sedang mereka persiapkan. Ketika orang-orang itu ingin menyesatkan orang-orang, menjerat dan mengendalikan mereka, para pemimpin dan pekerja harus dengan cepat bangkit dan menghentikan mereka, bukannya menunggu dengan pasif. Jika engkau menunggu sampai Tuhan menyingkapkan mereka, atau sampai saudara-saudari disesatkan, atau sampai saudara-saudari memiliki pemahaman dan mampu mengidentifikasi mereka, barulah engkau menyingkapkan antikristus tersebut, itu berarti sudah menunda masalah. Oleh karena itu, dalam berwaspada terhadap antikristus, pemimpin dan pekerja harus berinisiatif untuk menyerang terlebih dahulu dan melakukan persiapan terlebih dahulu. Langkah pertama adalah dengan mempromosikan dan membina orang-orang yang relatif lurus dan mampu mengejar kebenaran; dengan cara yang semestinya menyirami dan membekali mereka yang memainkan peran utama di berbagai bagian pekerjaan, serta membina mereka untuk menjadi sokoguru di gereja. Hanya dengan cara inilah berbagai bagian pekerjaan gereja akan dapat berjalan dengan lancar serta tidak terhambat, dan pekerjaan penginjilan dapat terus disebarluaskan. Apa pun itu, jika suatu pekerjaan tidak memiliki pemimpin yang baik, pekerjaan itu akan sangat sulit untuk dilaksanakan. Perwujudan utama dari penentangan antikristus terhadap Tuhan adalah dengan menyesatkan umat pilihan Tuhan agar mengikuti mereka sehingga mengacaukan dan mengganggu setiap bagian dari pekerjaan di rumah Tuhan. Di suatu gereja, hal pertama yang ingin dilakukan antikristus adalah menyerang mereka yang memiliki rasa keadilan dan mereka yang memegang peran kepemimpinan di berbagai bagian pekerjaan. Mereka menarik orang-orang yang dapat mereka sesatkan dan kendalikan untuk berpihak pada mereka, serta menjebak, memerangkap, dan menjatuhkan mereka yang tidak dapat mereka sesatkan atau kendalikan, dan pada akhirnya mengeluarkan mereka. Ini membuka jalan bagi antikristus untuk mengendalikan gereja. Mereka terlebih dahulu menjatuhkan beberapa individu penting yang dapat mengejar kebenaran; mayoritas sisanya adalah orang-orang yang sekadar mengikuti orang banyak. Setelah itu, menjadi jauh lebih mudah bagi mereka untuk menangani para pemimpin dan pekerja secara khusus. Tanpa kerja sama dan bantuan dari mereka yang mengejar kebenaran, para pemimpin dan pekerja pada dasarnya sedang berjuang sendiri tanpa bantuan. Engkau berada di tempat terang, sementara antikristus mengintai di tempat gelap, bersiap untuk secara diam-diam menyerang, menjebak, memerangkap, dan memfitnahmu setiap saat, menjatuhkanmu ke tanah agar engkau tidak mampu bangkit lagi. Kemudian, antikristus akan mencari orang untuk menendangmu saat engkau jatuh, membuatmu sepenuhnya patah semangat dan berputus asa. Oleh karena itu, sangatlah sulit untuk sepenuhnya menyelesaikan masalah antikristus jika orang-orang yang mengejar kebenaran tidak bergabung untuk bersama-sama melawan mereka. Dalam kehidupan bergereja, hal pertama yang harus dilakukan para pemimpin dan pekerja adalah mempertahankan tatanan normal gereja. Dengan adanya orang-orang jahat yang menempuh jalan antikristus, kehidupan bergereja tidak akan membuahkan hasil yang baik, tidak akan mudah untuk berada di jalur yang benar, dan kebanyakan orang akan sering diganggu serta dipengaruhi. Oleh karena itu, menemukan, memahami, menyadari, dan menargetkan orang-orang jahat, antikristus, serta mereka yang menempuh jalan antikristus adalah tugas pertama dan terpenting yang harus dilakukan oleh pemimpin dan pekerja dalam kehidupan bergereja. Hanya dengan membatasi atau mengeluarkan orang-orang ini, barulah tatanan normal kehidupan bergereja dapat dipertahankan. Jika mereka tidak dibatasi dan dibiarkan bertindak gegabah sekehendak hati mereka serta menyebabkan gangguan, berbagai bagian pekerjaan gereja akan terhenti. Karena kebanyakan orang tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan tidak mampu mengetahui esensi mereka yang sebenarnya, dan bahkan diganggu serta disesatkan oleh berbagai pemikiran dan sudut pandang mereka yang keliru, maka sangatlah sulit bagi umat pilihan Tuhan untuk berada di jalur yang benar dan masuk ke dalam kenyataan kebenaran dalam kehidupan bergereja. Jika selama periode ini, kehidupan bergereja sangatlah normal, umat pilihan Tuhan akan mendapatkan hasil dan kemajuan dalam makan dan minum firman Tuhan serta dalam mempersekutukan kebenaran, dan mereka akhirnya memiliki jalan masuk kehidupan serta sedikit kenyataan kebenaran, tetapi jika mereka kemudian disesatkan dan diganggu oleh antikristus yang mengucapkan kata-kata dan doktrin, mereka bukan hanya akan kehilangan sedikit pemahaman yang murni dan pengertian yang benar yang baru saja mereka peroleh, melainkan mereka juga akan menerima banyak kesesatan dan kekeliruan yang terdengar benar padahal salah; mereka dengan cepat akan menjadi bingung lagi, bagaikan pendayung yang didorong mundur oleh arus saat mereka berhenti mendayung, dan ini sangatlah menyusahkan. Tidak mudah bagi orang untuk mewujudkan pertumbuhan dalam hidup mereka; mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk mengalami sedikit kemajuan, dan ini sangatlah lambat. Sulit bagi orang untuk memiliki sedikit tingkat pertumbuhan; itu tidaklah mudah untuk diperoleh. Melalui penyesatan dan gangguan antikristus, sedikit pemahaman murni yang orang miliki bisa hilang. Yang jauh lebih serius adalah bahwa setelah diganggu oleh Iblis dan antikristus, orang-orang menjadi dipenuhi dengan banyak falsafah Iblis, rencana licik dan tipu daya Iblis, serta racun yang diindoktrinasikan ke dalam diri mereka oleh Iblis. Hal-hal ini bukan hanya menghalangi orang untuk mengenal dan tunduk kepada Tuhan; sebaliknya, ini menyebabkan orang-orang memiliki gagasan dan kesalahpahaman tentang Tuhan, serta membuat mereka menjauh dari-Nya, membuat watak rusak orang menjadi jauh lebih parah, dan selanjutnya membuat mereka menjadi mampu mengkhianati Tuhan. Akibat dari hal ini sangatlah serius. Katakan kepada-Ku, menghadapi akibat yang sedemikian serius, perlukah menghentikan dan membatasi mereka yang menyesatkan orang-orang dengan kata-kata dan doktrin? Bukankah ini adalah tugas penting yang harus dilakukan pemimpin gereja? (Ya.) Jadi, membatasi orang jahat dan pengikut yang bukan orang percaya adalah tugas penting bagi gereja. Ada orang-orang yang berkata, "Aku tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi. Aku tidak tahu bagaimana melakukannya." Sebenarnya, asalkan engkau memiliki kemauan, mengamati dengan saksama, dan selalu memeriksa niat serta motif orang, lambat laun engkau akan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi. Begitu orang-orang jahat dan para pengikut yang bukan orang percaya ini muncul, mereka akan memiliki niat dan motif mereka sendiri, yang semuanya bertujuan untuk membuat orang menghormati serta mengidolakan mereka, dan agar orang mendengarkan apa yang mereka katakan. Jika engkau mampu melihat niat dan motif mereka, ini sudah termasuk memiliki sedikit kemampuan untuk mengidentifikasi. Jika engkau tidak yakin, engkau dapat bersekutu tentang masalah ini dengan beberapa orang yang relatif memahami kebenaran. Selama persekutuan, di satu sisi, engkau akan dapat memastikannya melalui kebenaran yang dipahami oleh semua orang dan berbagai bukti nyata yang dipahami. Di sisi lain, melalui pencerahan dan bimbingan Tuhan serta terang yang Tuhan berikan selama bersekutu, engkau akan dapat memperoleh konfirmasi tentang hal ini, mengonfirmasi apakah orang yang dimaksud memang merupakan antikristus dan apakah dia memang adalah orang yang harus dibatasi atau bukan. Melalui persekutuan, jika semua orang memperoleh konfirmasi dan sepakat dengan suara bulat, mengatakan bahwa orang ini memang merupakan antikristus yang harus dibatasi—setelah tercapai kesepakatan dengan saudara-saudari dan semua orang telah sampai pada perspektif yang sama—langkah selanjutnya yang harus diambil oleh para pemimpin dan pekerja adalah dengan cepat menangani dan mengeluarkan orang ini berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Inilah prinsipnya. Setelah orang memahami prinsip ini, mereka harus melakukan pekerjaan nyata, yang berarti memenuhi tanggung jawab mereka dan bersikap setia. Memahami prinsip-prinsip bukanlah untuk kaukhotbahkan atau untuk mengisi pikiranmu, melainkan untuk kauterapkan dengan melakukan pekerjaan nyata dalam tugasmu. Dalam pekerjaan nyata, memahami prinsip akan memungkinkanmu untuk dapat memenuhi tanggung jawab serta kewajibanmu dengan lebih baik dan menyeluruh. Jadi, ini juga merupakan bagian dari pekerjaan para pemimpin dan pekerja. Untuk mempertahankan tatanan normal kehidupan bergereja dan memungkinkan saudara-saudari untuk menjalani kehidupan bergereja yang normal dan masuk ke dalam semua kebenaran yang Tuhan tuntut, ketika antikristus yang mengucapkan kata-kata dan doktrin muncul, para pemimpin dan pekerja harus menjadi yang pertama bangkit untuk menghentikan dan membatasi mereka. Mengenai para antikristus yang mengucapkan kata-kata dan doktrin, mereka dibatasi bukan hanya karena mereka mengatakan sedikit perkataan yang salah. Jika pengamatan jangka panjang atau umpan balik dari mayoritas orang dan perwujudan spesifik mereka sudah cukup untuk menggolongkan bahwa mereka memang adalah jenis antikristus, berarti pemimpin dan pekerja harus bertindak untuk menghentikan dan membatasi mereka, dan tidak boleh membiarkan mereka terus bertindak tanpa terkendali. Memanjakan mereka sama saja dengan membiarkan setan, Iblis, roh-roh najis, dan roh-roh jahat merajalela di gereja, yang berarti para pemimpin dan pekerja semacam itu sedang melalaikan tanggung jawab mereka dan pada dasarnya sedang bekerja bagi Iblis. Persekutuan tentang jenis masalah kedua mengenai kekacauan dan gangguan dalam kehidupan bergereja kini sudah selesai.
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.